cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Indonesian Journal of Islamic Early Childhood Education
ISSN : 25412418     EISSN : 25412434     DOI : -
Core Subject : Education,
Indonesian Journal of Islamic Early Childhood Education (IJIECE), Print ISSN: 2541-2434; Online ISSN: 2541-2418 is an international journal published twice a year in June and December by Association of Indonesian Islamic Kindergarten Teachers Education Study Program (Perkumpulan Program Studi Pendidikan Guru Raudlatul Athfal Indonesia). Correspondence concerning the journal should be addressed to the Chief Editor. Indonesian Journal of Islamic Early Childhood Education welcomes authoritative, original, ably illustrated, and well-written manuscripts on any topic and scope of Islamic Early Childhood Education that relevant and related to Indonesian cases as well as others areas in the world. The Journal publishes Articles, Opinion Papers, Comments/Responses and Corrections.
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue " Vol 1 No 1 (2016)" : 14 Documents clear
Skill-Based Curriculum Development to Prevent the Violence Against Children Komalasari, Elis
Indonesian Journal of Islamic Early Childhood Education Vol 1 No 1 (2016)
Publisher : Association of Indonesian Islamic Kindergarten Teachers Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.367 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kurikulum berbasiss keterampilan perlindungan diri terhadap kekerasan seksual pada anak usia dini. Dalam beberapa tahun terakhir, kasus kekerasan pada anak (child abuse) mengalami peningkatan. Komisi Nasional Perlindungan Anak mencatat bahwa sejak tahun 2010, jumlah kekerasan pada anak baik secara fisik maupun psikis mengalami peningkatan setiap tahunnya, terutama dalam bentuk kejahatan seksual pada anak. Pendidikan anak usia dini sebagai bagian makro dari perkembangan anak dan bagian dari masyarakat memiliki tanggung jawab untuk mencegah terjadinya tindak kekerasan pada anak. Upaya yang dilakukan adalah dengan mengembangkan kurikulum berbasis keterampilan perlindungan diri pada anak. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kolaboratif dengan objek penelitian terdiri dari 5 lembaga PAUD yang mewakili setiap kecamatan di kabupaten Tanah Datar. Hasil penelitian menunjukan bahwa 3 dari 5 lembaga PAUD di Kabupaten Tanah Datar tidak memiliki kurikulum dan panduan pembelajaran mengenai pencegahan kekerasan seksual pada anak usia dini. 2 lembaga memiliki pedoman pembelajaran dengan mengacu pada kurikulum 2013. Dari hasil penelitian ini maka dikembangkan kurikulum berbasis keterampilan perlindungan diri untuk anak usia dini dengan mengacu pada kurikulum 2013 dengan penetapan tujuan khusus yaitu standar tingkat pencapaian perkembangan, kompetenssi inti dan kompetensi dasar. Hasil penelitian ini berupa rancangan kurikulum berbasis keterampilan perlindungan diri dan diharapkan dapat diujicoba pada penelitian selanjutnya.
Stop! Push-Parenting: Shoot Parent’s Ambition as Kind of Psychological Abuse in Parenting Hidayati, Laily
Indonesian Journal of Islamic Early Childhood Education Vol 1 No 1 (2016)
Publisher : Association of Indonesian Islamic Kindergarten Teachers Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.812 KB)

