cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Chimica et Natura Acta
ISSN : 23550864     EISSN : 25412574     DOI : -
Chimica et Natura Acta diterbitkan oleh Departemen Kimia, FMIPA, Universitas Padjadjaran tiga kali setiap tahun pada bulan April, Agustus dan Desember. Artikel yang dimuat mencakup Kimia Analisis dan Pemisahan, Kimia Material, Kimia Energi dan Lingkungan, Kimia Organik Bahan Alam dan Sintesis, Biomolekular Pangan dan Kesehatan serta topik-topik lain yang berhubungan dengan ilmu Kimia.
Arjuna Subject : -
Articles 372 Documents
DOCKING MOLEKULAR POTENSI ANTI DIABETES MELITUS TIPE 2 TURUNAN ZERUMBON SEBAGAI INHIBITOR ALDOSA REDUKTASE DENGAN AUTODOCK-VINA Karisma Enggar Saputri; Nurul Fakhmi; Erwinda Kusumaningtyas; Dedy Priyatama; Broto Santoso
Chimica et Natura Acta Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.748 KB) | DOI: 10.24198/cna.v4.n1.10443

Abstract

Obat anti-diabetes yang telah dipasarkan seperti Epalrestat, Ponalrestat, Pioglitazone dan Sitagliptin serta turunan zerumbon pada penelitian sebelumnya memiliki aktivitas anti diabetes, perlu diketahui bagaimana mekanisme interaksinya terhadap protein target aldosa reduktase (2HV5). Protein target aldosa reduktase dipreparasi menggunakan UCSF Chimera. Penelitian ini telah dilakukan dengan menggunakan ligan uji termasuk empat senyawa tersebut, yaitu ligan dataset (50 senyawa) dan decoys dari dude.docking.org, dan 25 senyawa turunan zerumbon. Semua ligan dilakukan docking molekular menggunakan Program PyRx  dengan program Vina dan AutoDock (Lamarckian Genetic Algorithm (LGA), Genetic Algorithm (GA) dan Monte Carlo Simulated Annealing (SA)). Hasil yang diperoleh berupa nilai binding affinity (kkal/mol) ligan terhadap protein. Program PyMOL dan PLIP (Protein Ligand Interaction Profiler) digunakan untuk memvisualisasikan konformasi 3D molekul dan interaksi ligan-protein. Perangkat keras yang digunakan komputer personal dengan spesifikasi prosesor Intel® Atom(™) CPUN2600 @ 1,60 GHz, RAM 2GB, Windows 7. Hasil docking didapatkan bahwa ZER (SA, -6,99 kkal/mol), ZER08 (vina, -10,9 kkal/mol) dan ZER11 (LGA, -11,26 kkal/mol dan GA, -11,17 kkal/mol) mempunyai nilai binding affinity lebih baik dibandingkan dengan keempat senyawa obat tetapi, nilai ini tidak lebih baik dibandingkan dengan ligan natif, dataset dan decoys. Hasil interaksi ligan-protein yang terjadi melibatkan residu PHE-122 dan VAL-47, dan hal ini ditemukan sama untuk ketiga senyawa turunan zerumbon tersebut dengan ligan natif. Ketiga turunan zerumbon ini dapat dilanjutkan uji aktivitas in vitro di laboratorium.
Optimisasi pH dan Agitasi pada Produksi Glukoamilase dari Saccharomycopsis fibuligera R64 Menggunakan Response Surface Method Agus Safari; Rudi Hartono; Shabarni Gaffar; Muhammad Yusuf; Saadah D. Rachman; Safri Ishmayana
Chimica et Natura Acta Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.49 KB) | DOI: 10.24198/cna.v6.n1.17898

