cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Chimica et Natura Acta
ISSN : 23550864     EISSN : 25412574     DOI : -
Chimica et Natura Acta diterbitkan oleh Departemen Kimia, FMIPA, Universitas Padjadjaran tiga kali setiap tahun pada bulan April, Agustus dan Desember. Artikel yang dimuat mencakup Kimia Analisis dan Pemisahan, Kimia Material, Kimia Energi dan Lingkungan, Kimia Organik Bahan Alam dan Sintesis, Biomolekular Pangan dan Kesehatan serta topik-topik lain yang berhubungan dengan ilmu Kimia.
Arjuna Subject : -
Articles 372 Documents
SENYAWA TRITERPENOID 3β-HIDROKSI-TIRUKAL-7-EN DARI EKSTRAK DAUN KAPI NANGO (Dysoxylum arborescens) DAN AKTIVITAS SITOTOKSIKNYA TERHADAP SEL KANKER PAYUDARA MCF-7 Tri Mayanti; Lutfi Abdillah; Darwati Darwati; Tenny Putri Wikayani; Nurul Qomarilla; Deden Indra Dinata
Chimica et Natura Acta Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.235 KB) | DOI: 10.24198/cna.v4.n3.10924

Abstract

Senyawa triterpenoid 3β-hidroksi-tirukal-7-en (1) telah diisolasi dari ekstrak daun kapi nango (Dysoxylum arborescens). Struktur kimia senyawa ditentukan menggunakan data spektroskopi yang meliputi IR, 1H-NMR, 13C-NMR, MS dan perbandingan dengan senyawa yang telah dilaporkan sebelumnya. Aktivitas sitotoksik senyawa 1 terhadap sel kanker payudara MCF-7  menunjukkan nilai IC50 155,1 ppm.
MIKROENKAPSULAT MINYAK BELUT (Monopterus albus) BEROMEGA-3 SEBAGAI FORTIFIKAN KEJU COTTAGE Florentina Maria Titin Supriyanti; Devita Putri Herwiandani; Ali Kusrijadi
Chimica et Natura Acta Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.549 KB) | DOI: 10.24198/cna.v3.n2.9188

Abstract

Minyak belut merupakan salah satu sumber asam lemak tak jenuh ganda atau polyunsaturated fatty acid (PUFA). Penelitian ini bertujuan untuk fortifikasi keju cottage menggunakan mikroenkapsulat minyak belut. Metode yang digunakan pada penelitian ini meliputi mikroenkapsulasi freeze drying dan karakterisasi produk mikroenkapsulat yang meliputi penentuan formulasi terbaik, rendemen, ukuran mikrokenkapsulat, efisiensi mikroenkapsulat, dan kadar air. Keju cottage hasil fortifikasi dengan mikroenkapsulat minyak belut dianalisis kandungan asam lemaknya dengan GC-MS, dan tingkat kesukaan dengan uji hedonik. Berdasarkan hasil penelitian didapat kandungan omega-3 pada minyak belut sebesar 11,26%. Formulasi terbaik bahan penyalut pada produksi mikroenkapsulat minyak belut adalah, maltodekstrin : gum arab 5:1 ; rendemen 74% b/b; ukuran mikroenkapsulat 10-50 μm; efisiensi mikroenkapsulat 64 % dan kadar air mikroenkapsulat 1,03%. Berdasarkan uji hedonik yang dilakukan, didapat bahwa keju cottage terfortifikasi 10% memiliki tingkat kesukaan warna dan tekstur yang tertinggi. Hasil GC-MS menunjukkan bahwa kandungan asam lemak omega-3 pada keju cottage terfortifikasi minyak belut yang terukur sebesar 6,42%.
ANALISIS GLIKOSIDA KARDIOAKTIF DIGOKSIN MENGGUNAKAN ULTRA PERFORMANCE LIQUID CHROMATOGRAPHY (UPLC) Triana Nurul Meirina; Atu Purnama Dewi; Harold Eka Atmaja; Vycke Yunivita Kusumah Dewi; Rovina Ruslami
Chimica et Natura Acta Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (777.149 KB) | DOI: 10.24198/cna.v2.n1.9142

