cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Chimica et Natura Acta
ISSN : 23550864     EISSN : 25412574     DOI : -
Chimica et Natura Acta diterbitkan oleh Departemen Kimia, FMIPA, Universitas Padjadjaran tiga kali setiap tahun pada bulan April, Agustus dan Desember. Artikel yang dimuat mencakup Kimia Analisis dan Pemisahan, Kimia Material, Kimia Energi dan Lingkungan, Kimia Organik Bahan Alam dan Sintesis, Biomolekular Pangan dan Kesehatan serta topik-topik lain yang berhubungan dengan ilmu Kimia.
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2014)" : 20 Documents clear
SINTESIS DAN KARAKTERISASI 1,4,7-TRIAZASIKLONONANA-1,4,7-ASAM TRIASETAT (NOTA) SEBAGAI LIGAN DALAM SENYAWA KOMPLEKS SEDIAAN RADIOTERAPI Setiawan, Duyeh; Hastiawan, Iwan
Chimica et Natura Acta Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.668 KB) | DOI: 10.24198/cna.v2.n1.9145

Abstract

Perkembangan penelitian mengenai penggunaan ligan makrosiklik dalam beberapa tahun terakhir cukup pesat. Hal ini didasarkan pada sifatnya yang relatif stabil membentuk senyawa kompleks dengan ion logam valensi dua atau tiga. Di bidang kesehatan, ligan tersebut digunakan untuk sediaan radioterapi dalam bentuk senyawa kompleks radioisotop. Salah satu ligan makrosiklik yang berpotensi adalah 1,4,7-triazasiklononana-1,4,7-asam triasetat (NOTA). Penelitian ini bertujuan memperoleh ligan makrosiklik NOTA untuk pembuatan senyawa kompleks radioisotop. Metode sintesis didasarkan pada reaksi antara 1,4,7-triazasiklononana asam triklorida dengan larutan asam bromo asetat dalam litium hidroksida-etanol pada suhu 40-50oC dan pH10-11 yang diaduk selama lima hari. Selanjutnya serbuk putih dikarakterisasi dengan spektrometer IR dan 1H-NMR serta kemurniannya dengan uji titik dekomposisi. Spektrum IR menunjukkan adanya vibrasi pada panjang gelombang 3434, 2905, 1602, 1437 dan 1160 cm-1. Spektrum 1H-NMR menunjukkan pergeseran kimia pada 3,22 dan 3,74 ppm. Hasil uji titik dekomposisi adalah 259oC. Setelah membandingkannya dengan literatur menunjukkan bahwa produk yang dihasilkan diduga NOTA dengan rendemen 23,69%.
GREEN SYNTHESIS OF ISOPULEGOL FROM CITRONELLAL CATALYSED BY ZEOLITE BASED SOLID ACID CATALYSTS Adilina, Indri Badria; Agustian, Egi
Chimica et Natura Acta Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.685 KB) | DOI: 10.24198/cna.v2.n1.9135

Abstract

Zeolit alam (NZ) telah dimodifikasi dengan penambahan asam (H-NZ) dan diaplikasikan sebagai katalis asam padat untuk green sintesis isopulehol dari minyak sereh wangi. Sintesis ini menlibatkan reaksi siklisasi sitronelal menjai disopulegol pada suhu 50 sampai 120oC. Aktivitas katalis H-NZ terbukti lebih tinggi dari katalis H-ZSM5 yang tersedia di pasar dan lebih unggul dari katalis asam padat berbasis bentonit. Perolehan terbaik sebesar 87% isopulegol diperoleh menggunakan katalis H-NZ pada 100oC selama 3 jam tanpa penggunaan pelarut reaksi.
EKSFOLIASI LAPISAN H2BaBi2Ti4O13 DAN UJI AKTIVITAS KATALITIKNYA PADA PEMBENTUKAN ETIL ASETAT Noviyanti, Atiek Rostika
Chimica et Natura Acta Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.849 KB) | DOI: 10.24198/cna.v2.n1.9134

