cover
Contact Name
Shohibul Arifin
Contact Email
tadarus@um-surabaya.ac.id
Phone
+628563036373
Journal Mail Official
tadarus@um-surabaya.ac.id
Editorial Address
TADARUS : Islamic Education Journal Universitas Muhammadiyah Surabaya Jalan Sutorejo No.59, Surabaya, East Java 60113 Telephone: (031) 3811966 Fax: (031) 3813096 Email : tadarus@um-surabaya.ac.id
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Tadarus: Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 20899076     EISSN : 25490036     DOI : 10.30651/Tadarus
Core Subject : Education, Social,
TADARUS is a Islamic education journal published by UMSurabaya Publishing, Muhammadiyah Surabaya University. This journal focuses on the publication of research results and scientific articles on Islamic education from a multidisciplinary perspective, create innovative concepts, theories, paradigms and methodologies in Islamic education.
Articles 343 Documents
Efektifitas Metode Bercerita Dalam Membentuk Karakter Siswa Di Taman Kanak-Kanak Permata Ibu Gunung Anyar Surabaya Sri Eni Lestari
TADARUS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam - Fakultas Agama Islam ( FAI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.759 KB) | DOI: 10.30651/td.v3i2.2145

Abstract

ABSTRAK Anak-anak merupakan penentu masa depan suatu bangsa, maju atau tidaknya masa depan suatu bangsa tergantung pada baik atau tidaknya pendidikan yang diberikan kepada anak-anak.Penelitian ini dengan judul Efektifitas Metode Bercerita Dalam Membentuk Karakter Siswa Di Taman Kanak-kanak Permata Ibu Gunung Anyar Surabaya. Dengan rumusan masalah : Bagaimana pelaksanaan metode bercerita dalam proses belajar mengajar di TK Permata Ibu Gunung Anyar Surabaya, Bagaimana karakter siswa di TK Permata Ibu Gunung Anyar Surabaya, Adakah efektifitas metode bercerita terhadap karakter siswa di TK permata Ibu Gunung Anyar Surabaya, Sejauh mana efektifitas metode bercerita terhadap karakter siswa di TK Permata Ibu Gunung Anyar Surabaya.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif yang tehnik pengumpulan menggunakan observasi, interview, dokumentasi.Metode bercerita merupakan sebuah metode yang efektif dalam rangka pembentukan karakter. Melalui metode bercerita anak akan lebih mudah menangkap pesan agama atau moral yang dibawakan oleh sang tokoh
Model Pembelajaran Pendidikan Multikultural Dalam Pelajaran IPS Di Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 20 Surabaya Choirul Mahfud
TADARUS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam - Fakultas Agama Islam ( FAI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.17 KB) | DOI: 10.30651/td.v3i1.2151

Abstract

ABSTRACT Researching on the implementation of the Social Sciences (IPS) learning in the environment of Islamic Elementary School is interesting and need to be done, because in the current curriculum, learning of social studies tend to be conducted separately and each is as monolithic and mono-culturally. The focus of this research is to discuss what and how the model of multicultural education learning in social studies in the School of Creative 5th Grade of SD Muhammadiyah 20 Surabaya? Any factors that support and hinder the implementation of it? This qualitative descriptive study based on primary and secondary sources of in-depth interviews, and documentations. After doing thorough research on multicultural education in the teaching model of 5th grade Social Studies at the School of Creative SD Muhammadiyah 20 Surabaya, it can be concluded that: From the research done by the researcher, that the learning model of multicultural education in social studies lessons in the School of Creative Class 5 SD Muhammadiyah 20 is the result of collaborating from various multicultural approaches and humanistic approaches, including, the basic concept of edutainment, active learning, the accelerated learning, and learning quantum. With the aim to make learning more fun and exciting students. Therefore, facilitate understanding and practice in teaching and learning for both teachers and students. Several factors support in the implementation of multicultural based social sciences learning: Firstly, support from the leadership of Muhammadiyah branch Bubutan Surabaya. Knowingly or not the success of Creative School can not be separated from the head of the Muhammadiyah. Secondly, financial support. Creative School is financially quite well, thus able to finance the programs to be implemented. Thirdly, public support. Learning practices in the implementation of multicultural education in social studies lessons as a practice in villages around the school, the community support these activities. Of course without the help of all parties will not run smoothly. Key Words: Social Studies, Multicultural Education, Creative, Tolerance, Anti-Violence and Peace
Pengaruh Media Online Sebagai Sumber Belajar Sebagai Presti Belajar Siswa Pada Pendidikan Agama Islam Di SMA Muhammadiyah 2 Surabaya Noer Noer
TADARUS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam - Fakultas Agama Islam ( FAI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.703 KB) | DOI: 10.30651/td.v3i2.2141