Abstract

Glukoamilase adalah salah satu enzim esktraseluler yang dihasilkan oleh ragi Saccharomycopsis fibuligera. Enzim ini mampu memecah ikatan α-1,4 dan α-1,6 glikosidik pada molekul amilosa dan amilopektin. Pada penelitian ini telah dilakukan produksi enzim glukoamilase dalam media fermentasi yang mengandung sumber karbon yang berbeda, yaitu tepung beras, dedak dan pati. Fermentasi dilakukan dengan sistem lompok pada suhu kamar dengan kecepatan agitasi 150 rpm selama 3 hari. Nilai OD dan aktivitas glukoamilase ditentukan setiap 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tepung beras menghasilkan aktivitas glukoamilase tertinggi. Aktivitas glukoamilase tertinggi pada tepung beras terdeteksi pada jam ke-48 dengan nilai 28,48 unit/mL. Dengan kondisi waktu yang sama nilai aktivitas enzim glukoamilase pada media dedak dan pati berturut-turut yaitu 18,08 dan 18,67 unit/mL. Selanjutnya media tepung beras digunakan untuk mengoptimisasi produksi enzim glukoamilase dengan variasi agitasi dan pH menggunakan desain Response Surface Method. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pH berpengaruh signifikan terhadap produksi enzim glukoamilase. Kondisi optimum produksi glukoamilase diperoleh pada agitasi dan pH berturut-turut yaitu 250 rpm dan 5. Nilai aktivitas enzim glukoamilase pada kondisi optimum yaitu 56,22 unit/mL.
BEBERAPA MIKROORGANISME YANG MENGHASILKAN ENZIM INULINASE, ISOLASI DAN KARAKTERISASI ENZIM DARI Aspergillus flavus Gmn11.2 GALUR LOKAL Saryono Saryono; Fitriani Fitriani; Ukun M.S. Soedjanaatmadja
Chimica et Natura Acta Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.219 KB) | DOI: 10.24198/cna.v4.n3.11030

Abstract

Indonesia merupakan negara tropis yang  kaya akan berbagai tumbuhan dan mikroorganisme. Beberapa mikroorganisme memiliki kemampuan untuk menghasilkan enzim inulinase yang sangat bermanfaat untuk industri pangan dan farmasi. Inulinase adalah enzim yang menghidrolisis inulin menjadi fruktosa atau frukto-oligosakarida. Untuk mengisolasi inulinase dalam jumlah yang cukup banyak dari tumbuhan cukup sulit, oleh sebab itu inulinase mikrobial merupakan obyek penelitian yang sangat menarik bagi para peneliti. Tujuan penelitian ini adalah isolasi dan indentifikasi berbagai jenis jamur lokal yang potensial menghasilkan inulinase, serta isolasi dan pemurnian inulinase dari A. flavus Gmn11.2 galur lokal. Mikroorganisme A. flavus Gmn11.2 galur lokal dikembangbiakan pada media fermentasi  skala labu 250 mL, yang mengandung induser inulin selama 84 jam pada suhu 37oC. Enzim inulin (ekstraselular) yang diproduksi selanjutnya diisolasi dan dimurnikan melalui tahapan fraksionasi amonium sulfat pada rentang kejenuhan 40-80%, kromatografi kolom filtrasi Gel Sephadex G-25 (100 × 2 cm), kromatografi kolom penukar ion DEAE selulosa (20 × 1,6 cm), dengan elusi gradien 0,01-0,1 M buffer natrium fosfat pada laju alir 3 mL/menit. Enzim murni hasil isolasi kemudian ditentukan kondisi optimum aktivitas serta parameter kinetikanya. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa dari berbagai mikroorganisme yang memiliki potensi untuk menghasilkan enzim inulinase dengan aktivitas yang tinggi adalah Aspergillus clavatus (BG5), Fusarium solani (PB3), Fusarium sp2 (LB2), dan A. flavus (ML2). Setelah melalui tahapan kromatografi penukar ion, diperoleh enzim inulinase yang cukup murni yang ditandai dengan intensitas pita hasil SDS elektroforesis, dengan peningkatan faktor kemurnian 15,66 kali dibandingkan dengan ekstrak enzim kasar. Adapun aktivitas  enzim inulinase hasil isolasi dari A. flavus Gmn11.2 galur lokal, bekerja pada kondisi optimum: pH 5,0, suhu 50°C dan waktu inkubasi 4 jam. Parameter kinetika enzimatik dari inulinase diperoleh harga KM33 mg/L dan Vmaks 1,8 x 10-3 µmol/menit. Dari hasil elektroforesis SDS poliakrilamida menunjukkan enzim inulinase dari A. flavus Gmn11.2 galur lokal, memiliki berat molekul (Mr) 138 kDa, terdiri dari dua sub-unit polipeptida (dimer) dengan Mr masing-masing 72 dan 66 kDa.
PENGARUH KONSUMSI YOGURT YANG DIBUAT DENGAN KULTUR DUA BAKTERI (Sterptococcus thermophillus DAN Lactobacillus bulgaricus) DAN TIGA BAKTERI (Sterptococcus thermophillus, Lactobacillus bulgaricus DAN Lactobacillus acidophilus) TERHADAP KADAR KOLESTEROL SERUM DARAH TIKUS Safri Ishmayana; Asep Juanda; O. Suprijana; Sadiah Djajasoepena; Idar Idar; Saadah D. Rachman
Chimica et Natura Acta Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.154 KB) | DOI: 10.24198/cna.v3.n3.9302

