cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Chimica et Natura Acta
ISSN : 23550864     EISSN : 25412574     DOI : -
Chimica et Natura Acta diterbitkan oleh Departemen Kimia, FMIPA, Universitas Padjadjaran tiga kali setiap tahun pada bulan April, Agustus dan Desember. Artikel yang dimuat mencakup Kimia Analisis dan Pemisahan, Kimia Material, Kimia Energi dan Lingkungan, Kimia Organik Bahan Alam dan Sintesis, Biomolekular Pangan dan Kesehatan serta topik-topik lain yang berhubungan dengan ilmu Kimia.
Arjuna Subject : -
Articles 372 Documents
KAJIAN FITOKIMIA EKSTRAK KULIT BIJI KAKAO (Theobroma cacao L.) Kayaputri, Indira Lanti; Sumanti, Debby M.; Djali, Mohamad; Indiarto, Rossi; Dewi, Dita Listya
Chimica et Natura Acta Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.417 KB) | DOI: 10.24198/cna.v2.n1.9140

Abstract

Kulit biji kakao memiliki komponen fitokimia yang diduga berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan pengawet alami. Tujuan dari penelitian ini adalah menetapkan komponen fitokimia yang terekstrak dari kulit biji kakao dan mengetahui potensi toksisitas ekstrak kulit biji kakao. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen yang dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan skrining fitokimia, kulit biji kakao yang diekstrak menggunakan etanol 70% mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan triterpenoid. Analisis fitokimia menggunakan Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS) menunjukkan ekstrak kulit biji kakao mengandung 2,3-butanediol (6,45%), benzeneacetic acid (2,33%), caffeine (23,51%), dan theobromine (65,99%). Pengujian toksisitas berdasarkan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) menunjukkan nilai LC50 ekstrak kulit biji kakao adalah 39.595,27 ppm, artinya ekstrak tersebut tidak bersifat toksik terhadap larva Artemia salina.
PENGARUH pH PADA SINTESIS 4-[N-(4-hidroksifenil)karboksimidoil]-2-metoksifenol MELALUI REAKSI ADISI-ELIMINASI M. Kuswandi; Nur Dwi Choirulisa; Broto Santoso
Chimica et Natura Acta Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.781 KB) | DOI: 10.24198/cna.v4.n1.10446

Abstract

Modifikasi molekul obat telah banyak dilakukan dan ditujukan untuk meningkatkan aktivitas atau menurunkan efek sampingnya. Penelitian in silico 4-[N-(4-hidroksifenil)karboksimidoil]-2-metoksifenol diperoleh nilai aktivitas yang lebih baik dibandingkan parasetamol sehingga diduga memiliki potensi analgetik yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan senyawa 4-[N-(4-hidroksifenil)karboksimidoil]-2-metoksifenol melalui reaksi p-aminofenol dengan vanilin dengan variasi pH awal. Kondisi pH terpilih ditandai dengan jumlah rendemen maksimal. Percobaan telah dilakukan dengan mereaksikan p-aminofenol dan vanilin dengan penambahan HCl 2 N untuk memperoleh kondisi awal pH 2, 3 dan 4 di atas penangas air dengan suhu 100°C terkendali selama 5 menit. Produk yang terbentuk didinginkan untuk mendapatkan kristal berwarna kuning. Hasil sintesis telah dilakukan uji kromatografi lapis tipis (KLT), titik lebur, kelarutan dan gugus fungsional dengan menggunakan Fourier transform infrared spectroscopy (FTIR). Rendemen dan nilai Rf KLT produk pada pH 2, 3, 4 secara berurutan adalah 71% (0,50), 14% (0,42), dan 49% (0,56) dengan eluen kloroform : metanol (9:1). Kondisi pH terbaik untuk pembentukan produk adalah pH 2 dan produk larut dalam metanol. Spektrum FTIR produk memberikan informasi terbentuknya gugus imina (-C=N-) yang ditunjukkan adanya puncak pada bilangan gelombang 1651 cm-1. Produk perlu dilakukan pemurnian dan uji NMR untuk meyakinkan struktur kimia produk.
KARAKTERISTIK 188Re- HIDROKSIAPATIT UNTUK SINOVEKTOMI RADIASI Duyeh Setiawan; Iwan Hastiawan
Chimica et Natura Acta Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.859 KB) | DOI: 10.24198/cna.v3.n1.9166

