cover
Contact Name
Misbah
Contact Email
misbah_pfis@ulm.ac.id
Phone
+628975586104
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Brigjen H. Hasan Basry Street, Mail Box 87 Building of Physics Education Study Program, Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin 70123
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika
ISSN : 25499955     EISSN : 25499963     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika publishes articles from research in the field of physics education, which have not been published elsewhere. This Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika is periodically published by the Physics Education Study Program, Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Lambung Mangkurat in collaboration with Physical Society of Indonesia (PSI) published three times a year in February, June, and October. Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika publishes articles about the results of research in the field of physics education including: Learning models , Learning methods, Learning media , Assessment, Teaching materials Curriculum
Arjuna Subject : -
Articles 307 Documents
Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Group Investigation dengan Media Articulate Storyline dalam Pembelajaran Daring Fisika Ayu Novianti; Sugianto Arjo; Ratih Komala
Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jipf.v6i2.4897

Abstract

Pembelajaran Fisika secara daring akan terasa lebih sulit dipahami jika tidak dilakukan dengan proses pembelajaran yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh penggunaan model pembelajaran Group Investigation dengan media Articulate Storyline dalam pembelajaran daring Fisika pada siswa kelas XII SMA Negeri 1 Ciampel Karawang pada semester 1 tahun ajaran 2021/2022. Metode penelitian yang digunakan yaitu kuasi eksperimen dengan non-equivalent control group design. Jenis pengambilan sampel yang digunakan adalah sampling purposive. Sampel yang digunakan sebanyak 25 peserta didik untuk masing-masing kelas, baik kelas eksperimen maupun kelas kontrol. Instrumen yang digunakan adalah instrumen soal essay sebanyak 10 soal yang sudah melalui uji validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran dan daya pembeda. Selanjutnya, data analisis uji persyaratan yaitu uji normalitas dengan menggunakan uji Liliefors Galat Taksiran diperoleh Lhitung=0,164 < Ltabel=0,173, maka dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal. Sedangkan uji homogenitas dengan menggunakan uji Bartlett diperoleh χ2h=6,02 < χ2t=9,49 maka dapat disimpulkan bahwa data yang didapat berasal dari populasi homogen. Pada uji hipotesis digunakan uji t diperoleh thitung>ttabel (2,94>1,71; 2,94>2,49), yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara penggunaan model pembelajaran Group Investigation dengan media Articulate Storyline dalam pembelajaran daring Fisika. Learning Physics online will be more challenging to understand if it is not done with a good learning process. This study aimed to determine the effect of the used the Group Investigation learning model with the Articulate Storyline media in online learning of Physics in class XII students of SMA Negeri 1 Ciampel Karawang in semester 1 of the academic year 2021/2022. The research method used is a quasi-experimental design with a non-equivalent control group design. The type of sampling used is purposive sampling. The sample used was 25 students for each class, both the experimental and control classes. The instrument used was an essay question instrument with as many as ten questions that have been tested for validity, reliability, level of difficulty and distinguishing power. Furthermore, the data in the analysis of the requirements test, namely the normality test, used the Liliefors test, estimated error obtained Lcount=0.164 < Ltable=0.173. It can be concluded that the data is normally distributed. While the homogeneity test used the Bartlett test obtained χ2h=6.02 < χ2t=9.49, it can be concluded that the data obtained came from a homogeneous population. In the hypothesis test used t-test, obtained tcount>ttable (2.94>1.71; 2.94>2.49), which stated that there was a significant effect between the use of the Group Investigation learning model with the aid of Articulate Storyline media on the resulted of online learning in Physics.
Survei Konsepsi Mahasiswa Calon Guru Fisika Menggunakan Two-TierTest pada Topik Kelistrikan dan Kemagnetan Rahmawati Rahmawati; Dewi Hikmah Marisda; Nasrah Nasrah; A. Muafiah Nur
Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jipf.v6i1.4763

