cover
Contact Name
Novita Kamaruddin
Contact Email
novita.trivita@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jkp.fkep@unpad.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Padjadjaran
ISSN : 23385324     EISSN : 24427276     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Keperawatan Padjadjaran (JKP) or The Padjadjaran Nursing Journal is a peer review journal providing an open access facility for scientific articles published by the principles of allowing free research available for public to support global scientific exchange. Padjadjaran Nursing Journal (JKP) is published three times a year, specifically in April, August, and December.
Arjuna Subject : -
Articles 413 Documents
Gambaran Strategi Koping Keluarga dalam Merawat Anggota Keluarga yang Menderita Gangguan Jiwa Bera Yelsi Wanti; Efri Widianti; Nita Fitria
Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 4 No. 1 (2016): Jurnal Keperawatan Padjadjaran
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (747.452 KB) | DOI: 10.24198/jkp.v4i1.140

Abstract

Keluarga yang merawat anggota keluarga dengan gangguan jiwa sering mengalami stres karena perilaku anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa dan stigma yang melekat pada keluarga. Keluarga akan melakukan strategi koping untuk mengatasi stres yang dialami. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi strategi koping keluarga dalam merawat anggota keluarga yang menderita gangguan jiwa berat di rumah di Desa Sukamaju dan Desa Kersamanah Kecamatan Kersamanah Kabupaten Garut. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan jumlah responden sebanyak 43 orang anggota keluarga yang merawat pasien gangguan jiwa berat, diambil dengan total sampling. Data penelitian diambil menggunakan kuesioner dari instrumen baku Ways Of Coping (WOC) dan analisis data yang digunakan dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan sebagian dari responden yaitu 20 orang (47%) lebih cenderung menggunakan emotional focused coping, sebagian kecil responden yaitu 13 orang (30%) cenderung menggunakan problem focused coping dan sebagian kecil responden lainnya yaitu 10 orang (23%) dominan menggunakan problem focused coping dan emotional focused coping secara bersamaan. Simpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa keluarga dalam merawat pasien gangguan jiwa berat di rumah melakukan usaha untuk menghadapi stres dengan cara mengatur respon emosionalnya untuk menyesuaikan diri dari dampak yang ditimbulkan oleh pasien. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi perawat di puskesmas setempat untuk memberikan konsultasi dan konseling bagi keluarga dalam merawat pasien gangguan jiwa berat di rumah.Kata kunci: Gangguan jiwa berat, keluarga, strategi koping. Describe Of Family Coping Strategies In CaringFamily Members Suffering From Severe Mental DisordersAbstractFamilies who care for family members with mental illness often stresor due to the behavior of family members with mental illness and the stigma attached to the family. The family will do the coping strategies to overcome the stres experienced. The study purpose is to identify family coping strategies in caring for family members who suffer from severe mental disorders at home in Sukamaju and Kersamanah Villages in District of Garut. This design of study is quantitative descriptive with the number of respondents about 43 family members who care for patients with severe mental disorders, using total sampling. The data were taken using a questionnaire of raw instrument Ways Of Coping (WOC) and data analysis used form of a percentage. The results showed the majority of respondents, 20 people (47%) were more likely to use emotional focused coping, a small portion 13 respondents (30%) tend to use problem focused coping and a small portion 10 respondents (23%) predominantly use problem focused coping and emotional focused coping simultaneously. The conclusions of this study indicate that the family in caring for patients with severe mental disorders at home to make efforts to deal with stres by regulating the emotional response to adjust from the impact caused by the patient. The results of this study are expected to provide input for a nurse at a Health care to provide consultation and counseling for families in caring for patients with disorders severe mental at home.Keywords: Coping strategies, family, severe mental disorders.
Pengalaman Hidup Orang Terinfeksi Filariasis Lilis Lismayanti; Kusman Ibrahim; Lia Meilianingsih
Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 1 No. 1 (2013): Jurnal Keperawatan Padjadjaran
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (649.457 KB) | DOI: 10.24198/jkp.v1i1.48

