cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Matematika Sains dan Teknologi
Published by Universitas Terbuka
ISSN : 14111934     EISSN : 24429147     DOI : -
Merupakan media informasi dan komunikasi para praktisi, peneliti, dan akademisi yang berkecimpung dan menaruh minat serta perhatian pada pengembangan Matematika, ilmu pengetahuan dan teknologi. Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Terbuka.
Arjuna Subject : -
Articles 403 Documents
PERAN SERTA MASYARAKAT PEMANFAAT PESISIR DALAM PENGELOLAAN WILAYAH PESISIR TELUK AMBON DALAM Lilian Sarah Hiariey; Nesti Rostini Romeon
Jurnal Matematika Sains dan Teknologi Vol. 14 No. 1 (2013)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.95 KB)

Abstract

Inner Ambon Bay (TAD) is a coastal region where there are a variety of beneficiary activities such as fisheries, industry, ports, and market. Complexity of activities are forcing the degradation and pollution of coastal. The study was conducted to analyze the level of public participation interest towards the utilization of coastal activities and the factors that differentiate the level of community participation so that the concept of utilizing coastal community participation model in coastal area management is known. These conditions encourage the need for community participation in coastal area management. The population is the people who live in the areas that utilize coastal TAD regularly for any activity or business. The samples are individuals who become actors, involved, contribute directly to the activities in coastal areas TAD. The sampling method is proportional. Analysis conducted in this study is the analysis of the respondents to determine the level of public participation interest towards the utilization of coastal activities by using descriptive analysis, analysis of the factors that differentiate the level of community participation by using discriminant analysis, and analysis of coastal area management strategies by identifying the factors of strengths, weaknesses, opportunities and threats (SWOT) in the coastal area of TAD. The results showed that the utilization in the coastal of TAD having a high level of interest shown by the level of the effect of utilization of the economic activities of society, but the impact on coastal resources due to unsustainable use activities that pose a serious. The level of participation of beneficiary communities in the coastal area management is low that can be indicated by the involvement of community in the implementation and monitoring phase. The factors that differentiate the level of participation of coastal communities are the beneficiaries of education, perception, and revenues received, while the age factor does not play a significant role in distinguishing the level of public participation. Strategy is obtained by using the concept of co-management in which the public has sufficient authority in the management and accomandabed of the interests of the community in the management process. Wilayah Teluk Ambon Dalam (TAD) merupakan wilayah pesisir dengan berbagai kegiatan seperti perikanan, industri, pelabuhan, dan ekonomi (pasar). Kompleksitas kegiatan pemanfaatan pesisir mendorong terjadinya degradasi kerusakan dan pencemaran pesisir. Kondisi ini mendorong perlunya peran serta masyarakat dalam pengelolaan wilayah pesisir. Penelitian dilakukan untuk menganalisa tingkat kepentingan masyarakat terhadap kegiatan pemanfaatan pesisir dan faktor-faktor yang membedakan tingkat peran serta masyarakat sehingga diketahui konsep model peran serta masyarakat pemanfaat pesisir dalam pengelolaan wilayah pesisir. Populasi penelitian adalah masyarakat yang tinggal di kawasan TAD yang memanfaatkan lahan pesisir secara teratur untuk kegiatan atau usahanya. Sampel yaitu individu yang menjadi pelaku, terlibat dan berperan secara langsung dalam kegiatan pemanfaatan di wilayah pesisir TAD. Penentuan sampel dengan cara proporsional. Analisis yang dilakukan dalam penelitian adalah analisis responden, untuk mengetahui tingkat kepentingan masyarakat terhadap kegiatan pemanfaatan pesisir dengan menggunakan analisis deskriptif, analisis faktor-faktor yang membedakan tingkat peran serta masyarakat dengan menggunakan analisis diskriminan, dan analisis strategi pengelolaan wilayah pesisir dengan mengidentifikasi faktor-faktor kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman (SWOT) pada wilayah pesisir TAD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan pemanfaatan di pesisir TAD memiliki tingkat kepentingan yang tinggi yang ditunjukkan dengan besarnya pengaruh kegiatan pemanfaatan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Dampak terhadap sumber daya pesisir akibat kegiatan pemanfaatan yang tidak berkelanjutan menjadi ancaman yang serius, sedangkan tingkat peran serta masyarakat pemanfaat pesisir dalam pengelolaan wilayah pesisir rendah, yang ditunjukkan dengan keterlibatan masyarakat pada tahap implementasi dan pemantauan. Faktor-faktor yang membedakan kelompok tingkat peran serta masyarakat pemanfaat pesisir adalah pendidikan, persepsi, dan pendapatan, sedangkan faktor umur tidak berperan signifikan dalam membedakan kelompok tingkat peran serta masyarakat. Strategi yang diperoleh yaitu menggunakan konsep pengelolaan wilayah pesisir berbasis masyarakat (co-management) dimana masyarakat memiliki kewenangan cukup dalam pengelolaan dan terakomodasinya kepentingan masyarakat dalam proses pengelolaan.
PARTISIPASI ANGGOTA KELOMPOK TANI DALAM MENGANALISIS DATA KEADAAN PADA USAHATANI SAYURAN (Kelompok Tani Sayuran Di Desa Margamekar, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung) Diarsi Eka Yani; Pepi Rospina Pertiwi; Argadatta Sigit
Jurnal Matematika Sains dan Teknologi Vol. 14 No. 1 (2013)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.221 KB)

