cover
Contact Name
M. Maulana Masudi
Contact Email
alhikmah@um-surabaya.ac.id
Phone
+6281250614657
Journal Mail Official
alhikmah@um-surabaya.ac.id
Editorial Address
Kantor Prodi Perbandingan Agama FAI UMSurabaya,Universitas Muhammadiyah Surabaya Gedung Tauhid Lt. 4, Jl. Sutorejo 59 Surabaya, Tlp, (031) 38111966, fax (031) 3813096
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
AL-Hikmah: Jurnal Studi Agama-agama
ISSN : 24079146     EISSN : 25495666     DOI : http://dx.doi.org/10.30651/ah.v7i2.7044
Journal of Al-Hikmah: a journal of studies of religions that publishes the results of studies and original research with the latest editions in the religious and social fields from a multidisciplinary perspective. This journal aims to expand and create concepts, theories, paradigms, perspectives and methodologies in the religious and social fields. Scope of Al-Hikmah : Journal of Religious Studies 1. World religions 2. socio-religious 3. Islam 4. Religious organizations
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2016)" : 6 Documents clear
Eskatologi dalam Perspektif Islam dan Protestan M. Wahid Nur Tualeka
Al Hikmah Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.328 KB) | DOI: 10.30651/ah.v2i1.1098

Abstract

Eskatologi merupakan salah satu ilmu dasar di dalam ajaran teologi. Eskatologi diartikan juga sebagai ilmu yang mempelajari tentang akhir zaman seperti hari kiamat, kebangkitan segala manusia dan surga. Masalah yang dirasakan adalah bagaimana ketika salah satu dari ajaran teologi ini dianggap sebagai sesuatu hal yang tidak urgen untuk dibahas apalagi diimani. Untuk mengatasi hal ini tentunya harus ada penjelasan yang cukup eksplisit kepada setiap umat untuk kembali kepada ajaran teologi mereka dan mengimani kembali tentang peristiwa ini. Desain penulisan ini menggunakan metode studi pustaka dengan cara melakukan penelitian berbagai sumber pustaka dengan mengambil dan membandingkan ajaran eskatologi dari kedua agama yaitu Islam dan Protestan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah agama Islam memiliki perspektif yang sama dengan Potestan dalam hal; definisi, istilah lain hari kiamat dan tanda-tanda kiamat. Selain itu dua agama ini juga memiliki perspektif yang berbeda dalam hal sumber yang memuat definisi hari kiamat, banyaknya jumlah nama hari kiamat, pembagian hari kiamat, banyaknya jumlah tanda hari kiamat dan perihal kedudukan Isa (Yesus) yang akan datang pada akhir zaman. Melihat hasil penelitian ini maka kepercayaan dalam peristiwa hari akhir harus dibangun kembali dan diyakini sebagai ajaran teologi yang tidak dapat terpisahkan dari keimanan. Kata kunci : Eskatologi, Islam dan Protestan
Isa Al-Masih Menurut Al-Quran dan Injil Fahad Fahad
Al Hikmah Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.914 KB) | DOI: 10.30651/ah.v2i1.1099

