cover
Contact Name
Aulia Qisthi
Contact Email
auliaqisthi@ui.ac.id
Phone
+6285860672438
Journal Mail Official
syntaxliterateofficial@gmail.com
Editorial Address
Greenland Sedang Residence E6 Sumber Cirebon, West Java, Indonesia
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia
ISSN : 25410849     EISSN : 25410849     DOI : -
Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia is a peer-reviewed scientific journal that publishes original research and critical studies in various fields of science, including education, social sciences, humanities, economics, and engineering. The journal aims to provide a platform for researchers, academics, and practitioners to disseminate their findings and insights for the advancement of knowledge and practice in Indonesia and beyond.
Articles 6,396 Documents
Analisis Pengaruh Kualitas Pelayanan Halte Bus Listrik Trans Medan terhadap Tingkat Kepuasan Penumpang Studi Kasus : Halte (BS13) Lapangan Merdeka dan Halte Umum Rizkia Tri Annisha; M. Ridwan Anas; Gina Cynthia R. Hasibuan
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i6.64531

Abstract

Transportasi umum mempunyai peranan penting dalam mendukung mobilitas masyarakat perkotaan. Salah satu fasilitas pendukung pelayanan transportasi umum adalah halte. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepuasan penumpang, mengetahui atribut pelayanan yang menjadi prioritas perbaikan, serta menganalisis pengaruh kualitas pelayanan halte terhadap tingkat kepuasan penumpang Bus Listrik Bus Listrik Trans Medan dengan studi kasus pada Halte BS13 Lapangan Merdeka dan halte umum Bus Listrik Trans Medan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada pengguna halte BS13 Lapangan Merdeka dan halte umum Bus Listrik Trans Medan. Metode analisis yang digunakan yaitu Customer Satisfaction Index (CSI), Importance Performance Analysis (IPA), dan analisis regresi linear berganda. Indikator penelitian mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 10 Tahun 2012 sebagaimana pembaruan dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 27 Tahun 2015 yang mencakup aspek keamanan, keselamatan, kenyamanan, keterjangkauan, kesetaraan, dan keteraturan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan penumpang pada Halte BS13 Lapangan Merdeka memperoleh nilai CSI sebesar 78% dengan kategori puas, sedangkan halte umum memperoleh nilai CSI sebesar 69% dengan kategori puas. Hasil analisis IPA menunjukkan bahwa beberapa atribut pelayanan yang menjadi prioritas perbaikan pada halte umum meliputi lampu penerangan, informasi gangguan keamanan, fasilitas pengatur suhu ruangan, fasilitas keselamatan, dan tempat duduk penumpang. Berdasarkan hasil penelitian, peningkatan kualitas pelayanan halte terutama pada halte umum perlu dilakukan guna meningkatkan kenyamanan, keamanan, dan kepuasan pengguna transportasi masyarakat di Kota Medan.
Optimasi Pemasangan Transmission Line Arrester (TLA) untuk Mengurangi Gangguan Petir pada Sutt 150 Kv Wotu–Masamba Menggunakan Genetic Algorithm Stefanus Arno; Ridha Yasser; Rummi Sirait
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i6.64549

Abstract

Gangguan petir merupakan salah satu penyebab utama menurunnya keandalan sistem transmisi tenaga listrik, khususnya pada Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV. Jalur transmisi Wotu–Masamba merupakan salah satu jalur dengan tingkat gangguan petir tertinggi di Sulawesi, dengan tingkat kerapatan sambaran petir mencapai 1,5031 sambaran/km²/tahun dan arus puncak melebihi 230 kA. Penelitian ini mengembangkan formula Risk Score berbobot multi-parameter yang menggabungkan resistansi pentanahan (bobot wR = 0,4), frekuensi sambaran petir (bobot wS = 0,35), dan kerapatan sambaran petir (bobot wK = 0,25) sebagai basis optimasi Genetic Algorithm. Konfigurasi GA menggunakan populasi 100 individu, probabilitas crossover pc = 0,8, probabilitas mutasi pm = 0,05, serta strategi elitisme yang mempertahankan 2 individu terbaik per generasi. Dari 170 tower transmisi, 31 tower kandidat disaring menggunakan ambang batas konservatif R > 5 Ω atau frekuensi sambaran di atas rata-rata. GA mencapai konvergensi pada generasi ke-60 dengan nilai fitness terbaik 370,66, mengidentifikasi 7 tower prioritas untuk pemasangan TLA. Tower 72 menempati peringkat tertinggi dengan Risk Score 119,66. Penerapan TLA tipe Siemens Energy 3EV1 EGLA pada tower terpilih bertujuan mencegah flashover dan backflashover serta meningkatkan indeks keandalan sistem transmisi.
Kajian Literatur: Atensi Individu terhadap Elemen Interior Mellani Vionita; Mahendra Wardhana; Susy Budi Astuti
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i6.64550