Abstract

The article aims to explain (1) the internal and external members of farmer groups in vegetables farm, (2) members of the farmer's participation in analyzing the situation, and (3) the relationship between the internal and external characteristics of members in farmer groups and the participation of members in analyzing the state. Data was collected by survey method. The samples size was 70% of the entire group of vegetables farmers. The data was analyzed by using descriptive and inferential Spearman Rank correlation test at 5% confidence level. Participation of members of farmer groups in analyzing the state of the data includes providing data members, observe and take advantage of the data members of the group, and analyze the data members of the group. Results showed that majority of the members participated in providing biophysical data, human resource data, particularly with regard to extension, as well as data nonagricultural institutions. The components of internal characteristics that significantly correlated with the participation of members in analyzing the data situation were formal education, farming experiences, and involvement of members in the group. The components of the external characteristics had no relationship with the participation of members in analyzing the state of data. Salah satu tahapan dalam perencanaan programa penyuluhan pertanian adalah analisis data keadaan yang biasanya dilakukan penyuluh bersama anggota kelompok tani binaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) faktor internal dan eksternal anggota kelompok tani dalam berusahatani sayuran, (2) partisipasi anggota kelompok tani dalam menganalisis keadaan, dan (3) hubungan antara karakteristik internal dan eksternal anggota kelompok tani dengan partisipasi anggota dalam menganalis keadaan. Data dikumpulkan dengan metode survey. Sampel dipilih secara acak sebanyak 70% dari seluruh anggota kelompok tani sayuran. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Bentuk partisipasi anggota kelompok tani dalam menganalisis data keadaan meliputi kegiatan memberikan data anggota, mengamati dan memanfaatkan data anggota kelompok, serta menganalisis data anggota kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar anggota kelompok berpartisipasi dalam memberikan data biofisik, data sumber daya manusia, terutama yang berkaitan dengan penyuluh, serta data kelembagaan nonpertanian. Komponen karakteristik internal yang berhubungan nyata dengan partisipasi anggota dalam menganalisis data keadaan adalah pendidikan formal, pengalaman usahatani, dan keterlibatan anggota dalam kelompok. Komponen karakteristik eksternal tidak ada yang berhubungan nyata dengan partisipasi anggota dalam menganalisis data keadaan.
PERAN PENYULUH PERTANIAN LAPANGAN DAN PARTISIPASI PETANI DALAM PROGRAM FEATI SERTA PENGARUHNYA TERHADAP PENDAPATAN PETANI DI KECAMATAN BANYUASIN III KABUPATEN BANYUASIN Mery Berlian
Jurnal Matematika Sains dan Teknologi Vol. 15 No. 1 (2014)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.972 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran penyuluh pertanian, mengukur partisipasi petani, mengukur pendapatan petani sebelum dan sesudah adanya program FEATI, mengukur hubungan peran partisipasi petani pada FEATI dengan tingkat pendapatan petani. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Seterio, Desa Purwosari dan Desa Lubuk Saung Kecamatan Banyuasin III Kabupaten Banyuasin dengan menggunakan metode survei yang terdiri dari 25 peserta Farmers Managed extension Activities (FMA) yang dipilih secara sensus, sehingga sampel seluruhnya adalah 75 peserta FMA. Analisis data menggunakan statistika non parametrik, yaitu: uji koefisien peringkat spearman dan uji beda nilai tengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dalam program FEATI di Kecamatan Banyuasin III Kabupaten Banyuasin, termasuk kategori tinggi dengan nilai skor rata-rata = 26, partisipasi petani sampel dalam program FEATI di Kecamatan Banyuasin III Kabupaten Banyuasin termasuk kategori tinggi (71%), pendapatan petani di KecamatanBanyuasin III Kabupaten Banyuasin mengalami peningkatan, di mana pendapatan riil petani sampel sebelum program FEATI tahun 2009 dari Rp.20.191.840,- per tahun meningkat menjadi Rp.33.561.368,- pertahun setelah adanya program FEATI tahun 2010, terdapat hubungan antara partispasi petani dalam program FEATI dengan pendapatan petani, koefisien korelasi Spearman (rs) = 0,913, artinya semakin tinggi tingkat partisipasi, semakin tinggi pendapatan petani.
KAJIAN METODE BERBASIS MODEL PADA ANALISIS KELOMPOK DENGAN PERANGKAT LUNAK MCLUST Timbul Pardede
Jurnal Matematika Sains dan Teknologi Vol. 14 No. 2 (2013)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (645.484 KB) | DOI: 10.33830/jmst.v14i2.378.2013

