cover
Contact Name
Shohibul Arifin
Contact Email
tadarus@um-surabaya.ac.id
Phone
+628563036373
Journal Mail Official
tadarus@um-surabaya.ac.id
Editorial Address
TADARUS : Islamic Education Journal Universitas Muhammadiyah Surabaya Jalan Sutorejo No.59, Surabaya, East Java 60113 Telephone: (031) 3811966 Fax: (031) 3813096 Email : tadarus@um-surabaya.ac.id
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Tadarus: Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 20899076     EISSN : 25490036     DOI : 10.30651/Tadarus
Core Subject : Education, Social,
TADARUS is a Islamic education journal published by UMSurabaya Publishing, Muhammadiyah Surabaya University. This journal focuses on the publication of research results and scientific articles on Islamic education from a multidisciplinary perspective, create innovative concepts, theories, paradigms and methodologies in Islamic education.
Articles 343 Documents
Apostate In Debate: Prespective Elite Muhammadiyah of East Java Sholihul Huda
TADARUS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam - Fakultas Agama Islam ( FAI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.099 KB) | DOI: 10.30651/td.v7i1.2269

Abstract

Abstract This paper is the result of field research, which wants to understand and map the elite view of Muhammadiyah East Java related to apostasy phenomenon in the frame of freedom of religion. The phenomenon of apostasy is a debate among movers and activists in the Muslim and Western worlds. The debate is sharpened when it is linked to issues of religious freedom as a point in the International Declaration of Human Rights and the response of OIC States implements the death penalty for apostates. The above issues arise in Indonesia, based on data from The Wahid Institute, East Java, including areas that still often occur intolerant action related freedom of religion (Shia-Sunni case in Sampang, FPI anarchism case in Lamongan). The action of intolerance is suspected to be an extension of the apostasy-related understanding, the more beginnings of theological problem now developing in socio-theological. Extension of meaning becomes the trigger of misunderstanding in society in responding to apostasy, even lead to violence in society. This condition is very dangerous for Indonesia multicultural country. Debate on the above issues occurred among the Muhammadiyah elite in understanding and addressing the issue of religious freedom (apostasy). The background of this study was developed through a qualitative research approach with the research subjects of Muhammadiyah East Java management, data collection techniques through interview method of snowball technique and library study, inductive triangulation-data analysis, through phenomenology theory framework, social elite and knowledge sociology. The results showed that among Muhammadiyah elites in relation to the phenomenon of freedom of religion (Apostasy), there are two currents of inclusive view and exclusive views flow. Differences in view due to differences in socio-theological and socio-cultural background. In principle disagree on the death penalty for the perpetrators of apostasy and still needed the Law Defamation of religion as a framework of inter-religious relationships. Keyword: Apostasy, Perspective, Elite Muhammadiyah of East Java
Studi Pengelolaan Pendidikan Menengah Muhammadiyah di Surabaya Rusman Rusman; M. Wahid Nur Tualeka
TADARUS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam - Fakultas Agama Islam ( FAI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.201 KB) | DOI: 10.30651/td.v7i2.2486

