cover
Contact Name
Aulia Qisthi
Contact Email
auliaqisthi@ui.ac.id
Phone
+6285860672438
Journal Mail Official
syntaxliterateofficial@gmail.com
Editorial Address
Greenland Sedang Residence E6 Sumber Cirebon, West Java, Indonesia
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia
ISSN : 25410849     EISSN : 25410849     DOI : -
Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia is a peer-reviewed scientific journal that publishes original research and critical studies in various fields of science, including education, social sciences, humanities, economics, and engineering. The journal aims to provide a platform for researchers, academics, and practitioners to disseminate their findings and insights for the advancement of knowledge and practice in Indonesia and beyond.
Articles 6,146 Documents
Search results for , issue "Jurnal Ilmiah Indonesia" : 6,146 Documents clear
The Influence of Trust on Purchase Intention with the Theory of Planned Behavior as an Intervening Variable at Teratai Clinic Purwani, Benedicta Feby; Tcoalu, Melitina; Assa, Adrie Frans
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i2.63829

Abstract

The growing demand for in vitro fertilization (IVF) services in Indonesia poses challenges for fertility clinics, including the experienced Teratai Clinic since 2006. Fluctuating success rates and high costs erode patient trust and purchase intention. This study examines trust's influence on purchase intention, using the Theory of Planned Behavior (TPB) as an intervening variable in IVF services at Teratai Clinic. A quantitative approach distributed questionnaires to IVF patients via purposive sampling. Data analysis employed Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) with SmartPLS software. Results show trust positively affects purchase intention (-statistic = 2.686; = 0.007), TPB (-statistic = 2.698; = 0.007), and TPB influences purchase intention (-statistic = 3.290; = 0.001). TPB mediates trust's effect on purchase intention (-statistic = 3.709). Findings highlight trust-building via information transparency, medical credibility, and service quality to boost IVF interest. Practical implications urge Teratai Clinic to enhance digital communication, testimonials, and innovations for sustainable trust. Theoretically, the study advances consumer behavior research by positioning TPB as a psychological bridge between trust and purchase intention.
Analisis Komparatif Penerapan Pasal 378 Kuhp Dan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik Terhadap Tindak Pidana Romance Scammers Herawati, Uci; Kurniawan, I Gede hartadi
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i2.63831

Abstract

Perkembangan teknologi informasi telah mendorong pergeseran modus tindak pidana penipuan dari pola konvensional menuju kejahatan berbasis relasi digital, salah satunya berupa romance scam. Tindak pidana ini memanfaatkan hubungan emosional palsu melalui media elektronik untuk memperoleh keuntungan secara melawan hukum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepastian hukum serta bentuk perlindungan hukum terhadap korban tindak pidana romance scam melalui perbandingan penerapan Pasal 378 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan kasus dan komparatif, dengan menelaah Putusan Nomor 1103/Pid.B/2021/PN.Jkt.Sel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pasal 378 KUHP mampu memberikan kepastian hukum formal melalui konstruksi delik penipuan konvensional, namun belum secara jelas mengakomodasi penggunaan sistem elektronik sebagai sarana utama kejahatan. Sebaliknya, Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik memberikan kepastian hukum yang lebih kontekstual dan adaptif terhadap karakteristik kejahatan digital melalui pengaturan manipulasi Informasi Elektronik. Dari aspek perlindungan hukum, kedua instrumen hukum tersebut masih berorientasi pada perlindungan represif dan belum sepenuhnya menjamin pemulihan korban secara komprehensif. Oleh karena itu, diperlukan konsistensi penerapan hukum serta optimalisasi perlindungan korban melalui sinergi dengan Undang-Undang Perlindungan Saksi dan Korban.
Analisis Klasterisasi Spasial Penyakit Lepra Berbasis Indikator Makroekonomi Kabupaten/Kota di Indonesia Ramadhan, Gilang; Aslam Muwaffiq, Muhammad; Sari Verdiana, Antokalina
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i2.63846

