cover
Contact Name
Aulia Qisthi
Contact Email
auliaqisthi@ui.ac.id
Phone
+6285860672438
Journal Mail Official
syntaxliterateofficial@gmail.com
Editorial Address
Greenland Sedang Residence E6 Sumber Cirebon, West Java, Indonesia
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia
ISSN : 25410849     EISSN : 25410849     DOI : -
Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia is a peer-reviewed scientific journal that publishes original research and critical studies in various fields of science, including education, social sciences, humanities, economics, and engineering. The journal aims to provide a platform for researchers, academics, and practitioners to disseminate their findings and insights for the advancement of knowledge and practice in Indonesia and beyond.
Articles 6,234 Documents
Organizational Culture And Hospital Service Quality: A Mixed-Methods Research In Indonesian Private Hospital Dominika Lepan Tukan; Emiliana Tarigan; Agustinus Bandur
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.856 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i12.10830

Abstract

The purpose of this study is to examine and explore how organizational culture with four cultural patterns (internal process, rational goal, open system, human relations) affects the quality of service at X hospital, Bandung. This study uses a Mixed Methods design. The subjects of this study are 207 respondents as well as participants consisting of 124 respondents and hospital employees, 80 respondents and patient participants. Data are collected using questionnaires and open-ended questions. Cosstab test is used to analyze quantitative data, while thematic analysis and corss-case analysis are used to analyze qualitative data. The results of the quantitative data analysis show that organizational culture has a significant effect towards service quality at X Hospital, Bandung. This result is strengthened by the analysis of qualitative studies which states that organizational culture is oriented towards service quality. This study has proven that organizational culture can improve the quality of service aimed at a significant positive difference in service quality between patients and hospital employees.
Dhikr Therapy to Improve Peace in of Mind For Drugs Users at Pondok Pesantren As-Syifa Kabupaten Kulon Progo Reza Mina Pahlewi
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.284 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i11.10749

Abstract

During rehabilitation and withdrawal, drug users often feel worried about the future, fear that they will be rejected by society and their families, and feel guilty about themselves and God. This concern causes drug users to feel negative emotions and feelings of discomfort. This study was conducted to see the effectiveness of dhikr therapy to increase peace of mind in drug users who are undergoing rehabilitation. Eight former drug users were involved in this study. Subjects were divided into two groups, namely the experimental group (n = 4) and the control group (n = 4). The research design used was a pre-test post-test control group design and was measured three times (pre-test, post-test, and two-week follow-up). The measuring instrument used in the study is Tatmain al-Qulūb (TQS) by Rusdi (2016) which is arranged based on aspects of peace of mind. The results of this study found that there was a significant increase in peace of mind in drug users after being given dhikr therapy.
Optimalisasi Literasi Perangkat Digital dalam Rangka Mengembangkan Kemampuan Organizational Learning pada Industri Fashion di Jawa Tengah Hari Susanta Nugraha; Widiartanto Widiartanto; Saryadi Saryadi
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.598 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i12.10757

Abstract

Pemanfaatan perangkat digital merupakan hal strategis karena sudah memberikan kontribusi dalam hal pengolahan dan analisis informasi bisnis. Bahkan, kemampuan literasi digital yang baik mampu mempermudah pengambilan keputusan bisnis. Oleh karena itu, perlu ada proses pengenalan dan penerapan standar ketrampilan digital berbasis informasi internet untuk membangun kemampuan pembelajaran. Adanya perangkat teknologi digital memungkinkan industri melakukan transaksi informasi yang update dalam waktu yang cepat, sehingga informasi didapatkan dengan biaya yang rendah. Riset menemukenali bahwa berdasarkan Indeks Literasi Digital penggunaan perangkat digital dalam membangun kapasitas pembelajaran dilakukan dengan membangun kerangka pencarian informasi, pengelolaan informasi, pemahaman informasi, dan pengembangan jejaring digital. Namun demikian, pada aspek pemahaman informasi masih relatif rendah dibandingkan dengan indeks yang lain. Rendahnya pemahaman informasi berdampak kepada pengambilan keputusan bisnis industri fashion yang belum mampu bersaing. Secara substansi, ketrampilan digital dalam learning capability ditunjukkan dengan penggunaan perangkat digital dalam proses pengambilan keputusan bisnis bidang industri fashion.
Karakteristik Pasien Karsinoma Sel Skuamosa Telinga dan Tulang Temporal Di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung Widya Maulina Lestari; Sally Mahdiani; Bambang Purwanto
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.598 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i12.10618

