cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Bidang Pendidikan Dasar
ISSN : 25490117     EISSN : 25490125     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Bidang Pendidikan Dasar diterbitkan oleh Fakultas Pendidikan Universitas Kanjuruhan Malang, ISSN 2549-0125 (online), ISSN 2549-0117 (cetak). Jurnal ini menerbitkan strategi pembelajaran, manajemen sekolah dan kelas, evaluasi pendidikan, kurikulum, pengembangan media dan bahan ajar. Setiap naskah yang dikirimkan akan ditinjau oleh setidaknya dua peninjau sejawat menggunakan metode peninjauan ganda. Jurnal ini diterbitkan setiap Januari & Juni.
Arjuna Subject : -
Articles 196 Documents
Pengaruh Model Learning Cycle Terhadap Keterampilan Proses Sains Siswa Pada Mata Pelajaran IPA Kelas III SD Negeri Harja Mekar 03 Kec. Cikarang Utara Ririn Nurcholidah Anisa
Jurnal Bidang Pendidikan Dasar Vol 2 No 1A (2018): April
Publisher : Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.756 KB) | DOI: 10.21067/jbpd.v2i1A.2346

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model learning cycle terhadap keterampilan proses sains siswa kelas III SD Negeri Harja Mekar 03 Kec. Cikarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan metode penelitian quasi experiment dan desain penelitian nonequivalent control group design. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampling purposive. Populasi yang digunakan adalah 44 siswa dengan jumlah sampel kelas eksperimen 23 siswa dan kelas kontrol 21 siswa. Teknik analisis yang digunakan adalah uji-t dengan taraf signifikan 0,05. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa nilai rata-rata posttest kelas eksperimen sebesar 82,17 lebih tinggi dibandingkan nilai rata-rata posttest kelas kontrol sebesar 79,38. Hasil dari pengujian hipotesis dengan menggunakan uji-t yang diperoleh thitung > ttabel yaitu 17,51 > 1,68023artinya Ho ditolak dan H1 diterima. Kesimpulan yang diperoleh pada penelitian ini adalah model learning cycle memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keterampilan proses sains siswa pada mata pelajaran IPA kelas III. This research is intended to know the influence of the use of learning cycle model to science process skill of third grade students of SD Negeri Harja Mekar 03 Kec. Cikarang. This research uses quantitative approach, with quasi experiment research method and research design nonequivalent control group design. The sampling technique used purposive sampling technique. The population used was 44 students with the total sample class of 23 students and control class of 21 students. The analysis technique used is t-test with significant level of 0.05. The result of the research shows that the mean value of posttest of experimental class is 82,17 higher than the mean of posttest of control class is 79,38. The result of hypothesis testing by using t-test obtained thitung> ttable that is 17,51> 1,68023artinya Ho rejected and H1 accepted. The conclusions obtained in this study is the learning cycle model has a significant influence on the science process skills of students on science subjects class III.
Meningkatkan Aktifitas Belajar Matematika Materi Pecahan Dengan Menggunakan Model Kooperatif Tipe Jigsaw Pada Siswa Kelas IV SDN NO. 101/II Muara Bungo Kec. Pasar Muara Bungo Kab. Bungo Yusmaherni Yusmaherni
Jurnal Bidang Pendidikan Dasar Vol 2 No 1A (2018): April
Publisher : Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.821 KB) | DOI: 10.21067/jbpd.v2i1A.2347