Abstract

Filariasis merupakan penyakit yang kurang diperhatikan, karena penderita cenderung mengalami stigma negatif. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pengalaman hidup orang terinfeksi filariasis. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Tujuh partisipan berpartisipasi dalam penelitian ini. Analisis data menggunakan pendekatan Collaizi. Hasil penelitian mendapatkan lima tema dan 16 subtema. Pertama, pengalaman pertama kali terinfeksi filariasis dengan subtema kaget, bingung, dan perasaan tidak menentu. Kedua, pengalaman orang terinfeksi filariasis selama menjalani gejala klinisnya dengan subtema demam, nyeri, bengkak, keterbatasan aktivitas, dan kelelahan. Ketiga, gangguan emosi dan psikologis dengan subtema malu, jengkel, dan pasrah. Keempat, adanya beban sosial ekonomi dengan subtema menarik diri dari interaksi sosial dan kesulitan ekonomi. Kelima, pengalaman orang terinfeksi filariasis dalam mengakses pelayanan kesehatan dengan subtema penyakit yang tidak kunjung sembuh setelah beberapa kali berobat ke pelayanan kesehatan, mencari alternatif pengobatan, pelayanan kesehatan yang kurang memuaskan dan harapan pelayanan kesehatan yang lebih baik. Hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan untuk meningkatkan pelayanan keperawatan komunitas, baik pada kelompok yang sakit, yang beresiko dan yang sehat, dengan upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif.Kata kunci: Fenomenologi, filariasis, pengalaman hidup AbstractFilariasis is a disease that is less noted, because people with filariasis tend to experience negative stigma. This study aims to explore the lived experience of people infected with filariasis. This study is descriptive qualitative with phenomenological approach. Seven (7) participants involved in this study. Data was analized using Collaizi’s approach to analysis. The results of this study found 5 themes with 16 subthemes. First, the experience at first infected with filariasis with subthemes: shock, confusion, and feeling uncertain. Second, filariasis infected people experience during their clinical symptoms with subtheme: Fever, pain, swelling, lack of activity, and fatigue. Third, filariasis infected people experience of emotional and psychological disturbance with subthemes: Shame, irritated, and surrender. Fourth, Socioeconomic burden with subthemes: withdraw from social interaction and economic hardship. Fifth, filariasis infected people experience in accessing health services with subthemes: Never recovered after several times getting treatment by health professional, seeking alternative treatment, unsatisfactory with health services and expectation of better health care. The results of this study can be used as a reference to improve community nursing services, either at hospital group, risk and healthy people, with promotive, preventive, curative and rehabilitative.Key words: Filariasis, lived experience, phenomenology
Analyzing Factor that Affecting of Ventilator Associated Pneumonia Yuliyana Kumaladewi; Sari Fatimah; Aan Nuraeni
Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 6 No. 1 (2018): Jurnal Keperawatan Padjadjaran
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1451.98 KB) | DOI: 10.24198/jkp.v6i1.364

Abstract

AbstractBackground: Ventilator associated pneumonia (VAP) has been known to be the most common nosocomial infection in Intensive Care Unit (ICU). VAP increases length of care, cost, morbidity and mortality of patients in ICU. The ICU of RSMH Palembang have already been doing prevention of VAP incidence through VAP bundles, but the number of incidence were still high. Purpose: This study aimed to identify the factors associated with VAP incidence among the patients in ICU RSMH Palembang. Method: this study was quantitative study with kohort prospective approach. Samples were recruited from ICU RSMH Palembang using consecutive sampling technique for 4 months period (n=61). Data were collected using a questionnaire package consisting of a demographic questionnaire, CPIS instrument, APACHE II, an observation sheets that measure duration of using antibiotics, duration of using ventilator, reintubation and hand hygiene compliance. Data were analyzed using descriptive quantitative and logistic regression analysis. Results: VAP occured in 12 patients (19.7%). Bivariate test result with α:5% have shown that APACHE II (p:0.043), duration of using antibiotic (p:0.023), duration of using ventilator (p:0.001) and reintubation p:(0.001) were related to the incidence of VAP. Logistic regression analysis shows that reintubation (OR=0.035; CI 95%:0.28-0.658; p=0.013) and duration of ventilator > 5 days (OR=0.082; CI 95%: 0.09-0.74; p=0.026) were significant factor that affecting VAP. Conclusion. Reintubation was the most related factor with VAP incidence. It is recommended for doctors and nurses to conduct a proper and thorough assessment before extubation to minimalize the risk of reintubation.
Persepsi Perawat Neurosurgical Critical Care Unitterhadap Perawatan Pasien Menjelang Ajal Meilita Enggune; Kusman Ibrahim; Hana Rizmadewi Agustina
Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 2 No. 1 (2014): Jurnal Keperawatan Padjadjaran
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.266 KB) | DOI: 10.24198/jkp.v2i1.80

