cover
Contact Name
Yaqzhan
Contact Email
yaqzhanjurnal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
yaqzhanjurnal@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan
ISSN : 24077208     EISSN : 25285890     DOI : -
Jurnal Yaqzhan adalah jurnal ilmiah yang fokus dalam publikasi hasil penelitian dalam kajian filsafat, agama dan kemanusiaan. Jurnal ini terbit secara berkala dua kali dalam setahun pada bulan januari dan juli. Jurnal Yaqzhan terbuka umum bagi peneliti, praktisi, dan pemerhati kajian filsafat, agama dan kemanusiaan. Jurnal ini dikelola oleh Jurusan Akidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin Adab Dakwah IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Jurnal ini pertama kali terbit pada tahun 2015.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 1 (2024)" : 10 Documents clear
Studi Solidaritas Sosial dalam Tradisi Sedekah Kubur Perspektif Emile Durkheim Fanani, Ahmad Farid
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jy.v10i1.15637

Abstract

Pemahaman masyarakat terhadap tradisi sedekah kubur hanya sebatas kebiasaan yang harus dilakukan secara turun-temurun. Mereka tidak menyadari bahwa keikutsertaan dan kerja sama masyarakat dalam mencapai tujuan pelaksanaan sedekah kubur merupakan bentuk solidaritas sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pelaksanaan dan bentuk solidaritas sosial dalam tradisi sedekah kubur di Dukuh Masin Desa Kandangmas melalui kerangka pemikiran Emile Durkheim. Data diperoleh melalui wawancara dengan tiga informan, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan pendekatan penelitian filsafat, yakni interpretatif. Hasil penelitian ini mempunyai dua temuan yaitu perilaku keagamaan yang dilakukan para pemuda dan seluruh masyarakat Dukuh Masin yang ikut membantu jalannya acara disebut solidarias mekanik. Sedangkan solidaritas organik dapat dilihat dari terselenggaranya panitia pelaksana yang terstruktur. Penelitian ini berkontribusi secara secara teoritis maupun secara praktis, karena dapat memberikan pijakan atau referensi dalam membentuk solidaritas sosial di masyarakat.
Intimasi versus Isolasi dalam Tokoh Charlie Gordon: Kajian Fenomenologi dalam Cerita Pendek “Flowers for Algernon” Delima, Mestika Intan; Syihabuddin, Syihabuddin
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jy.v10i1.16498

Abstract

Penelitian ini menganalisis karakter Charie Gordon dalam cerpen “Flowers for Algernon” karya Daniel Keyes. Fokus utama dalam penelitian ini adalah tahap keenam perkembangan psikososial Erikson, yaitu intimasi versus isolasi yang terjadi pada Charlie Gordon. Analisis penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan deskriptif fenomenologis. Metode analisis data yang diterapkan dalam penelitian ini adalah thematic analysis (TA). Temuan menunjukkan usaha dan tantangan yang muncul dalam proses intimasi, faktor penyebab dan dampak isolasi, serta bagaimana karakter Charlie dalam membentuk relasi dan pengaruh relasi tersebut terhadap proses intimasi dan isolasi. Penelitian ini tidak hanya memberikan kontribusi terhadap pemahaman bagaimana pengalaman intimasi dan isolasi tercermin dalam kehidupan seorang individu, tetapi juga menunjukkan nilai-nilai penting dalam meneliti perkembangan psikososial melalui fenomenologi dari sebuah narasi fiktif.
Sisi Lain Islam; Relevansi Pemikiran Supra-Rasionalitas Agama Al-Ghazālī dan Ibn ‘Arabī di Era Disrupsi Amirudin, Amirudin; Khaer, Abu; Maliki, Noval
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jy.v10i1.18003

