cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Chimica et Natura Acta
ISSN : 23550864     EISSN : 25412574     DOI : -
Chimica et Natura Acta diterbitkan oleh Departemen Kimia, FMIPA, Universitas Padjadjaran tiga kali setiap tahun pada bulan April, Agustus dan Desember. Artikel yang dimuat mencakup Kimia Analisis dan Pemisahan, Kimia Material, Kimia Energi dan Lingkungan, Kimia Organik Bahan Alam dan Sintesis, Biomolekular Pangan dan Kesehatan serta topik-topik lain yang berhubungan dengan ilmu Kimia.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue " Vol 4, No 2 (2016)" : 9 Documents clear
STUDI IN SILICO SINGLE CHAIN VARIABLE FRAGMENT (SCFV) SELEKTIF TERHADAP HORMON BASIC NATRIURETIC PEPTIDE (BNP) Gaffar, Shabarni; Masyhuri, Aga Adi; Hartati, Yeni Wahyuni; Rustaman, Rustaman
Chimica et Natura Acta Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.167 KB) | DOI: 10.24198/cna.v4.n2.10671

Abstract

Basic natriuretic peptide (BNP) merupakan polipeptida yang terdiri dari 32 asam amino yang disekresikan oleh bilik jantung untuk merespon peregangan yang berlebihan pada sel otot jantung. Pengeluaran BNP dimodulasi oleh ion kalsium. BNP berpotensi untuk digunakan sebagai marker untuk meramalkan pasien yang mengalami gagal jantung. Anti BNP single chain variable fragment (Anti BNP SCFV) merupakan gabungan polipeptida antara daerah yang bervariasi pada rantai heavy (VH) dan rantai light (VL) dari immunoglobulin. Anti BNP SCFV akan berikatan dengan BNP melalui pengenalan antigen-antibodi yang biasanya berada pada daerah CDR (Complementary Determining Region) yang merupakan bagian dari SCFV. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari selektivitas docking SCFV yang diperoleh dari Protein Data Bank (PDB) dengan BNP berdasarkan parameter energi intermolekular secara in silico. SCFV terpilih dimodifikasi melalui penggantian asam amino yang berperan pada interaksi untuk mendapatkan SCFV yang lebih selektif terhadap BNP dengan energi interaksi intermolekular yang lebih rendah. Docking dilakukan menggunakan program Autodock 4.2.3. Visualisasi dilakukan menggunakan program Molegro Virtual Viewer. Hasil penelitian menunjukkan SCFV dengan ID-PDB 4OUO merupakan SCFV yang selektif terhadap BNP dengan energi intermolekular -12,81 kkal/mol, Ki 0,9712 M, namun energi ikatan yang positif: 17,33 kkal/mol. Penggantian asam amino arginin 116 menjadi histidin pada SCFV 4OUO memperlihatkan pengikatan yang lebih selektif terhadap BNP dengan energi intermolekul -13,66 kkal/mol, energi ikatan 16,47 kkal/mol, dan Ki 0,9726 M. Bagaimanapun, metode prediksi interaksi antara BNP dan SCFV perlu dikembangkan lebih lanjut untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.
PEMISAHAN LANTHANUM DARI LIMBAH HASIL PENGOLAHAN TIMAH DENGAN MENGGUNAKAN METODE PENGENDAPAN BERTINGKAT Hastiawan, Iwan; Firmansyah, Fajar; Juliandri, Juliandri; Eddy, Diana Rakhmawaty; Noviyanti, Atiek Rostika
Chimica et Natura Acta Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.439 KB) | DOI: 10.24198/cna.v4.n2.10678