Abstract

Menyiapkan masa depan terbaik untuk anak adalah hal yang sangat wajar dilakukan oleh orangtua manapun. Memastikan kebutuhan dasar anak terpenuhi, memastikan pendidikannya, fasilitas-fasilitas, bahkan dana, merupakan hal-hal umum yang dilakukan oleh orangtua dalam rangka itu. Pada prosesnya, tidak bisa tidak, orangtua menerapkan cara-cara yang secara tipikal mereka gunakan—meskipun seringkali tidak disadari—dalam mengasuh dan mendidik anak mereka. Cara-cara yang secara khas digunakan oleh orangtua dalam mengasuh dan mendidik anaknya disebut dengan pola asuh (parenting), yang mana telah dikenal terdapat beberapa pola asuh yang lazim diterapkan oleh orangtua.Push-parenting adalah istilah yang digunakan untuk menyebut suatu pola asuh yang terlalu menekan hak anak, cenderung menetapkan target-target, tuntutan-tuntutan, standar-standar yang sangat mungkin melewati batas kemampuan fisik maupun psikologis anak. Yang terjadi kemudian adalah terancamnya kesehatan mental anak karena anak berubah menjadi miniatur serta korban pemaksaan ambisi orangtua. Anak dapat menjadi rendah diri, konsep dirinya negatif, terganggu aspek perkembangan sosial-emosionalnya, dan lebih-lebih, anak kehilangan kesempatan untuk berkembang jiwa kemandirian serta kemampuannya menyelesaikan masalah (problem solving). Artikel ini mendalami kajian-kajian teoritis kepustakaan, menganalisisnya untuk menemukan titik kritis penerapan model pengasuhan push-parenting, sehingga dengannya, orangtua diharapkan dapat mengevaluasi pola asuh yang diterapkannya,sehingga anak dapat tumbuh-berkembang secara unik sesuai bakat, minat, serta kepribadiannya. Kata Kunci: Parenting, push-parenting, kekerasan psikologis. Preparing for the best children’s future is a very reasonable thing to do by any parent. Ensure the basic needs of children are met, ensure their education, facilities, and even funding, are the general things are done by parents in order that. In the process, we all know and sure that parents implement ways that typically they use—although often they do not realized—in caring for and educating their children. Ways that are typically used by parents in caring for and educating children is called parenting (parenting), which has been known there are some common parenting applied by parents. Push-parenting is a term used to describe a parenting that in there too much pressure on childrens rights, tend to set targets, demands, standards that are likely over the limit of physical and psychological abilities of children. What happens then is the threat to childrens mental health because children turn into a miniature as well as victims of coercion parental ambition. Children can going to be a low self-esteem, negative self-concept, disturbed aspects of social-emotional development, and more, children maybe lose the opportunity to develop spirit of independence and ability to solve problems (problem solving). This paper scrutinizes the theoretical literature studies, analyzes it to find a critical point of care model application push-parenting, so with that, parents are expected to evaluate the implementation of parenting, so that the child can grow-evolved uniquely suited their talents, interests, and personality. Keywords: Parenting, push-parenting, psychological abuse.
Anti-Violence Education Against Children Yulianingsih, Yuyun
Indonesian Journal of Islamic Early Childhood Education Vol 1 No 1 (2016)
Publisher : Association of Indonesian Islamic Kindergarten Teachers Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.169 KB)

Abstract

This article aimed to analyze the anti-violence education to early childhood in Islamic perspective. Documentation is used as data collection method in this research. And critical analysis is used as data analysis technique. By this method, the research finds that: (1) violence against children occurs because of lack of understanding about what is exactly the characteristic of early chilhood. (2) Islam has explained the rights and protection of children (3) understanding the characteristic of the children is one of the core of anti-violence education against children. Keywords: Education, Violence, Child, Islam. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pendidikan anti kekerasan terhadap anak usia dini dalam perspektif Islam. Metode pengumpulan data yang digunakan ialah studi dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan ialah analisis kritis. Berdasarkan metode tersebut, diperoleh temuan penelitian bahwa: (1) kekerasan terhadap anak terjadi akibat rendahnya pemahaman tentang anak sejak usia dini. (2) Islam telah menjelaskan hak dan perlindungan terhadap anak (3) pemahaman mengenai kondisi anak merupakan salah satu inti pendidikan anti kekerasan teradap anak. Kata kunci: Pendidikan, Kekerasan, Anak, Islam.
Early Childhood Anti-Violence Education in The Perspective of Psychology Syarbaini, Eni Rosda
Indonesian Journal of Islamic Early Childhood Education Vol 1 No 1 (2016)
Publisher : Association of Indonesian Islamic Kindergarten Teachers Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.594 KB)

