cover
Contact Name
Yaqzhan
Contact Email
yaqzhanjurnal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
yaqzhanjurnal@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan
ISSN : 24077208     EISSN : 25285890     DOI : -
Jurnal Yaqzhan adalah jurnal ilmiah yang fokus dalam publikasi hasil penelitian dalam kajian filsafat, agama dan kemanusiaan. Jurnal ini terbit secara berkala dua kali dalam setahun pada bulan januari dan juli. Jurnal Yaqzhan terbuka umum bagi peneliti, praktisi, dan pemerhati kajian filsafat, agama dan kemanusiaan. Jurnal ini dikelola oleh Jurusan Akidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin Adab Dakwah IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Jurnal ini pertama kali terbit pada tahun 2015.
Arjuna Subject : -
Articles 178 Documents
JIHAD SEBAGAI ESKPRESI POLITIK KAUM MUSLIM : STUDI ATAS KONSEP JIHAD DALAM PERSPEKTIF POLITIK Noval Maliki
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jy.v3i1.2127

Abstract

Abstrak: Artikel ini mendedah sebuah konsep yang dewasa ini sangat populer karena disalahgunakan oleh para teroris di berbagai belahan bumi. Distorsi makna ini terjadi lebih karena aspek kepentingan politik semata, alih-alih menunjukkan makna aslinya yang secara generik berarti perang melawan kejahatan dan setan, disiplin diri di mana orang-orang yang beriman berusaha untuk mengikuti kehendak Tuhan, untuk menjadi muslim yang lebih baik. Jihad, dengan demikian, adalah perjuangan seumur hidup untuk menjadi saleh, berada di jalan Allah. Sedangkan selama ini, atas konstruksi yang dibangun oleh berbagai kalangan terutama kaum radikalis, jihad diartikan sebatas peperangan. Karenanya, selain akan mengurai makna jihad baik secara etimologis dan terminologis juga pendapat para cendekiawan mengenai hal itu, tulisan ini juga akan mencoba mendekripsikan relasi antara agama dan negara sebagai salah satu pemicu kemunculan fenomena jihadis. Alih-alih bernuansa keislaman, yang damai dan memiliki aturan ketat mengenai peperangan, fenomena jihad dewasa ini lebih terlihat sebagai sebuah aksi politis yang justru tidak mengenal aturan dan berbentuk teror.  Kata kunci: Jihad, Politik, Perang, Negara, Holly war     
FITRAH DAN PERKEMBANGAN JIWA MANUSIA DALAM PERSPEKTIF AL-GHAZALI Naila Farah; Cucum Novianti
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.278 KB) | DOI: 10.24235/jy.v2i2.1249

Abstract

Abstrak: Pembahasan mengenai manusia berupakan sesuatu yang tidak pernah tuntas. Berbagai pengetahuan dimunculkan oleh para peneliti manusia dan telah melahirkan berbagai bidang kajian tentang manusia. Semua itu dilakukan untuk mengetahui hakekat manusia itu sendiri, sehingga dapat memberikan makna dan menjadikan satu motivasi untuk menjalani kehidupan ini. Di antara yang menjadi topik bahasan tentang manusia adalah berkaitan dengan fitrah dan jiwa. Di dalam dunia modern dua hal itu dibahas dalam satu ilmu yang disebut dengan psikologi. Namun ternyata apa yang telah dilakukan oleh psikologi ternyata sebelumnya telah ada dan berkembang di dalam tradisi keilmuan umat Islam. Salah satunya dalam kajian filsafat Islam dan tasawuf. Atas dasar itu, tulisan ini akan berupaya membahas pemikiran salah satu filosof muslim, yang juga seorang sufi, yaitu Imam Al-Ghazali. Dengan tujuan bahwa akan melihat dan menemukan relevansinya berkenaan dengan teori fitrah dan jiwa yang berkembang saat ini. Kata Kunci: Fitrah, Jiwa, Psikologi, Tasawuf
PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DI MADRASAH (Potret dari MAN Model Babakan Ciwaringin Cirebon) A Syatori
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.557 KB) | DOI: 10.24235/jy.v2i1.912

