cover
Contact Name
Nurfitriany Fakhri
Contact Email
nurfitriany.fakhri@unm.ac.id
Phone
+6282190788118
Journal Mail Official
jurnal.talenta@unm.ac.id
Editorial Address
Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar Gedung BM Lantai 2 Kampus Gunungsari Baru, Jalan A.P. Pettarani, Makassar 90222.
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Psikologi Talenta
ISSN : 24608750     EISSN : 26151731     DOI : https://doi.org/10.26858/talenta
Core Subject : Humanities,
urnal Psikologi Talenta (Talenta Psychology Journal) is an open journal system that uses a peer-reviewed system in the journals, with e-ISSN: 2615-1731 and p-ISSN: 2460-8750 published by the Faculty of Psychology, Makassar State University. Jurnal Psikologi Talenta is an Open-Access journal and published twice a year every March and September. Articles/Journals published with aims and scope around: (1) psychology of organizational behavior; (2) entrepreneurship; (3) positive psychology; (4) human developmental dynamics; (5) values and character education; (6) family and community resilience; (7) Indigenous Psychology; and (8) psychology of peace.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2017): September" : 7 Documents clear
KELEKATAN REMAJA DENGAN IBU YANG BEKERJA Khaeruddin, Khaerina Nabila; Ridfah, Ahmad
Jurnal Psikologi TALENTA Vol 3, No 1 (2017): September
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.002 KB) | DOI: 10.26858/talenta.v3i1.13065

Abstract

Abstract. The aim of this research is to determine what kind of attachment is used most in adolescence with their mothers that work full time in Makassar, South Celebes. Subjects of this research are 85 adolescence. The characteristics of the subjects are 11-20 years old that live in Makassar, South Celebes, Indonesia and has a mother who works full time. This research is a quantitative descriptive research. The result of the research shows that 1 out of 85 subjects has a very low attachment with their mother, 13  subjects have low attachments, 49 subjects have average attachments, 11 have high attachments, and 1 has a very high attachment. Therefore, it can be concluded that the attachment that is normally used in Makassar is the average attachment, which is followed by low attachment. Keywords: adolescent, attachment, working mother. Abstrak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat kelekatan jenis apa yang lebih banyak pada remaja dengan ibu yang bekerja sepanjang hari di Makassar, Sulawesi Selatan. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 85 remaja. Kriteria subjek adalah remaja berusia 11-20 tahun yang berdomisili di Makassar dan memiliki ibu yang bekerja. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1 dari 85 subjek memiliki kelekatan yang sangat rendah, 13 mengalami kelekatan yang rendah, 49 subjek memiliki kelekatan yang sedang, 11 subjek memiliki kelekatan yang tinggi, dan 1 subjek memiliki kelekatan yang sangat tinggi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa jenis kelekatan yang sering dijumpai di Makassar adalah kelekatan sedang, yang diikuti dengan kelekatan yang rendah.   Kata Kunci: ibu bekerja, kelekatan, remaja
SELF COMPASSION, STRESS AKADEMIK DAN PENYESUAIAN DIRI PADA MAHASISWA BARU Widyastuti Widyastuti
Jurnal Psikologi TALENTA Vol 3, No 1 (2017): September
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.925 KB) | DOI: 10.26858/talenta.v1i2.13031

Abstract

Abstract. This study examined the relationship between self compassion, academic stress and self adjustment of new student at Faculty of Psychology Makassar State University. The subjects were 34 Student from Faculty of Psychology  Makassar State University by random sampling. Data retrieval is done using a scale of self compassion, academic stress scale and self adjustment scale. The data was then processed using the statistical parametric Regression analysis. The analysis shows that there is a relationship between self compassion and academic stress to self adjustment.  Keywords: Self compassion, academic stress, self adjustment Abstrak. Studi ini meneliti tentang pengaruh self compassion terhadap stress akademik dan penyesuaian diri pada mahasiswa baru. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar angkatan 2015 sebanyak 34 orang  dengan menggunakan teknik random sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan skala self compassion, skala stress akademik dan skala penyesuaian diri. Data kemudian diolah dengan menggunakan statistik parametrik yaitu analisis regresi. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada pengaruh self compassion dan stress akademik terhadap peyesuaian diri.  Kata Kunci: Self compassion, stress akademik, penyesuaian diri
KONSEP DASAR DAN IMPLIKASI TEORI PERBANDINGAN SOSIAL Nurfitriany Fakhri
Jurnal Psikologi TALENTA Vol 3, No 1 (2017): September
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.511 KB) | DOI: 10.26858/talenta.v3i1.13066

