cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL PENDIDIKAN DAN KEPENGAWASAN
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 32 Documents
HUBUNGAN PERSEPSI GURU TENTANG PERILAKU KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL KEPALA SEKOLAH DAN IKLIM KOMUNIKASI DENGAN KINERJA GURU SD NEGERI DI KECAMATAN BINJAI TIMUR KOTA BINJAI Wahyudi, M. Dian
JURNAL PENDIDIKAN DAN KEPENGAWASAN Vol 2, No 1: APRIL 2015
Publisher : JURNAL PENDIDIKAN DAN KEPENGAWASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) hubungan persepsi guru terhadap perilaku kepemimpinan transformasional kepala sekolah dengan kinerja guru; (2) hubungan komunikasi iklim dengan kinerja guru; dan (3) hubungan persepsi guru terhadap perilaku kepemimpinan transformasional kepala sekolah dan komunikasi iklim dengan kinerja guru. Subyek adalah Sekolah Dasar di Kabupaten Binjai Timur dengan ukuran sampel 60 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara proportional stratified random sampling. Metode penelitian deskriptif yang bertujuan untuk memperoleh informasi tentang gejala dalam penelitian. Sebelum penelitian dilakukan sebelum instrumen penelitian diuji, dilanjutkan dengan pengujian validitas dan uji reliabilitas. Kuesioner instrumen kinerja guru diperoleh 56 item yang valid dari 60 item kuisioner yang diuji, dan memiliki reliabilitas 0,946. Persepsi guru instrumen kuesioner tentang perilaku kepemimpinan transformasional kepala sekolah yang sah memperoleh 33 poin dari 39 item kuesioner yang diuji, dan koefisien reliabilitas 0,919. Instrumen kuesioner iklim komunikasi diperoleh 30 item yang valid dari 34 item kuesioner yang diuji, dan koefisien reliabilitas sebesar 0,924. Berdasarkan pengujian hipotesis dapat disimpulkan: (1) terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi kepemimpinan perilaku kepemimpinan transformasional dengan prinsip kinerja guru ry1.2 = 0,514> rtabel = 0,254 dan t hitung = 4,526> ttabel = 1,67; (2) terdapat hubungan komunikasi komunikasi kinerja guru yang signifikan ry2.1 = 0,316> rtabel = 0,2454 dan t hitung = 2,517> ttabel = 1,67; dan (3) ada hubungan persepsi guru hubungan yang signifikan antara perilaku kepemimpinan transformasional kepala sekolah dan komunikasi iklim dengan kinerja guru oleh Ry (12) = 0,674> rtabel = 0,24 dan Fhitung = 23,780> Ftabel = 3,23. Hasilnya diperoleh persepsi guru tentang perilaku kepemimpinan transformasional transformasional dan iklim komunikasi bersama-sama menyumbang 45,5% kinerja guru, dan keadaan lainnya ditentukan.Kata Kunci: hubungan persepsi guru tentang perilaku kepemimpinan transformasionalkepala sekolah, iklim komunikasi, kinerja guru
PENINGKATAN KEMAMPUAN GURU TEKNIK SEPEDA MOTOR DALAM MEMBUAT DAN MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIMEDIA MELALUI TEKNIK TUTOR SEBAYA DI SMK N 2 MEDAN Prayuda, Roman; Purba, Sukarman; Matondang, Zulkifli
JURNAL PENDIDIKAN DAN KEPENGAWASAN Vol 3, No 2: OKTOBER 2016
Publisher : JURNAL PENDIDIKAN DAN KEPENGAWASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru teknik sepeda motor dalam membuat dan menggunakan media pembelajaran berbasis multimedia melalui teknik tutor sebaya di SMK N 2 Medan, Sumatera Utara. Waktu penelitian ini berlangsung secara bertahap dari Februari 2016 sampai dengan Mei 2016.Subjek dalam penelitian ini adalah guru bidang studi teknik sepeda motor pada SMK N 2 Medan. Desain penelitian ini adalah perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi yang terikat dengan langkah-langkah teknik tutor sebaya. Aspek yang dijadikan penilaian dalam penelitian ini adalah (1) pelaksanaan tutor sebaya yang di lakukan oleh pengawas (2) kemampuan guru dalam membuat dan menggunakan media pembelajaran Ms. Powerpoint (3) kemampuan guru dalam membuat dan menggunakan media pembelajaran Movie Maker (4) kemampuan guru dalam membuat dan menggunakan media pembelajaran web blog. Hasil pelaksanaan siklus 1 pertama adalah pengawas mempunyai keinginan yang baik dalam upaya meningkatkan kemampuan guru, kedua kemampuan guru perlu ditingkatkan lagi dengan pemberian materi lansung praktek, pemberian waktu yang cukup untuk guru melaksanakan tugas yang diberikan dan secara umum guru masih kurang mampu membuat dan