Abstract

Penelitian ini berupaya mengkaji dan menganalisis implementasi atau penerapan konsep pendidikan multikulural dalam proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Model Babakan Ciwaringin Cirebon. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data memakai teknik wawancara mendalam, studi dokumen, dan studi pustaka. Metode pengumpulan data juga dilakukan dengan menggunakan metode survey dengan menyebarkan angket/kuesioner. Metode ini dilakukan terutama untuk mengumpulkan data kuantitatif yang berfungsi untuk mengetahui gambaran awal sekaligus mengukur tingkat pemahaman dan sikap responden tentang ide-ide multikulturalisme. Penelitian ini mengambil setting studi di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Model Babakan Ciwaringin Kabupaten Cirebon. Subyek penelitian ini terdiri dari empat unsur. Pertama, pengelola madrasah MAN Model Babakan Ciwaringin Cirebon yang terdiri dari kepala madrasah, wakil kepala bidang kurikulum, wakil kepala bidang kesiswaan dan ketua BP/BK. Kedua, komite madrasah. Ketiga, dewan guru yang terdiri dari guru bidang studi dan pembina organisasi siswa. Keempat, siswa-siswi yang dipilih berdasarkan kategori aktifis dan non-aktifis dalam organisasi siswa. Point penting dari temuan lapangan penelitian ini adalah bahwa secara umum pemahaman dan sikap civitas akademika MAN Model Babakan Ciwaringin Cirebon, baik terhadap ide-ide multikulturalisme maupun pendidikan multikultural, boleh dikata sudah cukup memadai. Hal ini terutama karena faktor keberadaan pondok pesantren Babakan Ciwaringin yang memiliki akar kesejarahan dan kultural yang kuat dengan madrasah itu.Kata Kunci: Multikulturalisme, Pendidikan Multikultural, Cultural Studies.
FILSAFAT ISLAM METAFISIKA MUHAMMAD IQBAL TENTANG TUHAN SEBAGAI EGO Asep Kurniawan
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (659.418 KB) | DOI: 10.24235/jy.v3i1.2082

Abstract

Abstrak: Metafisika dalam filsafat Islam identik dengan Tuhan. Dia dicitrakan dalam berbagai macam pemikiran para filosof dengan mendasarkan pada argumen-argumen rasional dan filosofis. Iqbal menggunakan konsep Ego Absolut untuk menyebut Tuhan dengan segala konsekwensi logisnya, akan tetapi konsep Ego Absolut yang diusung oleh Iqbal ini seringkali dipahami sebagai panteisme. Padahal pada kesempatan tertentu Iqbal mengkritisi keras poin-poin penting panteisme. Iqbal berusaha menampilkan poros dimana Ego dan Ego Absolut dapat memenuhi tempatnya masing-masing dengan segala keunikan dan kekhasannya. Ego Absolut bagi Iqbal adalah hasrat dimana Ego terus-menerus berproses, bergerak dinamis, berkreasi dan memproduksi dalam skala sendiri. Hidup manusia ditentukan oleh aktivitas ego-Nya. Aktivitas ego pada dasarnya berupa aktivitas kehendak. Hidup adalah kehendak kreatif yang bertujuan dan bergerak menuju satu arah, yaitu Ego Absolut. Kata Kunci: Metafisika, Ego, Tuhan
REALITAS PENGETAHUAN DAN SUBJEK YANG MENGETAHUI MENURUT THABATHABA’I Fuad Nawawi; Sahal Mubarok
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (649.573 KB) | DOI: 10.24235/jy.v2i1.956