Abstract

Tingginya angka kematian yang terjadi di unit perawatan intensif, menuntut peningkatan pelayanan perawatan paliatif termasuk perawatan pasien menjelang ajal, yang melibatkan perawat perawatan kritis. Tujuan penelitian ini untuk memperoleh gambaran persepsi perawat terhadap perawatan pasien menjelang ajal di ruang Neurosurgical Critical Care Unit(NCCU). Delapan perawat pelaksana di ruang NCCU RSHS Bandung dilibatkan dalam penelitian deskriptif kualitatif ini dengan rentang usia antara 27– 43 tahun, dan bekerja selama 3–20 tahun. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive samplingdan jumlah informan dibatasi setelah data jenuh. Pengumpulan data dengan melakukan wawancara semi terstruktur, dan analisis yang digunakan adalah content analysis. Hasil penelitian didapatkan 4 tema dan 15 subtema yaitu: (1) Pemahaman perawat tentang perawatan pasien menjelang ajal yaitu: membantu pasien meninggal dengan tenang, menghadirkan keluarga untuk memberikan dukungan, dan lebih berfokus pada bimbingan spiritual; (2) Cara menghadapi kematian yang sering terjadi yaitu: adaptasi perawat terhadap kondisi pasien menjelang ajal, kesulitan menentukan fase menjelang ajal pasien kritis, dilema dalam pengambilan keputusan, dan empati; (3) Peran perawat dalam mempersiapkan pasien menjelang ajal yaitu: pembimbing spiritual pasien, komunikator, fasilitator, dan pemberi dukungan emosional keluarga; (4) Hal-hal yang perlu diperbaiki dalam perawatan menjelang ajal yaitu: diperlukan pelatihan perawatan paliatif pada pasien kritis, diperlukan ruangan khusus pasien menjelang ajal, diperlukan pembimbing rohani khusus, dan diperlukan standar operasional prosedur (SOP) perawatan pasien menjelang ajal. Perawat perlu memberikan perawatan yang membantu pasien meninggal dengan tenang, memberikan dukungan untuk keluarga, dan lebih difokuskan untuk memenuhi kebutuhan spiritual pasien.Kata kunci: Intensive Care Unit, perawatan akhir hidup, persepsi perawat AbstractThe high number of death that occurred in the Intensive Care Unit, strive to improve palliative care services including the provision of care of dying patients by critical care nurses. The purpose of this study was to obtain a perception of nurses toward the care of dying patients in the Neurosurgical Critical Care Unit ( NCCU ). Eight nurses who work at NCCU were involved in this study, age between 27- 43 and have been working from 3 to 20 years. The sampling technique used the purposive sampling method and a limited number of informants after data saturated. Data collection was done by conducting semi- structured interviews, content analysis was used to analyse the data. There are four themes with 15 sub-themes include: 1) Nurse understanding about caring for dying patients: help the patients to die peacefully, presenting the family to provide supports, and more focused on spiritual guidance. 2) Way of handling the frequent of death occurance: adaptation of nurses to dying condition, difficulty determining the critical phase of the dying patient, dilemmas in decision-making, and empathy. 3) The role of nurses in preparing for the dying patient: the patient spiritual guides, communicators, facilitators, and providers of family emotional support. 4) The Things that need to be improved in end of life care: the palliative care training is required in critically ill patients as well as separate unit for dying patients, exclusive spiritual guide, and standard operating procedures (SOP) of care for the dying patients. It can be concluded that nurses need to provide treatment that helping patients to die peacefully, and providing support for the family, which is focused on meeting the spiritual needs of patients.Key words:Intensive Care Unit, end of life care, nurses perception
Pemanfaatan Terapi Tradisional dan Alternatif oleh Penderita Gangguan Jiwa Muhammad Arsyad Subu
Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 3 No. 3 (2015): Jurnal Keperawatan Padjadjaran
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (781.14 KB) | DOI: 10.24198/jkp.v3i3.121

