cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Chimica et Natura Acta
ISSN : 23550864     EISSN : 25412574     DOI : -
Chimica et Natura Acta diterbitkan oleh Departemen Kimia, FMIPA, Universitas Padjadjaran tiga kali setiap tahun pada bulan April, Agustus dan Desember. Artikel yang dimuat mencakup Kimia Analisis dan Pemisahan, Kimia Material, Kimia Energi dan Lingkungan, Kimia Organik Bahan Alam dan Sintesis, Biomolekular Pangan dan Kesehatan serta topik-topik lain yang berhubungan dengan ilmu Kimia.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 3 (2020)" : 6 Documents clear
Sintesis Tetrapeptida PSWY dan PSKY Fase Padat dan Evaluasi Aktivitas Antioksidannya Rani Maharani; Siska Mulya Octavia; Achmad Zainuddin; Ace Tatang Hidayat; Dadan Sumiarsa; Desi Harneti; Nurlelasari Nurlelasari; Unang Supratman
Chimica et Natura Acta Vol 8, No 3 (2020)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v8.n3.32205

Abstract

Untuk mempelajari hubungan struktur dan aktivitas dari senyawa antioksidan PAGY, dua analog dari PAGY, PSWY and PSKY, disintesis dan dievaluasi aktivitas antioksidannya. SIntesis dari kedua analog dilakukan dengan metode sintesis peptida fase padat, mengikuti protocol sintesis PAGY dan analog sebelumnya. Strategi Fmoc diterapkan dalam sintesis dan kombinasi reagen HATU/HOAt digunakan dalam pembentukan ikatan peptida. PSWY dan PSKY diperoleh dengan rendemen berturut-turut 21,8% dan 98,9%. Kedua peptida dimurnikan dengan RP-HPLC preparatif. Peptida hasil pemurnian. dianalisis kemurniannya dengan RP-HPLC dan dikarakterisasi dengan HR-TOFMS, 1H- and 13C-NMR. Selanjutnya, kedua peptida diuji aktivitas antioksidannya dengan metode DPPH yang menunjukkan bahwa kedua peptida memiliki aktivitas penghambatan yang rendah dibandingkan dengan PAGY dan analog PSGY. Nilai IC50 untuk PSWY dan PSKY berturut-turut 3,079 dan 4,340 mg/mL. Penggantian glisin pada PSGY dengan triftofan (PSWY) dan lisin (PSKY) tidak dapat meningkatkan aktivitas antioksidannya. Meskipun terdapat fakta dari penelitian sebelumnya bahwa penggantian glisin pada PAGY dengan lisin (PAKY) dapat meningkatkan aktivitas antioksidannya, namun hal yang sama yang diterapkan pada PSGY tidak memberikan hasil yang serupa. Sepertinya, komposisi residu pada PSKY yang lebih polar dibandingkan dengan PAKY menjadi penyebab aktivitas antioksidan yang lebih rendah.
Pembuatan Material Komposit Penjernih Air dari Campuran Perlit dan Cangkang Pensi Rahmiana Zein; Risa Oktaviani; Megita Febiola; Nurul Annisyah; Matlal Fajri Alif; Zilfa Zilfa
Chimica et Natura Acta Vol 8, No 3 (2020)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v8.n3.31564