Abstract

Tulisan ini dilatar belakangi kontroversi terhadap pemahaman terhadap agama berkenaan dengan sisi rasionalitas dan pemahaman diluar akal manusia (metafisika), di mana atara rasionalitas dengan transendensi metafisik sulit di pahami secara bersamaan, terlebih pada era disrupsi di mana akal manusia lebih banyak digunakan untuk berpikr hal-hal yang empirik. Tujuan penelitian ini adalah mengungkap pemahaman akan puncak rasionalitas manusia hingga pada tahap supra-rasional, dimana supra-rasional itu sendiri menjadi bagian penting dalan memahami essensi dan transendensi diluar kemampuan akal/rasio (metafisika). Penelitian ini merupakan penelitian literature, yang berupaya menganalisi essensi dan substansi teks-teks nalar agama berdasarkan metodologi filsafat dengan pendekatan hermeneutika Hans Georg Gaddamer dengan fusion of horizon dan hermeneutical Circle-nya. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa dalam pandangan Al-ghazali supra-rasional merupakan manifestasi dari kepasrahan rasionalitas manusia-sehingga mengembalikan essensi kebenarannya kepada Tuhan, disisi lain Ibn ‘Arabi meyakininya sebagai salah satu dari manifestasi Wahdah al-wujud, sehingga supra-rasional hanya kan didapat bagi manusia-manusia dan memahami hakikat baik hakikat Tuhan ataupun hakikat lain yang ada dalam pikirannya.
Kontekstualisasi Filsafat Eksistensialisme terhadap Praktik Pendidikan di Era Digital Nuha, Farahah Kamilatun; Maemonah, Maemonah
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jy.v10i1.17864

Abstract

Permasalahan era modern ini perlu diakomodasi oleh pendidikan, dan filsafat dapat menjadi alat analisisnya. Filsafat adalah inti, pedoman, dan sumber dari pendidikan. Filsafat Eksistensialisme merupakan filsafat pendidikan yang menekankan kepada otonomi peserta didik sebagai subjek. Pandangan-pandangan dari eksistensialisme tersebut dapat mengakomodasi bagaimana permasalahan eksistensi di era digital dan bagaimana pendidikan menangkap sinyalemen tersebut dengan memperbaharui praktik-praktik pendidikan yang sesuai dengan zaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkontekstualisasi filsafat eksistensialisme pada praktik pendidikan di era digital. Metode penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis pendekatan analisis generik yang konklusinya ditarik secara umum dalam mengidentifikasi makna dari suatu konsep. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pandangan-pandangan dari filsafat eksistensialisme yang mendasari interaksi dalam pendidikan di era digital dewasa kini. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi pedoman dalam praksis-praksis pendidikan.
Etika Lingkungan Arne Naess dan Implementasinya dalam Memperbaiki Kerusakan Lingkungan Akibat Sampah Riskidianto, Benedictus Bima
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jy.v10i1.17296

Abstract

Tulisan ini mengkaji gagasan etika lingkungan menurut Arne Naess dan implementasinya dalam memperbaiki kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh sampah. Tujuan yang hendak dicapai dari studi ini yakni menjadikan konsep etika lingkungan sebagai sajian pemikiran etis yang kontributif dalam memperbaiki kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh sampah. Pada tulisan ini bank sampah menjadi subjek penelitian dalam mengolah sampah agar tidak semakin merusak lingkungan. Metodologi yang digunakan dalam studi ini yakni kualitatif dengan merujuk pada sumber kepustakaan. Dalam hal ini dilakukan pembacaan kritis atas konsep Deep Ecology dan mengaitkannya dengan solusi memperbaiki kerusakan lingkungan. Kerusakan lingkungan yang kian parah memerlukan perhatian seluruh manusia. Arne Naess mengusulkan konsep Deep Ecology dalam membangun relasi antara manusia dan alam. Konsep ini mengkritik pandangan antroposentris yang menempatkan manusia sebagai pusat alam semesta. Manusia memperlakukan alam dengan semena-mena hingga membuat alam menjadi sangat rusak. Dalam wujud nyatanya, konsep ini mengusulkan beberapa solusi yakni meningkatkan kesadaran Masyarakat akan pentingnya mengelola sampah, mengurangi konsumsi yang menimbulkan sampah dan mendorong regulasi yang mendukung pengelolaan sampah yang bersifat ekologi
Analisis Gaya Berbusana dalam Perspektif Filsafat Estetika dan Maslahah Mursalah A’yun, Mayada Izzatul; Mustofa, M. Lutfi; Habib, Zainal
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jy.v10i1.17494

