cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmu Keperawatan
ISSN : 23386371     EISSN : 2550018X     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmu Keperawatan (JIK) adalah suatu media yang dapat digunakan untuk, mendiseminasi, dan mengarsipkan karya perawat peneliti di Indonesia. Artikel yang diterbitkan antara lain meliputi sub bidang keperawatan dasar, keperawatan dewasa, keperawatan anak, keperawatan maternitas, keperawatan jiwa, keperawatan gerontik, keperawatan keluarga, keperawatan komunitas, manajemen keperawatan, dan pendidikan keperawatan.
Arjuna Subject : -
Articles 141 Documents
GAMBARAN UPAYA MAHASISWA PROFESI FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS RIAU TERHADAP PENCEGAHAN PHLEBITIS PADA PASIEN ANAK Nadira Husna; Riri Novayelinda; Rismadefi Woferst
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 9, No 2 (2021): Jurnal Ilmu Keperawatan (JIK) Volume IX No.2 Juli-Desember 2021
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran upaya mahasiswa Profesi Fakultas Keperawatan Universitas Riau terhadap pencegahan flebitis pada pasien anak. Penelitian ini merupakan penelitian jenis kuantitatif dengan desain deskriptif. Lokasi penelitian dilakukan di Fakultas Keperawatan Universitas Riau. Penelitian ini dimulai dari bulan Februari sampai dengan bulan Juli. Pemilihan sampel mengggunkan metode purposive sampling yang memiliki kriteria inklusi yaitu membuat resonden dan sedang melakukan studi profesi di Fakultas Keperawatan Universitas Riau. Mahasiswa profesi memiliki presentase upaya pencegahan flebitis secara umum yang tinggi pada pemilihan lokasi penusukan (85,3%) dan terendah pada penggatian balutan infus setiap hari (11,9%).
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KESIAPAN PERAWAT DALAM MELAKSANAKAN RESUSITASI JANTUNG PARU DI IGD DAN ICCU RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MEURAXA KOTA BANDA ACEH TAHUN 2020 Dzulhijjah Nur Rizki Nasution; Marlina Marlina; Irfanita Nurhidayah
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Ilmu Keperawatan (JIK) Volume IX No.1 Januari-Juni 2021
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kesiapan perawat dalam melaksanakan resusitasi jantung paru di IGD dan ICCU Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa Kota Banda Aceh. Jenis penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain deskriptif korelasi menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 33 orang dengan teknik pengambilan sampel yaitu total sampling. Alat pengumpulan data yang digunakan berupa kuesioner online dalam bentuk pertanyaan multiple choice dan dicotomous choice. Hasil uji  statistik  chi-square,  independent  sample t-test dan bivariate correlation menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dengan kesiapan perawat (p-value = 0,044), ada hubungan antara pengalaman dengan kesiapan perawat (p-value = 0,002), ada hubungan antara SOP dengan kesiapan perawat (p-value = 0,010), ada hubungan antara fasilitas dengan kesiapan perawat (p-value = 0,000), ada hubungan antara pelatihan dengan kesiapan perawat (p-value = 0,009) (α = 0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah ada hubungan antara faktor pengetahuan, pengalaman, SOP, fasilitas, serta pelatihan dengan kesiapan perawat dalam melaksanakan resusitasi jantung paru di IGD dan ICCU Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa Kota Banda Aceh. Rekomendasi bagi peneliti lain dapat meneliti faktor-faktor yang berhubungan dengan kesiapan perawat dalam melaksanakan resusitasi jantung paru pada sasaran penelitian yang lebih luas.Kata Kunci   : Resusitasi jantung paru, kesiapan perawat
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN KEPATUHAN TENAGA KESEHATAN DALAM MEMUTUSKAN RANTAI PENULARAN COVID-19 DI PUSKESMAS KRUENG BARONA JAYA KABUPATEN ACEH BESAR Susi Maulina; Riyan Mulfianda; Saiful Riza
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Ilmu Keperawatan (JIK) Volume IX No.1 Januari-Juni 2021
