cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
JOHME: Journal of Holistic Mathematics Education
ISSN : 25986759     EISSN : 25986759     DOI : -
Core Subject : Education,
JOHME is an online scientific journal designated as a medium for communication among redeemed Christian scholars who practice the integration of faith and learning based on a broader and holistic understanding of the Bible's Grand Narrative as the ultimate telos of all education curriculum, including mathematics education. It is committed to publishing high quality articles about research, teaching, philosophy, and curriculum development which show holistic approaches in mathematics education.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 (2019): DECEMBER" : 8 Documents clear
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SOAL NON-RUTIN PADA MATERI PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL DENGAN PENERAPAN METODE PEER TUTORING [EFFORTS IN IMPROVING MATHEMATICAL PROBLEM-SOLVING SKILLS OF NON-ROUTINE PROBLEMS OF ONE-VARIABLE LINEAR EQUATIONS AND INEQUALITIES BY IMPLEMENTING THE PEER TUTORING METHOD] Thamsir, Thalia; Silalahi, Destya Waty; Soesanto, Robert Harry
JOHME: Journal of Holistic Mathematics Education Vol. 3 No. 1 (2019): DECEMBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/johme.v3i1.927

Abstract

The purpose of learning mathematics is to obtain life skills through problem solving. Problem solving skills are one of mathematics skills that must be possessed by students. The result of the pre-cycle in this research showed that 83.33% of students had not achieved the minimum predicate “B-” in solving non-routine problems. It proved that students’ abilities in mathematics problem solving in non-routine problems were still low. During the pre-cycle, the researcher also observed some students who were not brave enough yet to ask questions of the teacher directly during the learning process. Besides that, almost all the students still had high individualistic and low awareness. Based on the problems that happened in the class, the researcher offered the peer tutoring method as a solution to improve students’ mathematical problem-solving skills in non-routine problems. The research method used in this research was Classroom Action Research using the Kemmis and McTaggart model. The instruments used in this research were tests, observation sheets, students’ questionnaires, and journal reflections. Based on the data analysis, students’ mathematical problem-solving skills in non-routine problems improved to 29.17% by implementing the peer tutoring method with the steps (1) choosing the tutors, (2) guiding the tutors, (3) students doing the tutoring activity, and (9) evaluating the learning processBAHASA INDONESIA ABSTRAK: Tujuan dari mempelajari matematika ialah untuk memperoleh kecakapan hidup salah satunya melalui pemecahan masalah. Kemampuan pemecahan masalah merupakan salah satu standar kemampuan matematika yang harus dimiliki oleh siswa. Hasil tes pra siklus pada penelitian ini menunjukkan sebanyak 83.33% siswa belum mampu mencapai predikat minimal ”˜B-’ dalam menyelesaikan soal non-rutin. Ini membuktikan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada soal non-rutin masih kurang. Selama pra siklus berlangsung, peneliti juga mengamati beberapa siswa belum berani untuk bertanya langsung kepada guru selama proses pembelajaran berlangsung. Selain itu, sebagian besar siswa masih memiliki sikap individualis yang tinggi dan juga rasa kepedulian antar siswa masih rendah. Berdasarkan masalah yang terjadi di dalam kelas tersebut maka peneliti menawarkan metode peer tutoring sebagai solusi untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada soal non-rutin. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan model Kemmis dan Mc. Taggart. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah tes, lembar observasi, angket siswa dan jurnal refleksi. Berdasarkan analisis data, kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada soal non-rutin mengalami peningkatan hingga 29,17% menggunakan metode peer tutoring dengan langkah-langkah penerapan yaitu (1) memilih tutor, (2) membimbing tutor, (3) siswa melakukan kegiatan tutorial, dan (4) mengevaluasi pembelajaran
THE IMPLEMENTATION OF THE PROBLEM-BASED LEARNING METHOD TO ENHANCE GRADE 7 STUDENTS’ CRITICAL THINKING SKILLS IN LEARNING MATHEMATICS AT SMP HOLLAND VILLAGE MANADO Oktapratama, Ryan; Chrismastianto, Imanuel Adhitya Wulanata; Hidayat, Dylmoon
JOHME: Journal of Holistic Mathematics Education Vol. 3 No. 1 (2019): DECEMBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/johme.v3i1.994