Abstract

Digoksin merupakan glikosida kardioaktif, salah satu senyawa yang penting dalam terapi yang saat ini tersedia sebagai obat untuk pengobatan penyakit jantung. Penggunaan obat ini meningkat sejalan dengan bertambahnya penderita penyakit jantung. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian dan monitoring penggunaan obat ini pada penderita penyakit jantung dalam proses terapi kesembuhan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui metode analisis digoksin dengan menggunakan alat Ultra Performance Liquid Chromatography (UPLC). Digoksin yang digunakan adalah Fargoksin (Injection 0,25 mg/mL, ampoule/berbentuk cairan). Pengenceran digoksin dilakukan dengan penambahan pelarut metanol. Kolom yang digunakan adalah kolom BEH C18. Optimasi metode analisis yang dilakukan meliputi perbandingan pelarut yang digunakan, suhu kolom, dan laju alir. Setelah melakukan optimasi, diperoleh kondisi fasa gerak yang optimum adalah larutan air-asetonitril (72:28%), laju alir 0,3 mL/menit, waktu selama ± 6 menit, suhu kolom off, dan detektor yang digunakan adalah spektrofotometer UV dengan panjang gelombang 218 nm. Pengulangan analisis dengan menggunakan hasil yang diperoleh secara optimum dilakukan sebanyak sepuluh kali. Berdasarkan data tersebut, proses analisis dengan menggunakan UPLC dapat berlangsung lebih cepat dibandingkan dengan menggunakan HPLC.
DETEKSI URUTAN OLIGONUKLEOTIDA Mycobacterium tuberculosis SECARA VOLTAMMETRI MENGGUNAKAN SCREEN PRINTED CARBON ELECTRODE (SPCE) Yeni Wahyuni Hartati; Yohan Yohan; Ratna Nurmalasari; Shabarni Gaffar; Rubianto A. Lubis
Chimica et Natura Acta Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.19 KB) | DOI: 10.24198/cna.v4.n2.10674

Abstract

Mycobacterium tuberculosis merupakan bakteri penyebab tuberkulosis (TB). Pengembangan analisis secara biosensor DNA sangat menarik perhatian karena penerapannya mudah. Dalam penelitian ini telah dilakukan penentuan urutan pendek oligonukleotida M. tuberculosis gen RV0508 dari strain H37RV secara voltammetri pulsa differensial menggunakan screen printed carbon electrode (SPCE). Pendeteksian berdasarkan teknik hibridisasi urutan oligonukleotida probe yang diadsorpsi pada permukaan SPCE, dengan pasangan komplementernya dari DNA target, tanpa indikator hibridisasi, yaitu dengan mensubstitusi basa guanin probe dengan basa inosin. Respon hibridisasi berupa signal guanin DNA target di daerah potensial sekitar +0,9 V. Telah diperoleh korelasi linear antara arus puncak dengan konsentrasi DNA target pada rentang 5,0-20,0 µg/mL dengan batas deteksi 8,2 µg/mL.
FERMENTASI BIAK RENDAM MOLASES DENGAN Aspergillus niger UNTUK PRODUKSI ASAM SITRAT Anne Carolina; Abubakar Sidik; Iman Permana Maksum; Saadah Diana Rachman; Agus Safari; Safri Ishmayana
Chimica et Natura Acta Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.699 KB) | DOI: 10.24198/cna.v3.n1.9171

Abstract

Asam sitrat terdapat melimpah di alam dan dihasilkan sebagai salah satu zat antara pada siklus asam sitrat saat karbohidrat dioksidasi menjadi karbondioksida. Asam sitrat merupakan penyebab rasa asam pada berbagai buah seperti jeruk, nanas dan pir. Karena kelarutannya yang tinggi, rasanya yang enak dan toksisitasnya yang rendah maka asam sitrat banyak digunakan dalam industri makanan, minuman dan obat-obatan. Salah satu metode yang digunakan untuk produksi asam sitrat adalah dengan metode fermentasi. Aspergilus niger merupakan salah satu mikroorganisme yang dapat digunakan pada proses produksi asam sitrat. Produksi asam sitrat pada penelitian ini dilakukan dengan tahap pemeliharaan A. niger pada media agar miring, aktivasi kultur A. niger dalam inokulum dan produksi asam sitrat dalam media fermentasi yang mengandung 20, 25, 30 dan 35% konsentrasi molase dengan metode biak rendam. Analisis yang dilakukan mencakup perubahan pH, berat kering sel, konsumsi gula pereduksi, serta konsentrasi asam sitrat yang dihasilkan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa asam sitrat paling banyak diproduksi pada media yang mengandung 30% molase, yaitu diperoleh 85,8 g/L asam sitrat.
Ekstrak Daun Andalas sebagai Capping Agent dalam Green Hydrothermal Synthesis Nanopartikel Mangan Ferrit dan Aplikasinya sebagai Antibakteri Lusi Puspitasari; Syukri Arief; Zulhadjri Zulhadjri
Chimica et Natura Acta Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.611 KB) | DOI: 10.24198/cna.v7.n1.19925