Abstract

Tingginya kadar kolestrol serum darah berhubungan dengan meningkatnya resiko aterosklerosis dan penyakit jantung koroner. Produk susu terfermentasi seperti yogurt dapat menurunkan kadar kolesterol serum darah sehingga dapat meningkatkan resiko kedua penyakit tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh konsumsi yogurt yang dibuat dengan dua dan tiga bakteri terhadap kadar kolesterol serum darah tikus putih. Pada percobaan ini 15 tikus putih jenis Wistar dibagi menjadi empat kelompok, masing-masing kelompok tiga atau empat ekor. Kelompok pertama diberi pakan dan air, kelompok kedua diberi pakan dan susu murni, kelompok ketiga diberi pakan dan yogurt 2 bakteri sedangkan kelompok keempat diberi pakan dan yogurt 3 bakteri. Perlakuan diet diberikan selama 56 hari, setiap dua minggu contoh darah tikus diambil dan ditentukan kadar kolesterol serumnya dengan metode Lieberman-Burchard. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya efek hipokolesterolemik, dan efek paling baik teramati pada periode ketiga untuk grup 4, dimana tikus diberi pakan dan yogurt yang dibuat dengan kultur 3 bakteri dimana kadar kolesterolnya sebesar 16,57% lebih rendah dibandingkan kontrol.
PENGARUH KECEPATAN PUTAR DEPOSISI TERHADAP STRUKTUR KRISTAL, KETEBALAN DAN MORFOLOGI LAPISAN TIPIS TIMBAL ZIRKONAT TITANAT (PZT) DENGAN METODE SPIN COATER Johnson Nune Naat; Rachmat Triandi Tjahjanto; Masruroh Masruroh
Chimica et Natura Acta Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.998 KB) | DOI: 10.24198/cna.v2.n2.9153

Abstract

Telah dilakukan penelitian pengaruh kecepatan putar terhadap struktur kristal, morfologi, ketebalan dan ukuran butir lapisan tipis PZT. Teknik pelapisan PZT dilakukan dengan spin coating dengan variasi kecepatan putar 2000, 3000 dan 4000 rpm. Kualitas kristal lapisan tipis PZT yang dihasilkan dikarakterisasi dengan XRD dan morfologi serta tampang lintang diobservasi dengan pencitraan SEM. Hasil karakterisasi menunjukkan puncak-puncak yang muncul adalah kristal perovskit dengan orientasi bidang kristal (001), (100), (101), (110), (200), (201) & (210), dan (022). Semakin tinggi kecepatan putar makaketebalanlapisan PZT semakin tipis dan berpengaruh terhadap intensitas orientasi bidang kristal yang semakin menurun, serta morfologi permukaan semakin halus, rata dan homogen. Ketebalan pada kecepatan putar 2000, 3000 dan 4000 rpm berturut-turut 13,82; 12,66 dan 10,84 μm serta ukuran butir untuk masing-masing kecepatan putar sekitar 0,6429; 0,6851 dan 0,4237 μm. Hal ini dikarenakan semakin tinggi kecepatan putar mengakibatkan gaya sentrifugal semakin besar sehingga gel PZT terdistribusi secara merata dan homogen di atas permukaan substrat.
Penggunaan Air Olahan Limbah Kantin Hasil Perendaman Batang Pisang dan Ampas Teh untuk Pertumbuhan Tanaman Mangkokan dan Puring, Serta Peningkatan Mutu Air Olahan dengan Elektrokimia Termediasi Christi L. Natanael; Yati B. Yuliyati
Chimica et Natura Acta Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.167 KB) | DOI: 10.24198/cna.v5.n3.16062