Abstract

Sampai saat ini masih sedikit informasi dari hasil-hasil penelitian tentang pemanfaatan terapi tradisional dan alternatif oleh para penderita gangguan jiwa di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana pemanfaatan terapi tradisional dan alternatif di antara penderita gangguan jiwa di Indonesia. Metode penelitian ini menggunakan Charmaz Constructive Grounded Theory untuk mengeksplorasi pemanfaatan terapi tradisional dan alternatif di antara pasien yang menderita gangguan jiwa. Metode pengumpulan data termasuk interaksi langsung (wawancara semi-terstruktur), document review, catatan lapangan dan memo. Data analisis menggunakan pendekatan Paille data analisis. Penelitian menghasilkan lima kategori: 1) kerasukan oleh setan atau roh; 2) penyakit akibat berdosa; 3) Berobat ke tradisional dulu baru akhirnya ke rumah sakit jiwa; 4) kekerasan; 5) takut dengan pengobatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi tradisional dan alternatif dan orang pintar (dukun, para pemimpin agama Islam, pendeta, paranormal dan pengobatan tradisional Cina) memiliki peran sentral dalam mendukung dan menawarkan solusi ketika seseorang memiliki gangguan jiwa di Indonesia. Para terapis atau ‘orang pintar’ biasanya merupakan pilihan pertama dari keluarga dan anggota ‘masyarakat lainnya jika berhubungan dengan terapi yang orang yang menderita gangguan jiwa. Penelitian lanjut diperlukan untuk melihat efektivitas terapi tradisional dan alternatif ini yang masih kurang diteliti dan didokumentasikan di Indonesia. Penelitian lebih lanjut juga perlu dilakukan untuk memahami sikap atau perspektif keluarga, masyarakat dan staf lembaga pemerintahan sebagai partisipan terkait dengan pengobatan tradisional dan alternatif ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian kuantitatif diperlukan untuk meneliti faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaaatan terapi tradisional dan alternatif oleh penderita gangguan jiwa di Indonesia.Kata kunci: Gangguan jiwa, terapi, tradisional-alternatif. Traditional and Alternative Therapies Usage by Psychiatric Patients: A Grounded Theory.AbstractUntil recently, little information is known from studies regarding the use of traditional and alternative therapies by people with mental illness in Indonesia. This study explored the use of traditional or alternative therapies among mentally ill sufferers in Indonesia. A Charmaz’s Constructivist Grounded Theory method was used to explore the use of traditional or alternative therapies among patients as a result of suffering from mental illness. Data collection method involved direct interaction (semi-structured interviews), mute evidence (document review), field notes and memos. Paillé (1994) data analysis was employed to organize and manage data. Study has led to five categories: 1) possessed by Satan or spirit; 2) sinful illness; 3) treatment at traditional before going to the hospital; 4) violence; 5) fear of treatment. Study results indicated that complementary - alternative treatments and ‘smart people’ (shamans, Islamic leaders, chaplains, paranormal and traditional Chinese medicine) have a central role in supporting and offering solutions when someone has a mental illness in Indonesia. Visiting therapists or ‘smart people’, is usually the first choice of patients, families and other community members when dealing with the mentally ill treatments. Further research is needed to see the effectiveness of traditional or alternative therapy which is still poorly researched and documented in Indonesia. It is also needed to understand the attitude or perspective of the family, the community and government staff as participants regarding traditional or alternative therapies. This study used a qualitative approach, thus quantitative research is needed to examine the factors that affect the utilization of traditional or alternative therapies by mentally ill people in Indonesia..Key words: Alternative, mental illness, therapy, traditional.
Hubungan Penggunaan Terapi Modern dan Komplementer terhadap Kualitas Hidup Pasien Kanker Payudara Erna Irawan; Laili Rahayuwati; Desy Indra Yani
Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 5 No. 1 (2017): Jurnal Keperawatan Padjadjaran
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1215.137 KB) | DOI: 10.24198/jkp.v5i1.346