Abstract

Di Indonesia mineral  mengandung unsur tanah jarang terdapat di dalam mineral bawaan pada komoditas utama terutama emas dan timah. Unsur tanah jarang sesuai namanya merupakan unsur yang langka, di alam berupa senyawa kompleks fospat dan karbonat. Lanthanum merupakan unsur dengan nomor atom 57 dan termasuk dalam golongan unsur tanah jarang ringan. Lanthanum oksida digunakan secara ekstensif pada aplikasi lampu karbon, terutama di industri perfilman untuk lampu studio dan proyeksi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kadar lanthanum oksida yang diperoleh dari hasil pemisahan dengan menggunakan metode pengendapan bertingkat. Langkah pertama adalah destruksi dengan menggunakan natrium hidroksida. Lalu pembentukan tanah jarang klorida dengan penambahan asam klorida. Selanjutnya pengendapan selektif  untuk memisahkan tanah jarang hidroksida. Kemudian pemisahan lanthanum  dengan cara pengendapan bertingkat menggunakan ammonium hidroksida. Pengendapan dilakukan dalam  tingkatan pH yang berbeda. Lantanum hidroksida dilarutkan dengan asam nitrat untuk kemudian diendapkan dengan penambahan asam oksalat. Selanjutnya dilakukan kalsinasi pada suhu 1000°C selama 2 jam untuk pembentukan lanthanum oksida. Lanthanum oksida dianalisis dengan menggunakan SEM-EDX. Hasil karakterisasi SEM-EDX menunjukkan bahwa lanthanum oksida yang diperoleh dengan menggunakan metode pengendapan bertingkat mempunyai kadar sebesar 86,59%. Efisiensi dari metode pengendapan bertingkat dengan menggunakan ammonium hidroksida sebesar 64,57%.
FITOREMEDIASI LOGAM KADMIUM PADA ASAP ROKOK MENGGUNAKAN TANAMAN LIDAH MERTUA JENIS Sansevieria hyacinthoides DAN Sansevieria trifasciata Jaswiah, Jaswiah; Syarifuddin, Syamsidar H.; Novianti, Iin
Chimica et Natura Acta Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.613 KB) | DOI: 10.24198/cna.v4.n2.10677

Abstract

Asap rokok mengandung logam kadmium (Cd) yang bila teremisikan ke udara dapat menyebabkan polusi udara. Tanaman lidah mertua jenis Sansevieria hyacinthoides dan Sansevieria trifasciata memiliki stomata tempat masuknya kadmium logam yang kemudian terikat oleh ligan dalam bentuk fitokelatin sehingga dapat digunakan sebagai tanaman fitoremediasi logam Cd. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa konsentrasi maksimum logam Cd yang terserap oleh tanaman lidah mertua tersebut di atas dari asap rokok jenis non filter dengan variasi waktu kontak dan apakah tanaman tersebut  termasuk tanaman hiperakumulator atau tidak terhadap logam Cd. Variasi waktu kontak asap rokok terhadap tanaman adalah 0, 3, 6 dan 9 hari. Penyerapan lidah mertua tanaman S. hyacinthoides masing-masing 0,826; 1,314; 1.264 dan 0,876 mg/kg, sedangkan tipe S. trifasciata masing-masing 0,842; 0,502; 1,386 dan 1,646 mg/kg. Jadi dapat disimpulkan bahwa tanaman lidah  mertua (S. hyacinthoides dan S. trifasciata) bukan termasuk tanaman  hiperakumolator terhadap logam Cd karena tanaman mampu mengabsorpsi  0,488 mg/kg dan 0,804 mg/kg untuk 0.005 kg sampel.
MENENTUKAN KESTABILAN NUKLIDA-NUKLIDA BERDASARKAN MASSA INTI PER NUKLEON Suhendar, Dede
Chimica et Natura Acta Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.93 KB) | DOI: 10.24198/cna.v4.n2.10672

Abstract

Kestabilan nuklida dapat ditentukan oleh rasio jumlah neutron terhadap jumlah protonnya (n/p) atau defek massa (Δm) yang dapat dikonversikan menjadi energi ikat inti (Eb). Dalam artikel ini, kami mempelajari kemungkinan menentukan kestabilan nuklida-nuklida berdasarkan massa inti per nukleon (m/A). Metode yang digunakan adalah pencocokan pola kelimpahan unsur-unsur di sistem tata surya dengan pola harga m/A nuklida tiap unsur dan hasilnya dibandingkan dengan pola energi ikat inti per nukleon (Eb/A)-nya. Terdapat kecenderungan nilai m/A yang berbanding terbalik terhadap nilai Eb/A, sehingga m/A dapat diperkirakan akan berbanding terbalik dengan peringkat kestabilan inti. Dengan membandingkan kelimpahan pasangan-pasangan unsur yang memiliki nomor atom yang berurutan dari 77 nuklida terpilih, diperoleh hasil bahwa 93,5% pasang nuklida-nuklida cocok dengan kebalikan urutan nilai-nilai m/A-nya dan 68,8% cocok dengan urutan nilai-nilai Eb/A-nya. m/A juga memiliki korelasi berbanding terbalik dengan Eb/A yang dapat dinyatakan sebagai Eb/A = -901,76(m/A) + 909,32 (R2 = 0,9986). Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa harga m/A dapat dipertimbangkan untuk menentukan urutan tingkat kestabilan inti nuklida dan dapat dihubungkan dengan Eb/A jika nilai m/A dinyatakan dalam satuan energi.
TRANSFORMASI MENGGUNAKAN Agrobacterium tumefaciens PADA TUNAS DAUN Kalanchoe mortagei DAN Kalanchoe daigremontiana 1 DAN 2 Dewanto, Hamami Alfasani; Suhandono, Sony
Chimica et Natura Acta Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.284 KB) | DOI: 10.24198/cna.v4.n2.10679