Abstract

Ward method and K-mean method are clustering method in which grouping only base on distance measure among observed objects, without considering statistical aspects. Model-based clustering is a method that use statistical aspects, as its theoretical basis i.e. probability maximum criterion. This model has tenmodels with a variety of geometrical characteristics. Data partition is conducted by utilizing EM (expectation-maximization) algorithm. Then by using Bayesian Information Criterion (BIC) the best model is obtained. This research aimed to assess the effectiveness of ten models from the model-based clustereng and then tocompare result of grouping methods between model-based clustering with Ward clustering and K-mean clustering. This study used simulated data and applied data. Simulated data are generated with the R programs versions 2.14.1. Proses analysis was performed by using the Mclust programs vesions 4.0 with an interface the R programs versions 2.14.1. The results showed that model-based clustering was more effective in separating the condition of one separate group and two overlap groups than ward clustering and K-mean clustering. Metode Ward dan metode K-rataan adalah metode kelompok yang teknik-teknik pengelompokannya hanya memperhatikan ukuran jarak antar objek-objek pengamatan tanpa mempertimbangkan aspek statistiknya. Metode kelompok berbasis model adalah metode kelompok yang didasarkan pada aspek statistik, yaitu kriteria kemungkinan maksimum. Metode kelompok berbasis model mempunyai sepuluh model dengan berbagai macam sifat geometris. Penyekatan data dilakukan dengan menggunakan algoritma Ekspektasi-Maksimum (EM), kemudian dengan pendekatan Bayesian Information Criterion (BIC) diperoleh model terbaik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas dari sepuluh metode berbasis model dan kemudian membandingkan hasil pengelompokannya dengan metode Ward dan metode K-rataan. Penelitian ini menggunakan data simulasi yang dibangkitkan melali program R versi 2.14.1 dan dianalisis dengan menggunakan program Mclust versi 4.0 dengan interface program R. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode kelompok berbasis model lebih efektif memisahkan kelompok-kelompok yang saling tumpang tindih dibandingkan dengan metode gerombol Ward dan K-rataan.
UPAYA UNTUK MENINGKATKAN PERTAMBAHAN BOBOT BADAN DAN EFISIENSI PENGGUNAAN PAKAN PADA KAMBING PERANAKAN ETAWAH MENGGUNAKAN SUPLEMEN KATALITIK Dian Agustina
Jurnal Matematika Sains dan Teknologi Vol. 14 No. 2 (2013)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.656 KB) | DOI: 10.33830/jmst.v14i2.379.2013