Abstract

Penggunaan asam cair sebagai katalis di industri kimia sekurang-kurangnya menimbulkan dua masalah yaitu biaya produksi (karena asam tidak bisa digunakan ulang) dan masalah limbah yang dapat mencemari lingkungan. Kondisi ini mendorong pencarian pengganti asam cair dengan suatu katalis asam padat yang memiliki kestabilan tinggi dan merupakan suatu asam Brønsted kuat. Penelitian ini bertujuan memperoleh suatu asam kuat berupa lembaran H2BaBi2Ti4O13 yang tereksfoliasi (EHBBT). Lembaran EHBBT diperoleh dari eksfoliasi lapisan asam H2BaBi2Ti4O13 yang sebelumnya dikonversi dari fasa Aurivillius (BaBi4Ti4O15, BBT) melalui pelepasan lapisan bismutoksida. Struktur, morfologi dan luas permukaan EHBBT dikarakterisasi dengan difraksi sinar-X, SEM, dan metode BET. Luas permukaan lapisan HBBT adalah 21,072 m2g-1, dan lembaran EHBBT mencapai 57,53 m2g-1. Aktivitas katalitik lembaran EHBBT dibuktikan pada reaksi pembentukan etil asetat dengan indeks refraksi 1,3625. Pada umumnya material yang dihasilkan memiliki aktivitas katalitik yang lebih tinggi dibandingkan material yang tidak dieksfoliasi. Kebanyakan material hasil eksfoliasi juga dapat digunakan berulang tanpa mengurangi kinerjanya.
IDENTIFIKASI POLIMORFIS MARKA-MARKA MOLEKULER YANG DIDUGA BERKAITAN DENGAN KARAKTER DAYA HASIL TINGGI PADA 30 GENOTIP PADI Carsono, Nono; Lukman, Pradita N.; Damayanti, Farida; Susanto, Untung; Sari, Santika
Chimica et Natura Acta Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.438 KB) | DOI: 10.24198/cna.v2.n1.9141

Abstract

Identifikasi marka polimorfis yang diduga berasosiasi dengan karakter daya hasil tinggi sangat penting dilakukan guna aplikasi seleksi berbasis marka dalam rangka perakitan padi berdaya hasil tinggi. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi 30 genotip padi yang diduga berdaya hasil tinggi dengan menggunakan marka SSR. Amplifikasi produk PCR dipisahkan dengan menggunakan gel agarose 3% atau polyacrylamide gel electrophoresis (PAGE) 8%. Tingkat keinformatifan marka dapat ditentukan dengan cara penghitungan Polymorphic Information Content (PIC). Hasil analisis menunjukan bahwa marka OSBLE3, RM 282, dan RM 259 memiliki nilai PIC ≥ 0,5. Marka SSR dan marka gen spesifik yang digunakan untuk mengidentifikasi padi berdaya hasil tinggi menunjukkan bahwa tiga genotip padi terseleksi dapat direkomendasikan sebagai tetua donor dalam persilangan diantaranya yaitu genotip #1 (Fatmawati), #3 (Inpari13), dan #30 (IPB 160-F-3-3-1). Marka molekuler yang digunakan dapat memperkirakan tingkat polimorfisme dan juga berguna untuk mengkonfirmasi genotip padi yang berpotensi daya hasil tinggi.
PENGUJIAN AKTIVITAS INHIBITOR LIPASE EKSTRAK ETANOL DAN HASIL FRAKSIONASI DARI KEDELAI DETAM 1 DAN DAUN JATI BELANDA Hidayat, Meilinah; Soeng, Sylvia; Prahastuti, Sijani
Chimica et Natura Acta Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.86 KB) | DOI: 10.24198/cna.v2.n1.9146

Abstract

Salah satu pilihan pengelolaan obesitas adalah memperlambat absorbsi asam lemak dengan cara menginhibisi enzim lipase dalam saluran pencernaan. Inhibitor lipase pankreas dilaporkan telah berhasil dalam pengelolaan terapi obesitas. Senyawa aktif dalam Jati Belanda dan kedelai dapat berfungsi sebagai inhibitor lipase. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui aktifitas lipase dari ekstrak etanol kedelai Detam 1 (EEKD), daun Jati Belanda (EEJB), kombinasi serta hasil fraksionasinya menggunakan metode standar dan modifikasi. Uji aktifitas lipase terhadap EEKD, EEJB, kombinasinya serta fraksi etil asetat, air dan n-heksana menggunakan kit Lipase Liquicolor (HUMAN®) dengan prinsip kolorimetri, menggunakan spektrofotometer 580 nm. Metode modifikasi menggunakan 96 well plate, microplate reader 630 nm. Penelitian ini menyimpulkan bahwa aktifitas inhibitor lipase tertinggi didapatkan pada sampel kombinasi EEKD:EEJB perbandingan 1:2, baik menggunakan metode standar maupun metode modifikasi; fraksi yang mengandung aktifitas inhibitor lipase paling tinggi adalah fraksi air kedelai Detam 1 (KD-1) dan air Jati Belanda (JB) pada 100 ppm, serta aktifitas lipase dalam fraksi air JB lebih tinggi dari fraksi air KD-1.
STUDI PENGARUH PENAMBAHAN TIMAH HITAM TERHADAP STRUKTUR KRISTAL LAPISAN TIPIS PZT DI DAERAH MORPHOTROPIC PHASE BOUNDARY (MPB) Lapailaka, Titus; Tjahjanto, Rachmat Triandi; Masruroh, Masruroh
Chimica et Natura Acta Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.464 KB) | DOI: 10.24198/cna.v2.n1.9136

