cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Chimica et Natura Acta
ISSN : 23550864     EISSN : 25412574     DOI : -
Chimica et Natura Acta diterbitkan oleh Departemen Kimia, FMIPA, Universitas Padjadjaran tiga kali setiap tahun pada bulan April, Agustus dan Desember. Artikel yang dimuat mencakup Kimia Analisis dan Pemisahan, Kimia Material, Kimia Energi dan Lingkungan, Kimia Organik Bahan Alam dan Sintesis, Biomolekular Pangan dan Kesehatan serta topik-topik lain yang berhubungan dengan ilmu Kimia.
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2016)" : 16 Documents clear
STUDI POTENSI EKSTRAK DAUN ADAM HAWA (Rhoeo discolor) SEBAGAI INDIKATOR TITRASI ASAM-BASA Ratnasari, Sinta; Suhendar, Dede; Amalia, Vina
Chimica et Natura Acta Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.875 KB) | DOI: 10.24198/cna.v4.n1.10447

Abstract

Daun adam hawa memiliki pigmen warna ungu yang diduga berasal dari antosianin. Pigmen antosianin ini bersifat larut dalam air sehingga mampu bereaksi baik dengan asam maupun basa. Karakterisitik perubahan warna ini menjadi potensi ekstrak daun adam hawa sebagai indikator dalam menentukan titik akhir pada titrasi asam basa. Perbandingan pelarut etanol 70% : ekstrak daun adam hawa (2:1) mampu mengekstrak metabolit sekunder secara optimal dengan metode ekstrasi teknik maserasi selama 24 jam. Karakterisasi indikator ini meliputi uji perubahan warna dalam berbagai pH, titrasi asam basa konvensional dan autotitrator, perbandingannya dengan indikator fenolftalein (PP) dan metil jingga (MJ), identifikasi menggunakan spektrofotometer sinar tampak dan FTIR serta uji waktu simpan indikator. Hasil karakterisasi menunjukkan, indikator memiliki perubahan warna dari jingga kemerahan-hijau kecoklatan dengan trayek pH 4,75-6,75 pada daerah serapan λ maksimum 510,01-591,99 nm, memiliki persentase selisih dengan indikator PP sebesar 0,915% dan indikator MJ sebesar 0,925%, serta dapat digunakan sampai empat minggu.
PRODUKSI BIOETANOL DARI JERAMI PADI (Oryza sativa L.) dan KULIT POHON DAO (Dracontamelon) MELALUI PROSES SAKARIFIKASI DAN FERMENTASI SERENTAK (SFS) Baharuddin, Maswati; Sappewali, Sappewali; Karisma, Karisma; Fitriyani, Jeni
Chimica et Natura Acta Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.44 KB) | DOI: 10.24198/cna.v4.n1.10441

Abstract

Bioetanol merupakan energi alternatif yang dapat diproduksi dari biomassa seperti jerami padi dan biomassa berlignoselulosa. Biomassa  lignoselulosa  tersedia terus menerus dalam jumlah yang banyak, tetapi hanya dimanfaatkan sebagai pakan ternak, dan kadang-kadang sisanya dibakar. Jerami padi dan pohon dao memiliki komponen selulosa, hemiselulosa dan lignin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar glukosa yang dihasilkan  melalui proses hidrolisis jerami padi dan pohon dao menggunakan enzim selulase serta menentukan kadar etanol yang dihasilkan dari proses fermentasi glukosa menggunakan Saccharomyces cerevisiae. Proses sakarifikasi dan fermentasi serentak (SFS) dilakukan dalam reaktor yang sama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fermentasi selama 3, 5, 7 dan 9 hari dihasilkan kadar dan konsentrasi bioetanol yang berbeda. Dari penelitian yang dilakukan kadar glukosa jerami padi adalah 105 mg/L dan dari  kulit pohon dao  sebanyak 216 mg/L.Volume bioetanol tertinggi pada hari ke-7 dengan tingkat kemurnian tertinggi pada pohon dao 0,97% pada jerami padi dengan 0,24%.
PERUBAHAN SIFAT FISIKOKIMIA TEPUNG SORGUM SETELAH HIDROLISIS PARSIAL DENGAN ENZIM α-AMILASE DARI Bacillus Sp. (TERMAMYL®) Fadhlillah, Muhammad; Ishmayana, Safri; Idar, Idar; Soemitro, Soetijoso; Subroto, Toto
Chimica et Natura Acta Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.479 KB) | DOI: 10.24198/cna.v4.n1.10444