Abstract

Desain interior memegang peranan penting bagi individu di dalamnya, baik dalam membentuk pengalaman maupun respon kognitif individu tersebut di dalam sebuah ruang. Proses kognitif individu terhadap elemen interior di dalam ruangan diawali dengan proses atensi, dimana elemen interior yang dapat diraba indera individu merupakan stimulus bagi proses atensi tersebut. Proses atensi ini menjadi proses awal dalam menentukan respon individu selanjutnya. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasikan hubungan antara elemen interior dengan atensi individu dan faktor apa saja dari elemen interior yang mempengaruhi atensi tersbut. Pendekatan metode yang diterapkan merupakan tinjauan literatur sistematis (systematic literature review), dimana dengan mengkaji penelitian-penelitian terdahulu dan menarik kesimpulan secara objektif dan transparan. Penelitian mengenai atensi individu dimulai dengan penggunaan metode penelitian kuantitatif atau campuran dengan teknik pengambilan data eye-tracking test untuk mengidentifikasikan area mana yang mendapatkan atensi individu. Selain itu, pengambilan data menggunakan kuesioner dan wawancara dapat memperdalam maksud responden dalam penelitian atensi terhadap elemen interior. Hasil sintetis penelitian menunjukkan bahwa elemen interior berperan dalam penentuan atensi individu secara signifikan. Contohnya, elemen dinding yang selevel penglihatan, penggunaan material yang dipakai, hingga dekorasi dan tanaman. Selain itu, ada keterkaitan dengan elemen desain di dalam elemen interior tersebut yang mempengaruhi atensi individu. Mulai dari penggunaan warna, bentuk, garis, form, ruangan, hingga cahaya, dapat mempengaruhi arah atensi individu di dalamnya. Kajian ini diharapkan memberikan informasi kepada khalayak umum, desainer, praktisi, dan dalam dunia penelitian mengenai faktor elemen desain interior apa saja yang mempengaruhi atensi individu dan bagaimana pengalaman individu di dalamnya.
Keadilan Restoratif dalam Sistem Peradilan Pidana Indonesia: Antara Regulasi dan Implementasi R. Narendra Jatna; Hasbullah Hasbullah
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i6.64583

Abstract

Keadilan restoratif berkembang sebagai paradigma penyelesaian kasus pidana yang menekankan pada pemulihan korban, akuntabilitas pelaku, dan harmonisasi sosial. Dalam reformasi hukum pidana nasional, konsep keadilan restoratif mulai diakomodir melalui KUHP yang baru, arah reformasi KUHP, dan berbagai regulasi sektoral lembaga penegak hukum. Namun, aturan tersebut masih menunjukkan kecenderungan untuk mempersempit makna keadilan restoratif hanya menjadi mekanisme penghentian kasus atau penyelesaian tindak pidana tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan keadilan restoratif dalam KUHP dan reformasi KUHP serta mengkaji kesesuaiannya dengan konsep filosofis keadilan restoratif. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan hukum dan pendekatan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reformasi hukum pidana nasional belum sepenuhnya menempatkan keadilan restoratif sebagai paradigma pemulihan dalam sistem peradilan pidana. Keadilan restoratif masih dipahami secara pragmatis sebagai instrumen penanganan kasus yang efisien, meskipun secara filosofis keadilan restoratif menekankan pemulihan hubungan sosial dan keadilan substantif. Oleh karena itu, perlu dirumuskan kembali pengaturan keadilan restoratif agar lebih sejalan dengan nilai filosofis keadilan restoratif dalam hukum pidana modern.
Penentuan Prakiraan Usia Luka Genital pada Kasus Kekerasan Seksual dalam Perspektif Forensik Septia Eva Lusina; Auriva Renasha Suherman; Brigitta Shinta Dewi; Bryantdary Arrafif Nasution; Ridwan Hardiansyah
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i6.64182

