cover
Contact Name
Novita Kamaruddin
Contact Email
novita.trivita@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jkp.fkep@unpad.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Padjadjaran
ISSN : 23385324     EISSN : 24427276     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Keperawatan Padjadjaran (JKP) or The Padjadjaran Nursing Journal is a peer review journal providing an open access facility for scientific articles published by the principles of allowing free research available for public to support global scientific exchange. Padjadjaran Nursing Journal (JKP) is published three times a year, specifically in April, August, and December.
Arjuna Subject : -
Articles 400 Documents
Pengalaman Pasien yang Pernah Terpasang Ventilator Yani AF Bastian; Suryani Suryani; Etika Emaliyawati
Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 4 No. 1 (2016): Jurnal Keperawatan Padjadjaran
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (746.579 KB) | DOI: 10.24198/jkp.v4i1.141

Abstract

Jumlah pasien kritis yang terpasang ventilator menempati dua per tiga dari seluruh pasien ICU di Indonesia. Kondisi kritis dengan terpasang ventilator akan menimbulkan masalah fisik, psikososial dan spiritual. Tenaga kesehatan terutama perawat perlu memberikan asuhan keperawatan terhadap pasien ICU yang terpasang ventilator secara menyeluruh. Penelitian kualitatif terhadap pasien yang terpasang ventilator sangat diperlukan sebagai upaya untuk menggali secara mendalam pengalaman hidup pasien selama terpasang ventilator dan menemukan new insight (pemahaman baru) tentang pengalaman mereka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data didapatkan dengan wawancara mendalam terhadap 6 partisipan yang terdiri dari 2 laki-laki dan 4 perempuan, usia antara 27–54 tahun, yang terpasang ventilator antara 4 sampai 27 hari dan mendapatkan sedasi yang minimal. Analisis data menggunakan metode Colaizzi. Ada 8 tema yang didapatkan dari pengalaman hidup pasien selama terpasang ventilator yaitu (1) hilangnya harapan dalam menjalani hidup, (2) merasa telah diambang kematian, (3) prosedur suction yang dilematis –antara nyaman dan tidaknyaman, (4) kehadiran orang terkasih sebagai spirit dalam melanjutkan hidup, (5) memandang penyakit sebagai rencana dari Tuhan, (6) memandang rendah citra diri, (7) pentingnya fasilitator dalam menjalani ritual keagamaan dan (8) keinginan untuk dirawat oleh tenaga kesehatan yang terampil. Individu yang hidup selama terpasang ventilator mengalami dilemma dengan prosedur suction, memiliki citra diri yang rendah, membutuhkan fasilitator dalam pemenuhan kebutuhan spiritual serta keinginan untuk dirawat oleh tenaga kesehatan yang terampil. Berkaitan dengan hal tersebut, pasien yang terpasang ventilator membutuhkan dukungan, pendampingan dan kemampuan yang terampil dari petugas kesehatan terutama dari perawat.Kata kunci: Pasien kritis, pengalaman hidup, ventilator. The Experience of Patients after using VentilatorAbstractThe number of critically ill patients with mechanical ventilation occupies almost two-thirds of all ICU patients in Indonesia. The critical condition with mechanical ventilation will be followed by many human responses such as physical, psychosocial and spiritual problems. Health care providers, especially nurses are demanded to provide holistic care to the patients with mechanical ventilation. Qualitative study can be used to explore the life experience of the patients with mechanical ventilation to gain new insights of their experience. This study is a qualitative study using phenomenological approach. The data was obtained by in-depth interviews to six participants consisting of two men and four women with age range from 27 to 54 years. The length of time with mechanical ventilation was between 4 to 27 days and they received a minimal sedation. The data was analyzed by Colaizzi method of analysis. There were eight themes found from this study: hopelessness in life, feel closer to dying, the suction procedure dilemma between comfortable and uncomfortable, the presence of loved ones as a spirit for continuing live, the assumption of disease as God planning, perceived low self-image, the importance of the facilitator in religious rituals as well as the desire to be treated by skilled health care personnel. Patients with mechanical ventilation who experienced suction procedure dilemma have low self-image. They need a facilitator for meeting their spiritual needs, and caring from skilled health care provider especially from nurses.Keywords: Life experience, mechanical ventilation, the critical Ill patient.
Perilaku Self-Management Pasien Diabetes Melitus (DM) Dwi Siwi Handayani; Kurniawan Yudianto; Titis Kurniawan
Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 1 No. 1 (2013): Jurnal Keperawatan Padjadjaran
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (664.754 KB) | DOI: 10.24198/jkp.v1i1.49