Abstract

Salah satu upaya untuk memperbaiki sifat tepung adalah dengan menggunakan perlakuan enzimatik dengan enzim α-amilase. Sifat fisikokima tepung sorgum yang sudah dihidrolisis sebagian dapat mengalami perubahan. Penelitian kelompok kami sebelumnya menunjukkan bahwa α-amilase komersial (Termamyl®) memiliki kemampuan untuk mendegradasi tepung sorgum. Pada penelitian ini sifat tepung sorgum yang telah didegradasi ditentukan yaitu mencakup volume pengembangan, viskositas, dan kristalinitas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi penurunan volume pengembangan sebesar 60% pada suhu 95°C, penurunan suhu pembentukan pasta dari 80-85°C menjadi 70-75°C, dan pengurangan refleksi kristalit yang menunjukan perubahan kristalinitas dari semikristalin menjadi amorf pada tepung sorgum terhidrolisis bila dibandingkan dengan tepung sorgum sebelum hidrolisis.
MODIFIKASI METODE SINTESIS GADOLINIUM DIETILENTRIAMINPENTAASETAT SEBAGAI SENYAWA PENGONTRAS MAGNETIC RESONANCE IMAGING Fauzia, Retna Putri; Mutalib, Abdul; Sodjanaatmadja, Ukun M. S.; Anggraeni, Anni; Bahti, Husein H.
Chimica et Natura Acta Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.647 KB) | DOI: 10.24198/cna.v4.n1.10442

Abstract

Magnetic Resonance Imaging (MRI) telah menjadi salah satu teknik yang paling baik dalam diagnosa medis. Pada alat MRI diperlukan suatu contrast agent untuk meningkatkan kontras visual antara jaringan normal dan berpenyakit. Salah satu contrast agent yang telah digunakan adalah Gd-DTPA. Pada saat ini, kebutuhan senyawa pengontras Gd-DTPA di Indonesia ini masih tergantung dari senyawa Gd-DTPA import dengan harga yang mahal. Tujuan penelitian ini adalah menentukan kondisi optimum hasil sintesis Gd-DTPA yang ekonomis dan layak pakai menggunakan metode sintesis yang sudah dimodifikasi. Metode penelitian yang digunakan adalah sintesis Gd-DTPA dari Gd2O3 dan DTPA (1:1,1) dengan modifikasi metode sintesis menggunakan waktu refluks selama 1, 2 dan 3 jam dan masing-masing dilakukan sebanyak tiga kali. Kemurnian Gd-DTPA dari Gd bebas ditentukan dengan spektrofotometer sinar tampak, sedangkan kemurnian dari DTPA bebas ditentukan dengan titrasi kompleksometri. Kemudian Gd-DTPA dimurnikan dari Gd bebas melalui kromatografi pertukaran ion menggunakan resin Dowex 50W-X8. Gd-DTPA dikarakterisasi menggunakan spektrofotometer inframerah. Dari hasil penelitian diketahui bahwa modifikasi sintesis Gd-DTPA yang dilakukan menunjukkan waktu refluks optimum pada waktu 1 jam dengan rendemen sebesar 81,76%, hasil analisis menggunakan Spektrofotometer Visibel menunjukan tidak terdeteksi adanya Gd bebas dan DTPA bebas pada Gd-DTPA hasil sintesis setelah pemurnian, hasil karakterisasi Gd-DTPA dengan spektrometer inframerah menunjukan bahwa Gd-DTPA hasil sintesis identik dengan Gd-DTPA standar.
PENGARUH pH PADA SINTESIS 4-[N-(4-hidroksifenil)karboksimidoil]-2-metoksifenol MELALUI REAKSI ADISI-ELIMINASI Kuswandi, M.; Choirulisa, Nur Dwi; Santoso, Broto
Chimica et Natura Acta Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.781 KB) | DOI: 10.24198/cna.v4.n1.10446

