cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmu Keperawatan
ISSN : 23386371     EISSN : 2550018X     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmu Keperawatan (JIK) adalah suatu media yang dapat digunakan untuk, mendiseminasi, dan mengarsipkan karya perawat peneliti di Indonesia. Artikel yang diterbitkan antara lain meliputi sub bidang keperawatan dasar, keperawatan dewasa, keperawatan anak, keperawatan maternitas, keperawatan jiwa, keperawatan gerontik, keperawatan keluarga, keperawatan komunitas, manajemen keperawatan, dan pendidikan keperawatan.
Arjuna Subject : -
Articles 141 Documents
Analisis Perbedaan Karakteristik Ketenagaan Terhadap Cakupan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) di Aceh 2018 Qatratul Asrar; Asnawi Abdullah; Said Usman; Nizam Ismail; Maidar Maidar; Aryandi Darwis
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Ilmu Keperawatan (JIK) Volume VIII No.2 Juli-Desember 2020
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Indonesia Sehat Pendekatan Keluarga (PIS-PK) adalah program pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia melalui pendekatan keluarga. Sasarannya adalah meningkatkan derajat kesehatan dan status gizi masyarakat melalui upaya kesehatan dan pemberdayaan masyarakat yang didukung dengan perlindungan finansial dan pemerataan pelayanan kesehatan. Proporsi kesehatan sebuah keluarga/ jumlah seluruh keluarga pada suatu wilayah tertentu dijabarkan dalam Indeks Keluarga Sehat (IKS) yang dijabarkan dalam 12 indikator keluarga sehat. Desain penelitian bersifat deskriptif analitik menggunakan desain cross sectional, penelitian dilaksanakan di Dinas Kesehatan Provinsi Aceh dengan menggunakan data sekunder data dasar puskesmas dan capaian PIS-PK kecamatan tahun 2018. Sampel penelitian sebanyak 345 puskesmas.Hasil penelitian: menunjukkan bahwa jumlah tenaga kesehatan pada puskesmas di Aceh beragam dengan distribusi yang tidak merata antara 0 sampai dengan 224 orang. Ketersediaan dan jumlah tenaga kesehatan yaitu tenaga dokter, perawat, bidan, farmasi, kesehatan masyarakat, kesehatan lingkungan, gizi dan tenaga ahli lab medik tidak berpengaruh terhadap capaian indikator IKS secara keseluruhan. Dalam penelitian ini tenaga kesehatan teladan memiliki hubungan dengan IKS dengan p-value 0,000 diperoleh cooefesien 0,30 CI 95% (0,18)-  (-0,42), dengan adanya tenaga kesehatan teladan pada puskesmas maka akan meningkatkan IKS pada wilayah kerja puskesmas. Diharapkan kedepan Pemerintah dapat terus meningkatkan perhatian untuk para tenaga kesehatan di wilayah pinggiran agar dapat meningkatkan minat tenaga kesehatan untuk mengabdi di wilayah yang jauh dari pusat kota. Kata Kunci: Tenaga Kesehatan, PIS-PK, IKS
Pengaruh Relaksasi Otot Progresif Dan Terapi Zikir Terhadap Gula Darah Pada Penderita Diabetes Melitus: Literature Review Siti Munira; Yesi Hasneli; Fathra Anis Nauli
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Ilmu Keperawatan (JIK) Volume VIII No.1 Januari-Juni 2020
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus (DM) adalah penyakit yang tidak menular yang jumlahnya kemungkinan akan mengalami peningkatan dimasa yang akan datang. Penatalaksanaan menurunkan kadar gula darah diperlukan kombinasi farmakologis dan non-farmakologis untuk penanganan secara mandiri supaya dapat mengurangi dosis penggunaan farmakologis kedepannya. Tujuan literature review ini adalah untuk kajian sistematis artikel penelitian yang mengevaluasi pengaruh relaksasi otot progresif dan zikir terhadap gula darah pada pasien diabetes melitus. Metode yang digunakan adalah literature review dilakukan dengan memanfaatkan mesin pencari data google scholar dan wiley online yang diterbitkan pada tahun 2016-2020 dari artikel peneliti indonesia yang dipublikasi dalam bahasa inggris. Berdasarkan hasil dan pembahasan tujuh artikel yang direview dalam desain quasi eksperiment dididapat hasil bahwa  relaksasi otot progresif dan zikir