cover
Contact Name
Adhie Tri Wahyudi
Contact Email
adhie@setiabudi.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
tekinfo@setiabudi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Tekinfo | Scientific Journal of Industrial and Information Engineering
Published by Universitas Setia Budi
ISSN : 23031476     EISSN : 23031867     DOI : -
Scientific Journal of Industrial Engineering and Information (Tekinfo) is a journal managed by Study Programme of Industrial Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Setia Budi. Tekinfo published every six months, in May and November in each year. Our published manuscript covers disciplines of Industrial Engineering and Information Technology. We are open to readers and researchers to contribute submit the articles. It is our hope that research published at Tekinfo provide a meaningful contribution to the development of science and technology. Our thanks to all the researchers who participated also to the readers of the Tekinfo journal. Each article published in Jurnal Tekinfo is Open Access. Full text can be freely accessed, but still observes the principles of literacy in terms of citations or references.
Arjuna Subject : -
Articles 169 Documents
Pendekatan Antropometri dalam Perancangan Ulang Stasiun Kerja Penyoletan Guna Mengurangi Kelelahan Fisik dan Psikis Karyawan Akibat Kerja Wicaksana, Bagus Ismail Adhi; Nugroho, Yustinus Joko Dwi
Tekinfo | Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Informasi Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Study Programme of Industrial Engineering, Universitas Setia Budi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31001/tekinfo.v6i1.315

Abstract

Bangsa Indonesia memiliki budaya yang sangat beragam, salah satunya adalah kerajinan batik. Berbagai tempat di Indonesia memiliki kerajinan batik dengan ciri khas yang berbeda – beda. Juwana merupakan sebuah kecamatan di Kabupaten Pati Jawa Tengah yang memiliki sentra industri batik tulis. Batik tulis yang menjadi ciri khas di daerah Juwana sering disebut Batik Bakaran dikarenakan berada di Desa Bakaran Kecamatan Juwana Kabupaten Pati. Permintaan produk batik tulis yang cukup banyak membuat pengusaha masih tetap eksis sampai saat ini, didukung kualitas yang selalu prima. Berdasarkan observasi awal, dari keseluruhan proses membatik terdapat salah satu proses yang menarik untuk diteliti yaitu proses penyoletan. Proses Penyoletan adalah proses pewarnaan kain pada motif yang sudah digambar pada kain polos. Operator biasanya meletakkan kain di lantai dan melakukan penyoletan dengan cara berjongkok, dengan cara ini operator sering mengeluh merasakan pegal di bagian pinggang. Oleh karena itu pada penelitian ini dilakukan perancangan ulang stasiun kerja penyoletan dengan pendekatan Antropometri dan Rapid Upper Limb Assesment (RULA). Berdasarkan data antropometri rancangan stasiun kerja penyoletan berupa meja dengan tinggi 85 cm, panjang 210 cm dan 115 cm, dilengkapi dengan pallet warna. Berdasarkan uji coba yang dilakukan terdapat penghematan waktu sebesar 40% pada proses penyoletan. Hasil perhitungan RULA stasiun kerja usulan mendapatkan skor 2,0 sehingga masih dalam kategori aman untuk operator.  Kata kunci: batik tulis, antropometri, RULA, stasiun kerja, penghemata
Perencanaan dan Pengendalian Bahan Baku Pakan Ternak Menggunakan Metode Probabilistik Suparti, Erni; Andriyanto, Andriyanto; Zendrato, Rosleini Ria Putri
Tekinfo | Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Informasi Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Study Programme of Industrial Engineering, Universitas Setia Budi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31001/tekinfo.v6i1.316

