cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
INDONESIAN JOURNAL OF ESSENTIAL OIL
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 25488295     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Indonesian Journal of Essential Oils contains articles of research results and in-depth reviews covering the following areas: Essential Oil, Medicine Chemistry, Flavour Chemistry, Phytochemistry, Natural Product, Cosmetica and Pharmaceutical, Catalyst for Fine Chemical, Plasmanutfah, Plant Tissue, Development in Equipment and Instrumentation in Supply Chain of Essential Oil, Process Engineering and the other topic concerning on Essential Oil and Herbals.
Arjuna Subject : -
Articles 30 Documents
Perbandingan Tingkat Keefektifan Sintesis Hidroksisitronelal melalui Hidrasi Garam Natrium Sitronelil Bisulfit dan Sitronelal Reiza Tri Suciani Putri; Edi Priyo Utomo; Elvina Dhiaul Iftitah
INDONESIAN JOURNAL OF ESSENTIAL OIL Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Institut Atsiri Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.9 KB)

Abstract

Sintesis hidroksisitronelal dari minyak sereh wangi, diperoleh dengan menggunakan bahan dasar sitronelal dan garam natrium sitronelil bisulfit. Sitronelal dapat diisolasi dari minyak sereh wangi melalui reaksi penggaraman menggunakan NaHSO3 , yang diikuti reaksi hidrolisis dengan NaOH 10%. Hasil isolasi sitronelal dikarakterisasi dengan FTIR shimadzu dan Kromatografi Gas-Spektrometer Massa (KG-SM). Pada penelitian ini dilakukan reaksi hidrasi untuk masg-masing bahan dasar pada ikatan rangkap tak jenuh menggunakan katalis asam, yaitu HCl 1%, H2SO4 1%, dan H3PO4 1% selama 8 jam. Produk reaksi tersebut dikarakterisasi menggunakan KG-SM sehingga diperoleh % randemen masing-masing bahan dasar dan katalis asam. Hidroksisitronelal dengan bahan dasar garam natrium sitronelil bisulfit menghasilkan % randemen tertinggi 7,7 %, sedangkan % randemen tertinggi untuk bahan dasar sitronelal sebesar 26,9 %. Kedua % randemen tersebut diperoleh dari hasi reaksi hidrasi dengan katalis H3PO4 1%.
Biaya Penggunaan Paket Teknologi BP3T Pupuk Kandang dan Nano Pestisida Serai Wangi pada Tanaman Kakao di Kabupaten Lima Puluh Kota Sri Wahyuni; Haliatur Rahmai; Jumsu Trisno; Martinius Martinius; Rita Noveriza; Reflin Reflin; Sri Yuliani; Nusyirwan Nusyirwan
INDONESIAN JOURNAL OF ESSENTIAL OIL Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Institut Atsiri Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.42 KB)

Abstract

Teknologi BP3T (Bakteri Perakaran Pemacu Pertumbuhan Tanaman) pupuk kandang dirancang untuk membantu mengendalikan penyakit VSD (vascular streak dieback) yang menyerang tanaman kakao sekaligus membantu pertumbuhan tanaman. Penetian ini bertujuan menganalisis perbandingan biaya penggunaan pupuk kandang konvensional dengan teknologi BP3T Pupuk Kandang. Penelitian ini dirancang secara deskriptif kuantitatif yang berlokasi di Kabupaten Limapuluh Kota. Pengambilan sampel dilakukan secara sensus, yaitu 43 orang yang tergabung ke dalam 4 kelompok tani terpilih, yaitu Kelompok Tani Aroma, Kelompok Tani Inovasi, Kelompok Tani Buah Lobek, dan Kelompok Tani Maju Sejahtera. Biaya pupuk yang dikeluarkan petani sebelum menggunakan pupuk Formula BP3T lebih besar dibandingan dengan biaya penggunaan pupuk Formula BP3T. Dari kesimpulan yang ada, disaran kepada petani untuk menggunakan pupuk Formula BP3T dan mengembangkannya. Selain biayanya murah, pupuk Formula BP3T juga memilikik manfaat untuk meningkatkan ketahanan tanaman terhadap penyakit VSD.
Peningkatan Rendemen Dan Komposisi Citronelal pada Minyak Daun Jeruk Purut Melalui Optimasi Laju Alir Kondensat Vivi Nurhadiyanty; DIki Andika Adi Sulaeman; Delta Nazala Hamdalla; Chandrawati Cahyani
INDONESIAN JOURNAL OF ESSENTIAL OIL Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Institut Atsiri Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.477 KB)