Abstract

Kasus kekerasan seksual di Indonesia masih sering ditemukan, dan pemeriksaan forensik medikolegal berperan penting dalam menilai tanda kekerasan serta memperkirakan usia luka genital. Mukosa genital yang elastis, sangat vaskular, dan cepat mengalami epitelisasi tanpa jaringan parut membuat pembedaan luka akut dan non-akut menjadi sulit. Penelitian ini bertujuan meninjau karakteristik morfologis dan waktu penyembuhan luka hymenal serta non-hymenal pada kasus kekerasan seksual. Literature review dilakukan terhadap publikasi nasional dan internasional yang membahas proses penyembuhan luka genital pada korban kekerasan seksual. Analisis deskriptif dilakukan terhadap jenis lesi, lokasi anatomi, dan durasi penyembuhan. Luka baru (acute injury) terjadi <72 jam setelah kejadian, sedangkan luka lama (non-acute injury) >72 jam. Pada area non-hymenal seperti labia, vestibulum, fossa navicularis, posterior fourchette, dan perineum, abrasi dan kontusio umumnya menghilang dalam 2–5 hari, sedangkan robekan sembuh dalam 7–20 hari. Pada hymen, abrasi hilang dalam 4 hari, petekie dalam 48–72 jam, dan laserasi sembuh dalam 2–4 minggu tanpa jaringan parut. Lesi berupa blood blister dapat bertahan hingga minggu keempat dan menunjukkan cedera yang terjadi dalam satu bulan terakhir. Luka hymenal mengalami penyembuhan sempurna dalam waktu ≤4 minggu tanpa meninggalkan jaringan parut. Luka non-hymenal umumnya sembuh lebih cepat dibandingkan luka hymenal, bergantung pada jenis dan kedalamannya. Pemahaman proses dan waktu penyembuhan luka genital penting untuk menilai usia luka secara tepat dalam pemeriksaan medikolegal kasus kekerasan seksual.
Design and Development of A Next Level Inspection Application Using Trigonometric Measurement Methods with A Rangefinder to Improve Electrical Reliability at PT PLN (PERSERO) UP3 Malang Arief Adi Nugroho; Agus Indarto
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i6.64548

Abstract

The reliability of medium-voltage overhead distribution networks (SUTM) is strongly influenced by vegetation conditions along the Right-of-Way (ROW) corridor. At PT PLN (Persero) UP3 Malang, inspections have conventionally relied on visual estimation, which produces subjective and less accurate distance assessments between trees and power lines, increasing the risk of vegetation-induced disturbances. Operational data from 2024–2025 indicate that vegetation accounts for approximately 189–194 disturbance events per year, despite conducting over 25,000 visual inspection points per month at a cost exceeding IDR 100 million. This study proposes the design and development of a Next Level Inspection Application integrating trigonometric measurement methods using an NX500 Rangefinder to enhance ROW inspection accuracy and support predictive maintenance. A quantitative comparative approach was applied across 15 tree sample objects representing five species with varying growth rates. Results demonstrate visual inspection errors ranging from 7.1% to 37.1%, with 9 of 15 trees misclassified under visual estimation. The application supports vegetation growth modeling validated by two field inspections, enabling risk-based maintenance scheduling with predicted timelines to the 2.5-meter safety limit. The findings confirm that the proposed application substantially improves ROW inspection quality and contributes to improved distribution system reliability.
Pengaruh Beban Kerja dan Tekanan Waktu terhadap Kesehatan Mental Pekerja Jasa Migas Alma Atsila; Mila Tejamaya
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i6.64603

