cover
Contact Name
Novita Kamaruddin
Contact Email
novita.trivita@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jkp.fkep@unpad.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Padjadjaran
ISSN : 23385324     EISSN : 24427276     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Keperawatan Padjadjaran (JKP) or The Padjadjaran Nursing Journal is a peer review journal providing an open access facility for scientific articles published by the principles of allowing free research available for public to support global scientific exchange. Padjadjaran Nursing Journal (JKP) is published three times a year, specifically in April, August, and December.
Arjuna Subject : -
Articles 400 Documents
Pengaruh Edukasi Berbasis Keluarga terhadap Intensi Ibu Hamil untuk Optimalisasi Nutrisi pada 1000 Hari Pertama Kehidupan Rosani Naim; Neti Juniarti; Ahmad Yamin
Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 5 No. 2 (2017): Jurnal Keperawatan Padjadjaran
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1351.431 KB) | DOI: 10.24198/jkp.v5i2.475

Abstract

Periode emas tumbuh kembang seorang anak dimulai sejak anak dalam kandungan hingga berusia dua tahun. Wanita hamil dan anak-anak usia dibawah 5 tahun berada pada risiko tertinggi micronutrient deficiencies (MNDs), masalah pertumbuhan, penurunan intelektual, komplikasi perinatal dan meningkatnya risiko morbiditas dan mortalitas. Oleh karena itu ibu hamil memerlukan program edukasi tentang nutrisi yang tepat untuk kesehatan ibu dan janin. Edukasi berbasis keluarga sesuai program keluarga sehat dapat meningkatkan intensi untuk mengubah perilaku kesehatan. Menurut Theory of Planned Behavior (TPB), bahwa intensi untuk mengubah perilaku dipengaruhi oleh sikap, norma subjektif dan persepsi kontrol perilaku. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pengaruh edukasi berbasis keluarga terhadap intensi ibu hamil untuk optimalisasi nutrisi pada 1000 Hari Pertama Kehidupan di wilayah kerja Puskesmas Neglasari, Kota Bandung. Desain penelitian menggunakan quasi eksperiment, pre-test and posttest with control group design. Pengambilan sampel dengan teknik total sampling seluruh ibu hamil yang terdata di Puskesmas sampai bulan November 2016 berjumlah 44 orang yang kemudian dibagi dalam kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Kegiatan edukasi dilaksanakan melalui tiga kali pertemuan kunjungan rumah. Analisis data menggunakan Wilcoxon test dan Mann whitney test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara edukasi berbasis keluarga terhadap intensi ibu hamil untuk optimalisasi nutrisi pada 1000 hari pertama kehidupan (p = 0.00). Program edukasi berbasis keluarga adalah efektif meningkatkan intensi ibu hamil. Dengan demikian, disarankan penerapan edukasi berbasis keluarga dalam intervensi keperawatan untuk meningkatkan kesehatan ibu dan bayi yang dikandungnya.Kata kunci: Edukasi berbasis keluarga, intensi, ibu hamil, nutrisi, 1000 hari pertama kehidupan. Effect Of Family-Based Education Towards Pregnant Mothers’ Intention to Optimize The Nutrition at 1000 First Day Of LifeAbstractChildren “Golden Period” starts since in the womb until two years after birth. Pregnant mothers and children under five (5) years old are at risk to suffer from micronutrient deficiencies (MNDs), growth problems, intellectual impairment, perinatal complications and increase of morbidity and mortality risks. Therefore pregnant mothers need an education program about proper nutrition for mothers’ and the fetus’ health.Family based education can improve intention to change health behavior. According to Theory of Planned Behavior (TPB, behaviour is influenced by attitudes, subjective norms and perceived behavioral control. Intention in order to change the behavior. The study aimed to identified the effect of family-based education towards pregnant mothers’ intention to optimize the nutrition at 1000 First Day of Life in the working area of Puskesmas Neglasari, BandungResearch design was quasi experiment, pre-test and post-test with control group design. A total of 44 pregnant mothers’ were recruited and divided into intervention and control group. Intervention were conducted three times through home visits. The data were analyzed using Wilcoxon test and Mann Whitney testThe findings showed that there was a significant effect between the family-based education towards pregnant mothers’ intention to optimize the nutrition of 1000 first days of life (p = 0.00). Thus, it is recommended to apply family based education in nursing intervention to improve of mothers and fetus health.Keywords : Family based education, intention, pregnant mothers’, nutrition, 1000 first days of life.
Hubungan Tingkat Pendidikan, Pekerjaan, dan Paritas Ibu dengan Usia Penyapihan pada Balita Vinda Dwi Oktoviyanda; Helwiyah Ropi; Ai Mardiyah
Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 1 No. 3 (2013): Jurnal Keperawatan Padjadjaran
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (630.638 KB) | DOI: 10.24198/jkp.v1i3.63