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi konsepsi mahasiswa calon guru Fisika pada topik-topik kelistrikan dan kemagnetan dengan instrumen tes dua tingkat yang dikenal dengan istilah lain sebagai two-tier test. Jenis penelitian ini merupakan penelitian survei. Sampel penelitian adalah mahasiswa calon guru fisika tingkat pertama sampai tingkat ke tiga yang telah mengambil mata kuliah Fisika Dasar Lanjut yang berjumlah 95 orang. Instrumen penelitian yang digunakan berupa tes pilihan ganda dua tingkat (two-tier test) terkait materi kelistrikan dan kemagnetan dalam perkuliahan Fisika Dasar Lanjut. Tes ini terdiri dari 40 butir soal yang terdistribusi pada 20 butir soal tentang kelistrikan dan 20 butir soal lainnya tentang topik kemagnetan. Seluruh data dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dengan pengkategorisasian konsepsi mahasiswa dibedakan atas empat tipe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan, mahasiswa calon guru fisika berada pada kategori tipe tidak utuh (tipe 4). Temuan penelitian ini dapat berfungsi sebagai need assessment yang berimplikasi pada pertimbangan dalam merancang desain perkuliahan yang dapat memfasilitasi mahasiswa dalam memahami konsep terkait materi kelistrikan dan kemagnetan yang terdapat pada materi perkuliahan Fisika Dasar Lanjut.  This study aimed to show prospective physics teachers' students' conception of electricity and magnetism using a two-tier test. This type of research was survey research. The research subject is all prospective physics teacher students who have taken the Advanced Basic Physics course, totalling 90 students from three grade levels. The research instrument used a two-tier test consisting of a description of the question, answer choices and open reasons related to electricity and magnetism, which were part of the content of the Advanced Basic Physicscourse material. This test consisted of 40 questions distributed over 20 items on electricity topics and 20 items other than magnetism topics. All data were analyzed using descriptive statistical analysis by categorizing students' conceptions into four types. Overall, the results showed that prospective physics teacher students were in type 4 or incomplete. The findings of this study can serve as a need assessment which has implications for considerations in designing learning that can facilitate students in understanding the concepts of electricity and magnetism in the Advanced Basic Physics course. 
Strategic Implementation of Assessment “for” and “as” Learning in Science Education Muhammad Minan Chusni
Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jipf.v6i2.4385

Abstract

The relatively needed assessments at this time are assessment for learning and assessment as learning. This study discusses the strategy to adopt these assessments in science class. The method used is a literature study by reviewing relevant research results from books and relevant article results. The criteria for the articles discussed are related to assessment of learning, assessment for learning, and assessment as learning. The research findings provide three strategies to conduct an assessment for learning and assessment as learning that are 1) self-assessment, 2) peer-assessment, and 3) feedback. We hope that these results can provide a new perspective for teachers in making assessment schemes.
Penerapan Virtual Laboratory untuk Mereduksi Jumlah Mahasiswa Calon Guru Fisika yang Mengalami Miskonsepsi Tentang Efek Foto Listrik Hamdani Hamdani
Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jipf.v6i2.4810

Abstract

Penelitian ini menggunakan virtual laboratory untuk mereduksi jumlah mahasiswa calon guru fisika yang mengalami miskonsepsi tentang efek foto listrik. One group pretest-posttest design digunakan sebagai rancangan penelitian. Ada 45 mahasiswa yang terlibat dalam menjawab 12 soal tes diagnostik berbentuk pilihan dengan alasan terbuka yang digunakan sebagai alat pengumpul data. Hasil penelitian menunjukkan terjadi perubahan konseptual mahasiswa tentang efek foto listrik yang signifikan setelah pembelajaran menggunakan virtual laboratory diterapkan yang ditandai dengan rata-rata 15x2"> hitung (10,51) > 15x2"> tabel(3,84) pada semua indikator; rata-rata persentase reduksi jumlah mahasiswa yang miskonsepsi setelah penerapan virtual laboratory sebesar 21,35%. Virtual laboratory diharapkan dapat dijadikan sebagai solusi untuk mereduksi jumlah mahasiswa yang mengalami miskonsepsi pada materi yang lain terlebih di masa pandemi dimana eksperimen secara langsung sulit dilakukan.This research uses a virtual lab to reduce the number of pre-service physics teacher misconceptions about the photoelectric effect. One group pretest-posttest design was used as the research design. There were 45 students involved in answering 12 selected diagnostic test questions for open reasons, which were used as a data collection. The results showed a significant students' conceptual change in photoelectric effect after learning using the virtual lab, marked with   15x2"> count > 15x2"> table on all indicators; the average percentage reduction in the number of students with misconceptions after the virtual lab was applied was 21.35%. Virtual labs are expected to be used to reduce the number of misconceptions students have on other subject matter, especially during a pandemic where real experiments are difficult to do. 
Validitas Perangkat Pembelajaran Model Kausalitik Berbantuan Google Classroom untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah dan Berpikir Kreatif Fisika Peserta Didik Baiq Sonia Hartiani; Joni Rokhmat; Muhammad Taufik
Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jipf.v6i2.4992