menurunkan kadar glukosa pada post test kelompok intervensi yaitu 50,21% sedangkan pada post test kelompok kontrol 24,08% dan sisanya kadar glukosa darah meningkat pada post test kelompok kontrol yaitu 25,71%. Berdasarkan hasil dari literature review tujuh artikel kesimpulannya adalah terdapat pengaruh relaksasi otot progresif dan zikir pada kelompok intervensi yang dapat menurunkan gula darah secara signifikan pada diabetes melitus. Kata kunci: Diabetes melitus, Relaksasi otot  progresif, terapi zikir Abstract Diabetes mellitus (DM) is a non-communicable disease whose numbers are likely to increase in the future. Management of lowering blood sugar levels requires a combination of pharmacological and non-pharmacological for independent handling in order to reduce the dose of pharmacological use in the future. The purpose of this literature review is for a systematic review of research articles that evaluate the effect of progressive muscle relaxation and dhikr on blood sugar in patients with diabetes mellitus. The method used is a literature review conducted using Google Scholar and Wiley online data search engines published in 2016-2020 from Indonesian researchers' articles published in English. Based on the results and discussion of seven articles that were reviewed in the quasi-experimental design, it was found that progressive muscle relaxation and dhikr reduced glucose levels in the posttest intervention group by 50.21% while in the posttest control group 24.08% and the remaining blood glucose levels increased in control group post test is 25.71. Based on the results of the literature review of seven articles the conclusion is that there is an influence of progressive muscle relaxation and dhikr in the intervention group that can significantly reduce blood sugar in diabetes mellitus.  Keywords: Dhikr therapy, diabetes melltius, Proggressive muscle relaxation
Pengaruh Pemberian Air Rebusan Jahe Terhadap Penurunan Mual dan Muntah Pada Ibu Hamil Trimester I Rahmaini Fitri Harahap; Lazuar Dani Rose Alamanda; Idam Lestari Harefa
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Ilmu Keperawatan (JIK) Volume VIII No.1 Januari-Juni 2020
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mual dan muntah merupakan keluhan umum yang terjadi pada kehamilan muda. Mengatasi mual muntah selama masa kehamilan dapat dilakukan melalui tindakan farmakologi maupun non farmakologi. Tindakan non farmakologi yang biasa di sarankan oleh tenaga kesehatan seperti menganjurkan ibu hamil untuk mengkonsumsi air rebusan jahe. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian air rebusan jahe terhadap penurunan mual dan muntah pada ibu hamil trimester I. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian pre-experimental design yang didesain dengan cara one-group pretest-posttest design. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling yaitu 30 orang. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder yang dikumpulkan dengan menggunakan lembar PUQE-24, diolah dan dianalisa dengan menggunakan uji wilcoxon.  Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan bermakna pemberian air rebusan jahe dari hari pertama sampai hari ketiga, sebelum dan sesudah diberikan air rebusan jahe dengan nilai p-value 0,000 0,05. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada pengaruh pemberian air rebusan jahe terhadap penurunan mual dan muntah pada ibu hamil trimester I. Perlu peningkatan program kesehatan dalam bidang reproduksi khususnya kehamilan serta upaya peningkatan pengetahuan bahwa air rebusan jahe sebagai minuman penurun mual muntah trimester pertama yaitu melalui KIE yang berkesinambungan. Kata Kunci : Air Rebusan Jahe, Mual Muntah  Abstract  Nausea and vomiting are common complaints that occur in early pregnancy. Overcoming nausea and vomiting during pregnancy can be done through pharmacological and non-pharmacological measures. Non-pharmacological actions are usually