Abstract

UD Sari Jaya Makmur merupakan industri yang bergerak di bidang produksi pakan ternak. Bahan baku yang digunakan dalam pembuatan pakan ternak terdiri dari dedak 30%, onggok singkong 30%, tumpi jagung 35%, pollar 3% dan molase 2%. Pengadaan bahan baku tumpi jagung dan onggok singkong sering mengalami kekurangan akibat keterlambatan kedatangan sekitar 3 – 5 hari, sehingga perlu dilakukan perencanaan dan pengendalian tumpi jagung dan onggok singkong untuk mengatasi keterlambatan tersebut menggunakan metode P dan Q. Hasil pengolahan dan analisis data menggunakan metode P dan metode Q, diperoleh menggunakan metode P tanpa back order memberikan total biaya minimum sebesar Rp 1.129.507.220 untuk onggok singkong dan Rp 1.865.046.824 untuk tumpi jagung. Persediaan optimum onggok singkong sebesar 123,82 ton dengan interval pemesanan 1,05 bulan, dan persediaan optimum tumpi jagung 71,14 ton dengan interval pemesanan 0,26 bulan. Kata kunci : persediaan, sistem-Q, sistem-P
Sistem Pendukung Keputusan Kelompok dalam Penentuan Lokasi Obyek Wisata Terbaik di Lombok Wahyudi, Adhie Tri; Pradana, Yon; Saputro, Onggo
Tekinfo | Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Informasi Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Study Programme of Industrial Engineering, Universitas Setia Budi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31001/tekinfo.v6i1.317

Abstract

Lombok adalah salah satu tujuan wisata populer di mancanegara. Ada beberapa tempat wisata favorit di Lombok. Untuk meningkatkan jumlah kesadaran wisatawan dan manajer, pemerintah daerah melakukan penilaian di masing-masing resor. Ada empat partai yang bertugas sebagai penilai atau pengambil keputusan. Penilaian setiap pengambil keputusan masih dilakukan secara manual sehingga penilaiannya masih subjektif. Untuk mengatasi hal ini dibutuhkan sebuah sistem pendukung keputusan kelompok (GDSS). Pengambilan keputusan untuk setiap pengambil keputusan menggunakan sistem integrasi AHP - TOPSIS. Sedangkan proses pengambilan keputusan menggunakan metode BORDA. Proses pengambilan keputusan bersama menghasilkan GILI TRAWANGAN sebagai tujuan wisata terbaik. Kata Kunci : AHP, TOPSIS, BORDA, System
Analisis Pengaruh Shift Kerja terhadap Beban Kerja Mental pada Operator Air Traffic Control (ATC) dengan Metode NASA-TLX (Studi Kasus: Bandar Udara Internasional X) Putri, Rizka Amanda; Tambunan, Willy; Fathimahhayati, Lina Dianati
Tekinfo | Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Informasi Vol 6 No 2 (2018)
Publisher : Study Programme of Industrial Engineering, Universitas Setia Budi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31001/tekinfo.v6i2.330

Abstract

Pelayanan navigasi membutuhkan ketelitian dari seorang operator Air Traffic Control (ATC) untuk melakukan proses scanning pada air situation display dalam mengatur lalu lintas pesawat yang akan take off dan landing di Bandar Udara Internasional X dan pesawat overflying di bawah FL245 di area Balikpapan TMA serta semua penerbangan dari dan yang akan menuju Bandar Udara di Samarinda. Kegiatan ini termasuk ke dalam pekerjaan yang membutuhkan kerja mental. Selain itu, kepadatan lalu lintas udara setiap waktu pastinya berbeda-beda yang mungkin akan mempengaruhi tingkat ketelitian operator dalam melakukan kegiatan pemantauan. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka dilakukan pengukuran beban kerja mental operator ATC. Pengukuran beban kerja mental pada penelitian ini menggunakan NASA –TLX dengan tiga kondisi kerja yang berbeda yaitu shift pagi pada pukul 7.30-13.30 WITA, shift siang pada pukul 13.30-19.30 WITA, dan shift malam pada pukul 19.30-7.30 WITA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kerja mental operator ATC pada shift pagi masuk ke dalam kategori beban kerja mental tinggi sekali dengan skor 81, shift siang masuk ke dalam kategori beban kerja mental tinggi dengan skor 77, dan shift malam masuk ke dalam kategori beban kerja mental tinggi dengan skor 77. Shift kerja memiliki pengaruh terhadap beban kerja mental operator ATC karena disebabkan oleh kepadatan traffic yang terjadi pada tiga kondisi kerja yang berbeda yaitu shift pagi sebanyak 80 sampai 100 lebih traffic, shift siang sebanyak 20-80 traffic dan shift malam sebanyak 0-20 traffic. Rekomendasi yang dapat diberikan terhadap perolehan beban kerja mental yang cukup tinggi ini adalah melalui pembagian wilayah pada Balikpapan TMA, penambahan Sumber Daya Manusia (SDM), serta penyediaan tempat istirahat yang memadai dan fasilitas di dalamnya.
Analisis Penerapan Activity Based Costing dalam Perhitungan Biaya Distribusi Saluran di PT. X Istiqomah, Silvi; Pramesti, Nidya Yutie; Fadlilah, Antika Adzary Sekar; Sutopo, Wahyudi
Tekinfo | Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Informasi Vol 6 No 2 (2018)
Publisher : Study Programme of Industrial Engineering, Universitas Setia Budi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31001/tekinfo.v6i2.331