Abstract

Modifikasi molekul obat telah banyak dilakukan dan ditujukan untuk meningkatkan aktivitas atau menurunkan efek sampingnya. Penelitian in silico 4-[N-(4-hidroksifenil)karboksimidoil]-2-metoksifenol diperoleh nilai aktivitas yang lebih baik dibandingkan parasetamol sehingga diduga memiliki potensi analgetik yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan senyawa 4-[N-(4-hidroksifenil)karboksimidoil]-2-metoksifenol melalui reaksi p-aminofenol dengan vanilin dengan variasi pH awal. Kondisi pH terpilih ditandai dengan jumlah rendemen maksimal. Percobaan telah dilakukan dengan mereaksikan p-aminofenol dan vanilin dengan penambahan HCl 2 N untuk memperoleh kondisi awal pH 2, 3 dan 4 di atas penangas air dengan suhu 100°C terkendali selama 5 menit. Produk yang terbentuk didinginkan untuk mendapatkan kristal berwarna kuning. Hasil sintesis telah dilakukan uji kromatografi lapis tipis (KLT), titik lebur, kelarutan dan gugus fungsional dengan menggunakan Fourier transform infrared spectroscopy (FTIR). Rendemen dan nilai Rf KLT produk pada pH 2, 3, 4 secara berurutan adalah 71% (0,50), 14% (0,42), dan 49% (0,56) dengan eluen kloroform : metanol (9:1). Kondisi pH terbaik untuk pembentukan produk adalah pH 2 dan produk larut dalam metanol. Spektrum FTIR produk memberikan informasi terbentuknya gugus imina (-C=N-) yang ditunjukkan adanya puncak pada bilangan gelombang 1651 cm-1. Produk perlu dilakukan pemurnian dan uji NMR untuk meyakinkan struktur kimia produk.
DOCKING MOLEKULAR POTENSI ANTI DIABETES MELITUS TIPE 2 TURUNAN ZERUMBON SEBAGAI INHIBITOR ALDOSA REDUKTASE DENGAN AUTODOCK-VINA Saputri, Karisma Enggar; Fakhmi, Nurul; Kusumaningtyas, Erwinda; Priyatama, Dedy; Santoso, Broto
Chimica et Natura Acta Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.748 KB) | DOI: 10.24198/cna.v4.n1.10443

Abstract

Obat anti-diabetes yang telah dipasarkan seperti Epalrestat, Ponalrestat, Pioglitazone dan Sitagliptin serta turunan zerumbon pada penelitian sebelumnya memiliki aktivitas anti diabetes, perlu diketahui bagaimana mekanisme interaksinya terhadap protein target aldosa reduktase (2HV5). Protein target aldosa reduktase dipreparasi menggunakan UCSF Chimera. Penelitian ini telah dilakukan dengan menggunakan ligan uji termasuk empat senyawa tersebut, yaitu ligan dataset (50 senyawa) dan decoys dari dude.docking.org, dan 25 senyawa turunan zerumbon. Semua ligan dilakukan docking molekular menggunakan Program PyRx  dengan program Vina dan AutoDock (Lamarckian Genetic Algorithm (LGA), Genetic Algorithm (GA) dan Monte Carlo Simulated Annealing (SA)). Hasil yang diperoleh berupa nilai binding affinity (kkal/mol) ligan terhadap protein. Program PyMOL dan PLIP (Protein Ligand Interaction Profiler) digunakan untuk memvisualisasikan konformasi 3D molekul dan interaksi ligan-protein. Perangkat keras yang digunakan komputer personal dengan spesifikasi prosesor Intel® Atom(™) CPUN2600 @ 1,60 GHz, RAM 2GB, Windows 7. Hasil docking didapatkan bahwa ZER (SA, -6,99 kkal/mol), ZER08 (vina, -10,9 kkal/mol) dan ZER11 (LGA, -11,26 kkal/mol dan GA, -11,17 kkal/mol) mempunyai nilai binding affinity lebih baik dibandingkan dengan keempat senyawa obat tetapi, nilai ini tidak lebih baik dibandingkan dengan ligan natif, dataset dan decoys. Hasil interaksi ligan-protein yang terjadi melibatkan residu PHE-122 dan VAL-47, dan hal ini ditemukan sama untuk ketiga senyawa turunan zerumbon tersebut dengan ligan natif. Ketiga turunan zerumbon ini dapat dilanjutkan uji aktivitas in vitro di laboratorium.
PENENTUAN KOEFISIEN DISTRIBUSI, EFISIENSI EKSTRAKSI DAN FAKTOR PEMISAHAN PADA EKSTRAKSI GADOLINIUM DAN SAMARIUM DENGAN LIGAN DIBUTILDITIOFOSFAT Sofyatin, Titin; Nurlina, Nunik; Anggraeni, Anni; Bahti, Husein H.
Chimica et Natura Acta Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.35 KB) | DOI: 10.24198/cna.v4.n1.10448