Abstract

The purpose of this research was to compare the effectiveness of feeding catalytic supplement to peranakan etawah (PE) goats on the daily weight gain. There were twelve peranakan etawah (PE) goats were allreated in a completely a randomized design 3x4. There were twelve goats with 10-13 kg weight and placed in to 12 individual cages. Four treatments with three replications. Ration of treatments were R1 = 0 g, R2 = 10 g, R3 = 20 g, R4; 30 g. Low quality forage used as the fibrous feed source. Intake feed, weigt gain, an the efficiency of feed utilization were also determined. The result edicated that catalytic supplement R4 (73,8 g/head/day/) showed a greater daily weight gain compare to R2 (67,6 g/head/day) and R1 (65,5 g/head/day) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas suplemen katalitik sebagai upaya untuk meningkatkan pertambahan bobot badan dan efisiensi penggunaan pakan pada kambing peranakan etawah (PE). Kambing PE yang digunakan sebanyak 12 ekor dengan berat 10-13 kg umur 1 tahun dibagi dalam 12 kandang individual. Empat perlakuan ransum ditambahkan suplemen katalitik berbahan dasar sagu, yaitu: R1 =0 g, R2 = 10 g, R3 =20 g, dan R4 = 30 g, tiap perlakuan terdiri atas 3 ulangan. Pakan berkualitas rendah digunakan sebagai pakan basal. Selama penelitian berlangsung dilakukan pengamatan terhadap konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, dan efisiensi penggunaan pakan. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam pola rancangan acak lengkap, dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menjelaskan bahwa pertambahan bobot badan R4 (73,8 g/ekor/hari)lebih baik dibandingkan dengan R2 (67,6 g/ekor/hari) dan R1 (65,5 g/ekor/hari)
REGRESI ROBUST UNTUK MEMODELKAN PENDAPATAN USAHA INDUSTRI MAKANAN NON-MAKLOON BERSKALA MIKRO DAN KECIL DI JAWA BARAT TAHUN 2013 Agung Priyo Utomo
Jurnal Matematika Sains dan Teknologi Vol. 15 No. 2 (2014)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2612.908 KB)

Abstract

Kontribusi subsektor industri makanan, minuman, dan tembakau merupakan penyumbang terbesar Produk Domestik Bruto (PDB) sektor industri pengolahan non-migas Indonesia yaitu sebesar 36,27%. Industri ini mampu menyerap 29,29% tenaga kerja sektor industri. Industri tersebut pada umumnya merupakan industri berskala mikro dan kecil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis variabel-variabel yang mempengaruhi pendapatan usaha industri makanan bukan jasa (non-makloon) skala mikro dan kecil. Data yang digunakan bersumber dari Survei Tahunan Industri Mikro dan Kecil (IMK) tahun 2013 yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Metode analisis yang digunakan adalah regresi robust karena data menunjukkan terjadinya nilai pencilan (outlier). Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel jumlah pengeluaran, jumlah tenaga kerja, dan jumlah modal berpengaruh terhadap pendapatan usaha industri makanan non-makloon skala mikro dan kecil. Pengeluaran untuk material memiliki nilai elastisitas lebih besar dibandingkan jumlah tenaga kerja dan jumlah modal. Usaha industri makanan non-makloon skala mikro dan kecil, sebaiknya lebih fokus pada peningkatan bahan baku dan bahan-bahan lainnya yang digunakan untuk keperluan produksi jika ingin meningkatkan pendapatan.
RESPON PERTUMBUHAN STEK DAUN LIDAH MERTUA (Sansevieria Parva) PADA PEMBERIAN ZAT PENGATUR TUMBUH SINTETIK (ROOTONE-F) DAN ASAL BAHAN STEK Susi Sulistiana
Jurnal Matematika Sains dan Teknologi Vol. 14 No. 2 (2013)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.62 KB)