Abstract

Cocor bebek adalah tumbuhan sukulen yang mampu memproduksi tunas adventif (reproduksi vegetatif) pada tepian daunnya. Kemampuan reproduksi vegetatif ini menghasilkan tanaman yang sama dalam waktu yang singkat, sehingga memungkinkan untuk dijadikan sebagai bioreaktor protein rekombinan. Transformasi dilakukan menggunakan Agrobacterium tumefaciens pada tunas daun cocor bebek dari spesies Kalanchoe mortagei dan Kalanchoe daigremontiana. Optimasi dilakukan mencakup: galur A. tumefaciens, kerapatan optis dari kultur A. Tumefaciens, konsentrasi acetosyringone, teknik ko-kultivasi, pH medium dan komposisi medium ko-kultivasi. Hasil optimasi transformasi secara transien menunjukan bahwa perbedaan galur A. tumefaciens, kerapatan optis, konsentrasi acetosyringone menghasilkan ekspresi transien yang relatif sama secara kualitatif. Berdasarkan uji GUS teknik ko-kultivasi dengan infiltrasi vakum dan pH medium 5,5 menghasilkan ekspresi transien lebih baik dibandingkan dengan perendaman dan pH medium 7,0. Medium ko-kultivasi M9 menghasilkan ekspresi transien yang lebih baik dibandingkan dengan medium ½MS0. Tunas daun K. daigremontiana 2 menunjukan ekspresi transien yang lebih baik dibandingkan K. mortagei dan K. daigremontiana 1.
PEMISAHAN MINYAK PELUMAS (BASE OIL) DARI MINYAK BUMI ASAL BANGKO, ROHIL-RIAU DENGAN ZEOLIT A DARI ABU LAYANG Tamboesai, Emrizal Mahidin
Chimica et Natura Acta Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.028 KB) | DOI: 10.24198/cna.v4.n2.10673

Abstract

Zeolit A merupakan zeolit sintesis yang mengandung alumina silikat dan membentuk unit tetrahedral. Salah satu bahan yang dapat digunakan untuk mensintesis zeolit A adalah Abu layang merupakan limbah hasil pembakaran bahan bakar batubara pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Penelitian ini bertujuan pemanfaatan zeolit A sebagai penyaring molekul (molecular sieve) untuk memisahkan n-parafin dari fraksi-fraksi lain yang ada pada minyak mentah Bangko, Rohil. Sintesis zeolit A dilakukan dengan menggunakan alumunium hidroksida sebagai sumber alumina dan silikon dioksida sebagai sumber silika. Sintesis dilakukan dengan cara mereaksikan natrium silikat dan natrium aluminat melalui proses hidrotermal dalam sistem dengan pH 11-12. melalui peleburan abu layang dengan NaOH pada suhu 500°C. Zeolit dikarakterisasi dengan XRD yang menunjukkan pola difraksi yang menyerupai pola difraksi zeolit A berdasarkan JCPDS no 01-076-0910. Pada spektra FTIR ditunjukkan adanya gugus Si-O-Si dan Al-O-Al pada zeolit. Pada hasil XRF menunjukkan perbandingan Si/Al yaitu 1,3. Fraksinasi minyak bumi Bangko menggunakan silika aktif sebagai fasa diam dan n-heksana sebagai pelarut untuk memisahkan fraksi saturat. Fraksi saturat minyak bumi kemudian difraksinasi menggunakan zeolit A yang bertujuan untuk fraksi n-parafin. Dari kromatogram hasil fraksinasi menggunakan silika aktif dapat dilihat bahwa silika aktif mampu menyaring atom karbon sampai C30. Sedangkan kromatogram hasil molecular sieve menggunakan zeolit A menunjukkan adanya bagian fraksi saturat yang tertahan pada zeolit A, sehingga zeolit A mampu menyaring hanya sampai atom karbon C27. Zeolit A mampu memisahkan n-paraffin dari minyak bumi Bangko yang memiliki efisiensi rata-rata sebesar 98,65 %. Hasil penyaringan dengan Zeolit A tersebut diatas dapat kesimpulan bahwa minyak bumi Bangko, Rohil mengandung minyak pelumas berat.
STABILISASI VITAMIN A (RETINOL) PADA SERUM OTOLOGUS SEDIAAN SERBUK KERING MENGGUNAKAN LIOPROTEKTAN SUKROSA Maksum, Iman P.; Indrayati, Lani; Enus, Sutarya
Chimica et Natura Acta Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.655 KB) | DOI: 10.24198/cna.v4.n2.10680