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit kronik, oleh karena itu peran self-managementsangat penting dalam perawatan maupun pencegahan komplikasi akibat DM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku self- management.pasien DM dari aspek diet, medikasi, olahraga, pemantauan kadar gula darah dan perawatan kaki. Sebanyak 94 responsden diambil secara acak. Perilaku self-managementdiukur menggunakan kuesioner yang dikembangkan oleh penulis, dengan skor Alpha Chronbach 0,930 dan korelasi inter-item 0,385–0,797 dimana nilai tersebut valid dan reliabel untuk uji instrumen. Hasil penelitian menunjukkan lebih dari setengah responsden (64,9%) melakukan lima aspek self-managementdengan baik. Hampir semua responsden (94,7%) melakukan medikasi dengan baik, lebih dari setengah responsden melakukan diet (69,1%), olahraga (61,7%) dan perawatan kaki (77,7%) dengan baik. Namun hanya 25,5% responsden yang melakukan pemantauan gula darah dengan baik. Hasil penelitian ini dapat menjadi acuan bagi perawat untuk memberikan penyuluhan mengenai pentingnya pemantauan pada gula darah.Kata kunci: Diabetes Melitus, perilaku, self-management AbstractDiabetes Mellitus (DM) is one of the serious health problems in Indonesia. Since DM is a chronic disease, patients’ role (self-management) is very important either for treatment or DM-related complications prevention. This study was purposed to determine the level of patients’ diabetes self-management behavior, including diet, medication, exercise, blood glucose monitoring and foot care. Ninety-four responsdents were recruited randomly by gave the informed consent to diabetes patients. The questionnaire was developed by the researcher, with Chronbach Alpha 0,930 and inter-item correlation 0,385 to 0,797, which mean the instrument was valid and reliable. The results showed that in five aspects, more than half of responsdents (64,9%) reported that they performed good self-management. Almost all responsdents (94,7%) reported good medication, more than half of responsdents did well in diet, exercise (61.7%) and foot care (77.7%). However, only 25.5% responsdents who performed monitoring blood glucose levels properly. It called be good level when it fill the score criteria of the answer.Therefore, it was recommended for nurses and the hospital to develop any program to improve patients’ diabetes self-management behaviors, especially in the monitoring blood glucose.Key words: Behavior, diabetes mellitus, self-management
The Effects of Sundanese Kacapi Suling “Ayun Ambing” Music Therapy to The Level of Anxiety on Chronic Renal Failure Patient Undergoing Hemodialysis Mustopa Saepul Alamsah; Laili Rahayuwati; Chandra Isabella Hostanida Purba
Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 6 No. 1 (2018): Jurnal Keperawatan Padjadjaran
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1467.901 KB) | DOI: 10.24198/jkp.v6i1.390

