cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Vokasional
ISSN : 25410644     EISSN : 25993275     DOI : -
Jurnal Kesehatan Vokasional (JKesVo) with registered number ISSN 2541-0644 (print), ISSN 2599-3275 (online) is a collection of health scientific articles, especially in the field of medical records and health information as well as applied health sciences such as midwifery, nursing and others who are initiated by the department of health services and information, vocational college of universitas Gadjah Mada (UGM). The initial frequency of publication in 2016 is in October and then the second issue in April 2017, by 2017 the frequency of issuance changes from October and April to May and November
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2023): February" : 7 Documents clear
Pengendalian Infeksi pada Pasien Kanker: Literature Review Dimas Utomo Hanggoro Putro; Anisa Rayu Ike Darmayanti; Rosdiana Tandiola; Khudazi Aulawi
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 8, No 1 (2023): February
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.67677

Abstract

Latar Belakang: Kanker salah penyakit kronis yang mematikan di dunia. Upaya perawatan pasien kanker dilakukan untuk mencegah terjadinya komplikasi. Salah satu komplikasi yang sering timbul pada pasien kanker adalah infeksi. Perkembangan pengendalian infeksi berperan penting dalam kemajuan pengobatan kanker. Berbagai upaya dapat dilakukan untuk pencegahan dan pengendalian infeksi pada pasien kanker.Tujuan: Mengetahui tindakan-tindakan pengendalian infeksi pada pasien dengan kankerMetode: Systematic literature review menggunakan database Clinical Key dan Pubmed. Keyword yang digunakan Cancer Patient OR Chemoteraphy Patient AND Infection Control AND Reduce the spread of infectionHasil: Empat artikel memenuhi kriteria inklusi. Artikel yang dianalisis dipublikasikan pada tahun 2011‒2021. Metode dalam 1 artikel penelitian yaitu rancangan quasi eksperimen. Pengendalian infeksi pasien kanker yaitu kebersihan tangan, penggunaan APD, menempatkan pasien di ruang terpisah, pemilihan antibiotik & antifungal profilaksis pada keganasan hematologis, pengendalian lingkungan yang baik dan tepat, dan pemberian edukasi serta penerapan bundle pencegahan infeksi pada kateter.Kesimpulan: Kanker merupakan salah satu penyakit di mana pasien mengalami defisiensi imun dan merupakan sasaran utama berbagai penyakit infeksi sehingga memerlukan upaya untuk mengontrol infeksi pada pasien dengan kanker. Pengendalian infeksi pada pasien kanker yaitu kebersihan tangan, prinsip diet, Antibiotik and Antifungal Prophylaxis, Protective Environment, perlindungan isolasi, dan infeksi terkait kateter 
Kejadian Carpal Tunnel Syndrome pada Pekerja dengan Gerakan Menekan dan Berulang Ulfa Nurullita; Rizky Wahyudi; Wulandari Meikawati
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 8, No 1 (2023): February
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.69159

Abstract

Latar Belakang: Carpal Tunnel Syndrome (CTS) terjadi karena gerakan berulang yang menekan saraf median terowongan karpal, dengan gejala berupa nyeri yang berlanjut menjadi mati rasa. Pekerjaan membuka buah kapuk membutuhkan gerakan menekan dan berulang. Terdapat keluhan nyeri dan kesemutan pada sebagian pekerja dan sebagian lain mengeluhkan tremor pada tangannya. Keluhan ini sangat dirasakan saat malam hari.Tujuan: Menganalisis faktor risiko kejadian CTS pada pekerja pembuka buah kapuk.Metode: Penelitian cross-sectional ini melibatkan 34 pekerja pembuka buah kapuk. Variabel usia, jenis kelamin, masa kerja, dan riwayat arthritis reumathoid dikumpulkan melalui wawancara, status gizi dihitung berdasarkan berat badan dan tinggi badan, frekuensi gerakan berulang diobservasi. Kejadian CTS diidentifikasi melalui tes Phalen.Hasil: Umur pekerja berkisar 35‒80 tahun, mayoritas perempuan (88,2%), masa kerja 1‒8 tahun, 23,5% pekerja terdapat riwayat arthritis reumathoid, status gizi tidak normal 64,7%, 61,8% melakukan gerakan berulang, dan kejadian CTS sebesar 32,3%. Kejadian CTS berhubungan dengan masa kerja (p= 0,000), riwayat arthritis reumathoid (p=0,000), dan frekuensi gerakan berulang (p=0,001).Kesimpulan: Kejadian CTS yang cukup tinggi perlu ditindaklanjuti dengan pengendalian faktor masa kerja, riwayat arthritis reumathoid, dan frekuensi gerakan berulang. 
Pengaruh Custom-Made Insole (CMI) terhadap Kenyamanan dan Keseimbangan Pasien dengan Fleksibel Flatfoot Agusni Karma; Raden Achmad Candra Putra; Fika Trifani; Nita Noviani
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 8, No 1 (2023): February
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.74184

