cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
PARMACEUTICAL AND TRADITIONAL MEDICINE
ISSN : 25486365     EISSN : 25486365     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue " Vol 1, No 1 (2017): PARMACEUTICAL AND TRADITIONAL MEDICINE" : 7 Documents clear
GAMBARAN TINGKAT KEPUASAN PASIENBPJS TERHADAP KUALITAS PELAYANAN INFORMASI OBAT Rahayu, Krisna Puji
PARMACEUTICAL AND TRADITIONAL MEDICINE Vol 1, No 1 (2017): PARMACEUTICAL AND TRADITIONAL MEDICINE
Publisher : Politeknik Medica Farma Husada Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepuasan adalah tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan kinerja atau hasil yang dirasakannya dengan harapannya. Hasil penelitian yang dilakukan pada pelayanan informasi obat di Apotek Daerah Kendal, dengan mengambil sempel pasien 280 responden. Gambaran tingkat kepuasan pasien BPJS Terhadap kualitas pelayanan informasi obat di Apotek Daerah Kendal pada bulan Maret–April 2016 adalah hasil pernyataan dari kuesioner pasien merasa puas jawaban tertinggi pada pertanyaan 1–8 :>75% kecuali pada pertanyaan no 6 menyatakan cukup puas:>48%.
TINGKAT KEPATUHAN DOKTER DALAM MENULISKAN RESEP PASIEN RAWAT JALAN BERDASARKAN FORMULARIUM DI RUMAH SAKIT BIOMEDIKA PERIODE JANUARI-MARET TAHUN 2016 anhar, andi
PARMACEUTICAL AND TRADITIONAL MEDICINE Vol 1, No 1 (2017): PARMACEUTICAL AND TRADITIONAL MEDICINE
Publisher : Politeknik Medica Farma Husada Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Formularium Rumah Sakit (FRS) adalah suatu daftar obat baku beserta   peraturannya   yang   digunakan   sebagai   pedoman   dalam pemakaian   obat   di   suatu   rumah   sakit   yang   dipilih   secara   rasional, berdasarkan informasi obat yang sah dan kebutuhan pasien di rumah sakit.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepatuhan dokter dalam penulisan resep pasien rawat jalan berdasarkan formularium di Rumah Sakit Biomedika Kota Mataram. Penelitian ini merupakan penelitian observasional, dengan pendekatan rancangan penelitian cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh resep di Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit Biomedika Kota Mataram. Hasil penelitian ini yaitu kepatuhan dokter dalam penulisan resep pasien rawat jalan sesuai dengan formularium, yaitu dari hasil penelitian pada bulan Januari 2016 sebanyak 96,70%, bulan Februari 2016 sebanyak 96,43 %, dan bulan Maret 2016 sebanyak sebanyak 96,97 %. Kepatuhan dokter dalam penulisan resep dapat dikatakan patuh karena apabila patuh dalam penulisan resep ≥ 80 % dan dikatakan tidak patuh jika dalam penulisan resep < 80 %. Sedangkan Ketersediaan obat di Rumah Sakit Biomedika Kota Mataram yaitu dari hasil penelitian pada bulan Januari 2016 sebanyak 99,51%, bulan Februari 2016 sebanyak 99,57 % dan bulan maret 2016 sebanyak 99,56 %, dapat dikatakan obat yang tersedia di rumah sakit tersedia karena memenuhi standar ketersediaan. Dikatakan tersedia apabila  > 90 % dan tidak tersedia apabila  < 90 %. Kesimpulan dari kepatuhan dokter dalam penulisan resep pasien rawat jalan sesuai dengan formularium yaitu : patuh, karena dari data penelitian resep ≥ 80 % penelitian pada bulan Januari  sampai bulan Maret dikatakan patuh karena standar kepatuhan yang apabila patuh dalam penulisan resep ≥ 80 % dan dikatakan tidak patuh dalam penulisan resep <80 %, sedangkan ketersedian obat dari hasil penelitian pada bulan Januari sampai bulan Maret 2016  lengkap karna standar ketersediaan, dikatakan tersedia apabila > 90 % dan tidak tersedia apabila < 90 %.
