cover
Contact Name
Aulia Qisthi
Contact Email
auliaqisthi@ui.ac.id
Phone
+6285860672438
Journal Mail Official
syntaxliterateofficial@gmail.com
Editorial Address
Greenland Sedang Residence E6 Sumber Cirebon, West Java, Indonesia
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia
ISSN : 25410849     EISSN : 25410849     DOI : -
Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia is a peer-reviewed scientific journal that publishes original research and critical studies in various fields of science, including education, social sciences, humanities, economics, and engineering. The journal aims to provide a platform for researchers, academics, and practitioners to disseminate their findings and insights for the advancement of knowledge and practice in Indonesia and beyond.
Articles 6,234 Documents
Pengembangan Konten Kurikulum Tazkiyatun Nafs (Studi Pemikiran Majid Irsan Kailani dalam kitab Manahij Tarbiyah Islamiyah wal Murabbunal Amiluna Fiha) Ilyas, R. Marpu Muhidin; Mistofa, Izuddin; Rohendi, Ateng
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i2.15200

Abstract

Penelitian ini membahas konsep Tazkiyatun Nafs atau penyucian diri dalam pendidikan Islam berdasarkan pemikiran Majid Irsan Kailani dalam kitab Manahij Tarbiyah Islamiyah wal Murabbunal Amiluna Fiha. Melalui metode kajian kepustakaan, penelitian ini bertujuan untuk memahami makna dan tujuan Tazkiyatun Nafs serta mengidentifikasi konten yang dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan Islam. Hasilnya menunjukkan bahwa Tazkiyatun Nafs penting untuk membersihkan manusia dari penyakit mental seperti tirani dan ketertindasan, menyucikan budaya Islam dari nilai-nilai yang merusak, serta menumbuhkan nilai-nilai persaudaraan universal. Secara praktis, Tazkiyatun Nafs mencakup empat aspek mental spiritual dan fisik materiel manusia seperti penyucian kompetensi intelektual, penyucian dorongan kemauan, penyucian sensorik pendengaran dan penglihatan serta penyucian fisik. Artikel ini merekomendasikan lebih banyak integrasi Tazkiyatun Nafs dalam kurikulum dan kehidupan pendidikan Islam.
Pengembangan E-Modul Berbasis Inkuiri Terbimbing pada Materi Laju Reaksi guna Mengoptimalkan Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik Sari, Sita Puspita; Haryanto, Haryanto; M, Damris
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i2.15202

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan e-modul berbasis inkuiri terbimbing pada materi laju reaksi guna mengoptimalkan kemampuan berpikir kritis peserta didik serta kelayakan dan efektivitas penggunaan e-modul berbasis inkuiri terbimbing guna meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Metode penelitian ini mengikuti model pengembangan Lee & Owens (2004). Kelayakan e-modul ini dilihat dari kelayakan teoritis yaitu hasil validasi ahli media dan ahli desain pembelajaran yang masing-masing medapatkan skor presentase 92% dan 89,41% dengan kriteria “sangat baik”, kelayakan secara praktisi yaitu dari penilaian guru dengan skor presentase 94,58% dengan kriteria “sangat baik” dan respon peserta didik dengan skor presentase 90,88% dengan kriteria “sangat baik/sangat menarik”, dari hasil validasi menunjukkan bahwa e-modul berbasis inkuiri terbimbing pada materi laju reaksi ini layak untuk digunakan dalam pembelajaran di SMA. Uji efektivitas yang dievaluasi melalui uji t-paired dengan hasil t-hitung sebesar 20,878 lebih besar dari t-tabel, sehingga penggunaan e-modul berbasis inkuiri terbimbing pada materi laju reaksi ini memiliki pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar peserta didik pada materi laju reaksi di SMA.
Identifikasi Konsep IPA Fisika dalam Pembuatan Alat Musik Tradisional Tennong-Tennong Sriwahyuni, Eka
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i2.15203

