cover
Contact Name
Andi Suwirta
Contact Email
aspensi@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
atikan.jurnal@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
ATIKAN
Published by Minda Masagi Press
ISSN : 20881290     EISSN : -     DOI : -
This journal, with ISSN 2088-1290, was firstly published on June 1, 2011, in the context to commemorate the Birthday of Pancasila's Name in Indonesia. Since issue of June 2012 to December 2014, the ATIKAN journal was organized by the Lecturers of FKIP UNSUR (Faculty of Education and Teacher Training, Suryakancana University) in Cianjur; and, since issue of December 2014 to June 2015, by the Lecturers of FPOK UPI (Faculty of Sport and Health Education, Indonesia University of Education) in Bandung; and published by Minda Masagi Press as a publisher owned by ASPENSI (the Association of Indonesian Scholars of History Education) in Bandung, West Java, Indonesia. The articles published in ATIKAN journal are able to be written in English as well as in Indonesian and Malay languages. This journal is published twice a year i.e. every June and December. The ATIKAN journal is devoted, but not limited to, primary education, secondary education, higher education, teacher education, special education, adult education, non-formal education, and any new development and advancement in the field of education. The scope of our journal includes: (1) Language and literature education; (2) Social science education; (3) Sports and health education; (4) Economy and business education; (5) Math and natural science education; (6) Vocational and engineering education; and (7) Visual arts, dance, music, and design education.
Arjuna Subject : -
Articles 87 Documents
Pembelajaran Geometri Lingkaran dengan Metode Konvensional dan Pengaruhnya pada Siswa Budiman, Hedi
ATIKAN Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : ASPENSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (823.964 KB)

