Claim Missing Document
Check
Articles

The Effect of Assertive Training on Bullying in Junior High School Herman, Hermalinda; Nurshal, Deswita; Novrianda, Dwi
Jurnal Keperawatan Soedirman Vol 15, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Keperawatan FIKES UNSOED

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jks.2020.15.1.1069

Abstract

Bullying is a universal phenomenon and a common problem amongst school-aged children. Bullying can have a negative impact on the mental health and welfare of children. One strategy that can be done to prevent bullying is to practice assertiveness skills. This study aimed to identify the effect of assertiveness training in reducing bullying behaviour amongst students of Junior High School Padang. The study design was Quasi-experimental with a sample of 81 students (43 controls and 38 interventions). The intervention group received assertiveness training that consisted of 5 sessions, including communicating with others, declaring "no" to irrational requests, expressing complaints, rewarding others and accepting rewards and reinforcing the assertive behaviour with social-drama. Each session duration was 30-45 minutes. Adolescent Peer Relation Instrument (APRI) was applied to measure bullying behaviour. The statistical tests used were Wilcoxon and Mann Whitney. The results showed that there were differences in bullying behaviour before and after intervention between the control group and the intervention group (p-value 0.001). It can be concluded that assertiveness skills training could be maintained as an intervention that would be able to prevent bullying in adolescents.
Cross Sectional: Dukungan Sosial dan Resiliensi Perawat Okti Rahayu Asih; Rahmi Fahmy; Dwi Novrianda; Henny Lucida; Vetty Priscilla; Zifriyanthi Minanda Putri
Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Vol 19, No 2 (2019): Juli
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (30.72 KB) | DOI: 10.33087/jiubj.v19i2.674

Abstract

Resilience is an essential element to be built in the nursing profession in order to overcome challenges and difficulties in the workplace. Relationship and effective support that comes from family, friends and peers are factors that influence resilience. To examine the relationship between social support and nurse resilience. This research applied a quantitative design with cross sectional approach. The samples were taken by proportional random sampling and 110 nurses were chosen as the samples.  The instruments in this study were CD-RISC 10 and MSPSS with modified.  There is a relationship between social support and nurse resilience. Suggestion: Hospital management may design an innovative and creative programs to increase nurses’ perceived social support such as family gathering programs, family hospital tour programs and mentoring as an effort to increase their resilience
MUKOSITIS PADA ANAK KANKER YANG MENJALANI KEMOTERAPI DI RSUP dr.M.DJAMIL PADANG Hidayatul Hasni; Mayetti Mayetti; Dwi Novrianda
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8, No 4 (2019): Online December 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v8i4.1128

Abstract

AbstrakMukositis merupakan suatu peradangan pada membran mukosa yang sering terjadi pada anak yang menderita kanker saat kemoterapi. Tujuan: Melihat gambaran kejadian mukositis sebelum dan sesudah dilakukan kemoterapi. Metode: Desain penelitian yaitu deskriptif terhadap 45 responden yaitu anak dengan kanker yang menjalani kemoterapi. Pengambilan sampel dengan purposive sampling. Pengumpulan data pada responden dengan menggunakan WHO mucositis scale. Analisa data menggunakan distribusi frekuensi. Hasil: Didapatkan sebelum menjalani kemoterapi seluruh responden (100%) tidak mengalami mukositis, sementara itu setelah menjalani kemoterapi didapatkan 28 responden (62,2%) mengalami mukositis dan 17 responden (37,8%) tidak mengalami mukositis. Simpulan: Deteksi dini mukositis sangat perlu sekali melalui pemeriksaan klinis yang dilakukan setelah anak menjalani kemoterapi. Perawat dapat mempertimbangkan dampak yang sering terjadi pada anak yang menjalani kemoterapi, serta adanya evidance practice yang diterapkan untuk mengatasi kejadian mukositis. 
Faktor-Faktor Berhubungan dengan Kualitas Hidup Anak Leukemia Limfositik Akut yang Menjalani Kemoterapi Dwi Novrianda; Krisna Yetti; Nur Agustini
Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 4 No. 1 (2016): Jurnal Keperawatan Padjadjaran
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (791.523 KB) | DOI: 10.24198/jkp.v4i1.132