Abstract

Penyapihan cepat adalah salah satu penyebab anak terserang infeksi karena daya tahan tubuhnya menurun, namun ditemukan banyak ibu-ibu yang melakukan penyapihan cepat di Wilayah Posyandu “X”. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara tingkat pendidikan, pekerjaan, dan paritas ibu dengan usia penyapihan pada balita di Wilayah Posyandu X menggunakan metode deskriptif korelasional dengan studi retrospektif terhadap 60 responden ibu yang memiliki anak usia 2−5 tahun dengan tehnik purposive samplingdan dianalisis menggunakan spearman rankdan odd ratio(OR). Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara tingkat pendidikan dengan usia penyapihan (p=0.868), ada hubungan negatif antara pekerjaan dengan usia penyapihan (p=0.016) dan ada hubungan antara paritas dengan usia penyapihan (p=0.027) serta nilai odd ratio (OR) 8,143. Dari hasil penelitian disarankan bahwa pendidikan kesehatan tentang ASI perlu ditambahkan tentang cara penyapihan ASI yang benar dan mengevaluasi pendidikan kesehatan yang diberikan secara teratur.Kata kunci: Balita, paritas, pekerjaan, penyapihan ASI, tingkat pendidikan AbstractThe early weaning process is one of the infection causes among children. That process have influenced in reducing the children’s immune. However, many mothers in the “Posyandu X” have applied the early weaning process to their children. This study aimed to know the relationship between the level of education, job status, maternal parities and the weaning time in toddlers in the “Posyandu X”. This study used the descriptive correlational approach with retrospective study. Samples were 60 mothers who have children aged 2–5 years old. Samples were chosen using the purposive sampling method, and data were analysed using spearman rank and odd ratio (OR). The result showed that there were no correlation between the level of education and the age of weaning (p=0.868), there were negative correlation between mother’s job status and the age of weaning (p=0.016), and there were correlation between the maternal parity and the age of waning p=0.027). The study also found that the odd ratio= 8.143. The study suggests that the health education program related to breast feeding should involve the weaning process as part of the health education material.Key words:Job status, parities, the level of education, the weaning process, toddlers
Cervical Cancer Awareness: An Information Dissemination Campaign In Indonesia Dedeh Sri Rahayu; Marcos Ochoa
Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 3 No. 1 (2015): Jurnal Keperawatan Padjadjaran
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.511 KB) | DOI: 10.24198/jkp.v3i1.97

