Tekinfo | Scientific Journal of Industrial and Information Engineering
Scientific Journal of Industrial Engineering and Information (Tekinfo) is a journal managed by Study Programme of Industrial Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Setia Budi. Tekinfo published every six months, in May and November in each year.
Our published manuscript covers disciplines of Industrial Engineering and Information Technology. We are open to readers and researchers to contribute submit the articles.
It is our hope that research published at Tekinfo provide a meaningful contribution to the development of science and technology. Our thanks to all the researchers who participated also to the readers of the Tekinfo journal.
Each article published in Jurnal Tekinfo is Open Access. Full text can be freely accessed, but still observes the principles of literacy in terms of citations or references.
Articles
169 Documents
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PERAWATAN ASET PADA INSTITUSI PERGURUAN TINGGI
Ahmad Kholid Al-Ghofari;
Munajat Tri Nugroho;
Ikrob Didik Irawan
Tekinfo: Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Informasi Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Universitas Setia Budi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (809.515 KB)
Salah satu faktor penting keberhasilan sebuah proses adalah adanya availability/ ketersediaan peralatan penunjang sesuai dengan kondisi yang diharapkan. Demikian juga pada Universitas Muhammadiyah Surakarta sebagai institusi Perguruan Tinggi, keberadaan sarana prasarana yang siap dan layak pakai sangat berpengaruh terhadap proses pembelajaran. Untuk menjaga kondisi agar senantiasa baik diperlukan perawatan yang baik pula. Jumlah dan jenis fasilitas yang banyak menuntut pola manajemen yang terencana, rapi dan cekatan. Oleh karenanya pada penelitian ini dirancanglah sebuah sistem informasi manajemen perawatan aset. Perancangan sistem informasi didahului dengan mencari data sistem/prosedur manajemen aset aktual yang ada, untuk dikembangkan dan difasilitasi menggunakan program yang nantinya dapat dimanfaatkan melalui jaringan intranet. Program yang dibuat menggunakan software yang digunakan adalah Appserv Open Project 2.5.6 dimana didalamnya terdapat paket Apache web server, PHP script language, MySQL Database. Sementara untuk perancangan desain website menggunakan Macromedia Dreamweaver MX. Program yang dihasilkan didesain untuk diinstal pada tiap-tiap unit dan hasil report dapat lansung dimonitor pada unit maintenance pusat.
ANALISIS PENGARUH KUALITAS BENANG TERHADAP WAKTU PROSES PRODUKSI KAIN
Rosleini Ria P. Z.;
Anita Indrasari;
Amar Ma’ruf
Tekinfo: Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Informasi Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Universitas Setia Budi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (677.081 KB)
There is possibility that differences in the quality of raw materials received from the company's suppliers happened. Thus the textile company, the differences of raw materials allows differences in both overall and each stage production process time. From this condition, it is necessary to analyze relationship between quality of raw material and production process time, then the production time can be predicted, and available labor can be optimally allocated. In addition, analysis of this relationship can also be used as guidelines to determine production process time at a certain number of orders based on the thread as raw material quality to be produced. This research used regression analysis, F test, and determination coefficient test. It resulted that both tensile strength and elongation on warping, sizing, weaving and inspecting process influence the change of production time. While in the ricing and folding process, both tensile strength and elongation did not influence the change of production time.
PERANCANGAN FASILITAS MEJA DAN KURSI UNTUK SISTEM OPERASI STASIUN KERJA PADA PERAKITAN SANGKAR BURUNG DI MOJOSONGO
Bagus Ismail Adhi Wicaksana;
Adhie Tri Wahyudi;
Agung Setyawan
Tekinfo: Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Informasi Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Universitas Setia Budi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (687.817 KB)
Sentra pembuatan sangkar burung yang berada di desa Ngampon Mojosongo Surakarta merupakan salah satu daerah penghasil sangkar burung tradisional, pekerjaan ini sudah ada turun-temurun bertahun-tahun. Sebagian besar pengrajin bekerja dengan tidak mempertimbangkan kemampuan tubuh mereka. Dalam hal ini kaitannya dengan posisi kerja mereka yang kurang sesuai akan tetapi tidak di hiraukan oleh pengrajin. Hal ini terbukti dengan adanya keluhan rasa pegal-pegal yang dirasakan oleh pengrajin pada saat melakukan kegiatan perakitan. Berdasarkan pengamatan di lapangan terlihat bahwa posisi kerja pengrajinlah yang menyebabkan hal itu terjadi, di mana pegrajin bekerja tidak menggunakan fasilitas meja dan kursi akan tetapi hanya dengan duduk jongkok Dengan merubah posisi kerja dari operator yang semula jongkok dirubah dengan posisi duduk tegak akan dapat mengurangi kelelahan dan mempercepat waktu perakitan, karena mereka harus mengangkat bahu untuk menjangkau daerah yang tinggi dan membungkukkan badan untuk daerah yang rendah. Dengan kondisi seperti ini menyebabkan tulang belakang akan menekuk ke depan yang berakibat kelelahan pada punggung dan bahu. Sedangkan pada posisi kerja jongkok akan membuat posisi kaki harus menekuk dalam waktu yang lama hal ini akan menyebabkan ketidaknyamanan pada ruang lutut kaki. Dengan posisi duduk tegak diperlukan tambahan fasilitas berupa meja dan kursi. Dengan merancang fasilitas tersebut yang menggunakan pendekatan antropometri diharapkan mampu mengatasi permasalahan tersebut karena ukuranukurannya disesuaikan dengan dimensi tubuh pengrajin sangkar burung.