Abstract

Material penjernih air dari komposit campuran perlit dan cangkang pensi telah diuji pada perbaikan kualitas air sungai Batang Muaro Kasang, Padang, Sumatera Barat. Parameter air yang dianalisis pada penelitian ini diantaranya fosfat, nitrat, nitrit, BOD, COD, TSS, dan warna. Percobaan dilakukan dengan metoda batch untuk menguji pengaruh perbandingan massa campuran perlit dan cangkang pensi, volume air dan waktu kontak. Hasil analisis menunjukan perbandingan massa komposit (campuran perlit dan cangkang pensi) yang optimum untuk penurunan kadar fosfat, nitrat, dan warna yaitu (20:10) g pada volume air sungai 50 mL dan waktu kontak 60 menit dengan persen penurunan kadar fosfat (66, 92%), nitrat (78,41 %), warna (93,8 %). Sedangkan untuk BOD, COD, nitrit, dan TSS yaitu (20:15) g pada volume air sungai 50 mL dan waktu kontak 60 menit dengan persen penurunan kadar BOD (97,45%), COD (76,10%), nitrit (99,73%) dan TSS (91,95 %). Dari data analisis komposisi kimia komposit dengan XRF menunjukkan terjadinya penurunan kadar CaO sebesar 10,708 %, sedangkan untuk SiO2 terjadi peningkatan sebesar 10,003 % dan Al2O3 sebesar 2,141 %.  Analisis gugus fungsi yang terdapat pada komposit dengan FT-IR menunjukkan terjadinya pergeseran pada angka gelombang dari 3638,72 cm-1 ke 3315,99 cm-1 yang menandakan hilangnya gugus fungsi amina.
Uji Efektivitas Formula E-Liquid Minyak Sereh Wangi (Cymbopogon nardus L.) sebagai Repelan terhadap Aedes aegypti Aji Achmad Saputra; Dikdik Mulyadi; Lela Lailatul Khumaisah
Chimica et Natura Acta Vol 8, No 3 (2020)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v8.n3.26257

Abstract

Formulasi e-liquid berbahan minyak sereh wangi (Cymbopogon nardus L.), analisis minyak sereh wangi dan e-liquid dengan GC-MS dan uji aktivitas e-liquid sebagai repelan terhadap nyamuk Aedes aegypti telah dilakukan. Minyak sereh wangi digunakan sebagai bahan tambahan e-liquid karena mengandung senyawa minyak atsiri berupa sitronelol, sitronelal dan geraniol yang memiliki kemampuan sebagai repelan terhadap nyamuk, sehingga diharapkan asap yang keluar dari e-liquid dapat menolak nyamuk. Konsentrasi minyak sereh wangi yang dibuat untuk formulasi e-liquid terdiri dari 0,25; 2,5; 5 dan 10%. Hasil uji efektivitas repelan e-liquid selama satu jam pengamatan diperoleh nilai 100% pada konsentrasi 10%.  Hasil analisis GC-MS diketahui bahwa pada minyak sereh wangi maupun e-liquid terdapat 3 senyawa di atas sehingga berpotensi sebagai repelan (penolak nyamuk). Uji aktivitas e-liquid sebagai repelan terhadap nyamuk Aedes aegypti dilakukan dengan variasi konsentrasi 0,25; 2,50; 5 dan 10% selama 24 jam pengamatan. Persentase kematian rata-rata nyamuk pada konsentrasi tertinggi sebesar 33% dengan nilai LC50 13% dan nilai LT50 62 menit.
Optimisasi Viskositas Cream Cheese dengan Penambahan Kulit Ari Psyllium (Plantago ovata) dan Susu Full Cream Muhammad Fadhlillah; Agus Safari; Saadah Diana Rachman; Frida F. Isnanisafitri; Safri Ishmayana
Chimica et Natura Acta Vol 8, No 3 (2020)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v8.n3.32203

Abstract

Cream cheese merupakan keju yang lunak yang biasanya diproduksi melalui proses koagulasi dengan penambahan kultur starter bakteri asam laktat (BAL) yang dapat menyebabkan terjadinya kondisi asam.  Sifat unik kulit ari psyllium menjadi perhatian dalam menghasilkan produk pangan fungsional. Tujuan penelitian ini yaitu menentukan kondisi optimum penambahan kulit ari psyllium dan susu full cream dalam pembuatan cream cheese dengan Response Surface Method (RSM) menggunakan desain Central Composite Design (CCD) untuk menghasilkan dengan respon viskositas. Metode yang digunakan yaitu pembuatan cream cheese dengan penambahan starter Lactobacillus bulgaricus, kulit ari psyllium dan susu full cream sesuai rancangan RSM-CCD dan viskositas dari produk yang dihasilkan ditentukan dengan viskometer Raypa RP1. Perbandingan penambahan susu full cream dan kulit ari psyllium untuk untuk memperoleh viskositas terbaik dicapai pada dengan penambahan 13,09% susu full cream dan 0,36% kulit ari psyllium dengan nilai viskositas sebesar 166.450 mPas.
Metabolit Sekunder Sekresi Jamur Penicillium spp. Isolat Tanah Gambut Riau sebagai Antijamur Candida albicans Yuana Nurulita; Yuharmen Yuharmen; Nuryani Nenci; Ayu Octa Mellani; Titania Tjandarawati Nugroho
Chimica et Natura Acta Vol 8, No 3 (2020)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v8.n3.32452