Abstract

ABSTRACT One of the most common psychological problems found in patients with chronic renal failure (ESRD) undergoing hemodialysis is anxiety. Unresolved anxiety can have a negative impact on physiological and psychological conditions that can aggravate the condition of the disease. Traditional Sundanese music therapy Kacapi Suling "Ayun Ambing" has a slow tempo and soft so that it can be used as a therapy. The purpose of this study was to determine the effect of the music therapy Sunda Kacapi Suling "Ayun Ambing" to the anxiety level of patients undergoing hemodialysis.The design used was a Quasy Experimental, with a pretest-posttest control group design approach, involved 46 patients divided into control groups (23) and intervention groups (23) taken by purposive sampling. The intervention group get given Sundanese Kacapi Suling "Ayun Ambing" of music a week 2 times with time 30 minutes for 2 weeks. Anxiety levels were measured using HARS (Hamilton Anxiety Rating Scale) before and after intervention. The control group received standard interventions provided by the Hospital. Data were analyzed univariate and bivariate with Paired t test, Independent t test and Mann Whitney test.Characteristics of respondents between the intervention group and the homogeneous control did not differ significantly. Differences of average before and after in two groups with the tested paired t test showed no significant difference with p value <0.05 whereas for differences in the average change of scores between the intervention and control group with independent t test showed there was a significant difference with p value 0.05.In conclusion, Sundanese Kacapi Suling "Ayun Ambing" of music intervention has an influence on the anxiety with patient undergoing hemodialysis. An implication of this research was that Sundanese Kacapi Suling Music could be considered and applied as a complementary theraphy to decrease the anxety of client, particularly ESRD undergoing hemodialysis. Sundanese Kacapi Suling "Ayun Ambing" of music intervention can also be used as an intervention alternative in a further research in order to overcome health therapies such as anxiety and pain. Keywords: Chronic Kidney Failure, Hemodialysis, Anxiety, Music Kacapi Suling
Dukungan Keluarga pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 dalam Menjalankan Self-Management Diabetes Sisca Damayanti; Nursiswati N; Titis Kurniawan
Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 2 No. 1 (2014): Jurnal Keperawatan Padjadjaran
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (637.084 KB) | DOI: 10.24198/jkp.v2i1.81

Abstract

Penyakit diabetes melitus tipe 2 (DMT2) memerlukan pengontrolan untuk meminimalisir komplikasi melalui penerapan self-managementyang baik. Efektifitas penerapan self-managementdipengaruhi banyak faktor salah satunya dukungan keluarga. Keluarga merupakan lingkungan sosial yang paling dekat dengan pasien DM sehingga diharapkan dapat membantu, mengontrol dan membentuk perilaku pasien DM termasuk dalam hal ini perilaku self-management. Penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan potong lintang ini bertujuan untuk menggali dukungan keluarga dalam konteks pasien DM di Indonesia. Sebanyak 78 responden dilibatkan dalam penelitian ini dengan menggunakan metode concecutive sampling. Dukungan keluarga diukur menggunakan instrumen yang di modifikasi dari The Diabetes Social Support Questionnaire-Family Version (DSSQ-Family) dengan skor Alpha Cronbach 0,973 dan korelasi inter-item0.386-0.859. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan analisis deskriptif, dan dukungan keluarga dikategorikan menjadi favorable(bila skor total individu > nilai mean kelompok 69,62). Hasil penelitian menunjukkan lebih dari setengah responden (55,1%) melaporkan dukungan keluarga favorable. Dari analisis domain dukungan keluarga, dimensi dukungan lingkungan sosial secara umum menunjukkan persentase terendah (48,71%) dibandingkan domain dukungan keluarga yang lainnya. Dengan demikian menjadi penting bagi perawat untuk meningkatkan keterlibatan keluarga dalam perawatan DMT2 serta meningkatkan aspek dukungan lingkungan sosial. Kata kunci: Diabetes melitus, dukungan keluarga, perilaku self-managementAbstractType 2 diabetes mellitus (T2DM) must be controlled to reduce complications through good self-management behaviour (SMB). The effectiveness of SMB is influenced some factors, one of them is family support. family is the closest social enviroment for patients of DM, thus it is hoped to help, control, and create patient of DM behaviour includes self management behaviour. This study was descrition quantitative with cross sectional approach purposed to determine the level of patients’ perceived of family support in Indonesia. Seventy-eight respondents were included for this study by using concecutive sampling methode. The questionnaire for family support was modified from The Diabetes Social Support Questionnaire-Family Version (DSSQ-Family) with Chronbach Alpha 0,973 and inter-itemcorrelation 0,386-0,859. The data collected were analyzed using descriptive analysis, where family support categorized into favorable (if individual score > the respondents mean score = 69.62) and oppositely. The results showed that more than half of respondents (55,1%) reported favorable family support. Regarding family support domains, social network support noted as the lowest percentage (48.71%). Therefore, it is important for nurses and other healthcare professional to improve family involvement in diabetes care especially improving network support aspect.Key words:Diabetes mellitus, family support, self-management behaviour
Faktor-Faktor Berhubungan dengan Kualitas Hidup Anak Leukemia Limfositik Akut yang Menjalani Kemoterapi Dwi Novrianda; Krisna Yetti; Nur Agustini
Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 4 No. 1 (2016): Jurnal Keperawatan Padjadjaran
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (791.523 KB) | DOI: 10.24198/jkp.v4i1.132