Abstract

Sinovektomi radiasi adalah cara alternatif yang efektif dari sinovektomi bedah untuk terapi radang sendi atau rheumatoid arthritis. Kerugian utama sinovectomi radiasi adalah kebocoran radioaktivitas dari sendi yang diperlakukannya. Beberapa cara untuk meminimalisasi kebocoran radioaktivitas diantaranya adalah memilih radioisotop dengan waktu paruh pendek, menggunakan partikel pembawa radioaktif dengan ukuran yang sesuai. Karakteristik hasil penandaan hidroksiapatit (HAp) dengan radioisotop 188Re menggunakan stano klorida dan natrium oksalat, serta biodistribusi pada tikus normal merupakan tujuan penelitian ini. Prosedur penandaan hidroksiapatit dengan 188Re telah berhasil didapatkan kondisi optimum menggunakan 40 mg HAp, pH 1, 4 mg stano klorida, 1 mg natrium oksalat dan waktu inkubasi selama 45 menit dalam suhu kamar. 188Re-HAp mempunyai sifat larutan koloid berwarna putih, stabil mempertahankan kemurnian radiokimia sebesar 95% setelah 4 hari bila disimpan dalam larutan asam askorbat (10 mg/mL, pH 5). Injeksi intra-artikular pada tikus jenis wistar normal menunjukkan akumulasi sebesar 96,43% dari 188Re-HAp di persendian setelah penyuntikan 24 jam dengan total kumulatif kebocoran radioaktivitas adalah 3,75%.
Synthesis of α-Hydroxyisovaleric acid (Hiv) and α-Acetyloxyisovaleric Acid (Ac-Hiv), Precursors of Aureobasidin B, with Improved Yield Rani Maharani; Andi Rahim; Herdanu Rizqullah; Nur Muhammad Miftah; Ace Tatang Hidayat; Achmad Zainuddin; Nurlelasari Nurlelasari; Desi Harneti; Unang Supratman
Chimica et Natura Acta Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.045 KB) | DOI: 10.24198/cna.v6.n3.20855

Abstract

α-Hydroxyisovaleric acid (Ac-Hiv) and α-acetyloxyisovaleric acid (Ac-Hiv) have been successfully synthesized through a diazotisation of amino acid using sodium nitrite with the catalyst of sulfuric acid and acetic acid, respectively. In the synthesis of Hiv, Zubia et al. (2005) mentioned that 3 equivalents of sodium nitrite for the reaction gave the hydroxy acid with a good yield. However, Cohen-Arazi et al. (2008) described that 6 equivalents of sodium nitrite resulted the highest yield. In present study, a variation of equivalents of sodium nitrite (3, 4, 5, 6 eq.) were trialed for the same method of synthesis. Through several experiments, we found that 6 equivalents of sodium nitrite were the best portion among all. This finding was applied into the synthesis of protected Hiv (Ac-Hiv) that was previously reported by Maharani et al. (2017) giving 63% yield when 3 equivalent of sodium nitrite was employed. By increasing the equivalent of sodium nitrite into 6 equivalents, the Ac-Hiv can be synthesized with an improved yield (71%).
Pembuatan Sabun Mandi Cair Berbasis Minyak Kelapa Murni (VCO) dengan Penambahan Minyak Biji Kelor (Moringa oleifera Lam) Asri Widyasanti; Yona Qurratu’ain; Sarifah Nurjanah
Chimica et Natura Acta Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.389 KB) | DOI: 10.24198/cna.v5.n2.14691