Abstract

Isa al-Masih / Yesus Kristus, adalah seorang nabi dan rasul yang terlahir dari kalangan bangsa Yahudi, beliau putra dari seorang wanita yang termasyhur kesucianya, yaitu Siti Maryam binti imran, beliau lahir dalam keadaan luar biasa yaitu tiada berbapak, yang diutus tuhan kepada Bangsa Israel untuk mengembalikan ajaran taurat yang dibawa nabi Musa. Menurut al-Qur’an, Isa al-Masih adalah utusan Allah SWT, yang datang kepada bangsa Israel untuk menggenapi firman Allah SWT, yang ada didalam kitab Taurat sebelum Injil. Dalam perjalanan dakwahnya untuk mengembalikan ajaran taurat sebenarnya, banyak hambatan yang datang dari para imam suci bait Allah, dengan dasar kedatanganya untuk merubah kitab taurat, para imam suci dan orang-orang yahudi berhasil menghasut gubernur romawi Pontius Pilatus untuk menghukum dan menyalibkan Isa al-Masih. Namun dengan kebesaran Allah SWT, mereka mengira bahwa Isa telah meninggal karena hukuman penyaliban, tetapi yang terjadi adalah Isa telah diselamatkan dan masih tetap mendakwahkan ajaran Allah SWT. Lain halnya dengan kitab Injil menjelaskan tentang Isa / Yesus, merupakan oknum Allah yang hadir menjelma menjadi manusia dan tinggal bersama bangsa Israel. Mereka yakin kedatangan Yesus akan membawa kedamaian dan penebusan dosa bagi bangsa Israel, untuk membuktikan yesus adalah tuhan, mereka hendak membunuh dan menyalibkannya, setelah kematianya diatas kayu salib Yesus hidup dan mendatangi murid-muridnya, agar memberitakan kabar gembira dari kerajaan tuhan dilangit. Kata Kunci : Isa al-Masih, Yesus Kristus, al-Qur’an, Injil
Perawatan Jenazah Menurut Islam dan Hindu Muhammad Sobirin; Mukayat Al-Amin
Al Hikmah Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (710.675 KB) | DOI: 10.30651/ah.v2i1.1100

Abstract

Skripsi ini mengulas ”Perawatan Jenasah Menurut Islam dan Hindu”. Kewajiban seorang muslim bila ada yang meninggal adalah memandikan Jenazah, mengafankan Jenazah, menyalatkan Jenazah dan menguburkan Jenazah. Perawatan Jenazah menurut Hindu, Penulis lebih mengedepankan eteh-eteh sawa (Perawatan jenazah menurut Hindu) yaitu : Eteh-eteh Nyiramang Sawa, Eteh-eteh Sawa di Balai, Patulangan, Tatacara, Pangeringkesan (Eteh-eteh), Tumpangsalu, Ante, Angenan, Kajang, Ukur, Ulon, Kerebsari, Kerebsinom, Sok Ceg-ceg, Damar Kurung, Wadah dan Sekah-Tunggal. Macam-macam Upacara yaitu : Upakara di Surya, Upakara di Samping Sawa, Upakara di Lebuh, Uapakaradi Harepan Sang Muput, Upakara Papegatan, Upakara Nunas Tirtha ke Pura-pura, Upakara Pangeruak Setera, Upakara Malebu (Pakutangan), Upakara Pengiriman, Upakara Panganyutan (ke Laut atau sungai), Upakara Makelemuji (di rumah), Upakara Ngarorasin, Simbol dan Makna dalam Upacara. Sarana-Upakara yaitu : Banten (Upakara) yaitu di Surya, Panebusan, Pisangjati, Paguruyagan, Pangadangadang, Papegatan, Pangiriman, Pangemijan, Pamuput Karya, Pangerorasan dan Tirtha yaitu : Toya-Panembak, Tirtha-Pangelukatan, Tirtha-Pangentas, Tirtha Kakuluh, Tirtha Pamanah. Gegitan yaitu : Ketika Sawa di Gotong keluar, Pada Waktu Mresihin (memandikan), Waktu Menyembah, Waktu Berangkat ke Setra, Ketika Niwayang Tirtha Pangenthas, Ketika Ngeseng, Rikala Anyumput Galih, Rikala Ngirim (Pawisik Sang Pitra), Rikaya Nganyut, Do‟a Bersama Menghadiri Kematian (Mantra Pitra Puja), Penulis Mengungkapkan Persamaan dan Perbedaan Perawatan Perawatan Jenazah Menurut Islam dan Hindu. Sebenarnya Islam dan Hindu didalam merawat jenazah itu sama (mengafani, memandikan, mengubur), yang membedakan adalah caranya (perbedaan faham atau di Hindu ada di bakar atau Ngaben). Islam cenderung Syari‟at Islam (Hukum Islam ) yaitu bersumber kepada Al-Qur‟an dan Al-Hadits. Kata kunci : Jenazah Islam & Hindu
Pernikahan Menurut Perspektif Islam dan Hindu Imam Syafi'i; Mahmud Muhsinin
Al Hikmah Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (684.636 KB) | DOI: 10.30651/ah.v2i1.1101