Abstract

Mikroba dan tanaman merupakan sumber metabolit sekunder yang aktif dieksplorasi potensinya. Laboratorium Enzim, Fermentasi dan Biomolekuler Jurusan Kimia FMIPA Universitas Riau telah mengisolasi beberapa jenis mikroba khususnya jamur dari tanah gambut Hutan Primer Cagar Biosfer Giam Siak Kecil Bukit Batu (GSKBB) Provinsi Riau. Beberapa isolat tersebut adalah jamur Penicillium sp. LBKURCC29 dan LBKURCC30 yang memiliki potensi menghasilkan enzim selulase. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi potensi lain dari kedua jamur isolat lokat tanah gambut Riau tersebut dalam hal ini potensi sebagai sumber antimikroba, antijamur Candida albicans. Produksi metabolit sekunder antijamur dilakukan dengan cara fermentasi batch dalam media cair yang diinokulasi dengan spora jamur (7×1012 spora untuk 50 mL media) selama 14 hari dengan bantuan rotary shaker kemudian disaring dengan menggunakan kertas saring GF/C. Filtrat kemudian diekstraksi menggunakan etil asetat. Ekstrak etil asetat kemudian diuapkan dan dipekatkan menggunakan rotary evaporator. Ekstrak kasar etil asetat kemudian dilarutkan dengan metanol untuk diuji lebih lanjut. Pada penelitian ini dilakukan karakterisasi ekstrak dengan uji fitokimia, KLT, dan HPLC, serta uji antijamur C. albicans dengan metode difusi cakram. Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa masing-masing ekstrak Penicillium sp. LBKURCC29 dan LBKURCC30 mengandung senyawa terpenoid. Karakterisasi lebih lanjut ekstrak kasar etil asetat diuji KLT dan HPLC menunjukkan pola noda dan puncak yang berbeda. Untuk uji antijamur, hanya ekstrak Penicillium sp. LBKURCC29 yang memiliki aktivitas antijamur terhadap jamur C.albicans pada konsentrasi 5,7 mg/mL dengan diameter zona hambat sebesar 8,05 nm yang merupakan penghambatan 33,78% dibandingkan dengan kontrol positif Ketokonazol® (23,83 mm).
Uji Aktivitas antioksidan dan Analisis Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS) Fraksi Etil Asetat Daun Purun Tikus (Eleocharis dulcis) Ridhana Fitriani; Kholifatu Rosyidah; Tafiqur Rohman
Chimica et Natura Acta Vol 8, No 3 (2020)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v8.n3.32204

Abstract

Salah satu tumbuhan yang banyak terdapat di lahan rawa Kalimantan Selatan yaitu purun tikus (E. dulcis). Penelitian ini betujuan untuk menentukan nilai IC50 dari uji aktivitas antioksidan fraksi etil asetat daun purun tikus (E. dulcis) dan kandungan senyawa. Proses ekstraksi menggunakan pelarut metanol selanjutnya dipartisi dengan pelarut n-heksana dan etil asetat. Fraksi etil asetat yang diperoleh sebesar 22,18%. Nilai IC50 fraksi etil asetat sebesar 55,64 ppm sedangkan nilai IC50 dari pembanding vitamin C sebesar 7,07 ppm. Berdasarkan gas chromatography-mass spectrometry (GC-MS) diketahui bahwa fraksi etil asetat terdapat tiga senyawa utama yaitu senyawa metil 14-metil pentadekanoat, mentol, p-metil benzaldehida.

Page 1 of 1 | Total Record : 6