Abstract

Kejadian kanker payudara yang meningkat di Indonesia berpotensi terhadap penurunan kualitas hidup manusia.Secara umum, dalam rangka peningkatan kualitas hidup, pasien memilih terapi modern meskipun di sisi lainterdapat efek fisik pasca terapi. Selain itu, untuk mengurangi efek terapi modern dan melengkapi terapi moderndalam meningkatkan kualitas hidup pasien kanker payudara dilakukan terapi komplementer namun belum banyakpenelitian yang membahas hal tersebut di Indonesia. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi hubunganpenggunaan terapi modern dan terapi komplementer (herbal, pijat, dan herbal-pijat) terhadap kualitas hidup pasienkanker payudara yang menjalani kemoterapi. Penelitian ini adalah jenis korelasi yaitu hubungan antara dua atau lebihvariabel dengan pendekatan cross sectional dan analisis data dengan Spearman test. Pengambilan data berdasarkankuesioner penelitian sebelumnya, meliputi terapi modern, terapi komplementer, dan kualitas hidup terhadap 178responden yang diambil dengan teknik accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan terapi modern dankomplementer berhubungan positif dengan kualitas hidup (ρ-value=0,00, ρ(rho) = +0,2), terapi modern secarabermakna berhubungan positif dengan kualitas hidup (ρ-value = 0,00, ρ(rho) = +0,5) dan terapi modern denganherbal secara bermakna berhubungan positif dengan kualitas hidup (ρ-value=0,00, ρ(rho)= +0,4). Adapun kombinasiterapi modern dan pijat (ρ-value = 0,57, ρ(rho) = -0,1) dan terapi modern, pijat, dan herbal tidak berhubungan dengankualitas hidup (ρ-value = 0,4, ρ(rho) = +0,2). Perawat komunitas dapat memberikan informasi mengenai pentingnyaterapi modern bagi kualitas hidup penderita kanker payudara. Penelitian lebih lanjut mengenai lama, intensitas,dan pemberi herbal sebagai pelengkap terapi modern dalam meningkatkan kualitas hidup pasien kanker payudara.
Validitas dan Reliabilitas Kuesioner Skrining Kekerasan terhadap Anak “ICAST-C” versi Bahasa Indonesia Meita Dhamayanti; Anne Dian Rachmawati; Nita Arisanti; Elsa Puji Setiawati; Viramita K Rusmi; Nanan Sekarwana
Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 5 No. 3 (2017): Jurnal Keperawatan Padjadjaran
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1557.287 KB) | DOI: 10.24198/jkp.v5i3.650