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini untuk mengidentifikasi konsep fisika terhadap pembuatan alat musik tradisional yang telah menjadi kearifan lokal yaitu alat musik Tennong-Tennong di Kab. Pangkajene Kepulauan. Metode yang diguanakan pada penelitian ini merupakan penelitian kualitatif studi kepustakaan atau literature review dengan data yang digunakan bersumber dari artikel yang relevan terhadap topik yang diteliti. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, diperoleh bahwa pada tahapan atau proses pembuatan alat musik tennong-tennong beberapa konsep IPA Fisika yang dapat diintegrasikana atau digunakan ketika memberikan pembelajaran IPA Fisika. Adapun konsep yang terdapat pada tahapan pembuatan alat musik tersebut yaitu pengukuran, gaya, tekanan, energi potensial, kalor, usaha dan perpindahan, kesetimbangan, dan materi gelombang bunyi. Gelombang bunyi pada tahapan terakhir yang dapat diidentifkasi adalah getaran, gelombang, bunyi, resonansi, cepat rambat bunyi, dan pemantulan bunyi.
Efektivitas Intervensi Edukasi pada Pesantren Terhadap Penanggulangan Penyakit Skabies Nurhasanah, Nurhasanah; Siahaan, Lambok; Saragih, Rina Caromina
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i2.15204

Abstract

Skabies adalah penyakit kulit menular yang sering dijumpai pada pemukiman padat seperti pesantren. Peran pengelola sebagai panutan, penyadia sarana prasarana dan pembuat kebijakan sangat penting untuk pengendalian skabies di pesantren. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat tingkat pengetahuan dan efikasi diri pengelola sebelum dan sesudah pemberian edukasi. Penelitian ini adalah suatu penelitian quasi eksperiment untuk membandingkan pengaruh edukasi pada kelompok intervensi. Penelitian ini dilakukan di dua pesantren di Bangka Belitung. Pesantren A sebagai tempat dilakukan edukasi dan pesantren B sebagai kelompok kontrol. 30 pengelola masing masing dari kelompok intervensi dan kelompok kontrol yang terdiri dari unsur pimpinan,sekretaris, ustaz, administrator dan pengurus santri ikut serta dalam penelitian ini. Data dikumpulkan melalui kuesioner tervalidasi yang diberikan sebelum dan sesudah edukasi. Sebagai perbandingan dilakukan juga pretest dan postest pada kelompok kontrol. Data diolah dengan SPSS versi 25 dan diuji dengan marginal homogeneity test. Data menunjukkan hasil bahwa edukasi efektif meningkatkan pengetahuan pengelola tentang skabies (p<0,01) akan tetapi edukasi tidak efektif meningkatkan efikasi diri pengelola (p;0,219).
Kebijakan BHP Spektrum Frekuensi Radio untuk Industri Telekomunikasi Nasional yang Berkelanjutan dan Optimalnya PNBP Pradana, Tantri Odhi
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i2.15205

Abstract

Berkembangnya layanan mobile broadband dan layanan digital berdampak pada kebutuhan spektrum frekuensi yang makin besar sehingga perlunya antisipasi dalam pengelolaan spektrum frekuensi sehingga penggunaan frekuensi dapat optimal. Penggunaan spektrum yang cerdas dan efisien sangat penting untuk memajukan peningkatan komunikasi dan pengembangan digital dan untuk memaksimalkan kontribusi pembangunan digital terhadap pertumbuhan ekonomi, namun keputusan pemerintah juga memiliki dampak bagi pembangunan industry, ekonomi dan social. Harga spektrum frekuensi yang tinggi dalam jangka panjang akan berdampak pada kinerja industry telekomunikasi yang rendah dan akan memiliki implikasi pada kontribusi pertumbuhan PDB sector telekomunikasi yang kecil. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui dampak dari kebijakan valuasi terhadap keberlanjutan industry telekomunikasi dan optimalisasi PNBP. Metode penelitian yang digunakan adalah secara kualitatif deskriptif, teknik pengumpulan data sekunder dilakukan studi literatur dan dokumentasi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah perlu menetukan kriteria yang optimal dalam factor pengurang yang ada pada kebijakan BHP Frekuensi Radio untuk memberikan dampak sustainability bagi industry telekomunikasi dan tetap dapat dapat memberikan kontribusi penerimaan negara yang optimal.
Hubungan Lokasi Infark Miokard Dengan Lama Rawat Inap pada Pasien St-Elevation Myocardial Infarction (STEMI) dengan Komorbid Hipertensi di RSUP Haji Adam Malik Medan Hutapea, Amanda Putri Berlian; Priyana, Andria
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i2.15206