Abstract

Leukemia limfositik akut merupakan tipe leukemia yang paling banyak terjadi pada anak-anak yaitu sekitar75-80%. Kemajuan pengobatan kemoterapi pada pasien leukemia limfositik akut telah meningkatkan angkakeberhasilan hidup. Akan tetapi, lama kehidupan yang dapat dicapai oleh pasien belum diiringi dengan pencapaiankualitas hidup yang lebih baik akibat efek sekunder kemoterapi terhadap fisik dan psikososial pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kualitas hidup anak leukemia limfositik akut yang menjalani kemoterapi. Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dilakukan pada 25 anak secara consecutive sampling. Pengumpulan data menggunakan PedsQLTM 4.0 Generic Core Scale dan peran perawat (Cronbach α = 0,90). Analisis data menggunakan korelasi Pearson dan uji t independen untuk mengetahui hubungan antar variabel serta regresi linear berganda untuk mengetahui faktor yang paling berhubungan dengan kualitas hidup generik. Hasil menunjukkan terdapat hubungan fase kemoterapi dan peran perawat dengan kualitas hidup generik(p<0,05). Peran perawat merupakan faktor prediktor kualitas hidup generic. Dengan demikian diperlukan upaya peningkatan peran perawat melalui pendidikan pelatihan terkait manajemen kemoterapi dan efek sampingnya.Kata kunci: Fase kemoterapi, kualitas hidup generik, peran perawat.Factors that are Related to Quality of Life of Children with Acute Lymphocytic Leukemia who Undergo ChemotherapyAbstractAcute lymphocytic leukemia is a type of leukemia that is most prevalent among children which is around 75-80%. The progress of chemotherapy for acute lymphocytic leukemia has increased the survival rate for this cancer. However, the length of life of the patients is often not accompanied by the better quality of life due to chemotherapy side effects towards patients’ physical and psychosocial conditions. This study aimed to identify factors that are related to the quality of life of children with acute lymphocytic leukemia who undergo chemotherapy in Dr. M.Djamil Hospital, Padang. Quantitative research with cross sectional approach was used to study 25 children who wererecruited using consecutive sampling. The data collection was conducted using PedsQLTM 4.0 Generic Core Scaleand nurses roles (Cronbach α = 0,90). The data analysis uses Pearson correlation and independent t-test to examinethe relationships between variable and multiple linear regression to identify the factor that is most related with the generic quality of life. The results showed that there was correlation between chemotherapy phases and nurses roles with generic quality of life (p<0.05). Nurses roles is a predictor factors for generic quality of life. Thus, there is a need to improve nurses’ roles through education and training regarding chemotherapy management and its side effects.Keywords: Chemotherapy phases, generic quality of life, nurses’ roles.
Tinjauan sistematis: Efektifitas Palliative Home Care untuk Pasien dengan HIV/AIDS Linlin Lindayani; Nenden Nur Asriyani Maryam
Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 5 No. 1 (2017): Jurnal Keperawatan Padjadjaran
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1225.816 KB) | DOI: 10.24198/jkp.v5i1.347