Abstract

 Saat ini belum ada kuesioner skrining kekerasan terhadap anak (KtA) di Indonesia. Upaya deteksi dini dapat menurunkan kejadian KtA. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan alat skrining kekerasan terhadap anak dengan cara modifikasi dari kuesioner yang telah banyak digunakan di Negara lain, yaitu the International Society for Prevention of Child Abuse and Neglect (ISPCAN)-Child Abuse Screening Tool (ICAST)-for Children (ICAST-C). Rancangan deskriptif dilakukan untuk menilai validitas dan reliabilitas instrumen. Pertama dilakukan lima tahapan translasi dan adaptasi lintas budaya terhadap instrumen hingga didapatkan kuesioner ICAST-C versi Bahasa Indonesia. Kedua dilakukan uji coba terhadap 45 anak usia 11–18 tahun yang bersekolah di SMP dan SMA Kota Bandung. Uji korelasi Rank-Spearman dan Kuder-Richardson digunakan masing-masing untuk mengukur validitas item dan reliabilitas. Validitas item kuesioner ICAST-C versi Bahasa Indonesia sebagian besar dinilai valid kecuali pada sembilan item (Rs ≤0,3). Reliabilitas keseluruhan variabel ICAST versi Bahasa Indonesia adalah KR 0,919. Kuesioner ICAST-C versi Bahasa Indonesia mempunyai validitas item dan reliabilitas yang baik sebagai alat skrining kekerasan terhadap anakKata kunci: ICAST-C, kekerasan terhadap anak, kuesioner skrining  AbstractNowadays there is still no screening tool for violence against child in Indonesia, Early detection may decrease child abuse prevalence The objective study was to obtain a screening tool for child abuse by modifying the questionnaires that have been widely used in other countries, specifically the International Society for Prevention of Child Abuse and Neglect (ISPCAN) -Child Abuse Screening Tool (ICAST) -for Children (ICAST-C). This descriptive study was begun with 5 phase of translation and adaptation across cultural of ICAST-C to establish Bahasa version. The item validity and reliability were measured by correlation Rank Spearman and Kuder-Richardson, respectively The items of ICAST-C Indonesian version were valid except on 9 items (Rs ≤0,3). The reliability of the ICAST-C Indonesian version was KR 0.919. The Indonesian versionquestionnaire of ICAST-C had a good item validity and reliability as a screening tool for child abuse.Keywords: ICAST-C, child abuse, questionnaire, screening
Larutan Pembersih PeriuretraSebelum Pemasangan Kateter Urin Menetap: Literature Review Awaluddin A; Nursiswati N
Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 2 No. 2 (2014): Jurnal Keperawatan Padjadjaran
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.7 KB) | DOI: 10.24198/jkp.v2i2.71

