cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Naditira Widya
ISSN : 14100932     EISSN : 25484125     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 545 Documents
TINGGALAN ARKEOLOGI ISLAM SEBAGAI BAGIAN PERKEMBANGAN SEJARAH BUDAYA DI KALIMANTAN Bambang Sakti Wiku Atmojo
Naditira Widya Vol 6 No 2 (2012): Oktober 2012
Publisher : Balai Arkeologi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2994.2 KB) | DOI: 10.24832/nw.v6i2.86

Abstract

Abstrak. Tulisan ini mendeskripsikan beragam penelitian arkeologi dari masa pengaruh kebudayaan Islam yangtelah dilakukan oleh Balai Arkeologi Banjarmasin di empat provinsi di Pulau Kalimantan sejak 1993. Penelitianpenelitiantersebut dilakukan dengan teknik survei berdasarkan tema kajian seperti arsitektur kuna, tata kota kuna,dan sejarah kebudayaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peninggalan arkeologi masa Islam bervariasi, yaitupeninggalan bendawi dan non-bendawi. Peninggalan arkeologi bendawi terdiri atas peninggalan bersifat bangunan,struktur, situs, kawasan, dan artefaktual. Rentang periodisasi peninggalan arkeologi tersebut berasal dari abad ke-15 sampai dengan ke-19 Masehi; peninggalan tertua berupa makam-makam abad ke-15 yang berada di KabupatenKetapang. Berdasarkan lokasi geografisnya, peninggalan-peninggalan monumental ataupun situs ditemukan padakawasan pantai, daerah aliran sungai, dan perbukitan.
SEBARAN SITUS PEMUKIMAN KUNA DI DAERAH ALIRAN SUNGAI BARITO Sunarningsih Sunarningsih
Naditira Widya Vol 6 No 2 (2012): Oktober 2012
Publisher : Balai Arkeologi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.576 KB) | DOI: 10.24832/nw.v6i2.87

Abstract

Abstrak. Sungai Barito dan anak-anak sungainya yang berada di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan mengandungbanyak situs pemukiman dari masa yang berbeda. Situs-situs pemukiman prasejarah, baik tertutup (gua) maupunterbuka (tepian sungai), yang telah diteliti ditemukan di kawasan lereng barat Pegunungan Meratus, yang masukdalam wilayah administratif Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kabupaten HuluSungai Selatan, Kabupaten Tapin, dan Kabupaten Barito Kuala. Namun, ternyata hasil analisis artefaktual danpertanggalan mutlak menunjukkan bahwa sejumlah situs pemukiman terbuka masa prasejarah dapat dikategorikanjuga sebagai situs proto-histori dan masa pengaruh kebudayaan India. Situs-situs pemukiman dengan karakteristikperiodisasi beragam menggambarkan bahwa terdapat kontinuitas dalam konsep pemilihan lokasi hunian yangsama. Berdasarkan hal tersebut, tulisan ini membahas pola persebaran situs-situs pemukiman kuna tersebut. Hasilstudi pemukiman terbuka ini menunjukkan bahwa pola persebaran situs pada Sungai Barito cenderung linearsejajar dengan badan sungai.
POTENSI PEMUKIMAN DI HANDIL SAKA KAWANG, KALIMANTAN TENGAH Yuka Nurtanti Cahyaningtyas
Naditira Widya Vol 6 No 2 (2012): Oktober 2012
Publisher : Balai Arkeologi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.827 KB) | DOI: 10.24832/nw.v6i2.88

Abstract

Abstrak. Sejumlah penelitian arkeologis di wilayah administratif Kabupaten Pulang Pisau telah dilakukan selama1986-1998. Hasil penelitian tersebut menunjukkan pernah ada pemukiman kuna abad ke-14 sampai ke-15 Masehidi kawasan tersebut. Pada survei 2011 di Handil Saka Kawang, pengeboran tanah di kawasan Handil SakaKawang menghasilkan empat lapisan tanah lempung yang bervariasi antara lain menurut warna, tekstur, struktur,dan permeabilitasnya. Tulisan ini membahas kemungkinan adanya pemukiman kuna berdasarkan data lingkungandan geologisnya. Kajian tersebut menunjukkan pernah adanya alur sungai purba yang dapat menjadi dayadukung aktivitas dan kelangsungan hidup manusia di kawasan tersebut.
CULTURAL DEVELOPMENT: THE ARCHAEOLOGY OF KALIMANTAN TENGAH AND KALIMANTAN SELATAN Vida Pervaya Rusianti Kusmartono
Naditira Widya Vol 6 No 2 (2012): Oktober 2012
Publisher : Balai Arkeologi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.135 KB) | DOI: 10.24832/nw.v6i2.89