Abstract

Dalam Islam banyak ayat hukum al-Qur‟an yang mengatur masalah keluarga, termasuk perkawinan. Salah satu hal yang paling menonjol dari akulturasi hukum dan budaya Hindu dan Islam adalah masalah perkawinan, dimana saat ini banyak berlaku adat kebiasaan di masyarakat yang tidak murni menganut ketentuan hukum Islam, namun bercampur dengan peninggalan hukum Hindu. Hal ini disebabkan munculnya kerajaan-kerajaan Hindu di Nusantara membuat dominasi agama Hindu dalam kehidupan masyarakat semakin efektif, kerajaan-kerajaan Hindu di Nusantara menerapkan hukum Hindu dalam keseharian masyarakatnya. Perkawinan adalah suatu aqad atau perikatan untuk menghalalkan hubungan kelamin antara laki-laki dan perempuan dalam rangka mewujudkan kebahagiaan hidup berkeluarga yang diliputi rasa ketenteraman serta kasih sayang dengan cara yang diridhai Allah SWT. Wiwaha dalam agama Hindu mempunyai arti dan kedudukan yang khusus di dalam kehidupan manusia yaitu awal jenjang gruhstha. Dimana pertalian yang syah antara seorang lelaki dan seorang perempuan untuk waktu yang lama. Dari penelitian banyak adat pernikahan yang digunakan orang muslim khususnya di Indonesia yang sama Seperti halnya adat upacara pernikahan umat Hindu seperti menginjak Telur, menabur beras Kuning, Kembang Mayang, pengantin duduk bersanding, melempar sirih dll. Kesimpulannya banyak masyarakat muslim di Indonesia yang masih cenderung mengikuti adat yang berlaku di kalangan masyarakat tanpa mengetahui dasar maupun dalilnya, dan tanpa mempedulikan apakah itu diperbolehkan dalam syariat atau malah dilarang. Dimana adat-adat yang digunakan banyak persamaannya dengan adat budaya upacara pernikahan umat Hindu dan tidak sesuai dengan syariat yang diajarkan Rasulullah SAW. Kata Kunci : Pernikahan, Islam, Hindu
Dosa dalam Islam dan Katolik Rahmad Yulianto; Siti Tazaka
Al Hikmah Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.639 KB) | DOI: 10.30651/ah.v2i1.1097