Abstract

This  descriptive-correlational study  was  conducted  to  determine  the level  of  cervical cancer  awareness of 196 participants who were conveniently recruited from selected regions in South Cimahi, Melong, West Java,Indonesia. The survey was conducted on February 2014 for fifteen (15) days using a survey questionnaire for  data  collection.  Descriptive  statistics  such  as  frequency  and  percentage  distribution  were  used  for demographic profile and weighted mean for the assessment of the level of awareness on cervical cancer, and inferential statistics such as Pearson r and chi square for   hypothesis testing. They have moderate awareness on basic information on cervical cancer, foremost are the areas on prevention, anatomy, treatment and common diagnostic examination, but with very little knowledge or partial awareness on the items pertaining to signs and symptoms, etiology and mode of transmission of cervical cancer. The results of chi square and pearson r tests found that the participants’ gender and educational attainment were not significantly correlated with their level of awareness on cervical cancer while, family monthly income was significantly correlated to their level of awareness.  Hence, this study concluded that gender and educational attainment do not necessarily determine a person’s level of awareness or knowledge but family income could contribute to their level of awareness. The study findings formed the basis of designing an information dissemination campaign material on cervical cancer among the residents of South Cimahi, Indonesia. In this regard, an intensive information dissemination campaign  program  on  cervical  cancer  is  recommended  using  the  proposed  campaign  material  designed.Key words: Campaign, cervical cancer, detection, dissemination. Kampanye di Indonesia: Deteksi Dini Kanker Serviks AbstrakPenelitian deskriptif-korelasional ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kesadaran 196 peserta yang nyaman direkrut dari daerah tertentu di Cimahi Selatan, Melong, Jawa Barat, Indonesia. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Statistik deskriptif digunakan untuk profil demografis dan rata-rata untuk penilaian tingkat kesadaran mengenai kanker serviks, dan statistik inferensi seperti Pearson r dan Chi square untuk pengujian hipotesis. Hasil  penelitian menunjukkan bahwa  responden  memiliki kesadaran  moderat  pada  informasi  dasar  tentang kanker serviks, terutama adalah daerah tentang pencegahan, anatomi, pengobatan dan pemeriksaan diagnostik umum,  tetapi  dengan  sedikit  pengetahuan  atau  kesadaran  parsial  pada  item  yang  berkaitan  dengan  tanda- tanda dan gejala, etiologi dan cara penularan kanker serviks. Kemudian ditunjukkan bahwa gender dan pendidikan  pencapaian  peserta  tidak  signifikan  berkorelasi  dengan  tingkat  kesadaran  pada  saat  kanker serviks,  pendapatan  bulanan  keluarga  secara  signifikan berhubungan  dengan  tingkat  kesadaran.  Penelitian ini  menyimpulkan  bahwa  gender  dan  pencapaian  pendidikan  tidak  selalu  menentukan  tingkat  kesadaran seseorang atau pengetahuan tetapi pendapatan keluarga dapat memberikan kontribusi untuk tingkat kesadaran.Kata kunci: Deteksi, disseminasi, kampanye, kanker serviks.
Kualitas Hidup Pasien Pasca Bedah Pintas Arteri Koroner (BPAK) Ida Rosidawati; Kusman Ibrahim; Aan Nuraeni
Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 4 No. 2 (2016): Jurnal Keperawatan Padjadjaran
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1048.578 KB) | DOI: 10.24198/jkp.v4i2.238

Abstract

Penyakit Jantung koroner (PJK) merupakan salah satu penyebab utama dan pertama angka kematian di negara maju dan berkembang, termasuk Indonesia. Angka kematian akibat PJK yang semakin meningkat perlu mendapatkan perhatian khusus. Upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan tindakan Bedah Pintas Arteri Koroner (BPAK) yang dapat meningkatkan kualitas hidup pasien. Pasien pasca BPAK mengalami perubahan dalam hal bio-psiko-sosio-spiritual yang dapat memengaruhi kualitas hidup. Instrumen yang digunakan untuk mengukur kualitas hidup selama ini masih umum dan mengacu pada budaya dan pelayanan kesehatan di luar negeri, padahal kualitas hidup dipengaruhi oleh budaya setempat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplor kualitas hidup pasien pasca BPAK di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan jumlah partisipan sebanyak 6 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara semi terstruktur yang mengacu pada intrumen Short Form36. Analisa data menggunakan content analysis. Hasil Penelitian yaitu secara fisik semua partisipan masih merasakan nyeri di bekas luka operasi seperti kesemutan dan baal, tetapi tidak sampai mengganggu aktivitas sehari-harinya. Secara emosional semua partisipan mengungkapkan rasa bahagia karena sudah terbebas dari penyakitnya, walaupun tidak sembuh secara total tetapi semua partisipan menerima keadaan dirinya. Secara Sosial semua partisipan mengungkapkan bahwa dukungan keluarga dan dukungan orang sekitar sangat dibutuhkan. Bentuk spiritualitas pada penelitian ini adalah partisipan merasa lebih dekat dengan Tuhan dan lebih mensyukuri keadaannya sekarang. Berdasarkan hasil penelitian terdapat aspek baru yang didapatkan dari hasil penelitian ini yaitu pentingnya spiritualitas dalam kualitas hidup partisipan. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi bahan pertimbangan dalam proses asuhan keperawatan.Kata kunci:Bedah Pintas Arteri Koroner, Kualitas Hidup,Short Form36.Quality of Life among Patients with Post Coronary Artery Bypass SurgeryAbstractCoronary Artery Diseases (CAD) remains one of the major problems lead to a high mortality rate in many countries including Indonesia. Thus, treatment such as coronary artery bypass surgery is considered as a common treatment to reduce the fatal risks. However, post-surgical problems may arise which can diminish the patient’s quality of life regardless cultural and contextual causal factors. This descriptive qualitative study aimed to explore the quality of life among patients undergone the coronary artery bypass surgery in Dr. Hasan Sadikin General Hospital Bandung. Data were collected using an individual semi-structured interview following the Short Form 36 instrument (SF-36) with six participants were recruited. Content analysis was employed to analysis the transcribed data. Findings revealed that all participants have experienced pain, numbness and tingling sensations particularly on the surgical sites without the presence of any daily activity living disturbances. They expressed more positive emotional feelings because of having freedom from their illness. The presence of strong social supports given by families and relatives has motivated the patients to face their recovery phase. In addition, participants expressed the need to have spiritual care which can help them to feel getting closer to the Lord and being more grateful for whatever situations they may have at the moment. Findings have further emphasised the importance of spirituality in the achievement of good quality of life among the participants. The result is expected to contribute to the improvement of best quality of post-operative nursing care plan. Keywords: Coronary Arterial By-Passed Surgery, post-operative care, quality of life, spirituality.
Studi Kualitatif Pola Kehidupan Pasien Kanker Payudara Witdiawati W; Laili Rahayuwati; Sheizi Prita Sari
Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 5 No. 1 (2017): Jurnal Keperawatan Padjadjaran
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1189.163 KB) | DOI: 10.24198/jkp.v5i1.352