Abstract

Asuhan palitif untuk pasien dengan HIV/AIDS merupakan elemen inti dari asuhan pasien dengan HIV/AIDS. Asuhan paliatif yang berbasis home care saat ini menjadi elemen penting yang digunakan di berbagainegara. Akan tetapi, tidak ada studi atau tinjauan sebelumnya yang menganalisis efektifitas dari asuhanpaliatif yang berbasis home care pada pasien dengan HIV/AIDS. Tujuan dari tinjauan sistematik ini adalahuntuk mengevaluasi efektivitas Palliative Home Care untuk pasien dengan HIV/AIDS terhadap nyeri,pengendalian gejala, meningkatkan kualitas hidup, meningkatkan kepuasan asuhan, dan efektivitas biaya.Pencarian awal terbatas dilakukan di MEDLINE dan CINAHL. Kedua database tersebut dipilih denganpertimbangan bahwa keduanya merupakan database terbesar di bidang kesehatan dan kedokteran. Kemudiastrategi pencarian lainnya dilakukan pada database lain meliputi: Cochrane Library, UpToDate, Ovid, AIDSCare, Journal of Palliative Care, dan Journal of Palliative Medicine. Studi yang diterbitkan dalam Bahasa Inggrisdan tahun 2000-2016 dipertimbangkan untuk dimasukkan dalam tinjauan ini. Data diekstrak oleh penulis dandiringkas menggunakan alat ekstraksi data dari JBI (Joanna Briggs Institute). Kami menemukan 4 studi yangmasuk kedalam kriteria tinjauan kami, satu studi randomizes control trial dan tiga studi prospectively control.Hasil dari tinjauan ini menunjukkan bahwa Palliative Home Care terbukti efektif dalam mengontol nyeridan gejala-gelaja lain, mempertahankan dan meningkatkan kualitas hidup pasien, tingginya kepuasan daripasien dan kelurga terhadap asuhan Palliative Home Care berkisar 93% - 96% dan lebih cost-effectivenessdibandingkan dengan Hospital-Based Palliative Care. Dengan demikian, penting untuk mengembangkanPalliative Home Care untuk pasien dengan HIV/AIDS terutama untuk negara dengan sumber daya yang terbatas.
Pengalaman Perawat dalam Pelaksanaan Sistem Pemberian Pelayanan Keperawatan Profesional di RSUD Cibabat: Studi Fenomenologi Oyoh Oyoh; Irman Somantri; Nanan Sekarwana
Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 5 No. 3 (2017): Jurnal Keperawatan Padjadjaran
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1486.405 KB) | DOI: 10.24198/jkp.v5i3.678