MODEL OPTIMASI PERSAINGAN DUOPOLI
Erni Suparti
Tekinfo: Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Informasi Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Universitas Setia Budi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (712.766 KB)
Pertumbuhan industri farmasi yang semakin pesat menyebabkan para pelaku industri tersebut saling bersaing untuk memperebutkan volume pasar. Di Indonesia terdapat sekitar 200-an perusahaan yang bergerak di bidang farmasi (majalah SWA, 2005). Hal ini menyebabkan persaingan perusahaan dalam memperebutkan volume pasar sangat tinggi. Persaingan yang dibahas dalam penelitian ini merupakan persaingan duopoli dengan posisi perusahaan yang bersaing adalah leader dan challenger. Pada persaingan duopoli, terdapat sifat ketergantungan antara perusahaan yang satu dengan pesaingnya. Jika pesaing menurunkan harga, hal ini menimbulkan dampak signifikan terhadap turunnya volume penjualan dan keuntungan perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan harus tepat dalam mengambil keputusan mengenai strategi yang diterapkan untuk menghadapi pesaing. Agar keputusan yang diambil tepat, dikembangkan model matematik yang menggambarkan perilaku persaingan duopoli. Model dikembangkan berdasarkan model Cournot (1838) dan Farham (2005). Perbedaannya terletak pada fungsi biaya dan volume penjualan. Pada Cournot (1838), besarnya biaya diasumsikan konstan dan volume permintaan berpola linier. Sedangkan pada model Farham (2005), besarnya biaya konstan dengan pola permintaan bersifat eksponensial. Pada penelitian ini biaya mempunyai fungsi tertentu dengan pola permintaan sesuai kondisi faktual di perusahaan. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini antara lain strategi dalam menghadapi pesaing dilakukan dengan mempertimbangkan pola volume penjualan, pola biaya per unit, dan profit per unit yang diperoleh. Jika volume permintaan rendah, sebaiknya leader menerapkan strategi paling mendasar yaitu position defense dengan memberikan diskon sebesar 5%. Jika volume permintaan tinggi, leader dapat memaksimalkan keuntungan dengan menerpakan preemptive strategy, yaitu memberikan diskon 10%. Sedangkan untuk challenger, strategi terbaik untuk menghadapi pesaing saat ini adalah dengan melakukan kolusi.