Abstract

Abstrak Kepopuleran persyarikatan muhammadiyah dalam hal pengelolaan lembaga pendidikan memang sudah tidak diragukan lagi, bahkan diantara sekolah-sekolah negeri dan swasta, Muhammadiyah selalu menempati urutan pertama dalam kepercayaan masyarakat saat memilih sekolah bagi anaknya. Dampak kepercayaan tersebut mengakibatkan jumlah lembaga pendidikan muhammadiyah semakin banyak, sebagai konsekuensi logis akan jumlahnya yang banyak maka pengelolaan penddikan yang dilakukan pun memiliki ragam yang berbeda antar satu sama lain. Bahkan tidak jarang terjadi ketimpangan pengelolaan pendidikan yang berakibat pada maju mundurnya sebuah lembaga pendidikan yang dikelola oleh muhammadiyah. Namun demikian, Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi besar yang selalu menempatkan pendidikan sebagai sebuah amal usahanya yang diunggulkan. Diakui atau tidak, sistem pengelolaan pendidikan Muhammadiyah saat ini belum memiliki pedoman atau sistem pengelolaan pendidikan secara konseptual. Selama ini pengelolaan pendidikan muhammadiyah baru sebatas berpedoman pada sebuah kepanjangtanganan regulasi pemerintah dalam bidang pendidikan. Sehingga sistem pengelolaan pendidikan Muhammadiyah tidak mempunyai ciri khas tersendiri dibandingkan dengan sekolah-sekolah umum lainya. Berangkat dari persoalan ini, tujuan penelitian ini adalah berusaha mendeskripsikan sistem pengelolaan pendidikan muhammadiyah di surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara (interview),dan telaah kepustakaan. Lokasi penelitian adalah di SMA Muhammadiyah 2 dan SMA Muhammadiyah 7 Surabaya. Subyek penelitian adalah Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Guru dan Tenaga Kependidikan, Siswa dan Tokoh masyarakat sekitar. Analisa data yang digunakan adalah analisa data deskriptif berdasarkan fenomena sosial yang terjadi dilapangan. Fenomena sosial akan dianalisa dari berbagai pendekatan keilmuan (multidisiplin), sehingga analisa data yang digunakan pada penelitian ini adalah tergantung dari data yang didapat oleh peneliti dilapangan, melalui metode tersebut diharapkan dapat menemukan dan mengambarkan pengelolaan pendidikan muhammadiyah di surabaya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa 1. Prinsip pengelolaan pendidikan menengah muhammadiyah surabaya bersumber pada tiga pokok utama yaitu sekolah muhammadiyah yang menyenangkan, mengasyikkan, mencerdaskan dan unggul sebagai center of excelence, sebagai agent of change, dan sebagai kebun ilmu tempat siswa menuntut ilmu, 2. Lingkup pengelolaan pendidikan menengah muhammadiyah meliputi beberapa hal berikut : Aspek manajemen, aset yang dimiliki, pendidik dan tenaga kependidikan, Kurikulum, Proses pembelajaran, Evaluasi, Sarana dan prasarana, dan penataan lingkungan, 3. Alur pengelolaan pendidikan menengah muhammadiyah diawali dari peserta didik yang kemudian melalui tahapan proses pembelajaran ( Pendidik, Kurikulum, Bahan Ajar, Sarana Prasarana, Pendanaan Pendidikan dan Peran Masyarakat ) dengan keterlibatan 6 komponen tersebut dalam proses akan menghasilkan lulusan yang berkualitas unggul, 4. Tantangan pengelolaan pendidikan menengah muhammadiyah terangkum dalam empat hal yakni Globalisasi, Ketidakpastian, Kompetensi dan Politisasi Pendidikan.
Pembentukan Karakter Rabbani Di Pesantren Al-Islam Lamongan Muhammad Hambal Shafwan
TADARUS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam - Fakultas Agama Islam ( FAI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.263 KB) | DOI: 10.30651/td.v8i1.3043

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menggali tentang pembentukan karakter di Pesantrenal-Islam. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatankualitatif dengan jenis fenomenologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama,pembentukan karakter di Pesantren al-Islam Lamongan dilandasi oleh pemikiran kyaidan pengasuh pesantren yang dirumuskan dalam khiththah Pesantren yaituterbentuknya generasi rabbani yang memiliki keimanan dan keikhlasan sebagailandasan amal, memahami cara beribadah yang benar,  memiliki akhlak yang terpuji,memiliki spiritualitas yang baik, memiliki wawasan keilmuan yang luas, memilikifisik yang sehat dan kuat, serta memiliki kesiapan untuk berdakwah. Kedua,pelaksanaan ẖalaqah untuk pembentukan karakter santri yang diterapkan di Pesantrenal-Islam dikelompokkan menjadi dua, yakni: (1) Ḫalaqah Taklim, yang bertujuanmemberikan wawasan kepada para santri tentang akidah yang lurus dan ibadah yangbenar. Teknis pelaksanaan ẖalaqah ini menggunakan metode bandongan, soroganataupun gabungan dari keduanya. (2) Ḫalaqah Tarbiyah, yang bertujuan membinasantri agar menjadi seorang muslim yang berakhlak mulia serta memiliki kesadarandan semangat dalam berdakwah dan memperjuangkan Islam. Teknis pelaksanaanẖalaqah ini lebih kepada pemberian materi-materi tazkiyat al-nafs yang diiringidengan amaliah ibadah sunnah, serta materi dakwah dan harakah. Juga pembinaanmelalui bimbingan menghafal al-Qur'an dan mengkaji adab-adabnya. Kata Kunci Pembentukan Karakter, Rabbani, Pesantren al-Islam
Studi Perbandingan Kemampuan Menghafal al-Qur’an dengan Metode Kaisa dan Metode Wafa dalam Menghafal al-Qur’an pada Anak Usia Dasar di Rumah Tadabbur Qur’an (RTQ) Kendari Kharis Sulaiman Hasri; Kharis Sulaiman Hasridan
TADARUS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam - Fakultas Agama Islam ( FAI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (613.047 KB) | DOI: 10.30651/td.v8i1.2736