Abstract

IKHTISAR: Pembelajaran dengan metode konvensional merupakan pembelajaran yang umum dilakukan di sekolah-sekolah di Indonesia, mulai dari tingkat SD (Sekolah Dasar), SMP (Sekolah Menengah Pertama), hingga SMA (Sekolah Menengah Atas). Sementara itu, salah satu harapan yang ingin dicapai dalam pembelajaran Matematika di SMP adalah dimilikinya kemampuan berpikir matematis, khususnya berpikir matematis tingkat tinggi. Kemampuan ini sangat diperlukan oleh para siswa, terkait dengan kebutuhan siswa untuk memecahkan masalah yang dihadapinya dalam kehidupan sehari-hari. Memang diakui bahwa pembelajaran Geometri Lingkaran merupakan salah satu materi yang dianggap sulit oleh sebagian besar siswa SMP. Kesulitan siswa ini dapat berdampak pada sikap mereka terhadap pelajaran Matematika dan munculnya kecemasan Matematika. Sikap Matematika siswa, baik yang positif atau negatif, dapat berpengaruh pada tinggi-rendahnya tingkat kecemasan Matematika. Pengukuran tingkat kecemasan secara psikologis, fisiologis, dan sosial dilakukan untuk mengetahui bagaimana respon siswa selama pembelajaran berlangsung. Selain itu juga, faktor kemandirian siswa dianalisis pengaruhnya pada sikap Matematika dan kecemasan Matematika siswa.KATA KUNCI: Pembelajaran konvensional, Geometri, sikap matematik, kecemasan matematika, siswa sekolah menengah, dan kemandirian siswa.ABSTRACT: “Learning the Circles Geometry with Conventional Methods and its Influence on Students”. The conventional learning was a common learning method in Indonesian schools, in elementary, junior high, and senior high schools. Meantime, one of the hopes to achieve in learning of Mathematics in Junior High School is its ability to think mathematically, in particular high-level mathematical thinking. This capability is required by the students, related to the need of students to solve problems encountered in everyday life. It is recognized that for Junior High School students, learning the circle geometry was considered a difficult subject to be understood well. The students with difficulty understanding should be influence on the student’s attitude and anxiety toward Mathematics. Positive and negative response in mathematical attitude from student had correlation on mathematics anxiety levels. Measuring the level of anxiety in psychological, physiological, and social responses were conducted to determine how the students response during learning in the classroom. In addition, factor of self-regulated students has been studied to analyze an influence on the mathematical attitude and mathematics anxiety of students.KEY WORD: Conventional teaching-learning, Geometry, mathematical attitude, mathematics anxiety, junior high school’s students, and self-regulated students.About the Author: Hedi Budiman, M.M., M.Pd. adalah Dosen di Jurusan Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNSUR (Universitas Suryakancana) di Cianjur, Jawa Barat, Indonesia. Penulis dapat dihubungi dengan alamat emel: hbudiman2011@gmail.comHow to cite this article? Budiman, Hedi. (2014). “Pembelajaran Geometri Lingkaran dengan Metode Konvensional dan Pengaruhnya pada Siswa” in ATIKAN: Jurnal Kajian Pendidikan, Vol. 4(1) June, pp.61-72. Bandung, Indonesia: Minda Masagi Press and UNSUR Cianjur, ISSN 2088-1290. Chronicle of the article: Accepted (May 8, 2014); Revised (May 25, 2014); and Published (June 29, 2014).
Contents and Foreword of the ATIKAN Journal, Issue of December 2015 ATIKAN Journal, Editor
ATIKAN Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : ASPENSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ATIKAN journal will provide a peer-reviewed forum for the publication of thought-leadership articles, briefings, discussion, applied research, case and comparative studies, expert comment and analysis on the key issues surrounding the educational studies in general and its various aspects. Analysis will be practical and rigorous in nature. The ATIKAN journal, with ISSN ISSN 2088-1290, was firstly published on June 1, 2011, in the context to commemorate the Birth of Pancasila (Five Basic Principles of the Republic of Indonesia)’ s name in Indonesia. Since issue of June 2011 to date, the ATIKAN journal has been organized and published by Minda Masagi Press, as a publisher owned by ASPENSI (the Association of Indonesian Scholars of History Education) in Bandung, West Java, Indonesia. The ATIKAN journal is published twice a year, i.e. every June and December. Bandung, Indonesia: December 30, 2015.Prof. Dr. Haji Endang KomaraSecretary of ASPENSIs Expert Board in Bandung, West Java, Indonesia. 
Arif Budiman dalam Pendidikan Bahasa Melayu di Singapura: Merungkai Konsep dan Pengertian Sosialnya Alwee, Azhar Ibrahim
ATIKAN Vol 1, No 2 (2011)
Publisher : ASPENSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.276 KB)

Abstract

ABSTRAK: “Arif Budiman” adalah konsep yang berkenaan dengan menyemai dan membangun manusia Melayu Baru, menerusi pendidikan, yang memiliki ciri-ciri progresif sesuai dengan keperluaan masyarakat Melayu Singapura. Sebagai suatu gagasan idealisme, Arif Budiman adalah gabungan dua perkataan yang sememangnya sarat dengan makna dan tuntutan. “Arif” membawa erti sifat, sikap, dan ciri yang berhemah, didukungi oleh pemikiran yang berhikmah, teguh akalnya, ada kesantunan waktu berhujah, cerdas dan bijaksana, serta berimbang jalan pemikiran pada diri seseorang itu. Manakala “Budiman” adalah sifat seorang yang teguh akal budinya, berilmu pada kadar dan keperluan hidupnya, sensitif dan prihatin akan linkungannya, serta sedia berjasa dan berbakti pada masyarakat di sekelilingnya. Kertas kerja ini cuba menghuraikan dan mengenalpasti takrifan dan ciri-ciri umum daripada manusia Arif Budiman, dengan pelbagai peluang dan cabarannya dalam konteks pembangunan manusia Melayu Baru. Sepuluh garis besar yang mencirikan manusia Arif Budiman ini mungkin bersifat umum, tetapi ianya dirasakan boleh diterjemah dalam bentuk yang lebih konkrit; dan proporsi ciri-ciri ini bukanlah sesuatu yang tetap serta kepentingannya boleh diukurkan berdasarkan hierarki penilaian yang kita buat berikutnya. Sememangnya, kesedaran merancang dan membina manusia baru menerusi Arif Budiman adalah wajar, sudah sampai waktu, tanpa harus kita berlengah lagi. Hanya dengan kesedaran yang jitu ini dapat kita bangunkan dalam diri manusia Arif Budiman, insan yang memiliki idea kecemerlangan yang utuh, padu, dan konsisten.KATA KUNCI: Konsep Arif Budiman, takrifan dan ciri-ciri umum, implikasi bagi pendidikan, serta manusia Melayu Baru.===About the Author: Azhar Ibrahim Alwee, Ph.D. ialah Pensyarah di Jabatan Pengajian Melayu, Fakulti Sains Sosial dan Kemanusiaan NUS (National University of Singapore). Alamat emel beliau adalah: mlsai@nus.edu.sgHow to cite this article? Alwee, Azhar Ibrahim. (2011). “Arif Budiman dalam Pendidikan Bahasa Melayu di Singapura: Merungkai Konsep dan Pengertian Sosialnya” in ATIKAN: Jurnal Kajian Pendidikan, Vol.1(2) Desember, pp.187-200. Bandung, Indonesia: Minda Masagi Press owned by ASPENSI in Bandung, ISSN 2088-1290.Chronicle of the article: Accepted (October 15, 2011); Revised (November 16, 2011); and Published (December 15, 2011).
Assessment of Gender Equity in the Secondary Social Studies Curriculum: Basis for a Proposed Guide in Preparing Gender Fair Instructional Materials Tantengco, Nerissa S
ATIKAN Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : ASPENSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.093 KB)