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa pada pembelajaran pecahan dengan menggunakan model Jigsaw di Kelas IV di SDN No. 101/II Muara Bungo Kecamatan Pasar Muara Bungo Kabupaten Bungo. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN No. 101/II Muara Bungo Kecamatan Pasar Muara Bungo. Prosedur penelitian tindakan dilakukan dengan memberikan pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw, yang terdiri dari beberapa langkah dengan perencanaan sebagai berikut: Perencanaan, Pelaksanaan, Observasi/ Evaluasi, Analisis dan Refleksi. Setelah melakukan penelitian tindakan kelas yang menggunakan pola tiga siklus, maka penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran Kooperatif type Jigsaw dalam penelitian ini dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa pada materi pecahan yang efektif diterapkan. Hal ini terlihat dari rata-rata persentase keaktifan belajar siswa seluruh indikator yang semakin meningkat dari keaktifan belajar siswa siklus I rata-rata persentase skor aktivitas untuk seluruh siswa mencapai 64,81%, siklus II meningkat menjadi 73,70%, dan siklus III meningkat menjadi 83,70%. Hasil belajar siswa meningkat siklus I terdapat 12 orang siswa yang tuntas belajar (37,50%), siklus II terjadi peningkatan siswa yang tuntas belajar yaitu 23 orang (71,78%), dan siklus III ketuntasan belajar meningkat secara signifikan yaitu 29 orang (90,62%) tuntas belajar. The purpose of this research is to improve students' activity and learning outcomes in fractional learning by using Jigsaw model in Class IV di SDN No. 101/II Muara Bungo Kecamatan Pasar Muara Bungo Kabupaten Bungo. Subjects in this study were class students IV SDN No. 101/II Muara Bungo Kecamatan Pasar Muara Bungo. The action research procedure is done by providing learning with Jigsaw type cooperative learning model, which consists of several steps with the planning as follows: Planning, Implementation, Observation / Evaluation, Analysis and Reflection. After conducting classroom action research using three cycle pattern, this research can be concluded that the use of cooperative learning model type Jigsaw in this research can improve students' activity and learning achievement on fractional material that is effectively applied. This is seen from the average percentage of students' learning activeness of all the increasing indicators of student learning activity cycle I average percentage of activity score for all students reached 64.81%, cycle II increased to 73.70%, and cycle III increased to 83.70%. The result of student learning increased cycle I there are 12 students who complete the study (37,50%), cycle II happened improvement of complete student study that is 23 people (71,78%), and cycle III mastery learning increased significantly that is 29 person 90,62%) complete study.
Meningkatkan Kemampuan dalam Mengoperasionalkan Penjumlahan dan Pengurangan Menggunakan Metode Demontrasi Siswa Kelas II SDN No. 101/II Muara Bungo Kec. Pasar Muara Bungo Kabupaten Bungo Rosmiati Rosmiati
Jurnal Bidang Pendidikan Dasar Vol 2 No 1A (2018): April
Publisher : Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.028 KB) | DOI: 10.21067/jbpd.v2i1A.2348

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penggunaan metode demonstrasi dapat meningkatkan kemampuan mengoperasionalkan penjumlahan dan pengurangan pada siswa kelas II SDN No. 101/II Muara Bungo Kecamatan Pasar Muara Bungo Kabupaten Bungo. Penelitian tindakan kelas dilaksanakan dalam dua siklus dan setiap siklus melalui empat tahap yaitu merencanakan, melakukan tindakan, mengamati dan melakukan refleksi. Pada siklus I rata-rata hasil kemampuan siswa dalam mengoperasionalkan penjumlahan dan pengurangan menggunakan metode demonstrasi tergolong kurang dengan nilai rata-rata hasil tes 47,67 dan persentase nilai sebesar 48%. Pada siklus II, nilai rata-rata hasil tes sebesar 7,5 dan persentase nilai sebesar 75%. Berdasarkan hasil penelitian, maka pembelajaran operasi penjumlahan dan pengurangan menggunakan metode demonstrasi dapat meningkatkan kemampuan siswa. The purpose of this study is to determine whether the use of demonstration methods can improve the ability to operationalize the addition and subtraction of classroom students II SDN No. 101/II Muara Bungo Kecamatan Pasar Muara Bungo Kabupaten Bungo. Classroom action research is carried out in two cycles and each cycle through four stages of planning, action, observation and reflection. In the first cycle, the result of the students' ability in operationalizing the sum and subtraction using the demonstration method is less than the average score of 47.67 test result and the percentage value of 48%. In cycle II, the average score of the test result is 7.5 and the percentage value is 75%. Based on the results of the research, the learning of addition and reduction operations using demonstration methods can improve students' ability.
Pengaruh Metode Pembelajaran Type Talking Stick Terhadap Hasil Belajar IPA pada Siswa Kelas 4 Sekolah Dasar Meirza Nanda Faradita
Jurnal Bidang Pendidikan Dasar Vol 2 No 1A (2018): April
Publisher : Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.258 KB) | DOI: 10.21067/jbpd.v2i1A.2349