Abstract

Pemasangan kateter urin menetap pada pasien baru di rumah sakit adalah 23,2% setiap bulan. Delapan puluh persen kejadian infeksi saluran kemih disebabkan oleh kateter urin menetap yang tidak aseptik. Kematian akibat infeksi ini adalah 32% dari seluruh kasus infeksi nosokomial. Penggunaan larutan pembersih periuretra sebelum pemasangan kateter urin menetap dalam mengurangi infeksi saluran kemih kurang memadai. Metode yang digunakan adalah literature review, dengan pencarian pada database CINAHL, proquest, dan google scholaryang dipublikasikan dari tahun 1995 sampai dengan 2013. Kata kunci yang digunakan meliputi catheterization, indwelling urinary catheter, bacteriuria, meatal atau periurethral cleaning, urinary tract infection, dan nursing. Dua puluh lima literatur yang berkaitan didapatkan. Larutan yang umum digunakan adalah air kran, air steril, larutan antiseptik, dan salin normal. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara kejadian infeksi saluran kemih dengan penggunaan air kran dibandingkan dengan povidone-iodine10% atau chlorhexidine0.1%. Hal yang sama juga ditemui saat pengunaan air steril dibandingkan dengan povidone-iodineatau chlorhexidine gluconate10% atau 0.05%, saat penggunaan air dan sabun, busa pembersih kulit, povidone-iodine10%, dan salin normal. Air steril adalah larutan hipotonik, tidak mahal, dan tidak mengiritasi kulit. Salin normal juga lebih murah dan kurang mengiritasi kulit. Larutan antiseptik cukup mahal, dapat mengiritasi kulit, dan memiliki efek samping alergi atau toksik. Sabun memiliki sedikit kadar antiseptik dan relatif murah. Larutan pembersih periuretra sebelum pemasangan kateter yang dapat digunakan adalah air kran, air steril, larutan antiseptik, salin normal, dan air dan sabun. Diperlukan penelitian selanjutnya tentang penggunaan air steril atau salin normal. Kata kunci:Infeksi saluran kemih, kateter urin menetap, larutan pembersih periuretra AbstractMonthly, 23.2% of new patients in hospital had an indwelling urinary catheter, and 80% of them had urinary tract infections. Data showed that this infection was contributed to 32% of death in nosocomial infection cases. Using the periurethral cleaning solution before the insertion of indwelling catheter to reduce urinary tract infections are still debated. This literature review used some databases such as CINAHL, proquest and google scholar that published between 1995 and 2013. Key words included catheterization, indwelling urinary catheter, bacteriuria, meatal or periurethral cleaning, urinary tract infection, and nursing. This study reviewed 25 appropriate literatures. The solution were tap water, sterile water, antiseptic solution, and normal saline. Statistically, there was no differences of incidences of urinary tract infection when tap water solution compared with povidone-iodine or chlorhexidine 0.1% as well the use of sterile water compared with povidone-iodine or chlorhexidine gluconate 10% or 0.05%, water and soap, skin cleansing foam, povidone iodine, and normal saline. Sterile water is an inexpensive hypotonic solution and does not irritate the skin. Normal saline is also less expensive and less irritating to the skin. Antiseptic solution is quite expensive, can irritate the skin, and have an allergic or toxic side effects. Soap has little value as an antiseptic and relatively inexpensive. Tap water, sterile water, antiseptic solution, normal saline, and water and soap are some solutions that can be us as periuretral cleaning solution. Further study related to the usage of steril water or normal saline is needed.Key words: Indwelling urinary catheter, periurethral cleaning solution, urinary tract infection
Menurunkan Dismenoreaa Primer melalui Hipnoterapi pada Siswi Sekolah Menengah Pertama Oyoh O; Jenita Sidabutar
Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 3 No. 2 (2015): Jurnal Keperawatan Padjadjaran
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (698.832 KB) | DOI: 10.24198/jkp.v3i2.107

Abstract

Kejadian dismenorea primer di Indonesia sekitar 54,89%, sisanya 45,11% dismenorea sekunder. Dismenorea primer  pada siswi SMP X dari 35 siswi 25 siswi mengalami disminor bila haid. Salah satu pengobatan dismenorea secara non-farmakologis yaitu hipnoterapi. Hipnoterapi merupakan salah satu cara yang mudah, cepat, efektif, dan efisien dalam menjangkau pikiran bawah sadar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hipnoterapi terhadap dismenorea pada siswi SMP. Metode penelitian yang digunakan adalah Pre Eksperimental dengan rancangan penelitian one group pre-test-post-test. Jumlah populasi yang didapat 117 orang dan jumlah sampel yang diambil 20 orang, dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data diperoleh secara langsung dari responden dengan menggunakan alat ukur Verbal Descriptor Scale (VDS). Analisis data melalui dua tahapan, yaitu univariat dan bivariat dengan menggunakan uji t-dependen. Hasil penelitian didapatkan nilai rata-rata skala dismenorea sebelum diberikan intervensi adalah 6,50 dan nilai rata-rata sesudah diberikan intervensi adalah 1,35, terdapat pengaruh hipnoterapi terhadap dismenorea (t=17,596, p-value= 0,001). Hipnoterapi dapat disarankan untuk diterapkan sebagai tindakan nonfarmakologis untuk mengatasi dismenorea.Kata kunci: Dismenorea primer, hipnoterapi, SMP.Effect of Hypnotherapy on Alleviating Primary Dysmenorrhea in Junior High School StudentsAbstractThe incidence of primary dysmenorrhea in Indonesia amounts to approximately 54.89%, while another 45.11% is secondary dysmenorrhea. 25 out of 35 female students at SMP Patriot Bangsa (Patriot Bangsa Junior High School) experience primary dysmenorrhea when menstruating. One of nonpharmacological treatments for dysmenorrhea is hypnotherapy. Hypnotherapy is an easy, fast, effective, and efficient way to treat dysmenorrhea by reaching the subconcious. This research aimed to identify the effect of hypnotherapy on dysmenorrhea in junior high school students. This research used a pre-experimental method with one group pretest- posttest design. The population of this research was 117 students and 20 students were chosen as sample with purposive sampling technique. Data were collected from respondents using Verbal Descriptor Scale (VDS) instrument. Data were analyzed in two steps, univariate and bivariate with t-dependent test. The results showed that the average value of dysmenorrhea before intervention is 6.5 and after intervention is 1.35. Hypnotherapy was found to have an effect on dysmenorrhea (t=17,596, p-value 0,001). It was suggested to the school that they should conduct nonpharmacological interventions such as hypnotherapy as treatment of dysmennorhea.Key words: Dysmenorrhea primer, hypnotherapy, SMP.
Efektifitas Terapi Mendongeng terhadap Kecemasan Anak Usia Toddler dan Prasekolah Saat Tindakan Keperawatan Nidaa’ A’diilah; Irman Somantri
Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 4 No. 3 (2016): Jurnal Keperawatan Padjadjaran
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (677.27 KB) | DOI: 10.24198/jkp.v4i3.287