Abstract

Leukemia limfositik akut merupakan tipe leukemia yang paling banyak terjadi pada anak-anak yaitu sekitar75-80%. Kemajuan pengobatan kemoterapi pada pasien leukemia limfositik akut telah meningkatkan angkakeberhasilan hidup. Akan tetapi, lama kehidupan yang dapat dicapai oleh pasien belum diiringi dengan pencapaiankualitas hidup yang lebih baik akibat efek sekunder kemoterapi terhadap fisik dan psikososial pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kualitas hidup anak leukemia limfositik akut yang menjalani kemoterapi. Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dilakukan pada 25 anak secara consecutive sampling. Pengumpulan data menggunakan PedsQLTM 4.0 Generic Core Scale dan peran perawat (Cronbach α = 0,90). Analisis data menggunakan korelasi Pearson dan uji t independen untuk mengetahui hubungan antar variabel serta regresi linear berganda untuk mengetahui faktor yang paling berhubungan dengan kualitas hidup generik. Hasil menunjukkan terdapat hubungan fase kemoterapi dan peran perawat dengan kualitas hidup generik(p<0,05). Peran perawat merupakan faktor prediktor kualitas hidup generic. Dengan demikian diperlukan upaya peningkatan peran perawat melalui pendidikan pelatihan terkait manajemen kemoterapi dan efek sampingnya.Kata kunci: Fase kemoterapi, kualitas hidup generik, peran perawat.Factors that are Related to Quality of Life of Children with Acute Lymphocytic Leukemia who Undergo ChemotherapyAbstractAcute lymphocytic leukemia is a type of leukemia that is most prevalent among children which is around 75-80%. The progress of chemotherapy for acute lymphocytic leukemia has increased the survival rate for this cancer. However, the length of life of the patients is often not accompanied by the better quality of life due to chemotherapy side effects towards patients’ physical and psychosocial conditions. This study aimed to identify factors that are related to the quality of life of children with acute lymphocytic leukemia who undergo chemotherapy in Dr. M.Djamil Hospital, Padang. Quantitative research with cross sectional approach was used to study 25 children who wererecruited using consecutive sampling. The data collection was conducted using PedsQLTM 4.0 Generic Core Scaleand nurses roles (Cronbach α = 0,90). The data analysis uses Pearson correlation and independent t-test to examinethe relationships between variable and multiple linear regression to identify the factor that is most related with the generic quality of life. The results showed that there was correlation between chemotherapy phases and nurses roles with generic quality of life (p<0.05). Nurses roles is a predictor factors for generic quality of life. Thus, there is a need to improve nurses’ roles through education and training regarding chemotherapy management and its side effects.Keywords: Chemotherapy phases, generic quality of life, nurses’ roles.
Knowledge, Attitude and Practice of Evidence-Based Nursing Practice and Barriers Dwi Novrianda; Hermalinda Herman
Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 7 No. 3 (2019): Jurnal Keperawatan Padjadjaran
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.331 KB) | DOI: 10.24198/jkp.v7i3.884