Abstract

Banyak siswa yang merasa takut dan malu untuk menjawab pertanyaan yang diberikan oleh pendidik pada mata pelajaran IPA dan siswa juga jarang atau hampir tidak pernah berusaha untuk mengungkapkan pendapat mereka. Hal ini terjadi karena metode pembelajaran yang digunakan biasanya adalah metode ceramah dan terkadang hal tersebut kurang sesuai dengan materi yang diajarkan. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh metode pembelajaran cooperative learning type talking stick terhadap hasil belajar IPA pada siswa kelas IV. Rancangan penelitian ini jenis eksperimen dengan type one group pretest – posttest design. populasi adalah seluruh siswa kelas IV sebanyak 30 siswa yang terdiri dari 15 orang siswa laki-laki dan 15 orang siswa perempuan. Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah dasar Taman Sidoarjo. Sampel pada penelitian ini diambil dengan teknik sampling jenuh sebanyak 30 responden. data dikumpulkan dengan instrument kuesioner dan dianalisa dengan uji one sampel t test. Hasil uji one sampel T test menunjukkan bahwa nilai ρ = 0,00 dari hasil pre dan post test berarti nilai ρ < α, dengan α = 0,05 maka hal ini menunjukkan terdapat perbedaan hasil belajar siswa dalam mengerjakan soal IPA sebelum dan setelah dilakukan metode talking stick. Berdasarkan nilai rata-rata kelompok menunjukkan data nilai rata-rata pada saat pre test sebesar 56,8, dan nilai rata-rata kelompok post test sebesar 71. Model pembelajaran cooperative dikembangkan untuk mencapai hasil belajar berupa prestasi akademik, toleransi, menerima keragaman, dan pengembangan keterampilan sosial. Lebih lanjut tujuan pokok pembelajaran kooperatif adalah untuk dapat memaksimalkan belajar siswa agar peningkatan prestasi akademik dan pemahaman tercapai dengan, baik secara individu maupun secara kelompok. Many students are afraid and embarrassed to answer questions provided by educators on science subjects and students also rarely or hardly ever attempt to express their opinions. This happens because the learning method used is usually a lecture method and sometimes it is less in accordance with the material being taught. The purpose of research to determine the influence of cooperative learning method type talking stick to the results of science learning in grade IV students. The design of this study type experiment with type one group pretest - posttest design. the population is all students of class IV of 30 students consisting of 15 male students and 15 female students. This research was conducted at Taman Sidoarjo elementary school. The sample in this research is taken with saturated sampling technique as many as 30 respondents. data were collected by questionnaire instrument and analyzed by one sample t test. The test result of one sample T test shows that the value of ρ = 0.00 of the pre and post test mean value ρ
Pengembangan Komik Pembelajaran pada Materi Bumi dan Alam Semesta untuk Siswa Sekolah Dasar Kelas VI di SDN Utama 2 Tarakan dan SDN 17 Tarakan Roby Zulkarnain Noer; Fadhlan Muchlas Abrori
Jurnal Bidang Pendidikan Dasar Vol 2 No 1A (2018): April
Publisher : Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.835 KB) | DOI: 10.21067/jbpd.v2i1A.2350

Abstract

Pemanfaatan media pembelajaran di dalam kelas selama proses pembelajaran pada kebanyakan sekolah di Indonesia umumnya kurang inovatif dan cenderung monoton. Monotonnya pengunaan media dalam proses pembelajaran menyebabkan siswa tidak mampu mengikuti pelajaran dengan maksimal sehingga pembelajaran menjadi tidak efektif dan efisien. Salah satu media pembelajaran yang efektif digunakan dalam kelas untuk membangkitkan motivasi dan minat siswa adalah media grafis terutama media komik pembelajaran. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas komik pembelajaran yang dikembangkan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan (research and development). Model pengambangan dalam penelitian dan pengembangan ini menggunakan modifikasi pengembangan perangkat Four-D Model. Berdasarkan hasil dan pembahasan di atas maka dapat disimpulkan: Kualitas komik pembelajaran ditinjau dari penilaian validasi dari ahli materi didapatkan hasil komik pembelajaran memiliki kriteria valid dengan presentase 90,3%. Penilaian validasi dari ahli media didapatkan hasil validasi komik pembelajaran memiliki kriteria valid dengan presentase 87,8%. Penilaian validasi ahli bahasa pada komik pembelajaran memiliki kriteria valid dengan presentase 96 %. Hasil uji coba lapang berdasarkan penilaian guru dan dan siswa didapatkan presentase pada guru sebesar 86% dan pada siswa sebesar 86.5% (valid). Generally, using of instructional media in the classroom during learning process in most schools in Indonesia is less innovative and monotonous. That problems it caused students can not followed the lesson maximally, therefore learning process becomes uneffective and unefficient. One of the effective learning media can be use in the class to increase motivation and interest of students is the graphic/visual media, for example is a comic. The purpose of this research is to find out of comic quality. This research approach is research development (R&D). The developing model in this research and development uses modification of Four-D Model. Based on the above result and discussion it can be concluded: The quality of learning comic review from the validation of the material experts obtained the result of the learning comic having valid criteria with 90.3%. Assessment validation from media expert got result of validation of comic learning have valid criterion with percentage 87,8%. Assessment of validation of linguists on learning comics has valid criteria with 96% percentage. The results of field trials based on the assessment of teachers and students obtained a percentage of teachers at 87.2% and at students of 86.5% (valid).
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make A Match Berbantuan Kartu Bergambar Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dhestha Hazilla Aliputri
Jurnal Bidang Pendidikan Dasar Vol 2 No 1A (2018): April
Publisher : Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.489 KB) | DOI: 10.21067/jbpd.v2i1A.2351