Abstract

Abstrak. PERKEMBANGAN KEBUDAYAAN: ARKEOLOGI KALIMANTAN TENGAH DAN KALIMANTANSELATAN. Selama 1993-2010, lebih dari tujuh puluh lima situs arkeologi di Provinsi Kalimantan Tengah danProvinsi Kalimantan Selatan telah diteliti. Bukti-bukti arkeologi memberikan informasi penting tentang okupasiprasejarah, diaspora Austronesia dan tradisi penguburan, perkembangan kebudayaan India dan Cina, daerahaliran sungai dan pemukiman rawa, arsitektur Islam dan kolonial, perencanaan kota dan pemakaman, sistembenteng kolonial, perdagangan keramik, tradisi pembuatan tembikar dan logam, serta arkeologi bawah air. Namundemikian, karakteristik arkeologis masing-masing daerah tersebut menunjukkan kekhasan; Arkeologi KalimantanTengah menyajikan informasi tentang kontinuitas tradisi pemakaman prasejarah, sedangkan Arkeologi KalimantanSelatan berkaitan dengan perkembangan kebudayaan Islam di bawah hegemoni Kesultanan Banjar dan okupasiBelanda.
POTENSI SITUS GUA HUNIAN PRASEJARAH DI KAWASAN KARST PEGUNUNGAN MERATUS, KALIMANTAN SELATAN Bambang Sugiyanto
Naditira Widya Vol 7 No 1 (2013): April 2013
Publisher : Balai Arkeologi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.081 KB) | DOI: 10.24832/nw.v7i1.90

Abstract

Abstrak. Situs gua prasejarah yang telah memberikan informasi yang komprehensif mengenai pemukiman adalahGua Babi dan Gua Tengkorak yang ditemukan di zona utara lingkungan karst Pegunungan Meratus. Kawasankarst ini ditemukan memanjang dari zona utara sampai dengan selatan. Setiap zona menunjukkan kronologi okupasiyang berbeda-beda dari masa Mesolitik sampai Neolitik. Tulisan ini membahas faktor-faktor yang menjadi dasarpertimbangan manusia prasejarah dalam mengokupasi kawasan karst Pegunungan Meratus. Studi ini dilakukandengan menggunakan metode deskriptif dan penalaran induktif. Hasil studi menunjukkan bahwa okupasi kawasanPegunungan Meratus telah terjadi sekitar 6.000 tahun lalu oleh kelompok manusia yang memiliki mata pencaharianberburu dan mengumpulkan makanan. Kegiatan okupasi di kawasan karst tersebut dilandasi oleh pertimbanganpotensi air bersih dan sumber daya alimentasi yang potensial yang mendukung eksistensi keseharian manusia.
METAL AGE AND ITS PROBLEMS IN SOUTH KALIMANTAN Sunarningsih Sunarningsih
Naditira Widya Vol 7 No 1 (2013): April 2013
Publisher : Balai Arkeologi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3686.595 KB) | DOI: 10.24832/nw.v7i1.91

Abstract

Abstract. Metal age in Indonesia is the period when humans were familiar with metalworking. In general, metaltools were used for either everyday or ritual purposes. However, there are also metal tools which are used asideofacts as well as technofacts. The results of a number of archaeological researches in South Kalimantanindicate that data of metal tools are very few. Therefore, the determination on the earliest use of metal tools andthe varieties of its use has not been comprehensively understood. This paper discusses a number of archaeologicalresearches in Kalimantan in the effort to identify problems related to metal culture. The research method used inthis study was descriptive and inductive reasoning. Data were collected by studying research reports of the Centrefor Archeology, Banjarmasin, literatures on metal culture in Indonesia as well as metal tools references of thecollection of Lambung Mangkurat Museum. The results showed that metal age sites in South Kalimantan aresettlements indicated by material cultures of fragments of iron tools or iron slag. Besides fragments of iron, neitherthe complete artefacts nor the chronology, have been identified yet.
RUMAH PANJANG DAYAK MONUMEN KEBERSAMAAN YANG KIAN TERKIKIS OLEH ZAMAN: STUDI KASUS DAYAK KANAYATN DI KALIMANTAN BARAT Hartatik Hartatik
Naditira Widya Vol 7 No 1 (2013): April 2013
Publisher : Balai Arkeologi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (689.411 KB) | DOI: 10.24832/nw.v7i1.92

