cover
Contact Name
Moch Cholid
Contact Email
moch.cholid@yahoo.co.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalnuansa@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. pamekasan,
Jawa timur
INDONESIA
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam
ISSN : 19077211     EISSN : 24428078     DOI : -
Nuansa: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam (ISSN 1907-7211 and Online-ISSN 2442-8078) is published biannually by centre for research and community service (P3M), Pamekasan State of Islamic college. It is published on June and December. The journal put emphasis on aspects related to social and Islamic studies, with social reference to culture, politics, society, economics, education, history, and doctrines.
Arjuna Subject : -
Articles 175 Documents
MENINGKATKAN DAYA SAING KOPERASI UNTUK MENINGKATKAN KONDISI KETAHANAN NASIONAL BIDANG EKONOMI Arief, Usman
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol 9, No 2 (2012)
Publisher : STAIN PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.817 KB) | DOI: 10.19105/nuansa.v9i2.155

Abstract

Koperasi adalah lembaga bisnis yang berwatak sosial. Sebagai institusi bisnis, koperasi mau tak mau menghadapi kompetisi bisnis yang kian ketat. Apapun jenisnya, koperasi terus menghadapi persaingan usaha baik terhadap koperasi sejenis (produksi dan pemasaran), persaingan dengan lembaga pembiayaan non bank/perbankan bagi KSP, koperasi kredit atau koperasi yang memiliki unit simpan pinjam (USP), dan persaingan dengan ritel modern bagi Koperasi Serba Usaha (KSU), koperasi wanita, koperasi fungsional, dan koperasi masyarakat. Namun yang paling merasakan sengitnya persaingan usaha adalah koperasi yang tumbuh di masyarakat seperti KSP, kopdit, kopwan, KSU, dll. Penelitian yang telah dilakukan di Pondok Pesantren di kawasan kabupaten Blitar. Tentang Usahausaha mengembangkan koperasi selaras dengan zaman, agar semakin kompetitif. Model penelitian secara deskriptif kualitatif menjadi desain untuk melihat dari dekat tentang kebijakan dan usaha yang dilakukan oleh koperasi Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan yaitu; (1). Penggunaan IT untuk meningkatkan pelayanan kepada anggota koperasi. (2). Melaksanakan manajemen yang memiliki transparansi dan akuntabilitas untuk meningkatkan kepercayaan anggota kepada pengelola koperasi. (3). Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan (diklat) secara berkelanjutan. (4). Mengikutsertakan pengurus dan pengelola koperasi pada acara temu ilmiah yang relevan, dan belajar mandiri untuk meningkatkan kompetensi mereka dalam mengelola koperasi yang semakin modern.
KESALAHAN KEBAHASAAN HASIL TERJEMAHAN TEKS BAHASA ARAB KE DALAM BAHASA INDONESIA MAHASISWA STAIN PAMEKASAN PENGGUNA GOOGLE TRANSLATE Adriana, Iswah
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol 9, No 2 (2012)
Publisher : STAIN PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.408 KB) | DOI: 10.19105/nuansa.v9i2.156

Abstract

Meskipun sudah menjadi tugas siapa saja yang berkecimpung dalam bidang bahasa, kegiatan menterjemah bagi sebagian mahasiswa STAIN Pamekasan masih menjadi problema. Untuk menghindari kesulitan dalam menterjemah, internet dijadikan salah satu solusinya. Dengan adanya layanan google translate, yang kini bisa membantu menterjemahkan teks bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia, maka tugas terjemahan bukan lagi dilakukan oleh manusia, tapi menjadi tugas mesin penerjemah. Namun mereka tidak pernah menyadari bahwa hasil terjemahan dari google translate merupakan pre-translation yang masih perlu direvisi. Hasil terjemahan dari mesin penerjemah ini perlu dikaji lebih jauh terutama untuk melihat kesalahan kebahasaan yang ada, baik dari aspek ortografi, morfologi, sintaksis dan semantik dengan menggunakan pisau analisis kesalahan berbahasa (error analysis).
CHARACTER BUILDING DI SD AL HIKMAH 1 SURABAYA ---, Musholin
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol 9, No 2 (2012)
Publisher : STAIN PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.04 KB) | DOI: 10.19105/nuansa.v9i2.157