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi bahwa hospitalisasi menjadi saat yang memberikan perasaan tidak nyaman bagianak yang dapat mengakibatkan kecemasan. Hasil studi pendahuluan pada Ruang Anak RS X ditemukan 6 pasienkategori toddler-prasekolah menunjukkan reaksi cemas ketika akan dilakukan tindakan keperawatan, sedangkan4 pasien sebaliknya. Peran perawat dalam hal ini adalah mendukung perilaku koping anak, menstimulasiperkembangannya, dan mengurangi ketidaknyamanan, salah satu caranya dengan terapi mendongeng. Tujuanpenelitian untuk mengetahui pengaruh terapi mendongeng terhadap tingkat kecemasan anak usia toddlerdan prasekolah selama tindakan keperawatan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desaineksperimen semu ini menggunakan pendekatan posttest design with a comparison group. Variabel yang digunakanadalah terapi mendongeng dan tingkat kecemasan. Sampel penelitian menggunakan teknik quota purposivesampling, yaitu 15 sampel untuk tiap kelompok. Hasil penelitian menunjukkan mean skor kecemasan toddler4.40, sedangkan prasekolah 1.80, artinya skor kecemasan prasekolah lebih rendah dibandingkan toddler setelahterapi mendongeng. Simpulan penelitian menunjukkan terdapat perbedaan skor kecemasan pada usia toddlerdan prasekolah setelah pemberian terapi mendongeng. Namun, terapi lebih efektif diberikan kepada prasekolah.

Page 6 of 42 | Total Record : 413


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 3 (2025): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 13 No. 1 (2025): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 12 No. 3 (2024): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 12 No. 1 (2024): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 11 No. 3 (2023): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 11 No. 2 (2023): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 11 No. 1 (2023): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 10 No. 3 (2022): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 10 No. 2 (2022): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 10 No. 1 (2022): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 9 No. 3 (2021): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 9 No. 2 (2021): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 9 No. 1 (2021): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 8 No. 3 (2020): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 8 No. 2 (2020): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 8 No. 1 (2020): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 7 No. 3 (2019): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 7 No. 2 (2019): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 7 No. 1 (2019): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 6 No. 3 (2018): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 6 No. 2 (2018): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 6 No. 1 (2018): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 5 No. 3 (2017): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 5 No. 2 (2017): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 5 No. 1 (2017): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 4 No. 3 (2016): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 4 No. 2 (2016): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 4 No. 1 (2016): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 3 No. 3 (2015): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 3 No. 2 (2015): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 3 No. 1 (2015): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 2 No. 3 (2014): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 2 No. 2 (2014): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 2 No. 1 (2014): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 1 No. 3 (2013): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 1 No. 2 (2013): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 1 No. 1 (2013): Jurnal Keperawatan Padjadjaran More Issue