Abstract

Latar Belakang: Kondisi flatfoot pada anak dapat menyebabkan penurunan kemampuan mobilitas seperti keseimbangan sehingga risiko jatuh akan meningkat. Bahan Ethylene-Vinyl Acetate (EVA) sering digunakan dalam pembuatan custom-made insole (CMI) untuk pasien dengan fleksibel flatfoot. Namun, EVA di Indonesia sering dikeluhkan elastisitas dan durabilitasnya dalam meredam tekanan.Tujuan: Membandingkan CMI bahan neoprene dan EVA terhadap kenyamanan dan keseimbangan pada anak dengan fleksibel flatfoot.Metode: Desain studi cross over randomized. Sejumlah 15 partisipan (9 laki-laki dan 6 perempuan) dengan kondisi bilateral dennis grade 2–3 mendapatkan CMI dengan bahan EVA dan neoprene secara acak. Kenyamanan dengan Visual Analog Score (VAS) dan keseimbangan statis dengan one leg standing yang diukur sebelum dan sesudah partisipan tanpa dan dengan menggunakan CMI dengan bahan neoprene dan EVA selama 2 minggu.  Hasil: Terdapat perbedaan yang signifikan tanpa dan dengan menggunakan CMI dengan bahan neoprene maupun EVA (p<0,01). Berdasarkan analisis, terdapat perbedaan tingkat kenyamanan yang signifikan antara insole berbahan neoprene dan EVA (p=0,022). Namun, tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara CMI neoprene dan EVA dalam meningkatkan keseimbangan statis (p=0,195).Kesimpulan: CMI secara signifikan meningkatkan kenyamanan dan keseimbangan pada anak dengan fleksibel flatfoot. CMI neoprene secara signifikan meningkatkan kenyamanan dibandingkan EVA.
Pengaruh Latihan Plyometric terhadap Peningkatan Vertical Jump pada Pemain Basket Farid Rahman; Afrizal Bintang Ramadhan; Ardianto Kurniawan; Dinda Ayudya Puspitaningrum
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 8, No 1 (2023): February
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.75286

Abstract

Latar Belakang: Permainan bola basket membutuhkan kemampuan untuk bergerak dan merubah arah bola dengan cepat (ability), kelincahan (agility), serta melompat (jumping). Kemampuan melompat vertikal dan  horizontal diperlukan pemain basket untuk dapat bermain optimal. Latihan plyometric merupakan latihan yang efektif dalam meningkatkan kemampuan vertical jump.Tujuan: Mengetahui pengaruh latihan plyometric berbasis progresif untuk meningkatkan vertical jump pemain basket.Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan quasi experiment yang dilakukan untuk mencari sebab dan akibat dengan desain penelitian pre and post-test with control group. Responden dalam penelitian berjumlah sebanyak 14 orang yang dibagi menjadi dua kelompok ataupun golongan serta dipilih secara acak, yaitu kelompok perlakuan dan kontrol masing-masing 7 orang.Hasil: Analisis pengaruh pemberian latihan plyometric terhadap vertical jump terdapat hasil p <0,05 dengan nilai sig 0,018 terhadap kelompok perlakuan serta hasil p >0,05 dengan nilai sig 0,053 pada kelompok kontrol, sedangkan analisis beda pengaruh antara kelompok perlakuan dan kontrol diperoleh hasil p < 0,05 dengan nilai sig 2 tailed sejumlah 0,001.Kesimpulan: Terdapat pengaruh pemberian latihan plyometric terhadap peningkatan vertical jump pemain basket.
Pengalaman Perawat dalam Melakukan Resusitasi Jantung Paru pada Pasien Covid-19 Yoany Maria Vianney B. Aty; Gadur Blasius; Elisabeth Herwanti; Pius Selasa; Dominggos Gonsalves; Firdawsyi Nuzula; Muhtar Muhtar
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 8, No 1 (2023): February
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.76178

Abstract

Latar Belakang: Tantangan perawat pada masa pandemi Covid-19 saat memberikan bantuan pasien yang mengalami henti jantung adalah penularan virus Covid-19. Perawat yang melakukan Resusitasi Jantung Paru (RJP) dengan menggunakan APD lengkap masih mungkin mengalami penularan virus yang bisa melalui droplet atau aerosol dari pasien yang terdapat di udara yang masuk melalui celah yang terbentuk tanpa sengaja oleh perawat saat bekerja.Tujuan: Mengeksplorasi pengalaman perawat dalam  melakukan RJP pada pasien Covid-19 di ruang IGD, ICU, dan ICCU RSUD Prof. W. Z Johannes Kupang.Metode: Penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis fenomenologi. Indeepth interview dilakukan untuk menggali pengalaman perawat dalam melakukan RJP pada pasien Covid-19 yang mengalami henti jantung dan napas. Jumlah partisipan sebanyak 4 orang.Hasil: Penelitian menemukan 6 tema yakni keputusan melakukan RJP pasien, keterbatasan gerak dan mudah lelah, kesulitan memonitor kondisi pasien, cemas tertular Covid-19, rasa empati, dan kerja sama tim.Kesimpulan: Tindakan RJP pasien terkonfirmasi Covid-19 memerlukan keputusan yang tepat. Selama tindakan ini perawat mengalami kelelahan, sulit mengecek kondisi pasien karena APD yang digunakan. Perawat juga merasa takut tertular. Namun, rasa empati kepada pasien membuat perawat melakukan tindakan RJP ini dengan baik yang didukung oleh kerja sama tim yang baik.
Pengembangan Aplikasi Jagabunda Sebagai Pendampingan Ibu Hamil dalam Upaya Penurunan Kematian Ibu dan Bayi Arif Kurniadi; Dyah Ernawati; Kismi Mubarokah; Oki Setiono
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 8, No 1 (2023): February
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.76549