Abstract

This research aims to study the growth response of plant leaf cuttings mother in-law’s tongue (Sansevieria parva) of various synthetic plant growth regulator treatment (Rootone-F) and origin of cuttings. Experiments performed with 3x3 factorial design with completely randomized design patterns. The first factor is the dose of Rootone-F ZPT which consists of 3 levels: 0 g/cuttings as a control (R0); 0.2 g/cuttings (R1), 0.4 g/cuttings (R2). The second factor is the origin of cuttings, namely the top/tip leaves (B1), the middle leaves (B2), and the bottom/ leaves base (B3). Parameters observed and measured is the experiment percentage of live cuttings, the percentage of rooted cuttings, the percentage of sprouted cuttings, root length, number of roots, root wet weight, and root dry weight. The results showed synthetic plant growth regulator treatment (Rootone-F) to respond to growth parameters leaf cuttings on root length, number of roots, root wet weight, and root dry weight compared with controls. The treatment combination of synthetic plant growth regulator (Rootone-F) 0.4 g/cuttings by cutting material from the middle to give the best results on the parameters of the root, root wet weight, and dry weight, whereas the combination treatment of synthetic plant growth regulator (Rootone-F) 0, 2 g/cuttings by cutting material from the middle to give the best results on the parameters of the plant leaf cuttings root length Sansevieria parva at the end of the experiment. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari respon pertumbuhan stek daun tanaman lidah mertua (Sansevieria parva) terhadap berbagai perlakuan Zat pengatur tumbuh (ZPT) sintetik (Rootone-F) dan asal bahan stek. Percobaan dilakukan dengan Rancangan Faktorial 3x3 dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL). Faktor I adalah dosis ZPT Rootone-F yang terdiri dari 3 taraf : 0 g/stek sebagai kontrol (R0) ; 0,2 g/stek (R1) ; 0,4 g/stek (R2). Faktor II adalah asal bahan stek, yaitu bagian atas/ujung daun (B1), bagian tengah daun (B2), dan bagian bawah/pangkal daun (B3). Parameter yang diamati dan diukur adalah persentase stek hidup, persentase stek berakar, persentase stek bertunas, panjang akar, jumlah akar, bobot basah akar, dan bobot kering akar. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan ZPT sintetik (Rootone-F) merespon pertumbuhan stek daun pada parameter panjang akar, jumlah akar, bobot basah akar, dan bobot kering akar dibanding dengan kontrol. Perlakuan kombinasi ZPT sintetik (Rootone-F) 0,4 g/stek dengan asal bahan stek bagian tengah memberikan hasil yang terbaik pada parameter jumlah akar, bobot basah akar, dan bobot kering, sedangkan perlakuan kombinasi ZPT sintetik (Rootone-F) 0,2 g/stek dengan asal bahan stek bagian tengah memberikan hasil yang terbaik pada parameter panjang akar stek daun tanaman Sansevieria parva pada akhir percobaan.
PERBANDINGAN AKURASI ENSEMBLE ARIMA DALAM PERAMALAN CURAH HUJAN DI KOTA BATU, MALANG, JAWA TIMUR Ria Faulina
Jurnal Matematika Sains dan Teknologi Vol. 15 No. 2 (2014)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (827.288 KB)

Abstract

Di Indonesia, perubahan pola iklim sangat mempengaruhi produksi pertanian. Salah satu upaya untuk mengatasi dampak perubahan iklim dalam pertanian saat ini adalah melalui pendekatan taktis dengan pengembangan metode dalam pemodelan dan peramalan. Dalam studi ini digunakan metode ARIMA sebagai model individu dan ensemble ARIMA sebagai model kombinasi untuk meramalkan rata-rata curah hujan dasaharian di enam stasiun Kota Batu, Malang, Jawa Timur. Keakuratan model dalam prediksi diukur berdasarkan kriteria RMSE dimana model terbaik yang dipilih adalah model dengan RMSE terkecil. Model ARIMA pada enam stasiun curah hujan menunjukkan akurasi yang lebih baik untuk 54 periode ke depan dibandingkan dengan model Ensemble ARIMA.
LINGKUNGAN FISIK DAN KEKAYAAN MIKROALGA DI DANAU UNIVERSITAS TERBUKA, TANGERANG SELATAN Budi Prasetyo
Jurnal Matematika Sains dan Teknologi Vol. 14 No. 2 (2013)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1272.613 KB) | DOI: 10.33830/jmst.v14i2.385.2013