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran tenaga kesehatan dalam masalah covid-19 yaitu melakukan koordinasi lintas program di Puskesmas. Tenaga kesehatan tentunya dapat memutuskan rantai penularan covid-19 dengan cara meningkatkan pengetahuan baik secara mandiri maupun bersama teman dalam bekerja. Pengetahuan yang didapatkan tenaga kesehatan tentunya akan berdampak baik pada kepatuhan tenaga kesehatan dalam memutuskan rantai penularan covid-19. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan kepatuhan tenaga kesehatan dalam memutuskan rantai penularan covid-19. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif korelasi dengan desain cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh tenaga kesehatan yang berjumlah 89 orang. Adapun teknik pengambilan sampel secara total sampling dimana mengambil keseluruhan dari total populasi sehingga sampel dalam penelitian ini sebanyak 89 orang. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Krueng Barona Jaya pada tanggal 15 – 28 Maret tahun 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 62 responden yang memiliki tingkat pengetahuan baik sebagian besar yaitu 39 responden (62,9%) patuh dalam memutuskan rantai penularan covid-19. Adapun dari 21 responden yang memiliki tingkat pengetahuan cukup sebagian besar yaitu  19 responden (90,5%) tidak patuh dalam memutuskan rantai penularan covid-19. Kemudian dari 6 responden yang memiliki tingkat pengetahuan kurang semuanya tidak patuh dalam memutuskan rantai penularan covid-19. Berdasarkan uji stastistik didapatkan p-value = 0,000 (p 0.05) sehingga dapat disimpulkan ada hubungan tingkat pengetahuan dengan kepatuhan tenaga kesehatan dalam memutuskan rantai penularan covid-19. Diharapkan kepada tenaga kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan dengan cara menerapkan protokol kesehatan dalam memutuskan rantai penularan covid-19.
LOKASI INFARK DENGAN KEJADIAN ACUTE KIDNEY INJURY PADA STEMI Halimuddin Halimuddin; Indri Afrianti
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 10, No 1 (2022): Jurnal Ilmu Keperawatan (JIK) Volume X No.1 Januari-Juni 2022
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Acute Kidney Injury (AKI) merupakan salah satu komplikasi pada pasien ST-Elevasi Miokard Infark (STEMI) yang terjadi akibat adanya kerusakan ginjal pra renal yang disebabkan oleh penurunan aliran darah ke ginjal. Lokasi infark anterior dan inferior diketahui berdasarkan elektrokardiogram. Potensial komplikasi AKI adalah masalah kolaboratif. Perawat bertanggung jawab memonitor tanda komplikasi AKI pada pasien STEMI. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan lokasi infark dengan kejadian acute kidney injury pada pasien STEMI selama fase akut 48 jam pertama. Variabel penelitian ini adalah lokasi infark dan acute kidney injury. Jenis penelitian adalah diskriptif korelasi dengan desain retrospektif data sekunder rekam medik. Populasi adalah pasien dengan diagnosa masuk STEMI periode rawatan Januari-Desember 2018 di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh, sample 83 pasien STEMI didapatkan berdasarkan kriteria, tidak mengalami chronic kidney disease dan belum atau sudah mendapatkan terapi standar STEMI (anti angina, anti trombolitik, anti platelet).  Alat  ukur elektokardiogram dan hasil laboratorium kreatinin serum. Hasil penelitian diketahui rata-rata usia pasien STEMI 53,06 + 9,7 tahun, jenis kelamin laki-laki 90,4%, lokasi infark anterior 61,4%, tidak mengalami AKI 50,6%. Hasil uji statistik didapatkan nilai p-value 0,755 (α=0,05) yang menyatakan tidak ada perbedaan proporsi kejadian AKI antara lokasi infark anterior dengan infark inferior (tidak ada hubungan antara lokasi infark dengan dengan kejadian AKI). Hasil analisis nilai OR=0.78, dimana infark anterior  berisiko 0,7 kali menyebabkan AKI dibandingkan lokasi inferior.Fa
Hubungan Pengetahuan Dengan Persepsi Mahasiswa Mengenai Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) Ayu Anita; Jumaini Jumaini; Rismadefi Woferst
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 10, No 1 (2022): Jurnal Ilmu Keperawatan (JIK) Volume X No.1 Januari-Juni 2022
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) merupakan salah satu fenomena yang setiap tahun semakin meningkat jumlahnya. Perilaku seksual yang menyimpang itu sendiri, muncul atas dasar orientasi seksual yang menyimpang. Kelompok rentan terjangkitnya fenomena ini adalah kalangan mahasiswa. Faktor pencetus terjadinya LGBT adalah pengetahuan dan persepsi. Kurangnya pengetahuan mengenai LGBT pada mahasiswa dapat menimbulkan kesalahan persepsi terhadap perilaku LGBT. Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan persepsi mahasiswa terhadap perilaku LGBT di Universitas Riau. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah 390 responden yang diambil menggunakan teknik consecutive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil analisis univariat menunjukkan lebih dari separuh responden berjenis kelamin perempuan (74,1 %), dan mayoritas usia responden 19 tahun (37,7%) Pengetahuan mahasiswa mengenai LGBT termasuk kedalam kategori baik (89,5%), dan lebih dari separuh responden (52,3%) memiliki persepsi positif mengenai LGBT dan menganggap LGBT merupakan perilaku yang menyimpang. Hasil uji statistik bivariat menunjukkan hubungan antara pengetahuan dengan persepsi mahasiswa mengenai LGBT (p values 0,000 ≤ alpha 0,005). Ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan persepsi mahasiswa mengenai LGBT.Kata Kunci: LGBT, Pengetahuan, Persepsi