Abstract

Critical thinking is one of the most important issues in education. However, based on field observation results it is found that students have low critical thinking skills. One reason is that learning activities in the classroom do not foster students’ critical thinking skills. The purpose of this research study to enhance students’ critical skills by implementing the Problem-based Learning (PBL) method. The research subjects were 29 grade 7 students in a junior high school in Manado. The research method used was Classroom Action Research (CAR), conducted from September 12 to November 3, 2017. The instruments used were diagnostic tests, pre-tests and post-tests, observation sheets, student interviews, checklists by observers and students, and the researcher’s reflection journal. Data results were analyzed using the descriptive qualitative method. The results showed that the implementation of the PBL method was able to enhance students’ critical thinking skills in learning math with the achievement percentage of students who passed the KKM for pre-test and post-test based on the overall data analysis result from cycle one to two showing an enhancement of 22% on the first indicator, 9% on the third indicator, and 2% on the fourth indicator. The second indicator showed no enhancement amd there was a decrease of 8% on the fifth indicator. Therefore, the PBL method is effective in enhancing students’ critical thinking skills through each stage of the method in the learning process.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Kemampuan berpikir kritis adalah salah satu hal terpenting dalam dunia pendidikan. Namun, berdasarkan observasi di lapangan ditemukan bahwa siswa memiliki keterampilan berpikir kritis yang rendah. Salah satu penyebabnya adalah aktivitas pembelajaran di kelas tidak melatih keterampilan berpikir kritis siswa. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa menggunakan metode Problem-based Learning (PBL). Subyek penelitian adalah 29 siswa kelas VII di suatu SMP di Manado. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dilakukan dari September sampai dengan November 2017. Instrumen yang digunakan adalah diagnostic test, pre-test dan post-test, lembar observasi, wawancara siswa, checklistoleh pengamat dan siswa, dan jurnal refleksi peneliti. Analisis data hasil penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode PBL mampu meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran matematika dengan peningkatan indikator satu sebesar 22%, indikator tiga sebesar 9%, dan indikator empat sebesar 2%. Adapun untuk indikator dua tidak mengalami peningkatan dan indikator lima mengalami penurunan sebesar 8%. Dengan demikian, metode PBL terbukti efektif meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa melalui setiap tahapan metode dalam proses pembelajaran.
PENTINGNYA KEBENARAN ALLAH SEBAGAI LANDASAN PENDIDIKAN KRISTEN [THE SIGNIFICANCE OF GOD’S TRUTH AS THE FOUNDATION OF CHRISTIAN EDUCATION] Tarigan, Musa Sinar
JOHME: Journal of Holistic Mathematics Education Vol. 3 No. 1 (2019): DECEMBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/johme.v3i1.1684