Abstract

Era modern tren berbusana mengalami transformasi yang pesat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti globalisasi, media sosial, dan pergeseran nilai-nilai budaya. Integrasi perspektif filsafat dan maslahah mursalah ini menjadi penting untuk mencapai pemahaman yang utuh tentang estetika dalam berbusana, sehingga mampu menciptakan tren busana yang tidak hanya modis tetapi juga bermakna secara filosofis dan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk menjembatani berbagai perspektif ini, guna menghasilkan pemahaman yang komprehensif tentang estetika dalam berbusana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif library research dengan pendekatan komparatif yang sumber datanya berasal dari kepustakaan, buku, dan jurnal terpadu. Subjek pembahasan dari penelitian ini adalah berbusana perspektif filsafat estetika dan maslahah mursalah. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa (1) Tren berbusana di Indonesia saat ini menunjukkan lanskap yang dinamis dan beragam, menggabungkan pengaruh mode global dengan elemen tradisional dan budaya lokal, serta mencerminkan adaptasi terhadap religiusitas, identitas nasional, dan keterlibatan aktif di media sosial. (2) Filosof Estetika Schiller dalam suratnya Kallias menyatakan bahwa berbusana merupakan sebuah kebebasan. (3) Berbusana perspektif maslahah mursalah menitikberatkan pada kebebasan dalam kerangka syariat untuk membawa kebaikan umum. (4) Perbandingan antara Berbusana Perspektif Filosof Friedrich Schiller dalam Kalliasbrife dengan Berbusana Perspektif Maslahah Mursalah menunjukkan bahwa Schiller menekankan aspek kebebasan dan subjektivitas dalam estetika berpakaian sebagai manifestasi kebebasan moral individu, sementara perspektif Maslahah Mursalah lebih fokus pada manfaat dan tujuan syariat yang lebih besar untuk menutupi aurat dan membawa kebaikan bagi individu serta masyarakat.
Video Games dan Masalah Kekerasan dalam Kerangka Filosofis Islam, Raja Cahaya
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jy.v10i1.12873

Abstract

Sebagian peneliti video games menunjukan, bahwa video games yang mengandung kekerasan dapat membentuk pemainnya menjadi agresif dan berani melakukan tindakan kekerasan di dunia nyata. Akan tetapi peneliti dan pemikir lain memiliki keberatan tentang penelitian-penelitian tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap kritik menggunakan perspektif filsafat, dan menunjukan bahwa hubungan antara video Games yang mengandung kekerasan dengan pembentukan pemainnya itu kompleks. Penelitian ini adalah penelitian pustaka (library research), dengan menggunakan tiga prosedur metodis: mengumpulkan data, pengolahan data dan penyajian data yang didasarkan pada sumber-sumber kepustakaan yang relevan dengan tema penelitian ini. Hasil penelitian menunjukan, bahwa problem hubungan antara video games yang mengandung kekerasan dengan pembentukan diri pemain itu mengandung tiga problem utama, yakni problem kausal. Problem kausal mengacu pada pandangan absennya variabel lain yang turut menentukan hubungan antara video games dengan pemain. Problem lainnya adalah problem identifikasi, yang mengacu pada mustahilnya pemain melakukan identifikasi total atas video games yang dimainkannya. Terakhir adalah problem desensitivikasi, bahwa pemain tidak akan mengalami desensitivikasi di dunia nyata, karena video games hadir sebagai realitas yang berbeda dengan dunia yang riil.
Filsafat, Teknologi, dan Teologi: Determinasi Teknologi melalui Lensa Teologi Islam Mustakim, Ahmad
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jy.v10i1.17335