Abstract

Lake of Open University (UT) is designed not only as a container, watershed, irrigation, sports, and recreation, but also as critical habitat for the survival of plants and aquatic animals ranging from algae groups to types of vertebrate. Information relating to the data microalgae and environmental conditions of lake UT physical and chemical have not been investigated. Research objectives were to measure the wealth of microalgae that live in Lake UT, the microalgae diversity, and the physical and chemical environment. The method used to identify each kind of microalgae, is by counting the number of individuals microalgae, and analyze the water quality. Measurement results showed that the brightness of the physical environment of the lake water had turbid category (52-60 cm). The temperature of the lake water showed 31 to 31.5 oC, this temperature range is good for the growth of microalgae. Value of the degree of acidity of water was 7.3 to 7.5. DO measurements generating valued from 0.5 to 0.57 mg/L. The wealth of microalgae that live in lake UT was identificated as many as 21 genera at four stations with a total population of 4.080 individual/mm3. The highest percentage individual was Scenedesmus sp. Species richness index was 3,33 (medium category). Highest individual density was found in th middle of the lake by 4.651 individualLitre, followed by a passage from edge of the lake to the edged of gazibu (2.318 individual/Litre), the edge of lake (2.025 individual/Litre), and the last outlet (1.193 individual/Litre) lake. Biodiversity index is quite low at 2.107. Desain pembuatan danau UT di samping sebagai tempat resapan air, wahana rekreasi, sarana olahraga, juga merupakan habitat penting bagi tumbuhan dan hewan air (golongan alga sampai jenis vertebrata). Informasi mengenai data mikroalga serta kondisi fisik dan kimiawi lingkungan danau UT belum diketahui sehingga perlu dilakukan penelitian. Tujuan penelitian untuk mengukur kekayaan mikroalga, keanekaragaman mikroalga, dan kondisi lingkungan fisik dan kimiawi. Metode yang digunakan adalah mengidentifikasi setiap jenis dan menghitung jumlah individu mikroalga, serta menganalisis kualitas air. Hasil pengukuran kecerahan air danau dikatakan relatif keruh (52-60 cm). Pengukuran suhu air menunjukkan besaran angka 31-31,5oC, kisaran suhu tersebut baik bagi pertumbuhan mikroalga. Nilai derajat keasaman air adalah 7,3-7,5, sedangkan hasil pengukuran DO sebesar 0,5-0,57 mg/L. Kekayaan mikroalga yang teridentifikasi di danau UT sebanyak 21 genus ditemukan di empat stasiun dengan total populasi 4.080 individu/mm3. Persentase jumlah individu terbanyak adalah Scenedesmus sp. Indeks kekayaan jenis termasuk kategori sedang (3,33). Kepadatan individu tertinggi ditemukan di stasiun-2 (bagian tengah) sebesar 4.651 individu/Liter, selanjutnya diikuti oleh stasiun-3 dari tepi danau sampai tepi gasebo (2. 318 individu/Liter), stasiun-1 di bagian tepi danau (2.025 individu/Liter), dan stasiun-4 di bagian keluaran air (1.193 individu/Liter). Indeks biodiversitas jenis cukup rendah yaitu 2,107.
PEMBERIAN BEBERAPA DOSIS PUPUK MULTICOTE TERHADAP PERTUMBUHAN AKASIA (Acacia Mangium) DI PEMBIBITAN Elfarisna Elfarisna; Ludivica Endang Setijorini
Jurnal Matematika Sains dan Teknologi Vol. 14 No. 2 (2013)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.819 KB) | DOI: 10.33830/jmst.v14i2.388.2013