Abstract

Early age children is nation next generation. Government gives serious attention toward early childhood education which is pointed out by PP No. 60 th. 2013 about the integrative and holistic service of early childhood development. Children violence might be occurred everywhere, it could be in the family, on the street and children trafficking. Children violence is a social problem that has a big impact toward psychological, physical, mental, and the growth of children. To prevent this violence, government, society, teachers and parents must involve intensively. Government has issued the law no. 35 th. 2014 about children care. Early childhood must be protected from any kinds of violence. Education for early childhood must be done using learning approach through play games, interactive, children centered, and in joyful atmosphere. Keywords: fun education for early childhood, anti violence, psychology. Anak usia dini adalah generasi penerus bangsa. Pemerintah memberikan perhatian yang serius terhadap pendidikan anak usia dini yang ditunjukkan dengan Peraturan Presiden Nomor 60 tahun 2013 tentang Pelayanan Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif. Kekerasan terhadap Anak dapat terjadi dimana-mana, seperti dalam lingkungan keluarga, di jalanan, dan perdaganagan anak. Kekerasan terhadap anak merupakan masalah sosial memiliki dampak besar terhadap psikologis, fisik, mental, dan tumbuh kembang anak. Untuk pencegahan kekerasan terhadap anak, dituntut peran aktif orang tua, pendidik, masyarakat, dan Pemerintah. Pemerintah menerbitkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Anak usia dini harus dilindungi dari segala bentuk kekerasan. Pendidikan Anak Usia Dini dilakukan dengan pendekatan belajar melalui bermain, interaktif, berpusat pada anak, dan dalam suasana yang menyenangkan. Kata Kunci: PAUD Menyenangkan, Anti Kekerasan, Psikologi.
A Child-friendly Family Education in the Perspective of Psychology Nurhayati, Eti
Indonesian Journal of Islamic Early Childhood Education Vol 1 No 1 (2016)
Publisher : Association of Indonesian Islamic Kindergarten Teachers Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.7 KB)

Abstract

Pendidikan keluarga merupakan pendidikan yang pertama dan utama bagi anak usia dini, di mana sebagian besar waktunya berada di lingkungan keluarga. Fungsi keluarga sebagai wahana pengasuhan, pendidikan, sosialisasi, mengembangkan kemampuan, dan membangun kebiasaan-kebiasaan positif bagi anak-anak. Orangtua adalah orang yang pertama dan utama yang harus bertanggung jawab menciptakan lingkungan kondusif, yang religious, memberi teladan kepada anak-anaknya agar mereka tumbuh menjadi anak sholih dan sholihah, berakhlak mulia, berguna bagi agama, nusa, dan bangsa. Mengasuh, membesarkan, dan mendidik anak-anak yang dilakukan oleh orangtua, ayah dan ibu secara bersinergi harus dengan kasih sayang, kesabaran, ketelatenan, keikhlasan, dukungan material dan moral, pengorbanan, dan berusaha menciptakan keamanan, kenyamanan, kesejahteraan, dan kebahagiaan bagi anak di dalam keluarga, tanpa ada kekerasan, baik secara fisik maupun psikologis. Masa usia dini adalah masa yang sangat penting dari keseluruhan perkembangan manusia dan anak usia dini merupakan kelompok yang rentan menjadi korban kekerasan oleh orang dewasa. Makalah kecil ini berikhtiar untuk memformulasikan pendidikan keluarga yang ramah bagi anak usia dini ditinjau dari perspektif Psikologi. Kata Kunci: Pendidikan, keluarga, ramah, anak usia dini. Family education is the first and primary education for early childhood, where most of his time being in a family environment. The function of family is an instrument for the upbringing, education, socialization, develop skills, and build positive habits for children. Parents are the first and foremost who should be responsible for creating an enabling religious environment, be an example to their children so that they grow into children who Shalih and Shalihah, noble, useful for religion, homeland and nation. Parenting, raising, and educating children committed by parents, father and mother are should be synergy with affection, patience, diligence, sincerity, moral and material support, sacrifice, and try to create security, comfort, well-being and happiness for the children in the family, without violence, both physically and psychologically. Early childhood is a crucial time of the overall human development and early children are vulnerable to violence by an adult. This little paper endeavors to formulate a no-violence family education for early childhood viewed from the perspective of Psychology. Keywords: Education, Family, no-violence, early childhood
Sex Education as an Effort to Prevent Sexual Violence Against Children Sumiyati, Sumiyati
Indonesian Journal of Islamic Early Childhood Education Vol 1 No 1 (2016)
Publisher : Association of Indonesian Islamic Kindergarten Teachers Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4206.231 KB)