Abstract

PT. X adalah produsen perlengkapan kecantikan dan kosmetik. Sekarang ini, biaya pada supply chain dirasa meningkat, dan pihak manajemen berkeyakinan bahwa kenaikan biaya di rantai pasok ini dapat dikaitkan dengan naiknya penjualan, tapi mereka yakin bahwa faktor-faktor lain ada yang perlu ditangani. PT. X memasok produknya dengan tiga saluran berbeda: retail, convenient store dan mass merchant. Penerapan metode Activity Based Costing (ABC) ini dilakukan dengan tujuan untuk menghitung setiap biaya pada masingmasing aktivitas dengan dasar alokasi yang berbeda untuk masing-masing distribusi channel berdasarkan aktivitas sebenarnya. Sehingga dengan mencari faktor yang mempengaruhi biaya supply chain dan dilakukan pengolahan menggunakan metode ABC, maka dapat menghasilkan nilai profit yang dapat digunakan untuk menilai persentase kontribusi sebenarnya tiap saluran. Dari hasil perhitungan dapat dilihat bahwa distribusi convenient store sebenarnya tidak menghasilkan profit yang signifikan, sehingga saluran ini bisa tidak digunakan lagi oleh perusahaan dalam keputusan distribusi barangnya. Dengan demikian akan diperoleh akumulasi profit yang lebih besar dan dapat menurunkan biaya pada supply chain PT. X.
Penerapan Metode P-Median dalam Penentuan Lokasi Optimal Tempat Penampungan Sementara (TPS) Sampah di Kabupaten Klaten Putri, Aditya Isnaini Setyargo; Akbar, Chaidir; Hartono, Edi; Yuniaristanto, Yuniaristanto
Tekinfo | Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Informasi Vol 6 No 2 (2018)
Publisher : Study Programme of Industrial Engineering, Universitas Setia Budi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31001/tekinfo.v6i2.332

Abstract

Kabupaten Klaten yang memiliki luas wilayah 655,56 km2, terbagi menjadi 26 kecamatan, jumlah total penduduk 1.469.253 jiwa (2014) yang terbesar se-karesidenan Surakarta dan dengan tingkat kepadatan 2,241 jiwa/km2. Produksi sampah yang banyak dipengaruhi oleh jumlah penduduk. Ketika pengelolaan sampah tidak berjalan dengan baik akan menimbulkan bencana bagi wilayah sekitar. TPS resmi di Kabupaten Klaten berjumlah 161 TPS yang tersebar di 26 kecamatan. Agar pengelolaan sampah di Kabupaten Klaten bisa terkelola dengan baik, maka penentuan lokasi TPS harus tepat. Penentuan lokasi dan alokasi agar upaya pengolalan sampah di Kabupaten Klaten berjalan dengan baik dengan menggunakan metode P-Median merupakan bagian dari mixed integer liniear programming yang bertujuan untuk meminimumkan total waktu tempuh rata – rata. Hasil dari perhitungan P-Median untuk menentukan alokasi optimal pada tahun 2017 menunjukan jumlah TPS yang terpilih sebanyak 73 TPS untuk melayani 101 sumber sampah yang tersebar di Kabupaten Klaten dengan total kapasitas sebesar 675,5 m3 dan volume sumber sampah total sebanyak 440,6 m3/hari. Dengan demikian tidak terjadi penumpukan sampah di TPS.
Analisis Keminatan Mahasiswa dalam Memilih Dosen Mengajar Menggunakan Metode SAW Susanti, Emy
Tekinfo | Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Informasi Vol 6 No 2 (2018)
Publisher : Study Programme of Industrial Engineering, Universitas Setia Budi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31001/tekinfo.v6i2.333