Abstract

Industri jasa minyak dan gas (migas) memiliki karakteristik pekerjaan dengan tuntutan kerja tinggi, target operasional yang ketat, serta kondisi kerja dinamis yang berpotensi memengaruhi kesehatan mental pekerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh job demands terhadap kesehatan mental pekerja pada industri jasa migas. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional terhadap 100 pekerja onshore dan offshore yang dipilih menggunakan proportionate stratified random sampling. Variabel job demands diukur menggunakan Copenhagen Psychosocial Questionnaire (COPSOQ), sedangkan kesehatan mental diukur menggunakan Depression Anxiety Stress Scales (DASS-21). Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa quantitative demands, emotional demands, dan work pace/time pressure berpengaruh signifikan terhadap kesehatan mental pekerja. Tekanan waktu menjadi faktor yang paling dominan memengaruhi kesehatan mental dibandingkan dimensi job demands lainnya. Tuntutan operasional yang tinggi, jam kerja panjang, dan tekanan penyelesaian pekerjaan dalam waktu terbatas berpotensi meningkatkan stres, kecemasan, dan kelelahan emosional pekerja. Penelitian ini menunjukkan bahwa faktor risiko psikososial perlu menjadi perhatian dalam pengelolaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di industri jasa migas. Perusahaan disarankan mengembangkan pengendalian risiko psikososial melalui evaluasi sistem kerja, pengelolaan kelelahan kerja, serta penyediaan program dukungan kesehatan mental bagi pekerja.
Imunopatogenesis Alergi Makanan Onset Dewasa Kadek Anggiswari Pradnya Angela; Ketut Suardamana; Dekta Filantropi Esa
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i6.64605

Abstract

Alergi makanan yang muncul pada usia dewasa merupakan kondisi klinis yang semakin banyak dikenali dan menghadirkan tantangan diagnostik dan terapeutik karena mekanisme imunologisnya yang kompleks, yang ditandai dengan perkembangan reaksi alergi terhadap makanan yang sebelumnya dapat ditoleransi, pada individu berusia ≥ 18 tahun. Alergi makanan yang muncul pada usia dewasa dapat melibatkan mekanisme imun yang dimediasi IgE, non-IgE, atau campuran, dengan manifestasi klinis mulai dari gejala mukokutan ringan hingga anafilaksis yang mengancam jiwa. Imunopatogenesis alergi makanan yang muncul pada usia dewasa terutama didorong oleh kegagalan toleransi imun oral akibat disregulasi homeostasis imun mukosa. Dalam kondisi fisiologis, antigen makanan diproses oleh sel dendritik CD103+ di saluran pencernaan, yang mendorong toleransi imun melalui induksi sel T regulator yang dimediasi oleh transforming growth factor-β dan asam retinoat. Pada kondisi patologis, disfungsi sawar epitel di usus dan kulit meningkatkan paparan antigen, menginduksi pelepasan alarmin yang berasal dari epitel, termasuk interleukin-25, interleukin-33, dan limfopoietin stroma timus. Sinyal-sinyal ini mendorong aktivasi sel limfoid bawaan tipe 2 dan polarisasi respons T-helper 2, dengan interleukin-4 bertindak sebagai mediator kunci yang mendorong peralihan kelas sel B menuju produksi IgE spesifik makanan. Hipotesis paparan alergen ganda lebih lanjut menjelaskan bagaimana sensitisasi melalui sawar epitel yang terganggu, khususnya pada individu dengan dermatitis atopik dan paparan oral dini yang tidak mencukupi, dapat berkontribusi pada persistensi sensitisasi alergi hingga dewasa. Diagnosis bergantung pada riwayat klinis yang rinci, bukti sensitisasi, dan konfirmasi melalui uji tantangan makanan oral sebagai standar emas diagnostik. Penanganan meliputi penghindaran alergen, edukasi pasien, pengobatan darurat, dan strategi imunoterapi.
Studi Perkuatan Timbunan pada Tanah Lunak dengan Perkuatan Rigid Inclusion (Studi Kasus: Jalan Tol Padang – Sicincin Sta 5+825 – 5+925) Muhron Nafik; Herman Wahyudi; Yudhi Lastiasih
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i6.64654