Abstract

ABSTRACT: The study assessed gender equity in the secondary Social Studies curriculum that served as a basis for a proposed guide in preparing gender fair instructional materials. A descriptive analysis of Secondary Social Studies curriculum was the primary method used in this study. The participants’ perceptions on gender were compared and analyzed. Gender-fair education indicators served as criteria for comparison. The data gathered were processed qualitatively and quantitatively. The findings revealed that: (1) Indicators of gender biases in the learning environment were manifested in the learning environment, curriculum, and instructional processes; (2) Hidden curriculum plays an important role in informally transmitting values and attitudes in schools; (3) Leadership skill and tasks formerly given to male students were checked at present by female assertiveness; (4) Private and public school teachers and students differed in their perceptions on the learning environment; and (5) Gender-fair curriculum in Social Studies is a vital instrument in achieving equality, development, and peace.KEY WORD: Gender equity assessment, Social Studies curriculum, secondary school, gender-fair education, and learning environment.IKHTISAR: Penelitian ini berjudul “Penilaian Kesetaraan Gender dalam Kurikulum Ilmu Pengetahuan Sosial di Sekolah Menengah: Dasar untuk Panduan Pengusulan bagi Mempersiapkan Bahan Ajar Gender yang Adil”. Ianya menilai kesetaraan gender dalam kurikulum Ilmu Pengetahuan Sosial di sekolah menengah yang berfungsi sebagai dasar panduan yang diusulkan dalam mempersiapkan bahan ajar gender yang adil. Analisis deskriptif terhadap kurikulum Ilmu Pengetahuan Sosial sekolah menengah adalah metode utama yang digunakan dalam penelitian ini. Persepsi peserta tentang gender dibandingkan dan dianalisis. Indikator pendidikan gender yang adil menjadi kriteria untuk diperbandingkan. Data yang dikumpulkan diolah secara kualitatif dan kuantitatif. Temuan menunjukkan bahwa: (1) Indikator bias gender dalam lingkungan belajar dimanifestasikan dalam lingkungan pembelajaran, kurikulum, dan proses pembelajaran; (2) Kurikulum tersembunyi memainkan peran penting dalam transmisi nilai-nilai dan sikap di sekolah secara informal; (3) Keterampilan kepemimpinan dan tugas yang sebelumnya diberikan kepada siswa laki-laki dikaji ulang saat ini oleh ketegasan sikap perempuan; (4) Guru sekolah swasta dan negeri serta para siswa berbeda dalam persepsi mereka terhadap lingkungan pembelajaran; dan (5) Gender yang adil dalam kurikulum Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan instrumen penting dalam mencapai kesetaraan, pembangunan, dan perdamaian.KATA KUNCI: Penilaian kesetaraan gender, kurikulum Ilmu Pengetahuan Sosial, sekolah menengah, pendidikan gender yang adil, dan lingkungan pembelajaran.About the Author: Nerissa S. Tantengco, Ph.D. is a Lecturer and Head of the Department of Social Science, College of Arts and Social Sciences PNU (Philippine Normal University), Taft Avenue, Manila, Philippines. For academic purposes, she can be contacted via e-mail at: nstantengco@yahoo.comHow to cite this article? Tantengco, Nerissa S. (2013). “Assessment of Gender Equity in the Secondary Social Studies Curriculum: Basis for a Proposed Guide in Preparing Gender Fair Instructional Materials” in ATIKAN: Jurnal Kajian Pendidikan, Vol.3(1) Juni, pp.73-82. Bandung, Indonesia: Minda Masagi Press owned by ASPENSI in Bandung and FKIP UNSUR in Cianjur, West Java, ISSN 2088-1290. Chronicle of the article: Accepted (April 19, 2013); Revised (May 25, 2013); and Published (June 15, 2013).
Teknologi Komunikasi dan Maklumat dalam Program Pendidikan Khas Aliran Teknik dan Vokasional di Malaysia Mohamad, Baharom
ATIKAN Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : ASPENSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.564 KB)