Abstract

Thabathaba’i mengajukan “gugatan” pemikiran filsafat yang menyatakan bahwa realitas pengetahuan tergantung persepsi subjek seperti apa yang dikatakan kaum shopis “apa yang kita ketahui tak lain hanya sekedar persepsi kita, dan tidak memiliki realitas eksistensinya. Namun, bagi Thabathaba’i, bukan berarti peran subjek tidak ada, karena, menurutnya realitas pengetahuan, secara ontologis pada hakikatnya adalah riil. Sebab, pengetahuan manusia yang didasarkan dari persepsi dirinya sebagi subjek terhadap objek di luar dirinya yang dipersepsikan adalah bersifat kuiditatif (māhīyat). Karena jika tidak demikian, maka dengan sendirinya tidak akan pernah manusia memiliki pengetahuan.  Lalu, bagaimana relasi antara realitas pengetahuan kita di dalam mental dengan realitas  di luar? Apakah realitas pengetahuan di mental berbeda dangan realitas pengetahuan di alam luar? Pada dasarnya, menurut Thabathaba’i, seluruh objek pengetahuan eksternal tak lain merupakan konsep-konsep mental kita. Namun, konsep-konsep mental tersebut memiliki karakteristik yang khas, yaitu semacam “cermin” yang dapat memantulkan gambaran luarnya (mir‘ātun masyīrat ilā al-khārij). Ia merupakan produk  imajinal tentang pengetahuan eksternal pada mental kita tanpa perantara pada tahap awalnya. Selanjutnya, mental kita pada tahap kedua, menandaskan bahwa konsep-konsep pengetahuan tersebut memiliki realitas eksistensinya di alam eksternal. Kemudian pada tahap akhir, mental kita menyatakan bahwa kehadiran dan kemunculan realitas konsep-konsep tersebut di mental kita bertitik tolak dan bersumber dari efek-efek realitas eksternal   Kata Kunci: Realitas Pengetahuan, Kuiditatif, Konsep Mental, Realitas Eksternal
ANALISIS DISIPLIN DAN KUASA TUBUH MICHEL FOUCAULT DALAM KEHIDUPAN SANTRI PONDOK KEBON JAMBU AL-ISLAMY PESANTREN BABAKAN CIWARINGIN CIREBON Misbah Mustofa
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.454 KB) | DOI: 10.24235/jy.v3i1.2128

Abstract

Abstrak: Salah satu pemikiran Michel Foucault yang menarik adalah konsepnya tentang kuasa, karena kuasa yang dibawa olehnya berbeda dengan konsep kuasa yang dibawa oleh para pemikir lainnya. Salah satu pembahasan mengenai kuasa dari Michel Foucalt ini ialah konsep disiplin tubuh. Disiplin Tubuh merupakan suatu usaha dalam menguasai tubuh subjek untuk kemudian didisiplinkan agar menjadi individu yang berguna melalui berbagai praktek tanpa disadari oleh subjek tersebut. Praktek relasi kuasa dalam disiplin tubuh tersebut dapat dilihat pada beberapa tempat, aktifitas dan instansi,  salah satuya ialah Pesantren. Kajian dalam tulisan ini mencoba untuk menggambarkan bagaimana terjadinya proses relasi kuasa terkait dengan pendisiplinan tubuh yang ada dalam kehidupan Pondok Kebon Jambu Al-Islamy Pesantren Babakan Ciwaringin dengan menggunakan konsep disiplin tubuh dari Michel Foucault. Praktek pendisiplinan tubuh yang ada di Pondok Kebon Jambu Pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon terbentuk melalui beberapa konsep yang saling terbagi dan saling menguatkan, diantaranya adalah: Pengawasan secara hierarkis, normalisasi, dan terakhir adalah ujian.  Kata kunci: Michel Foucault, pondok pesantren, kuasa, disiplin tubuh. 
TASAWUF NUSANTARA: STUDI TAREKAT HIZIB NAHDLATUL WATHAN Sadip Indra Irawan; Siti Nurjannah
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (749.01 KB) | DOI: 10.24235/jy.v2i2.1290

Abstract

Abstrak: Di antara tarekat-tarekat mu’tabarah yang berkembang di Nusantara sebagaian besar adalah berasal dari Timur tengah, seperti tarekat Qadiriyah, Naqsabandiyah, Syadziliyah, Khalwatiyah, Syattariah dan lain-lain. Ada yang memiliki silsilah sanad yang jelas dengan urutan mata rantai yang panjang dan bersambung sampai ke Rasulullah SAW. Namun ada juga yang mengklaim diri lansung ditalqin oleh Rasulullah SAW sehingga silsilahnya tidak begitu panjang, sebagaimana tarekat pada umumnya. Salah satunya adalah Tarekat Hizib Nahdlatul Wathan sebuah tarekat yang berasal dan didirikan oleh ulama Nusantara  bernama Tuan Guru Haji Muhammad Zainuddin Abdul Majid. Berdasarkan hal itu, maka tulisan ini akan berupaya membahas tentang salah satu tarekat asli Nusantara yang bernama Tarekar Hizib Nahdlatul Wathan, meliputi pembahasan tentang sejarah, ajaran dan ritualnya. Kata Kunci: Tarekat, Sanad, HAMZANWADI, Hizib NW
PERAN TASAWUF DALAM PEMBINAAN AKHLAK DI DUNIA PENDIDIKAN DI TENGAH KRISIS SPIRITUALITAS MASYARAKAT MODERN Asep Kurniawan
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (716.77 KB) | DOI: 10.24235/jy.v2i1.907