Abstract

Telah dilakukan sintesis dan penumbuhan lapisan tipis PZT di daerah morphotropic phase boundary (MPB) dengan metode sol gel dan teknik pelapisan dengan metode spin coating. Lapisan tipis PZT menunjukkan sifat piezoelektrik maksimum apabila struktur kristalnya membentuk fase perovskite dengan perbandingan tertentu Zirkonium-Titanum di daerah MPB. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan timah hitam terhadap struktur Kristal lapisan tipis PZT. Pengaruh timah hitam dibuat dengan cara menambahkan bahan sumber timah hitam berlebih pada tahap sintesis. Pelapisan larutan gel PZT pada silikon dilakukan dengan teknik spin coating, hasil spin coating dilakukan annealing pada suhu 600C dan dikarakterisasi dengan menggunakan XRD. Analisis XRD pada lapisan tipis PZT dengan variasi penambahan Pb di daerah MPB menghasilkan struktur polikristalin perovskite. Untuk semua lapisan tipis PZT dengan perbandingan prosentase timah hitam 100:102:104 pada variasi Zirconium-Titanum 52:48 menunjukkan prosentase fase tetragonal perovskite yang lebih besar dibandingkan dengan fase rhombohedral perovskite. Semakin banyak jumlah timah hitam yang digunakan untuk mensintesis PZT maka ada kecenderungan berkurangnya prosentase fase tetragonal atau bertambahnya persentase fase rhombohedral kecuali untuk lapisan tipis PZT dengan perbandingan (102:52:48).
ANALISIS GLIKOSIDA KARDIOAKTIF DIGOKSIN MENGGUNAKAN ULTRA PERFORMANCE LIQUID CHROMATOGRAPHY (UPLC) Meirina, Triana Nurul; Dewi, Atu Purnama; Atmaja, Harold Eka; Dewi, Vycke Yunivita Kusumah; Ruslami, Rovina
Chimica et Natura Acta Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (777.149 KB) | DOI: 10.24198/cna.v2.n1.9142

Abstract

Digoksin merupakan glikosida kardioaktif, salah satu senyawa yang penting dalam terapi yang saat ini tersedia sebagai obat untuk pengobatan penyakit jantung. Penggunaan obat ini meningkat sejalan dengan bertambahnya penderita penyakit jantung. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian dan monitoring penggunaan obat ini pada penderita penyakit jantung dalam proses terapi kesembuhan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui metode analisis digoksin dengan menggunakan alat Ultra Performance Liquid Chromatography (UPLC). Digoksin yang digunakan adalah Fargoksin (Injection 0,25 mg/mL, ampoule/berbentuk cairan). Pengenceran digoksin dilakukan dengan penambahan pelarut metanol. Kolom yang digunakan adalah kolom BEH C18. Optimasi metode analisis yang dilakukan meliputi perbandingan pelarut yang digunakan, suhu kolom, dan laju alir. Setelah melakukan optimasi, diperoleh kondisi fasa gerak yang optimum adalah larutan air-asetonitril (72:28%), laju alir 0,3 mL/menit, waktu selama ± 6 menit, suhu kolom off, dan detektor yang digunakan adalah spektrofotometer UV dengan panjang gelombang 218 nm. Pengulangan analisis dengan menggunakan hasil yang diperoleh secara optimum dilakukan sebanyak sepuluh kali. Berdasarkan data tersebut, proses analisis dengan menggunakan UPLC dapat berlangsung lebih cepat dibandingkan dengan menggunakan HPLC.
KARAKTERISASI ASAM HUMAT HASIL ISOLASI DARI TANAH GAMBUT RAWA LAKBOK DAN BATUBARA ASAL KALIMANTAN SELATAN MENGGUNAKAN NATRIUM HIDROKSIDA Yuliyati, Yati B.; Sulaeman, Allyn Pramudya; Cahyaningrum, Aprilia Disti
Chimica et Natura Acta Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.86 KB) | DOI: 10.24198/cna.v2.n1.9138