Abstract

Professional nurses, one of the human resources in the health sector, are obliged to carry out the nursing process, especially nursing, based on scientific evidence. This study aimed to describe the knowledge, attitudes, and practice of evidence-based practice and its barriers to the hospital. Quantitative research with a descriptive approach was conducted at Dr. M. Djamil Hospital, Padang. A consecutive sampling technique was utilized, with 139 selected nurse practitioners, and only 90 nurses filled in the questionnaires. The instruments used were Evidence-Based Practice Profiles (EBP2) and the BARRIERS Scale. Characteristics of respondents were 70.0% diploma education; mean age was 36.7 (SD=7.95) years and 13.35 (SD=8.37) years of working time. The mean attitude towards EBP was higher than the mean of EBP knowledge/understanding, confidence, understanding of research terms, and practice towards EBP (3.32; 2.93; 2.72; 2.53; 1.95). Therefore, there is a definite need for improving knowledge, comprehending EBP, and research terminology to overcome the obstacles of EBP implementation in the nursing service practice.
SKOR FATIGUE PADA ANAK DENGAN KANKER DI RUANG PERAWATAN ANAK RSUP DR. M. DJAMIL PADANG Hermalinda Hermalinda; Dwi Novrianda
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Pengobatan kanker terutama kemoterapi dapat memberikan efek pada fisik, psikologis anak, dan dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan serta kualitas hidup anak. Fatigue merupakan keluhan yang paling banyak dikeluhkan anak yang sedang menjalani pengobatan kanker. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi skor fatigue pada anak dengan kanker. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah survey deskriptif. Sampel dalam penelitian ini adalah anak dengan kanker yang menjalani pengobatan. Sampel diambil dengan teknik accidental sampling dengan jumlah sampel sebanyak 30 anak. Alat pengumpulan data adalah kuisioner tentang skor fatigue dengan kuesioner parent fatigue scale (PFS) untuk anak usia kurang dari 7 tahun dan children fatigue scale (CSF) untuk anak usia lebih dari 7 tahun. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor fatigue anak usia <7 tahun adalah 43.55  dan  43.30 pada anak usia >7 tahun. Rata-rata tingkat fatigue yang dialami anak adalah cukup berat. Simpulan: Tingkat fatigue yang dialami anak adalah cukup berat. Hal ini dapat mempengaruhi kualitas hidup anak.  Adanya keterlibatan tenaga kesehatan sangat diharapkan dalam melakukan pengkajian yang komprehensif terhadap gejala fatigue pada anak dengan kanker. Kata kunci: Kanker, pengobatan kanker, fatigue.
DISEMINASI ILMU PERTOLONGAN PERTAMA KECELAKAAN PADA ANAK DI RUMAH DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS AMBACANG Dwi Novrianda; Hermalinda Hermalinda; Deswita Deswita; Lili Fajria; Meri Neherta; Vetty Priscilla; Yonrizal Nurdin
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol 1 No 4.a (2018)
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.114 KB)

Abstract

Puskesmas Ambacang merupakan satu dari tiga fasilitas pelayanan kesehatan tingkat 1 di Kecamatan Kuranji Kota Padang. Puskesmas Ambacang meliputi 4 kelurahan sebagai wilayah kerjanya. Wilayah kerja Puskesmas ini berada di pusat kota dan di pinggir jalan utama sehingga beresiko terjadinya berbagai kejadian yang dapat mencederai pada balita akibat kecelakaan lalu lintas maupun kecelakaan selama berada di dalam rumah. Mitra pada IbDM ini yaitu kelompok keluarga di Kelurahan Anduring sebanyak 20 orang. Permasalahan mitra yang dirumuskan yaitu rendahnya pengetahuan dan keterampilan dalam mengidentifikasi cedera pada anak dan upaya antisipasi yang dapat dilakukan di rumah sebagai akibat kurangnya wawasan dan keterampilan tentang panduan antisipasi cedera. Oleh karena itu pemberian edukasi kesehatan merupakan salah satu alternatif yang dapat diberikan. Setelah diberikan edukasi kesehatan telah dapat meningkatkan wawasan dan ilmu pengetahuan mengenai identifikasi dan penanganan cedera pada anak yang sangat penting dalam membangun sikap yang positif dan membentuk perilaku yang tepat sehingga dapat menjadi karakter sebagai caregiver anak.
PENINGKATAN KETERAMPILAN KONSELING PENDAMPINGAN MENYUSUI MELALUI PELATIHAN Dwi Novrianda; Lili Fajria; Hermalinda Hermalinda
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jhi.v2i2.245

