cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Vokasional
ISSN : 25410644     EISSN : 25993275     DOI : -
Jurnal Kesehatan Vokasional (JKesVo) with registered number ISSN 2541-0644 (print), ISSN 2599-3275 (online) is a collection of health scientific articles, especially in the field of medical records and health information as well as applied health sciences such as midwifery, nursing and others who are initiated by the department of health services and information, vocational college of universitas Gadjah Mada (UGM). The initial frequency of publication in 2016 is in October and then the second issue in April 2017, by 2017 the frequency of issuance changes from October and April to May and November
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 3 (2020): Agustus" : 7 Documents clear
Analisis Pengelolaan Sumber Daya Unit Rekam Medis di Rumah Sakit Misi Lebak Guna Meningkatkan Efisensi dan Efektivitas Pelayanan Antonius Garbito Pamboaji
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 5, No 3 (2020): Agustus
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.48870

Abstract

Latar Belakang: Dalam rangka mewujudkan ketersediaan rekam medis yang bermutu dan efektif diperlukan adanya beberapa faktor yang cukup memadai, yaitu kondisi unit rekam medis dengan tata letaknya dan ruang penyimpanan dokumen rekam medis yang dikelola dengan benar. Tata letak (Lay out) ruang yang tidak memenuhi standar dapat sangat mengganggu kenyamanan pekerja rekam medis. Rumah Sakit Misi Lebak dilengkapi dengan Unit Rekam Medis yang merupakan tempat penyimpanan berkas rekam medis rawat jalan, rawat inap dan ruang kerja perekam medis urusan pelaporan, pendokumentasian serta kepala rekam medis. Dari hasil penelitian, ditemukan bahwa pengaturan tata letak ruang unit rekam medis yang ada belum sesuai dengan standar.Tujuan: Penelitian ini menitik beratkan pada program rancang ulang tata letak (Lay out) ruang rekam medis guna meningkatkan efektifitas dan efisiensi pekerja rekam medis di Rumah Sakit Misi Lebak.Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Ruang Unit Rekam Medis Rumah Sakit Misi Lebak menjadi subjek. Variabel penelitian adalah bagian pengarsipan, bagian pelaporan, bagian kepala rekam medis, perekam medis, tata letak ruang unit rekam medis, tata letak ruang urusan pengarsipan, tata letak ruang urusan pelaporan, tata letak ruang urusan kepala rekam medis dan produktivitas kerja.Hasil: Hasil penelitian menunjukan kendala pada tingkat kompetensi sumber daya manusia, SOP dan alur rekam medis yang belum terlaksana dengan baik, sarana dan prasarana yang masih minim, serta tidak ergonomis dan kurang memadai.Kesimpulan: Diperlukan penataan ulang tata letak (Lay out) ruang dan penambahan rak berkas di ruang rekam medis. Pihak subjek menyetujui dilakukannya rancangan ulang ruang unit rekam medis untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi kerja perekam medis di Rumah Sakit Misi Lebak.
Hubungan Implementasi Sistem Resep Elektronik Terhadap Kepuasan Pengguna I Gusti Otty Septya Amanda; Farid Agushybana; Sudiro Sudiro
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 5, No 3 (2020): Agustus
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.52009

Abstract

Latar Belakang : Salah satu strategi menurunkan medication error untuk meningkatkan kualitas mutu rumah sakit yaitu mengimplementasikan resep elektronik. Namun dalam penerapannya masih ditemukan kendala terkait interaksi antara teknologi dengan sumber daya manusia, serta pengelolaan dan evaluasi resep elektronik yang belum optimal.Tujuan : Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan implementasi resep elektronik terhadap kepuasan pengguna.Metode : Penelitian observasional ini menggunakan metode Partial Least Square (PLS) dalam pengolahan datanya. Besar sampel sebanyak 70 responden yang diambil secara total sampling. Variabel yang digunakan antara lain implementasi resep elektronik, kepuasan pengguna, dukungan manajemen, dan lingkungan kerja.Hasil : Hasil penelitian menunjukkan variabel dukungan manajemen dan lingkungan kerja berhubungan terhadap implementasi resep elektronik dengan tingkat α=5%. Serta, variabel implementasi resep elektronik berhubungan terhadap kepuasan pengguna dengan tingkat α=5%.Kesimpulan : Implementasi resep elektronik mempunyai pengaruh terhadap kepuasan pengguna. Dengan demikian, evaluasi implementasi resep elektronik telah sesuai dengan harapan dan manfaat yang dirasakan pengguna, namun perlu komitmen dan dukungan lebih dari manajemen sehingga pengguna merasa dengan adanya sistem ini dapat meningkatkan kualitas pelayanan rumah sakit.
Gambaran Bentuk Relasi Profesional Antara Dokter Gigi dengan Laboratorium Gigi di Surabaya (Pada Pembuatan Gigi Tiruan Lepasan) Okti Setyowati; Dwiyanti Feriana Ratwita; Endang Kusdarjanti; Sujati Sujati; Nurin Nurliina
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 5, No 3 (2020): Agustus
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.53946