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk menentukan dan merincikan validitas perangkat pembelajaran model kausalitik berbantuan google classroom untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah (KPM) dan kemampuan berpikir kreatif (KBK) peserta didik pada topik usaha dan energi. Penelitian ini merujuk langkah-langkah model 4D (Define, Design, Develop,and Disseminate)  yang dibatasi hingga tahap develop dengan jenis penelitian pengembangan (R&D) oleh Thiagarajan. Pengumpulan data berupa validitas produk penelitian yang terdiri dari: RPP, Tugas Pendahuluan, LKPD dan Instrumen tes. Validitas produk penelitian ini ditentukan oleh 3 validator ahli dosen fisika Universitas Mataram serta 3 validator praktisi yakni guru fisika dari MAN 2 Mataram dengan menggunakan lembar validasi sebagai instrumen penelitian. Data yang telah dikumpulkan berupa lembar validasi kemudian dianalisis menggunakan skala Likert. Berdasarkan hasil analisis diperoleh bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan memiliki rentang persentase dari 84,0% hingga 90,6% dengan kategori cukup valid hingga sangat valid, sehingga dapat disimpulkan perangkat pembelajaran model kausalitik berbantuan google classroom ini layak diterapkan dalam proses pembelajaran.  Implikasi dari penelitian ini adalah memberikan rujukan atau sebagai data pendukung terkait pengembangan model kausalitik yang masih terbatas. This research aims to determine and detail the validity of causalitic model learning tools assisted by Google Classroom in improving students’ problem-solving and creative thinking skills on the subject of work and energy. This research refers to the 4D model phase (Define, Design, Development, and Disseminate) limited to the development phase of development research by Thiagarajan in Sugiyono. Data collection in research product validity consists of lesson plans, preliminary assignments, student worksheets, and test instruments to measure students’ problem-solving abilities and creative thinking skills. The validity of this research product is determined by three expert validators of physics lecturers at the University of Mataram and three practitioners’ validators of physics teachers from MAN 2 Mataram by using the validation sheet as a research instrument. The data that has been collected is in the form of a validation sheet and then analyzed using a Likert scale. Based on the results of the validity analysis, it is obtained that the learning tools developed had a percentage range of 84.0% to 90.6% with valid to very valid criteria, so it can be concluded that the learning tools as a product of this research are suitable for use in. The implication of this research is to provide a reference or supporting data related to developing a causal model, which is still limited.
Remediasi Miskonsepsi dengan LKPD Model Guided Inquiry Learning Berbantuan PhET Simulation pada Materi Fluida Dinamis Fitra Itsnaini Rahmita; Wasis Wasis
Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jipf.v6i2.5276