Abstract

Pertumbuhan tanaman mangkokan dan puring dalam media air olahan limbah salah satu kantin di lingkungan kampus Jatinangor menunjukkan hasil yang lebih baik bila dibandingkan dalam media air limbah kantin yang tanpa diolah terlebih dulu. Hal ini dapat dilihat dari tumbuhnya akar dan pucuk daun baru.Pengolahan pendahuluan dilakukan dengan memasukkan irisan batang pisang dalam air limbah kantin selama 2 jam. Perlakuan ini berhasil menurunkan jumlah total koloni bakteri yaitu sebesar 57,13%. Selanjutnya dilakukan bioadsorpsi menggunakan ampas teh (10 g/L), proses ini menyebabkan perubahan nilai pH air limbah menuju pH normal. Pada 2 jam bioadsorpsi nilai pH air olahan 5,42; konduktivitas 713 µS/cm; dan COD 291,2 mg/L. Kemudian terhadap air olahan tersebut dilakukan oksidasi elektrokimia termediasi pada beda potensial 6 V selama 20 menit dengan elektrode aluminium. Elektrokimia ini berhasil mendapatkan air olahan dengan nilai pH 6,07, COD 348 mg/L, dan penurunan kekeruhan sebesar 50,71% dengan diukur menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada λ460. Air olahan limbah tersebut dapat dimanfaatkan untuk penyiraman tanaman khususnya mangkokan dan puring.
PENGARUH PELAPISAN XANTOFIL PADA SEL SURYA SILIKON TERHADAP PENINGKATAN TEGANGAN DAN ARUS LISTRIK Rubianto A. Lubis; Atiek Rostika Noviyanti; Yudha Prawira Budiman; Reinanda Hanapratiwi; Iman Rahayu
Chimica et Natura Acta Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.173 KB) | DOI: 10.24198/cna.v4.n3.11087

Abstract

Sifat semikonduktor yang dimiliki silikon memungkinkan terjadinya aliran listrik melalui suatu sambungan P-N. Salah satu modifikasi untuk meningkatkan tegangan serta arus listrik pada sel surya adalah dengan menambahkan suatu zat warna seperti xantofil pada permukaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelapisan xantolfil dengan konsentrasi (10%, 20% dan 30%) pada sel surya terhadap tegangan listrik serta arus listrik yang dihasilkan. Metode preparasi sel surya adalah metode difusi yaitu menempelkan padatan fosfor secara langsung pada silikon tipe-P pada suhu 900°C. Peningkatan arus dan tegangan listrik pada permukaan sel surya yang dilapisi xantofil diukur menggunakan avometer. Dari hasil penelitian didapatkan kenaikan tegangan listrik maksimum sebesar 2,38% dan kenaikan arus listrik maksimum sebesar 7,53%.
DAYA SERAP DAN KARAKTERISASI ARANG AKTIF TULANG SAPI YANG TERAKTIVASI NATRIUM KARBONAT TERHADAP LOGAM TEMBAGA Popy Previanti; Hena Sugiani; Uji Pratomo; Sukrido Sukrido
Chimica et Natura Acta Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.748 KB) | DOI: 10.24198/cna.v3.n2.9182

Abstract

Pemanfaatan limbah tulang sapi dirasa belum optimal. Padahal, jika dimanfaatkan dengan baik untuk kepentingan ilmu pengetahuan, akan berdampak positif mengingat konsumsi daging sapi pada kehidupan sehari-hari cukup besar. Salah satu pemanfaatannya adalah sebagai adsorben terhadap logam berat yang berdampak buruk bagi lingkungan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kondisi optimum, karakterisasi, dan kandungan dari arang aktif tulang sapi terhadap logam tembaga yang telah teraktivasi natrium karbonat. Metode yang digunakan adalah aktivasi arang sapi menggunakan natrium karbonat, karakterisasi serta pengukuran menggunakan instrument kimia. Hasil karakterisasi kondisi optimum arang aktif pada ukuran partikel 120 mesh, aktivator 5%, waktu kontak aktivasi 24 jam, suhu 800 0C, dan variasi adsorbat dan adsorben 1 g. Hasil efisiensi adsorpsi terhadap logam tembaga sebesar 99,65%.
KARAKTERISASI ASAM HUMAT HASIL ISOLASI DARI TANAH GAMBUT RAWA LAKBOK DAN BATUBARA ASAL KALIMANTAN SELATAN MENGGUNAKAN NATRIUM HIDROKSIDA Yati B. Yuliyati; Allyn Pramudya Sulaeman; Aprilia Disti Cahyaningrum
Chimica et Natura Acta Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.86 KB) | DOI: 10.24198/cna.v2.n1.9138