IMPLEMENTASI BUDAYA KESELAMATAN PASIEN OLEH PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP RSUD ARIFIN ACHMAD PROVINSI RIAU vaulyn jovanda; Safri Safri; Ririn Muthia Zukhra
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 10, No 1 (2022): Jurnal Ilmu Keperawatan (JIK) Volume X No.1 Januari-Juni 2022
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa keselamatan pasien telah menjadi permasalahan serius. Salah satu cara untuk meningkatkan keselamatan pasien yaitu dengan membangun budaya keselamatan pasien. Upaya peningkatan mutu pelayanan di RSUD Arifin Achmad masih belum maksimal dalam penanganan keselamatan pasien dikarenakan masih kurangnya kesadaran akan pentingnya budaya keselamatan pasien. Terjadi penurunan kesadaran petugas dalam hal melaporkan IKP kurun waktu 2017-2018, laporan tertulis tidak disampaikan ke pihak KPRS dan respond time pelaporan masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran implementasi budaya keselamatan pasien oleh perawat di ruang rawat inap kelas 3 RSUD Arifin Achmad. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif sederhana. Jumlah responden 66 perawat menggunakan teknik total sampling. Analisis yang digunakan adalah analisa univariat. Hasil penelitian menunjukkan budaya keselamatan pasien di ruang rawat inap kelas 3 RSUD Arifin Achmad 54,5% memiliki budaya keselamatan pasien dalam kategori baik dan 45,5% memiliki budaya keselamatan pasien dalam kategori cukup. Secara keseluruhan perawat di ruang rawat inap sebagian besar memiliki budaya keselamatan pasien yang baik. Penelitian ini menyarankan agar budaya keselamatan pasien dalam ruang rawat inap menjadi perhatian penting dalam lingkungan pelayanan kesehatan.
HUBUNGAN SELF EFFICACY DENGAN KUALITAS HIDUP LANSIA DENGAN DIABETES MELLITUS DI KOTA BANDA ACEH Dian Nellisa; Khairani Khairani; Rahmawati Rahmawati
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 10, No 1 (2022): Jurnal Ilmu Keperawatan (JIK) Volume X No.1 Januari-Juni 2022
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes mellitus adalah salah satu masalah kesehatan dunia yang meningkat setiap tahunnya. Kualitas hidup penderita diabetes mellitus menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Untuk meningkatkan kualitas hidup diperlukan self efficacy yang baik. Self efficacy adalah keyakinan yang dimiliki oleh lansia terhadap kemampuannya untuk melakukan pengelolaan diabetes mellitus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan self efficacy dengan kualitas hidup pada lansia dengan diabetes mellitus di Kota Banda Aceh.  Penelitian ini bersifat deskriptif correlative menggunakan desain cross sectional study dengan populasi berjumlah 7.365 lansia dengan diabetes mellitus di Kota Banda Aceh. Metode pengambilan sampel yaitu nonprobability sampling  menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 379 responden. Alat pengumpulan data berupa kuesioner Diabetes Management Self Efficacy Scale (DMSES) dan WHOQOL-BREF yang dilakukan dengan wawancara terpimpin. Data penelitian ini dianalisis menggunakan uji statistik Chi-square. Hasil penelitian ini didapatkan self efficacy baik (79,9%) dan kualitas hidup baik (96,8%) sehingga ada hubungan antara self efficacy dengan kualitas hidup lansia dengan diabetes mellitus (p-value = 0,000). Direkomendasikan kepada petugas kesehatan agar terus memberikan promosi kesehatan terkait pentingnya melakukan manajemen pengobatan diabetes mellitus, sehingga dapat meningkatkan self efficacy dan kualitas hidup serta kesehatan lansia. Kata kunci: self efficacy, kualitas hidup, diabetes mellitus,  ABSTRACT                                                                                                                                Diabetes mellitus is one of the global health problems, and its prevalence keeps on increasing every year. The quality of life of patients with diabetes mellitus must receive serious attention. Self-efficacy is one of the determinant factors to improve quality of life. In this study, self-efficacy refers to the beliefs owned by the elderly towards their ability to control their diabetes mellitus conditions. The aim of this study was to examine the relationship between self-efficacy and the quality of life of the elderly in Banda Aceh City. This study was descriptive correlative research with a cross sectional study.  