Abstract

Latar belakang: Pemeriksaan klinis pada pasien dilakukan oleh dokter gigi, selanjutnya apabila diperlukan pembuatan suatu restorasi maka dokter gigi akan mengirimkan restorasi tersebut ke laboratorium gigi. Untuk dapat menghasilkan suatu gigi tiruan lepasan yang baik diperlukan relasi profesional yang baik antara dokter gigi dan laboratorium gigi.Tujuan: Untuk mengetahui gambaran bentuk relasi profesional antara dokter gigi dan laboratorium gigi dalam pembuatan gigi tiruan di Surabaya.Metode: Penelitian kuantitatif dengan metode penelitian deskriptif. Populasinya adalah seluruh laboratorium gigi yang ada disekitar kampus FKG UNAIR Surabaya. Sampelnya adalah seluruh populasi yang bersedia untuk menjadi responden. Pengambilan sampel secara total sampling. Metode pengambilan data dengan memberikan kuesioner kepada 13 laboratorium gigi di Surabaya dan mengisi check list.Hasil: Dari data yang didapatkan menunjukkan komunikasi yang baik antara dokter gigi dan laboratorium gigi mengenai hal-hal berikut: desain gigi tiruan, perincian order, pekerjaan teknisi gigi, posisi laboratorium gigi, komunikasi dengan dokter gigi lama maupun yang baru lulus, sikap dan teknik prosedur laboratorium gigi.Kesimpulan: Relasi profesional antara dokter gigi dan laboratorium gigi di Surabaya dalam keberhasilan pembuatan gigi tiruan lepasan sudah cukup memadai.
Uji Validitas dan Efikasi Crypto/Giardia Duo-Strip dalam Mendeteksi Cryptosporidium spp. di Desa Tulehu, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku Rizqiani Amalia Kusumasari; Muh. Syairaji
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 5, No 3 (2020): Agustus
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.55361

Abstract

Latar    Belakang: Cryptosporidium spp. adalah salah satu enteropatogen pada manusia dan umumnya ditemui terutama pada anak-anak di negara berkembang. Prevalensi Cryptosporidium spp. di Indonesia masih belum diketahui dan penelitian terkait juga masih sangat jarang. Saat ini, beberapa perusahaan telah mengembangkan tes diagnostik sederhana dan cepat untuk mendeteksi infeksi Cryptosporidium spp. tetapi informasi mengenai keakuratannya pada kondisi di Indonesia masih belum diketahui.  Tujuan: Mengetahui validitas alat Crypto/Giardia Duo-Strip dan prevalensi Cryptosporidium spp. pada salah satu wilayah pedesaan di timur Indonesia.Metode: Penelitian ini menggunakan desain potong-lintang dan dilakukan tahun 2015. Sampel tinja dikumpulkan dari seluruh masyarakat di desa Hurnala, Maluku Tengah. Validitas (Sensitifitas, Spesifisitas) dan Efikasi (Nilai Prediktif Positif dan Negatif) dari Crypto/Giardia Duo-Strip dinilai menggunakan Modified acid-fast staining sebagai standar referensi. Hasil: Dari 731 sampel tinja, terdapat 261 sampel positif Cryptosporidium spp. menggunakan Modified acid-fast staining dan 204 sampel positif menggunakan Crypto/Giardia Duo-Strip. Sensitivitas, Spesifisitas, PPV, dan NPV Crypto/Giardia Duo-Strip masing-masing sebesar 38.78%, 78.99%, 35.77%, 69.64% dengan Likelihood Ratio+ (LR+): 1.77 and (LR-): 0.79.  Kesimpulan: Prevalensi infeksi Cryptosporidium spp. di desa Hurnala, Maluku Tengah cukup tinggi yaitu 36% (261/731). Kemampuan alat Crypto/Giardia Duo-Strip masih relatif rendah untuk mendeteksi Cryptosporidium spp. di wilayah Indonesia.
Pengembangan Rekam Medis Elektronik Berbasis Software as a Service (SaaS) bagi Dokter Praktik Mandiri Dian Budi Santoso; Nuryati Nuryati; Angga Eko Pramono
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 5, No 3 (2020): Agustus
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.55586