Abstract

Keganasan pada liang telinga merupakan kasus yang jarang terjadi, kurang dari 0.2% dari seluruh keganasan pada regio kepala dan leher. Secara histologis karsinoma sel skuamosa (KSS) merupakan jenis karsinoma terbanyak karena terjadi pada 80% kasus keganasan pada telinga luar. Prognosis KSS biasanya buruk dan mengancam jiwa. TUJUAN: Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik klinis pasien KSS di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung. Penelitian deskriptif dari data rekam medis pasien KSS telinga dan tulang temporal di RSUP DR Hasan Sadikin Bandung periode Januari 2014 - Desember 2019. Didapatkan 49 pasien dengan KSS telinga dan tulang temporal, laki-laki dan perempuan sebesar 3:1.75. Usia termuda adalah 21 tahun dan tertua 62 tahun, umumnya bekerja sebagai petani dan buruh pabrik. Mayoritas IMT adalah kategori underweight dan normal. Predileksi KSS terbanyak di liang telinga (79.5%), sebanyak 57.1% dengan limfadenopati leher, sejumlah 10.2% dengan paralisis nervus fasialis HB V, dan gangguan pendengaran tipe konduktif derajat berat sebanyak 44.8%. Berdasarkan klasifikasi histopatologi, didapatkan 89.7% pasien tipe well differentiated, dengan 28.5% disertai metastasis, dan sebanyak 57.1% berada pada stadium IV. Tatalaksana yang dilakukan sebagian besar adalah operasi diikuti radioterapi, dengan angka kesembuhan 18.3% dan rekurensi 12.2%. KSS adalah keganasan telinga dan tulang temporal yang paling umum, namun jarang ditemukan di praktik sehari-hari. Gejala KSS menyerupai kelainan telinga jinak dan sifatnya agresif, biasanya pasien datang ketika sudah dalam stadium lanjut sehingga memiliki prognosis buruk dan mengancam jiwa. Angka harapan hidup yang lebih baik akan dicapai dengan diagnosis dan tatalaksana sedini mungkin pada pasien dengan risiko tinggi.
Analisis Pengaruh Praktek Manajemen Rantai Pasok terhadap Kinerja Ekspor dengan Mediasi Kinerja Rantai Pasok Dessy Apriyani; Farah Margaretha; Wahyuningsih Santosa
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.598 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i12.10518

Abstract

Pada akhir Desember 2019, wabah novel coronavirus menyebar ke seluruh penjuru dunia, menyebar begitu cepat sehingga WHO menyatakannya sebagai pandemi global. Situasi ini berimplikasi pada aktivitas ekonomi global, termasuk arus perdagangan internasional. Hal ini telah menghambat kegiatan impor dan ekspor, yang menyebabkan harga beberapa bahan makanan lebih tinggi dan mempengaruhi beberapa bisnis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh praktek manajemen rantai pasok terhadap kinerja ekspor dengan mediasi kinerja rantai pasok pada lima perusahaan yang bergerak di bidang ekspor di salah satu perusahaan freight forwarder di Jakarta. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data primer yang bersumber dari penyebaran kuesioner kepada karyawan pada lima perusahaan yang bergerak di bidang ekspor di salah satu perusahaan freight forwarder di Jakarta. Sampel penelitian dipilih menggunakan metode purposive sampling sehingga diperoleh 202 sampel dari lima perusahaan yang bergerak di bidang ekspor di salah satu perusahaan freight forwarder di Jakarta. Analisis data yang digunakan untuk uji hipotesis yaitu SEM dengan menggunakan software IBM AMOS 24 untuk melakukan pengujian validitas, reliabilitas serta statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa Integrasi Internal berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Ekspor, Integrasi Pemasok berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Rantai Pasok. Begitupun sebaliknya. Hal ini membuktikan bahwa integrasi pelanggan tidak terlalu berdampak pada kinerja rantai pasok. Ini menunjukan bahwa integrasi pelanggan yang di lakukan perusahaan yang bergerak di bidang ekspor atau biasa disebut sebagai eksportir tidak terlalu atau bahkan tidak sama sekali memberikan manfaat pada kinerja rantai pasok.
Analisis Manajemen Penyimpanan dan Pendistribusian Obat di Instalasi Farmasi RSUD Kota Makassar Dika Asmawati; Wiku Bakti Bawono Adisasmito
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.598 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i12.10628

