cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
INDONESIAN JOURNAL OF ESSENTIAL OIL
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 25488295     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Indonesian Journal of Essential Oils contains articles of research results and in-depth reviews covering the following areas: Essential Oil, Medicine Chemistry, Flavour Chemistry, Phytochemistry, Natural Product, Cosmetica and Pharmaceutical, Catalyst for Fine Chemical, Plasmanutfah, Plant Tissue, Development in Equipment and Instrumentation in Supply Chain of Essential Oil, Process Engineering and the other topic concerning on Essential Oil and Herbals.
Arjuna Subject : -
Articles 30 Documents
Intensifikasi Proses Penyulingan Minyak Atsiri dari Daun Jeruk Purut dengan Metode Ultrasound following Microwave Assisted Extraction (US-MAE) Bangkit Gotama; Denistira Fazlur Rahman; Aris Fadiatmoko Anjarwadi
INDONESIAN JOURNAL OF ESSENTIAL OIL Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Institut Atsiri Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.797 KB) | DOI: 10.21776/ub.ijeo.2017.002.01.04

Abstract

Proses penyulingan minyak atsiri dari daun jeruk purut dilakukan melalui dua proses, yakni ekstraksi dengan menggunakan bantuan gelombang mikro (microwave) disertai tahap radiasi gelombang ultrasonik (sonikasi) bahan baku dan ekstraksi tanpa tahap sonikasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pengaruh sonikasi terhadap proses penyulingan, dengan parameter yang diamati antara lain adalah waktu dan suhu sonikasi. Selain itu, pengaruh tahap ekstraksi dengan gelombang mikro juga turut diamati, yakni parameter waktu ekstraksi dan daya gelombang mikro serta rasio bahan baku terhadap pelarut yang digunakan. Pada proses penyulingan minyak daun jeruk purut tanpa tahap sonikasi, yield minyak yang tertinggi yakni 1,0451% diperoleh pada daya 199,5 watt, waktu ekstraksi selama 60 menit dan rasio bahan baku terhadap pelarut sebesar 50 gr/350 ml pelarut. Sedangkan, hasil yang lebih tinggi diperoleh pada proses ekstraksi disertai tahap sonikasi yakni sebesar 1,6840% dengan waktu radiasi selama 5 menit, suhu sonikasi 25oC, daya gelombang mikro 200 watt, waktu ekstrasi selama 60 menit dengan rasio bahan baku terhadap pelarut sebesar 50 gr/350 ml pelarut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa intensifikasi proses dengan metode US-MAE mampu menghasilkan yield minyak daun jeruk purut yang lebih besar daripada metode konvensional (0,33%) dengan waktu ekstraksi yang sangat singkat.
ISOLASI CIS- DAN TRANS-SITRAL DARI MINYAK ATSIRI KEMANGI (Ocimum citriodorum, L) DENGAN METODE EKSTRAKSI BISULFIT DAN METODE DISTILASI UAP Dwiarso Rubiyanto; Da'watun Fitriyah
INDONESIAN JOURNAL OF ESSENTIAL OIL Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Institut Atsiri Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.557 KB) | DOI: 10.21776/ub.ijeo.2016.001.01.01