Abstract

Minyak atsiri daun jeruk purut diisolasi menggunakan metode distilasi uap. Dalam proses distilasi uap, perolehan minyak dapat dimaksimalkan melalui optimalisasi laju alir kondensat.  Laju kondensat berkaitan dengan besarnya laju uap dimana laju uap akan mempengaruhi besarnya panas yang diberikan pada bahan dan besarnya tekanan uap air dalam kolom distilasi saat proses distilasi sedang dilakukan. Penyulingan dilakukan dengan seperangkat alat distilasi uap. Rangkaian alat terdiri atas boiler, kolom distilasi, kondensor, dan penampung distilat, dan labu florentine. Bahan yang digunakan berupa daun jeruk purut. Penyulingan dilakukan pada kondisi tekanan atmosferik. Penyulingan dilakukan selama 6 jam dengan variasi laju alir kondensat 1 L/jam, 2 L/jam, dan 3 L/jam. Distilat yang diperoleh akan ditampung dan minyak dalam distilat akan dipisahkan menggunakan labu Florentine dan penyaringan vakum. Pengujian terdiri atas pengukuran rendemen dari proses distilasi dan pengujian kualitatif untuk mengetahui komposisi senyawa dalam minyak atsiri melalui analisa Gas chromatography-mass spectrometry (GC-MS). Rendemen yang dihasilkan pada laju kondensasi 1 L/jam, 2 L/jam, dan 3 L/jam secara berturut-turut sebesar 0,31%, 0,40%, dan 0,39%. Laju alir kondensat 2 L/jam merupakan laju alir paling optimum dengan rendemen 0,40% serta komposisi senyawa mayor citronellal 57,38%; linalool 6,4%; isopulegol 15,52%; terpeniol 5,17%; sitronelil asetat 3,22%; dan sitronelol 4,81%.
Pembuatan Dupa Limbah Penyulingan Pala (Kajian Pengenceran dan Lama Pencelupan) Sukardi Sukardi; M. H. Pulungan; N. L. S. Andari; N. L. Rahmah
INDONESIAN JOURNAL OF ESSENTIAL OIL Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Institut Atsiri Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.703 KB)

Abstract

Dupa merupakan produk ritual yang digunakan untuk tujuan spiritual, yang biasa digunakan oleh umat Hindu dalam kegiatan keagamaan dan ketka dibakar menghasilkan wewangian. Dupa biasanya dicelupkan ke dalam parfum untuk menambah aroma dupa dan di UKM pencelupan dilakukan hanya selama ± 1 menit dan pengenceran parfum dan metanol dilakukan dengan perbandingan 1:10. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengenceran dan lama pencelupan yang tepat agar dapat menghasilkan dupa pala yang terbaik dari sifat organoleptik (warna, tekstur, aroma sebelum dan sesudah dibakar), kadar air dan lama bakar. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor, yaitu pengenceran yang terdiri dari 2 level yaitu (1:5 dan 1:10) dan lama pencelupan yang terdiri dari 4 level (1 menit, 1,5 menit, 2 menit dan 2,5 menit). Hasil perlakuan terbaik diperoleh dari kombinasi pengenceran 1:10 dengan lama waktu pencelupan 1,5 menit yang memiliki hasil uji orgnoleptik warna cokelat tua (menyukai), tekstur keras (menyukai), aroma sebelum dibakar berbau khas pala (tidak menyukai) dan aroma setelah dibakar berbau pala dan kayu yang menyengat (tidak menyukai) dengan kadar air 13,3% dan lama bakar 81,7 menit.
Prototipe Hand Sanitizer Nanoemulsi Berbasis Surfaktan Alami Lerak (Sapindus rarak) Sebagai Antibakteri Dinisa Eka Putri; Edi Priyo Utomo; Elvina Dhiaul Iftitah
INDONESIAN JOURNAL OF ESSENTIAL OIL Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Institut Atsiri Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.131 KB)