recommended by health workers, such as advising pregnant women to consume ginger boiled water. This study aims to determine the effect of ginger boiled water on reducing nausea and vomiting in trimester I pregnant women. This research is a quantitative research with pre-experimental research design which is designed by means of one-group pretest-posttest design. The sampling technique in this study used a total sampling of 30 people. Types of data used are primary data and secondary data collected using PUQE-24 sheets, processed and analyzed using the Wilcoxon test. The results showed that there were significant differences in the provision of boiled ginger water from the first day to the third day, before and after being given boiled ginger water with a p-value of 0.000 0.05. The conclusion in this study is that there is an effect of giving ginger boiled water on reducing nausea and vomiting in first trimester pregnant women. It is necessary to improve health programs in the field of reproduction, especially pregnancy and efforts to increase knowledge that ginger boiled water as a drink to reduce nausea and vomiting in the first trimester, namely through KIE which continuous. Keywords : Ginger Stewing Water, Nausea and Vomiting
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN PENDERITA DIABETES MELITUS LITERATURE REVIEW Nurul Aina Ibni Kalzan; Yesi Hasneli; Ganis Indriati
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Ilmu Keperawatan (JIK) Volume IX No.1 Januari-Juni 2021
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit yang tidak menular dan merupakan penyakit kronis yang disebabkan oleh kegagalan pankreas dalam memproduksi insulin yang cukup sehingga kadar gula darah meningkat dalam darah. Penyakit ini merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang paling penting. Hal tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti usia, jenis kelamin, status sosial ekonomi, pekerjaan, komplikasi, dan lama penderitaan pada penderita diabetes melitus. Hal tersebut juga membuat kualitas hidup penderita menurun dan kurang mendapat dukungan dari keluarga. Tujuan dari tinjauan pustaka adalah untuk melihat apa saja yang menyebabkan penurunan kualitas hidup pada penderita diabetes melitus. Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka sistematis berdasarkan penelusuran dengan data google scholar dan pubmed tahun 2016-2020. Berdasarkan hasil dan pembahasan keenam metode penelitian dengan teknik cross sectional didapatkan bahwa ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup pada pasien diabetes melitus dan sampelnya adalah pasien yang memenuhi jurnal penelitian yang mendukung keluarga. sangat mempengaruhi kualitas hidup penderita diabetes melitus. Kata Kunci: Dukungan Keluarga, Kualitas Hidup, Diabetes Mellitus.   Abstract Diabetes mellitus is a disease that is not contaggious and chronic desease caused by the failure of the pancreas to produce sufficient insulin so that bloood sugar levels increase in the blood, this disease is one mpsst important public health issues. It is influenced by various factors such as age, gender, social economic status, occupation, complications, and length of suffering in patients with diabetes mellitus. It also makes the quality of life insufferers decrease and get less support from the family. The purpose of the literature review is to see what causes the quality of life in diabetes mellitus sufferers to decrease. Themethod used is a systematic literature review based on searches with google scholar and pubmed data published in 2016-2020. Based on the resulth and discussion of the six research method with cross sectional techniques, it was found that there was a relationship between family support and quality of life in patients diagnosed with diabetes mellitus and the samples are patients who meet the research journal that family support greatly affects the quality of life  in people with diabetes mellitus. Keyword: Family Support, Quality of Life, Diabetes Mellitus 