Abstract

Pelayanan kesehatan bermutu merupakan salah satu wujud dari tuntutan masyarakat di era globalisasi saat ini. Implementasi Sistem Pemberian Pelayanan Keperawatan Profesional (SP2KP) sebagai salah satu upaya dalam peningkatan mutu pelayanan di Rumah Sakit. Penerapan SP2KP yang tidak sesuai standar akan berpengaruh terhadap kualitas pelayanan kesehatan. Penelitian yang mengkaji tentang pengalaman perawat dalam melaksanakan SP2KP masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman perawat dalam pelaksanaan SP2KP. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan dengan cara indepth interview. Partisipan adalah perawat yang terlibat dalam pelaksanaan SP2KP di ruang penyakit dalam yang berjumlah 7 partisipan. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive. Analisis dilakukan dengan metode Colaizzi. Dari hasil penelitian teridentifikasi 5 tema, yaitu: 1) Ketidaksamaan persepsi tentang SP2KP. 2) Hambatan melaksanakan SP2KP dengan baik. 3) Tanggung jawab dan tuntutan organisasi, 4) Hambatan menyeimbangkan tanggung jawab dan tuntutan organisasi. 5) Perlu peningkatan keterampilan profesional dan reward. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan SP2KP belum berjalan optimal karena beberapa kendala diantaranya: kurangnya komitmen dan dukungan dari berbagai pihak, perspektif antar perawat yang masih beragam dan unik. Untuk itu hendaknya pihak menejemen rumah sakit meningkatkan dukungan terhadap perawat SP2KP, melakukan penyelelarasan perspektif antar perawat, melakukan supervisi dan pengawasan dalam pelaksanaan SP2KP di ruangan, melengkapi fasilitas sesuai kebutuhan pasien dan merekrut perawat agar jumlah tenaga perawat sesuai dengan jumlah pasien, sehingga pelaksanaan SP2KP bisa berjalan optimal dan mutu pelayanan rumah sakit lebih meningkat.Kata kunci : Fenomenologi, perawat, SP2KP.  Nurse Experience in the Implementation of Professional Nursing Services System at Cibabat Hospital: Phenomenology Study AbstractQuality health services is one manifestation of the demands of society in this current era of globalization. Implementation of Professional Nursing Services System (SP2KP) as one of the efforts in improving the quality of service in the Hospital. Implementation of SP2KP that does not meet the standards will affect the quality of health services. Researches on the experience of nurses in implementing SP2KP are barely conducted. Therefore, this study aims to explore the experience of nurses in the implementation of SP2KP. This research uses qualitative method with phenomenology approach. Data collection is collected by in-depth interview. Participants were nurses who are involved in the implementation of SP2KP in the internal disease room which amounted to 7 participants. Sampling is collected by purposive method. The analysis was done by using Colaizzi method. As a result, there were identified 5 themes, namely: 1) Inequality of perceptions about SP2KP. 2) Obstacles to implement SP2KP well. 3) Responsibilities and demands of the organization, 4) Obstacles to balance organizational responsibilities and demands. 5) Need improvement of professional skill and reward. The results showed that the implementation of SP2KP has not run optimally because of several obstacles such as: lack of commitment and support from various parties, nurse perspectives are still diverse and unique. As a solution for the problem, the hospital management should increase the support to SP2KP nurses, to align the perspectives between nurses, to supervise and supervise SP2KP implementation in the room, to complete the facilities according to the needs of the patients and to recruit the nurses so that the number of nurses in accordance with the number of patients, so that the SP2KP implementation can run optimally and the quality of hospital services will increase. Keywords: Phenomenology, nurse, SP2KP. 
Urban Diabetic Women’s Perception of Healthy Eating Lifestyles from West Java Mayumi Mizutani; Junko Tashiro; Nia Damiati; Uswatun Khasanah
Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 2 No. 2 (2014): Jurnal Keperawatan Padjadjaran
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (637.502 KB) | DOI: 10.24198/jkp.v2i2.72