Abstract

Pada penelitian ini telah dilakukan sintesis nanopartikel MnFe2O4 secara hidrotermal menggunakan ekstrak daun andalas (M. macroura Miq.)  sebagai capping agent. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pH terhadap bentuk dan ukuran nanopartikel MnFe2O4. MnFe2O4 EN10 dan  MnFe2O4 EN12 disintesis menggunakan ekstrak daun andalas dan NaOH dengan pH masing-masing 10 dan 12, sementara MnFe2O4 N10 dan MnFe2O4 N12 disintesis tanpa menggunakan ekstrak daun andalas hanya dengan penambahan NaOH pada pH 10 dan 12. Hasil analisis X-Ray Diffraction (XRD) menunjukkan karakteristik MnFe2O4 spinel kubik  dengan ukuran kristal 11-16 nm, sedangkan MnFe2O4 E menunjukkan tidak terbentuknya spinel ferrit MnFe2O4 yang terbentuk hanya pengotor yaitu α-Fe2O3. Hasil karakterisasi Scanning Electron Microscopy (SEM) menunjukkan  bahwa morfologi nanopartikel MnFe2O4 berbentuk spheric. Nanopartikel MnFe2O4 diaplikasikan sebagai antibakteri terhadap bakteri S. aureus dan E. coli dengan metode sumur.
Cangkang Telur Ayam sebagai Sumber Kalsium dalam Pembuatan Hidroksiapatit untuk Aplikasi Graft Tulang Atiek Rostika Noviyanti; Haryono Haryono; Rinal Pandu; Diana Rakhmawaty Eddy
Chimica et Natura Acta Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.017 KB) | DOI: 10.24198/cna.v5.n3.16057

Abstract

Hidroksiapatit dengan struktur heksagonal merupakan biomaterial yang berpotensi sebagai implan tulang maupun gigi, karena memiliki sifat biokompatibilitas, dan bioresorbabilitas. Karakteristik kimia dan kristalinitas hidroksiapatit yang mirip dengan sifat tulang dan gigi manusia, menyebabkan kehadirannya dalam tubuh mudah diterima. Tujuan penelitian ini untuk menyintesis hidroksiapatit dengan metode basah menggunakan kalsium hasil isolasi dari cangkang telur ayam. Sintesis hidroksiapatit dilakukan dengan reaksi metode basah. Proses sintering optimum diamati dengan variasi waktu 3, 5 dan 9 jam. Karakterisasi struktur, morfologi, dan komposisi unsur hidroksiapatit masing-masing menggunakan XRD dan TM-EDX. Hidroksiapatit terbanyak diperoleh pada waktu sintering selama 5 jam, yaitu sebesar 74,74%, dengan rasio massa Ca/P 1,67. Pola difraksi XRD hidroksiapatit hasil sintesis mirip dengan ICSD #157481.
BEBERAPA PARAMETER KIMIA YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN RUMPUT LAUT MERAH Kappaphycus alvarezii (DOTY) DI PERAIRAN LEBIH-DALAM Petrus A. Wenno; Rajuddin Syamsuddin; Magdalena Latuihamallo
Chimica et Natura Acta Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.982 KB) | DOI: 10.24198/cna.v2.n3.9162