Abstract

Penyakit lepra masih menjadi tantangan kesehatan strategis di Indonesia yang ditandai dengan disparitas antarwilayah yang signifikan dan berkaitan erat dengan determinan sosial-ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkomparasi kinerja algoritma K-Means dan Hierarchical Clustering dalam memetakan zonasi risiko lepra berbasis indikator makroekonomi (kapasitas fiskal, kemiskinan, keterbelakangan, dan pengeluaran) di 514 kabupaten/kota di Indonesia. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif Data Mining yang meliputi normalisasi Euclidean, metode Elbow untuk penentuan klaster optimal, dan validasi model menggunakan Silhouette Coefficient. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Hierarchical Clustering memiliki nilai validitas statistik lebih tinggi (0.5357) dibandingkan K-Means (0.4354), K-Means dipilih sebagai model terbaik karena mampu menghasilkan distribusi spasial yang lebih proporsional dan menghindari pengelompokan outlier yang ekstrem. Penelitian ini mengidentifikasi tiga klaster berbeda: Zona Endemis Tinggi-Fiskal Kuat, Zona Tertinggal dengan potensi masalah kurang deteksi (under-detection), dan Zona Moderat. Kesimpulan penelitian mengungkap paradoks di mana beban lepra tertinggi justru ditemukan pada wilayah yang mapan secara ekonomi, mengindikasikan adanya ketimpangan internal, sementara wilayah tertinggal membutuhkan perbaikan infrastruktur deteksi. Temuan ini menjadi landasan bagi intervensi kebijakan yang berdiferensiasi. Penyakit lepra masih menjadi tantangan kesehatan strategis di Indonesia yang ditandai dengan disparitas antarwilayah yang signifikan dan berkaitan erat dengan determinan sosial-ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkomparasi kinerja algoritma K-Means dan Hierarchical Clustering dalam memetakan zonasi risiko lepra berbasis indikator makroekonomi (kapasitas fiskal, kemiskinan, keterbelakangan, dan pengeluaran) di 514 kabupaten/kota di Indonesia. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif Data Mining yang meliputi normalisasi Euclidean, metode Elbow untuk penentuan klaster optimal, dan validasi model menggunakan Silhouette Coefficient. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Hierarchical Clustering memiliki nilai validitas statistik lebih tinggi (0.5357) dibandingkan K-Means (0.4354), K-Means dipilih sebagai model terbaik karena mampu menghasilkan distribusi spasial yang lebih proporsional dan menghindari pengelompokan outlier yang ekstrem. Penelitian ini mengidentifikasi tiga klaster berbeda: Zona Endemis Tinggi-Fiskal Kuat, Zona Tertinggal dengan potensi masalah kurang deteksi (under-detection), dan Zona Moderat. Kesimpulan penelitian mengungkap paradoks di mana beban lepra tertinggi justru ditemukan pada wilayah yang mapan secara ekonomi, mengindikasikan adanya ketimpangan internal, sementara wilayah tertinggal membutuhkan perbaikan infrastruktur deteksi. Temuan ini menjadi landasan bagi intervensi kebijakan yang berdiferensiasi.
Otomatisasi Pengoperasian Tower Lamp Atlas Copco B6 Berbasis Timer dan Modul Deepsea L401 LC 1003 di Site Tambang Batubara Pangestiadi, Ganjar; Aris Riyanto, Danang; Munir, Misbakhul; Mulya, Sudrajat; Ilham Yahya, Muhammad
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i2.63847