Abstract

The purpose of this study was to determine the differences in the ability to memorize the santri Qur'an (middle chilhood) at the Rumah Tadabbur Qur’an (RTQ) of Hombis in Kendari city both before and after the kaisa method and the wafa method were applied. This study uses a quantitative research method with an experimental approach.The results of this study were obtained that; (1) There was no difference in the ability to memorize the Qur'an before being given the Kaisa method and Wafa's method. This is evidenced by the significance value of 0.889> α = 0.05 so that H0 is accepted (2) There is a positive and significant difference in the ability to memorize the Qur'an before and after being given the Kaisa method treatment. This is evidenced by the significance value of 0,000 <α = 0.05 so that H0 is rejected (3) There is a positive and significant difference in the ability to memorize the Qur'an before and after being given Wafa method treatment. This is evidenced by the significance value of 0,000 <α = 0.05 so that H0 is rejected (4) There is a positive and significant difference in the ability to memorize the Qur'an after being treated by the Kaisa method and the Wafa method. This is evidenced by the significance value of 0.02 <α = 0.05 so that H0 is rejected.
Strategi Peningkatan Mutu Pendidikan Anak Yatim Melalui Genius Yatim Mandiri Di Desa Tanggungan Kecamatan Baureno Muchamad Suradji; Anik Ida Zulvia
TADARUS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam - Fakultas Agama Islam ( FAI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.379 KB) | DOI: 10.30651/td.v8i1.2997

Abstract

AbstractThe purpose of this study is to explain the strategies for improving the quality ofeducation of orphans through independent orphan geniuses. The method used inthis study is qualitative. The collection techniques used are observation,documentation, and interviews. While data analysis uses stages, data reduction,triangulation, data display and verification. The results in this study can beemphasized on the strategy of improving the quality of education in building thefollowing characteristics: (a) improving the quality of education for orphans,especially in the fields of mathematics and other sciences. (b) guiding andassisting orphans who have the potential until they graduate and enter selection incollege. (c) printing orphans so that he is intelligent, polite and resilient (d) andfostering akhlaqul karimah in children. Keywords: Strategy, Quality Improvement, Education of Orphans, Genius,Independent Orphans
Pelaksanaan Metode Resitasi Pembelajaran Pendidikanagama Islamdi Smpnegeri 35 Kota Pekanbaru Devi Permata Sari; Nasrul Nasrul; Rosina Rosina; Putri Dayana; Dina Intaniah; Dewi Lian; Dede Kuspermadi
TADARUS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam - Fakultas Agama Islam ( FAI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.548 KB) | DOI: 10.30651/td.v8i1.2788