HUBUNGAN KUALITAS PELAYANAN ANTENATAL CARE DENGAN TINGKAT KEPUASAN IBU HAMIL DI PUSKESMAS KUTA ALAM KOTA BANDA ACEH Salma Syamaun; Cut Oktaviyana; Nuri Nazari
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 9, No 2 (2021): Jurnal Ilmu Keperawatan (JIK) Volume IX No.2 Juli-Desember 2021
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas pelayanan keperawatan dapat diukur melalui tingkat kepuasan masyarakat atas pelayanan kesehatan yang diterima. Keberhasilan pelayanan keperawatan yang salah satunya dapat berbentuk dalam asuhan keperawatan, dapat diukur dari cepatnya kesembuhan klien, menurunnya kecemasan klien, dan meningkatnya kepuasan klien akan pelayanan kesehatan. Kepuasan pasien merupakan salah satu hal sangat penting dalam meninjau mutu pelayanan khususnya pelayanan kebidanan suatu rumah sakit. Kepuasan pasien dari sisi yang berbeda pada saat pasien memasuki rumah sakit dengan serangkaian harapan dan keinginan.Desain penelitian ini adalah kuantitatif desain cross sectional studydengan sampel 84 orang ibu hamil yang berkunjung ke Puskesmas Kuta Alam Kota Banda Aceh.Teknik pengambilan sampel dengan simple random sampling. Instrumen adalah kuesioner yang terdiri dari 39 item pernyataan untuk variabel kualitas pelayanan antenatal care dan 20 item untuk variabel tingkat kepuasan menggunakan skala Likert. Penelitian ini menggunakan analisa univariat dan bivariate. Penelitian dilakukan di Puskesmas Kuta Alam Kota Banda Aceh. Hasil penelitian berdasarkan univariat didapatkan bahwa tangebility pada kategori baik (67,5%), reablity pada kategori baik (66,7%), responsiviness pada kategori baik (72,6%), assurancepada kategori baik (70,2%), empatypada kategori baik (76,2%), kualitas pelayanan pada kategori baik (59,5%), dan tingkat kepuasan pada kategori puas (65,5%). Sedangkan secara analisa bivariate diketahui ada hubungan antara tangibility dengan tingkat kepuassan (p value= 0,000), ada hubungan antara reablity dengan tingkat kepuassan (p value= 0,000), ada hubungan antara responsiviness dengan tingkat kepuassan (p value= 0,001), ada hubungan antara assurance dengan tingkat kepuassan (p value= 0,000), ada hubungan antara empaty dengan tingkat kepuassan (p value= 0,000), dan ada hubungan antara kualitas pelayanan dengan tingkat kepuassan (p value= 0,000). Diharapkan kepada ibu hamil agar dapat rutin melakukan pemeriksaan antenatal care, agar dapat diketahui perkembangan kehamilannya untuk mencegah terjadinya komplikasi secara dini selama kehamilan.                                   Kata Kunci: kualitas pelayanan, kepuasan ibu hamil, antenatal care
PENGARUH PELAKSANAAN MOBILISASI DINI TERHADAP PENURUNAN TINGKAT NYERI PADA PASIEN PASCA OPERASI Dewiyanti Dewiyanti; Suardi Suardi; Alwi Alwi; Dina Oktavian; Riski Amalia
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 9, No 2 (2021): Jurnal Ilmu Keperawatan (JIK) Volume IX No.2 Juli-Desember 2021
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

mempertahankan fungsi fisiologis yang berpengaruh terhadap integritas berbagai fungsi tubuh. Mobilisasi memperbaiki sirkulasi, membuat napas dalam dan menstimulasi kembali fungsi gastrointestinal normal. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasi eksperimental dengan pendekatan two group pre-post test design. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelaksanaan mobilisasi dini terhadap penurunan tingkat nyeri  pada pasien pasca operasi di BLUD RS H.Padjonga Daeng Ngalle Kabupaten Takalar. Jumlah sampel memenuhi kreteria inklusi selama penelitian sebanyak 32  orang. Penelitian ini mengunakan pedekatan pre dan post test, dengan tehnik accidental sampling. Sampel penelitian adalah pasien pasca operasi. Penelitian ini menggunakan lembar observasi. Hasil penelitian  diolah menggunakan uji alternative yaitu wilcoxon diperoleh nilai hitung dengan nilai p=0,000 α 0,05. Kesimpulan Hal ini menunjukkan bahwa secara statistik ada pengaruh mobilisasi dini terhadap penurunan skala nyeri pada pasien pasca operasi di BLUD RS H. Padjonga Daeng Ngalle Kabupaten Takalar 2019.Kata kunci : Pasca operasi, Mobilisasi dini, penurunan tingkat nyeri