Abstract

Pendidikan karakter adalah suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter kepada warga sekolah yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut, baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa (YME), diri sendiri, sesama, lingkungan, maupun kebangsaan sehingga menjadi manusia insan kamil. Salah-satu lembaga pendidikan yang telah menjadi sekolah model percontohan pelaksanaan pendidikan karakter adalah SD Al- Hikmah Surabaya. Sekolah ini memperoleh penghargaan yang prestisus sebagai “the Best 1 School Practice Character” tahun 2011. Penelitian ini berusaha menggali lebih dalam tentang penerapan pendidikan karakter di SD Al-Hikmah Surabaya. Fokus penelitian ini (1)Bagaimana visi misi mengenai pendidikan karakter?. (2) Bagaimana penerapan pendidikan karakter?. Penelitian ini dilaksanakan melalui pendekatan kualitatif. Berdasarkan fokus penelitian dapat dihasil :(1) SD Al Hikmah membuat Visi-Misi yang sangat operasional, guna diwujudkan dalam program yang dapat dilaksanakan melalui kegiatan yang terintegrasi. (2) Rumusan visi, misi, dan tujuan sekolah diimplementasikan dalam sistem pembelajaran full day school. Sistem pembelajaran yang terintegrasi antara ilmu pengetahuan dengan praktek yang berdasarkan ajaran Islam. Keseluruhan aktivitas di SD Al Hikmah mengarah pada satu titik yaitu penciptaan anak didik yang berakhlq karimah. Akhlaq karimah inilah yang disebut sebagai pendidikan karakter. Siswa-siswi SD Al Hikmah dibekali seperangkat sistem yang mampu mengendalikan aktivitasnya di sekolah dan juga di rumah, melalui program-program yang dilaksanakan secara rutin.
SYAIR RATAPAN (RITSÂ) DAN CINTA (GHAZAL) DALAM BUDAYA PERANG BANGSA ARAB JAHILIYAH (KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA) Hamim, Nur
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol 9, No 2 (2012)
Publisher : STAIN PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.729 KB) | DOI: 10.19105/nuansa.v9i2.158

Abstract

Bagi bangsa Arab Jahiliyah, syair merupakan media multifungsi, selain digunakan untuk mengekspresikan hal-hal yang bersifat imajinasi dan emosi, juga digunakan untuk untuk menginformasikan berbagai hal yang berhubungan dengan kehidupan mereka, sehingga tidak salah bila kemudian syair dinamakan dengan dîwan al-Arab atau catatan sejarah bangsa Arab.Salah satu fenomena yang banyak tercatat dalam syair Jahiliyah adalah tradisi berperang atau lebih dikenal dengan istilah ayyâm al-‘arab. Syair memberi kontribusi yang sangat luar biasa dalam tradisi peperangan bangsa Arab jahiliyah. Perang atau damai sangat bergantung pada kekuatan sebuah syair. Oleh karena itu, perang dan syair ibarat dua sisi mata uang yang tak terpisahkna dalam kehidupan bangsa Arab Jahiliyah. Melalui kajian sosiologi sastra dan analisis wacana, hubungan antara syair dan perang tersebut tampak sangat jelas dalam setiap tema syair (aghrâd alsyi’r) yang digubah oleh mereka. Air mata (al-dumû’) dan tangisan (al-bukâ) yang tersurat dalam bait-bait syair Jahiliyah menjadi simbol kepedihan dan kegelisahan orang-orang yang ditinggal mati dalam peperangan. Bahkan Ghazal yang identik dengan syair percintaan pun tidak terlepas dari konteks peperangan. Syair ghazal meskipun lebih bersifat individu, namun memberi effek yang sangat luar biasa dalam wacana peperang. Semangat berperang (hamâsah), tangguh dalam menghadapi musuh, hingga menjadi pengobat rasa sakit akibat luka perang, di antaranya adalah hubungan ghazal dengan perang. Dalam perang, cinta merubah pecundang menjadi pejuang.Demikian, sekilas tentang gambaran hubungan syair ritsa dan ghazal dengan dunia perang pada masa Jahiliyah. Wallahu ‘alam bi al-Shawab
TATA CARA PELAKSANAAN SHALAT JUMAT (Studi Naskah “Sulûk Al-Jâddah Fî Bayân Al-Jum’ah” Karya Syeikh Nawawi al-Bantani) Muhsin, Masrukhin
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol 9, No 2 (2012)
Publisher : STAIN PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.429 KB) | DOI: 10.19105/nuansa.v9i2.159