Abstract

Tanah gambut dan batubara merupakan hasil proses penguraian biologis alami bertahun-tahun dimana senyawa asam humat terkandung didalamnya. Perbedaan proses pembentukannya dapat menyebabkan sifatnya berbeda pula pada asam humatnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkarakterisasi dan membandingkan asam humat hasil isolasi dari tanah gambut asal Rawa Lakbok dan batubara asal Kalimantan Selatan. Isolasi asam humat dilakukan dengan proses ekstraksi padat-cair menggunakan natrium hidroksida 0,1 N kemudian difraksinasi dengan asam sulfat 6 M. Endapan hasil fraksinasi dimurnikan dan dicuci dengan asam sulfat 1 M, akuades dan etanol. Asam humat dikarakterisasi berdasarkan kadar air, kadar abu, kapasitas tukar kation, rasio C/N, rasio E4/E6 dengan UV-visible dan spektrofotometri inframerah. Rendemen asam humat dari tanah gambut dan batubara masing-masing adalah 0,36 dan 7,31%. Rasio C/N yang lebih rendah dari asam humat batubara menunjukkan bahwa bahan organik tersebut lebih mudah terdekomposisi. Spektra inframerah asam humat batubara lebih banyak mengandung aromatik dan gugus –OH yang didukung dengan rasio E4/E6 yang rendah sedangkan asam humat tanah gambut lebih banyak mengandung alifatik dan gugus karboksilat yang didukung dengan rasio E4/E6 yang tinggi. Karakteristik asam humat dari batubara memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan asam humat dari tanah gambut meskipun kapasitas tukar kationnya lebih rendah.
PENENTUAN KOEFISIEN DISTRIBUSI, EFISIENSI EKSTRAKSI DAN FAKTOR PEMISAHAN PADA EKSTRAKSI GADOLINIUM DAN SAMARIUM DENGAN LIGAN DIBUTILDITIOFOSFAT Titin Sofyatin; Nunik Nurlina; Anni Anggraeni; Husein H. Bahti
Chimica et Natura Acta Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.35 KB) | DOI: 10.24198/cna.v4.n1.10448

Abstract

Unsur tanah jarang merupakan bahan penting dalam berbagai aplikasi teknologi tinggi, Pemisahan dan pemurnian unsur tanah jarang sangat sulit dilakukan karena unsur tanah jarang memiliki kemiripan sifat antara satu dengan yang lainnya. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengembangan metode-metode pemisahan dan pemurnian unsur tanah jarang dari mineral-mineralnya, salah satunya dengan metode ekstraksi pelarut dengan penambahan ligan. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan koefisien distribusi (Kd), efisiensi ekstraksi (%E) dan faktor pemisahan (α) untuk ekstraksi gadolinium dan samarium menggunakan ligan dibutilditiofosfat (DBDTP). Parameter dasar ditentukan melalui percobaan ekstraksi larutan gadolinium dan samarium standar menggunakan ligan DBDTP dengan heksana dan kloroform sebagai pelarut pengekstrak. Ekstraksi dilakukan pada kondisi optimum dan proses ekstraksi dipantau dengan menentukan konsentrasi logam menggunakan ICP-OES. Dari data ekstraksi, diperoleh nilai Kd gadolinium dengan pelarut kloroform sebesar 0,89, %EGd=55,29%, dan αGd/Sm =1,09. Nilai Kd samarium dengan pasangan pelarut air-kloroform  sebesar 0,82, %ESm=52,43% dan αSm/Gd=0,92. Nilai Kd gadolinium dengan pasangan pelarut air-heksana sebesar 1,17, %EGd=64,29%, dan αGd/Sm=0,87. Nilai Kd samarium dengan pasangan pelarut air-heksana sebesar 1,35, %ESm =68,74% dan αSm/Gd=1,15.