Abstract

This study aimed to explore perceptions about a healthy-eating lifestyle and reasons to practice a healthy-eating lifestyle of women with type 2 diabetes in a city of West Java by using a case study design. Six female patients, with type 2 diabetes, ages 47–63 from a hospital were interviewed guided by the health promotion model. Their healthy-eating lifestyle included currently practicing or not practicing a healthy-eating lifestyle. Reasons to practice were: beliefs for health and for physical energy to work for family, definition of multidimensional health and self-efficacy increased by: support from God, support from family, support from health professionals and improved or deteriorated health status by prior experience. Reasons not to practice were: difficulty in arranging diet, rejecting eating, controlling appetite, and accessing health care services. Related difficulties were interpersonal relations with family and social situation such as social events, expensive medical fee, and distance to the hospital. These findings suggest that women with type 2 diabetes in Indonesia need to be supported with the reasons to practice a healthy-eating lifestyle.Key words:Diet, health promotion, Indonesia, type 2 diabetes, women AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi persepsi tentang gaya hidup mengonsumsi makanan sehat dan alasan untuk mempraktikkan gaya hidup memakan makanan sehat pada wanita penderita diabetes tipe 2 di satu kota di Jawa Barat dengan menggunakan desain penelitian studi kasus. Enam pasien wanita penderita diabetes tipe 2 berumur antara 47–63 tahun. Penelitian ini dilakukan di sebuah rumah sakit. Pasien diwawancara secara terbimbing menggunakan model promosi kesehatan. Gaya hidup partisipan dalam mengonsumsi makanan sehat dinilai dalam penelitian ini, termasuk yang sedang dipraktikkan atau tidak sedang dipraktikkan. Hasil penelitian menunjukkan alasan partisipan untuk mengonsumsi makanan sehat adalah: keyakinan untuk sehat dan kekuatan fisik untuk bekerja bagi keluarga, definisi kesehatan multidimensi dan efikasi diri meningkat oleh dukungan Tuhan, dukungan dari keluarga, dukungan dari petugas kesehatan, dan meningkatnya atau menurunnya status kesehatan oleh pengalaman sebelumnya. Alasan untuk tidak mengonsumsi makanan sehat adalah kesulitan dalam: mengatur diet, menolak makan, mengontrol nafsu makan, dan kesulitan mengakses pelayanan kesehatan. Kesulitan-kesulitan yang terkait dengan masalah ini adalah hubungan interpersonal dengan keluarga dan situasi sosial seperti acara-acara sosial, biaya medis yang mahal, dan jarak ke rumah sakit. Penelitian ini menyarankan peningkatan dukungan bagi wanita penderita diabetes tipe 2 di Indonesia agar mempraktikkan gaya hidup memakan makanan yang sehat.Kata kunci:Diabetes tipe 2, Indonesia, makanan, promosi kesehatan, wanita
Intensi Perawat Melakukan Pencegahan Luka Tekan di Ruang Intensif berdasarkan Theory Planned of Behaviour Ristina Mirwanti; M. Z. Arifin; Hana Rizmadewi Agustina
Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 3 No. 2 (2015): Jurnal Keperawatan Padjadjaran
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (767.677 KB) | DOI: 10.24198/jkp.v3i2.108

Abstract

Luka tekan merupakan salah satu dampak hospitalisasi pada pasien kritis. Perawat memiliki peran yang penting dalam pencegahan luka tekan tetapi banyak perawat yang belum melakukan upaya pencegahan luka tekan secara maksimal sehingga perlu kajian untuk mengetahui faktor –-faktor yang memengaruhinya. Intensi merupakan antiseden terdekat dengan perilaku seseorang. Berdasarkan Theory of Planned Behavior (TPB), intensi seseorang untuk melakukan sesuatu dipengaruhi oleh sikap, norma subyektif, dan pengendalian perilaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang memengaruhi intensi perawat melakukan pencegahan luka tekan. Penelitian kuantitatif ini menggunakan deskriptif analinitik observasional dengan pendekatan korelasional dilakukan secara cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah perawat yang melakukan asuhan keperawatan langsung pada pasien di ruang perawatan intensif. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan total sampling, yaitu 70 perawat di ruang perawatan intensif. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara sikap dengan intensi (r = 0,632, p < 0,05), norma subyektif dengan intensi (r = 0,625, p < 0,05), dan pengendalian perilaku dengan intensi (r = 0,633, p < 0,05). Semakin favorable sikap perawat maka akan semakin tinggi intensi perawat melakukan pencegahan luka tekan. Semakin tinggi tekanan normatif dari sekitar perawat maka akan semakin tinggi pula intensi perawat, dan semakin tinggi pengendalian perilaku yang dirasakan perawat maka akan semakin tinggi pula intens perawat.Kata kunci: Intensi, pencegahan luka tekan, perawat, ruang intensif.Nurses’ Intention to Prevent Pressure Ulcers in ICU based on Theory of Planned BehaviourAbstractPressure ulcer is one of the effects of hospitalization in critically-ill patients. Nurses have an important role in preventing pressure ulcer but many nurses do not implement preventive measures well. Factors influencing it need to be studied. Intention is the closest antecedent to behaviour. Based on the Theory of Planned Behavior (TPB), intention to do something is influenced by attitude, subjective norms, and perceived behavior control (PBC). The purpose of this study was to examine the relationship among antecedents: attitude, subjective norm, perceived behavior control and the intention of nurses to prevent pressure ulcer. This research was a correlational study using observational analytic description design with cross sectional approach. Population of this study was nurses who worked in the intensive care unit. Total sampling technique was used to select 70 nurses. Results of this study showed  there was relationship between attitude and intention (r = 0.632, P <0.05), subjective norms and intention (r = 0.625, P <0.05), and PBC and intention (r = 0.633, p <0.05). The more favorable the attitude, the higher the intention to prevent pressure ulcer. The higher the normative pressure from surrounding nurses, the higher the intention. The higher the perceived behavioral control, the higher the intention to prevent pressure ulcer.Key words: Intense, intensive care unit, nurse, pressure ulcer prevention.
Pengaruh Sentuhan Spiritual Quantum terhadap Nyeri Saat Perubahan Posisi pada Pasien Paska Operasi di Ruang Perawatan Intensif Ani Haryani; F Sri Susilaningsih; Aat Sriati
Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 4 No. 3 (2016): Jurnal Keperawatan Padjadjaran
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (703.695 KB) | DOI: 10.24198/jkp.v4i3.288