Abstract

Pendidikan adalah setiap upaya untuk memelihara dan mengembangkan sifat dasar manusia baik yang bersifat esoterik maupun eksoterik. Pada kenyataannya, aspek esoterik pada diri manusia tertinggal jauh dalam dunia pendidikan. Akibatnya, orientasi pendidikan mengarah kepada nuansa yang lebih materialistik, individualistik, dan sekularistik. Dengan demikian, hal ini dapat mereduksi secara masiv eksistensi manusia itu sendiri. Untuk mengatasi persoalan ini, maka diperlukan reorientasi pendidikan ke arah holistik dengan penanaman nilai-nilai spiritual keagamaan (sufistik) melalui pensucian diri dan perasaan akan kehadiran Allah dalam setiap aspek kehidupan. Pemecahan masalah ini akan menjadikan integrasi vertikal penyerahan diri terhadap Allah dan dimensi dialektik secara horizontal terhadap kemanusiaan dan lingkungan. Oleh karena itu, hal ini akan dapat difahami bahwa nilai-nilai sufistik tidak dapat dipisahkan dari pemecahan masalah-masalah pendidikan. Kata Kunci:Tasawuf, Pendidikan, Spiritual, Akhlak
GERAKAN AGAMA BARU DI INDONESIA: STUDI ALIRAN KEPERCAYAAN (AGAMA) SUKU DAYAK HINDU BUDHA BUMI SEGANDU INDRAMAYU Ibnu Farhan
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.31 KB) | DOI: 10.24235/jy.v3i1.2124

Abstract

Abstrak: Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki kemajemukan di berbagai aspek dalam kehidupan masyarakatnya meliputi suku, budaya dan agama. Dalam kasus agama, Negara Indonesia hanya mengakui enam agama resmi, dan sisanya disebut dengan aliran kepercayaan. Kebijakan yang terkesan berpihak ini tentu saja membuat agama yang diakui oleh negara mendominasi kehidupan beragama masyarakat Indonesia. Namun menarik di tengah-tengah dominasi enam agama di atas justru bermunculan beberapa gerakan agama atau kepercayaan baru di masyarakat. Salah satu aliran kepercayaan tersebut bernama Suku Dayak Hindu Budha Bumi Segandu Indramayu. Tentu saja peristiwa ini adalah sesuatu yang menarik sehingga tulisan ini akan mengkaji tentang faktor-faktor yang menyebabkan kemunculan aliran kepercayaan Suku Dayak Hindu Budha Bumi Segandu Indramayu. Tulisan ini juga akan secara ringkas meneliti ajaran-ajaran dari aliran kepercayaan ini sehingga mampu membuat masyarakat tertarik untuk percaya dan mengikuti aliran kepercayaan tersebut.Kata kunci: Gerakan Agama Baru, Suku Dayak Hindu Budha Bumi Segandu Indramayu
SEJARAH PEMIKIRAN ISLAM RASIONAL DALAM KARYA-KARYA HARUN NASUTION (1919-1998) Mahrus eL-Mawa
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.051 KB) | DOI: 10.24235/jy.v2i2.1246

Abstract

Abstrak: Kajian tentang pemikiran modern dalam Islam merupakan satu tahapan yang tak terpisahkan dari pembelajaran di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam di Indonesia. Namun sangat disayangkan bahwa kajian tentang pemikiran modern dalam Islam terlalu banyak menitik beratkan pada pengkajian pemikir muslim dari Timur Tengah ataupun pemikir muslim non-Indonesia. Oleh karena itu, tulisan ini akan membahas mengenai salah satu tokoh muslim modernis Indonesia yang mempunyai perang penting dalam meletakan kajian pemikiran modern dalam Islam, yaitu Harun Nasution (1919-1998). Kesimpulannya bahwa menurut Harun Nasution ada beberapa teori dasar berkaitan dengan pemikiran modern dalam Islam, antara lain bahwa pembaharuan harus menggunakan rasionalitas dan menempatkan kemampuan untuk merubah nasibnya. Selain itu modernitas yang terdapat Islam pada awalnya adalah modernitas material, namun kemudian merubah menjadi modernitas intelektual atau kultutral untuk mengejar ketertinggalan dari Barat. Kata Kunci: Modernis, Modernitas, Rasionalitas

Page 2 of 18 | Total Record : 178