Abstract

Pada mata pelajaran fisika masih sering ditemui adanya miskonsepsi, seperti pada materi fluida dinamis. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penurunan miskonsepsi peserta didik pada materi fluida dinamis setelah dilakukan remediasi miskonsepsi menggunakan LKPD model guided inquiry learning berbantuan PhET simulation pada materi fluida dinamis. Penelitian ini merupakan penelitian pre-experimental dengan desain one-group pretest-posttest. Teknik pengumpulan data pemahaman konsep peserta didik menggunakan pretest dan posttest berupa tes diagnostik empat tingkat. Teknik analisis menggunakan uji Wilcoxon dan uji Mann-Whitney. Hasil pada penelitian ini yaitu peserta didik mengalami penurunan miskonsepsi, ditunjukkan dengan adanya peningkatan pemahaman konsep secara signifikan setelah diberikan remediasi, serta ketiga kelas mengalami peningkatan pemahaman atau penurunan miskonsepsi yang tidak berbeda. Sehingga, remediasi miskonsepsi menggunakan LKPD model guided inquiry learning berbantuan PhET simulation dapat menurunkan miskonsepsi peserta didik pada materi fluida dinamis, ditandai dengan adanya peningkatan pemahaman konsep secara signifikan. Misconceptions, such as in dynamic fluid material, are often encountered in physics subjects. This study aims to describe the reduction of students' misconceptions on dynamic fluid material after remediation of misconceptions using guided inquiry learning LKPD model assisted by PhET simulation on dynamic fluid material. This study is a pre-experimental study with a one-group pretest-posttest design. The technique of collecting data on students' conceptual understanding used a pretest and posttest in the form of a four-level diagnostic test. The analysis technique used the Wilcoxon test and the Mann-Whitney test. This study showed that students experienced a decrease in misconceptions, indicated by a significant increase in concept understanding after being given remediation. The three classes experienced an increased understanding or a decrease in misconceptions that were not different. Thus, the remediation of misconceptions using the guided inquiry learning LKPD model assisted by PhET simulation can reduce students' misconceptions on dynamic fluid material, marked by a significant increase in conceptual understanding.
Pengembangan Modul Elektronik Alat-Alat Optik Berbasis STEM Menggunakan Aplikasi Flip PDF Professional Widya Rahmatika Rizaldi; Sudirman Sudirman; Saparini Saparini; Abidin Pasaribu
Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jipf.v6i2.5006

Abstract

Hasil analisis kebutuhan menunjukkan bahwa salah satu faktor kesulitan belajar optik yaitu sebesar 37,9% mahasiswa menyebutkan karena minimnya referensi mengenai materi alat-alat optik. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan modul elektronik berbasis STEM menggunakan aplikasi flip pdf professional yang valid dan praktis. Penelitian ini menggunakan model pengembangan Rowntree yang terdiri dari tahap perencanaan, pengembangan, dan evaluasi. Tahap evaluasi menggunakan evaluasi formatif Tessmer meliputi tahap self-evaluation, one-to-one, small group, dan field test evaluation. Namun, pada penelitian ini hanya sampai tahap small group evaluation. Teknik pengumpulan data menggunakan walkthrough dan angket. Subjek penelitian yaitu mahasiswa Angkatan 2018 kelas Indralaya dan Palembang di Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Sriwijaya yang berjumlah 58 orang. Berdasarkan hasil validasi ahli, diperoleh hasil aspek isi yang sangat valid dengan skor 91,4%, aspek kebahasaan yang sangat valid dengan skor 97,1%, serta aspek desain yang sangat valid dengan skor 94,2%. Kepraktisan modul elektronik ini juga mendapat skor 93,75% dengan kategori sangat praktis yang dinilai melalui tahapan one-to-one evaluation dan melalui tahapan small group evaluation dengan skor 88,89% kategori sangat praktis. Implikasi penelitian ini tersedianya bahan ajar yang sesuai dengan perkuliahan optik bagi mahasiswa pendidikan fisika dan mendukung siswa dalam belajar. The needs analysis results show that one of the factors of difficulty in learning optics is 37.9% of students mentioning that it is due to the lack of references regarding the material of optical instruments. This study aims to produce a STEM-based electronic module using a valid and practical professional flip pdf application. This research uses the Rowntree development model of planning, development, and evaluation stages. The evaluation stage using Tessmer's formative evaluation includes self-evaluation, one-to-one, small group, and field test evaluation. However, this study only up to the small group evaluation stage. Data collection techniques using walkthroughs and questionnaires. The research subjects were students of class 2018 Indralaya and Palembang in the Physics Education Study Program, FKIP Sriwijaya University, totalling 58 people. Based on the expert validation results, the content aspect was very valid with a score of 91.4%, the linguistic element was very valid with a score of 97.1%, and the design aspect was very valid with a score of 94.2%. The practicality of this electronic module also received a score of 93.75% in the very practical category, which was assessed through the one-to-one evaluation stage and the small group evaluation stage with a score of 88.89% in the very practical category. The implication of this research is the availability of teaching materials through optical lectures for physics education students and support students in learning.
Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik Pembelajaran Diskusi Berbasis Pola Argumentasi Toulmin untuk Melatihkan Keterampilan Argumentasi dan Berpikir Kritis Rila Putri Anasty Mellenia; Setyo Admoko
Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jipf.v6i2.5248

