Jurnal Psikologi Talenta
urnal Psikologi Talenta (Talenta Psychology Journal) is an open journal system that uses a peer-reviewed system in the journals, with e-ISSN: 2615-1731 and p-ISSN: 2460-8750 published by the Faculty of Psychology, Makassar State University. Jurnal Psikologi Talenta is an Open-Access journal and published twice a year every March and September. Articles/Journals published with aims and scope around: (1) psychology of organizational behavior; (2) entrepreneurship; (3) positive psychology; (4) human developmental dynamics; (5) values and character education; (6) family and community resilience; (7) Indigenous Psychology; and (8) psychology of peace.
Articles
8 Documents
Search results for
, issue
"Vol 7, No 2 (2022): Maret"
:
8 Documents
clear
Hubungan Psychological Safety dengan Learning Agility pada Remaja dalam Pembelajaran Online Selama Pandemi
Mutiara Mirah Yunita;
Sherly Seanto
Jurnal Psikologi TALENTA Vol 7, No 2 (2022): Maret
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (260.704 KB)
|
DOI: 10.26858/talenta.v7i2.31192
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan psychological safety dengan learning agility pada remaja yang mengikuti pembelajaran online di masa pandemi. Penelitian melibatkan subjek penelitian sebanyak 126 remaja yang berasal dari 1 sekolah yang sama di Jakarta dan telah mengadopsi pembelajaran online selama masa pandemi. Metode dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif dengan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data. Kuesioner yang digunakan untuk mengukur psychological safety menggunakan 7 item yang disusun dari Edmonson dan Lei, sementara untuk mengukur learning agility menggunakan hasil adaptasi alat ukur ke dalam bahasa indonesia dari Learning Agility Self-Assessment berdasarkan dimensi menurut Gravett dan Caldwell. Hasil reliabilitas menunjukkan bahwa alat ukur psychological safety memiliki reliabilitas yang baik, sementara untuk alat ukur learning agility hanya 2 dimensi yang dapat digunakan yaitu people agility dan result agility, sementara untuk mental agility dan change agility tidak dapat digunakan karena tidak cukup reliable. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik psychological safety dan kedua dimensi learning agility memiliki kecenderungan yang tinggi. Hasil korelasi dari psychological safety dan kedua dimensi learning agility menunjukkan terdapat hubungan positif yang signifikan.
The Role of Family Functioning in The Quarter-Life Crisis in Early Adulthood During The Covid-19 Pandemic
Eunike Conny Theodora Korah
Jurnal Psikologi TALENTA Vol 7, No 2 (2022): Maret
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (201.771 KB)
|
DOI: 10.26858/talenta.v7i2.27184
This study aims to determine the relationship between family functioning and the quarter-life crisis in early adulthood during the Covid-19 pandemic. The subjects in this study were early adult individuals aged 18-29 years with a total of 123 subjects. Data collection was done by the purposive sampling method. This research instrument uses the Family Assessment Device (FAD) Scale and the Quarter Life Crisis Quiz. Data were analyzed by the non-parametric statistical analysis technique Spearman Rho. The results of data processing obtained a correlation coefficient (p) of -0.226 with a significance value of 0.012 (p <0.05), which means that there is a negative relationship between family functioning and quarter-life crisis in early adulthood. Where if the functioning of the family is good then the quarter-life crisis is low and vice versa, if the functioning of the family is bad then the quarter-life crisis is high.