Abstract

Keminatan mahasiswa dalam memilih dosen pengajar ini dapat menyebabkan kesenjangan jumlah kelas sehingga ada yang overload dan ada yang kurang, tetapi hal ini sudah diantisipasi dengan quota kelas. Keminatan pemilihan dosen mengajar oleh mahasiswa dipengaruhi oleh banyak faktor, untuk itu perlu dilakukan analisis faktor yang mempengaruhi keminatan mahasiswa dalam memilih dosen pengajar, sehingga dari hasil analisis tersebut dapat digunakan sebagai informasi bagi dosen untuk melakukan evaluasi dan pengembangan diri. Sehingga institusi dapat memberikan dukungan untuk proses tersebut. Analisis faktor yang dilakukan menggunakan metode SAW (Simple Additive Weight) sehingga dapat diketahui faktor yang paling mempengaruhi bagi mahasiswa dalam keminatan pemilihan dosen pengajar mata kuliah sehingga dapat digunakan sebagai evaluasi. Faktor analisis yang digunakan adalah faktor proses pembelajaran dosen, pemberian materi oleh dosen, evaluasi hasil belajar oleh dosen, ketertiban dosen, perencanaan dosen. Hasil yang diperoleh dari analisis yang dilakukan terhadap studi kasus yaitu keminatan mahasiswa terhadap pemilihan dosen mengajar dipengaruhi oleh faktor kriteria evaluasi hasil belajar oleh dosen pada sub kriteria dosen transparan dan tidak pelit dalam memberikan penilaian pada mahasiswa.
Optimalisasi Rantai Pasok Beras Menggunakan Fuzzy Tsukamoto
Tekinfo | Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Informasi Vol 6 No 2 (2018)
Publisher : Study Programme of Industrial Engineering, Universitas Setia Budi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31001/tekinfo.v6i2.334

Abstract

Beras merupakan salah satu bahan makanan pokok sebagian besar masyarakat Indonesia yaitu sekitar 95% mengkonsumsi beras. Selain merupakan makanan pokok, kegiatan produksi dan aktivitas lainnya dalam rantai pasok beras melibatkan banyak pelaku di dalamnya. Dapat dipastikan setiap tahunnya permintaan beras akan bertambah, sementara pelaku dan transaksi yang harus dilalui cukup panjang membuat ketidakpastian stok beras tinggi. Penelitian ini bertujuan menyusun model rantai pasokan beras yang berbasis FIS (Fuzzy Inference System) Tsukamoto. Objek dalam penelitian ini adalah UD Rama. UD Rama sebagai unit penggiling beras atau pengepul beras. Ketidakpastian persediaan rantai pasokan beras di UD Rama menyebabkan tidak stabilnya pemesanan yang dilakukan oleh konsumen akhir sehingga menyebabkan kurang optimalnya pengelolaan manajemen rantai pasok. Penerapan Fuzzy Tsukamoto menjadi salah satu cara untuk mengurangi terjadinya ketidakpastian pasokan beras. Berdasarkan data permintaan, persediaan, dan pasokan yang diperoleh selama dua tahun dapat diambil empat aturan. Aturan tersebut menghasilkan enam himpunan fuzzy antara lain: permintaan NAIK, permintaan TURUN, persediaan BANYAK, persediaan SEDIKIT, pasokan BERTAMBAH, dan pasokan BERKURANG. Nilai perbedaan fuzzy dengan aktual sebesar 32 ton beras dengan nilai MAD 32,038.
Usulan Tata Letak Area Parkir Tepi Jalan Umum Menggunakan Simulasi Dyah Rachmawati Lucitasari; Intan Berlianty; Andana Dwi Aprilia Rakadiputra; Irwan Soejanto; yuli dwi astanti
Tekinfo: Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Informasi Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Universitas Setia Budi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3222.335 KB) | DOI: 10.31001/tekinfo.v7i1.362

