cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Economica: Jurnal Ekonomi Islam
ISSN : 20859325     EISSN : -     DOI : -
EEconomica: Jurnal Ekonomi Islam is a scientific journal in the field of Islamic economics studies published twice a year by the Institute of Islamic Economic Research and Development (LP2EI), Faculty of Islamic Economics and Business UIN Walisongo Semarang. The editors receive scientific articles in the form of conceptual script or unpublished research results or other scientific publications related to Islamic Economics themes which cover Islamic Finance, Islamic Banking, Islamic Accounting, Islamic Marketing, also Behavioral Economics, Management, and Human Resources in Islamic perspective.
Arjuna Subject : -
Articles 366 Documents
Equivalence of Islamic Financial Literation Index with Islamic Financial Inclusion Index in The Islamic Banking Sector: A Case Study of DIY Society Miftakhul Khasanah
Economica: Jurnal Ekonomi Islam Vol 10, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/economica.2019.10.2.3241

Abstract

Abstract: The purpose of this research is to find out and analyse the relationship between the Islamic financial literacy index and the Islamic financial inclusion index of the DIY community in the Islamic banking sector. The research uses descriptive quantitative methods. Data collection was carried out by distributing 663 questionnaires in the DIY province. The calculation of the index of Islamic financial literacy and inclusion was carried out by referring to the OJK calculation and Sharma method. From the results of the calculation of the Islamic financial literacy index in DIY Province, the results were 32.47% while the Islamic financial literacy index, specifically for the Islamic banking sector was 26.15%. This result is much higher than the calculation of the Islamic financial literacy index conducted by OJK in 2016. Financial literacy is closely related to financial inclusion so that there needs to be conformity and continuity between both of them. Achievement of financial literacy and inclusion strategies will be more efficient if carried out together so that the achievement of public access to the financial services sector can be done more optimally and can utilise financial products and services that are suitable to achieve sustainable economic prosperity.Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis keterkaitan antara indeks literasi keuangan syariah dan indeks inklusi keuangan syariah masyarakat DIY pada sektor perbankan Syariah. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuisioner di propinsi DIY. Perhitungan indeks literasi dan inklusi keuangan syariah dilakukan dengan merujuk pada perhitungan OJK dan metode Sharma. Dari hasil perhitungan indeks literasi keuangan Syariah di Propinsi DIY didapatkan hasil sebesar 32,47% sedangkan indeks literasi keuangan Syariah khusus untuk sektor perbankan syariah adalah 26,15%. Hasil ini jauh lebih tinggi daripada perhitungan indeks literasi keuangan syariah yang dilakukan OJK di DIY pada tahun 2016. Pencapaian strategi literasi dan inklusi keuangan akan lebih efisien jika dilakukan secara bersama-sama sehingga pencapaian akses masyarakat ke sektor jasa keuangan dapat dilakukan dengan lebih optimal dan dapat memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan yang sesuai untuk mencapai kesejahteraan keuangan yang berkelanjutan.
The Implementation Strategy of Non-Cash Payment Systems in The Islamic Boarding School Through Analytical Hierarchy Process Approach Nafis, Ahmad Ghifary Rizalun; Binti Zainol, Nurfatin Nazilah; Millaturrofi'ah, Millaturrofi'ah
Economica: Jurnal Ekonomi Islam Vol. 12 No. 1 (2021)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/economica.2021.12.1.6557