Abstract

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Rasidin Padang merupakan salah satu rumah sakit di Kota Padang yang mempunyai Ruang Perinatologi dengan kapasitas 15 tempat tidur bayi. RSUD dr. Rasidin memiliki program untuk melakukan pemberian ASI secara dini, namun belum diikuti oleh program konseling menyusui oleh perawat. Hal ini dikarenakan rendahnya pengetahuan dan motivasi perawat dan bidan dalam melakukan pendampingan menyusui pada ibu. Sehingga pemberian pelatihan merupakan salah satu alternatif terbaik yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan. Sebanyak 22 perawat/bidan sebagai mitra pada ipteks berbasis masyarakat ini diklasifikasikan atas 2 kelompok yaitu 1) kelompok perawat sebanyak 11 orang, dan 2) kelompok bidan sebanyak 11 orang. Target dan luaran IbM ini adalah meningkatnya wawasan dan ilmu pengetahuan mengenai teknik menyusui dan strategi pendampingan menyusui yang sangat penting dalam membangun sikap yang positif dan membentuk perilaku yang tepat sehingga dapat menjadi karakter sebagai pemberi layanan yang profesional bagi ibu menyusui. Setelah mengikuti training ini, secara keseluruhan terjadi peningkatan pengetahuan peserta setelah dilakukan pelatihan dibandingkan sebelum pelatihan.
PELATIHAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK GUNA MENINGKATKAN PENGETAHUAN PERAWAT DALAM CARING Rika Sarfika; Esthika Ariany Maisa; Siti Yuliharni; Dewi Eka Putri; Ira Erwina; Bunga Permata Wenny; Rika Fatmadona; Dwi Novrianda
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol 3 No 1 (2020)
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.166 KB) | DOI: 10.25077/jhi.v3i2.386

Abstract

The caring behavior is the main basis that underlies the mutual help relationship established between the nurse-patient. This therapeutic relationship is built through therapeutic communication that is practiced to achieve the success of the therapeutic program. However, there are still many nurses who do not apply therapeutic communication in interacting with patients. This activity was aimed to improve nurses' understanding through therapeutic communication training for nurses at a hospital in Padang city. The implementation of this activity used method lecture, discussion, and demonstration. Learning was carried out for 8 hours effectively, before and following learning the measurement of pre-test and post-test knowledge were carried out. The number of participants as many as 20 nurses who served in the unit inpatient care room. Based on paired t-test, the results obtained were differences in the average knowledge of participants about therapeutic communication before and after training (p value = 0,000). The average difference in knowledge scores before and after training was 2.550. The results of this activity showed that learning activities using lecture, discussion, and demonstration methods were proven to increase nurses' knowledge about therapeutic communication. Therefore, it is suggested that this activity can be carried out routinely in order to improve the quality of nursing care for patients through the application of good therapeutic communication by nurses.
Pengalaman Emosional Anak Usia Sekolah Melalui Menggambar Di Bangsal Anak Rs Dr. M. Djamil Padang Dwi Novrianda
Ners Jurnal Keperawatan Vol 7, No 2 (2011)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.223 KB) | DOI: 10.25077/njk.7.2.148-155.2011

Abstract

Hospitalisasi seringkali menimbulkan stres bagi anak dan kadangkala tidak mampu diungkapkan secara verbal. Menggambar merupakan teknik komunikasi non verbal yang dapat digunakan untuk mengeskplorasi pengalaman emosional anak yang dihospitalisasi dengan cara yang tidak mengancam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengalaman emosional anak usia sekolah melalui menggambar di bangsal anak RS Dr. M. Djamil Padang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Hasil penelitian didapatkan tiga tema utama yaitu (1) berbagai alasan partisipan mengenai gambar yang dibuat, (2) respon partisipan terhadap pengalaman yang menyenangkan, dan (3) respon partisipan terhadap pengalaman yang menyedihkan dan menyakitkan. Dapat disimpulkan bahwa ungkapan pengalaman emosional anak usia sekolah yang dihospitalisasi melalui menggambar dapat menyalurkan pikiran dan perasaan mereka dan respon anak terhadap pengalaman emosinal di rumah sakit adalah sesuatu yang tidak menyenangkan.