Kebersyukuran dan Kesejahteraan Subjektif Warga Kota Makassar pada Masa Pandemi COVID-19
Meidy Marsella Panglewai;
Heni Gerda Pesau
Jurnal Psikologi TALENTA Vol 7, No 2 (2022): Maret
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (305.279 KB)
|
DOI: 10.26858/talenta.v7i2.25554
ABSTRACT The phenomenon of the COVID-19 pandemic that began to spread in 2020 made various changes to aspects of life. The drastic changes in life patterns can affect the subjective well-being level of individuals. The purpose of this study was to determine the influence between gratitude and subjective well-being of Makassar City residents during the COVID-19 pandemic. This study uses quantitative methods. The research subjects were residents of Makassar City aged 18-40 years (n=157). The sampling technique used is accidental sampling. Data was collected through the distribution of three psychological scales that were filled through online form. The scales are: The Gratitude Questionnaire-Six Item Form (GQ-6), Satisfaction with Life Scale (SWLS), and the Scale of Positive and Negative Experience (SPANE). The collected data were analyzed using non-linear regression analysis. The results of the study reveal that there is a significant contribution between the gratitude variable toward subjective well-being level with a significance value 0.000 (sig <0.05), but the contribution tends to be weak because the coefficient of determination (R Square) is only 0.234. This means that the contribution of gratitude is only 23.4% to be able to predict the subjective well-being of Makassar City residents during the COVID-19 pandemic. ABSTRAKFenomena pandemi COVID-19 yang mulai merebak di tahun 2020 membuat berbagai perubahan pada aspek-aspek kehidupan. Adanya perubahan pola kehidupan yang drastis serta kondisi kehidupan yang tidak dapat berjalan normal dapat memengaruhi tingkat kesejahteraan subjektif pada individu.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh antara kebersyukuran dengan kesejahteraan subjektif warga Kota Makassar pada masa pandemic COVID-19. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Subjek penelitian adalah warga Kota Makassar yang berusia 18-40 tahun (n=157). Teknik sampling yang digunakan adalah accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran tiga skala psikologi yang diisi secara daring, yaitu: The Gratitude Questionnaire-Six Item Form (GQ-6), Satisfaction with Life Scale (SWLS), dan Scale of Positive and Negative Experience (SPANE). Data yang telah terkumpul dianalisa dengan menggunakan teknik analisis regresi non linear. Hasil penelitian mengungkap bahwa terdapat kontribusi yang signifikan antara variabel kebersyukuran terhadap tingkat kesejahteraan subjektif dengan nilai signifikansi 0,000 (sig<0,05), namun kontribusinya cenderung lemah karena koefisien determinasi (R Square) hanya senilai 0,234. Artinya kontribusi kebersyukuran hanya sebanyak 23,4% untuk mampu memprediksi kesejahteraan subjektif warga Kota Makassar selama berada pada masa pandemi COVID-19. Sisanya yaitu sebesar 76,6 % merupakan kontribusi dari faktor-faktor lain yang tidak diteliti melalui penelitian ini.
Self Regulated Learning, Efikasi Diri dan Dukungan Sosial Keluarga pada Siswa SMA Selama Pandemi Covid 19
Andhita Dyah Pratitasari;
Hardjono Hardjono;
Pratista Arya Satwika
Jurnal Psikologi TALENTA Vol 7, No 2 (2022): Maret
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (247.739 KB)
|
DOI: 10.26858/talenta.v7i2.23666
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh efikasi diri dan dukungan sosial keluarga terhadap self regulated learning siswa selama masa pandemi Covid-19. Partisipan dalam penelitian ini adalah 75 siswa SMA sebuah sekolah di Jakarta yang di rekrut dengan menggunakan teknik stratified cluster random sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala efikasi diri, dukungan sosial keluarga dan self regulated learning. Hasil analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara efikasi diri dan dukungan sosial keluarga dengan self regulated learning pada siswa SMA selama masa pandemi Covid-19. Secara parsial, juga ditemukan bahwa terdapat hubungan antara efikasi diri dengan self regulated learning dan dukungan sosial keluarga dengan self regulated learning.
Peran Grit terhadap Penyesuaian Diri Mahasiswa Selama Pembelajaran Jarak Jauh di Masa Pandemi Covid-19
Tirza Nahamani
Jurnal Psikologi TALENTA Vol 7, No 2 (2022): Maret
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1224.145 KB)
|
DOI: 10.26858/talenta.v7i2.23911
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap peran grit terhadap penyesuaian diri pada mahasiswa yang melaksanakan pembelajaran jarak jauh di masa pandemi COVID-19. Subyek penelitian adalah mahasiswa Universitas Sebelas Maret sejumlah 407 orang yang ditentukan dengan teknik pengambilan sampel berstrata disproporsional. Instrumen penelitian yang digunakan adalah skala penyesuaian diri dan skala grit. Teknik analisis data pada penelitian ini adalah analisis regresi linear sederhana dengan menggunakan aplikasi IBM SPSS 25. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05) dan koefisien determinasi sebesar 0,539. Hasil ini membuktikan bahwa grit berperan secara signifikan terhadap penyesuaian diri pada mahasiswa yang melaksanakan pembelajaran jarak jauh di masa pandemi COVID-19. Grit berkontribusi terhadap penyesuaian diri sebesar 53,9%.