Abstract

ABSTRAK: Kajian ini bertujuan meninjau sejauhmana penerimaan dan penggunaan komputer dalam pengajaran dan pembelajaran pelajar dan guru Sekolah Pendidikan Khas. Responden bagi kajian ini adalah terdiri daripada guru-guru dan pelajar Sekolah Menengah Pendidikan Khas Vokasional Shah Alam (Selangor), Sekolah Menengah Pendidikan Khas Vokasional Indah Pura Kulai (Johor), dan Sekolah Menengah Teknik Batu Pahat (Johor). Sampel kajian ini melibatkan 55 orang guru, 117 pelajar, dan borang soal selidik telah digunakan untuk mengumpul data dalam kaedah tinjauan ini. Data dari soal selidik dianalisis dengan menggunakan Statistical Package for Social Science 11.3 for Windows (SPSS) untuk mendapatkan skor min, peratusan, dan sisihan piawai. Keputusan menunjukkan bahawa guru menerima dan menggunakan komputer dalam proses pengajaran dan pembelajaran; manakala pelajar adalah sebaliknya. Melalui ujian ANOVA, tidak terdapat perbezaan yang signifikan antara pelajar di setiap sekolah berkaitan dengan penerimaan dan penggunaan komputer dalam proses pembelajaran. Oleh itu, beberapa cadangan telah dibuat untuk meningkatkan penerimaan dan penggunaan komputer dalam proses pengajaran dan pembelajaran di Sekolah Pendidikan Khas di Malaysia. Antaranya ialah guru sepatutnya sentiasa peka terhadap perkembangan teknologi terkini serta menyertai kursus tentang penggunaan komputer agar dapat mempelbagaikan teknik pengajaran.KATA KUNCI: Teknologi komunikasi dan maklumat, pendidikan vokasional, guru dan murid, serta penggunaan komputer dalam proses pengajaran dan pembelajaran.About the Author: Baharom Mohamad ialah Pensyarah Kanan di Sekolah Pendidikan dan Pembangunan Sosial UMS (Universiti Malaysia Sabah), Beg Berkunci, Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia. Alamat emel beliau adalah: baharom@ums.edu.myHow to cite this article? Mohamad, Baharom. (2011). “Teknologi Komunikasi dan Maklumat dalam Program Pendidikan Khas Aliran Teknik dan Vokasional di Malaysia” in ATIKAN: Jurnal Kajian Pendidikan, Vol.1(1) Juni, pp.41-58. Bandung, Indonesia: Minda Masagi Press owned by ASPENSI in Bandung, ISSN 2088-1290.Chronicle of the article: Accepted (April 30, 2011); Revised (May 30, 2011); and Published (June 5, 2011).
Literasi Sastera pada Mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastera Indonesia Maryam, Siti; Pamungkas, Daud; Suwandi, Aan
ATIKAN Vol 3, No 2 (2013)
Publisher : ASPENSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.325 KB)