The population of the study was 7.365 elderlies with diabetes mellitus in Banda Aceh. The sampling technique used was non-probability sampling to select 379 respondents. The instruments used to collect the data werw  Diabetes Management Self Efficacy Scale (DMSES) and WHOQOL-BREF administered trough the guided interview. The data were analyzed using Chi-square statistical test. The results revealed that self-efficacy was in good category (97.9%) and  quality of life was also in the good category (86.8%), suggesting that there was a correlation between self-efficacy and the quality of life of the elderly with diabetes mellitus (p-value = 0.000). It is expected that the health workers continuously provide education regarding the importance of diabetes mellitus treatment management to improve patients’ self-efficacy and quality of life. Keywords: self efficacy, quality of life, diabetes mellitus, elderly
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN SIKAP IBU DALAM PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF Yulia Nuraini; Agrina Agrina; Jumaini Jumaini
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 10, No 1 (2022): Jurnal Ilmu Keperawatan (JIK) Volume X No.1 Januari-Juni 2022
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Menyusui adalah proses yang alamiah dalam memberikan makanan berupa Air Susu Ibu  (ASI). ASI eksklusif adalah pemberian ASI selama 6 bulan tanpa tambahan makanan lain. Dukungan keluarga dibutuhkan oleh ibu dan sikap ibu dibutuhkan dalam pemberian ASI eksklusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan sikap ibu dalam pemberian ASI eksklusif. Metode: Desain penelitian ini menggunakan deskriptif korelasi dengan pendekatan retrospektif. Sampel dalam penelitian ini adalah 83 ibu menyusui yang mempunyai anak usia diatas 6 bulan-12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Tenayan Raya. Sampel diambil berdasarkan kriteria inklusi dengan teknik accidental sampling. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner dukungan keluarga dan sikap ibu dalam pemberian ASI eksklusif yang telah valid dan reliabel. Hasil: hasil penelitian menggambarkan responden berusia dewasa awal (53,0%), dan sebagian besar tidak bekerja (84,3%). Dukungan keluarga pada saat pemberian ASI baik dan ibu memiliki sikap positif dalam pemberian ASI eksklusif (68,3%). Hasil uji statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan sikap ibu dalam pemberian ASI eksklusif dengan p-value = 0,000. Kesimpulan: dukungan keluarga sangat dibutuhkan ibu menyusui sehingga sikap ibu juga positif sehingga tercapai keberhasilan dalam pemberian ASI eksklusif.Kata kunci: ASI eksklusif, dukungan keluarga, sikap ibuABSTRACTIntroduction:  Breastfeeding is a natural process in providing food in the form of breast milk. Exclusive breastfeeding provides breast milk for 6 months without additional food. Family support is needed by the mother and the attitude of the mother is needed in exclusive breastfeeding. This study aims to find out the relationship between family support with mother's attitude in exclusive breastfeeding. Methods: This research design uses a descriptive correlation with a retrospective approach. The sample in this study was 83 breastfeeding mothers who had children aged over 6 months-12 months in the working area of the Tenayan Raya Health Center. Samples were taken based on inclusion criteria with accidental sampling technique. The measuring instrument used is a questionnaire on family support and mother's attitude in offering exclusive breastfeeding that is valid and reliable. Result: the results showed that the respondents’ were in their early adulthood (53,0%), and most of them did not work (84,3%). Family support during breastfeeding is good and the mother has a positive attitude in exclusive breastfeeding (68,3%). The results of statistical tests showed that there was a significant relationship between family support and mother’s attitude in exclusive breastfeeding with p-value = 0.000. Conclusion: Family support is needed by breastfeeding mothers so that the mother's attitude is also positive so that success in exclusive breastfeeding is achieved.Keywords: Exclusive breastfeeding, family support, mother's attitude