Abstract

Implementasi otomatisasi pengoperasian tower lamp di industri pertambangan menjadi penting untuk meningkatkan efisiensi energi, keselamatan kerja, dan efektivitas operasional pada area kerja malam hari. Penelitian ini dilaksanakan di PT Antareja Mahada Makmur, Jobsite PT Satria Bahana Sarana, pada unit tower lamp Atlas Copco B6 yang sebelumnya dioperasikan secara manual oleh pengawas produksi sehingga menimbulkan potensi keterlambatan penyalaan, lampu tetap menyala di pagi hari, pemborosan konsumsi bahan bakar, dan risiko keselamatan saat hujan. Metode penelitian menggunakan pendekatan Quality Control Circle (QCC) dengan tahapan plan–do–check–action (PDCA) yang meliputi identifikasi masalah, analisis akar penyebab, penentuan solusi, perencanaan perbaikan, implementasi, dan evaluasi pencapaian sasaran. Solusi teknis yang diterapkan adalah pemasangan rangkaian timer dan pemanfaatan fitur pengendalian otomatis pada modul Deepsea L401 LC 1003 untuk mengatur siklus start–run–shutdown tower lamp berdasarkan pengaturan waktu (scheduler), termasuk parameter start delay, cooling, mast up/down, serta pengaturan nyala dan padam lampu. Hasil implementasi menunjukkan bahwa 23 unit tower lamp berhasil dioperasikan secara otomatis sesuai target, dengan pengurangan jam nyala tidak perlu yang berdampak pada penghematan konsumsi bahan bakar dan potential saving cost sekitar Rp154.854.240,84 per tahun, sekaligus mengurangi kebutuhan aktivitas manual di luar kabin dan meningkatkan keselamatan kerja operator di area front. Penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi metode QCC dan otomatisasi kontrol tower lamp berbasis modul Deepsea dapat menjadi solusi efektif dan replikatif untuk peningkatan efisiensi dan keselamatan di operasi pertambangan malam hari.
Evaluasi dan Standarisasi Jalan Poros Overburden Untuk Meningkatkan Capaian Produksi dan Produktivitas Overburden di Pit TAL Utara Barat Budiman, Rizky; Suhaimi, Adriansyah; Ardi, Suzena; Hartawan Basofi, M.; Dirga Buwana , Ilham
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i2.63849

Abstract

Kinerja produksi overburden (OB) di lokasi PT Antareja Mahada Makmur selama kuartal pertama 2025 tidak memenuhi target, khususnya dalam hal produksi dan produktivitas. Pemeliharaan jalan menyumbang sekitar 35% dari total kehilangan produksi, dengan produktivitas hanya mencapai 96.24% dari rencana sebesar 471.57 BCM/jam (target: 490 BCM/jam). Penyebab utama kinerja yang kurang optimal ini adalah kualitas jalan yang buruk pada rute angkut overburden utama, ditunjukkan oleh nilai rendah dalam indikator kondisi jalan (URCI < 70, CBR < 36%, kecepatan rata-rata 19.10 km/jam). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi jalan dan menetapkan metode standar konstruksi dan pemeliharaan jalan guna meningkatkan produksi dan produktivitas di Pit TAL Utara Barat. Solusi mengintegrasikan enam strategi perbaikan utama: pemetaan material, pengujian laboratorium material terpilih, konstruksi sistem drainase, penggalian spoil untuk pelebaran jalan, penetapan teknik layering dan pemadatan standar, serta pertemuan koordinasi rutin antara tim teknik dan produksi. Implementasi dari Mei hingga Juli 2025 menghasilkan capaian produksi 99.22% dari rencana (dibandingkan 84.18% sebelumnya), peningkatan produktivitas 113.26% (dibandingkan 96.72%), peningkatan kecepatan 18.15% (dari 19.10 menjadi 22.57 km/jam), peningkatan URCI 84.38% (dari 32 menjadi 59), dan peningkatan CBR 35% (dari 20 menjadi 27 pada segmen bermuatan). Manfaat finansial mencapai Rp57.840.540.559,02 setelah mengurangi biaya implementasi. Proses standarisasi menghasilkan tiga standar baru: Standar Parameter Material Jalan, Standar Parameter Layering dan Pemadatan, dan Standar Prosedur Operasional untuk pengujian Dynamic Cone Penetrometer. Pendekatan komprehensif ini berhasil mengatasi masalah kualitas jalan dan memberikan solusi berkelanjutan untuk mempertahankan kinerja jalan angkut yang optimal dalam operasi pertambangan.
Modifikasi Surface Tyre Grapple (Four Finger) pada Unit Tyre Handler untuk Meningkatkan Pengendalian Risiko Maintenance Big Tyre Angga Suryana, Deni; Apriliandi, Sugeng; Karisma, Dikara; Andri Purwoko , Martinus
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i2.63850