Abstract

Telah dilakukan penelitian secara eksperimen laboratorium tentang isolasi sitral yang merupakan komponen terbesar dari minyak kemangi (Ocimum citriodorum, L). Minyak kemangi dapat diisolasi dari tanaman kemangi dengan penyulingan uap (steam distillation). Rendemen minyak kemangi hasil penyulingan sebesar 0,2 % b/b. Hasil kromatogram minyak kemangi (Ocimum citriodorum, L) menunjukkan konsentrasi sitral sebesar 33,82% dengan komposisi cis-sitral sebesar 14,86% dan trans-sitral sebesar 18,96%. Dalam penelitian ini sitral dalam minyak kemangi diisolasi dengan dua metode yaitu metode ekstraksi bisulfit dan metode distilasi uap. Isolasi sitral dengan metode ekstraksi bisulfit dilakukan secara kimia dengan mereaksikannya dengan larutan jenuh Natrium Bisulfit (NaHCO3) sementara isolasi sitral dengan metode distilasi uap dilakukan dengan rangkaian alat gelas kimia skala 500 mL. Isolasi sitral dengan metode distilasi uap dilakukan dengan perbandingan minyak kemangi dan air (1:1 ; 1:3 ; 1:6). Hasil analisis dengan kromatografi gas menunjukkan bahwa pada hasil ekstraksi bisulfit, konsentrasi sitral sebesar 58,57%. Sedangkan pada metode distilasi uap pada perbandingan 1:1 menunjukkan konsentrasi sitral sebesar 56,65%, pada perbandingan 1:3 menunjukkan konsentrasi sitral sebesar 56,64%, sedangkan pada perbandingan 1:6 menunjukkan konsentrasi sitral sebesar 58,03%. Kesimpulan yang dapat diambil adalah isolasi sitral dengan metode kimia maupun fisika dapat digunakan sebagai cara untuk mendapatkan bahan kimia yang lebih bernilai dari minyak kemangi.
PENINGKATAN RENDEMEN DESTILASI MINYAK JAHE MELALUI FERMENTASI JAHE MERAH (Zingiber officinale var. Rubrum) MENGGUNAKAN Trichoderma harzianum Vivi Nurhadianty; Chandrawati Cahyani; Luthfi Kurnia Dewi; Linda Triani; Resti Kurnia Putri
INDONESIAN JOURNAL OF ESSENTIAL OIL Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Institut Atsiri Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.093 KB) | DOI: 10.21776/ub.ijeo.2016.001.01.06

Abstract

Rendemen minyak jahe hasil penyulingan pada umumnya masih rendah, maka perlu metode yang mampu meningkatkan rendemen minyak jahe hasil penyulingan. Pada penelitian ini dilakukan perlakuan awal berupa fermentasi pada jahe merah. Fermentasi dilakukan pada jahe merah dengan ukuran ± 1 x 1 cm, berlangsung secara aerob, pada suhu ruangan, pH 4, moisture jahe merah 40-45%, dan konsentrasi T.harzianum dalam fermentor ± 1,087 x 104 mg/L. Selanjutnya, destilasi uap dilakukan selama 8 jam pada jahe merah yang telah difermentasi maupun yang tanpa fermentasi. Perolehan minyak jahe setelah fermentasi selama 2, 6, dan 8 hari dibandingkan dengan minyak jahe tanpa fermentasi untuk mengetahui pengaruh fermentasi terhadap peningkatan rendemen minyak jahe. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa jahe merah tanpa fermentasi, dan dengan jahe yang difermentasi selama 2, 6, dan 8 hari secara berturut-turut sebesar menghasilkan rendemen sebesar 0,015% ; 0,020% ; 0,076%; dan 0,025%. Berdasarkan hasil tersebut, fermentasi jahe merah selama 6 hari menghasilkan rendemen minyak jahe tertinggi.
Clonal Propagation of Vetiveria zizanioides L. through Tissue Culture Technique Wahyu Widoretno; Arbaul Fauziah; Serafinah Indriyani; Edi Priyo Utomo
INDONESIAN JOURNAL OF ESSENTIAL OIL Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Institut Atsiri Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.814 KB) | DOI: 10.21776/ub.ijeo.2017.002.01.05