Abstract

Sabun mandi cair merupakan saponifikasi antara minyak dan garam alkali. Minyak kelapa murni (VCO) diketahui baik dalam penyabunan karena mengandung asam laurat yang memiliki daya bersih dan berfungsi sebagai antimikroba. Minyak kelor memiliki kandungan asam oleat yang juga berfungsi sebagai pelembab dan antioksidan. Sehingga pencampuran kedua minyak tersebut sesuai untuk dijadikan bahan baku sabun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kombinasi terbaik sabun mandi cair berbasis VCO dengan variasi konsentrasi minyak biji kelor. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan perlakuan penambahan minyak kelor A= 0% (b/b), B= 10% (b/b), C= 15% (b/b), D= 20% (b/b) dalam total minyak 100 mL sebanyak tiga kali ulangan. Parameter yang diamati adalah sifat fisikokimia sabun berdasarkan SNI Sabun Mandi Cair 06-4085-1996 meliputi nilai pH, alkali bebas, stabilitas busa, bobot jenis, dan angka lempeng total. Sedangkan uji organoleptik meliputi aroma, kekentalan, banyak busa, warna, kesan pemakaian dan reaksi gatal. Hasil terbaik pada uji sifat fisikokimia ditunjukkan oleh perlakuan C (dengan nilai bobot 3,57) dengan nilai pH 9,79, kadar alkali bebas 0,0139%,  stabilitas busa 30,12%, bobot jenis 1,049 dan angka lempeng total 0,28 × 105 (koloni/g). Sedangkan hasil terbaik pada uji organoleptik ditunjukkan oleh A (dengan nilai bobot 3,49).
POTENSI TAUCO SEBAGAI PANGAN FUNGSIONAL Sadiah Djajasoepena; Giana Suci Korinna; Saadah Diana Rachman; Uji Pratomo
Chimica et Natura Acta Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.205 KB) | DOI: 10.24198/cna.v2.n2.9157

Abstract

Kesadaran akan besarnya hubungan antara makanan dan kemungkinan timbulnya penyakit, telah mengubah pandangan bahwa makanan bukan sekedar untuk mengenyangkan, tetapi juga untuk kesehatan. Makanan hasil fermentasi yang bahan baku utamanya kedelai cukup banyak di Indonesia dan salah satu pengolahan kedelai melalui proses fermentasi adalah produk yang dikenal sebagai tauco. Tauco tidak digunakan secara langsung, tetapi sebagai bumbu ataupun sebagai penyedap rasa. Tujuan dari penelitian adalah untuk menganalisis kadar nutrisi dan menguji aktivitas antioksidan yang terkandung dalam tauco. Tahap-tahap yang dilakukan dalam penelitian ini, diantaranya proses pembuatan tauco, penentuan kadar nutrisi pada tauco, meliputi kadar protein dengan metode Kjeldahl, kadar lemak dengan metode Soxhlet, kadar air dengan metode Gravimetri, kadar abu dengan metode Gravimetri, kadar karbohidrat dengan metode by difference dan pengujian aktivitas antioksidan dengan metode DPPH. Tauco dengan kadar protein dan lemak yang terbaik terdapat pada perlakuan larutan garam natrium klorida 20% (b/v) berturut-turut sebesar 33,19 dan 18,37%. Aktivitas antioksidan yang tinggi dalam menginhibisi radikal bebas yaitu dengan nilai IC50 2,96 ppm pada fraksi air yang terdapat dalam tauco larutan garam natrium klorida 10%. Dengan kandungan gizi yang tinggi, tauco berpotensi sebagai pangan fungsional.
Aktivitas Antimalaria GB-1a Kayu Akar Garcinia xanthochymus Hook.F.ex.T.Anderson Sri Wahyuningsih
Chimica et Natura Acta Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.95 KB) | DOI: 10.24198/cna.v6.n2.18480