Abstract

Infark miokard dengan elevasi segmen ST (STEMI) merupakan penyakit kardiovaskular yang paling sering terjadi dan menjadi salah satu sindrom koroner akut (ACS) yang terparah .Hipertensi merupakan salah satu faktor resiko sindroma koroner akut . Infark miokard dengan elevasi segmen ST (STEMI) merupakan sindrom klinis yang ditandai dengan gejala khas iskemia miokardium , elevasi segmen ST pada elektrokardiogram serta peningkatan biomarker nekrosis otot jantung. Di masa sekarang, 5- 6% penderita STEMI memerlukan rawat inap, dan 7-18% berujung kematian dalam kurun satu tahun.Lama rawat inap merupakan salah satu faktor yang berkaitan dengan besarnya jumlah biaya yang dikenakan selama penanganan penyakit kardiovaskular. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lokasi infark miokard dengan lama rawat inap pada pasien ST-Elevation Myocardial Infarction (STEMI) disertai komorbid Hipertensi di RSUP. Haji Adam Malik Medan. Penelitian ini observasional analitik dengan pendekatan desain potong lintang (cross-sectional). Pengumpulan data berupa rekam medis pasien stemi dengan komorbid hipertensi. Sampel penelitian berjumlah 97 data. Hasil penelitian ini dianalisis dengan uji chi square menunjukan terdapat hubungan antara lokasi infark (p value =0,000), derajat hipertensi (p value=0,001) dengan lama rawat inap pada pasien stemi dengan komorbid hipertensi dan koefisien kontigensi didapatkan hubungan antara lokasi infark dengan lama rawat inap dengan nilai siginifikan sebesar 0,000 < alpha 0,05. Oleh sebab itu disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara lokasi infark miokard dengan lama rawat inap pasien STEMI dengan komorbid hipertensi.
Dasar Hukum Pelaksanaan E-RUPS PT Tertutup Bonaventura, Ardes; Sendrawan, Tjhong
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i2.15207

Abstract

E-RUPS atau Rapat Umum Pemegang Saham secara Elektronik adalah pelaksanaan RUPS oleh Perseroan Terbatas (PT) dengan menggunakan media telekonferensi, video konferensi, atau sarana media elektronik lainnya, yang telah diakomodasi dalam ketentuan Pasal 15 ayat 3 Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2014 tentang Jabatan Notaris juncto Pasal 77 ayat 1 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dan ketentuan POJK Nomor 16 Tahun 2020. Akan tetapi, pengaturan tersebut pada praktiknya ditujukan bagi PT Terbuka. Hal ini dibuktikan dengan penyediaan sarana media elektronik oleh Kustodian Sentral Efek Indonesia yakni eASY.KSEI bagi PT Terbuka. Bagi PT Tertutup, belum ada penganturan secara spesifik atau penegasan penunjukan sarana media elektronik yang dapat digunakan untuk melakukan E-RUPS. Dengan demikian, dasar hukum penyelenggaraan E-RUPS PT Tertutup perlu ditinjau lebih jauh. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dasar hukum dan keabsahan penggunaan sarana media elektronik bagi E-RUPS PT Tertutup dan produk hukum yang dihasilkannya. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah doktrinal yakni dengan melakukan studi kepustakaan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa keabsahan E-RUPS dan produk yang dihasilkan dalam E-RUPS tersebut yakni Akta Notaris, ditentukan dengan memerhatikan dua hal yaitu kekuatan pembuktian formal berupa pernyataan Notaris sebagai pejabat umum dan kekuatan pembuktian material yang dititiberatkan kepada autentikasi para penghadap serta saksi yang diatur dalam ketentuan Pasal 39 Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2014 tentang Jabatan Notaris juncto ketentuan Pasal 5 dan 6 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.
Prinsip Kehati-Hatian Notaris dalam Membuat Akta Pernyataan Keputusan Rapat terkait Pemberhentian Sementara Anggota Direksi yang Tidak Sah PT DBI (Studi Kasus Putusan Mahkamah Agung No. 616 K/PK/Pdt/2023) Sari, Andira Permata
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i2.15208