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pembelajaran menggunakan model Make A Match dengan media kartu bergambar. Subjek penelitian ini adalah kelas IV SD N Wulung 1 Kabupaten Blora. Penelitian ini menggunakan dua siklus masing-masing yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan studi dokumen pada kondisi awal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media kartu gambar dapat meningkatkan hasil belajar IPS tentang kegiatan ekonomi bagi siswa kelas IV SD N Wulung 1 Blora. Dalam kondisi awal hanya mencapai 51%, maka pada siklus pertama meningkat menjadi 90% dan pada siklus II meningkat menjadi 94%. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan bagi guru sosial untuk mencoba menggunakan model Make A Match dengan media kartu gambar di kelas IV sampai meningkatkan hasil belajar siswa. The aim of this study is to describe learning using models Make A Match with pictures card media. Subject of this study is class of IV SD N Wulung 1 Blora. This study uses two each cycle consisting of planning, implementation, observation and reflection. Data collection techniques using studies documens. The results show that the use of pictures cards media can improve social learning outcomes about economy activities for students of class IV SD N Wulung 1 Blora. In the initial classical learning reaches only 51%, then on the first cycle increased to 90% Based on the results of this study,and on two cycle increased from 90% to 94% it is advisable for social teachers to try to use models Make A Match with pictures cards media in class of IV to improve student learning outcomes
Perbedaan Hasil Belajar IPS Antara Model Pembelajaran Konvensional Berbantuan Media Gambar dengan Model Pembelajaran Talking Stick Berbantuan Media Power Point di Kelas III SDN Turirejo 02 Lawang Malang Tahun Ajaran 2015/2016 Linda Yulianti; Dyah Tri Wahyuningtyas
Jurnal Bidang Pendidikan Dasar Vol 2 No 1A (2018): April
Publisher : Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.623 KB) | DOI: 10.21067/jbpd.v2i1A.2352

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar ips antara model pembelajaran konvensional berbantuan media gambar dengan model pembelajaran talking stick berbantuan media power point di Kelas III SDN Turirejo 02 Lawang Malang Tahun Ajaran 2015/2016. Jenis penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode comparasi eksperimen. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa Kelas III SDN Turirejo 02 Lawang Malang Tahun Ajaran 2015/2016 sebanyak 62 siswa dengan rincian kelas IIIA sebanyak 31 siswa sebagai kelas eksperimen dan kelas IIIB sebanyak 31 siswa sebagai kelas kontrol. Teknik pengambilan data melalui dokumentasi berupa nilai pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai t sebesar -5.509 untuk kelompok kontrol dan kelompok eksperimen memiliki signifikan sebesari 0.000 yang berarti lebih kecil dari signifikan 0,05. Berdasarkan hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan antara model pembelajaran konvensional berbantuan media gambar dengan model pembelajaran talking stick berbantuan media power point terhadap hasil belajar. This study aims to determine differences in learning outcomes of ips between conventional learning model assisted media images with the learning model of talking stick assisted media power point in Class III SDN Turirejo 02 Lawang Malang School Year 2015/2016. This research uses quantitative approach with experimental comparation method. The sample in this study is the students of Class III SDN Turirejo 02 Lawang Malang School Year 2015/2016 as many as 62 students with class IIIA details as many as 31 students as experimental class and class IIIB as many 31 students as control class. Technique of taking data through documentation in the form of pretest and posttest value. The results showed that the t value of -5.509 for the control group and the experimental group had significant sebesari 0.000 which means smaller than significant 0.05. Based on the results of the above research can be concluded that there is a difference between conventional learning model assisted image media with the learning model of talk stick powered media point aid to learning outcomes.
Pengaruh Model Talking Stick terhadap Hasil Belajar IPS Siswa SD Oktaviastuti Awalia Fajrin
Jurnal Bidang Pendidikan Dasar Vol 2 No 1A (2018): April
Publisher : Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.946 KB) | DOI: 10.21067/jbpd.v2i1A.2353