Abstract

Kematian akibat kanker payudara masih menempati urutan pertama pada kasus baru kanker di Indonesiabahkan di dunia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi pola kehidupan klien kanker payudaradalam menjaga kualitas hidupnya. Teori Culture Care Diversity and Universality digunakan sebagai kerangkakerja dalam penelitian ini. Rancangan penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengambilansampel dengan purposive sampling pada 6 orang informan klien kanker payudara yang berada di KabupatenGarut. Pengumpulan data dengan teknik wawancara dan observasi partisipasi. Transkripsi data dianalisismenggunakan metoda analisis Transcultural Nursing dari Medeleine Leininger. Hasil penelitian menunjukandomain muncul sebagai pola enkulturasi kehidupan wanita penderita kanker payudara dalam budaya Sundayaitu: 1) pengabdian wanita Sunda, 2) adaptasi klien kanker payudara dalam menjalani kehidupannya,3) makna end of life. Kesimpulan penelitian, pola budaya tersebut saling berhubungan dalam kehidupanWanita Sunda dengan kanker payudara. Disarankan perawat dapat memberikan pelayanan keperawatankepada klien kanker payudara dengan menerapkan asuhan keperawatan yang kongruen dengan nilai budaya.
Hubungan Host dan Lingkungan dengan Manifestasi Klinis Hepatitis A Retno Sunartyasih; Luciana Asih Kartikasari
Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 1 No. 2 (2013): Jurnal Keperawatan Padjadjaran
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.149 KB) | DOI: 10.24198/jkp.v1i2.54

Abstract

Hepatitis A adalah infeksi sistemik oleh virus hepatitis A yang menyerang organ hati dan penularannya terjadi secara fekal-oral. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya mahasiswa sebuah perguruan tinggi swasta sebanyak 160 orang terkena hepatitis A pada bulan Oktober–November 2011, dan mereka telah menjalani rawat jalan maupun rawat inap. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara faktor hostdan lingkungan dengan manifestasi klinis penyakit hepatitis A pada mahasiswa Universitas X di Bandung. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei–Juni 2012. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang terkena penyakit hepatitis A dari bulan Oktober–Desember 2011. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 114 mahasiswa. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain penelitian survei analisis cross sectional. Analisis data menggunakan Chi-Square. Dari hasil penelitian didapatkan kesimpulan bahwa faktor hostdan lingkungan memiliki hubungan dengan manifestasi klinis penyakit hepatitis A dengan nilai p<0.05. Kondisi lingkungan juga perlu diperhatikan agar dapat mencegah terjadinya penyakit terutama hepatitis A.Kata kunci: Faktor host, hepatitis A, manifestasi klinis AbstractHepatitis A is a common systemic infection transmitted by fecal-oral. This study conducted based on increased hepatitis A incidence among students in a private university in Bandung (October-November 2011). The aimed of this study was to identified the relationship between host and environtment factor with clinical manifestation of hepatitis A in X University’s student in Bandung. This study was conducted in May-June 2011. The population of this study was 114 student who experienced hepatitis. A quantitative survey used as a method in this study. The data was analyzed by non parametric chi-square test. Result of this study showed there was a significant relationship between host and clinical manifestation of hepatitis A (p<0.05). Student should have a high body endurance to enhance immunity particulary in a distress condition and mainten health environment to prevent hepatitis A transmission.Key words:Clinical manifestation, hepatitis A, host factor
Pengalaman Keluarga sebagai Caregiver dalam Merawat Pasien Strok di Rumah Nanda Masriani Daulay; Setiawan S; Nunung Febriany S
Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 2 No. 3 (2014): Jurnal Keperawatan Padjadjaran
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (642.045 KB) | DOI: 10.24198/jkp.v2i3.86