Abstract

Christian education plays a very significant role in guiding a person in true knowledge and the work of the Triune God as stated in the Bible. The righteousness of God centered on Christ will underlie all human life as God's glorious creation. God's truth will guide every believer to teach the principle of knowing God through education. This responsibility is very important as Christian education is facing various challenges of the times that are not faithful to the Bible. The learning process carried out only fulfills the cognitive aspect or renewal of character in general and does not touch the source of knowledge, that is, the true God. As a result, students understand learning based on personal ability and experience but do not recognize the main source, namely God himself. This research aims to explore Bible principles as the foundational basis of Christian education. To achieve these objectives, this research uses literary research by examining various educational problems faced by Christians, various phenomena of the learning process that occur through various writings by experts in education and relevant theological fields. Some texts in the Bible will be examined according to the framework of reformed theology and related to the field of Christian education. This research shows that Christian education leads students to know God, experience renewal of life in Christ, and understand that God is the source of knowledge. Therefore, Christian education must be based on God's truth in the Bible.BAHASA INDONESIA ABSTRAK: Pendidikan Kristen memiliki peran yang sangat signifikan untuk menuntun pengenalan yang benar akan pribadi dan karya Allah Tritunggal sebagaimana dinyatakan di dalam Alkitab. Kebenaran Allah yang berpusat kepada Kristus akan mendasari segala kehidupan manusia sebagai ciptaan Tuhan yang mulia. Kebenaran Allah akan menuntun setiap orang percaya untuk mengajarkan prinsip pengenalan akan Allah melalui pendidikan. Tanggung jawab ini begitu penting mengingat pengembangan pendidikan Kristen menghadapi berbagai tantangan zaman yang tidak setia dengan Alkitab. Proses pembelajaran yang dilakukan hanya memenuhi aspek kognitif atau pembaharuan karakter secara umum dan tidak menyentuh sumber pengetahuan tersebut yaitu Allah sejati. Akibatnya peserta didik memahami pembelajaran berdasarkan kemampuan dan pengalaman pribadi, tetapi tidak mengenali sumber utamanya yaitu Allah sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk menggali prinsip Alkitab sebagai dasar-dasar pendidikan Kristen. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan riset literatur dengan meneliti berbagai permasalahan pendidikan yang dihadapi oleh orang Kristen, dan berbagai fenomena proses pembelajaran yang terjadi melalui berbagai tulisan para ahli bidang pendidikan dan bidang teologi yang relevan. Beberapa teks dalam Alkitab akan dikaji berdasarkan kerangka teologi reformed dan dihubungkan dengan bidang pendidikan Kristen. Penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan Kristen menuntun siswa mengenal Allah, mengalami pembaharuan hidup di dalam Kristus, dan memahami bahwa ilmu pengetahuan bersumber dari Allah. Oleh karena itu, pendidikan Kristen harus berdasarkan kebenaran Allah dalam Alkitab.
ANALISIS KESALAHAN MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA DALAM MENYELESAIKAN SOAL GEOMETRI PADA TOPIK BANGUN RUANG [ERROR ANALYSIS OF STUDENTS IN THE MATHEMATICS DEPARTMENT IN SOLVING GEOMETRY PROBLEMS ON THE TOPIC OF SOLID FIGURES] Listiani, Tanti; Dirgantoro, Kurnia P. S.; Saragih, Melda J.; Tamba, Kimura Patar
JOHME: Journal of Holistic Mathematics Education Vol. 3 No. 1 (2019): DECEMBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/johme.v3i1.1708

Abstract

Geometry is a branch of science in mathematics and a course taken by students of mathematics education. Based on students' final exam scores, results were not optimal with several types of errors detected. This study aimed at identify student mistakes in solving geometry problems on the topic of solid figures. The subjects of this study were mathematics education students in the even semester of the 2018/2019 academic year at Universitas Pelita Harapan in Tangerang. The type of research was a qualitative descriptive study. The data collection technique used was a test. The results showed that students' errors in solving geometry problems were concept errors, calculation errors, and a lack of accuracy because they were in a hurry.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Geometri merupakan salah satu cabang ilmu dalam matematika dan merupakan matakuliah yang wajib diikuti oleh mahasiswa program studi pendidikan matematika. Berdasarkan nilai ujian akhir semester mahasiswa didapatkan hasilnya masih kurang maksimal, hal ini memungkinkan terdapat beberapa tipe kesalahan jawaban dari mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesalahan mahasiswa dalam menyelesaikan soal UAS geometri pada topik bangun ruang. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa pendidikan matematika semester genap Universitas Pelita Harapan Tangerang tahun akademik 2018/2019. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan mahasiswa dalam menyelesaikan soal geometri adalah kesalahan konsep, kesalahan hitung, dan kurang teliti karena terburu-buru.
PENGARUH PENDEKATAN PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN MASALAH OPEN-ENDED TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DITINJAU DARI SIKAP MATEMATIS SISWA [THE INFLUENCE OF THE PROBLEM-BASED LEARNING MODEL ASSISTED BY OPEN-ENDED PROBLEMS TOWARDS MATHEMATICAL CRITICAL THINKING SKILLS BASED ON STUDENTS' MATHEMATICAL ATTITUDE] Gunur, Bedilius; Ramda, Apolonia Hendrice; Makur, Alberta Parinters
JOHME: Journal of Holistic Mathematics Education Vol. 3 No. 1 (2019): DECEMBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/johme.v3i1.1912