Abstract

Latar Belakang: Angka kematian ibu dan bayi (AKI/AKB) masih menjadi permasalahan bahkan Indonesia menempati rangking tertinggi AKI di ASEAN.Tujuan: Mengembangkan model aplikasi pendampingan dan pemantauan ibu hamil untuk menekan AKI dan AKB dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat.Metode: Research and development melalui pendekatan prototyping dengan pengujian whitebox dan blackbox. Subjek penelitian terdiri atas kader, programmer KIA, bidan, kepala puskesmas, dan Kasie KIA Dinas Kesehatan Kota Semarang dan ibu hamil. Data kualitatif diperoleh melalui wawancara dan FGD kepada subyek sebagai materi dalam analisis kebutuhan, serta dilengkapi dengan studi dokumen. Data kuantitatif lewat kuesioner pengujian sistem dan penggunaan aplikasi.Hasil: Hasil evaluasi prototipe aplikasi Jagabunda mendapatkan skor rata-rata 4,8 pada aspek system usefulness. Kemudian, skor 5,3 diperoleh pada aspek information quality, 5,8 pada aspek interface quality, dan 5,2 yang terakhir pada aspek kepuasan pengguna secara umum. Aplikasi Jagabunda terbukti mampu digunakan sebagai media pendampingan serta warning system informasi kegawatan selama kehamilan terutama dengan risiko tinggi.Kesimpulan: Prototipe melewati uji whitebox dan blackbox dan dinyatakan membantu bumil berkonsultasi dengan bidan, Bidan bisa mendampingi dan pemantauan bumil terutama risiko tinggi, programmer dan kasie KIA terbantu dalam pemantauan program penurunan AKI dan AKB. 
Promosi Pelayanan Pengobatan Tradisional di Jawa Tengah: Siapakah Sasaran yang Tepat? Sidiq Purwoko; Marizka Khairunnisa; Taufiq Hidayat; Dian Susanti; Agung Dwi Laksono; Suharmiati Suharmiati
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 8, No 1 (2023): February
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.77089

Abstract

Latar Belakang: Kementerian kesehatan mendorong pemanfaatan pengobatan tradisional sebagai alternatif maupun komplemen pengobatan medis modern.Tujuan: Menganalisis sasaran promosi pelayanan pengobatan tradisional di Jawa Tengah.Metode: Metode ini menggunakan studi cross-sectional  yang menganalisis data Riset Kesehatan Dasar 2018. Populasi pada studi ini adalah orang dewasa (≥15 tahun) di Jawa Tengah. Peneliti menganalisis 63.118 sampel responden dari Riskesdas. Hasil: Mereka yang tinggal di pedesaan memiliki kemungkinan 0,943 kali dibanding tinggal di perkotaan (95% CI 0,911‒0,976), umur 46‒65 kemungkinan 1,137 kali lebih tinggi dibanding ≤25 untuk memanfaatkan (95% CI 1,058‒1,222), menikah memiliki kemungkinan 1,650 kali lebih tinggi dibanding mereka yang belum menikah (95% CI 1,543‒1,765), janda/duda memiliki kemungkinan 1,579 kali lebih tinggi dibanding mereka yang belum menikah (95% CI 1,443‒1,727) untuk memanfaatkan pelayanan kesehatan tradisional. Seluruh tingkat pendidikan memiliki kemungkinan lebih baik dibanding SLTP ke bawah, dan seluruh jenis pekerjaan memiliki kemungkinan yang lebih tinggi dibanding mereka yang tidak bekerja serta seluruh tingkat sosio-ekonomi memiliki kemungkinan yang lebih tinggi dibanding mereka yang paling miskin dalam pemanfaatan pelayanan kesehatan tradisional.Kesimpulan: Ada enam karakteristik sasaran yang tepat untuk promosi pemanfaatan pelayanan kesehatan tradisional di Provinsi Jawa Tengah, yaitu tinggal di wilayah perdesaan, berumur muda, belum menikah, berpendidikan rendah, tidak bekerja, dan miskin.

Page 1 of 1 | Total Record : 7