Abstract

Abstrak Media online adalah media yang dapat kita temukan di internet yang dapat di akses di mana dan kapan saja selama ada jaringan internet. Disamping juga untuk meningkatkan pemahaman, kemampuan serta kreatifitas akan pentingnya pemanfaatan Media online sebagai sumber belajar khususnya pada siswa dan siswa kelas X di SMA Muhammadiyah 2 Surabaya.
Meluruskan Persepsi Masyarakat Terhadap Pendidikan Agama Islam Na'im Na'im
TADARUS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam - Fakultas Agama Islam ( FAI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.718 KB) | DOI: 10.30651/td.v3i1.2146

Abstract

Abstrak Kebanyakan persepsi masyarakat yang tidak tepat, dengan menstigma pendidikan agama Islam sebagai sebuah lembaga yang tertinggal, amburadul, tidak tertib, dan jorok. Hal itu dikarenakan mereka melihat pendidikan agama Islam pada masa lalu sekitar sebelum tahun 80-an. Persepsi masyarakat itu juga dipicu oleh kurangnya informasi perkembangan kemajuan pendidikan agama Islam saat ini. Hal itu disebabkan kurangnya publikasi perkembangan dan kemajuan serta hasil lulusan yang semakin prospektif. Para lulusan bukan hanya mampu berkiprah pada bidang agama tetapi juga mampu berkiprah pada bidang-bidang lain pada umumnya. Lebih dari itu para alumni pendidikan agama Islam bahkan mampu berperan pada level-level direktur, pimpinan perusahaan, kepala departemen dan birokrasi, serta mampu bersaing pada persingan masuk perguruan tinggi favorit dalam dan luar negeri. Kata Kunci: Persepsi Masyarakat, pendidikan agama islam
Persepsi Mahasiswa Terhadap Kuliah Bahasa Arab Arfan Muammar
TADARUS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam - Fakultas Agama Islam ( FAI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.212 KB) | DOI: 10.30651/td.v3i1.2152

Abstract

Abstrak Fenomena penguasaan bahasa Arab sebagai bahasa komunikasi di Indonesia sangatlah minim. Hal itu dikarenakan paradigma masyarakat bahwa belajar bahasa Arab itu sulit, dan membutuhkan waktu yang lama. Terbukti bahwa para santri yang sudah mondok di pesantren bertahun-tahun saja, masih belum lancar bahasa Arab. Belum lagi kesulitan dalam bidang penulisan serta tata bahasanya. Ada kesan bahwa untuk bisa bahasa Arab harus menguasai ilmu sharaf atau menghafal ilmu nahwu yang juga digambarkan sangat sulit untuk bisa dikuasai dalam waktu singkat. Kata Kunci: Persepsi Mahasiswa, Kuliah Bahasa Arab
Eksploitasi Anak Dalam UU Perlindungan Anak Menurut Perspektif Hukum Islam Dwi Hilana Yesika
TADARUS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam - Fakultas Agama Islam ( FAI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.223 KB) | DOI: 10.30651/td.v3i2.2142