Abstract

Beberapa indikator pengelolaan dan penyimpanan obat tidak tercapai selama tahun 2021 diantaranya kesesuaian stok dengan data, presentase stok mati dan presentase obat kadaluarsa. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan menganalisis masalah tata laksana logistik tahap penyimpanan dan distribusi obat di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Makassar yang menyebabkan tidak tercapaianya beberapa indikator ditahun 2021. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deksriptif kualitatif dengan menggunakan studi kasus melalui pengumpulan data yang dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi, telaah dokumen dan studi literatur. Sampel diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling dan menggunakan formula solvin untuk menghitung minimal sampel. Prosedur penyimpanan obat pada area penyimpanan menggunakan sistem gabungan antara FIFO (First In First Out) dan FEFO (First Expired First Out). Ditemukan beberapa penyebab sehingga indikator penting tidak tercapai selama tahun 2021 serta beberapa masalah dalam penyimpanan obat seperti fasilitas gudang yang kurang memadai. Penyimpanan dan pendistribusian obat sudah mengikuti ketentuan yang berlaku namun ada beberapa hal yang perlu diperbaiki dalam hal fasilitas, tata laksana dan prosedur serta pemanfaatan komputerisasi untuk pencatatan penyimpanan dan pendistribusian obat.
Hambatan Komunikasi Interprofesional pada Fasilitas Layanan Kesehatan Rumah Sakit: Sebuah Penelusuran Sistematik Amelia Rahayu; Ede Surya Darmawan
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.598 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i12.10595

Abstract

Rumah sakit memiliki sumber daya manusia profesional dari multidispilin ilmu. Profesional saling berkomunikasi untuk melakukan kolaborasi pelayanan pasien. Komunikasi merupakan proses penyampaian informasi dari seseorang kepada orang lain dengan menggunakan media komunikasi. Komunikasi merupakan unsur yang sangat penting dilakukan oleh profesional di fasilitas layanan kesehatan. Komunikasi sangat mudah untuk disebutkan, namun pada prakteknya terdapat banyak kekurangan sehingga informasi yang disampaikan tidak dapat diterima dengan baik. Kekurangan ini bisa terdapat pada pengirim pesan, media komunikasi, maupun pada penerima pesan. Studi ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana hambatan pelaksanaan komunikasi interprofesional di fasilitas layanan kesehatan rumah sakit yang berimplikasi pada pelayanan kepada pasien. Studi ini menggunakan metode PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-analyses). Pencarian dilakukan pada 3 database, yaitu Pro Quest, Scopus, dan Springer Link serta sumber tambahan lain dari Pub Med. Data kemudian di ekstraksi menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditentukan. Proses komunikasi interprofesional dalam melakukan kolaborasi dan kerjasama tim belum optimal pelaksanaannya. Banyak hambatan yang menghalangi tercapainya tujuan ini antara lain hambatan individu, tim, lingkungan dan sosiodemografi, serta hambatan organisasi. Komunikasi interprofesional yang efektif dapat membuat luaran pasien serta kualitas pelayanan pasien menjadi baik. Standar keselamatan pasien juga dapat dipenuhi. Namun, pada kenyataanya praktek komunikasi interprofesional di rumah sakit menemukan hambatan yang menggangu tercapainya tujuan ini. Menghadapi hal itu organisasi dan individu sendiri dapat melakukan pelatihan komunikasi dan menjadikan komunikasi ini sebagai budaya organisasi dalam praktek profesional sehari-hari.
Konsep Keadilan dan Perlindungan bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) ditinjau dari Hukum Ketenagakerjaan Rosita, Nova Scotia
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.251 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v8i12.10811