Abstract

Pendidikan bukan tentang peserta didik yang dipaksa belajar setiap waktu sehingga peserta didik merasa terbebani karena merasa waktu habis untuk belajar. Tidak hanya di sekolah tetapi di rumah juga digunakan untuk belajar berupa menyelesaikan pekerjaan rumah yang diberikan guru. Untuk itu diperlukan metode yang bisa diterapkan oleh guru untuk mengurangi beban peserta didik salah satunya metode resitasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan metode resitasi dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 35 Pekanbaru di kelas VII dan IX. Metode dalam penelitian ini adalah studi kasus dengan teknik wawancara. Yang menjadi subjek penelitian adalah guru Pendidikan Agama Islam kelas VII dan kelas IX. Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri yang mewawancarai subjek dengan beberapa pertanyaan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa guru Pendidikan Agama Islam memberi tugas kepada peserta didik berupa laporan shalat dan mengaji sebagai nilai pokok, serta hafalan surat juz 30 dan do’a sehari-hari sebagai nilai tambahan yang sifatnya berkesinambungan, akan tetapi metode resitasi belum dilaksanakan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam karena masih menggunakan metode ceramah dan metode diskusi.
Metode Pembelajaran Qiro’atul Qutub Di Pondok Pesantren Karangasem Lamongan Din Muhammad Zakariya
TADARUS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam - Fakultas Agama Islam ( FAI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.976 KB) | DOI: 10.30651/td.v8i1.3044

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep metode deresan dan peranannya dalam pembelajaran qiro’atul kutub di pesantren KarangasemLamongan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metodekualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertama, bentuk dan proses deresan yang dikembangkan di Pondok Pesantren Karangasem secara umumterdiri pada tiga tahapan yaitu : Tahap pembacaan umum terhadap materikajian kitab kuning; tahap pendalaman bacaan dalam halaqah kecil, dan tahappelatihan khusus bacaan yang dilakukan secara individual dalam sebuahkelompok kecil antar santri. Kedua, Tradisi deresan dilakukan untukmempersiapkan kajian kitab kuning pada ”ngaji Shubuh”  yang secara umummemberikan pengaruh yang cukup signifikan dalam penguasaan materi TafsirJalalain, Shahih Muslim dan Riyadhus Shalihin terutama aspek Qira’atulkitab, Nahwu Sharaf dan kandungan kitab.  Kata kunci: Deresan, Qiro’atul kutub, Pondok pesantren Karangasem
Gangguan Sistem Limbik Pada Compulsive Gamer Dalam Pembelajaran Keagamaan Islam Istiqomah Istiqomah; Suyadi Suyadi
TADARUS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam - Fakultas Agama Islam ( FAI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.593 KB) | DOI: 10.30651/td.v8i1.2312

Abstract

Artikel ini dimaksudkan untuk mengkaji ranah permainan, permainan positif dan negatif , struktuk otak baik neuroanatomi dan juga fisiologisnya yang mendapat bantuan baik dalam permainan, hingga tingkat, serta ikut dalam perspektif Islam. Kajian ini merupakan telaah kepustakaan dengan kualifikasi kualitatif deskriptif. Teknik analisa data dilakukan dengan mengklarifikasi, komparasi, dan interpretasi terhadap tema-tema yang berkaitan dengan permainan kompulsif , permainan kecanduan , neurologi sistem khusus limbik, permainan bermain positif , permainan adiktif serta telaah perspektif Islam dan pendidikan. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa permainan kompulsif merupakan salah satu indikator dari permainan kecanduan. Bagian otak yang mengalami kesulitan terbesar karena sistem limbik. Ada permainan positif dan negatif dalam permainan . Permainan adiktif also identik DENGAN Kondisi Seseorang hearts Pelarian kehidupan nyata Yang mendasari PADA terjadinya Gangguan ( disorder ) seperti ketakutan, stres, depresi, Dan Emosi negatif lainnya. Dalam pandangan Islam, permainan dimaknai seperti game pada umumnya. Hal ini menjadi terlarang hingga sampai pada kesempatan, dan pada akhirnya melalaikan undangan. Di sinilah, peran orang tua / keluarga dalam pendidikan menjadi partisipasi dalam kompetisi permainan kompulsif .
Sejarah Sosial Pendidikan Islam Modern Di Muhammadiyah Muhammad Arif Syaifuddin; Helena Anggraeni; Putri Chusnul Khotimah; Choirul Mahfud
TADARUS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam - Fakultas Agama Islam ( FAI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.308 KB) | DOI: 10.30651/td.v8i1.2649

