cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmu Keperawatan
ISSN : 23386371     EISSN : 2550018X     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmu Keperawatan (JIK) adalah suatu media yang dapat digunakan untuk, mendiseminasi, dan mengarsipkan karya perawat peneliti di Indonesia. Artikel yang diterbitkan antara lain meliputi sub bidang keperawatan dasar, keperawatan dewasa, keperawatan anak, keperawatan maternitas, keperawatan jiwa, keperawatan gerontik, keperawatan keluarga, keperawatan komunitas, manajemen keperawatan, dan pendidikan keperawatan.
Arjuna Subject : -
Articles 141 Documents
GAMBARAN KEKERASAN PADA REMAJA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DI KABUPATEN ACEH TIMUR Marthoenis Marthoenis; Febrina Rizky
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Ilmu Keperawatan (JIK) Volume IX No.1 Januari-Juni 2021
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekerasan pada remaja merupakan tindakan atau perlakuan yang dapat mengakibatkan cedera dan tekanan mental atau trauma. Tindakan kekerasan yang dilakukan oleh seseorang  kepada remaja  dapat berupa kekerasan fisik, seksual dan emosional. Sekitar  17,8% yang mengalami trauma dari segala kekerasan yang pernah dialami sepanjang hidup, dan sisanya sebanyak  82,2% responden lainnya menyatakan tidak mengalami trauma. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kekerasan pada remaja sekolah menengah pertama di Kabupaten Aceh Timur. Jenis penelitian berupa deskriptif, dengan menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja siswa kelas VII,VIII,IX yang berjumlah 735 orang siswa SMP Negeri 1 Peureulak. Teknik pengambilan sample random sampling dengan jumlah responden sebanyak 129 orang siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner baku yaitu childhood trauma questionnaire yang dikembangkan oleh James W. Pennebaker (2013). Waktu penelitian 10 September  s/d 12 September 2020.  Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dari 129 responden penelitian, 91,5% responden pernah mengalami kekerasan sedangkan untuk  8,5% responden lainnya mengakui tidak pernah mendapatkan kekerasan dalam bentuk apapun selama hidupnya. Direkomendasikan kepada petugas kesehatan agar dapat melakukan dan menyediakan edukasi kepada masyarakat khususnya orang tua mengenai dampak kekerasan pada anak dan remaja untuk peningkatan pengetahuan dan pengaplikasian didalam keluarga. Kata Kunci: Kekerasan, Anak dan Remaja ABSTRACTViolence in adolescents is an act or treatment that can result in injury and mental stress or trauma. Violent acts committed by a person to adolescents can be physical, sexual, and emotional violence. About 17.8% of respondents experienced trauma from all the violence they have experienced in their lifetime, and the remaining 82.2% of other respondents stated that they had not experienced trauma. This study aimed to determine the description of violence in junior high school adolescents in Aceh Timur Regency. This research is a descriptive study with a cross-sectional design. The population of this study was 735 students of VII, VIII, IX grade of State Junior High School (SMP Negeri) 1 Peureulak. The sampling technique used was the random sampling techniquewith 129 students as respondents. The data collection technique used was a standard questionnaire, namely the childhood trauma questionnaire developed by James W. Pennebaker (2013). The time of the research was September 10 to September 12, 2020.  The study results concluded that, of the 129 research respondents, 91.5% of respondents had experienced violence. In contrast, 8.5% of the respondents admitted that they had never experienced violence in any form during their life. It is recommended that health workers conduct and provide education to the community, especially parents, about the impact of violence on children and adolescents to increase knowledge and its application in the family.Keywords       : Violence, Children, and Adolescents
HUBUNGAN ANTARA KEPERCAYAAN KEPADA TUHAN DAN RISIKO BUNUH DIRI PADA MAHASISWA MUSLIM DI ACEH Shinta Sandora; Sri Novitayani
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Ilmu Keperawatan (JIK) Volume IX No.1 Januari-Juni 2021