Abstract

Makalah ini merupakan hasil penelitian naskah “Sulûk al-Jâddah Fî Bayân al-Jum’ah” Karya Syeikh Nawawi al-Bantani. Penelitian ini menggunakan pendekatan filologi. Dalam penelitian filologi dikenal dua perlakuan terhadap naskah. Pertama, memperlakukan satu naskah sebagai bagian dari naskah-naskah lainnya yang sejudul. Dalam hal ini semua naskah yang sejudul dikumpulkan di manapun adanya, dengan tujuan mendapatkan naskah asli atau dianggap paling mendekati asli. Kedua, memperlakukan naskah sebagai naskah tunggal. Dalam hal ini peneliti mengesampingkan naskah lain yang kemungkinan ada di tempat lain. Dari dua model tersebut, penelitian ini menggunakan model kedua. Alasannya, naskah Sulûk al-Jâddah fî Bayân al- Jum’ah untuk sementara dinyatakan sebagai naskah tunggal dengan indikasi tidak ditemukan naskah lain. Untuk menganalisa data naskah, dilakukan pembacaan dua tahap, heuristik dan hermeneutik. Adapun pokok-pokok bahasan yang ada dalam naskah Sulûk al-Jâddah fî Bayân al-Jum’ah adalah berisi tentang masalah shalat Jumát dan permasalahan-perasalahan yang dihadapi oleh masyarakat seputar shalat Jum’at dan shalat Jum’at yang diulang.
TAREKAT KADIRAN PADA MASYARAKAT KADUARA TIMUR PRAGAAN SUMENEP Hadi, Saiful
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol 10, No 1 (2013)
Publisher : STAIN PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.325 KB) | DOI: 10.19105/nuansa.v10i1.160

Abstract

Tarekat Kadiran adalah sebuah ritual keagamaan yang sudah mentradisi pada masyarakat Kaduara Timur Paragaan Sumenep. Walaupun masyarakat Kaduara tidak memiliki catatan secara pasti tentang sejarah Kadiran, tetapi mereka sudah menjadikannya sebagai suatu tradisi yang terus dipertahankan secara turun-temurun, berlangsung sekian lama dan eksis sampai saat ini. Penelitian ini didekati secara kualitatif fenomenologis untuk mengungkap masyarakat Kaduara Timur setia menjalankan tradisi Kadiran. Kedua, bentuk kesetiaan masyarakat terhadap tradisi Kadiran, sampai saat ini tetap eksis secara turun temurun dan mereka berupaya mewariskannya kepada anak cucunya. Keempat, tradisi Kadiran ini sampai sekarang tidak ada perubahan secara signifikan, masyarakat Kaduara Timur berupaya menjaga keaslian tradisi ini. Hasil penelitian yang diperoleh adalah Tradisi Kadiran ini memiliki keunikan-keunikan tersendiri yang menjadi ciri khas serta memiliki makna simbolik mendalam bagi masyarakat sebagai sebuah internalisasi keber-Islam-an mereka yang termanifestasikan dalam pola hidupnya. Aktualisasi ritual keagamaan dalam bentuk selamatan atau rokatan, berdzikir dengan amalan Syekh Abdul Qodir al Jailani yang diawali dengan prosesi memasak makanan atau hidangan yang dilakukan orang laki-laki tanpa batal wudlu dan tidak boleh bercakap-cakap. Secara simbolik memasak tanpa batal dari hadast adalah manifestasi keberislaman yang bertujuan menghidangkan makanan kepada orang yang ikut berdzikir agar do’a-do’a yang disampaikan diterima oleh Allah Swt.
PEMAHAMAN PLURALISME AGAMA PADA MAHASISWA STAIN PAMEKASAN Susanto, Edi
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol 10, No 1 (2013)
Publisher : STAIN PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.695 KB) | DOI: 10.19105/nuansa.v10i1.161