Abstract

Telah dilakukan optimasi komposisi bahan dalam pembuatan nanoemulsi Hand Sanitazer dengan menggunakan pendekatan metoda permukaan respons. Bahan-bahan tersebut terdiri dari ekstrak lerak yang mempunyai aktivitas antibakteri Staphylococcus aureus, etanol dan Tween 80. Ketiga bahan tersebut diformulasikan menurut metoda permukaan respons Box-Behken sehingga dihasilkan 17 formula yang kemudian diuji karakternya meliputi ukuran nanoemulsi, kejernihan larutan, kestabilan larutan, kelngketan dan kecepatan kering. Pembentukan nanoemulsi dengan surfaktan Lerak pada prototipe hand sanitizer dengan dibantu proses sonikasi selama 2 jam dapat menghasilkan distribusi nanoemulsi berukuran 296 - 1000 nm sebanyak 1%. Optimasi hasil prototipe nanoemulsi hand sanitizer yang dilakukan menggunakan Design Expert 6.0.8 Portable menghasilkan komposisi optimum etanol 86,18%, ekstrak Lerak 2% dan tween 80 0,21%.  Pada komposisi tersebut menghasilkan titik optimal yang diprediksi memiliki ukuran nanoemulsi sebesar 667 nm dengan tingkat kejernihan  60,60%, stabilitas nanoemulsi lebih besar 5 jam 61,48%. Respon panellist terhadap  kelengketan sebesar 52,42% (tidak lengket) dan kecepatan kering kurang dari 1 menit sebesar 89,88%
Ekstraksi Minyak Atsiri Bunga Mawar dengan Metode Pelarut Menguap Menggunakan Perlakuan PEF (Pulsed Electric Field) Sukardi Sukardi; Rizka N; M. H. Pulungan
INDONESIAN JOURNAL OF ESSENTIAL OIL Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Institut Atsiri Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.351 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kombinasi perbandingan pelarut dan waktu PEF yang tepat, sehingga diperoleh rendemen dan kualitas minyak atsiri bunga mawar yang tinggi. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor. Faktor 1 adalah perbandingan bahan dan pelarut (1:2 dan 1:3), kemudian faktor 2 adalah waktu PEF (7, 10 dan 13 detik). Hasil perlakuan terbaik diperoleh pada perbandingan bahan dan pelarut adalah 1:3 dengan waktu PEF selama 13 detik, dengan rendemen sebesar 0.419%; indeks bias sebesar 1.460; tingkat kecerahan (L*) sebesar 27,900; tingkat warna kemerahan (a*) sebesar 7.133; dan tingkat warna kekuningan (b*) sebesar 9.333. Hasil analisis komposisi kimia minyak bunga mawar terdapat 9 komponen penyusun, dan 3 komponen tertinggi berturut-turut yaitu senyawa eicosane sebesar 38.79%; phenyl ethyl alcohol sebesar 31.58%, dan tetradecane sebesar 8,55%.
Pengaruh Penambahan Aditif Berbasis Minyak Nilam (Pogostemon cablin Benth.) pada Bahan Bakar Minyak dan Prediksi Bilangan Oktan dengan Spektrofotometer Infra Merah Galih Waskito; Elvina Iftitah Dhiaul; Edi Priyo Utomo
INDONESIAN JOURNAL OF ESSENTIAL OIL Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Institut Atsiri Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.756 KB)

Abstract

Telah dilakukan formulasi bahan bakar minyak dengan fraksi minyak nilam. Formulasi dilakukan menggunakan variasi penambahan fraksi minyak nilam sebanyak 1% dan 2 %. Produk formulasi tersebut dikarakterisasi dengan spektrofotometer infra merah untuk menentukan RON pada masing-masing produk. RON dihitung menggunakan tiga persamaan yang berbeda. Hasil RON persamaan 1 dan 2 cenderung menurun ketika diformulasikan dengan fraksi minyak nilam, sedangkan RON persamaan 3 meningkat ketika diformulasikan dengan fraksi minyak nilam. Fraksi minyak nilam dapat mempengaruhi karakteristik (berat jenis dan titik didih) bahan bakar minyak. Berat jenis bahan bakar minyak meningkat setelah ditambahkan fraksi minyak nilam, sedangkan titik didih bahan bakar minyak menurun setelah ditambahkan fraksi minyak nilam. Hubungan antara bahan bakar minyak standar dengan bahan bakar minyak pasaran ditentukan menggunakan Linear Discriminant Analysis (LDA). LDA digunakan untuk menjelaskan hubungan kedekatan antar kelompok data. Luaran analisis yang disajikan berupa grafik kanonikal 2D dimana masing-masing senyawa diposisikan berdasarkan variabel RON, berat jenis, dan titik didih terhadap jumlah tipe karakteristik bahan bakar minyak sebagai klasifikasi kelompok data. Hasil pendekatan karakteristik menunjukkan bahwa bahan bakar minyak standar berbeda dengan bahan bakar minyak pasaran.
Hubungan Lama Distilasi, Kandungan Senyawa, dan Bioautografi Antioksidan Minyak Atsiri Bangle (Zingiber purpureum) Irmanida Batubara; Rahadyanoto Trimulia; Eti Rohaeti; Latifah K Darusman
INDONESIAN JOURNAL OF ESSENTIAL OIL Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Institut Atsiri Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.695 KB)