Abstract

IKHTISAR:  Secara umum, literasi diartikan kemampuan membaca dan menulis berdasarkan usia. Pada penelitian ini ianya merujuk literasi bidang sastera, khususnya pengetahuan dan minat dalam membaca sastera. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan literasi bidang sastera pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastera Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNSUR (Universitas Suryakancana) di Cianjur, Jawa Barat, Indonesia. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh isu tentang rendahnya kemampuan literasi. Metode deskriptif digunakan untuk mencapai tujuan tersebut. Instrumen yang digunakan berupa angket tertutup dan terbuka. Angket tertutup dijadikan alat untuk menjaring pengetahuan sastera, sedangkan angket terbuka untuk menggali kesan terhadap karya sastera yang dibaca. Adapun kategori bacaan sastera berbentuk buku kumpulan puisi, sejumlah novel, kumpulan cerita pendek, serta buku naskah drama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum, literasi sastera mahasiswa dalam aspek pengetahuan masih sangat rendah, terutama sastera yang tergolong klasik, sedangkan kemampuan mengungkapkan kesan terhadap bacaan sebaliknya. Kesimpulannya, untuk mengukur kemampuan literasi sastera tidak tepat jika pengetahuan dijadikan satu-satunya alat pengukur literasi sastera.  KATA KUNCI: Literasi sastera, puisi, novel, cerita pendek, naskah drama, minat baca, mahasiswa, serta kemajuan dan kesejahteraan bangsa.ABSTRACT:  This article entitled “Literature Literacy of Students at the Study Program of Indonesian Language and Literature”. In general, literacy means the ability to read and write by age. In this study, literacy refers to the literacy of literature field, in particular knowledge and interest in reading the literature. The purpose of this study is to describe the literature literacy of students at the Study Program of Indonesian Language and Literature Education, Faculty of Education and Teacher Training UNSUR (Suryakancana University) in Cianjur, West Java, Indonesia. This research is motivated by issue of low literacy competences. Descriptive method is used to achieve the goals. Instruments used in the form of closed and open questionnaires. Enclosed questionnaire is as a tool for capturing the literature knowledge, while open questionnaire is to explore the impression to literature that is read. The categories of literature readings shaped volume of poetry, a novel, a collection of short stories, and book of drama script. The results showed that the overall literature literacy of students in aspects of literary knowledge is still very low, especially classical literature, while abilities to express the impression what they read are reveal otherwise. The conclusion is that to measure the literature literacy is not appropriate if knowledge be the only means of measuring literature literacy.KEY WORD: Literature literacy, poem, novel, short story, drama script, reading interest, students, and national progress and prosperity.    About the Authors: Dr. Hj. Siti Maryam,  H. Daud Pamungkas, M.Pd., dan H. Aan Suwandi, M.Pd. adalah Dosen pengampu matakuliah Membaca pada Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastera Indonesia di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNSUR (Universitas Suryakancana) di Cianjur, Jawa Barat, Indonesia. Alamat emel penulis adalah: yams1964@yahoo.com, daudp65@hotmail.co.id, dan aansuwandimbr@yahoo.co.idHow to cite this article? Maryam,  Siti, Daud Pamungkas & Aan Suwandi,. (2013). “Literasi Sastera pada Mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastera Indonesia” in ATIKAN: Jurnal Kajian Pendidikan, Vol.3(2) December, pp.211-224. Bandung, Indonesia: Minda Masagi Press owned by ASPENSI in Bandung and FKIP UNSUR in Cianjur, West Java, ISSN 2088-1290. Chronicle of the article: Accepted (October 15, 2013); Revised (November 15, 2013); and Published (December 15, 2013).
The Use of Aids in TEFL (Teaching English as a Foreign Language): A Case Study at the MTs SA Al-Istiqomah in Ciheulang, Cianjur, West Java, Indonesia Helmie, Jauhar
ATIKAN Vol 4, No 2 (2014)
Publisher : ASPENSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.402 KB)