Abstract

Teknologi telah memberikan dampak yang luar biasa terhadap cara kita hidup, bekerja, dan berinteraksi dengan orang lain, sehingga teknologi telah menjadi aspek penting dalam kehidupan manusia. Namun, dalam diskusi-diskusi informal, pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan implikasi moral, etika, dan spiritual dari teknologi sering kali terabaikan. Seiring perkembangan teknologi manusia kehilangan esksistensi terhadap prinsip dari asal penciptaan dan mementingkan eksistensinya sendiri. Tujuan dari tulisan ini adalah untuk menyelidiki gagasan determinisme teknologi dari sudut pandang teologis, khususnya dari sudut pandang Islam. Dengan menggabungkan elemen-elemen dari perspektif filosofis dan religius, tulisan ini menyelidiki dengan metode kualitatif bagaimana teknologi dapat ditafsirkan, dihargai, dan diterapkan sesuai dengan prinsip-prinsip Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pandangan dunia Islam pada umumnya mengakui cara-cara menakjubkan, di mana Allah SWT terus membuat dirinya dikenal melalui sains dan teknologi untuk memberikan manfaat bagi umat manusia baik pada tingkat individu maupun masyarakat, serta menghargai kebijakan sains dan teknologi dari sudut pandang teologis Islam.
Konsep Poligami dalam Perspektif Aksiologi dan Filsafat Hukum Syarifudin, Imam; Khudori Soleh, Achmad
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jy.v10i1.17074

Abstract

Pentingnya mengkaji poligami ini adalah karena poligami dapat menyebabkan ketidaksetaraan dan ketidakadilan antara pasangan suami-istri, hal ini tentunya bertentangan dengan prinsip etika, estetika, keadilan dan kemanusiaan yang menjadi dasar aksiologi dan filsafat hukum. Tujuan penulisan terkait poligami ini dari sudut pandang aksiologi berguna untuk mengkaji implikasi etis poligami dan dampaknya terhadap nilai-nilai etika dan estetika dalam masyarakat. Sedangkan, dalam filsafat hukum kajianya akan berkaitan dengan alasan, tujuan, dan juga kepastian hukum. Artikel ini menggunakan metode penelitian analisis deskriptif-kualitatif dan pendekatan filosofis. Hasil dari penelitian ini adalah (1) Aksiologi adalah cabang filsafat yang membahas tentang nilai baik dan buru. Aksiologi terdiri dari dua hal etika dan estetika, dari etika terdapat dua teori di dalamnya yakni teori teleologi dan teori deontologi. Dari estetika terdapat dua aspek yakni ekspresi dan fungsional. Apabila poligami dipandang dari perspektif aksiologi, maka harus ditekankan perlunya niat dan hasil yang baik untuk menjadikan poligami itu dianggap baik. (2) Filsafat hukum membahas tentang asal usul hukum, aspek etika dan moral hukum, dan di dalamnya terdapat aspek penting yakni alasan, tujuan, dan manfaat suatu hukum. Apabila poligami dipandang dari filsafat hukum, maka harus ditekankan aspek etika, moral, keadilan, alasan, tujuan, dan manfaat hukum yang jelas untuk terciptanya sebuah kepastian hukum yang baik. 
Analisis Kritis Pemikiran Islam Kontemporer Hassan Hanafi terhadap Tradisi Islam Hidayatulloh, Taufik
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jy.v10i1.16972

Abstract

Pemikiran Islam kontemporer memainkan peran krusial dalam merespons tantangan zaman yang terus berubah. Salah satu tokoh pemikiran Islam kontemporer yang signifikan adalah Hassan Hanafi, yang dikenal karena pandangannya yang inovatif terhadap tradisi Islam. Tradisi Islam memiliki peran penting dalam membentuk identitas umat Muslim, namun dalam era modern yang terus berkembang, pandangan tradisional sering kali dihadapkan pada tantangan dan kritik. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pandangan Hanafi terhadap tradisi Islam, bagaimana ia mengelaborasi konsep-konsep tersebut, serta dampaknya terhadap pemikiran dan praktik umat Islam saat ini. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka atau library research. Teknik analisis dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik interpretasi. Hasil kesimpulan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa Hassan Hanafi memiliki pandangan yang inovatif dan kritis terhadap tradisi Islam. Hanafi menekankan pentingnya memahami tradisi dalam konteks kekinian. Proyek pembaharuan Hanafi mengedepankan agama sebagai sumber semangat untuk mencapai pembebasan manusia, dengan mempertimbangkan pengaruh oksidentalisme untuk memperkaya perspektifnya terhadap tradisi Islam.

Page 1 of 1 | Total Record : 10