Abstract

Peran vitamin A pada siklus penglihatan. Selain itu  vitamin A punya peranan penting termasuk metoblisme, pembentukan tulang, diferensiasi epithel, embriogenesis, dan immunokompeten. Vitamin A mempromosikan diferensiasi sel konjungtiva. Pada kasus dry eye faktor epilotropik berkurang, kerusakan  permukaan okuler  menyebabkan kerusakan kornea dan konjungtiva yang parah. Serum otologus mengandung komponen vitamin A yang cukup banyak. Penelitian ini dilakukan stabilisasi serum otologus dengan proses liofilisasi dan menggunakan lioprotektan sukrosa dan ditentukan kadar sediaan serum serbuk kering. Tujuan penelitian ini menentukan kadar vitamin A dengan metode HPLC pada serum otologus dalam sediaan serbuk kering dengan sukrosa pada variasi suhu (suhu ruang, suhu 4◦C dan suhu -20◦C) serta  variasi waktu penyimpanan (1 bulan, 3 bulan , dan 6 bulan). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa vitamin A (retinol) pada serum serbuk kering dengan sukrosa tidak bertahan selama waktu penyimpanan. Uji one way Anova dengan Minitab menunjukkan tidak ada perbedaan antara serum dalam bentuk
DETEKSI URUTAN OLIGONUKLEOTIDA Mycobacterium tuberculosis SECARA VOLTAMMETRI MENGGUNAKAN SCREEN PRINTED CARBON ELECTRODE (SPCE) Hartati, Yeni Wahyuni; Yohan, Yohan; Nurmalasari, Ratna; Gaffar, Shabarni; Lubis, Rubianto A.
Chimica et Natura Acta Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.19 KB) | DOI: 10.24198/cna.v4.n2.10674

Abstract

Mycobacterium tuberculosis merupakan bakteri penyebab tuberkulosis (TB). Pengembangan analisis secara biosensor DNA sangat menarik perhatian karena penerapannya mudah. Dalam penelitian ini telah dilakukan penentuan urutan pendek oligonukleotida M. tuberculosis gen RV0508 dari strain H37RV secara voltammetri pulsa differensial menggunakan screen printed carbon electrode (SPCE). Pendeteksian berdasarkan teknik hibridisasi urutan oligonukleotida probe yang diadsorpsi pada permukaan SPCE, dengan pasangan komplementernya dari DNA target, tanpa indikator hibridisasi, yaitu dengan mensubstitusi basa guanin probe dengan basa inosin. Respon hibridisasi berupa signal guanin DNA target di daerah potensial sekitar +0,9 V. Telah diperoleh korelasi linear antara arus puncak dengan konsentrasi DNA target pada rentang 5,0-20,0 µg/mL dengan batas deteksi 8,2 µg/mL.
PENGUJIAN POTENSI ANTIJAMUR EKSTRAK AIR KAYU SECANG TERHADAP Aspergillus niger DAN Candida albicans Karlina, Yenni; Adirestuti, Putranti; Agustini, Dewi Meliati; Fadhillah, Nurul Laily; Fauziyyah, Nida; Malita, Desi
Chimica et Natura Acta Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.615 KB) | DOI: 10.24198/cna.v4.n2.10676

Abstract

Khasiat kayu secang sebagai minuman sudah banyak dikenal. Beberapa contoh penggunaan secara empiris adalah untuk mengatasi nyeri akibat gangguan sirkulasi darah, penawar racun bagi tubuh, antiseptik, antibakteri dan antikoagulan. Semua khasiat tersebut terkait dengan metabolit sekundernya, antara lain flavonoid, polifenol, terpenoid dan tanin yang membuat kayu secang memiliki aktivitas antibakteri. Pada penelitian sebelumnya diketahui fraksi metanol, ekstrak dan fraksi etanol dari kayu secang, menunjukan aktivitas antibakteri. Berdasarkan alasan tersebut, telah dilakukan penelitian tentang uji potensi kayu secang terhadap pertumbuhan Aspergillus niger dan Candida albicans. Ekstraksi dilakukan dalam pelarut air (mineral kemasan, pH 3,0 dan pH 7,0); pada suhu 60°C selama 30 menit. Mikroorganisme uji adalah Aspergillus niger dan Candida albicans. Potensi antimikroba diukur berdasarkan daya hambat pada kedua mikroba uji dengan metode difusi perforasi. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak air pH 3,0 dengan konsentrasi 20% mampu menghambat kapang dan khamir dengan diameter 9,69 dan 9,42 mm. Metabolit berupa flavonoid dan terpenoid diduga yang berperan dalam hal ini.

Page 1 of 1 | Total Record : 9