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bunuh diri terjadi akibat adanya ide bunuh diri. Seseorang yang memiliki ide bunuh diri, maka dia berisiko melakukan bunuh diri. Prevalensi risiko bunuh diri mengalami peningkatan dikalangan mahasiswa. Risiko bunuh diri sering terjadi pada seseorang mengalami masalah-masalah yang tidak bisa ditangani sehingga membuatnya stres. Namun, cara individu dalam menanggapi masalah dengan meyakini bahwa segala ujian yang Allah SWT berikan akan ada hikmahnya dapat mengurangi stress yang dialami karena masalah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepercayaan kepada Tuhan dan risiko bunuh diri pada mahasiswa muslim di Aceh. Desain penelitian adalah deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional study. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode snowball sampling dengan jumlah sampel 326 mahasiswa di Aceh. Pengumpulan data dengan cara survey online menggunakan 3 kuesioner yaitu kuesioner data demografi, Kuesioner Keyakinan Kepada Tuhan (KKT), dan Adult Suicidal Ideation Quesionnaire (ASIQ). Berdasarkan analisa data dengan menggunakan Chi Square Test, hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara kepecayaan kepada Tuhan dan risiko bunuh diri pada mahasiswa muslim di Aceh (p-value= 0,01). Direkomendasi bagi mahasiswa apabila mengalami stress agar dapat lebih mendekatkan diri kepada Tuhan. Kata Kunci: Keyakinan, Mahasiswa, Risiko Bunuh Diri, Tuhan. Abstract Suicide occurs due to suicidal ideation. A person who has suicidal ideation is at risk of committing suicide. The prevalence of suicide risk has increased among college students. The risk of suicide often occurs in a person experiencing problems that cannot be handled so that it makes him stressed. However, the individual's way of responding to problems by believing that all the tests that Allah SWT gives will have wisdom can reduce the stress experienced because of the problem. This study aims to determine the relationship between belief in God and the risk of suicide in Muslim college students in Aceh. The research design is descriptive correlative with a cross sectional study approach. The sampling technique used the snowball sampling method with a sample of 326 students in Aceh. Collecting data by means of an online survey using 3 questionnaires, namely the demographic data questionnaire, the Belief in God Questionnaire (KKT), and the Adult Suicidal Ideation Questionnaire (ASIQ). Based on data analysis using the Chi Square Test, the results showed that there was a relationship between belief in God and the risk of suicide in Muslim students in Aceh (p-value = 0.01). It is recommended for college student while they are experiencing stress, so they should get closer to God.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN ANTICIPATORY GUIDANCE TERHADAP PENGETAHUAN IBU DALAM PENCEGAHAN CEDERA PADA ANAK USIA TODDLER Dinda Ayu Lestari; Riri Novayelinda; Safri Safri
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 9, No 2 (2021): Jurnal Ilmu Keperawatan (JIK) Volume IX No.2 Juli-Desember 2021
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakAnak usia toddler (1-3 tahun) berada pada tahap intens dalam mengeksplorasi lingkungan sehingga anak beresiko cedera yang dapat mengakibatkan kecacatan, trauma bahkan kematian. Anticipatory guidance merupakan pedoman yang diberikan kepada orangtua dalam mengatasi masalah yang mungkin dapat terjadi pada anak yaitu salah satunya adalah risiko cedera yang dapat terjadi pada anak usia toddler. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan anticipatory guidance terhadap pengetahuan ibu dalam pencegahan cedera pada anak usia toddler. Metode: Metode yang digunakan adalah quasi experiment design dengan rancangan non equevalent control group. Sampel penelitian berjumlah 40 responden yang terbagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol yang dipilih melalui simple random sampling. Analisis yang digunakan adalah analisis bivariat dengan menggunakan uji Mann Whitney. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara pengetahuan ibu sesudah diberikan pendidikan kesehatan anticipatory guidance tentang pencegahan cedera dengan p value (0,000) α (0,05). Simpulan: Pendidikan kesehatan anticipatory guidance efektif terhadap peningkatan pengetahuan ibu dalam pencegahan cedera pada anak usia toddler di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru. Peneliti menyarankan untuk memberikan pelatihan untuk pencegahan cedera. Kata kunci: Anticipatory guidance, pendidikan kesehatan, pengetahuan ibu, toddler  AbstractThe effect of anticipatory guidance health education influence on a mother’s knowledge in the prevention of injury in a toddler. Children of childbearing age (1-3 tahun) are at an intense stage in exploring the environment so can cause the injuries, which can result in disability, trauma, even death. Anticipatory guidance is a guideline given to parents in overcoming problems that may occur in children, one of which is the risk of injury that can occur in toddlers. Aims: The study aims to know the impact of a health education anticipatory guidance on a mother’s knowledge in preventive child injury prevention in toddler. Method: The method used in an experiment design with non equevalent design control group. The sample research consist of 40 respondents who divided into two groups that were experiment groups and control groups that taken through the simple random sampling. The analysis used was analysis bivariates by using Mann Whitney. Result: Research suggests that there is a significant difference between a mother’s knowledge after given a health education about the injury prevention with p value (0,000) α (0,05). Conclusion: A predicory anticipatory guidance health education increased maternal knowledge in the prevention of injury to toddler-aged children in the working area of the Pekanbaru City Health Office. Researchers suggest providing training for injury prevention. Keywords: Anticipatory guidance, health education, mother knowledge, toddler
HUBUNGAN INTERAKSI TEMAN SEBAYA DAN INTENSITAS PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL TERHADAP GANGGUAN MENTAL EMOSIONAL REMAJA Oktavia Oktavia; Jumaini Jumaini; Agrina Agrina
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Ilmu Keperawatan (JIK) Volume IX No.1 Januari-Juni 2021
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakGangguan mental emosional adalah perubahan emosional yang terjadi pada seorang individu apabila tidak diatasi dapat berkembang menjadi suatu keadaann patologis. Penelitian bertujuan untuk melihat hubungan interaksi teman sebaya dan intensitas penggunaan media sosial terhadap gangguan mental emosional remaja. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah 322 responden yang diambil berdasarkan kriteria inklusi menggunakan teknik consecutive sampling. Analisis yang digunakan adalah analisis bivariat menggunakan uji chi-square. Penelitian ini terbanyak berjenis kelamin laki-laki dengan jumlah 255 orang (79,2%), dan jenis media sosial yang terbanyak digunakan adalah whatsapp dengan jumlah 307 orang (95,3%), terdapat 169 responden yang memiliki interaksi teman sebaya negatif (52,5%), 168 responden memiliki intensitas penggunaan media sosial tinggi (52,2%) dan 94 responden menunjukkan indikasi gangguan mental emosional (29,2%). Hasil uji statistik menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara interaksi teman sebaya terhadap gangguan mental emosional (p value 0,04) alpha (0,05) dan antara intensitas penggunaan media sosial yang tinggi terhadap gangguan mental emosional (p value 0,03) alpha (0,05). Interaksi teman sebaya dan itensitas penggunaan media sosial mempunyai hubungan yang bermakna terhadap gangguan mental emosional remaja. Kata Kunci : Gangguan Mental Emosional, Intensitas Penggunaan Media Sosial, Interaksi Teman Sebaya, Remaja. AbstractMental emotional disorders are emotional changes that occur in an individual who if not addressed can develop into a pathological state. The purpose of this research is to see a relationship of peer interactions and the intensity of social media use to adolescent mental emotional disorders. The design of this research is descriptive correlation with cross sectional.  