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab berkembangnya pendidikan Muhammadiyah yang bermula dari pemikiran K.H. Ahmad Dahlan hingga menjadi lembaga pendidikan yang modern dan menjadi pelopor bagi lembaga yang lain. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) yang menggunakan pendekatan deskriptif analisis. Perkembangan pendidikan Islam modern di Indonesia berawal dari dikotomi rakyat pribumi yang mendapatkan pendidikan layak pada zaman penjajahan Belanda, serta berbagai macam pengaruh yang mewarnai berkembangnya sistem pendidikan Islam di Indonesia. Berawal dari semangat perubahan dan keluar dari penjajahan belanda inilah mulai bermunculan konsep-konsep pendidikan kebangsaan (pribumi, rakyat, nasionalis) yang berfungsi untuk mencerdaskan bangsa dan menggobarkan nasionalisme. Filsafat pendidikan di Muhammadiyah menitikberatkan pada perpaduan iman serta kemajuan berfikir. K.H. Ahmad Dahlan pun berhasil menyatukan dua ilmu yang berbeda tersebut menjadi satu sehingga pendidikan Muhammadiyah merupakan cikal bakal dan pelopor pendidikan Islam modern. Pembaharuan pendidikan yang dilakukan K.H. Ahmad Dahlan menghasilkan lembaga pendidikan Muhammadiyah yang memiliki keutuhan dalam sistem dan praktik pendidikannyadanmenjadi lembaga pendidikan yang modern dan menjadi pelopor bagi lembaga yang lain.
Penerapan Metakognitif Dalam Media Pembelajaran Ika Puspitasari
TADARUS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam - Fakultas Agama Islam ( FAI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.068 KB) | DOI: 10.30651/td.v8i1.3045

Abstract

AbstrakDalam arti yang lebih substansial, proses pembelajaran diharapkan mampu memperluas keterampilan siswa dalam memecahkan masalah danmengintensifkan kemampuan metakognitifnya. Pertanyaan yang muncul untukdikaji adalah 1) bagaimana penerapan metakognitif dalam pembelajaran. 2)bagaimana peran media pembelajaran, 3) bagaimana penerapan metakognitifdalam media pembelajaran. Pentingnya penerapan metakognisi dalampembelajaran telah dilaporkan oleh beberapa peneliti, salah satunya menurutLivingston  (1997) metakognisi memiliki peranan penting dalam keberhasilanbelajar, oleh karena itu penting mempelajari aktivitas dan pengembanganmetakognisi untuk menentukan bagaimana siswa dapat diajar sehingga merekadapat menerapkan sumber-sumber pengetahuan dengan lebih baik melaluipengontrolan metakognisinya. Pengembangan kecakapan metakognisi pada siswamerupakan suatu tujuan pendidikan yang sangat berharga, karena kecakapan itudapat membantu mereka menjadi pelajar yang dapat mengatur diri sendiri danbertanggung jawab terhadap kemajuan belajar diri sendiri serta beradaptasiterhadap strategi belajar untuk mencapai tuntutan tugas. Langkah pelaksanaanmetakognitif dalam pembelajaran berdasarkan John Flavell adalah 1) aktivitasmerencanakan, 2) menyusun tujuan, 3) evaluasi dan monitoring proses ( refleksi ),4) menyusun strategi. Media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima pesan, sehingga dapat merangsang pikiran,perasaan, perhatian peserta didik sehingga proses belajar peserta didik terjadi dandapat mendorong peserta didik belajar lebih baik pada dirinya. Pemanfaatanmedia pembelajaran seharusnya bagian yang harus mendapatkan perhatian gurusebagai fasilitator dalam setiap kegiatan pembelajaran, oleh karena itu pendidikperlu mempelajari bagaimana menetapkan media pembelajaran agar dapatmengefektifkan pencapaian tujuan pembelajaran dalam proses belajar mengajar.  Kata Kunci: Metakognitif, Media Pembelajaran

Page 8 of 35 | Total Record : 343