Abstract

Child is a mandate given by God as a surrogate. The mandate received by each parent will be asked about the responsibility someday. Parents certainly hope their children will be success in their life. Some case of sexual violence in children of course led to a deep concern for parents. How crime and sexual violence can happen to an innocent children. One of the efforts to prevent sexual violence against children is through giving sex education. Sex education provide children about how he understands sex, keep their self and limbs, and how to train children to be able to communicate effectively with parents. Hopefully, by the sex education, children can build a positive attitude and behaviour, also they have a good confidence to ask information to parents and the significant others about all of the things that they wanted to know, include something like why some organ in men and women are different. If the sex education for early childhood is successful, then the opportunity for children to enjoy the future will be more wide open, without overshadowed by the fear of child predators who will take away their future. Keywords: sex education, sexual violence, early childhood. Anak merupakan amanah yang diberikan oleh Allah sebagai titipan. Amanah yang diterima oleh setiap orangtua tentu saja akan dimintakan pertanggungjawabannya kelak. Orangtua tentu berharap kesuksesan dan keberkahan bagi putra putrinya. Terjadinya tindak kekerasan seksual pada anak tentu saja membuahkan keprihatinan yang mendalam bagi orangtua. Bagaimana kejahatan dan kekerasan seksual ini dapat menimpa anak usia dini yang tidak berdosa. Salah satu upaya untuk mencegah terjadinya kekerasan seksual pada anak ini adalah melalui sex education atau pendidikan seks untuk anak. Sex education membekali anak tentang bagaimana dia memahami jenis kelaminnya, menjaga diri dan anggota badannya, serta bagaimana melatih anak untuk dapat berkomunikasi yang efektif dengan orangtua. Diharapkan dengan adanya sex education ini anak mampu untuk selalu bersikap positif dan memiliki kepercayaan diri yang tinggi untuk bertanya dan mencari informasi kepada orangtua dan orang terdekat tentang segala hal yang ingin diketahuinya, termasuk tentang organ tubuh, kenapa laki-laki berbeda dengan perempuan. Apabila pendidikan seks untuk anak usia dini ini berhasil, maka kesempatan atau peluang anak untuk menikmati masa depannya akan semakin terbuka lebar, tanpa dibayang-bayangi oleh ketakutan akan adanya predator anak yang akan merenggut masa depan mereka. Kata kunci: sex education, kekerasan seksual, anak usia dini.
The Application of Beyond Centers and Circle Time Approach Mursid, Mursid
Indonesian Journal of Islamic Early Childhood Education Vol 1 No 1 (2016)
Publisher : Association of Indonesian Islamic Kindergarten Teachers Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.037 KB)

Abstract

This research used qualitative descriptive approach which lead into a field research. BCCT learning in RA Ngalian was regarded as an effective data obtained. It was 73 percent stated agree and the other of 27 percent stated very agree. Constitutionally, supporting factor in applying BCCT method appears in some aspects, such as the location, the headmaster’s competence, and teachers’ competence. As for the implementation in RA (PAUD) of Ngalian District, most of 67 percent of respondents stated agree and the other of 18 percent of respondents stated disagree. The role of teacher as inspiration for their students and as center of learning was not applied yet holistically. The data obtained, it was almost 45 percent of respondents stated agree and 10 percent stated very agree. It means the role of teacher as inspiration was not applied. Meanwhile the weaknesses factor of BCCT learning in RA (PAUD) of Ngalian district was the lack of time management in implementing BCCT method. This took effect in the learning process. The obtained data showed 45 percent stated agree and 9 percent stated very agree. It means that the time management was most recommended in order the BCCT learning could run well. Because of seeing the allotted time was limited, it made students were forced to accomplish some steps being passed. So that, the time management was required. Key words: the application of BCCT, the supporting factor, the weaknesses factor.  
Prevention of Violence and Sexual Abuse in Early Childhood Through Implementation of Sex Education in the Perspective of the Sunnah Camelia, Lely; Nirmala, Ine
Indonesian Journal of Islamic Early Childhood Education Vol 1 No 1 (2016)
Publisher : Association of Indonesian Islamic Kindergarten Teachers Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.743 KB)