Abstract

Konsep hukum perburuhan diawali dengan penemuan mesin uap yang mengubah pekerjaan dari manual menjadi mekanik dengan menggunakan mesin-mesin industri. Perubahan ini menyebabkan adanya pemisahan dua golongan yaitu golongan pemilik modal dan buruh. Pembedaan golongan ini memunculkan tuntutan adanya pemenuhan hak asasi manusia terutama hak-hak kaum buruh dikarenakan kedudukannya yang lebih lemah dibandingkan dengan para pemilik modal. Kebutuhan akan perlindungan bagi kaum buruh menjadi landasan adanya hukum perburuhan. Konsep hukum perburuhan di Indonesia masuk bersamaan dengan kedatangan Belanda ke Indonesia dengan membawa kitab undang- undangnya yaitu Burgerlijk Wetboek (BW). Konsep hukum perburuhan dalam BW didominasi pengaturan mengenai hubungan kerja dan perlindungan bagi buruh. Konsep yang sama kemudian diimplementasikan dalam peraturan perundang-undangan bidang ketenagakerjaan di Indonesia. Tidak hanya sektor swasta, pemerintah juga melakukan reformasi di bidang kepegawaian dan menerbitkan sejumlah peraturan perundang-undangan bidang kepegawaian dengan mengusung konsep perbaikan kinerja birokrasi yang salah satunya dilakukan melalui rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan kualifikasi dan kompetensi tertentu. Berdasarkan penelitian didapatkan hasil bahwa konsep yang diusung dalam kerangka reformasi kepegawaian lebih menitikberatkan pada peningkatan layanan kepada masyarakat dan justru mengabaikan kesejahteraan aparaturnya terutama PPPK. Pengaturan yang ada berpotensi menimbulkan ketidakadilan dan tidak memberikan jaminan perlindungan hukum yang seharusnya menjadi fokus utama dari suatu hubungan kerja. Maka, untuk mengatasi persoalan ketidakadilan sekaligus memberikan perlindungan hukum bagi PPPK pengaturan hubungan kerja PPPK dengan pemerintah dapat tunduk pada undang-undang ketenagakerjaan.
Reactivation of Maculopapular Drug Eruption Lesions Suspected to be Caused by Allopurinol During 72 Hours-Patch Test: a Case Report Triasari Oktavriana; Irene Ardiani Pramudya Wardhani
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.598 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i12.10482

Abstract

Maculopapular drug eruption is a delayed-type T-cell-mediated hypersensitivity reaction to a drug that is most commonly encountered within one week of suspected drug exposure. Allopurinol is a drug that is often found as a cause of drug allergic eruptions. The drug patch test can be used to identify the causative agent of a drug eruption. A 56-year-old man came with the chief complaint of itchy red patches on his face, chest, back, hands and feet for the past two weeks. The patches appeared five days after the patient took allopurinol for his hyperuricemia. The patient was diagnosed with maculopapular drug eruption with suspected to be caused by allopurinol. Six weeks after the patient was free from any lesions and eligible, a patch test was performed but the results were negative in all chambers on all reading days. At 72 hours after the patch test, there was reactivation of the skin lesions which obscured the patch test results. Maculopapular drug eruptions can be triggered by drug metabolites or drug absorption from the patch test itself is sufficient to cause reactivation.
Perlindungan Hukum Terhadap Karya Seni Digital Non-Fungible Token (NFT) Berdasarkan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta Tasya Patricia Winata; Christine S.T. Kansil
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.655 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i12.10779

Abstract

Perkembangan teknologi digitalisasi telah melahirkan teknologi baru yaitu blockchain yang mendorong kemunculan aset digital baru berbentuk karya seni digital yang dapat diperdagangkan pada galeri seni digital, dengan dicetaknya suatu kode unik yang mewakili kepemilikan karya seni digital disebut sebagai non-fungible token (NFT). Sebagai teknologi baru NFT di Indonesia belum memiliki dasar hukum yang jelas, namun bentuk yang diwakili NFT adalah karya seni, maka terdapat hak cipta yang pengaturannya diatur dalam Undang-undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta (UU HC). NFT memiliki keunggulan yang dapat membantu dalam melindungi hak cipta suatu karya terutama dari segi pembuktian, namun terdapat kelemahan karena belum adanya skema penyaringan originalitas karya yang dicetak NFT memungkinkan karya yang dicetak NFT adalah karya miliki pencipta lain yang diambil secara tidak sah menyebakan pelanggaran hak cipta. Dengan adanya hal tersebut menjadi permasalahan sejauh mana perlindungan hukum yang diberikan UU HC pada suatu karya seni digital NFT. Metode penelitian yang digunakan jenis penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan bahan studi kepustakaan. Hasil pembahasan didapatkan NFT secara umum diatur UU HC, namun adanya kekosongan regulasi khusus dari NFT dan belum ada sistem penyaringan serta kebijakan dari marketplace NFT yang minim membuat pelanggaran hak cipta masih terjadi.

Filter by Year

2016 2026