menggunakan media pembelajaran berbasis multimedia. Siklus 2 pengawas memfokuskan pada pemilihan materi sederhana, perbaikan media yang telah dibuat pada silkus 1. Siklus satu ke siklus dua ada peningkatan yaitu pada pelaksanaan tutor sebaya oleh pengawas meningkat 4,58 % ; kemampuan guru membuat dan menggunakan media pembelajaran Ms. Power point meningkat 22,13% ; Kemampuan guru membuat dan menggunakan media pembelajaranWs. Movie maker meningkat 28,70% ; kemampuan guru membuat dan menggunakan media pembelajaran web blog meningkat 20,37%. Berdasarkan hasil penelitian, kesimpulan dalam penelitian tindakan ini yaitu kemampuan guru teknik sepeda motor dalam membuat dan menggunakan media pembelajaran berbasis multimedia dapat ditingkatkan melalui teknik tutor sebaya.Kata kunci : Kemampuan Guru, Media Pembalajaran Berbasis Multimedia, TeknikTutor Sebaya
PENERAPAN SUPERVISI AKADEMIK TEKNIK PELATIHAN GROW ME UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU BAHASA INGGRIS MENERAPKAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD Amir, M.; Siburian, Paningkat; Sibue, Abdul Muin
JURNAL PENDIDIKAN DAN KEPENGAWASAN Vol 2, No 2: OKTOBER 2015
Publisher : JURNAL PENDIDIKAN DAN KEPENGAWASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah supervisi akademik teknik pelatihan GROW ME dapat meningkatkan kemampuan guru dalam menerapakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Subjek penelitian ini terdiri dari delapan orang guru bahasa Inggris yang mengajar di Kelas X. Penelitian ini dilakukan dalam bentuk penelitian tindakan sekolah. Enam langkah GROW ME (Goal, Reality, Option, What next/will, Monitoring, Evaluation) digunakan pada setiap tindakan pada setiap siklus. Hasil Peneltian ini menunjukan bahwa rata-rata kemampuan guru meningkat pada setiap siklus. pada siklus pertama dalam membuat RPP model pembelajaran kooperatif tipe STAD adalah 80,10%, pada siklus pertama kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD adalah 74,53%. Sementara itu pada siklus kedua kemampuan guru menunjukan peningkatan setelah cara melaksanakan tindakan pada siklus sebelumnya direvisi pada siklus kedua. Rata-rata kemampuan guru dalam membuat RPP model pembelajaran kooperatif tipe STAD adalah 86, 46%, kemampuan guru dalam menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD adalah 86, 84%. Kesimpulan penelitian ini adalah penerapan supervisi akademik teknik pelatihan GROW ME dapat meningkatkan kemampuan guru bahasa Inggris dalam menerapakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD di Kabupaten Tebo. 
PERANAN PENGAWAS SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PENGELOLAAN SEKOLAH Abunifah, Abunifah
JURNAL PENDIDIKAN DAN KEPENGAWASAN Vol 2, No 1: APRIL 2015
Publisher : JURNAL PENDIDIKAN DAN KEPENGAWASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan studi ini adalah untuk melihat gambaran tentang implementasi peranan pengawas sekolah dalam meningkatkan mutu pengelolaan sekolah dengaan kasus sekolah menengah. Studi yang dilakukan di Kabupaten Gayo Lues ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif analisis, survey dan wawancana. Subyek penelitian adalah pengawas sekolah, kepala sekolah, dan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengawas sekolah memiliki peranan strategis dalam meningkatkan mutu penyelenggaraan sekolah, terutama sekolah menengah. Sekurang-kurangnya terdapat 6 peranan yang dapat diimplementasi pengawas sekolah dalam membina sekolah, yaitu melalui (1) implementasi supervisi manajerial oleh pengawas sekolah dalam manajemen kurikulum dan pembelajaran; (2) implementasi supervisi manajerial oleh pengawas sekolah dalam manajemen kesiswaan; (3) implementasi supervisi manajerial oleh pengawas sekolah dalam manajemen sarana dan prasarana; (4) implementasi supervisi manajerial oleh pengawas sekolah dalam manajemen ketenagaan; (5) implementasi supervisi manajerial oleh pengawas sekolah dalam manajemen keuangan; (6) implementasi supervisi manajerial oleh pengawas sekolah dalam manajemen hubungan sekolah dengan masyarakat; (7) implementasi supervisi manajerial oleh pengawas sekolah dalam manajemen layanan khusus.Kata Kunci: peranan, pengawas sekolah, mutu pengelolaan sekolah.