Abstract

Pembangunan infrastruktur jalan tol memerlukan perhatian khusus terhadap kondisi tanah dasar dengan daya dukung rendah dan potensi penurunan besar. Ruas Tol Padang – Sicincin STA 5+825 – 5+925 dibangun di atas tanah alluvial yang didominasi lanau sangat lunak dengan kandungan organik tinggi, sehingga memerlukan metode perkuatan yang efektif. Salah satu metode yang digunakan adalah Rigid Inclusion (RI), yang bekerja dengan prinsip transfer beban melalui elemen kaku menuju lapisan tanah yang lebih kuat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis stabilitas dan penurunan timbunan dengan metode Rigid Inclusion dan mengevaluasi pengaruh variasi desain (diameter, jarak antar kolom, dan kedalaman). Analisis dilakukan menggunakan perangkat lunak Plaxis 2D pada studi kasus proyek Tol Padang – Sicincin. Selain metode Rigid Inclusion (RI), penelitian ini juga menganalisis alternatif metode perkuatan tanah berupa Prefabricated Vertical Drain (PVD) dengan Preloading sebagai bahan perbandingan dalam penanganan kondisi tanah dengan karakteristik serupa. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada kondisi eksisting dengan diameter kolom 0,42 m, spasi 1,6 m, dan kedalaman 13 m, diperoleh nilai faktor keamanan statik sebesar 2,101 dan faktor keamanan gempa sebesar 1,100 dengan total penurunan 1,454 cm dalam 10 tahun, semua memenuhi persyaratan SNI. Metode Rigid Inclusion terbukti lebih efektif dibandingkan PVD Preloading dalam hal pengendalian penurunan dan stabilitas terhadap beban gempa.
Critical Control Management sebagai Pendekatan Pengelolaan Risiko Fatal pada Operasi Alat Berat Pertambangan Batubara: Tinjauan Konseptual Indra Kurniawan Pratomo; Zulkifli Djunaidi; Mufti Wirawan
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i6.64660

Abstract

Industri pertambangan batubara merupakan salah satu sektor dengan tingkat risiko keselamatan kerja tertinggi, terutama pada aktivitas pengoperasian dan interaksi alat-alat berat. Data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menunjukkan bahwa kecelakaan tambang berakibat mati di Indonesia masih didominasi oleh kegagalan pengendalian kritis yang berulang, bukan semata-mata ketiadaan pengendalian. Pendekatan konvensional yang berbasis inspeksi aktivitas, seperti Inspeksi Observasi Terencana, cenderung memeriksa keberadaan kontrol secara administratif tanpa menilai apakah kontrol tersebut benar-benar berfungsi efektif. Artikel ini bertujuan mengkaji secara konseptual kerangka Critical Control Management (CCM) yang dikembangkan oleh International Council on Mining and Metals sebagai pendekatan alternatif dalam pengelolaan risiko fatal. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur konseptual terhadap sumber-sumber primer berupa panduan ICMM, literatur keselamatan berbasis barrier, serta dokumen pemerintah Indonesia. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa CCM menawarkan proses sistematis yang meliputi identifikasi Material Unwanted Event, pemetaan bow-tie, seleksi critical control, penetapan performance criteria, dan mekanisme verifikasi lapangan. Kerangka ini mengintegrasikan teori Swiss Cheese Model, atribut performa barrier, serta konsep degradation factor sehingga mampu menilai keandalan kontrol secara multidimensi. Artikel ini menyimpulkan bahwa CCM memiliki relevansi tinggi untuk diterapkan pada konteks pertambangan batubara Indonesia, khususnya dalam menjembatani kesenjangan antara pendekatan berbasis aktivitas yang dominan saat ini dengan kebutuhan akan verifikasi keandalan kontrol kritis terhadap risiko fatal.

Filter by Year

2016 2026