Abstract

ABSTRAK Nilai atau norma sebenarnya bertujuan untuk menciptakan masyarakat yang tertib, adil dan makmur. Namun tujuan tersebut tidak selamanya terwujud disebabkan oleh beberapa faktor. Tujuan penulisan ini untuk Untuk mengetahui Bentuk - Bentuk Eksploitasi pada anak dalam UU no 23 tahun 2002 tentang Perlindungan anak menurut Hukum Islam serta sanksi yang diberikan Hukum Islam mengenai kejahatan tersebut. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode deskriptif analitis dan teknik kepustakaan (studi literatur). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak eksploitasi anak telah memenuhi unsur-unsur perbuatan kriminal dan melanggar kesusilaan. Bentuk Bentuk Eksploitasi anak dalam UU perlindungan anak terbagi menjadi dua jenis yaitu: Eksploitasi Ekonomi dan Eksploitasi Seksual (ESKA). Dalam Islam, Al-Qur‟an sudah dengan tegas menyebutkan tentang larangan pengeksploitasian terhadap anak dalam bentuk apapun. Sanksi yang diberikan untuk para pelaku yang mempekerjakan anak dan menelantarkan anak mendapatkasn sanksi Jarimah ta‟zir. Hukum Islam memberikan sanksi jarimah berupa jarimah hudud, Jarimah Qishas dan jarimah tazir. Sedangkan UU perlindungan anak memberikan sanksi Berupa penjara dan denda.Untuk menanggulangi masalah ini sebaiknya orang tua, lembaga pendidikan dan lembaga hukum memberikan perlindungan, pengajaran (akhlak, agama, moral) terhadap anak dan memberikan hukuman yang seberat-beratnya pada pelaku supaya jera dan menjadi pelajaran bagi calon pelaku lainnya sebagai upaya tindak preventif.
Pendidikan Lingkungan Hidup Syamsudin Syamsudin
TADARUS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam - Fakultas Agama Islam ( FAI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.37 KB) | DOI: 10.30651/td.v3i1.2147

Abstract

Setiap tanah harus dimanfaatkan untuk kepentingan dan kemaslahatan manusia. Jika pemilik tanah tidak memiliki waktu untuk menggarapnya, ia harus memberikan kesempatan kepada yang lainnya, baik secara hibah ataupun sewa. Islam juga melarang menahan kelebihan air yang ada pada tanahnya sehingga menimbulkan kekeringan lahan di area sekitarnya. Untuk menjamin keselamatan dan kesehatan masyarakat dan lingkungan hidup, harus dengan memperhatikan kadar dan tingkat pencemaran udara serta dampak-dampak yang ditimbulkannya dalam kehidupan manusia. Wajib bagi seluruh warga, baik dari kalangan pejabat, aparat pelaksana, maupun masyarakat awam secara individu maupun sosial- untuk memperhatikan aturan-aturan yang berkaitan dengan lingklungan hidup, karena manusia tidak bisa terlepas dari masyarakat dan komunitas dimana dia hidup, dan kepedulian atau ketakpedulian terhadap aturan-aturan kesehatan akan berdampak pada keselamatan seluruh individu yang merupakan anasir pembentuk masyarakat.
Pengembangan Pendidikan Alternatif Di Indonesia Mulyono Mulyono
TADARUS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam - Fakultas Agama Islam ( FAI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.525 KB) | DOI: 10.30651/td.v3i1.2153