Abstract

 In vitro propagation method for vetiver (Vetiveria zizanioides L.) had been effectively developed in this study. Several variations of media were used for shoot initiation and multiplication. Shoot formation was initiated from crown explant cultured on MS media with the addition of 2 mgL-1 of growth regulator Benzyladenine (BA).  Whereas for shoot multiplication, 3 mgL-1 of BA was evidently effective with the average shoot number was 126 shoots per explant. The application of high BA concentration (3-5 mgL-1) in multiplication media was capable of inducing more shoots, but the shoots resulted were shorter. In contrast, multiplication media supplemented with low BA concentration (1-2 mgL-1) yielded less shoots, but the shoots were longer. Plantlet regeneration was accomplished by inducing roots in the shoots yielded on MS media containing 1 mgL-1 growth regulator NAA. In vitro plants of vetiver had been successfully grown on soil media under greenhouse condition. By using foregoing method, it is possible to conduct mass propagation of vetiver through tissue culture technique.
Pengaruh Penambahan Minyak Nilam Sebagai Bahan Aditif Pada Sabun Cair Dalam Upaya Meningkatkan Daya Antibakteri Terhadap Staphylococcus Aureus Aji Hendra Sarosa; Hafizh Tandiyanto P; Benny Imam Santoso; Vivi Nurhadianty; Chandrawati Cahyani
INDONESIAN JOURNAL OF ESSENTIAL OIL Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Institut Atsiri Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.636 KB)

Abstract

Patchouli alcohol yang terkandung pada minyak nilam memiliki kemampuan antiemetic, antibacterial dan antifungal. Bakteri staphylococcus aureus dapat tumbuh pada kulit manusia dan mengakibatkan infeksi. Salah satu cara dalam menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus adalah menggunakan sabun antibakteri. Komponen antibakteri yang terdapat pada minyak nilam dapat menjadi aditif pada sabun. Minyak nilam memiliki komponen penyusun yang terbesar patchouli alcohol (32,60%) dan komponen lain yaitu delta-guaiene (23,07%), αlpha-guaiene (15,91%), seychellene (6,95%), dan alpha-patchoulene (5,47%). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan minyak nilam pada daya antibakteri dari sabun cair. Bahan aktif yang digunakan pada sabun cair yaitu Sodium Lauryl Sulfat (Texapon N70). Bakteri Staphylococcus aureus diujikan dengan cara mensuspensikan dalam nutrient broth (NB). Bakteri tersebut distandarisasi dengan larutan standar 0,5 Mc Farland. Minyak nilam yang ditambahkan ke dalam sabun cair dengan konsentrasi sebesar 0%; 0,5%; 1%; 1,5%, dan 2% (v/v).  Hasil penelitian ini yaitu penambahan minyak nilam dapat meningkatkan daya antibakteri sabun cair terhadap Staphylococcus aureus yang terbesar dengan penambahan 2% v/v minyak nilam.
Studi Sintesis Patchouli Asetat melalui Pembentukan Alkoksida dari Patchouli Alkohol Fidela Azaria Antasari; Elvina Dhiaul Iftitah; Edi Priyo Utomo
INDONESIAN JOURNAL OF ESSENTIAL OIL Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Institut Atsiri Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.431 KB)

Abstract

Sintesis patchouli asetat telah dilakukan melalui pembentukan alkoksida dari patchouli alkohol. Patchouli alkoksida diperoleh dari mereaksikan patchouli alkohol dengan logam natrium. Reaksi asetilasi patchouli alkoksida dilakukan dengan menggunakan pereaksi asam asetat  glasial dengan  katalis H2SO4  yang dibandingkan dengan menggunakan pereaksi anhidrida asetat . Asam asetat glasial maupun anhidrida asetat digunakan sebagai sumber asetil yang bereaksi dengan ion alkoksida dari patchouli alkohol untuk menghasilkan produk ester yaitu patchouli asetat. Hasil sintesis yang diperoleh dikarakterisasi dengan menggunakan Kromatografi gas – spektrometer massa  dan didukung oleh spektrofotometer FT-IR serta analisis aroma berdasarkan uji organoleptik. Hasil analisis dengan KG-SM dan FT-IR menunjukkan sintesis dengan pereaksi anhidrida asetat lebih muda daripada asam asetat glasial meskipun diawali dengan pembentukan patchouli alkoksida dengan % rendemen sebesar 67,16 %. Senyawa patchouli asetat hasil sintesis memberikan aroma soft woody dengan latar sweet.
Pemanfaatan Minyak Atsiri sebagai Bioaditif Penghemat Bahan Bakar Biosolar Dwi Setyaningsih; Muhammad Nuur Faiziin; Neli Muna
INDONESIAN JOURNAL OF ESSENTIAL OIL Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Institut Atsiri Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.277 KB)