Abstract

ABSTRACT: In Indonesia, the Ministry of Education and Culture has been decided that English becomes one of the first foreign languages taught in various levels. It is taught at school as compulsory subject in both Junior High School level and Senior High School level. In order to make the teachers teach well, proper, and the students feel interested in learning the subject, he or she should apply teaching aids. This paper has related to the use of aids in teaching English in Junior High School, there are students of MTs SA (“Madrasah Tsanawiyah Sekolah Agama” or Junior High School for Islamic Religion) Al-Istiqomah in Ciheulang, Cianjur, West Java, Indonesia, at the 1st A grade, 1st B grade, and 2nd grade, female and male. The research method that the writer uses for this report are descriptive, comparative, questioners, and library research. The problem over this paper consists of the importance of using aids in teaching English. Based on the analysis, it shows that the use of aids in teaching English make the students interest to studying English and can lose their boredom. So that, teachers can teach the students to be more interest to study English than before with using aids.KEY WORD: Teaching-learning process, teaching techniques, media, students’ ability, audio, visual aids, teachers, and interesting to study English.IKHTISAR: “Penggunaan Alat Bantu dalam PBIBA (Pengajaran Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing): Studi Kasus di MTs SA Al-Istiqomah di Ciheulang, Cianjur, Jawa Barat, Indonesia”. Di Indonesia, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah memutuskan bahwa bahasa Inggris menjadi salah satu bahasa asing pertama yang diajarkan di berbagai tingkatan. Ianya wajib diajarkan di sekolah, baik di tingkat SMP (Sekolah Menengah Pertama) maupun SMA (Sekolah Menengah Atas). Agar guru mampu mengajar dengan baik, tepat, dan siswa merasa tertarik untuk belajar, guru harus menggunakan alat-alat bantu. Makalah ini berkenaan dengan penggunaan alat bantu dalam mengajar bahasa Inggris di SMP, yakni para siswa MTs SA (Madrasah Tsanawiyah Sekolah Agama) Al-Istiqomah di Ciheulang, Cianjur, Jawa Barat, Indonesia, pada Kelas I-A, I-B, dan Kelas 2, perempuan dan laki-laki. Metode penelitian yang penulis gunakan adalah deskriptif, komparatif, kuesioner, dan studi pustaka. Masalah dalam makalah ini adalah pentingnya menggunakan alat bantu dalam mengajar bahasa Inggris. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan alat bantu dalam mengajar bahasa Inggris membuat para siswa tertarik untuk belajar bahasa Inggris dan bisa menghilangkan kebosanan mereka. Sehingga, para guru dapat mengajar para siswa agar menjadi lebih menarik untuk belajar bahasa Inggris, daripada sebelumnya, dengan menggunakan alat bantu.KATA KUNCI: Proses belajar-mengajar, teknik mengajar, media, kemampuan siswa, audio, alat peraga, guru, dan menarik untuk belajar bahasa Inggris.About the Author: Jauhar Helmie, M.Hum. is a Lecturer at the Department of English Education FKIP UNSUR (Faculty of Education and Teacher Training, Suryakancana University) in Cianjur, West Java, Indonesia. For academic interests, the author is able to be contacted via e-mail: jauhar_3rd@yahoo.co.idHow to cite this article? Helmie, Jauhar. (2014). “The Use of Aids in TEFL (Teaching English as a Foreign Language): A Case Study at the MTs SA Al-Istiqomah in Ciheulang, Cianjur, West Java, Indonesia” in ATIKAN: Jurnal Kajian Pendidikan, Vol.4(2) December, pp.201-206. Bandung, Indonesia: Minda Masagi Press, FKIP UNSUR Cianjur, and FPOK UPI Bandung, ISSN 2088-1290. Chronicle of the article: Accepted (December 1, 2014); Revised (December 8, 2014); and Published (December 27, 2014).
Language Use among Malaysian Bloggers Mustapha, Ramlee; Mei, Lydia Wong Su
ATIKAN Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : ASPENSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.916 KB)