Abstract

Sebagian besar pasien strok yang kembali ke rumah mengalami kecacatan. Kecacatan akibat strok tidak hanya berdampak bagi pasien, akan tetapi juga berdampak bagi anggota keluarga yang akan menjadi caregiver. Penelitian pada caregiverini penting karena caregiverberperan terhadap keberhasilan pengobatan dan perawatan pasien strok. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam tentang makna pengalaman keluarga sebagai caregiverpasien strok di rumah. Penelitian ini merupakan studi fenomenologi deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan indepth interview. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 16 orang yang dipilih dengan teknik purpossive sampling. Data yang diperoleh dianalisis dengan pendekatan Colaizzi. Hasil analisis penelitian ditemukan lima tema yaitu: memberikan dukungan total, memenuhi kebutuhan dasar, penderitaan dan hikmah bagi caregiver, kurangnya keterampilan dalam merawat, dan keterbatasan caregiver. Caregivermenderita masalah fisik, psikologis, dan sosial. Pada umumnya, caregivermerasa terabaikan, mereka membutuhkan informasi terkait penyakit pasien, cara merawat pasien strok, dan sumber-sumber komunitas pelayanan kesehatan. Berdasarkan hasil penelitian, perawat disarankan untuk melakukan perencanaan pulang individual yang lebih berpusat pada keluarga daripada pendekatan berpusat pada pasien.Kata kunci: Caregiverkeluarga, merawat, pasien strok AbstractMost of the strok patients who return home suffer from disabilities. Disability caused by strok not only impact on strok patients, but also impact on family members who will be the caregiver. The concern to the caregiver is important because the success of the treatment and care of strok patients can not be separated from the help and support provided by the caregiver. This study aims to explore deeply the meaning of family experience as caregiver for strok patients at home. This study is a descriptive phenomenological study. Data were collected through in-depth interview. Participants in this study were 16 people who were selected by purposive sampling technique. The data obtained were analyzed by using Colaizzi approach. Results of analysis found 5 (five) themes, namely: giving total support, meeting basic needs, suffering and wisdom for the caregiver, lack of skills in caring for, and limitations of caregiver. Caregiver suffering from physical, psychological, and social problems. In general, caregivers feel neglected, they need information about the patient's illness and how to care for them as well as community resources for health services. Based on the results of the research, it is suggested that discharge planning approach should be focused more on family rather than patient.Key words:Family caregiver, caring, strok patient
Hubungan IMT dan Kadar Albumin berhubungan dengan Penyembuhan Luka Syahrul Said; Nurpudji A. Taslim; Burhanuddin Bahar
Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 4 No. 1 (2016): Jurnal Keperawatan Padjadjaran
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (783.639 KB) | DOI: 10.24198/jkp.v4i1.137