PENINGKATAN KREATIVITAS GURU BIOLOGI DALAM MEMBUAT MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS LINGKUNGAN MELALUI SUPERVISI MODEL SESI DI SMA NEGERI BATURAJA, KABUPATEN OKU, SUMATERA SELATAN Usman, Usman
JURNAL PENDIDIKAN DAN KEPENGAWASAN Vol 1, No 2: OKTOBER 2014
Publisher : JURNAL PENDIDIKAN DAN KEPENGAWASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas guru Biologi dalam membuat media pembelajaran berbasis lingkungan melalui supervisi Model “Sharing of Experience and Sharing of Idea di Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Propinsi Sumatera Selatan. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu yang meliputi SMA Negeri 3 OKU, SMA Negeri 4 OKU dan SMA Negeri 5 OKU. Subyek dalam penelitian iniadalah tujuh (7) orang guru sesuai dengan mata pelajaran IPA bidang studi Biologi dan satu orang pengawas dinas pendidikan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU). Waktu Penelitian ini dilaksanakan selama 3 bulan yaitu mulai bulan Desember 2013 sampai dengan Februari 2014. Hasil analisis dan simpulan yang telah dilakukan, maka diperoleh nilai rata-rata pretest mengenai kreativitas guru dalam merancang/mendesain dan membuat media pembelajaran berbasis lingkungan sebelum dilakukannya supervisi menggunakan model SESI diperoleh 0% (tidak ada guru) yang memiliki kreativitas dalam merancang/mendesain dan membuat media pembelajaran berbasis lingkungan. Hasil posttest setelah dilaksanakan kegiatan supervisi menggunakan model Sharing of Experience and Sharing of Idea (SESI) di akhir siklus I dan siklus II, diperoleh sebesar 100% (7 orang guru) yang sudah memiliki kreativitas dalam merancang/mendesain dan membuat media pembelajaran berbasis lingkungan serta 0% (tidak ada guru) yang tidak memiliki kreativitas dalam merancang/mendesain dan membuat media pembelajaran berbasis lingkungan. Dengan demikian penggunaan supervisi kelompok model Sharing of Experience and Sharing of Idea (SESI) dapat meningkatkan kreativitas guru dalam membuat media pembelajaran berbasis lingkungan di SMA Negeri Baturaja, Kabupaten OKU, Sumatera Selatan yang dibuktikan dengan adanya peningkatan dari siklus I ke siklus II, yaitu sebesar 100%.Kata Kunci : Kreativitas, Media Pembelajaran Berbasis Lingkungan, Supervisi, SESI
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN STANDAR KUALIFIKASI DAN KOMPETENSI KEPALA SMK NEGERI DI KABUPATEN ACEH SELATAN Yusnadi, Yusnadi; Purba, Saut; Hasibuan, Habibullah
JURNAL PENDIDIKAN DAN KEPENGAWASAN Vol 3, No 2: OKTOBER 2016
Publisher : JURNAL PENDIDIKAN DAN KEPENGAWASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi kebijakan standar kualifikasi dan kompetensi kepala SMK Negeri di Kabupaten Aceh Selatan, melalui (1) mendeskripsikan faktor komunikasi dalam implementasi kebijakan standar kualifikasi dan kompetensi kepala SMK Negeri di Kabupaten Aceh Selatan, (2) mendeskripsikan faktor sumberdaya dalam implementasi kebijakan standar kualifikasi dan kompetensi kepala SMK Negeri di Kabupaten Aceh Selatan, (3) mendeskripsikan faktor disposisi dalam implementasi kebijakan standar kualifikasi dan kompetensi kepala SMK Negeri di Kabupaten Aceh Selatan, (4) mendeskripsikan faktor struktur birokrasi dalam implementasi kebijakan standar kualifikasi dan kompetensi kepala SMK Negeri di Kabupaten Aceh Selatan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Selatan, Kabid Dikmen, Korwas, Pengawas SMK, dan