Abstract

This study aims to determine the use of some dose of Multicote’s fertilizer on the growth of Acacia mangium seedlings and get the most effective dose of Multicote’s fertilizer in increasing the growth of Acacia mangium seedlings in the nursery. The study was conducted in May to July 2012, at the Faculty of Agriculture Experimental Farm, of Muhammadiyah’s University in Jakarta. The design used in this study is a randomized block design (RBD), with six dose treatments of Multicote fertilizer are: 0 g / plant (control), 2 g / plant, 4 g / plant, 6 g / plant, 8 g / plant, and 10 g / plant, each treatment was repeated four times. The parameters measured were height of plant, percentage of growth, wet weight and dry weight of plants. The research results showed that the treatment given was not significantly different on the height of plant height at the initial growth (4 MST, 6 MST and 8 MST), but at end of the observation (10 MST and 12 MST) showed that the treatment was significantly different on the height of the plant. Of all the treatment given, the use of 10 g / plant of multicote is feltilizer gave the best effect on the height of plant, wet weight and dry weight of plant acacia. Control treatment without fertilizer multicote give the least influence on plant height, wet weight and dry weight of plant acacia’s plant. Penelitian ini bertujuan mendapatkan dosis pupuk Multicote yang paling efektif dalam meningkatkan pertumbuhan bibit Acacia mangium di pembibitan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei sampai dengan bulan Juli 2012, di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jakarta. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan enam perlakuan dosis pupuk Multicote yaitu : 0 g/tanaman (kontrol), 2 g/tanaman, 4 g/tanaman, 6 g/tanaman, 8 g/tanaman, dan 10 g/tanaman, setiap perlakuan diulang empat kali. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, persentase tumbuh, bobot basah tanaman dan bobot kering tanaman. Hasil penelitian menunjukkan pada pertumbuhan awal (4 MST, 6 MST dan 8 MST), perlakuan yang diberikan tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap tinggi tanaman. Namun di akhir pengamatan (10 MST dan 12 MST), perlakuan yang diberikan memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap tinggi tanaman. Penggunaan pupuk Multicote dengan dosis 10 g/tanaman memberikan pengaruh yang paling baik terhadap tinggi tanaman, bobot basah dan bobot kering tanaman Akasia. Tanpa pupuk Multicote tinggi tanaman, bobot basah dan bobot kering tanaman Akasia adalah yang paling rendah.

Filter by Year

2003 2024


Filter By Issues
All Issue Vol. 25 No. 2 (2024): September (in Progress) Vol. 25 No. 1 (2024) Vol. 24 No. 2 (2023) Vol. 24 No. 1 (2023) Vol. 23 No. 2 (2022) Vol. 23 No. 1 (2022) Vol. 22 No. 2 (2021) Vol. 22 No. 1 (2021) Vol. 21 No. 2 (2020) Vol. 21 No. 1 (2020) Vol 20 No 2 (2019) Vol. 20 No. 2 (2019) Vol 20 No 1 (2019) Vol 20 No 1 (2019) Vol. 20 No. 1 (2019) Vol 19 No 2 (2018) Vol. 19 No. 2 (2018) Vol 19 No 1 (2018) Vol. 19 No. 1 (2018) Vol. 18 No. 2 (2017) Vol 18 No 2 (2017) Vol 18 No 1 (2017) Vol. 18 No. 1 (2017) Vol 17 No 2 (2016) Vol. 17 No. 2 (2016) Vol 17 No 1 (2016) Vol. 17 No. 1 (2016) Vol. 16 No. 2 (2015) Vol 16 No 2 (2015) Vol 16 No 1 (2015) Vol. 16 No. 1 (2015) Vol 15 No 2 (2014) Vol. 15 No. 2 (2014) Vol 15 No 1 (2014) Vol. 15 No. 1 (2014) Vol 14 No 2 (2013) Vol. 14 No. 2 (2013) Vol 14 No 1 (2013) Vol. 14 No. 1 (2013) Vol. 13 No. 2 (2012) Vol 13 No 2 (2012) Vol. 13 No. 1 (2012) Vol 13 No 1 (2012) Vol 12 No 2 (2011) Vol. 12 No. 2 (2011) Vol. 12 No. 1 (2011) Vol 12 No 1 (2011) Vol. 11 No. 2 (2010) Vol 11 No 2 (2010) Vol. 11 No. 1 (2010) Vol 11 No 1 (2010) Vol. 10 No. 2 (2009) Vol 10 No 2 (2009) Vol. 10 No. 1 (2009) Vol. 9 No. 2 (2008) Vol 9 No 2 (2008) Vol 9 No 1 (2008) Vol. 9 No. 1 (2008) Vol 8 No 2 (2007) Vol. 8 No. 2 (2007) Vol. 8 No. 1 (2007) Vol 8 No 1 (2007) Vol. 7 No. 2 (2006) Vol 7 No 2 (2006) Vol 7 No 1 (2006) Vol. 7 No. 1 (2006) Vol 6 No 2 (2005) Vol. 6 No. 2 (2005) Vol. 6 No. 1 (2005) Vol 6 No 1 (2005) Vol. 5 No. 2 (2004) Vol 5 No 2 (2004) Vol 5 No 1 (2004) Vol. 5 No. 1 (2004) Vol. 4 No. 2 (2003) Vol. 4 No. 1 (2003) Vol 4 No 1 (2003) More Issue