Abstract

This article discusses the conceptual studies on the implementation of early childhood sex education according to Islamic perspective. The number of cases of violence and sexual abuse against children has recently made various parties, no exception for parents, that must be alert to the threat. The big point of that is in 2015 when Indonesian Child Protection Commission said that cases of violence and abuse against children is a latent danger for the children of Indonesia. Several attempts have been made, some like starting to give a sex education early for parents and children, limiting the viewing access to pornography, limiting the contents of pornography on the internet and games, and stopping the attempts of the perpetrators in violence and sexual abuse against children by give them the weightest punishments. Rasullullah SAW as good role model has provided some guidance for us on how to educate children in detail, not only about early sex education, but also how to educate them since they are in the loins of their father. With reference to the sunnah that has showed by our Prophet to us, we as teachers and parents can apply it in everyday life, that will have a positive impact on children and the environment in the prevention of violence and sexual abuse against children.  Keywords: sex education, children, islamic perspective, Prophet’s sunnah perspective
Parenting Insight to Shape An Anti-Aggressive Behaviour Jazariyah, Jazariyah; Jannah, Rina Roudhotul
Indonesian Journal of Islamic Early Childhood Education Vol 1 No 1 (2016)
Publisher : Association of Indonesian Islamic Kindergarten Teachers Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.877 KB)

Abstract

This study aimed to reveal the importance of knowledge parenting’s insight and skills of non-violence in early childhood as a manifestation of concern for child development. Parenting occupies an important position in shaping the character of children in the future. It received national attention in the world (WHO), as well as in Islam Religion. The results showed that increasing aggressiveness in juvenile cases such as bullying, fights, and fighting now is the impact on the parenting treatment with a high level of violence aggressiveness when one of them was a child. Children who are at the age of chronic and require the model in each of his behavior often become victims. Thus, in the development of children vulnerable to becoming victims or perpetrators of violence. Keywords: Parenting Insight, Anti Aggressive Behavior.
Anti-Violence Education in the Perspective of Hadith Imroatun, Imroatun; Nadjih, Difla
Indonesian Journal of Islamic Early Childhood Education Vol 1 No 1 (2016)
Publisher : Association of Indonesian Islamic Kindergarten Teachers Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.567 KB)

Abstract

Tulisan ini bermaksud mengeksplorasi hadis tentang metode pendidikan anak untuk perumusan titik penting dalam penanaman ide anti kekerasan  kepada anak usia dini di Raudahtul Atfal.  Eksplorasi dibatasi dengan matan hadis-hadis yang yang diriwayatkan dalam kutub tis’ah dengan perawi al-Bukhari,  Muslim,  an-Nasa’i,  at-Tirmizi,  Abu Dawud, Ahmad Ibn Hanbal, Ibn Majjah, Malik dan ad-Darimi untuk dianalisis  melalui  content analysis. Didalam hadis metode pendidikan Agama Islam menekankan Interaksi empatik menjadi terasa sebagai sebuah kebutuhan dalam pendidikan anti kekerasan dalam PAUD.  keteladanan itu bisa disengaja untuk berbuat secara sadar ditiru oleh si terdidik (anak). Bentuknya lainnya berupa perilaku sesuai dengan nilai dan norma yang akan ditanamkan pada anak sehingga tanpa sengaja menjadi teladan bagi anak. Semua bisa diadaptasi dalam PAUD di luar keluarga dengan mempertimbangkan factor pemberi, penerima, materi serta konteksnya.

Page 1 of 2 | Total Record : 14