Kepala SMK Negeri di Kabupaten Aceh Selatan. Dalam mengumpulkan data peneliti menggunakan teknikwawancara, observasi dan studi dokumentasi. Untuk teknik analisa data menggunakan analisa kualitatif yang mengacu kepada pendapat Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor komunikasi, sumberdaya, disposisi, dan struktur birokrasi mempengaruhi implementasi kebijakan standar kualifikasi dan kompetensi kepala SMK Negeri di Kabupaten Aceh Selatan. Pada faktor komunikasi, pelaksanaan kebijakan standar kualifikasi dan kompetensi kepala SMK Negeri di Kabupaten Aceh Selatan belum melaksanakan sosialisasi secara khusus tentang kebijakan standar kualifikasi dan kompetensi kepala SMK Negeri di Kabupaten Aceh Selatan. Untuk faktor sumberdaya, disposisi, dan struktur birokrasi dalam pelaksanaan kebijakan standar kualifikasi dan kompetensi kepala SMK Negeri di Kabupaten Aceh Selatan sudah terlaksana. Penelitian merekomendasikan hal-hal sebagai berikut: (1) Dinas Pendidikan dapat lebih meningkatkan intensitas kegiatan, pelatihan, workshop, dan seminar sosialisasi yang fokus pada kebijakan standar kualifikasi dan kompetensi kepala SMK secara berkesinambungan, serta memberikan reward dan punishment,(2) Dinas Pendidikan sebagai pelaksana kebijakan dapat meningkatkan kompetensi dan menjaga komitmen dijajarannya dalam menjalankan kebijakan regulasi yang sudah ditetapkan, serta melakukan program pemetaan kualifikasi dan kompetensi kepala SMK, (3) Korwasagar melakukan pembinaan bagi seluruh pengawas SMK untuk menjalankan fungsi kepengawasan dalam melakukan monitoring dan evaluasi yang ketat terhadap sasaran kebijakan sehingga dapat diperoleh sosok kepala sekolah yang profesional, (4) Kepala sekolah dituntut untuk bekerja secara profesional dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai kepala sekolah.Kata Kunci : Implementasi Kebijakan, Standar Kualifikasi dan Kompetensi KepalaSMK.
MODEL SUPERVISI PENGEMBANGAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU MENYUSUN PROPOSAL PTK DI SMK Ginting, Siti Anggraini; Ambarita, Biner; Siburian, Paningkat
JURNAL PENDIDIKAN DAN KEPENGAWASAN Vol 2, No 2: OKTOBER 2015
Publisher : JURNAL PENDIDIKAN DAN KEPENGAWASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: untuk mengetahui peningkatan kemampuan guru matematika menyusun proposal PTK melalui penerapan model supervisi pengembangan di SMK Negeri 1 Merdeka Kabupaten Karo. Subjek penelitian ini adalah guru–gurupadaSMK Negeri 1Merdeka Kabupaten Karo berjumlah 10 orang guru dengan kriteria guru mata pelajaran Matematika. Subjek ditentukan dengan cara purposive. Instrumen penelitian untuk mengetahui kemampuan guru menyusun proposal PTK digunakan pedoman wawancara dan daftar cocok. Sedangkan untuk mengamati kegiatan model supervisi pengembangan untuk meningkatkan kemampuan guru menyusun proposal PTK digunakan lembar observasi. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan sekolah dengan dua siklus.Hasil penelitian adalah penilaian kemampuan guru Matematika menyusun proposal PTK setelah dilakukan model supervisi pengembangan pada siklus I tergolong dalam kategori kurang dengan nilai 64,4 dan pada siklus II tergolong dalam kategori baik dengan nilai 86,4. Berdasarkan hasil analisis data disimpulkan bahwa penerapan model supervisi pengembangan dapat meningkatkan kemampuan guru matematika menyusun proposal PTK di SMK Negeri 1 Merdeka Kabupaten Karo.