Abstract

Abstract: This study aimed to observe the problems of non-cash payments implementation in Islamic boarding schools. This research uses descriptive qualitative-quantitative by using the analytical hierarchy process development model (AHP). The results indicated the three most dominant problems, including resources, communication, and governance systems. The literature review and interview results could detail the three main aspects, then examined using AHP. The results showed that these three aspects have priority values with a percentage of the resource aspect is 40%, 38% for the communication aspect, and 22% for the governance system aspect. This study uses primary data through interviews (in-depth interviews) with the experts and practitioners who understand the issues discussed, followed by filling out questionnaires to respondents at the second meeting. This study discusses the analysis of the problem and the main factors in the implementation of non-cash payments in Islamic boarding schools. No previous studies have made Islamic boarding schools the object of research. This research contributes to stakeholders in making policies if they will implement non-cash payments in Islamic boarding schools.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengalisis masalah dan faktor utama yang menghambat jika akan diimplementasikan di pondok pesantren. Penelitian ini menggunakan deskritif kualitatif-kuantitatif dengan menggunakan model pengembangan analytical hierarchy process (AHP). Hasilnya menyimpulkan bahwa terdapat tiga masalah utama pada yang paling dominan yaitu masalah sumber daya, komunikasi dan sistem tata kelola.  Kajian literatur dan hasil wawancara dapat merinci tiga aspek utama tersebut yang kemudian diteliti menggunakan AHP. Hasil mengemukakan bahwa ketiga aspek tersebut memiliki nilai prioritas dengan presentase aspek sumber daya sebesar 40%, aspek komunikasi sebesar 38% dan aspek sistem tata kelola sebesar 22%. Data primer melalui wawancara (indepth interview) dengan pakar dan praktisi, yang memiliki pemahaman tentang permasalahan yang dibahas yang dilanjutkan dengan pengisian kuesioner pada responden di pertemuan kedua. Penelitian ini membahas tentang analisis masalah dan faktor utama dalam pelaksanaan pembayaran nontunai di pondok pesantren. Belum ada penelitian sebelumnya yang menjadikan pesantren sebagai objek penelitian. Penelitian ini memberikan kontribusi kepada para stakeholder dalam membuat kebijakan jika menerapkan pembayaran nontunai di pondok pesantren.
PENGARUH INFLASI TERHADAP KINERJA PEMBIAYAAN BANK SYARIAH, VOLUME PASAR UANG ANTAR BANK SYARIAH, DAN POSISI OUTSTANDING SERTIFIKAT WADIAH BANK INDONESIA Saekhu Saekhu
Economica: Jurnal Ekonomi Islam Vol 6, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/economica.2015.6.1.788

Abstract

Berdasarkan pengujian yang menggunakan metode Vector Autoregression (VAR) ternyata variabel INF mempunyai pengaruh positif terhadap variabel FDR, NPF, VPUAS dan OSWBI. Berikut dijelaskan beberapa intisari dari hasil pengujian penelitian ini. Inflasi berpengaruh positif terhadap Financing to Depocit Ratio (FDR), volume transaksi Pasar Uang Berdasarkan Prinsip Syariah (VPUAS) dan posisioutstanding Sertifikat Wadiah Bank Indonesia (OSWBI). Meskipun demikian pengaruhnya sangat kecil, tidak signifikan dan hanya berlangsung dalam jangka pendek saja. Bahkan variabel-variabel tersebut lebih dipengaruhi oleh kinerjanya di masa lalu.Tidak signifikannya pengaruh variabel INF terhadap variabel FDR, dan VPUAS disebabkan masih kecilnya kedudukan perbankan syariah sebagai faktor yang dapat mempengaruhi peredaran uang di Indonesia.
Islamic Micro Finance Melati: Sebuah Upaya Penguatan Permodalan bagi Pedagang Pasar Tradisional Sabirin Sabirin; Dini Ayuning Sukimin
Economica: Jurnal Ekonomi Islam Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/economica.2017.8.1.1824