Abstract

This research aimed to: 1) compare the mathematical critical thinking skills of students who were taught with the Problem Based Learning model assisted by open-ended problems and students who were traditionally taught, 2) investigate the interaction between problem based learning models with mathematical attitudes towards students' mathematical critical thinking abilities. It was a quantitative study using a quasi-experimental method with a 2 x 2 factorial design and was conducted at SMA Negeri 1 Cibal, Manggarai district, East Nusa Tenggara. Two classes were experimental and two classes were control and were chosen using cluster random sampling techniques. Data were obtained through questions to measure mathematical critical thinking skills and mathematical attitude questions and then analyzed with two way ANOVA. The data analysis and interpretation showed that 1) the mathematical critical thinking skills of students who were taught with the Problem Based Learning model assisted by open-ended problems were better than those of students who have been traditionally taught 2) there was no interaction between the problem based learning model and students' mathematical critical thinking abilities. This means that both students who had high and low mathematical attitudes scores when taught with the Problem Based Learning approach assisted with open-ended problems were always better than students who are taught with conventional approaches.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Penelitian ini bertujuan untuk; 1) membandingkan kemampuan berpikir kritis matematika siswa yang mengikuti model problem based learning berbantuan masalah open-ended dengan kemampuan berpikir kritis matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. 2) melihat interaksi antara model problem based learning dengan sikap matematis terhadap kemampuan berpikir kritis matematika siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan rancangan factorial 2 x 2. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 1 Cibal kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik cluster random sampling, 2 kelas sebagai kelas eksperimen dan 2 kelas sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian yang digunakan berupa tes kemampuan berpikir kritis matematika dan tes sikap matematis. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan menggunakan uji Anava Dua Jalur. Sebelum digunakan uji anava dua jalur, data tersebut terlebih dahulu dilakukan uji normalitas dan homogenitas. Hasil penelitian ini menunjukkan; 1) kemampuan berpikir kritis siswa yang mengikuti pembelajaran matematika dengan model Problem Based Learning berbantuan masalah open-ended lebih baik daripada siswa yang mengikuti pembelajaran matematika dengan pendekatan konvensional; 2) tidak terdapat interaksi antara pendekatan pembelajaran Problem Based Learning dengan sikap matematis siswa terhadap kemampuan berpikir kritis matematika siswa. Artinya baik siswa yang memiliki sikap matematis tinggi maupun yang memiliki sikap matematis rendah apabila diajarkan dengan pendekatan pembelajaran Problem Based Learning berbantuan masalah open-ended selalu lebih baik dibanding siswa yang dibelajarkan dengan pendekatan konvensional.
MOTIVATION AND SELF-LEARNING READINESS OF BLENDED LEARNING IN RESEARCH AND STATISTICS COURSE FOR UNDERGRADUATE NURSING STUDENTS Eka, Ni Gusti Ayu; Houghty, Grace Solely; Juniarta, Juniarta
JOHME: Journal of Holistic Mathematics Education Vol. 3 No. 1 (2019): DECEMBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/johme.v3i1.1919

