cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Penelitian Pertanian Tanaman Pangan
ISSN : 25415166     EISSN : 25415174     DOI : 10.21082
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Penelitian Pertanian Tanaman Pangan merupakan publikasi yang memuat makalah ilmiah primer hasil penelitian tanaman pangan (padi dan palawija). Redaksi menerima makalah dari peneliti Puslitbang Tanaman Pangan, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP), maupun perguruan tinggi. Makalah yang dikirimkan hendaknya sudah mendapat persetujuan dari pimpinan instansi masing-masing. Ketentuan penulisan makalah untuk dapat dimuat di jurnal ini tertera dalam "Author Guidelines/Petunjuk bagi Penulis" di halaman terakhir Jurnal Penelitian Pertanian.
Arjuna Subject : -
Articles 273 Documents
Karakterisasi Komponen Flavor Varietas Padi Lokal Maluku Utara Liyanan, Liyanan; Kusbiantoro, Bram
Jurnal Penelitian Pertanian Tanaman Pangan Vol 5, No 3 (2021): Desember 2021
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v5n3.2021.p189-194

Abstract

Beras aromatik tidak hanya diminati oleh konsumen di Indonesia tetapi juga diterima di pasar Amerika Serikat dan Eropa. Harga beras aromatik tinggi karena memiliki aroma, flavor, dan tekstur yang disukai konsumen. Produktivitas padi aromatik lokal Indonesia sangat dipengaruhi oleh kondisi agroekosistem di masing-masing wilayah. Preferensi konsumen terhadap aroma dan tekstur beras lokal aromatik dipengaruhi pula oleh budaya setempat. Kendala utama pengembangan beras aromatik lokal Indonesia melalui pemuliaan tanaman adalah kurangnya data sifat kimia flavor (aroma). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkarakterisasi komponen (senyawa) penyusun flavor beberapa varietas padi lokal. Penelitian menggunakan 11 varietas lokal padi Maluku Utara. Komponen aroma beras diekstraksi menggunakan metode Likens Nickerson, kemudian dilanjutkan dengan identifikasi komponen aroma dengan GC-MS. Berdasarkan hasil analisis yang dilihat dari kandungan 2-acetyl-1-pyroline yang merupakan penciri utama beras aromatik terdapat tujuh padi lokal yang dapat digolongkan sebagai beras aromatik, yaitu Ketan Merah dengan konsentrasi 2-acetyl-1-pyroline 34,51 ppb, Pulo 16,47 ppb, Pulo Hitam 16,01 ppb, Jongodi 9,0 ppb, Pulo Popon 6,09 ppb, Manyanyi 3,8 ppb, dan Kayoan 2,78 ppb. Padi lokal ini dapat dijadikan tetua dalam perakitan varietas unggul baru padi aromatik dalam upaya mendukung pengembangan padi aromatik produksi tinggi berdaya adaptasi luas.
Penerapan Teknologi PTT dan Efisiensi Teknis Usaha Tani Padi pada Kegiatan Optimasi Lahan Rawa Priatmojo, Bhakti; Falatehan, Faroby; Rifin, Amzul
Jurnal Penelitian Pertanian Tanaman Pangan Vol 5, No 3 (2021): Desember 2021
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v5n3.2021.p225-234

Abstract

Produksi padi di Indonesia dapat ditingkatkan melalui pemanfaatan lahan rawa. Pengembangan lahan rawa memerlukan perencanaan dan penerapan teknologi yang sesuai. Berbagai program pemerintah untuk meningkatkan produktivitas padi lahan rawa telah dilakukan, antara lain melalui program optimalisasi lahan rawa pada tahun 2019. Program ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas padi melalui penerapan teknologi usahatani padi sawah berbasis Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT), dan peningkatan sarana dan prasarana pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk melihat dampak pelaksanaan program optimasi lahan rawa melalui penerapan teknologi dan efisiensi teknis oleh petani yang terlibat dalam program tersebut dan faktor yang mempengaruhinya. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Barito Kuala (Batola), Provinsi Kalimantan Selatan. Penelitian dilakukan pada musim tanam 2020. Dalam penelitian ini terdapat 105 sampel. Responden yang menjadi sampel adalah petani padi yang mendapatkan bantuan program optimasi lahan rawa dan dianalisis menggunakan metode scoring untuk mengetahui tingkat penerapan teknologi dan model Stochastic Frontier Analysis digunakan untuk melihat tingkat efisiensi teknis petani. Hasil penelitian menunjukkan tingkat penerapan teknologi dalam PTT oleh petani padi di Kabupaten Barito Kuala tergolong sedang. Rata-rata tingkat efisiensi teknis usahatani padi adalah 74,49 persen dan cukup efisien secara teknis. Variabel yang mempengaruhi nilai efisiensi teknis adalah tingkat penerapan teknologi PTT, umur petani, dan pengalaman petani dalam berusaha tani padi. sehingga membuktikan tingkat penerapan teknologi budi daya padi dalam PTT berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat efisiensi teknis budi daya petani padi.
Kelayakan Teknis dan Sosial Ekonomi Penggunaan Biotara pada Usaha Tani Padi di Lahan Rawa Pasang Surut Rina, Yanti; Anwar, Khairil; Saleh, Muhammad
Jurnal Penelitian Pertanian Tanaman Pangan Vol 5, No 3 (2021): Desember 2021
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v5n3.2021.p195-202