Abstract

Abstrak. Artikel ini mendeskripsikan konsep dasar yang dibangun oleh Festinger (1954) dalam paper klasik yang diusunnya mengenai teori perbandingan sosial. Teori perbandingan sosial melihat bahwa proses pengaruh sosial dan beberapa perilaku kompetitif tertentu berasal dari kebutuhan untuk mengevaluasi diri dan kepentingan untuk evaluasi ini berdasar pada perbandingan dengan orang lain. Selain itu dalam artikel ini juga terdapat implikasi atau penggunaan teori tersebut dalam beberapa penelitian lain yang memiliki relasi dengan perbandingan sosial. Tujuan dari penulisa artikel ini adalah untuk memberikan mengenai pemahaman yang mendalam mengenai teori perbandingan sosial, termasuk arah dari perbandingan sosial dan beberapa variabel yang memiliki korelasi dengan konsep perbandingan sosial itu sendiri.
STUDI EKSPLORATIF DINAMIKA KELOMPOK KARATE faradillah Firdaus; Asmulyani Asri
Jurnal Psikologi TALENTA Vol 3, No 1 (2017): September
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.262 KB) | DOI: 10.26858/talenta.v1i2.13029

Abstract

Masalah kelompok saat ini tampaknya cukup menarik perhatian. Banyak pelajar belajar secara berkelompok. Hal demikian menggembirakan karena belajar secara berkelompok akan banyak manfaatnya. Masing-masing pelajar dapat menerima dan memberi pengetahuan yang dimilikinya, sehingga pengetahuan mereka akan bertambah. Pada saat ini ada pula kejadian-kejadian yang dilakukan secara berkelompok dan mengakibatkan hal-hal yang tidak menguntungkan. Kelompok A bentrok dengan kelompok B dan mengakibatkan kerugian, baik nyawa maupun materi. Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui dinamika kelompok, kelompok karate yang ada dimakassar. kelompok adalah dua orang atau lebih yang saling berinteraksi dan saling memengaruhi satu dengan yang lainnya, serta memiliki ketertarikan atau tujuan yang sama. Mills (Walgito, 2010) menitikberatkan penjelasannya tentang kelompok pada tujuan (purpose), dan menganggap bahwa kontak dalam kelompok sebagai sesuatu yang meaningful. Metode dalam penelitian ini adalah memakai metode kualitatif dengan menggunakan metode wawancara dan metode kuantitatif dengan menggunakan angket dan skala. Hasil dalam penelitian ini bahwa dalam organisasi itu, terdapat salah satu ciri penting dari kelompok, yaitu interdependensi. interdependensi secara garis besar berarti setiap anggota kelompok bergantung (depend on) pada anggota kelompok lainnya. kelompok memiliki kohesivitas yang tinggi, maka keanggotaan/kebersamaan lebih bernilai dan menjadi lebih penting dibanding individual, hal ini juga menjadikan timbulnya sikap subjektifitas pada anggota kelompok tersebut yang cenderung menganggap bahwa anggota kelompoknya selalu benar sehingga diantara anggota kelompok tersebut akan mampu memaklumi kesalahan anggota kelompoknya.Kata Kunci : kelompok, dinamika kelompok.
OPTIMISME DAN SCHOOL WELL-BEING PADA MAHASISWA M A Ahkam; Nur Afni Indahari Arifin
Jurnal Psikologi TALENTA Vol 3, No 1 (2017): September
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.713 KB) | DOI: 10.26858/talenta.v3i1.13182

Abstract

Abstrak. Penelitian berbasis lingkungan kampus sangat tepat untuk dapat membuat kontribusi yang signifikan terhadap topik well-being. Konsep school well-being sebagai sebuah keadaan kampus yang memungkinkan individu memuaskan kebutuhan dasarnya, yang meliputi having, loving, being, dan health. Salah satu yang dapat mendukung terciptanya school well-being adalah optimisme pada mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah menguji  hubungan antara optimisme dan school well-being. Subjek penelitian adalah  96 mahasiswa psikologi UNM. Hasil peneilitian adalah  korelasi positif  optimisme dan school well being. Optimisme pada mahasiswa dianggap sebagai suatu pertimbangan yang memiliki kecenderungan untuk memengaruhi perasaan, sikap cara berpikir dan perilaku seseorang dalam situasi tertentu. Kondisi optimisme pada mahasiswa dapat memberikan hasil yang baik pada school well-being.  Abstract. Research study based on campus environment is very appropriate to make a significant contribution to the topic of well-being. The concept of school well-being as a state college that allows people to satisfy their basic needs, which include having, loving, being, and health. Student optimism is one of the factors that can support the school well-being. The purpose of this study is to measure the correlation between the school well-being and student optimism by using product moment correlation method. The subject was 96 students of psychology UNM. The test results show positive correlation between optimisme and school well being. Optimism on student regarded as a judgment which has the tendency to influence feelings, attitudes and behavior of a person's way of thinking in certain situations. Conditions optimism in students can give good results at school well-being.
SOCIAL LOAFING DAN PERAN GENDER PADA MAHASISWA Kurniati Zainuddin; Nurfitriany Fakhri
Jurnal Psikologi TALENTA Vol 3, No 1 (2017): September
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.826 KB) | DOI: 10.26858/talenta.v3i1.13033