GAMBARAN KESIAPAN TOILET TRAINING PADA ANAK USIA TODDLER Saferatul Khair; Oswati Hasanah; Safri Safri
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 9, No 2 (2021): Jurnal Ilmu Keperawatan (JIK) Volume IX No.2 Juli-Desember 2021
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Toilet training adalah salah satu tugas perkembangan saat anak memasuki usia toddler. Tujuan penelitian ini ialah untuk melihat gambaran kesiapan toilet training pada anak usia toddler (18-36 bulan). Penelitian ini menggunakan desain deskriptif. Responden dalam penelitian ini berjumlah 96 ibu dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat. Hasil penelitian menunjukkan usia responden terbanyak adalah 26-35 tahun (58,3%), lebih dari separuhnya berpendidikan S-1 (51,0%) dan pekerjaan terbanyak adalah ibu rumah tangga (63,5%). Sebagian besar anak berusia 25-36 bulan (58,3%), dan jenis kelamin anak terbanyak adalah laki-laki (53,1%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar anak usia 18-24 bulan belum siap secara fisik dan mental. Tanda kesiapan fisik yang sebaiknya lebih fokus dilatih orang tua yang memiliki anak usia 18-24 bulan adalah kemampuan duduk atau jongkok saat buang air dan melepas celana sendiri dan pada kesiapan mental, orang tua perlu menaruh perhatian pada kemampuan verbal anak. Orang tua yang memiliki anak usia 25-36 bulan sebaiknya lebih fokus pada melatih anak agar anak tidak mengompol saat bangun pagi. Sebagian besar anak usia 25-36 bulan telah menunjukkan kesiapan mental dan psikologis yang baik. Sebagian besar orang tua telah melatih anaknya ke toilet sejak usia 18 bulan dan mulai membiasakan anak buang air secara rutin di toilet saat anak memasuki usia 25-36 bulan. Semakin bertambah usia anak, semakin banyak tanda kesiapan toilet training yang telah dikuasai anak.Kata Kunci: anak, kesiapan, orang tua, toilet training
MANAJEMEN GEJALA PASCA GEGAR OTAK PADA PASIEN CEDERA KEPALA RINGAN DI ACEH Fikriyanti Fikriyanti; Luppana Kitrungrote; Praneed Songwathana
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Ilmu Keperawatan (JIK) Volume IX No.1 Januari-Juni 2021
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PERSEPI PENYAKIT SKIZOFRENIA PADA PASIEN RAWAT JALAN DENGAN GANGGUAN JIWA Sri Novitayani; Riski Amalia; Irfanita Nurhidayah; Ayu Mahbengi
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 9, No 2 (2021): Jurnal Ilmu Keperawatan (JIK) Volume IX No.2 Juli-Desember 2021
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Skizofrenia merupakan salah satu masalah kesehatan mental global pada masyarakat dunia termasuk Indonesia. Pasien dengan skizofrenia memerlukan pengobatan jangka panjang untuk mengatasi gejala yang muncul baik gejala positif maupun gejala negatif. Persepsi pasien tentang skizofrenia akan menentukan pengambilan keputusan pasien terhadap program pengobatannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi persepi penyakit skizofrenia pada pasien rawat jalan dengan gangguan jiwa. Design penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. Menggunakan Cluster Random Sampling untuk menentukan responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner data demografi dan The Brief-IPQ pada 96 responden. Data dianalisa dengan menggunakan statistik deskriptif univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebesar 74% persepsi responden dengan gangguan jiwa terhadap penyakit skizofrenia berada pada kategori mengancam. Rekomendasi penelitian selanjutnya adalah pentingnya terapi aktivitas kelompok pada pasien skizofrenia untuk mengontrol gejala dan program pengobatan skizofrenia. Kata Kunci: Persepsi pasien, gangguan jiwa, skizofrenia