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) pembelajaran diskusi berbasis pola argumentasi Toulmin untuk melatihkan keterampilan argumentasi ilmiah dan berpikir kritis serta mengetahui validitas, keparaktisan, dan keefektifan LKPD yang telah dikembangkan. Metode Research & Development (R&D) digunakan dengan model penelitian pengembangan yang digunakan yaitu ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation). Subjek penelitian yaitu 10 peserta didik kelas XI. Objek penelitian yaitu LKPD pembelajaran diskusi berbasis pola argumentasi Toulmin. Instrumen penelitian antara lain lembar validasi LKPD, lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, angket respon peserta didik, serta soal pretest dan posttest. Hasil penelitian ini menunjukkan: 1) Validitas LKPD berkategori sangat valid dengan persentase 90%. 2) LKPD yang telah dikembangkan dinyatakan praktis berdasarkan hasil observasi keterlaksanaan pembelajaran berkategori sangat praktis dengan persentase 88% dan berdasarkan hasil respon peserta didik berkategori praktis dengan persentase 77%. 3) Skor rata-rata N-gain adalah 0,6 berkategori sedang, dapat dikatakan bahwa LKPD efektif dalam meningkatkan keterampilan argumentasi ilmiah dan berpikir kritis peserta didik. Dapat disimpulkan bahwa LKPD pembelajaran diskusi berbasis pola argumentasi Toulmin untuk melatihkan keterampilan argumentasi ilmiah dan berpikir kritis dinyatakan valid, efektif, dan praktis, sehingga dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran fisika kedepannya. Pengembangan LKPD sejenis pada materi fisika dengan karakteristik yang sama dapat dilakukan lagi untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan argumentasi ilmiah.This study aims to develop discussion learning worksheets based on Toulmin's argumentation pattern to train scientific argumentation skills and critical thinking and to know the validity, practicality, and effectiveness of the worksheets that have been developed. The Research & Development (R&D) method is used with the development research model adopted, namely ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation). The object of research is 10 11th students. The research subject is discussion learning worksheets based on Toulmin's argumentation pattern. The research instruments include student worksheets validation sheets, learning implementation observation sheets, student response questionnaires, as well as pretest and post-test questions. The results of this study indicate: 1) The validity of the worksheets is categorized as very valid with a percentage of 90%. 2) Student worksheets that have been developed are declared practical based on the results of observations of the implementation of learning are in the very practical category with a percentage of 88% and based on the results of student responses are in the practical category with a percentage of 77%. 3) The average N-gain score is 0.6 in the medium category, it can be said that the worksheets are effective in improving students' scientific argumentation and critical thinking skills. It can be said that the discussion worksheet based on Toulmin's argumentation pattern to train scientific argumentation and critical thinking skills is declared valid, effective, and practical, so that it can be used in future physics learning. The development of similar student worksheets on physics material with the same characteristics can be done again to improve critical thinking skills and scientific argumentation. 
Pengembangan Buku Ajar Sistem Pengukuran Fisika Terintegrasi Laboratorium Virtual untuk Pembelajaran di Masa Post-Pandemic Indrawati Wilujeng
Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jipf.v6i2.5436