Abstract

Oksigen digunakan sebagai penyempurna reaksi pembakaran dalam mesin. Reaksi pembakaran yang sempurna dapat menghemat konsumsi bahan bakar. Umumnya, oksigen berasal dari udara yang masuk kedalam sistem pembakaran. Minyak atsiri merupakan senyawa hidrokarbon oksigenat yang kaya akan oksigen. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan komposisi dan konsentrasi terbaik dari penambahan bioaditif ke dalam solar yang mampu menurunkan konsumsi spesifik bahan bakar biosolar. Penelitian ini meliputi pencampuran bahan bioaditif yang terdiri dari eugenol-sitronellal, eugenol-minyak sereh wangi, dan sitronellal-minyak daun cengkeh dengan komposisi formulasi 1:1 dan dicampurkan ke dalam bahan bakar dengan konsentrasi pencampuran 0.1%, 0.5 %, dan 1.0 % serta dilakukan pengujian karakteristik bahan bakar yang meliputi densitas, viskositas, dan nilai kalor serta pengujian performa mesin. Formulasi yang menunjukkan adanya penghematan konsumsi bahan bakar pada putaran daya maksimal adalah formulasi eugenol-sitronellal 0.1 % , 0.5 %, dan 1.0%,  Eugenol-minyak sereh wangi 0.1 % dan 0.5 %, Sitronellal-daun cengkeh 0.1 % dan 1%. Formulasi terbaik untuk menurunkan laju konsumsi spesifik bahan bakar adalah Eugenol-sereh wangi dengan konsentrasi 0.1 % yang dapat menurunkan laju konsumsi spesifik sebesar 7.55%
Kajian Tekno Ekonomi Aplikasi Nano Biopestisida Serai Wangi Untuk Mengendalikan Penyakit Mosaik dan Vektornya serta Potensi Meningkatkan Pendapatan Petani Nilam John Nefri; Rita Noveriza; Dedi Suheryadi; Indria Ukrita
INDONESIAN JOURNAL OF ESSENTIAL OIL Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Institut Atsiri Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.834 KB)