Abstract

Pasien paska operasi besar berisiko mengalami komplikasi yang mengancam kehidupan. Mobilisasi dinimerupakan salah satu prosedur untuk mencegah komplikasi tersebut, namun mobilisasi menyebabkan peningkatannyeri. Sentuhan Spiritual Quantum (SSQ) merupakan intervensi komplementer berbasis biofield energy yangtelah banyak digunakan pada praktik keperawatan untuk mengurangi nyeri post operasi. Tujuan penelitianini adalah untuk mengetahui pengaruh SSQ terhadap nyeri saat miring kiri kanan pada pasien paska operasi.Desain penelitian adalah pre-eksperimental one group pretest-post test design. Jumlah sampel dalam penelitianadalah 18 orang yang didapat melalui purposive sampling. Intensitas nyeri diukur dengan menggunakan NumericRating Scale (0-10). Analisis data menggunakan wilcoxon test untuk mengetahui perbedaan intensitas nyeri padapengukuran pre dan post test. Hasil penelitian menunjukkan nilai median intensitas nyeri saat istirahat adalah 5,posisi miring tanpa SSQ adalah 8, posisi miring setelah SSQ1 adalah 5,5 dan miring setelah SSQ 2 adalah 5. Terjadipenurunan yang bermakna saat miring setelah SSQ1(p=0,001) dan SSQ2. SSQ dapat menjadi alternatif bagiperawat di area keperawatan kritis dalam manajemen nyeri non farmakologis untuk meningkatkan kemampuanmobilisasi. Diperlukan penelitian lanjutan menggunakan sampel yang lebih besar dan kasus yang lebih bervariasi.

Page 9 of 40 | Total Record : 400


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 13 No. 1 (2025): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 12 No. 3 (2024): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 12 No. 1 (2024): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 11 No. 3 (2023): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 11 No. 2 (2023): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 11 No. 1 (2023): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 10 No. 3 (2022): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 10 No. 2 (2022): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 10 No. 1 (2022): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 9 No. 3 (2021): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 9 No. 2 (2021): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 9 No. 1 (2021): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 8 No. 3 (2020): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 8 No. 2 (2020): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 8 No. 1 (2020): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 7 No. 3 (2019): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 7 No. 2 (2019): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 7 No. 1 (2019): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 6 No. 3 (2018): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 6 No. 2 (2018): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 6 No. 1 (2018): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 5 No. 3 (2017): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 5 No. 2 (2017): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 5 No. 1 (2017): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 4 No. 3 (2016): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 4 No. 2 (2016): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 4 No. 1 (2016): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 3 No. 3 (2015): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 3 No. 2 (2015): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 3 No. 1 (2015): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 2 No. 3 (2014): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 2 No. 2 (2014): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 2 No. 1 (2014): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 1 No. 3 (2013): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 1 No. 2 (2013): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 1 No. 1 (2013): Jurnal Keperawatan Padjadjaran More Issue