Abstract

Parkir merupakan aktifitas berhentinya kendaraan pada waktu dan lokasi tertentu. Meningkatnya jumlah kendaraan yang tidak diikuti dengan ketersediaan area parkir menyebabkan banyak kendaraan yang parkir di badan jalan atau sering disebut parkir Tepi Jalan Umum (TJU). TJU yang seringkali digunakan dengan posisi kendaraan yang sembarangan menyebabkan kemacetan di beberapa jalan terutama area perbelanjaan. Salah satu jalan yang mengalami permasalahan tersebut adalah jalan C. Simanjuntak yang terletak di Yogyakarta. Jl. C. Simanjuntak merupakan jalan yang cukup ramai dilalui masyarakat kota Yogyakarta. Jalan tersebut strategis karena banyaknya pusat perbelanjaan, tempat pendidikan formal dan non formal, serta berbagai jenis usaha di sepanjang jalan. Namun, keramaian yang terjadi justru mendatangkan masalah bagi jalan tersebut. Hal ini dikarenakan kendaraan yang akan menuju beberapa lokasi pada jalan tersebut terhalang oleh kendaraan yang posisi parkirnya kurang tertata rapi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mensimulasikan pemilihan pola parkir kendaraan yang paling tepat untuk empat lokasi teramai di Jalan C. Simanjuntak. Berdasarkan hasil simulasi tersebut dapat dilihat jumlah kendaraan yang seharusnya dapat masuk dan keluar dari lokasi penelitian. Berdasarkan hasil simulasi diketahui bahwa skenario posisi parkir dengan sudut 60° merupakan skenario terbaik karena jumlah kendaraan yang dapat ditampung lebih banyak dibandingkan skenario lainnya. Kata kunci: manajemen parkir, perancangan tata letak, simulasi
Analisis Beban Kerja Mental Satpol PP Pariwisata Karanganyar Erni Suparti; Resmitha Dian Waruju; Sarah Gracea Laleat
Tekinfo: Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Informasi Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Universitas Setia Budi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2561.259 KB) | DOI: 10.31001/tekinfo.v7i1.363

Abstract

Karanganyar, Jawa Tengah merupakan kabupaten yang memiliki banyak destinasi wisata. Misalnya Grojokan Sewu, Candi Sukuh, Candi Cetho, Grojokan Jumog, Bukit Sekipan, dan lain sebagainya. Untuk memberi kenyamanan kepada para pengunjung, Bupati Karanganyar pada bulan Juni 2017 menetapkan 12 orang Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) unit Pariwisata. Satpol PP memiliki tugas dan tanggung jawab memberikan rasa aman, nyaman, dan ketentraman kepada setiap wisatawan yang berkunjung. Profesi sebagai Satpol PP tidak hanya menggunakan tenaga fisik, tetapi juga mental. Untuk mengetahui beban kerja mental Satpol PP unit pariwisata Karanganyar, perlu dilakukan analisis. Analisis beban kerja mental dilakukan dengan menggunakan metode NASA-TLX. Metode NASA-TLX merupakan metode pengukuran beban kerja mental dengan mempertimbangkan enam dimensi untuk menilai beban mental. Enam dimensi tersebut antara lain tuntutan mental, tuntutan fisik, tuntutan waktu, kinerja, tingkat frustasi, serta tingkat usaha. Metode Nasa TLX memberikan skor beban kerja mental yang diukur melalui pembobotan dari masing-masing dimensi. Dari pembobotan dapat diketahui aspek paling dominan yang menyebabkan adanya beban mental pekerja. Hasil pengukuran melalui metode NASA TLX diperoleh rata – rata beban kerja mental sebesar 74, 39. Skor ini menunjukkan bahwa beban mental Satpol PP unit pariwisata tergolong berat. Adapun aspek yang paling dominan yang menyebabkan beban kerja mental tinggi yaitu dimensi tuntutan waktu. Oleh karena itu diperlukan perbaikan yaitu dengan menambah anggota Satpol PP unit pariwiata sebanyak 2 orang. Jika ditambah anggota, maka diperoleh rata – rata skor NASA TLX, yaitu sebesar 53,14. Dengan demikian kategori beban kerja mental termasuk sedang sehingga tidak membahayakan. Kata kunci: beban kerja mental, satpol PP, NASA-TLX

Page 7 of 17 | Total Record : 169