Gambaran Possible selves Pada Remaja SMP
Desy Chrisnatalia
Jurnal Psikologi TALENTA Vol 7, No 2 (2022): Maret
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (283.315 KB)
|
DOI: 10.26858/talenta.v7i2.21244
Possible selves are the part of the self that describe a person’s future self. The developed cognitive abilities and hypothetical thinking in adolescence allow them to conceptualize and speculate about who they are and what they hope to be in the future. Possible selves consist of two selves, the expected self (hoped-for possible selves ) and the feared self (feared possible selves). Possible selves can provide an overview of adolescent identity and what motivates their behavior at present. The relationship between possible selves and self-regulation had motivated many researchers to research possible selves in adolescents. The majority of research on possible selves in adolescents was conducted in Western countries, although social and cultural contexts also play a role in forming possible selves. This study aims to obtain an overview of the possible selves of middle high school adolescents aged 13-15 years. The study has used a survei method using an open-ended question questionnaire to get data regarding the description of possible selves from the research participants. A total of 66 participants were asked to write down a description of their possible- selves; both hoped-for possible selves and feared possible selves . The results showed that most of the participants in the study had possible selves related to work/occupation and relationships/interpersonal functions. The study has found that female participants have more interpersonal relations/functions category than men. On the other side, male participants have more occupational categories than females. None of the study participants had possible- selves regarding health; physical appearance, and sexuality Keywords: Possible selves ; Adolescent; Hoped-for possible selves ; Feared possible selves ; Self concept Possible selves adalah bagian dari self yang memberikan gambaran tentang diri seseorang di masa depan. Kemampuan kognitif dan berpikir hipotetis yang berkembang pada usia remaja memampukan remaja untuk mengkoseptualisasi dan berspekulasi dan mampu berpikir secara hipotetis memampukan remaja untuk memikirkan siapa diri mereka dan harapan akan diri mereka di masa depan. Possible selves terdiri dari dua aspek self, yaitu gambaran diri yang diharapkan di masa depan (hoped- for possible selves ) dan gambaran diri yang ditakutkan di masa depan (feared possible selves ). Gambaran diri remaja di masa depan dapat memberikan gambaran tentang identitas remaja dan hal-hal apa saja yang memotivasi perilaku remaja pada saat ini. Hal tersebut memotivasi banyak peneliti melakukan penelitian tentang possible selves pada remaja. Mayoritas penelitian tentang possible selves pada remaja dilakukan di negara Barat walaupun konteks sosial dan budaya turut memiliki peran dalam pembentukan possible selves. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang possible selves remaja SMP usia 13-15 tahun. Metode survei dengan menggunakan kuesioner pertanyaan terbuka digunakan untuk mendapatkan data mengenai gambaran possible selves dari partisipan penelitian. Sejumlah 66 partisipan penelitian diminta untuk menuliskan gambaran possible selves mereka baik hoped- for possible selves dan feared possible selves. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas remaja laki-laki dan perempuan dalam penelitian memiliki possible selves yang bekaitan dengan pekerjaan dan relasi/fungsi interpersonal. Namun demikian, kategori relasi/fungsi interpersonal lebih banyak ditemukan pada perempuan daripada laki-laki dan kategori pekerjaan lebih banyak ditemukan pada remaja laki-laki. Tidak satupun partisipan penelitian yang memiliki possible selves dalam hal kesehatan fisik, penampilan fisik, dan seksualitas. Kata Kunci: Possible selves ; Remaja; Hoped-for possible selves ; Feared possible selves ; Konsep diri
Phubbing Terhadap Kualitas Kelekatan Dewasa pada Perempuan Menikah di Kota Makassar
Sitti Murdiana;
Ismalandari Ismail
Jurnal Psikologi TALENTA Vol 7, No 2 (2022): Maret
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (161.955 KB)
|
DOI: 10.26858/talenta.v7i2.33286
This study aims to determine relationship between phubbing and adult attachment. This research was conducted on 72 married women spread across the city of Makassar using simple regression analysis methods in processing the data results. The results revealed that phubbing behavior influenced anxiety attachment and avoidance attachment. The effect of phubbing on anxious attachment appears to be less strong, but the effect of phubbing on attachment avoidance appears to be stronger. Based on these results, it can be concluded that phubbing affects adult attachment on the anxious aspect and on the avoidance aspect with a different magnitude of influence
Efektivitas Pelatihan Konseling Al Qur’an dalam Meningkatkan Resiliensi Mahasiswa
Ahmad Razak;
M. Ahkam Alwi;
Muhrajan Piara
Jurnal Psikologi TALENTA Vol 7, No 2 (2022): Maret
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (266.198 KB)
|
DOI: 10.26858/talenta.v7i2.33773
This study examined the effectiveness of Al-Quran Counseling training in improving the resilience of students. This study aimed to determine differences in the resilience of students before and after al-Quran counseling training. There were 40 students as participants in this study. Purposive sampling was used in this study to acquire the participants. The research program was quasi experiment one group pretest-posttest design. Data analysis was performed using paired samples t test. The results showed that there are differences in the resilience of students before and after al-Quran Counseling training.