Abstract

Penggunaan pupuk anorganik yang berlebihan berpotensi menurunkan kualitas lahan. Penerapan pupuk hayati seperti “Biotara” adalah pendekatan yang layak secara ekonomi dan ramah lingkungan untuk mengembangkan pertanian berkelanjutan. Penelitian usaha tani dilakukan di Desa Karang Buah, Kecamatan Belawang, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, pada musim kemarau 2018 untuk mempelajari kelayakan sosio-ekonomi pemanfaatan Biotara pada usahatani padi di lahan rawa pasang surut. Penelitian menempati lahan seluas 5 ha. Perlakuan meliputi empat paket teknologi budi daya, yaitu paket yang mengintegrasikan: (1) Biotara, padi varietas IR42, dan sistem tanam tegel manual (P1.1), (2) Biotara, padi varietas Inpara-2, dan sistem tanam jajar legowo dengan alat tanam padi (P1,2), (3) tanpa Biotara, padi varietas IR42, dan sistem tanam tegel manual (P2.1), dan (4) teknologi petani (P2.2). Data dikumpulkan melalui catatan harian dan survei serta dianalisis menggunakan neraca biaya produksi dan pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan usaha tani padi dengan dan tanpa Biotara menguntungkan dan efisien. Paket introduksi P1.1 dan P1.2 layak dikembangkan dalam skala luas. Usaha tani padi dengan teknologi petani (P2.2) lebih sensitif terhadap perubahan harga dan produksi. Meskipun persepsi petani terhadap penerapan Biotara positif, namun tidak tersedia di lokasi. Strategi pengembangan Biotara di lahan rawa pasang surut meliputi: (1) jaminan ketersediaan; (2) perbaikan teknis dan waktu penerapan, kondisi tanah, dan air; (3) peningkatan umur simpan gabah (hanya 12 bulan); dan (4) promosi kepada petani dan penentu kebijakan.

Filter by Year

2011 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 5, No 3 (2021): Desember 2021 Vol 5, No 2 (2021): Agustus 2021 Vol 5, No 1 (2021): April 2021 Vol 4, No 3 (2020): Desember 2020 Vol 4, No 2 (2020): Agustus 2020 Vol 4, No 1 (2020): April 2020 Vol 4, No 1 (2020): MEI 2020 Vol 3, No 3 (2019): Desember 2019 Vol 3, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 3, No 1 (2019): April 2019 Vol 2, No 3 (2018): Desember 2018 Vol 2, No 2 (2018): Agustus 2018 Vol 2, No 2 (2018): AGUSTUS 2018 Vol 2, No 1 (2018): April 2018 Vol 2, No 1 (2018): April 2018 Vol 1, No 3 (2017): Desember 2017 Vol 1, No 3 (2017): Desember 2017 Vol 1, No 2 (2017): Agustus 2017 Vol 1, No 2 (2017): Agustus 2017 Vol 1, No 1 (2017): April 2017 Vol 1, No 1 (2017): April 2017 Vol 35, No 3 (2016): Desember 2016 Vol 35, No 3 (2016): Desember 2016 Vol 35, No 2 (2016): Agustus 2016 Vol 35, No 2 (2016): Agustus 2016 Vol 35, No 1 (2016): April 2016 Vol 35, No 1 (2016): April 2016 Vol 34, No 3 (2015): Desember 2015 Vol 34, No 3 (2015): Desember 2015 Vol 34, No 2 (2015): Agustus 2015 Vol 34, No 2 (2015): Agustus 2015 Vol 34, No 1 (2015): April 2015 Vol 34, No 1 (2015): April 2015 Vol 33, No 3 (2014): Desember 2014 Vol 33, No 3 (2014): Desember 2014 Vol 33, No 2 (2014): Agustus 2014 Vol 33, No 2 (2014): Agustus 2014 Vol 33, No 1 (2014): April 2014 Vol 32, No 3 (2013): Desember 2013 Vol 32, No 3 (2013): Desember 2013 Vol 32, No 2 (2013): Agustus 2013 Vol 32, No 2 (2013): Agustus 2013 Vol 32, No 1 (2013): April 2013 Vol 32, No 1 (2013): April 2013 Vol 31, No 3 (2012): Desember 2012 Vol 31, No 3 (2012): Desember 2012 Vol 31, No 2 (2012): Agustus 2012 Vol 31, No 2 (2012): Agustus 2012 Vol 31, No 1 (2012): April 2012 Vol 31, No 1 (2012): April 2012 Vol 30, No 3 (2011): Desember 2011 Vol 30, No 3 (2011): Desember 2011 Vol 30, No 2 (2011): Agustus 2011 Vol 30, No 2 (2011): Agustus 2011 Vol 30, No 1 (2011): April 2011 Vol 30, No 1 (2011): April 2011 More Issue