Abstract

Proses pembelajaran pada masa post-pandemic dilaksanakan secara tatap muka namun dengan waktu yang terbatas. Akibatnya seringkali kegiatan praktikum di laboratorium dilewatkan. Agar keterampilan psikomotor mahasiswa tetap terbangun, maka dikembangkan buku ajar Sistem Pengukuran Fisika yang terintegrasi dengan laboratorium virtual. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengembangkan buku ajar Sistem Pengukuran Fisika yang terintegrasi dengan laboratorium virtual. Tingkat validitas buku ajar tersebut dideskripsikan melalui validasi ahli dan respon mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan yaitu RnD (research and development) dengan model pengembangan 4D. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara dan angket. Instrumen penelitian meliputi lembar wawancara, lembar angket validator, dan lembar angket respon mahasiswa. Teknik analisis data dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif. Berdasarkan analisis data, diperoleh skor validasi buku ajar adalah sebesar 80,16% (sangat valid) untuk aspek materi, sebesar 97,73% (sangat valid) untuk aspek media, dan sebesar 82,5% (sangat valid) untuk aspek bahasa. Respon mahasiswa menunjukkan bahwa tingkat keterbacaan buku ajar adalah 100%. Saran yang diberikan yaitu perlu penambahan contoh soal dan pembahasan serta integrasi laboratorium virtual pada tiap bab. Dengan begitu, dapat disimpulkan bahwa buku ajar Sistem Pengukuran Fisika terintegrasi laboratorium virtual sangat valid digunakan untuk pembelajaran di masa post-pandemic. The learning process in the post-pandemic period is carried out face-to-face but with limited time. As a result, practical activities in the laboratory are often missed. In order to keep students' psychomotor skills awake, a Physics Measurement System textbook was developed and integrated with a virtual laboratory. The purpose of this research is to develop a Physics Measurement System textbook that is integrated with a virtual laboratory. The validation level of the textbook was described through expert validation and student responses. The research method used is RnD (research and development) with a 4D development model. Data collection techniques include interviews and questionnaires. The research instruments include interview sheets, validator questionnaires, and student response questionnaires. Data analysis techniques were carried out quantitatively and qualitatively. Based on the data analysis, the textbook validation scores were obtained at 80,16% (very valid) for the material aspect; 97,73% (very valid) for the media aspect; and 82,5% (very valid) for the language aspect. Student responses indicate that the level of readability of textbooks is 100%. The advice is that it is necessary to add sample questions and discussion and integrate a virtual laboratory in each chapter. Thus, it can be concluded that the virtual laboratory integrated Physics Measurement System textbook is very valid for learning in the post-pandemic period. 
Keefektifan Pembelajaran Fisika dengan Model Inkuiri Terbimbing Berbantuan PhET Interactive Simulations untuk Meningkatkan Kemampuan Berfikir Kritis Siswa SMA Nur Eka Agusti Mardiyanti; Budi Jatmiko
Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jipf.v6i2.5281

Abstract

Keterampilan yang wajib dimiliki oleh peserta didik di abad 21 adalah keterampilan berpikir kritis. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan keefektifan pembelajaran fisika dengan model inkuiri terbimbing berbantuan PhET Interactive Simulations dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Jenis penelitian ini pre-experimental menggunakan desain one-group pretest-posttest design. Subjek penelitian ini ialah siswa kelas XI Mia 5 dan XI Mia 6 SMA Negeri 2 Magetan, yang berjumlah 36 dan 35 orang. Siswa sebelum pembelajaran diberikan tes awal dan di akhir pembelajaran diberikan tes akhir dengan materi yang sama. Kemudian data dianalisis menggunakan uji normalitas, homogenitas, uji t-independent, uji t-berpasangan, dan perhitungan n-gain dengan IBM SPSS Statistic 23. Penelitian ini menunjukkan bahwa: a) terdapat peningkatan skor yang signifikan setelah diberikan pembelajaran fisika dengan model inkuiri terbimbing b) tidak terdapat perbedaan n-gain pada kedua kelas c) rerata n-gain berkategori tinggi. Model inkuiri terbimbing berbantuan PhET Interactive Simulations efektif meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Dengan ini, model inkuiri terbimbing berbantuan PhET Interactive Simulations dapat dijadikan masukan bagi guru untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa.The skills that students must possess in the 21st century are critical thinking skills. The purpose of the study was to describe the effectiveness of learning physics with a guided inquiry model assisted by PhET Interactive Simulations in improving students' critical thinking skills. This type of research is pre-experimental using a one-group pretest-posttest design. The subjects of this study were students of class XI Mia 5 and XI Mia 6 SMA Negeri 2 Magetan, which amounted to 36 and 35 people. Students are given an initial test before learning, and at the end of the lesson, they are given a final test with the same material. Then the data were analyzed using normality, homogenity, independent t-test, paired t-test, and n-gain calculations with IBM SPSS Statistic 23. This study shows that: a) there is a significant increase in score after being given physics learning with guided inquiry models, b) there is no difference in n-gain in the two classes c) the mean n-gain is in the high category. The guided inquiry model assisted by PhET Interactive Simulations effective improving students' critical thinking skills. With this, the guided inquiry model assisted by PhET Interactive Simulations can be used as input for teachers to improve students' critical thinking skills.