Abstract

Tanah gambut dan batubara merupakan hasil proses penguraian biologis alami bertahun-tahun dimana senyawa asam humat terkandung didalamnya. Perbedaan proses pembentukannya dapat menyebabkan sifatnya berbeda pula pada asam humatnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkarakterisasi dan membandingkan asam humat hasil isolasi dari tanah gambut asal Rawa Lakbok dan batubara asal Kalimantan Selatan. Isolasi asam humat dilakukan dengan proses ekstraksi padat-cair menggunakan natrium hidroksida 0,1 N kemudian difraksinasi dengan asam sulfat 6 M. Endapan hasil fraksinasi dimurnikan dan dicuci dengan asam sulfat 1 M, akuades dan etanol. Asam humat dikarakterisasi berdasarkan kadar air, kadar abu, kapasitas tukar kation, rasio C/N, rasio E4/E6 dengan UV-visible dan spektrofotometri inframerah. Rendemen asam humat dari tanah gambut dan batubara masing-masing adalah 0,36 dan 7,31%. Rasio C/N yang lebih rendah dari asam humat batubara menunjukkan bahwa bahan organik tersebut lebih mudah terdekomposisi. Spektra inframerah asam humat batubara lebih banyak mengandung aromatik dan gugus –OH yang didukung dengan rasio E4/E6 yang rendah sedangkan asam humat tanah gambut lebih banyak mengandung alifatik dan gugus karboksilat yang didukung dengan rasio E4/E6 yang tinggi. Karakteristik asam humat dari batubara memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan asam humat dari tanah gambut meskipun kapasitas tukar kationnya lebih rendah.
PEMBUATAN MEMBRAN SELULOSA ASETAT TERMODIFIKASI ZEOLIT ALAM LAMPUNG UNTUK PEMISAHAN ETANOL-AIR SECARA PERVAPORASI Ernawati, Evy
Chimica et Natura Acta Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.18 KB) | DOI: 10.24198/cna.v2.n1.9143

Abstract

Selulosa asetat merupakan salah satu jenis polimer yang paling banyak digunakan dalam industri. Salah satu kegunaan selulosa asetat adalah sebagai bahan membran, namun membran ini memiliki beberapa kelemahan antara lain derajat penggembungannya tinggi, sensitif terhadap perubahan suhu dan ketahanan terhadap asam. Pemberian mineral ke dalam bahan membran, dapat memberikan peluang untuk pengembangan material mineral-polimer yang digunakan pada proses pemisahan, yaitu dapat meningkatkan kekuatan mekanik, ketahanan terhadap panas, fluks dan selektivitas. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat membran selulosa asetat dengan penambahan zeolit alam lampung dan mengevaluasi kinerja membran terhadap pemisahan campuran etanol-air dengan metode pervaporasi. Pembuatan membran selulosa asetat dilakukan dengan teknik inversi fase, yaitu dengan mengunakan metode penguapan pelarut. Proses pervaporasi dilakukan pada suhu 40oC dan konsentrasi permeat yang dihasilkan ditentukan dengan menggunakan refraktometer. Karakterisasi membran meliputi pengukuran fluks dan selektivitas. Hasil pervaporasi menunjukkan bahwa membran selulosa asetat 20% tanpa modifikasi memiliki nilai selektivitas 6,16 dan fluks 771,0 g/m2jam. Membran selulosa asetat 20% termodifikasi zeolit alam 5% selektivitas meningkat menjadi 22,30 sementara fluks sedikit menurun menjadi 680,9 g/m2jam.
KAJIAN FITOKIMIA EKSTRAK KULIT BIJI KAKAO (Theobroma cacao L.) Kayaputri, Indira Lanti; Sumanti, Debby M.; Djali, Mohamad; Indiarto, Rossi; Dewi, Dita Listya
Chimica et Natura Acta Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.417 KB) | DOI: 10.24198/cna.v2.n1.9140

Abstract

Kulit biji kakao memiliki komponen fitokimia yang diduga berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan pengawet alami. Tujuan dari penelitian ini adalah menetapkan komponen fitokimia yang terekstrak dari kulit biji kakao dan mengetahui potensi toksisitas ekstrak kulit biji kakao. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen yang dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan skrining fitokimia, kulit biji kakao yang diekstrak menggunakan etanol 70% mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan triterpenoid. Analisis fitokimia menggunakan Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS) menunjukkan ekstrak kulit biji kakao mengandung 2,3-butanediol (6,45%), benzeneacetic acid (2,33%), caffeine (23,51%), dan theobromine (65,99%). Pengujian toksisitas berdasarkan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) menunjukkan nilai LC50 ekstrak kulit biji kakao adalah 39.595,27 ppm, artinya ekstrak tersebut tidak bersifat toksik terhadap larva Artemia salina.

Page 1 of 2 | Total Record : 20