Abstract

ABSTRACT: Blogs are now marking a new mode of communication, making impact on domains such as virtual formation of speech communities, knowledge-sharing, pedagogical implication as well as formation of virtual identity. It is estimated that more than three billion websites in the world today and more than 70 million are blogs. In Malaysia, it is estimated that half a million blogs existed. Language used by bloggers could reflect the unique pattern of discourse within the blogosphere where the combination of both monologue and dialogue in a space-bound, digital environment is observed. Some studies show that a strong sense of identity is seen within the literacy practices in blogosphere where bloggers tend to use code-switching and code mixing in their blogs. Thus, the purpose of this study was to examine the dynamics of English language use among top-ranked Malaysian bloggers from the perception of final-year TESL (Teaching English as Second Language) undergraduate students. The study reveals that there are various linguistic features found in blogs and also in the interaction with one another in meaning-making process.  Several implications are discussed.KEY WORD: Blogs, communication, virtual identity, language use, code mixing, and TESL students in Malaysia.IKHTISAR: Blog merupakan mod komunikasi baru yang memberi impak kepada domain seperti komuniti maya, perkongsian maklumat, implikasi pedagogi, dan pembentukan jatidiri maya. Dianggarkan lebih dari tiga bilion laman web sekarang dan lebih dari 70 juta adalah blog. Dianggarkan setengah juta blog wujud di Malaysia. Bahasa yang digunakan oleh pemblog melambangkan keunikan pola dalam sfera blog dengan gabungan monolog dan dialog dalam persekitaran digital. Beberapa kajian mendapati identiti yang tersendiri dalam amalan literasi blog di mana pemblog mempunyai kecenderungan untuk menggunakan pertukaran kod dan pencampuran kod dalam blog mereka. Tujuan kajian ini untuk mengenalpasti dinamika penggunakan Bahasa Inggeris dalam blog oleh pemblog Malaysia dari perspektif pelajar tahun akhir dalam bidang TESL. Kajian ini mendapati beberapa ciri-ciri linguistik dalam blog dalam pembinaan makna hasil dari interaksi di antara pemblog dan pembaca blog.  Beberapa implikasi dibincangkan.KATA KUNCI: Blog, komunikasi, jatidiri maya, pengunaan bahasa, percampuran kod, dan pelajar TESL di Malaysia.About the Authors: Prof. Dr. Ramlee Mustapha is a Dean and Professor at the Faculty of Technical and Vocational Education UPSI (Sultan Idris University of Education), 35900 Tanjong Malim, Perak Darul Ridzuan, Malaysia; and Lydia Wong Su Mei is an English Teacher at the SMK (State Secondary School) Datuk Haji Abdul Rahman Yakub in Malaysia. E-mail: drramlee@yahoo.comHow to cite this article? Mustapha, Ramlee & Lydia Wong Su Mei. (2012). “Language Use among Malaysian Bloggers” in ATIKAN: Jurnal Kajian Pendidikan, Vol.2(1) Juni, pp.109-132. Bandung, Indonesia: Minda Masagi Press owned by ASPENSI in Bandung and FKIP UNSUR in Cianjur, West Java, ISSN 2088-1290. Chronicle of the article: Accepted (April 27, 2012); Revised (May 17, 2012); and Published (June 15, 2012).
Contents and Foreword of the ATIKAN Journal, issue of June 2014 ATIKAN, Editor Journal
ATIKAN Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : ASPENSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.837 KB)

Abstract

This journal, with ISSN 2088-1290, was firstly published on June 1, 2011. Since issue of June 2012, the ATIKAN journal has been organized by the Lecturers of FKIP UNSUR (Faculty of Education and Teacher Training, Suryakancana University) in Cianjur, West Java, Indonesia; and published by Minda Masagi Press as one of the publishers owned by ASPENSI (the Association of Indonesian Scholars of History Education) in Bandung. The ATIKAN journal is published twice a year i.e. every June and December. 
Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Portofolio terhadap Hasil Belajar Mahasiswa di STKIP PGRI Lubuklinggau Asmara, Yeni
ATIKAN Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : ASPENSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.937 KB)