Abstract

Dewan komisaris suatu perseroan terbatas diberikan hak oleh UU Perseroan Terbatas untuk memberhentikan sementara anggota direksi perseroan. Pemberhentian tersebut dilakukan secara tertulis kepada direksi yang bersangkutan dengan menuliskan alasan pemberhentian. Namun sebagaimana dalam Putusan Mahkamah Agung No. 616 K/PK/Pdt/2023, prosedur pemberhentian sementara anggota direksi perseroan dilakukan tanpa adanya alasan pemberhentian dan surat keputusan pemberhentian tidak lengkap ditandatangani oleh 2 (dua) dewan komisaris. Selain itu dalam putusan a quo, notaris membuat Akta Pernyataan Keputusan Rapat atas RUPS yang tidak sah, sehingga akta tersebut dibatalkan. Penelitian ini dilakukan dengan mengangkat 2 (dua) rumusan masalah yaitu terkait keabsahan pemberhentian sementara anggota direksi perseroan oleh dewan komisaris dan prinsip kehati-hatian notaris dalam pembuatan Akta Pernyataan Keputusan Rapat berdasarkan notulensi rapat bawah tangan. Penelitian ini dilakukan berdasarkan metode yuridis normatif yang bersifat preskriptif analitis, dengan menggunakan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberhentian sementara anggota direksi perseroan oleh dewan komisaris yang tidak memenuhi syarat mengakibatkan pemberhentian sementara dan seluruh rangkaian RUPS setelahnya tidak memiliki kekuatan hukum. Oleh karena itu penerapan prinsip kehati-hatian notaris dalam membuat akta menjadi penting.
Disparitas Hukuman Perkara Tindak Pidana Korupsi dan Pedoman Pemidanaan Tindak Pidana Korupsi Oleh Mahkamah Agung Theresia, Yohana Maria; Markoni, Markoni; Nardiman, Nardiman
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i2.15210

Abstract

Dalam praktik peradilan penanganan perkara korupsi sering terjadi disparitas pidana yang tidak saja mengenai jangka waktu pemidanaan yang dijatuhkan, tapi juga mengenai jenis pidana serta praktik pelaksanaan pidana tersebut. Disparitas pemidanaan yang tidak dilandasi dasar dan alasan yang rasional berdampak negatif bagi proses penegakan hukum. Masalah penelitian dalam penulisan tesis ini, yaitu untuk menelaah lebih jauh latar-belakang pertimbangan hukum dan kendala hakim atas terjadinya disparitas hukum. Jenis penelitian dalam penulisan hukum ini adalah penelitian hukum normatif yang didasarkan pada bahan hukum primer, sekunder dan tersier dengan interpretasi dan sistematisasi antar peraturan perundang-undangan, serta menggunakan teori penjatuhan hukuman, teori penegakan hukum, teori hukum pidana, teori pertimbangan hakim, dan teori pertanggung-jawaban pidana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Peraturan Mahkamah Agung No. 1/2020 lahir dengan dilandasi dasar pemikiran bahwa penjatuhan pidana harus dilakukan dengan memperhatikan proporsionalitas pemidanaan tanpa menyampingkan kepastian hukum. Peraturan Mahkamah Agung ini juga lahir sebagai upaya nyata dalam hal memberikan tolok ukur yang memudahkan bagi hakim, terutama dalam hal penegakan hukum, berupa menetapkan berat ringannya pemidanaan, berdasarkan pertimbangan yang lengkap dan komprehensif atas kerugian negara, tingkat kesalahan, dampak, dan rentang pemidanaan, serta dengan tidak melupakan hal-hal yang meringankan dan memberatkan serta dengan tidak mengurangi kewenangan dan kemandirian hakim.
The Intention to Use of a New Mobile Apps: A Case from Customers of an Indonesian Electrity Company Eriyandini, Andhita; Ekawati, Ardhianiswari Diah
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i2.15212

Abstract

Mobile apps are now an integral part of our daily life which brought quite significant changes in consumer behavior. Therefore, the development of electronic service quality becomes a crucial factor to consider in determining whether digital transformation affects customer satisfaction. PT PLN (Persero), the Indonesian Electricity Company launched their new mobile apps in 2022 with the objective to provide better customer engagement and service. New PLN Mobile is an application used by PT PLN (Persero) to facilitate customers in enjoying every service provided by the company. This study integrates constructs from the mobile-technology acceptance model (M-TAM) and unified theory of acceptance and use of technology model (UTAUT) into a new theoretical model and tests them to a one of rural regions in Indonesia. The study was conducted by using a structured questionnaire to collect data from 566 respondens of customers of PT PLN (Persero) PLN ULP Jeneponto. The research model was assessed using the partial least squares structural equation model (PLS-SEM) methodology, facilitated by the Smart PLS software to provide insights into the factors that determine the acceptance of technology, which can explain user behavior. The analysis results are expected to identify the factors of customer readiness in adopting the New PLN Mobile electronic service in Jeneponto Regency. The results revealed significant relationships for all of the hypotheses. Mobile Usefulness to Intention to Use (H1), Mobile Ease of Use to Intention to Use (H2), Social Influence to Intention to Use (H3), Facilitating Condition to Intention to Use (H4) and Intention to Use to Actual Use (H5) showed t-stat values respectively, surpassing the standard test value. In the results, it can also be observed that the most significant factor influencing Intention to Use is Facilitating Condition.

Filter by Year

2016 2026