The research sample was 322 respondents who were drawn based on inclusion criteria using consecutive sampling technique. The analysis used is bivariate using the chi-square test. The results of this was mostly male 255 respondents (79.2%), and the most used type of social media was whatsapp of 307 respondents (95.3%), research showed that 169 respondents have negative peer interactions (52.5%), 168 respondents with high intensity of social media use (52,2%) and 94 respondents who suffer from mental emotional disorders (29,2%). Chi-square result shows a significant relationship between peer interaction and mental emotional disorders (p value 0,04) alpha (0,05) and between the intensity of high social media use with mental emotional disorders (p value 0,03) alpha (0,05). Peer interactions and intensity of social media use have relationship to adolescent mental emotional disorders. Keywords : Mental Emotional Disorders, Intensity Of The Social Media Use, Peer Interaction, Adolescent
PENGARUH DIABETES SELF-MANAGEMENT EDUCATION TERHADAP PENGETAHUAN PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 Rahmawati Rahmawati; Irfanita Nurhidayah; Jufrizal Jufrizal; Laras Cyntia Kasih
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Ilmu Keperawatan (JIK) Volume IX No.1 Januari-Juni 2021
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitain ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Diabetes Self Management Education  terhadap pengetahuan pada penderita DM tipe 2. Desain penelitian quasi eksperiment dengan rancangan pretest-postes non equivalent group design, menggunakan kelompok kontrol . Populasi penelitian ini seluruh pasien penderita DM tipe 2 yang mendapat pengobatan di Puskesmas Trienggadeng yang berjumlah 204 orang. Teknik pengambilan sampel secara purposive sampling dengan kriteria bersedia menjadi responden, berusia 20-45 tahun, mampu baca tulis, dan kooperatif, yang memenihi kriteria berjumlah 66 orang, dan dibagi dalam dua kelompok (kelompok intervensi dan kelompok control.  Instumen dalam penelitian ini menggunakan intrumen yang dikembangkan sendiri oleh peneliti berdahaskan hasil kajian literatur dan sudah melakukan uji validitas dan uji reabilitas. Hasil analisis bivariat didapatkan P value postest 0.000, artinya ada pengaruh yang sangat signifikan Diabetes Self Management Education  pada responden terhadap pengetahuan. Kesimpulan Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh Diabetes Self management Education terhadap pengetahuan pada penderita DM tipe 2 di wilayah Kerja Puskesmas Trienggadeng Kabupaten Pidie Jaya.Kata Kunci                          : Diabetes Self management Education, DM tipe 2
PENGARUH TERAPI SEFT TERHADAP KUALITAS TIDUR REMAJA DENGAN INSOMNIA: LITERATURE REVIEW Elmia Sari; Ari Pristiana Dewi; Darwin Karim
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 9, No 2 (2021): Jurnal Ilmu Keperawatan (JIK) Volume IX No.2 Juli-Desember 2021
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendahuluan: Remaja merupakan masa dimana seorang individu mengalami aktivitas yang banyak dan menguras tenaga, maka dari itu tidur yang cukup dan berkualitas sangat dibutuhkan bagi remaja. Rata-rata durasi jam yang diperlukan remaja untuk tidur adalah 8-10 jam pada malam harinya. Namun durasi tersebut dapat berubah menjadi singkat karena jadwal kegiatan sekolah dan kegiatan sosial sehingga menyebabkan salah satu dari masalah tidur yang ada yaitu insomnia. Insomnia dapat diatasi secara nonfarmakologi dengan melakukan terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT). Metode: Penelitian ini menggunakan desain literature review. Penelusuran jurnal penelitian menggunakan Google Scholar dengan kata kunci terapi SEFT terhadap kualitas tidur remaja dengan insomnia. Hasil: Didapatkan 6 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi dilanjutkan dengan analisis matriks berdasarkan tujuan, metode, sampel, hasil penelitian, dan kesamaan serta perbedaan. Hasil literature review menunjukkan bahwa terapi SEFT memberikan perbedaan yang signifikan terhadap kualitas tidur remaja dengan insomnia. Kesimpulan: Terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) berpengaruh dan efektif dalam meningkatkan kualitas tidur dengan