Abstract

Fokus penelitian ini adalah menjawab tiga permasalahan pokok, yaitu: pertama, bagaimana Perspektif Dosa dalam Islam? Kedua, bagaimana perspektif Dosa dalam Katolik? Ketiga, bagaimana persamaan dan perbedaan Dosa menurut Islam dan Katolik? Penelitian ini merupakan studi literer (library research) dengan metode deskriptif, konten analisis dan komparatif yaitu penelitian yang tidak mengadakan perhitungan data secara kuantitatif. Penelitian pustaka dilakukan dengan membaca dan menginterprestasikan buku-buku dan dokumen yang memiliki kaitan erat, penulis berusaha mensistematisasi berbagai penemuan dari bermacam literature menjadi sebuah kumpulan kalimat atau paparan yang bermakna. Temuan penelitian ini : pertama, Dosa menurut Islam yaitu segala sesuatu yang bertentangan dengan hokum Allah SWT baik yang berkauitan dengan yang melakukan atau meninggalkannya. Kedua, Dosa menurut Katolik yaitu gagal untuk hidup sesuai dengan yang direncanakan oleh Allah atau meleset dari tujuan menyeleweng dari jalan yang sudah ditentukan. Ketiga, Dosa menurut Islam dan Katolik mempunyai persamaan dan perbedaan, adapun persamaannya terletak pada suatu kesalahan yang diperbuat oleh manusia yang akan mendapatkan hukuman / balasan. Adapun perbedaannya terletak pada Dosa waris dan penebusan Dosa. Rekomendasi dari penelitian ini adalah untuk mengkaji nilai dan implikasi Dosa dalam agama Islam dan Katolik. pembahasan persamaan dan perbedaan suatu agama yang satu dengan yang lain hal ini bukan berarti menyalahkan terhadap Agama serta tidak memberi kebenaran terhadap Agama, akan tetapi bersifat toleransi. Penulis mencoba menganalisa aspek-aspek persamaan dan perbedaan dari kedua agama yakni Islam dan Katolik yang berhubungan dengan Dosa sehingga memberikan pengetahuan kepada masyarakat serta diharapkan dengan adanya studi tentang Dosa ini dapat memberikan konstribusi penting baik bagi studi Agama yang telah dilakukan maupun yang akan dilakukan dan dapat memberikan pengayaan teradap literature penelitian di Indonesia khususnya di Universitas Muhammadiyah Surabaya. Wa Allahu A’lam. Kata kunci : Dosa, Islam dan Katolik
Poligami dalam Perspektif Islam dan Kristen Winarto Winarto; Maulana Masudi
Al Hikmah Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.468 KB) | DOI: 10.30651/ah.v2i1.1102

Abstract

kripsi ini mengulas tentang poligami menurut Islam dan Kristen. Poligami dalam pandangan Islam dan Kristen adalah suatu perbuatan yang diperbolehkan. Akan tetapi bagi seseorang yang akan melakukan poligami harus memenuhi persyaratan-persyaratan yang telah ditentukan oleh ajaran agama Islam. Ayat yang menerangkan tentang poligami diakhiri dengan ayat yang menjelaskan tentang persyaratan dalam berpoligami yaitu mampu berlaku adil dan juga menjelaskan tentang batasan wanita yang boleh dinikahi yaitu empat orang dalam waktu yang sama. Agama Islam juga menilai bahwa poligami yang dilakukan tanpa pelaku poligami maupun keluarga serta lingkungannya. Seperti : Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), terlantarnya anak-anak dan akan menganggu perkembangan anak untuk dapat menjadi generasi yang lebih baik dikemudian hari. Islam dan Kristen mempunyai pandangan yang sama bahwa Poligami juga dapat memberikan andil yang besar dalam mewujudkan kesejahteraan sebuah keluarga atau masyarakat, karena dilakukan sesuai dengan ajaran syari’at agama. Praktik poligami adalah bagian adari penegakkan ajaran agama bagi orang-orang yang mampu memenuhi syarat-syarat yang telah ditetapkan dalam ajaran agama. Sehingga menghindarkan pelaku poligami dari perbuatan zina dan dosa. Ajaran agama Islam memberikan batasan jumlah wanita yang boleh dinikahi yaitu empat orang dalam waktu yang sama dan terdapat persyaratan dalam berpoligami yaitu berlaku adil. Sedangkan ajaran agama Kristen tidak ada batasan jumlah wanita yang boleh dinikahi dan tidak terdapat persyaratan dalam berpoligami. Mengapa poligami ini menjadi bahasan kita? Karena banyak pelaku poligami yang tidak memahami dengan betul terhadap syarat-syarat poligami dan dampak yang ditimbulkannya. Ada juga beranggapan bahwa ajaran Islam seolah-olah memerintahkan atau memberi kemudahan kepada umatnya untuk bercerai atau berganti-ganti istri. Ini tentu sangat bertentangan dengan ajaran Islam yang sebenarnya. Kesimpulan secara umum adalah bagi umat Islam atau Kristen yang secara kondisi ekonomi dan fisik tidak memenuhi syarat untuk berpoligami hendaknya tidak melakukannya. Kata kunci : Poligami Persepektif Islam dan Kristen

Page 1 of 1 | Total Record : 6