Abstract

Abstract. This study aims to determine the difference between androgynous and indistinguishable gender roles to social loafing on the students of faculty of Psychology at UNM. This study uses the comparative method to determine the role of androgyny and indistinguishable gender role to social loafing, with a total sample 54 subjects. The population of this study were students of Psychology UNM faculty. Data collected by the scale of social loafing and traditional gender roles. The data collected was analyzed using One Way ANOVA statistical analysis. The results showed that there were the differences in gender roles androgyny and indistinguishable to social loafing, where individuals who develop gender roles indistinguishable characteristics will tend to experience social loafing problems, compared with individuals who develop the characteristic androgynous gender roles. Keywords: Social loafing, androgynous gender roles, indistinguishable gender roles Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan antara peran gender androgini dan tak terbedakan terhadap social loafing pada mahasiswa fakultas Psikologi UNM. Penelitian ini menggunakan metode komparatif yang digunakan untuk mengetahui seberapa besar peranan peran gender androgini dan tak terbedakan terhadap social loafing, dengan jumlah sampel sebanyak 54 subjek. Populasi dari penelitian ini adalah mahasiswa fakultas Psikologi UNM. Pengumpulan data dilakukan dengan mengggunakan skala social loafing dan peran gender. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis statistik One Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa terdapat perbedaan peran gender androgini dan tidak terbedakan terhadap social loafing, dimana individu yang mengembangkan karakteristik peran gender tak terbedakan akan cenderung mengalami masalah social loafing, dibandingkan dengan individu yang mengembangkan karakteristik peran gender androgini. Kata Kunci: Social loafing, peran gender androgini, peran gender tak terbedakan
Pelatihan Empowering Saudara Kandung dari Anak Berkebutuhan Khusus Empowering Training for Sibling of Special Needs Children Lita Patricia Lunanta; Yeny Duriana
Jurnal Psikologi TALENTA Vol 3, No 1 (2017): September
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.108 KB) | DOI: 10.26858/talenta.v3i1.13057

Abstract

Abstrak. Hubungan antara saudara kandung adalah salah satu hubungan yang paling ambivalen. Dalam keluarga yang memiliki beberapa anak, saudara kandung dapat berselisih pandang, tertawa, berpelukan dalam waktu yang berdekatan. Demikian juga yang terjadi pada saudara kandung anak berkebutuhan khusus. Saudara kandung anak yang berkebutuhan khusus seringkali muncul perasaan yang sangat bervariasi, beberapa mengungkapkan rasa malu, rasa bersalah, rasa bertanggung jawab, rasa terisolasi. Namun di sisi lain keberadaan saudara kandung sangat dibutuhkan bagi anak berkebutuhan khusus sebagai  social support. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hubungan interpersonal antara anak berkebutuhan khusus dengan saudara kandungnya. Kerangka teori yang digunakan antara lain mengenai hubungan interpersonal, mengenai saudara kandung dari anak berkebutuhan khusus, serta modul pelatihan untuk mendukung saudara kandung dari anak berkebutuhan khusus. Penelitian ini menggunakan metode  Quasi-experimental dengan desain “The   Dependent Pretest and Postest Samples”.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang siginifikan hubungan interpersonal pada saudara kandung anak autis sebelum dan sesudah penelitian.  Peserta mengikuti kegiatan dengan baik dan memberikan penilaian yang positif terhadap kegiatan yang dilakukan. Namun nampaknya pelatihan setengah hari yang diterima tidak cukup signifikan untuk mengubah kualitas hubungan interpersonal antara saudara kandung. Kata kunci: pemberdayaan, hubungan interpersonal, saudara, kebutuhan khusus.

Page 1 of 1 | Total Record : 7