Abstract

Pasien perioperatif gastrointestinal berisiko tinggi mengalami malnutrisi. Malnutrisi dapat menyebabkan hasil yang tidak diharapkan pada asuhan keperawatan perioperatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan status gizi pasien bedah gastrointestinal berdasarkan parameter antropometri (Indeks Massa Tubuh, Tebal Lipatan Kulit, dan Lingkar Lengan Atas) dan klinis (albumin dan tingkat hemoglobin) dengan penyembuhan luka dan lama rawat inap, serta mengidentifikasi asupan makanan pasien pra dan pasca operasi. Penelitian cross-sectional ini mengukur 38 pasien yang menjalani pembedahan gastrointestinal di sebuah rumah sakit umum daerah di Indonesia. IMT, TLK, LLA, albumin dan kadar hemoglobin diukur sebelum dan sesudah operasi. asupan makanan diukur dengan 24 jam makanan Recall. Sementara penyembuhan luka pasien diukur pada hari ke-3 dan ke-7 hari pasca pembedahan. Terjadi peningkatan prevalensi malnutrisi pada pasien sebesar 60% selama tinggal di rumah sakit. IMT dan kadar albumin secara bermakna berhubungan dengan penyembuhan luka (p <0,05). Rerata lama rawat inap pasien dengan IMT normal (13,8 ± 5,6 hari) lebih pendek dari pasien gizi kurang (27,8 ± 17,7 hari) dan pasien gizi lebih (22,4 ± 11,6 hari). Asupan pasien umumnya di bawah kebutuhan mereka. IMT, tingkat albumin, dan asupan makanan memiliki peran penting untuk penyembuhan luka dan lama rawat inap pasien pembedahan gastrointestinal di rumah sakit. Rumah sakit harus melakukan penilaian awal status gizi pasien (setidaknya IMT dan kadar albumin) untuk mengidentifikasi kebutuhan pasien, dan memberikan intervensi yang tepat sebelum dan setelah operasi.Kata kunci: Kadar albumin, lama rawat inap, penyembuhan luka, status gizi. Body Mass Index and Albumin Level related to Wound HealingAbstractPatients with gastrointestinal perioperative are at high risk of being malnutrition. Malnutrition could cause an adverse outcome of perioperative nursing care. This study aimed to identify the relationship of nutritional status of gastrointestinal surgical patients based on anthropometrical (Body Mass Index, Tricep Skin Fold, Mid Arm Circumference) and clinical laboratory (albumin and haemoglobin level) parameters to wound healing and length of stay (LOS), and identify food intake of patients pre and post surgery. This cross-sectional study included 38 patients who were undergoing gastrointestinal surgery at a regional hospital in Indonesia. BMI, TSF, MAC, albumin and hemoglobin level were measured pre and post surgery. Food intake was measured by 24 hours Food Recall. While patients wound healing was measured on the 3rd and 7thday of surgery. Malnutrition among patients increases 60% during the stay in the hospital. BMI and albumin level were significantly related to wound healing (p<0,05). The average LOS of patients with normal BMI (13.8 ± 5.6 days) was shorter than the underweight patient (27.8 ± 17.7 days) and overweight patients (22.4 ± 11.6 days). Intake of patients was generally under the need of their body. BMI status, albumin level, and food intake play a significant role to wound healing and length of stay patient gastrointestinal surgery at the hospital. The hospital should perform an initial assessment (at least BMI and albumin level) of nutritional status of patients to identify the need for patients, and provide appropriate intervention before and after surgery.Keywords: Albumin level, length of stay, nutritional status, wound healing.
The Relation of The Family Resilience with Substance on Skizofrenia Patients in The Psikiatri Unit Nurmaela Mela Nurmaela; Suryani Suryani; Imas Rafiyah
Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 6 No. 1 (2018): Jurnal Keperawatan Padjadjaran
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1135.628 KB) | DOI: 10.24198/jkp.v6i1.340

Abstract

AbstractSchizophrenic patients experience relapse after returning from the Hospital. The family is the immediate neighborhood with schizophrenic patients. Families who can not adapt to stress, then can not perform its functions properly, including the function of family care. The functioning of the family care can be seen from the level of resilience. The aim of this study was to identify the relationship between family resilience and recurrence in schizophrenic patients.This research uses correlational design with cross sectional survey. The population in this study was the family of schizophrenic patients at RSUD Arjawinangun District Cirebon. Sample determination using power analysis with alpha 0.05 and power 0.08 got sample counted 88 family. The sampling technique uses consecutive sampling. The correlation test used is Rank Spearman test. The instrument used is Family Resilience Assessment Scale which has been modified by previous researchers in Indonesia.The results of the research showed that most of the resilience of the family were tough (76.1%) and some were not tough (23.9%). The recurrence of schizophrenic patients rarely relapsed (73.9%) and a small fraction (26.1%). Rank Spearman correlation test results obtained p value = 0.001 and correlation coefficient value of 0.88, which means there is a significant relationship between family resilience with recurrence in schizophrenic patients.The conclusions of the study are resilient family resilience, allowing a rare relapse in schizophrenic patients. Arjawinangun Hospital Management Cirebon Regency in making policies to not only pay attention to the needs of patients, but also the needs of families.
Kualitas Hidup Pasien Pascaintervensi Koroner Perkutan Remita Ully Hutagalung; F Sri Susilaningsih; Ai Mardiyah
Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 2 No. 1 (2014): Jurnal Keperawatan Padjadjaran
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.156 KB) | DOI: 10.24198/jkp.v2i1.77