Abstract

Latar Belakang: Klinik dokter praktik mandiri di Indonesia, khususnya yang telah menjadi mitra BPJS Kesehatan telah terbiasa menggunakan sistem berbasis elektronik. Namun software yang disediakan oleh BPJS Kesehatan tersebut belum mampu menggantikan fungsi rekam medis di klinik dokter praktik mandiri karena beberapa keterbatasan. Di Indonesia, saat ini belum ada software rekam medis elektronik yang dapat digunakan baik untuk pasien umum maupun pasien BPJS Kesehatan serta asuransi kesehatan lain dengan konsep Software as a Service (SaaS).Tujuan: Mengembangkan sistem rekam medis elektronik berbasis SaaS bagi dokter praktik mandiri di Indonesia.Metode: Jenis penelitian ini adalah research and development dengan mengikuti tahapan pengembangan sistem informasi menggunakan metode prototyping. Subyek penelitian adalah dokter praktik mandiri di Daerah Istimewa Yogyakarta berjumlah 25 orang. Data kualitatif dikumpulkan dengan wawancara dan FGD pada tahap analisis kebutuhan. Data kuantitatif dikumpulkan dengan kuesioner pada tahap uji coba dan evaluasi.Hasil: Rekam medis elektronik harus dapat menyimpan dan menampilkan riwayat penyakit terdahulu, riwayat alergi, dan riwayat kunjungan pasien ke klinik dokter praktik mandiri serta interoperable dengan p-Care BPJS Kesehatan. Hasil evaluasi menunjukkan semua responden setuju terhadap aspek system usefulness, information quality, dan interface quality.Kesimpulan: Prototype rekam medis elektronik bagi dokter praktik mandiri telah dikembangkan dengan konsep SaaS dan responden merasa puas terhadap prototype yang telah dikembangkan.
Determinan Sosial Perilaku Merokok Pelajar di Indonesia: Analisis Data Global Youth Tobacco Survey Tahun 2014 Hudriani Jamal; Andi Zulkifili Abdullah; Muh Tahir Abdullah
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 5, No 3 (2020): Agustus
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.56718

Abstract

Latar belakang: Merokok merupakan penyebab kematian utama di dunia yang dapat dicegah. Sebagian besar perokok mulai merokok saat remaja. Studi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor sosial dengan perilaku merokok pelajar di Indonesia.Tujuan: Studi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor sosial dengan perilaku merokok pelajar di Indonesia.Metode: Penelitian ini merupakan analisis data sekunder Global Youth Tobacco Survey (GYTS) di Indonesia Tahun 2014. Sampel penelitian adalah seluruh pelajar kelas 7-9 di Indonesia yang berpartisipasi dalam GYTS 2014 dan memiliki data lengkap yakni 5093 orang. Analisis uji statistik regresi logistik digunakan untuk mengetahui hubungan antara faktor sosial dengan perilaku merokok.Hasil: Angka pelajar yang merokok adalah 14,7%. Penerapan kawasan tanpa rokok (OR=5,395, 95%CI: 3,072-9,477), status merokok orang tua (OR=1,561, 95%CI: 1,287-1,892), memiliki teman yang merokok (OR=11,662, 95%CI: 7,243-18,777) dan memiliki guru yang merokok (OR=1,557, 95%CI: 1,295-1,873) signifikan berhubungan dengan perilaku merokok pelajar. Namun, perilaku merokok tidak berhubungan dengan edukasi bahaya merokok (OR=0,987,  95%CI: 0,0,696-1,374).Kesimpulan: Terdapat prevalensi merokok yang tinggi pada pelajar. Penerapan kawasan tanpa rokok secara komprehensif dan pelajar yang memiliki teman yang merokok harus menjadi target utama pencegahan dan pengendalian perilaku merokok pelajar di Indonesia.
Skrining Talasemia Beta Minor pada Pelajar SMK di Kecamatan Ciamis Doni Setiawan; Atun Farihatun; Ary Nurmalasari
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 5, No 3 (2020): Agustus
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.57621

Abstract

Latar Belakang: Frekuensi talasemia beta minor di Indonesia mencapai 6–10%. Talasemia beta minor bersifat asimtomatik sehingga peran deteksi dini perlu dilakukan untuk mencegah kelahiran talasemia mayor. Pemeriksaan hematologi telah diketahui dan teruji dapat digunakan untuk skrining talasemia beta minor pada populasi beresiko. Meningkatnya penderita talasemia beta mayor di Kabupaten Ciamis dikarenakan belum maksimalnya skrining dilakukan. Tujuan: Mengetahui frekuensi talasemia beta minor pada pelajar SMK di Kecamatan Ciamis. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, dengan teknik cross‑sectional, yang telah dilakukan sejak bulan Maret‑Juni 2020. Subjek penelitian adalah pelajar SMK di Kecamatan Ciamis. Parameter pemeriksaan yang digunakan untuk skrining talasemia beta minor adalah MCV, Indeks Men3er, Indeks RDW, dan OTOFT. Hasil: Dari seluruh pelajar yang mengisi kuesioner sebanyak 238 pelajar, hanya 60 pelajar yang bersedia dan memenuhi kriteria penelitian. Hasil pemeriksaan parameter skrining talasemia beta minor didapatkan 5 (8,3%) pelajar MCV < 80 fL, 3 (5%) pelajar Indeks Men8er <13, Indeks RDW < 220 6 (10%) pelajar dan 9 (15%) pelajar dengan OTOFT positif. Kesimpulan: Pada penelitian ini ditemukan 3 (5%) pelajar sebagai talasemia beta minor.

Page 1 of 1 | Total Record : 7