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar IPS siswa Sekolah Dasar. Model Talking Stick dapat melatih peserta didik untuk berpikir kritis, mengajarkan peserta didik untuk memahami materi pelajaran dengan cepat, melatih siswa agar giat belajar, melatih siswa untuk bertanya dan mengungkapkan pendapat. Selain itu dengan menggunakan model Talking Stick pembelajaran menjadi lebih menyenangkan, sehingga hasil belajar peserta didik terutama pada mata pelajaran IPS menjadi optimal atau meningkat. Penelitian ini menggunakan metode studi dokumen atas hasil penelitian sebelumnya atau disebut dengan metaanalisis. Penelususran data dilakukan melalui Google Cendekia dan diperoleh 10 jurnal terpublikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan model pembelajaran Talking Stick efektif untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik khususnya pada siswa Sekolah Dasar. Hasil belajar pada mata pelajaran IPS dengan menggunakan model Talking Stick mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional. Jika dengan model Talking Stick masih kurang meningkatkan hasil belajar peserta didik, maka solusi yang lain adalah guru dapat menyesuaikan model pembelajaran yang ada dengan kondisi dan kebutuhan peserta didik. This study aims to determine the increase in learning outcomes of primary school students. The Talking Stick model can train learners to think critically, teach students to understand the subject matter quickly, train students to study hard, train students to ask questions and express opinions. In addition, by using the Talking Stick model of learning becomes more fun, so the learning outcomes of learners, especially on IPS subjects to be optimal or increased. Is the Talking Stick model effective for improving learners' learning outcomes on social studies subjects? This research used document study method of previous research result or called metaanalysis. Data search is done through Google Scholar and obtained 10 published journals. The results showed that by using Talking Stick learning model is effective to improve learning outcomes of students especially in elementary school students. The learning outcomes in IPS subjects using the Talking Stick model have improved when compared with conventional learning models. If the Talking Stick model is still less improve the learners' learning outcomes, then the other solution is the teacher can adjust the existing learning model to the conditions and needs of learners.
IMPLEMENTASI RESEARCH BASED LEARNING- RBL PADA MATA KULIAH MEDIA PEMBELAJARAN: PENELITIAN KELAS PADA MAHASISWA CALON GURU SD Ratna Hidayah
Jurnal Bidang Pendidikan Dasar Vol 2 No 2 (2018): June
Publisher : Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.159 KB) | DOI: 10.21067/jbpd.v2i2.2307

Abstract

The content of the Learning Media courses in continuous progression PGSD based on the results of the learning media development research. RBL is relevant for implementations on the learning Media. This research was to describe the characteristics of the media learning courses PGSD and implementation of RBL on learning. This research is Classroom Research study carried out on the subjects of Media in Learning FKIP UNS Kebumen PGSD Prodi with a total of 106 students. The technique of data collection in this study; observation and interview. Data analysis includes; collection, presentation, reduction and conclusion. The results illustrate that the course aims to equip students learning media PGSD in the use and development of learning media in elementary school. The implementation of RBL on the subjects of Media Study can be executed two cycles; 1) students analyse the media learning and learning media needs, 2) students develop the learning media.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN POP-UP BOOK PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS III SDN 3 JUNJUNG KECAMATAN SUYMBERGEMPOL KABUPATEN TULUNGAGUNG Evi Khoiriyah; Eka Yuliana Sari
Jurnal Bidang Pendidikan Dasar Vol 2 No 2 (2018): June
Publisher : Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.9 KB) | DOI: 10.21067/jbpd.v2i2.2495

Abstract

Learning media is the most important thing in achieving the learning objectives. But in fact the media is very rarely used in learning in the classroom. Learning in the classroom also seems monotonous because it often only utilizes images as learning media. This causes students to feel bored and lead to ineffective learning. To arouse the spirit and motivation of students in following the learning in the classroom, need a media with a fun innovation and cultivate students' curiosity is by using Pop-Up Book media. the purpose of this study is to determine the level of eligibility, stability and effectiveness of the use of Pop-Up Book media. The type of research used is research and development (R & D) with development procedures according to Sugiyono. The results showed that the level of product feasibility by material experts and media experts included in the category valid and feasible to use but needs to be revised. From the results of media tersembapan data show the results of learning media Pop-Up Book valid and feasible applied to science learning. The level of media effectiveness also shows that the students as a whole complete in the learning by looking at the average student score above the KKM that is equal to 95.3.

Page 4 of 20 | Total Record : 196