REDUKSI SUPPLY CHAIN NERVOUSNESS DENGAN PENDEKATAN VENDOR MANAGED INVENTORY
Maryanto Maryanto;
Rosleini Ria Putri Zendrato;
Bagus Ismail Adhi Wicaksana
Tekinfo: Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Informasi Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Universitas Setia Budi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (711.767 KB)
Kinerja supply chain yang efektif dan efisien merupakan tujuan utama yang ingin dicapai pada setiap perusahaan. Namun dalam implementasinya sering ditemukan kondisi Supply chain nervourness yaitu ketidaksiapan user untuk menjalankan konsep supply chain. Ada berbagai parameter yang dapat digunakan untuk mengetahui tingkat nervousness dalam sebuah jaringan supply chain. Pada penelitian ini kondisi nervousness diakibatkan terjadinyasimpangan yang cukup besar antara persediaan dengan permintaan atau sering dikenal sebagai fenomena bullwhip effect. Semakin tinggi nilai bullwhip effect mengindikasikan tingkat nervousness pada jaringan supply chain tersebut cukup tinggi. Persediaan merupakan hal yang cukup penting sebagai akar permasalahan yang mengakibatkan bullwhip effect. Secara mendasar terjadinya kelebihan persediaan dikarenakan permintaan pelanggan yang bersifat tidak pasti sehingga perlu dilakukan sebuah peramalan permintaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan Vendor Managed Inventory (VMI) dapat mereduksi terjadinya supply chain nervousness yang disebabkan oleh bullwhip effect. Adapun nilai bullwhip effect setelah dilakukan perbaikan dengan pendekatan VMI masingmasing periode sebesar P1=0.997; P2=0.998; P3=0.997; P4=0.996; P5=0.997; P6=0.998
Perbaikan Metode Kerja Dengan Pendekatan Metode Rappid Upper Limb Assessment Dan Biomekanika Operator Pemindah Peti Buah Di Pasar Tradisional
Taufiq Rochman;
Zulmi Apriyadi;
Rahmaniyah Dwi Astuti
Tekinfo: Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Informasi Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Universitas Setia Budi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1549.136 KB)
Pada aktivitas pengangkutan peti buah yang ada di Pasar Gede masih menggunakan tenaga manusia. Salah satu kegiatan MMH yang diduga beresiko tinggi terhadap tulang belakang adalah aktivitas pengangkutan yang terdapat dilokasi Pasar Gede. Aktivitas pengangkutan ini terdiri dari tiga fase gerakan yaitu mengangkat, membawa, dan meletakan dilakukan secara manual. Aktivitas yang dilakukan ini dikenal dengan nama Manual Material Handling (MMH). Berdasarkan pengamatan terhadap kondisi aktivitas kerja yang dilakukan pekerja, tubuh pekerja beresiko terjadi keluhan musculoskeletal. Hasil kuesioner Nordic Body Map menunjukkan segmen punggung, pinggul, lengan atas, dan paha pekerja mengalami persentase keluhan yang tinggi. Berdasarkan analisis biomekanika dengan mendasarkan ketentuan batas angkat NIOSH, pinggul pekerja rawan terjadi keluhan musculoskeletal karena mendapatkan gaya tekan lebih besar dari 3500 N. Berdasarkan assessment posisi postur kerja dengan menggunakan metode RULA didapatkan skor level resiko yang tinggi. Berdasarkan masalah keluhan musculoskeletal yang dialami pekerja, maka dilakukan rekomendasi perbaikan metode kerja. Menurut hasil analisis dengan biomekanik masih berada dalam kondisi tidak aman karena berat peti 50 kg merupakan berat yang berada ambang batas ijin untuk diangkat secara manual. Oleh karena itu perlu dilakukan penurunan berat peti dari 50 kg menjadi 30 kg, dimana resiko terjadinya gangguan musculoskeletal kerja menjadi lebih rendah. Hasil analisis dengan biomekanika dan metode RULA setelah dilakukan perbaikan metode kerja didapatkan hasil yang menunjukkan bahwa segmen pinggul, dan punggung, berada dalam kondisi yang aman.
Penentuan Jumlah Tenaga Kerja Pada Proses Pembuatan Kawat Perak Menggunakan Metode Heuristik
Puji Asih
Tekinfo: Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Informasi Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Universitas Setia Budi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1541.156 KB)
Perusahaan perak PT. XYZ Yogyakarta merupakan suatu perusahaan yang bergerak dalam bidang pembuatan berbagai macam produk assesori perak. Pada bagian sub unit peleburan butiran perak murni dengan tembaga menjadi kawat perak sering terjadi ketidak seimbangan lintasan produksi. Hal ini sering terjadi adanya pengangguran pada stasiun tertentu dan kerja lembur untuk stasiun yang lainnya. Permasalahan yang ada adalah bagaimanakah menentukan lintasan produksi yang seimbang dan berapakah jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan. Untuk menentukan lintasan produksi yang seimbang dan untuk menghitung kebutuhan tenaga kerja yang dibutuhkan digunakan metode Heuristik. Metode ini pada dasarnya adalah membagi atau mengelompokan elemen kerja menjadi beberapa region dan menghitung beban kerja pada setiap stasiun kerja serta menentukan jumlah tenaga kerja yang diperlukan. Hasil penelitian menunjukan bahwa lintasan produksi dibagi menjadi 4 stasiun kerja dan jumlah tenaga kerja yang diperlukan sebanyak 7 orang.