Abstract

The purpose of this research is to examines Islamic Micro Finance Melati (Melawan Rentenir) in helping traders in traditional markets to avoid the practice of loan sharks. This article uses descriptive explorative approach by analyzing the right strategy in the management of islamic micro finance institution targeting especially for traders in traditional market in Indonesia. From this study obtained the following conclusions. First, the design of Islamic Micro Finance Melati in order to create an easy Islamic microfinance institution in providing capital financing is very suitable in overcoming the practice of loan shark. Second, working capital is channeled using a system of cooperation whereby the trader is obliged to return the principal and profit share of the profit. Third, the organizational structure and management patterns that are not complicated will make Islamic Micro Finance Melati is easy to realize. Fourth, the existence of Islamic Micro Finance Melati can be an example for other Islamic microfinance institutions in managing management strategy so that sharia microfinance institution can be the main choice for micro business actors.Tujuan penelitian ini untuk mengkaji Islamic Micro Finance Melati (Melawan Rentenir) dalam membantu pedagang di pasar tradisional dari praktik rentenir. Penelitian ini menggunakan pendekatan eksploratif deskriptif dengan menganalisis strategi yang tepat dalam pengelolaan lembaga keuangan mikro syariah yang menyasar para pedagang di pasar tradisional di Indonesia.Dari penelitian ini diperoleh kesimpulan: Pertama, desain Islamic Micro Finance Melati dalam rangka menciptakan lembaga keuangan mikro syariah yang mudah dalam memberikan pembiayaan permodalan sangat cocok dalam mengatasi praktik rentenir. Kedua, modal kerja yang disalurkan menggunakan sistem kerjasama dimana pedagang wajib mengembalian pokok dan bagi hasil dari keuntungan. Ketiga, struktur organisasi dan pola pengelolaan yang tidak rumit akan membuat Islamic Micro Finance Melati ini mudah untuk direalisasikan. Keempat, keberadaan Islamic Micro Finance Melati dapat menjadi contoh bagi lembaga keuangan mikro syariah lainnya dalam pengelolaan strategi pengelolaan sehingga lembaga keuangan mikro syariah dapat menjadi pilihan utama bagi pelaku usaha mikro.
Hiijrah: Islamic E-Commerce Disurpted Strategy M. Ruslianor Maika; Irwan Alnarus Kautsar
Economica: Jurnal Ekonomi Islam Vol 10, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/economica.2019.10.1.3217

Abstract

The aims of this research is to find an Islamic eCommerce disrupted strategy using 5C model. Our methodologies is a qualitative descriptive to evaluate and describe aspects of innovation based on 5C model. We propose a systematic approach to identify disruptive strategies of Prophet Muhammad displacing the big incumbent market and also provide commercialize the strategy for developing and implementing Islamic Commerce to be electronics. Hijrah is the best disruptive approach that was proven by Prophet Muhammad (PBUH) with the closing of the Bani Qainuqa market. He implemented 4C model commerce, collaboration, communication, connection, and only computation that He can’t. The state art of this research are the customers not only ‘go shopping’, but literally are shopping. While the sellers not only ‘go selling’ but Hijrah with the great intention. It is not only about adopting technology but also as a disrupted strategy.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan sebuah strategi diruptif eCommerce Islam menggunakan model 5C (Commerce, Collaboration, Communication, Connection, and Computing). Metodologi yang kami gunakan adalah deskriptif kualitatif, untuk mengevaluasi dan menggambarkan aspek inovasi berdasarkan model 5C. Kami menawarkan sebuah pendekatan sistematik untuk mengenali strategi disruptif Nabi Muhammad dalam menggusur pasar besar milik petahana dan juga menyediakan strategi komersil dalam mengembangkan dan menerapkan perdagangan Islam secara elektronik (Islamic e-commerce). Hijrah adalah pendekatan distruptif terbaik yang pernah dibuktikan oleh Nabi Muhammad Saw dengan menutup pasar Bani Qainuqa. Nabi Muhammad Saw menjalankan model 4C yaitu perdagangan, kolaborasi, komunikasi, koneksi, dan hanya komputasi yang tidak dapat dilakukan. Hasil temuan-temuannya menunjukan bahwa pelanggan tidak hanya untuk ‘berbelanja’, tapi ada tujuan lain memahami kaidah Ilmu sebelum amal dalam berbelanja. Sedangkan penjual tidak sekedar ‘berjualan’ namun berhijrah dengan nilai yang lebih agung. Hal ini tidak hanya perihal penggunaan teknologi tapi juga sebagai strategi disruptif.
Views of Students on Islamic Financial Technology: A Study on State Universities in Bandung Egi Arvian Firmansyah; Umar Ibrahim Manaf
Economica: Jurnal Ekonomi Islam Vol 11, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/economica.2020.11.1.3531