Abstract

Pengendalian risiko pada aktivitas maintenance big tyre merupakan salah satu faktor krusial dalam menjamin keselamatan kerja pada industri jasa pertambangan yang menggunakan unit haul truck berkapasitas besar. Pada praktik di lapangan, proses mounting, dismounting, assembling, disassembling, dan pengangkatan tyre dilakukan dengan bantuan unit tyre handler yang dilengkapi attachment tyre grapple tipe four finger. Hasil identifikasi masalah menunjukkan bahwa ukuran surface “dots” pada finger grapple terlalu kecil sehingga daya cengkeram terhadap tyre kurang optimal dan menimbulkan potensi bahaya terlepasnya tyre saat proses pencengkeraman. Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi risiko kecelakaan kerja terkait aktivitas maintenance big tyre melalui modifikasi desain surface tyre grapple pada unit tyre handler di PT Antareja Mahada Makmur jobsite PT Satria Bahana Sarana periode Maret–Agustus 2025. Metode yang digunakan mengacu pada pendekatan Quality Control Circle (QCC) dengan tahapan identifikasi masalah, analisis penyebab, penentuan alternatif solusi, pemilihan solusi terbaik, perencanaan perbaikan, serta implementasi dan evaluasi hasil. Alternatif solusi dibandingkan dari sisi peluang hasil, waktu pelaksanaan, biaya, serta kemudahan implementasi, dan dipilih opsi modifikasi surface finger grapple sebagai solusi utama dengan waktu pelaksanaan 24 jam dan biaya sekitar Rp 8.324.732. Implementasi modifikasi dilakukan melalui pekerjaan fabrikasi di workshop plant dengan penyesuaian pola dan ukuran “dots” pada permukaan finger agar meningkatkan gaya gesek dan stabilitas cengkeraman tanpa mengganggu fungsi utama alat. Hasil penerapan menunjukkan peningkatan daya cengkeram tyre grapple terhadap tyre, penurunan potensi bahaya terlepasnya tyre, serta kontribusi positif terhadap pencapaian target zero MTI (Medical Treatment Injury) di area kerja.
Efisiensi Cost Infrastruktur Mess Non Staff pada Proyek Pertambangan Melalui Penerapan Metode Tender ADIK dan Quality Control Circle Anshary, Muchlis; Aji Prasetyo , Cahyo
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i2.63851

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas penerapan metode Quality Control Circle (QCC) dan metode tender ADIK (Administrasi, Teknis, Harga, dan Kualifikasi) dalam menurunkan biaya pembangunan infrastruktur mess non staff pada perusahaan jasa pertambangan batubara di Indonesia. Permasalahan utama yang dihadapi adalah terjadinya over cost sebesar 111,57% dari rencana biaya pembangunan empat unit mess non staff pada periode tender Oktober 2024 akibat penentuan harga internal yang hanya mengacu pada Analisa Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) tunggal dan tender yang berfokus pada harga tanpa evaluasi menyeluruh terhadap aspek administrasi, teknis, dan kualifikasi vendor. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus dengan tahapan QCC delapan langkah, meliputi identifikasi masalah, analisis sebab-akibat, penetapan akar masalah, perumusan solusi, perencanaan perbaikan, implementasi, evaluasi, dan standardisasi. Data diperoleh dari dokumen tender, data biaya aktual, hasil evaluasi vendor, serta catatan internal tim engineering dan infrastruktur pada periode Juli–Oktober 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan kombinasi standar penetapan harga internal berbasis AHSP nasional dan daerah, metode tender ADIK, standarisasi desain mess, penambahan tenaga draftman, serta analisis khusus harga material tambahan mampu menurunkan cost pembangunan mess non staff dari 111,57% menjadi 100% terhadap rencana, dengan penghematan sekitar Rp 1,67 miliar serta percepatan durasi tender dari enam minggu menjadi dua minggu. Selain manfaat finansial, perbaikan ini meningkatkan kualitas perencanaan, mengurangi beban kerja individu civil engineer, memperkuat keyakinan perencana, dan membentuk dasar standardisasi infrastruktur pendukung pertambangan yang berkelanjutan.​​
Strategi Peningkatan Maturitas Kinerja Keselamatan Pertambangan Dengan Menggunakan Metode Fmea di Perusahaan Pertambangan Batubara Fahmi, Torik; Pratiwi , Emmy
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i2.63852