Pengambilan Keputusan Pemilihan Supplier Parfum Laundry Dengan Menggunakan ANP dan TOPSIS
Dutho Suh Utomo
Tekinfo: Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Informasi Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Universitas Setia Budi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1307.302 KB)
Pengambilan keputusan pemilihan Supplier perlu dilakukan untuk mendapatkan Supplier yang betul-betul terbaik berdasarkan kriteria yang diinginkan perusahaan. Pada pengambilan keputusan dengan banyak kriteria maka diperlukan suatu metode yang dapat mengatasinya, salah satunya dengan menggunakan metode TOPSIS. Metode TOPSIS perlu bobot awal yang untuk melanjutkan perhitungannya. Bobot awal tersebut dapat menggunakan metode pembobotan. ANP dapat digunakan sebagai metode pembobotan yang melibatkan hubungan antar kriteria dangan kriteria maupun kriteria dan sub kriteria. Penelitian ini melakukan pengambilan keputusan menggunakan metode ANP dan TOPSIS untuk mendapatkan Supplier yang sesuai kriteria perusahaan. Dari hasil pengolahan data didapatkan sub kriteria yang diutamakan oleh Laundry “AB†dalam pengambilan keputusan pemilihan Supplier parfum laundry adalah sub kriteria keharuman produk yang tahan lama. Kemudian hasil keputusan pemilihan Supplier yang terbaik adalah Supplier 3.
Perancangan Tempat Sampah Yang Ergonomis Sebagai Media Ajar Anak Usia Dini Dengan Menggunakan Metode REBA
Dwi Nurul Izzhati;
Hanna Lestari;
Helmy Rahadian
Tekinfo: Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Informasi Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Universitas Setia Budi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1558.92 KB)
Pendidikan usia dini sangat penting sebagai pondasi perkembangan kualitas manusia. Menurut Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 pendidikan usia dini dilakukan dengan memberikan rangsangan perkembangan jasmani dan rohani. Untuk mendukung peningkatan kualitas manusia, potensi kecerdasan, emosional (karakter) anak usia dini diperlukan suatu media ajar yang menarik, salah satunya adalah tempat sampah. Media ini digunakan sebagai media ajar jaga lingkungan. Tempat sampah yang selama ini digunakan di sekolah tidak sesuai standar ergonomi sehingga dapat menimbulkan ketidaknyamanan dalam proses belajar. Survei yang telah dilakukan dengan mengambil sampel antropometri secara purpose sampling terhadap 23 siswa TK di Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode REBA. Nilai aktivitas skor anak usia dini dalam membuang sampah berada pada level 4 yang menunjukkan level resiko sedang dan perlu adanya tindakan dengan merancang tempat sampah yang ergonomis sesuai dengan antropometri anak. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan ukuran tempat sampah sebagai media ajar yang ergonomis dengan ukuran tinggi: 85 cm, lebar : 49 Cm, lebar lubang pembuangan: 20 cm, dan panjang ayunan 14 cm.
Analisis Potensi Bahaya dengan Metode Job Safety Analysis (JSA) sebagai Upaya Penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja di Laboratorium X
Lina Dianati Fathimahhayati;
Nurfaizah Rohmah;
Agusti Wulandari;
Argado Insani Hutabarat
Tekinfo: Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Informasi Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Universitas Setia Budi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1307.77 KB)
Laboratorium X merupakan salah satu tempat yang sering digunakan oleh mahasiswa untuk melakukan beberapa aktivitas yang berhubungan dengan kegiatan akademik, khususnya di bidang pertambangan. Potensi bahaya terdapat hampir di setiap tempat dimana dilakukan suatu aktivitas, termasuk di laboratorium X. Apabila potensi bahaya tersebut tidak dikendalikan dengan tepat, maka akan dapat menyebabkan resiko yang serius. Oleh karena itu diperlukan identifikasi potensi-potensi bahaya untuk meningkatkan serta mempertahankan keamanan dan keselamatan pada setiap kegiatan di Laboratorium X. Metode yang digunakan adalah dengan menggunakan metode Job Safety Analysis (JSA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa potensi bahaya yang masih perlu diperhatikan dan kendalikan. Dari enam kegiatan yang biasa dilakukan di Laboratorium X, yakni : Grinding Batuan, Uji Kuat Geser, Gerinda Batuan, Crushing Batuan, Coring Batuan, dan Uji Kuat Tekan. Resiko kecelakaan dan penyakit akibat kerja kemungkinan besar terjadi pada bagian anggota gerak kaki dan tangan serta mengganggu sistem pernapasan. Upaya yang harus dilakukan antara lain dengan menggunakan APD yang sudah ditetapkan untuk setiap kegiatan dan melakukan pengawasan terhadap setiap kegiatan pekerjaan yang dilakukan di Laboratorium X.