MODEL KETULUSAN (ALTRUISTIC) BIDAN DALAM MEMBERIKAN PELAYANAN Sakti Tanjung, Rani Darma
JURNAL PENDIDIKAN DAN KEPENGAWASAN Vol 2, No 1: APRIL 2015
Publisher : JURNAL PENDIDIKAN DAN KEPENGAWASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakAltruistik (ketulusan) merupakan sikap dan perilaku yang senantiasa dituntut dari setiap bidan dalam melakukan pelayanan profesinya. Ketulusan bidan dalam memberikan pelayanan terlihat dari adanya dorongan perasaan rela untuk membantu orang lain dengan mengutamakan kepentingan orang lain (ibu dan anak, keluarga dan masyarakat) melampaui kepentingan dirinya sendiri. Indikasi ketulusan tersebut terlihat dari kemauan untuk berkorban (menanggung resiko), menolong tanpa pamrih, berempati, menolong tanpa paksaan, menerima dan memberi kritik. Model ketulusan bidan dalam memberikan pelayanan. Model ketulusan tersebut bermula dari adanya permasalahan persalinan, kesehatan ibu, anak dan keluarga. Bidan memastikan adanya permasalahan yang memerlukan pertolongan. Berdasarkan kompetensi dan kode etik selanjutnya muncul tanggungjawab moral dan tanggungjawab profesi. Dengan mempertimbangkan kebutuhan sumber daya pendukung yang dimiliki dan ketersediaan dana, maka bidan membuat keputusan untuk memberikan pertolongan. Dalam proses pemberian pertolongan, perilaku tulus terlihat dari senyum bidan, rela berkorban, tanpa pamrih, berempati dan melakukan pertolongan tanpa paksaan. Pasca pemberian pertolongan, bidan merasakan adanya kepuasan melayani, dan pada gilirannya perilaku ketulusan bidan dapat di rasakan, dialami dan diamati oleh ibu, anak, keluarga dan masyarakat.Kata Kunci: ketulusan, bidan, pelayanan, ibu, anak.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU BAHASA INDONESIA MERENCANAKAN PEMBELAJARAN MELALUI SUPERVISI AKADEMIK DENGAN TEKNIK PELATIHAN ON-THE-JOB TRAINING Samosir, Dermi
JURNAL PENDIDIKAN DAN KEPENGAWASAN Vol 1, No 2: OKTOBER 2014
Publisher : JURNAL PENDIDIKAN DAN KEPENGAWASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah supervisi akademik dengan teknik pelatihan on-the-job training dapat meningkatkan kemampuan guru bahasa Indonesia merencanakan pembelajaran di SMK Kabupaten Karo. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen telaah silabus dan instrumen telaah RPP. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil sebagai berikut: (1) Prasiklus, data menunjukkan bahwa kemampuan guru menyusun silabus 33,33% dalam kategori cukup baik dan dan 66,66% guru kategori kurang baik. Kemampuan guru menyusun RPP, 73% guru cukup baik dan 27% guru kategori kurang baik. (2) Siklus pertama kemampuan menyusun silabus 100% guru memiliki skor cukup baik, skor penilaian RPP 13,33% guru memiliki skor kategori baik, 86,67% atau 26 guru memiliki skor cukup baik. (3) Siklus kedua, kemampuanmenyusun silabus 100% atau 30 orang guru memiliki skor kategori baik, kemampuan menyusun RPP 80% guru atau 24 guru memiliki skor kategori baik dan 20% guru atau 4 orang guru memiliki skor kategori cukup baik. Penelitian ini menemukan bahwa melalui supervisi akademik teknik on-the-job training dapat meningkatkan kemampuan guru merencanakan pembelajaran.Kata Kunci: Perencanaan Pembelajaran, Supervisi Akademik On-The-Job Training
EFEKTIVITAS PELAKSANAAN SUPERVISI AKADEMIK PENGAWAS SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) NEGERI DI TAKENGON KABUPATEN ACEH TENGAH Sastra, Gusti Maldy; Darwin, Darwin; Purba, Sukarma
JURNAL PENDIDIKAN DAN KEPENGAWASAN Vol 2, No 2: OKTOBER 2015
Publisher : JURNAL PENDIDIKAN DAN KEPENGAWASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pelaksanaan supervisi akademik oleh pengawas sekolah bidang studi geografi takengon pada guru SMAN di Takengon Kabupaten Aceh Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode-metode penelitian kualitatif dan data dikumpuli dengan wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Dalam temuan penelitian pada pelaksanaan supervisi akademik oleh pengawas sekolah, input yang didapatkan dari instrumen observasi yang diisi oleh empat guru sebagai responden penelitian, diketahui pelaksanaan pembelajaran pada umumnya sudah dalam kategori baik. Proses supervisi akademik dimulai dari kunjungan individual model kunjungan kelas merupakan teknik pembinaan guru oleh pengawas sekolah untuk mengamati proses pembelajaran di kelas. Hasil dapat dilihat dari bukti fisik yaitu daftar penilaian siswa yang memuaskan. Hasil yang diperoleh tidak terlepas dari peran serta pengawas sekolah dalam membantu guru guna pencapaian tujuan pembelajaran. Disimpulkan bahwa efektivitas pelaksanaan supervisi akademik oleh pengawas sekolah terdapat kesesuaian antara teori dengan temuan penelitian yang didapatkan di lapangan. 

Page 3 of 4 | Total Record : 32