Abstract

Industri pertambangan batubara memiliki tingkat risiko kecelakaan kerja yang tinggi, sehingga peningkatan kinerja keselamatan menjadi aspek krusial dalam keberlanjutan operasional. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi peningkatan maturitas kinerja keselamatan pertambangan dengan mengintegrasikan penilaian regulatif dan analisis risiko menggunakan metode Failure Mode and Effects Analysis (FMEA). Penilaian tingkat pencapaian kinerja keselamatan dilakukan berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Nomor 10.K/MB.01/DJB.T/2023. Data dikumpulkan melalui tinjauan dokumen, kuesioner, wawancara, observasi, dan Focus Group Discussion (FGD), kemudian dianalisis menggunakan Risk Priority Number (RPN) untuk menentukan prioritas perbaikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat maturitas kinerja keselamatan pertambangan masih berada pada kategori reaktif, dengan indikator partisipasi pekerja sebagai faktor pembatas utama. Analisis RPN mengindikasikan bahwa risiko keselamatan tertinggi terkonsentrasi pada aspek internalisasi nilai keselamatan dan partisipasi substantif pekerja. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa pendekatan strategis berbasis prioritas risiko untuk mendorong peningkatan maturitas keselamatan pertambangan secara bertahap.
Efektivitas Ekstrak Kulit Buah Sebagai Pestisida Nabati Catelya Prasetyaningtyas, Fiona; Zikriyani, Hikmah
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i2.63860

Abstract

Penggunaan pestisida sintetis secara berlebihan dalam kegiatan pertanian telah menimbulkan berbagai dampak negatif, antara lain pencemaran lingkungan, gangguan kesehatan manusia, serta terganggunya keseimbangan ekosistem pertanian. Sehingga diperlukan alternatif pengendalian hama yang lebih aman dan ramah lingkungan, salah satunya melalui pemanfaatan pestisida nabati yang berasal dari bahan alam, seperti ekstrak kulit buah. Kulit buah diketahui mengandung berbagai senyawa aktif yang berpotensi dimanfaatkan sebagai agen pengendali organisme pengganggu tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas ekstrak kulit buah sebagai pestisida nabati dalam mengendalikan hama dan patogen tanaman serta menilai potensinya sebagai solusi pertanian berkelanjutan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui dokumentasi, yaitu menelaah berbagai sumber ilmiah seperti jurnal, prosiding, dan laporan penelitian yang relevan. Analisis data dilakukan menggunakan metode triangulasi untuk memastikan keabsahan, konsistensi, dan keandalan informasi yang diperoleh dari berbagai sumber. Hasil kajian menunjukkan bahwa ekstrak kulit buah memiliki potensi yang signifikan sebagai pestisida nabati karena kandungan metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan senyawa fenolik yang mampu bekerja melalui berbagai mekanisme, seperti efek toksik, antifeedant, dan penghambatan pertumbuhan hama. Pemanfaatan limbah kulit buah sebagai pestisida nabati tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga berkontribusi dalam pengurangan limbah organik dan mendukung penerapan sistem pertanian berkelanjutan.
Peran Spiritualitas, Pendidikan Spiritual Care, dan Faktor Organisasi Terhadap Kinerja Perawat Melalui Caring: Integrative Literature Review Ni Nyoman Rusmiati, Redina; Tarigan, Emiliana
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i2.63863

Abstract

Spiritual care merupakan komponen penting dalam pelayanan keperawatan holistik, namun implementasinya dalam praktik klinik masih belum konsisten. Praktik ini dipengaruhi oleh faktor individual perawat, pendidikan, serta konteks organisasi tempat perawat bekerja, dan diwujudkan melalui praktik caring sebagai mekanisme utama yang memengaruhi kinerja perawat. Review ini menggunakan desain integrative literature review terhadap sepuluh studi empiris yang dipublikasikan pada periode 2019–2025 dan diperoleh dari basis data PubMed, Scopus, dan Google Scholar. Spiritualitas perawat memperkuat empati dan sikap caring; pendidikan spiritual care meningkatkan kompetensi caring dan komunikasi terapeutik; sementara faktor organisasi seperti kepemimpinan, budaya kerja, beban kerja, dan dukungan manajerial memengaruhi keberlanjutan praktik spiritual care dalam pelayanan. Caring berperan sebagai mediator yang menjembatani hubungan antara faktor individual, pendidikan, dan organisasi dengan kinerja perawat. Integrasi spiritualitas, pendidikan spiritual care, dan dukungan organisasi diperlukan untuk memperkuat caring dan, melalui caring, meningkatkan kinerja perawat secara berkelanjutan dalam mewujudkan praktik keperawatan holistik yang konsisten dan bermutu.

Filter by Year

2016 2026