Abstract

Penyakit jantung koroner adalah penyakit yang dapat mengancam kehidupan seseorang. Pelaksanaan tindakan non bedah intervensi koroner perkutan pasien masih memiliki risiko terjadinya serangan berulang, stenosis dan ancaman kematian. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi kualitas hidup pasien pascatindakan intervensi koroner perkutan. Desain penelitian ini adalah potong lintang. Pengambilan sampel secara consecutive samplingdidapatkan 50 responden yaitu pasien yang sedang kontrol pascaintervensi coroner per kutan di Poliklinik Spesialis Jantung RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung, penelitian ini dilakukan pada 1-14 November 2013. Kualitas hidup diukur dengan instrumen WHOQOL-BREFdengan empat domain kualitas hidup yaitu domain fisik, psikologis, sosial, dan lingkungan. Analisis menggunakan statistik deskripsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden memiliki kualitas hidup baik sebesar 50%. Perawat memiliki peran dalam membantu pasien mencapai kualitas hidup yang optimal, diantaranya melalui peningkatan efikasi diri pasien melalui pendampingan dan pemberian informasi dalam usaha mencapai kualitas hidup.Kata kunci:Intervensi koroner perkutan, kualitas hidup, WHOQOL-BREF AbstractCoronary heart disease is a disease that can threaten person’s life, and can lead to the change of the quality of life. This coronary heart disease can be solved with non-surgical called percutaneous coronary intervention. This action will be normalized the quality of perfusion in the coronary arteries, which would certainly have an impact on the quality of life of patients. The research objective was to observe the patient of quality of life after treatment on intervention percutaneous coronary. The research design was cross sectional. There were 50 respondents taken by consecutive sampling. Data were collected in outpatient room in RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung, who have came with treatment routine schedule after percutaneous coronary intervention during November 1st–14th 2013. The questionnaire use WHOQOL-BREF format with 26 questions that consisting of 4 domains of quality of life: physical domain, psychological domain, social domain, and environment domain. Majority of patients were male (74 %), with the range of age mostly 56-66 years ( 34 % ), married ( 96 % ), college education was the highest ( 66 % ), the majority had not a primary job like as housewife , retired, student, etc. ( 26 % ). Data were collected using the questionnaire WHOQOL – BREF. The result have shown that rates of quality of life was good ( 50 % ) and health condition after percutaneous coronary intervention neither satisfied nor dissatisfied ( 44 % ). Nurses have a role in helping patients achieve optimal quality of life like giving information to patient correctlyKey words: Percutaneous coronary intervention, quality of life, WHOQOL – BREF

Page 10 of 40 | Total Record : 400


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 13 No. 1 (2025): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 12 No. 3 (2024): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 12 No. 1 (2024): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 11 No. 3 (2023): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 11 No. 2 (2023): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 11 No. 1 (2023): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 10 No. 3 (2022): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 10 No. 2 (2022): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 10 No. 1 (2022): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 9 No. 3 (2021): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 9 No. 2 (2021): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 9 No. 1 (2021): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 8 No. 3 (2020): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 8 No. 2 (2020): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 8 No. 1 (2020): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 7 No. 3 (2019): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 7 No. 2 (2019): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 7 No. 1 (2019): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 6 No. 3 (2018): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 6 No. 2 (2018): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 6 No. 1 (2018): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 5 No. 3 (2017): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 5 No. 2 (2017): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 5 No. 1 (2017): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 4 No. 3 (2016): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 4 No. 2 (2016): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 4 No. 1 (2016): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 3 No. 3 (2015): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 3 No. 2 (2015): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 3 No. 1 (2015): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 2 No. 3 (2014): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 2 No. 2 (2014): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 2 No. 1 (2014): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 1 No. 3 (2013): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 1 No. 2 (2013): Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 1 No. 1 (2013): Jurnal Keperawatan Padjadjaran More Issue