Abstract

Abstract: Fintech has developed into a new paradigm with great potential worldwide, including in Indonesia. Angsur is one of the Islamic fintech firms with university students as its target market. This study uses primary data obtained through a questionnaire disseminated to 316 undergraduate economics and business students at three state universities in Bandung. We selected Bandung as it is also known as an educational city with many well-known universities. This study uses the Mann-Whitney test to identify the mean difference in knowledge of Islamic fintech products and Angsur brand awareness of students based on age, gender, university, and monthly expenses. In addition, we use multiple linear regression to investigate the influence of demographic factors on Islamic fintech product knowledge and Angsur brand awareness. The result of this study shows that only university origin has a significant difference in Angsur brand awareness. Demographic factors do not affect respondents’ knowledge about Islamic fintech products and Angsur brand awareness. Besides, the knowledge about Islamic fintech products and Angsur brand awareness is still relatively low. Materials or courses about Islamic fintech are not available in the academic syllabus of the respondents. Thus, to improve the Islamic financial literacy of university students, it is necessary to add Islamic economic materials to the curriculum at the university level.Abstrak: Fintech telah tumbuh dan berkembang menjadi paradigma baru dengan potensi yang besar di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Angsur merupakan salah satu perusahaan fintech Syariah dengan target pasar mahasiswa. Penelitian ini menggunakan data primer yang didapat melalui kuesioner terhadap 316 mahasiswa sarjana di fakultas ekonomi dan bisnis di tiga perguruan tinggi negeri di Kota Bandung. Kota Bandung juga dikenal salah satunya sebagai kota pendidikan dan banyak perguruan tinggi negeri ternama. Penelitian ini menggunakan statistik deskriptif untuk melihat tingkat pengetahuan produk fintech Syariah dan kesadaran merek Angsur mahasiswa dan opini mahasiswa terhadap materi fintech Syariah dalam silabus perkuliahan. Penelitian ini menggunakan uji Mann-Whitney untuk melihat perbedaan rata-rata pengetahuan produk fintech Syariah dan kesadaran merek Angsur mahasiswa berdasarkan usia, jenis kelamin, asal universitas, dan pengeluaran per bulan. Kami menggunakan regresi linear berganda untuk melihat pengaruh faktor demografis terhadap pengetahuan produk fintech Syariah dan kesadaran merek Angsur mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya asal universitas yang memiliki perbedaan yang signifikan terhadap kesadaran merek Angsur. Faktor demografis tidak berpengaruh terhadap pengetahuan produk fintech Syariah dan kesadaran merek Angsur mahasiswa. Tingkat pengetahuan produk fintech Syariah dan kesadaran terhadap merek Angsur masih rendah, dan pelajaran tentang fintech Syariah tidak terdapat dalam silabus akademik perkuliahan. Sehingga, untuk meningkatkan literasi keuangan Syariah para mahasiswa, diperlukan edukasi dan penambahkan materi ekonomi Syariah dalam kurikulum di berbagai perguruan tinggi.
SYARI’AH DALAM PERSPEKTIF PELAKU BISNIS MLM SYARI’AH AHADNET INTERNASIONAL ( Studi Kasus di Kota Semarang ) Choirul Huda
Economica: Jurnal Ekonomi Islam Vol 4, No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/economica.2013.4.2.779

Abstract

PT. Ahadnet International, a business Multi Level Marketing (MLM) Syariah, is a MLM business operations based on the principles of syari'ah . The business attracted many people from among Muslims because it offers businesses with marketing Islamic halal products and toyyib. No doubt, many Muslims were later merged into the Ahadnet MITRANIAGA. Nevertheless, the Muslims interests of this business does not mean not raising the issue. Labeling the word “Syariah” is attached to the naming MLM International Syari’ah Ahadnet it needs proper interpretation. Wrong interpretation of the word shariah for the Ahadnet International MLM syari’ah business will bring counterproductive, both for the company, MITRANIAGA and for Islam itself. Seeing this phenomenon, it is through this study, researchers are trying to see how far the understanding of the actors (MITRANIAGA) International Ahadnet the term shari’ah. Their understanding of Shari’ah will affect the way they work on the syariah business in genera,  particularly MLM syari’ah business
PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI AKAD MUDHĀRABAH BANK SYARIAH BERBASIS DSS DENGAN MENGGUNAKAN METODE AHP Setyo Budi Hartono; Jarot Dian Susatyono; Abdul Kholiq
Economica: Jurnal Ekonomi Islam Vol 7, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/economica.2016.7.1.1036