Abstract

Secara konvesional, budi daya rumput laut memerlukan wilayah besar pada perairan dangkal, tetapi tidak semua air cocok untuk pembiakannya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh beberapa parameter kimia yang cocok untuk tumbuhnya ganggang merah Kappaphycus alvarezii di perairan laut dalam. Penelitian ini difasilitasi dengan beberapa rakit gantung yang ditempatkan secara diagonal, satu di bawah yang lain, pada kedalaman 100, 250, 400, 550 dan 700 cm. Pemotongan tunas dari strain hijau dan coklat digunakan sebagai bibit awal dengan berat 50, 100 dan 150 g. Semua tunas diikat pada tali nilon dengan diameter 1 mm yang sudah diatur pada tali dengan diameter 5 mm yang kemudian akan ditempatkan horizontal pada rakit gantung. Ruang antara dua tali panjang dan dua rumpun rumput laut diatur pada jarak 25 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar dari laju pertumbuhan harian berkurang dengan meningkatnya kedalaman air. Rata-rata tertinggi dari laju pertumbuhan harian (DGR) dari kedua strain pada berat 100 g yaitu 5,28 ± 0,24% untuk hijau dan 5,45 ± 0,18% untuk cokelat. Analisis varians (ANOVA) dari DGR menunjukkan interaksi antara strain dan berat awal, antara strain dan kedalaman, dan antara berat awal dan kedalaman yang signifikan (P <0,01), namun antara strain, berat awal dan kedalaman tidak ada yang signifikan (P> 0,05). Zat kimia yang berhubungan dengan DGR berdasarkan analisis regresi multivariat yaitu salinitas, pH, amonium dan magnesium
Sintesis dan Karakterisasi Serat Nano Polivinil Alkohol yang Diikat Silang dengan Glutaraldehid untuk Aplikasi Pembalut Luka Mentik Hulupi; Haryadi Haryadi
Chimica et Natura Acta Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.051 KB) | DOI: 10.24198/cna.v6.n3.18477

Abstract

Elektrospining serat nano (nanofiber) PVA yang diikat silang oleh glutaraldehyde (GA) telah berhasil disintesa dan dikarakterisasi. Sintesis serat nano PVA dilakukan dengan menginjeksikan larutan PVA 10% kedalam mesin electrospinning selama 6 jam pada suhu 28.7oC dengan laju injeksi 1.0 ml/jam, menggunakan potensial listrik sebesar 14.6 kV serta jarak untuk mengkoleksi serat sejauh 10 cm.  Metoda ikat silang dilakukan secara in-situ terhadap serat nano PVA menggunakan glutaraldehyde 0.5M didalam pelarut aseton, selama 4 jam. Dari hasil – hasil karakterisasi serat nano PVA menggunakan FTIR menunjukkan adanya pergeseran puncak serapan untuk jenis vibrasi tarik dari gugus fungsi O-H, C-H dan C-O dari sebelum dan setelah dilakukan proses ikat silang menggunakan glutaraldehyde (GA). Hasil dari pengukuran menggunakan FTIR tersebut didukung dengan hasil karakterisasi morfologi  seratnano PVA menggunakan SEM setelah proses ikat silang yang menunjukkan adanya sedikit peningkatan dari besar atau tebalnya diameter serat nano sebesar 250 nm dibandingan dengan serat nano PVA tanpa dilakukan tahap ikat silang. Dari hasil ini dapat  disimpulkan bahwa proses ikat silang menggunakan GA mempengaruhi terhadap struktur kimia serta morfologi serat nano PVA. Dapat ditambahkan pula bahwa spektrum EDS juga menunjukkan pengaruh adanya glutaraldehyde sebagai zat pengikat silang yang mampu mereduksi  besarnya intensitas dari energi dispersive serat nano PVA.
Pengaruh Proses Degumming dan Netralisasi Terhadap Sifat Fisiko Kimia dan Profil Asam Lemak Penyusun Minyak Biji Gambas (Luffa acutangula Linn.) Antonius Rizky Meilano; Hartati Soetjipto; Margareta Novian Cahyanti
Chimica et Natura Acta Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.974 KB) | DOI: 10.24198/cna.v5.n2.14604

Abstract

Penelitian mengenai minyak biji gambas umumnya menggunakan minyak kasar, pemurnian terhadap minyak biji gambas masih belum dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan efek proses degumming dan netralisasi terhadap sifat fisiko kimia dan kandungan minyak biji gambas (Luffa acutangula Linn.). Metode yang digunakan dalam memperoleh minyak biji gambas yaitu maserasi dengan pelarut heksana. Sifat fisiko-kimia minyak biji gambas sebelum dan sesudah pemurnian ditentukan berdasarkan SNI 01-3555-1998. Sesudah pemurnian minyak biji gambas mengalami perubahan warna, massa jenis, kadar air, bilangan asam, bilangan peroksida, dan bilangan penyabunan. Analisa profil asam lemak dilakukan dengan instrumen GC-MS. Adanya pemurnian tidak berpengaruh terhadap komponen utama asam lemak penyusun minyak biji gambas.