Abstract

Abstrak Pendidikan merupakan satu kunci yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Baik buruknya sumber daya manusia (human resources) tergantung dari pendidikan yang diperolehnya. Pendidikan yang ada sekarang disadari masih belum dapat dinikmati oleh semua segmen masyarakat. Pendidikan alternatif dirasa mampu memberikan jawaban atas problema yang dihadapi dalam hal pendidikan. Pendidikan berbasis komunitas adalah suatu konsep pendidikan yang menjadikan komunitas (masyarakat setempat) sebagai pusat pembelajarannya. Pendidikan model ini adalah upaya untuk memberdayakan masyarakat yang bersangkutan. Pendidikan model ini memiliki prinsip-prinsip seperti liberating (pembebasan), keberpihakan, partisipatif, kurkulum yang digunakan adalah dengan berbasis pada kebutuhan masyarakat setempat, adanya kerja sama antar masing-masing unsur komunitas, menggunak evaluasi yang berpusat pada subyek didik yakni siswa, dan adanya penanaman rasa percaya diri (self confidence) pada siswa dengan konsentrasi pada pemupukan kemampuan siswa. Model pendidikan berbasis komunitas ini pada dasarnya adalah aktifitas pendidikan pendidikan yang mendasarkan proses pendidikannya pada kompleksitas realitas komunitas atau masyarakat setempat dan dengan semangat memajukan atau memberdayakan potensi masyarakat setempat. Kata Kunci: Pengembangan Pendidikan Alternatif di Indonesia
Implementasi Pembelajaran Aqidah Akhlak dalam Membentuk Karakter Siswa Kelas III Di MI FathulKhoirDupak Rukun Surabaya Sholeh Sholeh
TADARUS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam - Fakultas Agama Islam ( FAI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.821 KB) | DOI: 10.30651/td.v3i2.2143

Abstract

Abstrak Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana implementasi pembelajaran aqidah akhlak dalam membentuk karakter siswa kelas III di MI FathulKhoir dan untuk mengetahui faktor-faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian termasuk penelitian deskriptif kualitatif. Dan dalam mengumpulkan data, penulis menggunakan metode observasi, interview dan dokumentasi. Sedangkan untuk analisisnya, penulis menggunakan tekhnik analisis deskriptif kualitatif, yaitu berupa data – data yang tertulis atau lisan dari orang atau perilaku yang diamati sehingga dalam hal ini penulis berupaya mengadakan penelitian yang bersifat menggambarkan keadaan yang sebenarnya.Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran aqidah akhlak dalam membentuk karakter siswa di MI FathulKhoir adalah selain diselengggarakan melalui mata pelajaran agama Islam, guru -guru selalu berusaha mengarahkan anak-anak di sekolah dengan melalui pembiasaan religius atau penciptaan suasana religius seperti sholat dhuha dll.
Hubungan Antara Kesejahteraan Dengan Disiplin Kerja Guru Isa Anshori
TADARUS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam - Fakultas Agama Islam ( FAI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.839 KB) | DOI: 10.30651/td.v3i1.2148

Abstract

Antara kesejahteraan dan disiplin kerja terdapat hubungan yang erat. Hal ini terungkap dari pendapat Saydam yang mengatakan karyawan akan dapat mematuhi segala peraturan yang berlaku (arti dari disiplin) bila ia mendapat jaminan balas jasa yang setimpal dengan jerih payahnya (kesejahteraan) yang telah disumbangkan bagi perusahaan/organisasi (Saydam, 2005:291). Lain halnya dengan pendapat Karyoto yang berpendapat guru jangan hanya dituntut profesionalismenya saja (yang menuntut kedisiplinan), tetapi kesejahteraan dan hidup yang layak perlu perhatian (Karyoto, 2006:5). Terdapat pula pendapat Siagian (dalam KORPRI, 1997:5) yang mengemukakan bahwa tidak mungkin menekankan disiplin yang tinggi kepada pegawai, sementara tingkat kesejahteraannya masih jauh dari tingkat yang layak. Dari beberapa pendapat tersebut diatas, dapat disimpulkan oleh peneliti bahwa kedisiplinan tidak bisa dilepaskan dari kesejahteraan pegawai atau dengan kata lain kedisiplinan berkaitan erat dengan kesejahteraan pegawai.

Page 6 of 35 | Total Record : 343