Abstract

Pada penelitian ini dihasilkan senyawa biflavonoid, GB-1a (1) dari kayu akar Garcinia xanthochymus Hook.f.ex.T.Anderson, Kebun Raya Bogor, Jawa Barat. Senyawa ini dipisahkan dari ekstrak metanol dengan metode ekstraksi maserasi, kemudian dilanjutkan dengan fraksinasi menggunakan kromatogrfi cair vakum (KCV), Kromatografi Kolom Gravitasi (KKG) dan pemurnian dilakukan dengan Kromatotron. Elusidasi struktur molekul senyawa dilakukan berdasarkan data spektroskopi UV, IR, 1H dan 13C NMR. Selanjutnya hasil uji aktivitas antimalaria menggunakan parasit Plasmodium falciparum strain 3D7 menunjukkan aktivitas yang moderat dengan harga IC50 0,34 µg/mL(1)
Analisis In Silico Capsid Scaffold Protein Virus Herpes Simpleks-1 Untuk Pengembangan Vaksin Herpes Opik Taupiqurrohman; Anneke Noviyanti; Muhammad Yusuf; Toto Subroto
Chimica et Natura Acta Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.125 KB) | DOI: 10.24198/cna.v5.n1.12817

Abstract

Capsid scaffold protein merupakan salah satu protein virus herpes simpleks 1 yang potensial sebagai sumber kandidat vaksin peptida untuk penyakit herpes. Hal ini dikarenakan Capsid scaffold protein bersifat lestari pada semua jenis virus herpes manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan urutan peptida kandidat vaksin herpes dari Capsid scaffold protein. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis in silico melalui pendekatan vaksinologi terbalik menggunakan program Vaxign dan Autodock Vina. Hasil analisis menunjukkan bahwa urutan peptida GLSQHYPPHV dari Capsid scaffold protein merupakan kandidat yang terbaik sebagai vaksin herpes berbasis peptida.
PENAPISAN FITOKIMIA DAN UJI TOKSISITAS DARI DAUN Myristica fatua HOUTT Sofa Fajriah; Megawati Megawati
Chimica et Natura Acta Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.947 KB) | DOI: 10.24198/cna.v3.n3.9219

Abstract

Myristica fatua merupakan salah satu tumbuhan obat asli Indonesia yang berpotensi untuk dikembangkan. Telah dilakukan penapisan fitokimia dan uji toksisitas menggunakan metode BSLT (Brine Shrimp Lethality Toxicity) terhadap ekstrak metanol, ekstrak aseton dan etanol 70%. Selanjutnya ekstrak metanol difraksinasi untuk memperoleh fraksi n-heksana, etil asetat, dan n-butanol dari daun Myristica fatua Houtt dan dilakukan uji toksisitas lebih lanjut. Hasil penapisan fitokimia menunjukkan bahwa daun M. fatua mengandung senyawa terpenoid, steroid, flavonoid, saponin, dan tanin. Potensi antikanker juga ditunjukkan terhadap ekstrak metanol dan fraksi etil asetat yang mempunyai toksisitas paling tinggi dari fraksi lainnya dengan LC50 masing-masing adalah sebesar 64,57 dan 83,75 μg/mL.
Aktivitas Antioksidan Bunga Pacar Air Merah (Impatiens balsamina L.) dan Bunga Gemitir (Tagates erecta L.) dari Limbah Canang Dewa Ayu Ika Pramitha; Ni Made Suaniti; James Sibarani
Chimica et Natura Acta Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.216 KB) | DOI: 10.24198/cna.v6.n1.16447

Abstract

Bunga pacar air (Impatiens balsamina L.) dan bunga gemitir (Tagates erecta L.) merupakan tanaman hias yang biasa digunakan dalam pembuatan canang di Bali. Antioksidan adalah parameter yang penting untuk memastikan kesehatan pada tubuh manusia. Telah dilakukan penelitian mengenai aktivitas antioksidan bunga pacar air merah (Impatiens balsamina L.) dan  bunga gemitir (Tagates erecta L.) dari limbah canang untuk mengetahui kandungan antioksidan yang dimiliki oleh bunga pacar air (Impatiens balsamina L.) dan bunga gemitir (Tagates erecta L.) dari limbah canang dengan melihat nilai IC­50 menggunakan DPPH sebagai sumber radikal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bunga pacar air merah (Impatiens balsamina L.) dan bunga gemitir (Tagates erecta L.) dari limbah canang memiliki aktivitas antioksidan yang lemah dan sedang dengan nilai IC50 secara berturut-turut adalah 327,01 ppm dan 118,68 ppm.

Page 11 of 38 | Total Record : 372