Abstract

Pengendalian virus mosaik dan vektornya dalam budidaya tanaman Nilam merupakan salah satu permasalahan penting bagi banyak petani di Sentra Penanaman Nilam di Indonesia.    Hasil Pengujian efektivitas dosis formula nano biopestisida untuk pengendalian virus mosaik dan vektornya di lapangan yang telah dilakukan Noveriza et al (2017b) sangat memungkinkan terjadinya peningkatan penerimaan/pendapatan para petani Nilam di wilayah sentra tersebut.  Kajian tekno ekonomi ini lebih menitikberatkan pada perbandingan potensi kehilangan penerimaan/pendapatan (potential loss of income) dan analisis kriteria investasi NPV, IRR, Net B/C Ratio, Profitability Ratio, BEP dan Payback Period antara penerapan aplikasi nano biopestisida serai wangi dosis 1%, aplikasi insektisida dengan tanpa aplikasi pada pengendalian virus mosaik dan vektornya dalam budidaya tanaman Nilam.  Penerapan aplikasi nano biopestisida serai wangi dosis 1% menunjukkan bahwa akan terjadi potensi kehilangan penerimaan sebesar  Rp. 21.000.000 per Ha atau 41,29% dan pemakaian insektisida akan menimbulkan potensi kerugian sebesar (Rp. 6.340.000) per Ha atau (12,47%).  Hasil analisis kriteria investasi terhadap penerapan aplikasi nano biopestisida serai wangi dosis 1% dalam pengendalian hama dan penyakit pada budidaya tanaman Nilam dengan umur ekonomi proyek selama 5 tahun menunjukkan bahwa nilai NPV sebesar Rp. 83.448.611,20, IRR 90,41%, Net B/C Ratio 4,71, Profitability Ratio 3,39, BEP pada nilai penerimaan Rp. 76.305.059,31, dan Payback Period selama 1 Tahun 0,74 Bulan. Untuk penerapan aplikasi insektisida dalam pengendalian hama dan penyakit pada budidaya tanaman Nilam dengan umur ekonomi proyek selama 5 tahun menunjukkan bahwa nilai NPV sebesar Rp. 11.903.220,20, IRR 29,89%, Net B/C Ratio 2,05, Profitability Ratio 1,48, BEP pada nilai penerimaan Rp. 108.666.657,94, dan Payback Period selama 2 Tahun 5,29 Bulan.  Sementara itu untuk tanpa aplikasi dalam pengendalian hama dan penyakit pada budidaya tanaman Nilam dengan umur ekonomi proyek selama 5 tahun menunjukkan bahwa nilai NPV sebesar Rp. 39.260.896,73, IRR 65,65%, Net B/C Ratio 3,57, Profitability Ratio 2,57, BEP pada nilai penerimaan Rp. 71.259.820,09  dan Payback Period selama 1 Tahun 4,81 Bulan.
Derivatisasi Citronellal dari Minyak Jeruk Purut (Citrus hystrix Dc.) dengan Microwave untuk Senyawa Schiff Base Warsito Warsito; Mohamad Farid Rahman; Suratmo Suratmo
INDONESIAN JOURNAL OF ESSENTIAL OIL Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Institut Atsiri Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.901 KB)

Abstract

Schiff Base adalah produk kondensasi dari amina primer dan senyawa karbonil. Senyawa ini memiliki aktivitas biologis yang sangat luas. Pada penelitian ini senyawa Schiff Base disintesis dari sitronelal dalam minyak jeruk purut dengan metil amina, anilin, o-toluidin dan p-nitroanilin. Sintesis dilakukan dengan rasio mol (1: 1) dan variasi 1,2,3 jam dengan microwave. Hasil penelitian menunjukkan waktu sintesis optimum selama 2 jam dengan persentase produk adalah 20.27%, 6.23%, 5.05% , 1.82%  untuk metil amina, anilin, o-toluidin  dan p-nitroanilin.
Pengaruh Waktu Inkubasi terhadap Biotransformasi Minyak Jarak (Ricinus communis L.) oleh Aspergillus oryzae Dian Mulyani; Elvina Dhiaul Iftitah; Arie Srihardyastutie
INDONESIAN JOURNAL OF ESSENTIAL OIL Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Institut Atsiri Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1099.12 KB)

Abstract

Biotransformasi mikrobial menggunakan jamur Aspergillus oryzae dilakukan dengan menggunakan orbital shaker pada temperatur  26oC, 130 rpm dan variasi waktu inkubasi 3, 5, 7 dan 9 hari. Produk yang dihasilkan dianalisis menggunakan GC-MS. Analisis difokuskan pada produk-produk senyawa intermediet, yang mengarah ke pembentukan senyawa lakton. Produk utama yang terbentuk melalui biotransformasi minyak jarak oleh Aspergillus oryzae  (26oC, 130 rpm) adalah etil heksadekanoat (8,24%, 3 hari), etil pentadekanoat (1,22%, 5 hari), etil pentadekanoat (56,28%, 7 hari) dan etil pentadekanoat (0,34%, 9 hari). Semakin lama waktu inkubasi diperoleh semakin banyak produk etil pentadekanoat yang terbentuk, dari 1,22% (5 hari) menjadi 56,28% (7 hari). Namun, mengalami penurunan menjadi 0,34% (9 hari). Senyawa etil pentadekanoat terbentuk maksimum pada hari ke-7. 

Page 2 of 3 | Total Record : 30