Abstract

This research aims to develop a scoring system awarding financial cooperation that existed at Syariah Banking using various contract in it. The development of this system will replace the performance of the analytical assess and decide on the granting of the contract to mudhārib. With this system will streamline the performance of the analysis in maximizing profits at BMT. Given the increased profitability for the results to be obtained by sahib al-mal will also increase. The methodology in this research is to analyze the process towards a needs assessment, process analysis and counting processes are the priorities of the system. This study resulted in a system that will be applied in analyzing the Mudharabah where deemed profitable or have a larger revenue share.
The Effects of Spiritual Intelligence and Organizational Citizenship Behavior to Employees Performance: Study at Sharia Banks in Gorontalo Province Muhdar HM
Economica: Jurnal Ekonomi Islam Vol 9, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/economica.2018.9.2.2806

Abstract

The employees’ existence as an organizational locomotive need to get attention for management because, it is employees who make the organization perform well. Spiritual intelligence and organizational citizenship behaviour (OCB) are known to have effect for improving employee performance. To see this effect, then research was conducted at Sharia Bank in Gorontalo Province with the aim of analyzing and describing the effect of: spiritual intelligence on OCB, spiritual intelligence on employee performance, OCB on employee performance, and spiritual intelligence on employee performance through OCB. The findings of this study are spiritual intelligence had positive and significant effect on OCB. OCB has positive and significant effect on employee performance. Spiritual intelligence has positive and insignificant effect on employee’s performance, but spiritual intelligence has positive and significant effect for employee performance through OCB.Keberadaan karyawan sebagai lokomotif organisasi perlu mendapat perhatian oleh manajemen karena karyawan yang membuat organisasi berkinerja baik. Kecerdasan spiritual dan perilaku kewargaan organisasional (OCB) diketahui memiliki implikasi untuk meningkatkan kinerja karyawan. Untuk melihat implikasi ini, maka dilakukan penelitian pada Bank Syariah di Provinsi Gorontalo dengan tujuan menganalisis dan menggambarkan implikasi dari: kecerdasan spiritual terhadap OCB, kecerdasan spiritual terhadap kinerja karyawan, OCB terhadap kinerja karyawan, dan kecerdasan spiritual terhadap kinerja karyawan melalui OCB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan spiritual memiliki implikasi positif dan signifikan terhadap OCB. OCB berimplikasi positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Kecerdasan spiritual berimplikasi positif dan tidak signifikan terhadap kinerja karyawan, tetapi kecerdasan spiritual berimplikasi positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan melalui OCB
QIRA’AT AL-QUR’AN DALAM SEKILAS PANDANGAN EKONOMI ISLAM Sasa Sunarsa
Economica: Jurnal Ekonomi Islam Vol 5, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/economica.2014.5.2.770

Abstract

Pentingnya mengetahui macammacam dan syaratsyarat Qira`at yang dapat diterima, agar terhindar campurnya Qira`at yang mutawatir dengan yang tidak, di samping itu juga untuk menambah wawasan. Ada kriteria/beberapa persyaratan untuk mengukur benar tidaknya suatu Qira`at dua di antaranya, kriteria/persyaratan Qira`at telah disepakati, yaitu sesuai dengan salah satu mushhaf Utsmani dan tidak menyalahi ketentuan bahasa Arab. Sedangkan kriteria lainnya diperselisihkan, yaitu ada yang mencukupkan dengan sanadnya shahih, dan ada pula yang mengharuskan sanadnya mutawatir.Dilihat dari sisi sanad dan sesuai tidaknya dengan rasam Utsmani dan bahasa Arab maka Qira`at dapat dibagibagi. Hanya saja dalam pembagian Qira`at ini, para ulama tidak sepakat, ada yang membagi kepada dua bagian, dan ada pula yang membaginya lebih kepada dua, bahkan sampai enam, seperti pembagian Ibnu al-Jazary. Dan pembagian beliau itu banyak diikuti ulama berikutnya, bahkan bagi Imam Sayuthi, tidak hanya mengikuti pembagian Qira`at menurut al-Jazary, melainkan beliau, bahkan sangat memujinya. Keenam pembagian itu adalah Mutawatir, Masyhur, Ahad, Syadz, Maudhu' dan Syabih bi al-Mudra.