ANALISIS KADAR BAHAN PENGAWET NATRIUM BENZOAT PADA PRODUK MINUMAN ISOTONIK MEREK X SECARA SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Suryaningrum, Afilia
PARMACEUTICAL AND TRADITIONAL MEDICINE Vol 1, No 1 (2017): PARMACEUTICAL AND TRADITIONAL MEDICINE
Publisher : Politeknik Medica Farma Husada Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Natrium benzoat merupakan bahan pengawet yang  digunakan dalam produk  makanan/minuman. Salah satu produk yang menggunakan  natrium benzoat adalah minuman isotonik. Batas penggunaan maksimum natrium benzoat sebagai bahan pengawet pada minuman ringan adalah 600mg/kg. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar bahan pengawet natrium benzoat pada produk minuman isotonik merek X serta membandingkan kadar sampel dengan standar yang telah ditentukan. Penelitian  dilakukan melalui pengujian eksperimental jenis post test only design. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 3 minuman isotonik merek X menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis dengan pengujian uji kualitatif dan kuantitatif. Uji kualitatif dilakukan dengan uji FeCl3 dan hasilnya positif dengan terbentuknya endapan warna coklat. Uji kuantitatif dilakukan menggunakan alat spektrofotometer UV-Vis dengan 3 sampel minuman isotonik merek X. Hasil  penelitian diperoleh kadar pada sampel 1 sebesar 58,11 mg/kg, sampel 2 sebesar 60,11 mg/kg dan sampel 3 sebesar 57,24 mg/kg. Rata-rata kadar bahan pengawet natrium benzoat yang terdapat pada ke-3 sampel minuman isotonik merek X sebesar 58,49 mg/kg. Kadar tersebut tidak melebihi batas penggunaan maksimum natrium benzoat yang telah ditentukan oleh Peraturan Menteri Kesehatan RI No 722/ Menkes/ Per/ IX/ 88  dan SNI 01-0222-1995 yaitu 600 mg/kg.
Penanganan Obat Di Puskesmas Gerung Mardiana, Dini
PARMACEUTICAL AND TRADITIONAL MEDICINE Vol 1, No 1 (2017): PARMACEUTICAL AND TRADITIONAL MEDICINE
Publisher : Politeknik Medica Farma Husada Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengantisipasi carapenanganan obat rusak/kadaluarsa yang menyalahi ketentuan yang telah berlaku di Puskemas. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif.Objek penelitian adalah obat rusak/kadaluarsa.Data yang diperoleh kemudian dalam bentuk tabulasi dan dianalisis.Berdasarkan Hasil penelitian yang dilakukan terkait dengan cara penanganan obat rusak/kadaluarsa di Puskesmas Gerung dapat dijelaskan sebagai berikut : Memisahkan dan mengumpulkan obat rusak dari setiap sub unit Puskesmas, Membuat daftar nama obat rusak/kadaluarsa untuk dilaporkan ke Instalasi Farmasi Kabupaten, Membuatkan berita acara pengembalian obat rusak/kadaluarsa. Hasil dari semua data tersebut menunjukkan bahwa,di Puskesmas Gerung terdapat   beberapa   item obat yang kadaluarsa tingkat penggunaannya cenderung lebih kecil sehingga obat menumpuk dan menjadi kadaluarsa sedangkan obat yang yang kondisinya tidak baik atau rusak hal ini berhubungan  dengan  kondisi  penyimpanan obat  yang  tidak  sesuai  dan  sistem  distribusi yang  tidak  baik.  Selain itu adanya obatyang mengalami kadaluarsa pada setiap bulan  dipengaruhi oleh sistem penyimpanan yang kurang tepat dan tidak didukung    pencatatan    identitas    obat    yang tidak memadai, sehingga distribusi obat tidak efektif.
GAMBARAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN BPJS TERHADAP PELAYANAN DOKTER GIGI DI APOTEK DAERAH KENDAL PADA BULAN MARET TAHUN 2016 Khasanah, Laelatul
PARMACEUTICAL AND TRADITIONAL MEDICINE Vol 1, No 1 (2017): PARMACEUTICAL AND TRADITIONAL MEDICINE
Publisher : Politeknik Medica Farma Husada Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepuasan adalah tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan kinerja atau hasil yang dirasakannya dengan harapannya.Kepuasan pasien menjadi salah satu faktor penentu dalam kinerja petugas, Hasil penelitian yang dilakukan pada dokter gigi Apotek Daerah Kendal, dengan mengambil sampel 55 pasien. Gambaran tingkat kepuasan pasien BPJS terhadap pelayanan dokter gigi di Apotek Daerah Kendal pada bulan Maret tahun 2016, sebagian besar pasien merasa puas pada kuesioner pertanyaan 1-5 dengan prosentase >60% dan menyatakan cukup puas pada kuesioner pertanyaan 6-8 >50%.
PERBEDAAN KADAR PARASETAMOL YANG DIGERUS MENGGUNAKAN MORTIR DAN MENGGUNAKAN BLENDER DENGAN METODE KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI (KCKT) Cou, Demetris
PARMACEUTICAL AND TRADITIONAL MEDICINE Vol 1, No 1 (2017): PARMACEUTICAL AND TRADITIONAL MEDICINE
Publisher : Politeknik Medica Farma Husada Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kadar parasetamol yang digerus menggunakan mortir dan menggunakan blender. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian secara eksperimental kuantitatif yaitu analisis terhadap komponen utama parasetamol yang digerus menggunakan mortir dengan yang menggunakan blender dengan metode uji yaitu metode Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT). Penelitian ini bersifat true eksperiment yang dilakukan di laboratorium yang bertujuan untuk mengetahui suatu gejala atau pengaruh yang timbul sebagai akibat dari adanya perlakuan dua alat yang berbeda yaitu mortir dan blender. Dari hasil penelitian diperoleh kadar rata-rata dari parasetamol yang digerus menggunakan mortir adalah sebesar 90.53 %, dan menggunakan blender adalah sebesar 91 %, ini berarti bahwa kadar zat aktif parasetamol baik yang digerus menggunakan mortir maupun yang digerus menggunakan blender dinyatakan memenuhi syarat sesuai dengan ketentuan dalam Farmakope Indonesia (FI) Edisi IV Tahun 1995 yaitu tidak kurang dari 90,0 % dan tidak lebih dari 110,0 %. Berdasarkan hasil analisis data dengan menggunakan analisa One Way Anova diketahui bahwa nilai signifikansi uji anova sebesar 0,418 > 0,05. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu tidak adanya perbedaan kadar parasetamol baik yang digerus menggunakan mortir maupun yang digerus menggunakan blender.
ANALISIS RASIONALITAS PERESEPAN ANTIBIOTIK DI PRAKTIK dr. H. TRIS CAHYOSO MAJELUK KOTA MATARAM PERIODE DESEMBER 2015 Zurmala, Zurmala
PARMACEUTICAL AND TRADITIONAL MEDICINE Vol 1, No 1 (2017): PARMACEUTICAL AND TRADITIONAL MEDICINE
Publisher : Politeknik Medica Farma Husada Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan antibiotik yang tidak rasional dapat menyebabkan resistensi. Resistensi merupakan kemampuan bakteri dalam menetralisir dan melemahkan daya kerja antibiotik. Kementrian kesehatan telah membuat suatu pedoman umum penggunaan antibiotik dan diundangkan dalam peraturan menteri kesehatan Republik Indonesia nomor 2406/MENKES/PER/XII/2011. Pedoman penggunaan antibiotik yang bijak harus menjadi prioritas utama untuk semua pelayanan kesehatan di Indonesia. Penelitian ini merupakan metode penelitian deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif yang diambil dari catatan medik pasien untuk dianalisis rasionalitas peresepan antibiotik berdasarkan tepat indikasi, tepat dosis, dan tepat lama pemberian. Penelitian ini menggunakan studi populasi yaitu keseluruhan populasi menjadi objek penelitian. Berdasarkan hasil penelitian rasionalitas peresepan antibiotik di praktik dr. H. Tris Cahyoso pada bulan Desember 2015, rasionalitas penggunaan antibiotik berdasarkan tepat indikasi yaitu sebesar 99,47%, rasionalitas penggunaan antibiotik berdasarkan tepat dosis yaitu sebesar 100%, rasionalitas penggunaan antibiotik berdasarkan tepat lama pemberian yaitu sebesar 100%.

Page 1 of 1 | Total Record : 7