insomnia pada remaja. Kata Kunci: terapi SEFT, kualitas tidur, insomnia Abstract Background: Adolescence is the time when an individual experiences a lot of activities and exhausts his energy. Therefore, get enough sleep and have a certain quality is needed for adolescents. The average duration of hours that a teenager takes to sleep is 8-10 hours a night. However, the duration can changes to be short because school schedules and social activities that causing one of the existing sleep problems, namely insomnia. Insomnia can be treated nonpharmacologically by doing Spritual Emotional Freedom Technique (SEFT) therapy. Methods: This research used literature review design. The searching of research journals is using Google Scholar with keywords are SEFT therapy on sleep quality of adolescents with insomnia. Results: There were 6 articles that suitable with the inclusion criterias followed by a matrix analysis based on the purpose, methods, samples, results, similarities and differences. The result shows that SEFT therapy gives a significant difference to the sleep. Conclusions: Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) therapy is influential and effective in improving sleep quality with insomnia in Adolescents. Keyword: SEFT therapy, sleep quality, insomnia
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG FAMILY CENTERED CARE David Alfayed Silalahi; Hellena Deli; Jumaini Jumaini
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 9, No 2 (2021): Jurnal Ilmu Keperawatan (JIK) Volume IX No.2 Juli-Desember 2021
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Family centered care merupakan pendekatan yang digunakan dalam pemberian pelayanan kesehatan pada anak dengan melibatkan orang tua. Penelitian bertujuan untuk melihat gambaran tingkat pengetahuan perawat tentang family centered care. Desain penelitian ini adalah deskriptif dengan jumlah responden 72 perawat dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Penelitian ini mengunakan kuesioner yang sebelumnya telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Analisis yang digunakan ialah analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan umur responden mayoritas adalah dewasa awal (20-39 tahun) sebanyak 46 perawat (63,9%). Jenis kelamin responden perempuan sebanyak 68 perawat (94,4%). Tingkat pendidikan terakhir responden pada tingkat S1 sebanyak 48 perawat (52,8%). Pengalaman lama bekerja responden dengan pengalaman lama bekerja diatas 5 tahun sebanyak 52 perawat (72,2%), dan mayoritas tingkat pengetahuan perawat tentang family centered care sudah memiliki pengetahuan baik sebanyak 63 orang (87,5%) dan pengetahuan cukup sebanyak 9 orang (12,5%). Pengetahuan perawat tentang pengertian dan tujuan FCC menjawab benar terbanyak adalah 72 orang (100%) dan menjawab benar terkecil sebanyak 48 orang (66,7%). Pengetahuan perawat tentang elemen FCC menjawab benar terbanyak adalah 72 orang (100%) dan menjawab benar terkecil sebanyak 36 orang (50%). Dan hasil pengetahuan perawat tentang kebijakan FCC  menjawab benar terbanyak adalah 69 orang (95,8%) dan menjawab benar terkecil sebanyak 40 orang (55,6%). Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi data dasar untuk mengidentifikasi pengetahuan perawat tentang family centered care, sehingga pihak rumah sakit dapat merencanakan peningkatan pengetahuan perawat dengan memberikan program pelatihan keperawatan anak dan adanya pemahaman intervensi tentang family centered care dalam pemberian asuhan keperawatan pada anak. Kata kunci : family centered care, pengetahuan, perawat  Abstract Family centered care is an approach used in providing health services to children by involving parents. The research aims to see a picture of the level of knowledge of nurses about family centered care. The design of this study was descriptive with the number of respondents 72 nurses with a total sampling technique. This study used a questionnaire that had previously been tested for validity and reliability. The analysis used is univariate analysis. The results showed the age of the majority of respondents were early adulthood (20-39 years) as many as 46 nurses (63.9%). The gender of female respondents