Abstract

Unsur tanah jarang merupakan bahan penting dalam berbagai aplikasi teknologi tinggi, Pemisahan dan pemurnian unsur tanah jarang sangat sulit dilakukan karena unsur tanah jarang memiliki kemiripan sifat antara satu dengan yang lainnya. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengembangan metode-metode pemisahan dan pemurnian unsur tanah jarang dari mineral-mineralnya, salah satunya dengan metode ekstraksi pelarut dengan penambahan ligan. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan koefisien distribusi (Kd), efisiensi ekstraksi (%E) dan faktor pemisahan (α) untuk ekstraksi gadolinium dan samarium menggunakan ligan dibutilditiofosfat (DBDTP). Parameter dasar ditentukan melalui percobaan ekstraksi larutan gadolinium dan samarium standar menggunakan ligan DBDTP dengan heksana dan kloroform sebagai pelarut pengekstrak. Ekstraksi dilakukan pada kondisi optimum dan proses ekstraksi dipantau dengan menentukan konsentrasi logam menggunakan ICP-OES. Dari data ekstraksi, diperoleh nilai Kd gadolinium dengan pelarut kloroform sebesar 0,89, %EGd=55,29%, dan αGd/Sm =1,09. Nilai Kd samarium dengan pasangan pelarut air-kloroform  sebesar 0,82, %ESm=52,43% dan αSm/Gd=0,92. Nilai Kd gadolinium dengan pasangan pelarut air-heksana sebesar 1,17, %EGd=64,29%, dan αGd/Sm=0,87. Nilai Kd samarium dengan pasangan pelarut air-heksana sebesar 1,35, %ESm =68,74% dan αSm/Gd=1,15.
PREDIKSI STRUKTUR 2-DIMENSI NON-CODING RNA DARI BIOMARKER KANKER PAYUDARA TRIPLE-NEGATIVE DENGAN VIENNA RNA PACKAGE Parikesit, Arli Aditya; Anurogo, Dito
Chimica et Natura Acta Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (954.485 KB) | DOI: 10.24198/cna.v4.n1.10445

Abstract

Berdasarkan data WHO, kanker adalah penyakit yang paling berbahaya. Dewasa ini para peneliti sedang berusaha memahami mekanisme molekular kanker. Berdasarkan dogma sentral, hanya protein coding gene yang diketahui fungsinya, sementara non-coding gene belum dapat dijelaskan. Kemudian, diketahui bahwa non-coding RNA (ncRNA) berperan dominan dalam regulasi molekular sel, sehingga berpengaruh secara langsung kepada proliferasi kanker. Dalam hal ini, instrumen RNA-seq maupun Tiling Array sudah mengumpulkan banyak data biologis dan mendeposisikannya kepada database genom. Diketahui bahwa, ncRNA tidak hanya dapat berperan sebagai biomarker untuk diagnostik kanker, namun juga akan dapat dikembangkan sebagai agen terapeutik. Kanker payudara memiliki empat subtipe molekular, yaitu luminal A, luminal B, Her-2 dan triple negative/basal-like. Kanker Payudara Triple-negative (TNBC) merupakan penyakit yang sangat berbahaya dan belum ditemukan pengobatan yang efektif. Memahami mekanisme dan struktur ncRNA pada Biomarker TNBC merupakan langkah awal untuk menentukan agen terapeutik dan propilaksis terbaik. Diketahui bahwa jalur ekspresi lincRNA-RoR/miR-145/ARF6 berperan dalam proliferasi TNBC. Berdasarkan pencarian di GenBank, ditemukan  lema-lema ncRNA untuk jalur tersebut. Hasil pencarian diolah dengan software Vienna RNA Package, untuk ditentukan struktur 2 dimensi (2-D) yang solid. Kedepannya, diharapkan dengan mencegah terbentuknya struktur 2-D tersebut, maka semua gen tersebut akan menjadi tidak aktif dan menghentikan proliferasi kanker.
PENGARUH pH PADA SINTESIS 4-[N-(4-hidroksifenil)karboksimidoil]-2-metoksifenol MELALUI REAKSI ADISI-ELIMINASI M. Kuswandi; Nur Dwi Choirulisa; Broto Santoso
Chimica et Natura Acta Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.781 KB) | DOI: 10.24198/cna.v4.n1.10446