Abstract

RINGKASAN: Upaya dosen untuk melakukan inovasi pembelajaran, yang bertujuan untuk menciptakan keaktifan, kemampuan mahasiswa dalam memecahkan masalah, dan bekerjasama melalui model pembelajaran berbasis portofolio adalah sejalan dengan filsafat konstruktivisme. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan pengaruh model pembelajaran portofolio terhadap hasil belajar mahasiswa di STKIP-PGRI (Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan – Persatuan Guru Republik Indonesia) Lubuklinggau. Jenis penelitian adalah eksperimen murni dengan menggunakan dua sampel, yaitu kelas VI-C sebagai sampel eksperimen dan kelas VI-D sebagai sampel kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes yang berbentuk essay. Teknik analisis data yang digunakan adalah non parametris dengan menggunakan uji median, dikarenakan data tidak berdistribusi normal. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh penggunaan model pembelajaran berbasis portofolio terhadap hasil belajar mahasiswa pada matakuliah Sejarah Pendidikan di Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari analisis pos-tes hasil belajar mahasiswa pada kelas eksperimen yang menghasilkan rata-rata nilai 64.76 dan kelas kontrol 48.65. Hasil kemampuan kelas eksperimen juga lebih baik dari kelas kontrol. Begitu juga jika dilihat dari peningkatan menurut nilai ternormalisasi (N-gain), hasil belajar mahasiswa pada kelas eksperimen 0.88 dan kelas kontrol 0.62. KATA KUNCI: Model pembelajaran berbasis portofolio, hasil belajar, dosen dan mahasiswa, filsafat konstruktivisme, dan matakuliah sejarah pendidikan di Indonesia.ABSTRACT: “The Influence of Portfolio-Based Learning Model towards Student Learning Outcomes at the STKIP PGRI Lubuklinggau”. The efforts of lecturer to innovate learning, which aims to create the activity, students’ ability to solve problems, and work through the model-based learning portfolio are in accordance with the philosophy of constructivism. The research objective was to describe the influence of learning model portfolios towards learning outcomes of students at the STKIP-PGRI (College of Teacher Training and Education – Indonesian Teachers Association) Lubuklinggau. This type of research is pure experimentation using two samples, namely class VI-C as the experimental sample and class VI-D as the control sample. Data collection was using test techniques in the form of an essay. Data analysis technique used is by using the non-parametric median test, because the data are not normally distributed. Based on the results of this study concluded that there is influence of the use of portfolio based-learning models on learning outcomes of students in the course of Education History in Indonesia. It can be seen from the analysis of student results on the post-test of experimental class that generates an average value of 64.76 and 48.65 for the control class. Results of experimental class capabilities are also better than the control class. Likewise, if seen from the increase in the grade of the Normalized gain (N-gain), the results of student learning in the experimental class is 0.88 and control class is 0.62.KEY WORD: Portfolio-based learning model, learning outcomes, lecturer and students, philosophy of constructivism, and the course of education history in Indonesia.About the Author: Yeni Asmara, M.Pd. adalah Dosen di STKIP PGRI (Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Persatuan Guru Republik Indonesia) Lubuklinggau, Jalan Mayor Toha, Kel. Air Kuti, Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, Indonesia. Untuk kepentingan akademik, penulis bisa dihubungi dengan alamat emel: yeni.stkip@gmail.comHow to cite this article? Asmara, Yeni. (2015). “Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Portofolio terhadap Hasil Belajar Mahasiswa di STKIP PGRI Lubuklinggau” in ATIKAN: Jurnal Kajian Pendidikan, Vol.5(1) June, pp.85-94. Bandung, Indonesia: Minda Masagi Press and FPOK UPI Bandung, ISSN 2088-1290. Chronicle of the article: Accepted (March 24, 2015); Revised (May 24, 2015); and Published (June 30, 2015).