Abstract

Though blended learning has been applied in nursing schools in Indonesia, the number of studies with regards to students’ motivation and self-readiness in their courses is still lacking. In addition, many student nurses claimed that the Research and Statistics course was more difficult than other nursing courses. This study aimed to assess the nursing students’ motivation and self-learning readiness of blended learning in a Research and Statistics course of the Faculty of Nursing at Universitas Pelita Harapan. The preliminary study recruited forty nursing students for validity and reliability test purposes. Two questionnaires were translated and tested including the adapted Academic Motivation Scale and the adapted Self-Directed Learning Readiness Scale for Nursing Education. Both Cronbach’s alphas of the questionnaires were above 0.8 (good reliability), however some questions were revised based on its validity test results and its readability. A total of 181 students were involved in the study and descriptive statistics were applied in the data analysis. The findings showed that nursing students had relatively moderate self-directed learning readiness (mean 90.18). With regards to academic motivation, students’ intrinsic motivation to know (mean 3.35) was higher than in other subdimensions of academic motivation. It also means that most of the students felt happy while learning and exploring something new in the course. In conclusion, motivation and self-learning readiness of students are important when applied to a blended course. It is recommended that nurse educators should identify students’ motivation and self-learning readiness to provide student-centered learning especially in a Research and Statistics course. Further research may involve more universities in different regions of Indonesia.BAHASA INDONESIA ABSTRAK: Meskipun blended learning telah diterapkan di pendidikan keperawatan di Indonesia, sejumlah studi berkaitan dengan motivasi dan kesiapan diri mahasiswa dalam pembelajaran mereka masih kurang. Selain itu, banyak mahasiswa perawat mengklaim bahwa mata kuliah Penelitian dan Statistik lebih sulit daripada mata kuliah keperawatan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi motivasi mahasiswa keperawatan dan kesiapan belajar sendiri dalam mata kuliah Penelitian dan Statistik dengan blended learning di Fakultas Keperawatan Universitas Pelita Harapan. Studi pendahuluan merekrut empat puluh mahasiswa keperawatan untuk keperluan uji validitas dan reliabilitas. Dua kuesioner diterjemahkan dan diuji yaitu Skala Motivasi Akademik dan Skala Kesiapan Belajar Sendiri (self-directed readiness) yang telah disesuaikan untuk pendidikan keperawatan. Hasil uji kedua kuesioner mempunyai nilai Cronbach Alpha berada di atas 0,8 (reliabilitas yang baik), namun beberapa pertanyaan direvisi berdasarkan pada hasil tes validitas dan keterbacaannya. Sebanyak 181 siswa terlibat dalam penelitian ini dan statistik deskriptif diterapkan dalam analisis data. Dalam penelitian ini, terungkap bahwa mahasiswa keperawatan memiliki kesiapan belajar mandiri yang relatif sedang (rata-rata 90,18). Sehubungan dengan motivasi akademik, motivasi intrinsik mahasiswa untuk mengetahui (rata-rata 3,35) lebih tinggi daripada sub-dimensi lain dari motivasi akademik. Ini juga berarti bahwa sebagian besar mahasiswa merasa bahagia saat belajar dan menggali sesuatu yang baru dalam pembelajaran. Sebagai kesimpulan, motivasi dan kesiapan diri adalah penting saat melaksanakan blended learning. Penelitian ini merekomendasikan agar pendidik perawat atau dosen untuk mengidentifikasi motivasi dan kesiapan diri mahasiswa dalam memberikan pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa terutama dalam mata kuliah Penelitian dan Statistik. Penelitian selanjutnnya dapat memasukkan lebih dari satu universitas di daerah yang berbeda di Indonesia.
GURU KRISTEN SEBAGAI PENUNTUN BELAJAR SISWA KELAS XII DI SATU SEKOLAH KRISTEN [CHRISTIAN TEACHERS AS GUIDES TO LEARNING FOR GRADE 12 STUDENTS AT ONE CHRISTIAN SCHOOL] Gultom, Ester Lusia; Sitompul, Henni; Tamba, Kimura Patar
JOHME: Journal of Holistic Mathematics Education Vol. 3 No. 1 (2019): DECEMBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/johme.v3i1.1966