Abstract

Tulisan ini berusaha untuk mendeskripsikan pemahaman pluralisme agama pada mahasiswa STAIN Pamekasan Tahun akademik 2011-2012. Melalui pendekatan kualitatif, ditemukan Pertama, Pemahaman pluralisme mahasiswa STAIN Pamekasan beragam, mulai dari yang bersifat positif afirmatif sampai dengan negatif kontradiktif terhadap pluralisme agama; berada pada level wacana pinggiran (marginal discourse), belum mendalam, belum menyentuh ranah praksis sosial dan hanya menyentuh sebagian kecil (minoritas) mahasiswa. Kedua, Faktor yang menentukan kondisi pemahaman pluralisme agama yang demikian adalah faktor background kondisi sosial budaya, sosial ekonomi dan raw input mahasiswa yang bukan merupakan bibit unggul dan beberapa faktor artifisial lain yang menyertainya. Ketiga, Kendala yang dihadapi dalam upaya sosialisasi pemahaman pluralisme agama pada level akademis berkisar pada kendala filosofis, kendala teologis, kendala kultural dan kendala struktural akademik (yakni basis pilihan keilmuan yang dikembangkan di STAIN Pamekasan adalah basis keilmuan empiris-praktis [jurusan Tarbiyah dan Syari’ah] dan bukan basis keilmuan teoritisfilosofis [jurusan adab dan ushuluddin] ). Keempat, Upaya yang dilakukan dalam mensosialisasikan pemahaman pluralisme agama pada mahasiswa berada pada tahap additive level dan bukan pada transformative level yang relatif mudah dilaksanakan dan tidak beresiko tinggi.
ORIENTASI SANTRI DALAM MENEMPUH PENDIDIKAN PESANTREN DI PAMEKASAN Thoha, Mohammad
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol 10, No 1 (2013)
Publisher : STAIN PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.569 KB) | DOI: 10.19105/nuansa.v10i1.162

Abstract

Problematika lembaga pesantren saat ini, adalah turunnya minat para santri dalam mempelajari ilmu-ilmu keagamaan. Pragramatisme pendidikan yang ditunjukkan dengan sekedar mencari “ijazah” pendidikan formal menjadi fenomena menyeluruh pada lembaga pendidikan pesantren di Pamekasan. Penelitian ini mencoba mencari jawaban dari dua permasalahan; pertama apa alasan santri memilih pesantren sebagai lembaga pendidikan, kedua bagaimana respon santri terhadap sistem pendidikan yang diterapkna pesantren. Penelitian ini difokuskan pada pesantren Miftahul Ulum Sumberjati Kadur Pamekasan, sebagai sampel dari pesantren yang tetap mempertahankan tradisi pesantren klasik dengan menambah formulasi baru sebagai bentuk adaptasi perkembangan pendidikan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan menjadikan observasi, wawancara dan dokumentasi sebagai acuan data utamanya. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu bahwa ada beberapa alasan santri memilih lembaga pendidikan mereka, yaitu: Pertama, keinginan sendiri, dan yang Kedua adalah pengaruh pihak lain seperti orang tua dan alumni pesantren. Sedangkan respon santri terhadap sitem yang diterapkna pesantren juga beragam; Pertama, sebagaian kecil responden mengatakan sistem pendidikan yang diterapkan pesantren tidak atau kurang sesuai dengan harapan mereka. Kedua, sebagaian besar santri menyatakan sesuai dengan harapan mereka.
AKURASI ARAH KIBLAT MASJID-MASJID DI KABUPATEN PAMEKASAN Mulyadi, Achmad
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol 10, No 1 (2013)
Publisher : STAIN PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.836 KB) | DOI: 10.19105/nuansa.v10i1.163