Abstract

Modifikasi molekul obat telah banyak dilakukan dan ditujukan untuk meningkatkan aktivitas atau menurunkan efek sampingnya. Penelitian in silico 4-[N-(4-hidroksifenil)karboksimidoil]-2-metoksifenol diperoleh nilai aktivitas yang lebih baik dibandingkan parasetamol sehingga diduga memiliki potensi analgetik yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan senyawa 4-[N-(4-hidroksifenil)karboksimidoil]-2-metoksifenol melalui reaksi p-aminofenol dengan vanilin dengan variasi pH awal. Kondisi pH terpilih ditandai dengan jumlah rendemen maksimal. Percobaan telah dilakukan dengan mereaksikan p-aminofenol dan vanilin dengan penambahan HCl 2 N untuk memperoleh kondisi awal pH 2, 3 dan 4 di atas penangas air dengan suhu 100°C terkendali selama 5 menit. Produk yang terbentuk didinginkan untuk mendapatkan kristal berwarna kuning. Hasil sintesis telah dilakukan uji kromatografi lapis tipis (KLT), titik lebur, kelarutan dan gugus fungsional dengan menggunakan Fourier transform infrared spectroscopy (FTIR). Rendemen dan nilai Rf KLT produk pada pH 2, 3, 4 secara berurutan adalah 71% (0,50), 14% (0,42), dan 49% (0,56) dengan eluen kloroform : metanol (9:1). Kondisi pH terbaik untuk pembentukan produk adalah pH 2 dan produk larut dalam metanol. Spektrum FTIR produk memberikan informasi terbentuknya gugus imina (-C=N-) yang ditunjukkan adanya puncak pada bilangan gelombang 1651 cm-1. Produk perlu dilakukan pemurnian dan uji NMR untuk meyakinkan struktur kimia produk.
DOCKING MOLEKULAR POTENSI ANTI DIABETES MELITUS TIPE 2 TURUNAN ZERUMBON SEBAGAI INHIBITOR ALDOSA REDUKTASE DENGAN AUTODOCK-VINA Karisma Enggar Saputri; Nurul Fakhmi; Erwinda Kusumaningtyas; Dedy Priyatama; Broto Santoso
Chimica et Natura Acta Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.748 KB) | DOI: 10.24198/cna.v4.n1.10443

Abstract

Obat anti-diabetes yang telah dipasarkan seperti Epalrestat, Ponalrestat, Pioglitazone dan Sitagliptin serta turunan zerumbon pada penelitian sebelumnya memiliki aktivitas anti diabetes, perlu diketahui bagaimana mekanisme interaksinya terhadap protein target aldosa reduktase (2HV5). Protein target aldosa reduktase dipreparasi menggunakan UCSF Chimera. Penelitian ini telah dilakukan dengan menggunakan ligan uji termasuk empat senyawa tersebut, yaitu ligan dataset (50 senyawa) dan decoys dari dude.docking.org, dan 25 senyawa turunan zerumbon. Semua ligan dilakukan docking molekular menggunakan Program PyRx  dengan program Vina dan AutoDock (Lamarckian Genetic Algorithm (LGA), Genetic Algorithm (GA) dan Monte Carlo Simulated Annealing (SA)). Hasil yang diperoleh berupa nilai binding affinity (kkal/mol) ligan terhadap protein. Program PyMOL dan PLIP (Protein Ligand Interaction Profiler) digunakan untuk memvisualisasikan konformasi 3D molekul dan interaksi ligan-protein. Perangkat keras yang digunakan komputer personal dengan spesifikasi prosesor Intel® Atom(™) CPUN2600 @ 1,60 GHz, RAM 2GB, Windows 7. Hasil docking didapatkan bahwa ZER (SA, -6,99 kkal/mol), ZER08 (vina, -10,9 kkal/mol) dan ZER11 (LGA, -11,26 kkal/mol dan GA, -11,17 kkal/mol) mempunyai nilai binding affinity lebih baik dibandingkan dengan keempat senyawa obat tetapi, nilai ini tidak lebih baik dibandingkan dengan ligan natif, dataset dan decoys. Hasil interaksi ligan-protein yang terjadi melibatkan residu PHE-122 dan VAL-47, dan hal ini ditemukan sama untuk ketiga senyawa turunan zerumbon tersebut dengan ligan natif. Ketiga turunan zerumbon ini dapat dilanjutkan uji aktivitas in vitro di laboratorium.

Page 1 of 2 | Total Record : 16