PERBEDAAN KONSEP DIRI REMAJA PERTENGAHAN YANG TINGGAL BERSAMA ORANG TUA DENGAN REMAJA PETENGAHAN YANG TINGGAL DI ASRAMA SEKOLAH Ajeng Chaerani Insan; Ririn Muthia Zukhra; Widia Lestari
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Ilmu Keperawatan (JIK) Volume IX No.1 Januari-Juni 2021
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakLingkungan, orang tua dan teman sebaya merupakan faktor yang dapat mempengaruhi konsep diri khususnya pada remaja pertengahan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan konsep diri remaja pertengahan yang tinggal bersama orang tua dengan remaja pertengahan yang tinggal di asrama sekolah. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalalah studi perbandingan dengan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 138 responden yang terdiri dari 69 responden yang tinggal bersama orang tua dan 69 responden yang tinggal di asrama sekolah menggunakan teknik propotion stratified random sampling. Alat ukur yang digunakan yaitu Tennessee Self Concept Scale (TSCS) yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis yang digunakan adalah analisis bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil: Responden yang tinggal bersama orang tua mayoritas memiliki konsep diri negatif yaitu 38 orang (55,1%) dibandingkan responden yang tinggal di asrama sekolah yaitu berjumlah 25 orang (36,2%). Sedangkan responden yang tinggal di asrama ditemukan lebih banyak yang memiliki konsep diri positif yaitu berjumlah 44 orang (63,8%) dibandingkan dengan responden yang tinggal bersama orang tua yaitu berjumlah 31 orang (44,9%). Hasil uji statistik menunjukkan terdapat perbedaan antara konsep diri remaja pertengahan yang tinggal bersama orang tua dengan remaja pertengahan yang tinggal di asrama sekolah dengan p value (0,04) alpha (0,05). Kesimpulan: Terdapat perbedaan antara konsep diri remaja pertengahan berdasarkan tempat tinggal. Perbedaan ini juga dapat disebabkan karena beberapa faktor seperti usia, jenis kelamin, tempat tinggal dan orang tua responden. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan metode kualitatif untuk mengetahui konsep diri yang dimiliki responden. Kata kunci: Asrama sekolah; bersama orang tua; konsep diri; remaja pertengahan AbstractThe enviroment, parents and peers are the factors that can influence self-concepts in a person especially in the middle adolescent. The study aims to find out the difference between the self-concept of a middle adolescent living with parents and a middle adolescents living in a boarding school. Method: The research design used was comparison study with a sectional cross, the research sample consisted of 138 respondents made up 69 who lived with parents and 69 the respondents living in boarding school using the propotion stratified random sampling technique. The measuring instrument used is Tennessee Self Concept Scale (TSCS) has been tested for validity and reability. The analysis used was a bivariate analysis using chi square test. Result: The majority of respondents who live with their parents have a negative self-concept, namely 38 people (55,1%) compared to respondents who live in school dormitories, namely 25 people (36,2%). Meanwhile, respondents who live in dormitories are found to have a positive self-concept, amely 44 people (63,8%) compared to respondents who live with parents, namely 31 people (44,9%). Statistical test results suggest that there is a difference between the self-concept of the middle adolescent living with parents and the middle adolescent who living in boarding school (p value 0,04 0,05). Conclusion: There are differences between self-concept of adolescent based on where they live. This difference can alse be caused by several factors such as age, sex, place of residence and parents. Researcher suggest for futher research using qualitative methods to find out the self-concept ot the respondent. Keywords: Boarding school, parents, self concept, middle adolescent

Page 11 of 15 | Total Record : 141