Abstract

Arah kiblat menjadi salah satu syarat sahnya shalat, namun demikian syarat ini seringkali tidak dipedulikan oleh masyarakat. Pembangunan tempat ibadah (masjid) semestinya dilengkapi dengan penentuan arah kiblat, yang terbagi dalam dua cara. Pertama, mengikuti arah kiblat masjid atau musholla yang ada terlebih dahulu. Cara ini akan mengakibatkan penentuan arah kiblat yang salah apabila arah masjid dan musholla yang diikuti juga salah. Kedua, menghadap ke barat dengan asumsi bahwa arah kiblat identik dengan arah barat. Signifikansi penelitian ini secara teoritis adalah mendeskripsikan akurasi arah kiblat masjid-masjid di Kabupaten Pamekasan. Penelitian ini secara metodologis bersifat eksploratif-kualitatif, sehingga penggalian data dalam penelitian ini diperoleh dari hasil wawancara, observasi, konsep-konsep, dan dokumendokumen yang berhasil dihimpun, baik dari buku, majalah, buletin, website dan data-data pendukung lainnya yang dianalisis secara kualitatif dan triangulatif. Hasil penelitian dapat ditemukan beberapa hal sebagai berikut: pertama, data koordinat astronomis masjid-masjid ditemukan, bahwa Lintang Masjid di kabupaten Pamekasan berkisar antara 7º 05’ 03” LS sampai 7º 13’ 11” LS dan Bujur Masjid 113º 27’ 20.0” BT sampai 113º 33’ 55.0” BT. Kedua, Arah kiblat masjid-masjid di kabupaten Pamekasan berkisar antara BU: 23º 48’ 0” sampai 23º 52’ 0” UB: 66º08’ 0 ” sampai 66º12’ 0 ” UTSB:293º 48’ 0” sampai 293º52’ 0”. Hal itu menunjukkan, bahwa deviasi derajat arah kiblat masjid di kabupaten Pamekasan berkisar 3 derajat, apabila dikonversi pada jarak kilometer, akan didapatkan penyimpangan arah kiblat dari ka’bah ke masjid-masjid tersebut berkisar 452.3 kilometer.
KURIKULUM DIFERENSIASI MATA PELAJARAN BAHASA ARAB BAGI ANAK CI+BI MTS NEGERI SUMBER BUNGUR PAMEKASAN Muhlis, Achmad
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol 10, No 1 (2013)
Publisher : STAIN PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.621 KB) | DOI: 10.19105/nuansa.v10i1.164

Abstract

Penelitian ini mengungkapkan 3 (tiga) fokus penelitian, yaitu: (1) Konsep kurikulum diferensiasi mata pelajaran bahasa Arab bagi anak CI+BI di MTs Negeri Sumber Bungur Pamekasan. (2) Implementasi kurikulum diferensiasi mata pelajaran bahasa Arab bagi anak CI+BI di MTs Negeri Sumber Bungur Pamekasan. (3) hasil belajar kurikulum diferensiasi mata pelajaran bahasa Arab bagi anak CI+BI di MTs Negeri Sumber Bungur Pamekasan. Hasil penelitian yang diperoleh adalah konsep kurikulum diferensiasi mata pelajaran bahasa Arab bagi anak CI+BI di MTs Negeri Sumber Bungur Pamekasan mempunyai rentangan. Konsep yang dimaksud dengan menghilangkan sebagian besar kurikulum reguler sampai pada penyesuaian materi, proses, dan keterampilan dengan karakter dan keunikan anak CI+BI. Hal tersebut termanifestasikan dengan istilah penggunaan materi esensial dan penghilangan materi non esensial. Konsep ini diaplikasikan dengan membuat peta konsep, modifikasi alokasi waktu, rekam jejak siswa, silabus siswa, dan silabus guru. Implementasi kurikulum diferensiasi mata pelajaran bahasa Arab bagi anak CI+BI di MTs Negeri Sumber Bungur Pamekasan dituangkan dengan penyesuaian konsep pembelajaran bagi anak yang berkemampuan istimewa, modifikasi pembelajaran pada model pembelajaran berpikir tingkat tinggi (problem solving, penalaran, dan komunikasi), model pembelajaran berorientasi pada student centered learning dengan memanfaatkan ICT, menerapkan eskalasi ranah kompetensi dari C1, C2, dan C3 ke arah C4, C5 maupun C6, pembelajaran bersifat holistik, dengan pengajar yang kompeten, mendatangkan mentorship, dan pendampingan dari pakar Perguruan Tinggi.

Page 4 of 18 | Total Record : 175