Abstract

Bangle (Zingiber purpureum) merupakan salah satu tanaman obat yang mengandung minyak atsiri. Untuk mengambil minyak atsiri dari rimpang bangle dapat dilakukan distilasi dengan perbedaan lama distilasi. Tujuan penelitian ini adalah menentukan kadar minyak atsiri dari rimpang bangle dan membandingkan kandungan senyawanya berdasarkan waktu distilasi yang berbeda. Minyak atsiri bangle didistilasi dengan perbedaan rentang waktu, yaitu 0-3 jam, 3-6 jam, dan 6-9 jam. Rendemen minyak atsiri yang diperoleh berbeda walaupun selang waktu yang digunakan sama. Kadar senyawa minyak atsiri berbeda bergantung pada lama waktu distilasi. Perbedaan tersebut ditentukan melalui kromatografi gas-spektrometri massa. Kandungan senyawa sabinena optimum pada waktu distilasi 0-3 jam, osimena pada rentang waktu 3-6 jam, dan naftalena pada rentang waktu 6-9 jam. Profil kromatografi lapis tipis dan bioautografi antioksidan terhadap DPPH untuk ketiga minyak juga ditentukan.
Studi Pengaruh pH dan Konsentrasi Garam Prekursor AgNO3 dari Sintesis Nanokomposit ZnO-Ag Menggunakan Minyak Cengkeh (Syzygium aromaticum L.) serta Uji Aktivitas Antibakteri terhadap Escherichia coli Yuli Ainul Rosita; Elvina Dhiaul Iftitah; Masruroh Masruroh
INDONESIAN JOURNAL OF ESSENTIAL OIL Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Institut Atsiri Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.878 KB)

Abstract

Penelitian ini mempelajari pengaruh pH dan konsentrasi garam prekursor AgNO3 dalam sintesis nanokomposit ZnO-Ag menggunakan bioreduktor minyak cengkeh (Syzygium aromaticum L.) dengan bantuan microwave. Variasi pH larutan yang digunakan adalah 6,9 dan 12. Kosentrasi garam prekursor AgNO3 dengan perbandingan [Zn(Ac)2.2H2O]:[AgNO3] adalah 5:1, 5:3 dan 5:5 mM. Karakterisasi hasil produk sintesis dianalisis dengan XRD dan SEM-EDS. Uji aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli menggunakan metode difusi sumuran. Hasil karakterisasi XRD menunjukkan bahwa pH dan konsentrasi garam prekursor AgNO3 mempengaruhi ukuran kristal. Semakin besar pH, maka ukuran kristal semakin besar. Semakin kecil konsentrasi garam prekursor AgNO3, maka semakin kecil ukuran kristal yaitu sekitar (8,31-41,23 nm). Hasil terbaik dengan ukuran terkecil pada pH 9 dan konsentrasi garam prekursor AgNO3 5:1 mM menunjukkan terbentuknya masing-masing puncak kristal ZnO, Zn(OH)2 dan Ag. Berdasarkan analisis SEM-EDS menunjukkan morfologi logam Ag yang tersebar pada logam ZnO dengan massa% Zn (51,73%), O (39,74%) dan Ag (8,53%). Hasil uji aktibakteri terhadap Escherichia coli mampu menghambat sebesar 16,5 mm.
Minyak Atsiri dan Ekstrak Bunga dan Daun Temulawak sebagai Antioksidan Irmanida Batubara; Latifah Darusman; Sri Wahyuni
INDONESIAN JOURNAL OF ESSENTIAL OIL Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Institut Atsiri Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) merupakan tumbuhan yang banyak dimanfaatkan untuk tujuan kesehatan terutama bagian rimpangnya. Minyak atsiri rimpang temulawak juga telah dilaporkan, namun bunga dan daun temulawak belum banyak dieksplorasi termasuk minyak atsiri dan ekstraknya. Penelitian ini bertujuan menapis minyak atsiri dan ekstrak bunga dan daun C. xanthorrhiza sebagai antioksidan menggunakan metode DPPH (2,2- difenil-1-pikrilhidrasil). Minyak atsiri daun diperoleh menggunakan metode distilasi air. Bunga dan daun diekstraksi menggunakan n-heksana, etil asetat, dan metanol. Ekstrak etil asetat daun mempunyai potensi antioksidan terbaik dengan nilai IC50 41.50±7.80 μg/mL namun tidak sebaik asam askorbat sebagai kontrol positif dengan nilai IC50 3.36±0.29 μg/mL Berdasarkan uji kualitatif fitokimia, didapat bahwa ekstrak etil asetat daun temulawak mengandung kelompok senyawa flavonoid, alkaloid, steroid, dan triterpenoid. Minyak atsiri daun temulawak yang juga mengandung terpenoid tidak mampu menghambat 50% radikal DPPH hingga konsentrasi 167 μg/mL.

Page 3 of 3 | Total Record : 30