GAMBARAN EFIKASI DIRI PADA MAHASISWA BARU FAKULTAS KEPERAWATAN UNRI DI MASA PANDEMI COVID-19 Putri Dwi Ayuningrum; Jumaini Jumaini; Agrina Agrina
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 10, No 1 (2022): Jurnal Ilmu Keperawatan (JIK) Volume X No.1 Januari-Juni 2022
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPendahuluan: Mahasiswa baru memiliki keyakinan akan kemampuan diri untuk meningkatkan kognitif, motivasi diri dan tindakan yang dibutuhkan untuk berhasil melaksanakan tugas tertentu. Kemampuan ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk mengatasi kegagalan dalam melaksanakan tugas kuliah yang disebut dengan efikasi diri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran efikasi diri pada mahasiswa baru Fakultas Keperawatan Universitas Riau di Masa Pandemi COVID-19. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan analisis univariat. Sampel dalam penelitian ini adalah 134 responden yaitu mahasiswa baru A 2020 Fakultas Keperawatan Universitas Riau berdasarkan kriteria inklusi menggunakan teknik total sampling. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner efikasi diri melalui google form terdiri dari 23 pernyataan yang telah di uji validitas dengan r hitung 0,547-0,820 r tabel (0,444). Hasil: Hasil penelitian didapatkan efikasi diri mahasiswa berada pada kategori tinggi yaitu sebanyak 73 responden (54,5%), efikasi diri terkait tingkat kesulitan tugas (magnitude) berada pada kategori tinggi yaitu sebanyak 81 responden (60,4%), efikasi diri terkait derajat kemantapan dan keyakinan atau pengharapan (strength) berada pada kategori tinggi yaitu sebanyak 73 responden (54,5%), efikasi diri terkait luas bidang perilaku (generality) berada pada kategori tinggi yaitu sebanyak 99 responden (73,9%). Kesimpulan: Efikasi diri mahasiswa baru Fakultas Keperawatan Universitas Riau berada pada kategori tinggi, dan kategori yang tertinggi didapat pada efikasi diri terkait dengan dimensi generality. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan acuan bagi institusi keperawatan terkait dengan karakteristik efikasi diri dimasa pandemi COVID-19.Kata kunci: COVID-19, Efikasi Diri, Mahasiswa Baru
HUBUNGAN DURASI PENGGUNAAN GADGET PADA MALAM HARI TERHADAP KEJADIAN EXCESSIVE DAYTIME SLEEPINESS (EDS) PADA MAHASISWA FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS RIAU Cintya Elsa Regina; Bayhakki Bayhakki; Gamya Tri Utami
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 10, No 1 (2022): Jurnal Ilmu Keperawatan (JIK) Volume X No.1 Januari-Juni 2022
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakMenggunakan gadget pada malam hari dapat mengakibatkan kurang tidur karena menggunakannya hingga larut malam. Tidur larut malam dan durasi tidur yang singkat akan mengganggu kualitas tidur serta akan menimbulkan masalah gangguan tidur salah satunya adalah Excessive Daytime Sleepiness (EDS). EDS adalah kondisi di mana seseorang mengalami kantuk yang berlebihan di siang hari. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara durasi penggunaan gadget pada malam hari terhadap kejadian Excessive Daytime Sleepiness (EDS) pada mahasiswa fakultas keperawatan Universitas Riau. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan terhadap 242 orang mahasiswa/i FKp Universitas Riau dengan menggunakan teknik proportional stratified random sampling. Alat ukur yang digunakan adalah lembar kuesioner. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil uji statistik bivariat menunjukkan ada hubungan antara durasi penggunaan gadget pada malam hari dengan kejadian Excessive Daytime Sleepiness (EDS) pada mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Riau dengan p value (0,007) α (0,05). Ada hubungan antara durasi penggunaan gadget pada malam hari dengan kejadian Excessive Daytime Sleepiness (EDS) pada mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Riau. Diharapkan mahasiswa dapat mengontrol penggunaan gadget terutama pada malam hari agar dapat mencegah terjadinya EDS.Kata Kunci: durasi, EDS, gadget, malam hari