was 68 nurses (94.4%). The last education level of respondents at the S1 level was 48 nurses (52.8%). Long time experience of working respondents with long experience working over 5 years were 52 nurses (72.2%). And the majority of nurses' knowledge about family centered care already has good knowledge of 63 people (87.5%) and enough knowledge of 9 people (12.5%). Nurses' knowledge about the understanding and objectives of the FCC answered the most correct were 72 people (100%) and the smallest correct answers were 48 people (66.7%). Nurses' knowledge of the FCC elements answered the most correctly was 72 people (100%) and the smallest right answers were 36 people (50%). And the results of nurses' knowledge about the FCC policy answered the most correctly is 69 people (95.8%) and the smallest right answers as many as 40 people (55.6%). The results of this study are expected to be a basic data to identify nurses 'knowledge about family centered care, so that the hospital can plan an increase in nurses' knowledge by providing child nursing training programs and an understanding of interventions about family centered care in providing nursing care to children. Keywords: family centered care , knowledge, nurse
GAMBARAN LINGKUNGAN KELUARGA PASIEN SKIZOFRENIA: LITERATURE REVIEW Yusi Artika; Jumaini Jumaini; Sri Utami Sri Utami
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Ilmu Keperawatan (JIK) Volume IX No.1 Januari-Juni 2021
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Skizofrenia merupakan salah satu penyakit mental yang mempengaruhi kehidupan penderitanya. Efek dari hal tersebut dapat mempersempit lingkungan sosial penderita. Salah satu lingkungan sosial terdekat penderita skizofrenia adalah keluarga. Lingkungan keluarga dapat berperan dalam merawat dan meningkatkan keyakinan penderita akan kesembuhan dirinya. Tujuan literature review ini untuk mengetahui gambaran lingkungan keluarga pasien skizofrenia. Metode yang digunakan adalah Literature review. Dengan penelusuran artikel dalam periode 2010-2020 dengan kata kunci family environment dan schizophrenia melalui Google Scholar, Semantic Scholar, PubMed, Science Direct dan Taylor Francis Group. Kriteria inklusi meliputi gambaran lingkungan keluarga pasien skziofrenia. Hasil penelitian menunjukkan dari 6 artikel penelitian, 5 diantaranya memperlihatkan bahwa kohesi, konflik, dan kehangatan yang rendah di dalam lingkungan keluarga dikaitkan dengan risiko dan gejala skizofrenia yang lebih berat. Sedangkan 1 artikel penelitian lain memperlihatkan tidak adanya hubungan signifikan antara penyembuhan dengan persepsi dan hubungan interpersonal pasien skizofrenia dengan kerabat di lingkungan keluarga. Lingkungan keluarga berperan penting bagi penderita skizofrenia. Kerabat dengan kohesi yang rendah dan adanya konflik di lingkungan keluarga dapat menyebabkan risiko dan gejala skizofrenia yang lebih berat. Keluarga diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang baik dan kondusif bagi anggota keluarga yang menderita skizofrenia. Kata Kunci: lingkungan keluarga, skizofrenia
TINGKAT KECEMASAN DAN MEKANISME KOPING PADA MAHASISWA KEPERAWATAN SELAMA MASA PANDEMI COVID-19 Arinda Siti Fathia; Martina Martina; Marthoenis Marthoenis
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 9, No 2 (2021): Jurnal Ilmu Keperawatan (JIK) Volume IX No.2 Juli-Desember 2021
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyebaran COVID-19 yang berlangsung cepat dan telah menyebar keseluruh dunia, sehingga pemerintah menerapkan kebijakan work from home (WFH) yang mana proses pembelajaran dilakukan di rumah masing-masing. Berbagai keluhan yang dihadapi mahasiswa jika terjadi secara terus-menerus dapat menyebabkan stres yang mampu mengganggu aktivitas sehari-hari sehingga mahasiswa harus mampu beradaptasi dengan mengembangkan koping yang optimal untuk meminimalkan kecemasan terhadap perubahan yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kecemasan dan mekanisme koping pada mahasiswa keperawatan selama masa pandemi COVID-19. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Subjek pada penelitian ini adalah mahasiswa aktif fakultas keperawatan universitas syiah kuala angkatan 2017-2018 dengan jumlah 248 sampel. Pengambilan data dilakukan dengan metode total sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan data primer berdasarkan kuesioner baku yang disebar secara online berbentuk googleform kepada responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebanyak 128 (51,6%) mahasiswa tidak mengalami kecemasan selama pandemi COVID-19 serta sebanyak 163 (65,7%) mahasiswa menggunakan mekanisme koping yang adaptif dalam menghadapi stresor kecemasan selama pembelajaran daring dimasa pandemi COVID-19. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai referensi untuk penelitian lanjutan dalam menghadapi kecemasan dan perilaku mahasiswa dimasa pandemi COVID-19 dan bagi mahasiswa agar selalu mengembangkan perilaku koping yang adaptif untuk mengurangi gejala kecemasan akibat pandemi. Kata Kunci       : Kecemasan, Mekanisme Koping, Keperawatan, COVID-19  ABSTRACTThe rapid spread of COVID-19 has expanded throughout the world. Hence, the government implemented work from home (WFH) policy in which the learning process is carried out at home. However, problems can lead to confusion and anxiety among students. If it occurs continuously, it can cause stress that interfere their daily activities. Therefore, the students must adapt by developing optimal coping mechanisms to minimize their anxiety. This research aimed to determine the overview of anxiety and coping mechanisms among nursing students during the COVID-19 pandemic. This research was quantitative research with a cross-sectional study approach. The subject was 248 active students from class of 2017-2018 from Nursing Faculty University of Syiah Kuala. The sampling technique used was total sampling. The data collection instrument used for primary data collection was a standard questionnaire distributed by using the Google form to the respondents. The research showed that as many as 128 (51.65%) students do not experience anxiety during the COVID-19 pandemic. The results also showed that as many as 163 (65.7%) students used adaptive coping mechanisms in dealing with anxiety stressors during online learning. These results can be used as a reference for further research in dealing with anxiety and students’ behavior during the COVID-19 pandemic. The students are also advised to continuously develop adaptive coping behaviors to reduce anxiety symptoms due to the pandemic. Keywords             : Anxiety, Coping Mechanism, Nursing, COVID-19
NEUROPATY SEBAGAI FAKTOR RISIKO INFEKSI LUKA KAKI DIABETIK Najihah Najihah; Irfanita Nurhidayah
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 9, No 2 (2021): Jurnal Ilmu Keperawatan (JIK) Volume IX No.2 Juli-Desember 2021
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasien dengan DM berisiko tinggi memperoleh penyakit komplikasi karena adanya gangguan toleransi Glukosa yang dapat menyebabkan kerusakan berbagai sistem tubuh terutana saraf dan pembuluh darah. Infeksi LKD merupakan salah satu komplikasi yang paling sering dan parah pada individu dengan DM. Tujuan penelitian untuk menganalisa factor resiko infeksi LKD pada pasien DM. Penelitian ini merupakan penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional study. Besar sampel dalam penelitian ini  yaitu 53 luka dari 41 penderita DM. Instrument yang digunakan yaitu kuisioner ini dikembangkan oleh peneliti untuk mengetahui faktor resiko infeksi LKD pada responden, Monofilament 10 g dan Doppler ABI. Data yang dikumpulkan dianalisa secara bivariate dan multivariate. Hasil penelitian menunjukkan  bahwa ada tiga faktor yang memiliki perbedaan yang signifikan yaitu penyebab luka (p=0.025, p=0.045), status neuropaty (p=0.037, p=0.016), hasil PTB (p= 0.024, p=0.038) dan neuropaty merupakan factor resiko paling dominan (p=0.032, OR=10.58). Neuropaty terbukti merupakan faktor resiko kejadian infeksi LKD.  Oleh karena itu, diharapkan hasil penelitian ini menjadi item dalam pengkajian keperawatan pada penderita DM dengan LKD yang dapat membantu dalam upaya mendeteksi resiko untuk mencegah atau menanggulangi timbulnya infeksi LKD pada orang lain. Kata Kunci: Diabetes Mellitus. Faktor Resiko, Infeksi, Luka Kaki Diabetik.