Abstract

The implementation of the 2013 curriculum aims to improve the quality of Indonesian education by enabling students to develop competencies. Therefore, it is expected that students actively learn in the classroom so that effective learning processes are created to develop student competencies.  However, based on facts found in grade 12 at one of the Christian schools in Cibubur, students were not actively studying in class. Christian teachers see this gap as something that can be corrected with competencies they can guide. God calls Christian teachers to guide students who have fallen into sin to return to God's path with the proper competence, direction, and purpose. Thus, the purpose of this paper is to present the role of a Christian teacher as a guide to learning for grade 12 students in one Christian school, as well as the resulting impact. The results of this paper about the role of Christian teachers as guides, who view students as precious and personal creations before the Lord, show that teachers are able to guide according to the needs of students using the Discovery Learning model and supporting methods such as group discussion methods, lectures, FAQs, and games. Suggestions aimed at Christian teachers may provide learning guidance for using the Discovery Learning model and its supporting methods.BAHASA INDONESIA ABSTRAK: Penerapan kurikulum 2013 bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia dengan cara memampukan siswa untuk mengembangkan kompetensi. Oleh karena itu, diharapkan siswa bisa aktif belajar di kelas sehingga dapat diciptakan proses pembelajaran yang efektif untuk mengembangkan kompetensi siswa. Namun, berdasarkan fakta yang ditemukan di kelas XII pada salah satu sekolah Kristen di Cibubur, ditemukan siswa yang masih kurang aktif belajar di kelas. Guru Kristen melihat kesenjangan ini sebagai hal yang harus diperbaiki dengan kompetensi yang dimilikinya sebagai penuntun. Karena Tuhan memanggil guru Kristen untuk menuntun siswa yang telah jatuh dalam dosa supaya kembali ke jalan Tuhan, dengan kompetensi, arah, dan tujuan yang benar. Maka, tujuan penulisan paper ini adalah memaparkan peran guru Kristen sebagai penuntun belajar siswa kelas XII di satu sekolah Kristen, serta dampak yang dihasilkan. Hasil paper ini mengenai peran guru Kristen sebagai penuntun yang memandang siswa sebagai ciptaan sekaligus pribadi yang berharga di hadapan Tuhan sehingga guru mampu menuntun sesuai dengan kebutuhan siswa, menggunakan model pembelajaran Discovery Learning serta metode pendukungnya seperti metode diskusi kelompok, ceramah, tanya jawab, dan permainan. Saran ditujukan kepada guru Kristen kiranya dapat memberikan tuntunan belajar yang sesuai dengan kebutuhan salah satunya menggunakan model Discovery Learning serta metode pendukungnya.
HAMBATAN BELAJAR MATEMATIKA: STUDI KASUS DI KELAS VIII SUATU SEKOLAH DI SEMARANG [BARRIERS TO LEARNING MATHEMATICS: A CASE STUDY OF GRADE 8 STUDENTS AT A SCHOOL IN SEMARANG] Fernandes, Luis; Winardi, Yonathan; Appulembang, Oce Datu
JOHME: Journal of Holistic Mathematics Education Vol. 3 No. 1 (2019): DECEMBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/johme.v3i1.2071

Abstract

Christian education aims to enable students to take part in serving God and others both now and forever. The barriers to learning mathematics make it difficult for students to achieve the goals of Christian education. In some cases, students are found to have barriers to learning mathematics. Based on this problem, the researchers wanted to know the types of barriers to learning mathematics, the causes, and the responses of teachers, schools, and students to these barriers. This study used the case study method of a qualitative approach and the subjects were grade 8 students. The data collection techniques used were interviews for mathematics teachers and principals as well as open-ended questionnaires for students. The results revealed that there were barriers to learning mathematics that can be categorized into internal and external factors including a lack of learning willingness on the part of the students, inappropriate views of mathematics, uncontrolled classroom conditions, and the contagion of the environment. The responses given by teachers, schools, and students about mathematics learning barriers include reviewing, giving additional lessons, and relearning either individually or through others. Suggestions for teachers and principals are to organize workshops related to mathematics learning barriers and improving teaching quality.BAHASA INDONESIA ABSTRAK: Pendidikan Kristen bertujuan membuat para siswa dapat mengambil bagian pelayanan kepada Tuhan dan sesama baik sekarang maupun selamanya. Dengan adanya hambatan belajar matematika menyebabkan siswa sulit mencapai tujuan dari pendidikan Kristen. Dalam beberapa kesempatan, sering ditemukan siswa yang memiliki hambatan belajar matematika. Untuk itu peneliti ingin mengetahui macam hambatan belajar matematika, penyebabnya, serta respon guru, sekolah dan siswa terkait dengan hambatan belajar matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus dengan subjek siswa kelas VIII. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara terhadap guru matematika dan kepala sekolah serta kuisioner terbuka bagi siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hambatan belajar matematika yang dapat dikategorikan ke dalam faktor internal dan eksternal, diantaranya siswa malas belajar, pandangan yang kurang tepat terhadap pelajaran matematika, kondisi kelas yang tidak kondusif dan pengaruh yang buruk dari lingkungan sekitar. Respon yang diberikan guru, sekolah dan siswa terhadap hambatan belajar matematika diantaranya menjelaskan kembali materi, memberikan pelajaran tambahan dan belajar kembali secara individu maupun melalui orang lain. Saran bagi guru dan kepala sekolah adalah dengan mengadakan pelatihan terkait dengan hambatan belajar matematika serta meningkatkan kualitas mengajar.

Page 1 of 1 | Total Record : 8