Abstract

Abstrak. Rumah panjang merupakan hunian tradisional komunitas Dayak yang dapat ditemukan di sejumlahtempat di pedalaman Kalimantan. Rumah panjang atau betang atau radakng atau balai atau lamin mempunyaiarsitektur dan komponen bangunan yang serupa. Arsitektur rumah panjang Dayak berupa rumah yang ditopangdengan sejumlah tiang penyangga setinggi satu hingga dua meter. Komposisi bangunan rumah panjang terdiri atassebuah aula persegi panjang yang dikelilingi oleh puluhan bilik kecil yang dihuni oleh sebuah keluarga. Auladifungsikan sebagai tempat berkumpul sehari-hari ataupun mewadahi kegiatan adat. Interaksi sosial dalam rumahpanjang tersebut membentuk ikatan batin dan rasa kebersamaan yang kuat antarpenghuninya. Namun, selamaempat dekade belakangan ini lambat-laun penggunaan rumah panjang banyak yang ditinggalkan. Tulisan inimembahas eksistensi rumah panjang dan nilai-nilai kebersamaan komunitas Kanayatn yang tidak lagi berdiam dirumah panjang. Studi ini dibahas dengan menggunakan metode deskriptif dengan penalaran induktif. Hasil kajianrumah panjang ini menunjukkan tidak dimanfaatkannya rumah panjang sebagai hunian komunal tidak berartihilangnya nilai kebersamaan yang selama ini telah mengakar dalam kehidupan komunitas Dayak. Namun demikian,perubahan gaya hidup tersebut tetap menbawa dampak yang signifikan, yaitu merenggangnya proses interaksisosial sehari-hari.
PELESTARIAN KAWASAN PECINAN SINGKAWANG, PROVINSI KALIMANTAN BARAT Ida Bagus Putu Prajna Yogi
Naditira Widya Vol 7 No 1 (2013): April 2013
Publisher : Balai Arkeologi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.201 KB) | DOI: 10.24832/nw.v7i1.93

Abstract

Abstrak. Indonesia adalah negara yang lambat-laun memudar sejarah eksistensinya. Kehilangan tersebut diakibatkanoleh banyaknya bukti fisik sejarah Indonesia yang dihancurkan demi sejumlah faktor. Di antara faktor-faktor tersebutyang sering dijadikan alasan penghancuran selama empat dekade belakangan ini adalah pembangunan masyarakatyang sejahtera. Salah satu bukti fisik yang sedikit demi sedikit diabaikan kelestariannya adalah kawasan Pecinan diKota Singkawang. Tulisan ini membahas komunitas Cina di Singkawang dalam perkembangan sejarah Indonesiadan strategi pelestarian kawasan Pecinannya. Studi tersebut dilakukan menggunakan metode deskriptif-analitisdengan penalaran induktif. Hasil studi menunjukkan bahwa komunitas Cina telah berkontribusi dalam perkembanganperekonomian di kawasan Singkawang. Dengan demikian, penciptaan kawasan Pecinan dapat diajukan sebagaisalah satu strategi pelestarian sekaligus pemanfaatan cagar budaya Kota Singkawang.
KERAJAAN NEGARA DAHA DI TEPIAN SUNGAI NEGARA, KALIMANTAN SELATAN Sunarningsih Sunarningsih
Naditira Widya Vol 7 No 2 (2013): Oktober 2013
Publisher : Balai Arkeologi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1332.594 KB) | DOI: 10.24832/nw.v7i2.94

Abstract

Abstrak.Toponim Negara di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Propinsi Kalimantan Selatan banyak dikaitkan dengan keberadaanKerajaan Negara Daha dalam Hikayat Banjar. Hasil penelitian di sepanjang aliran Sungai Negara yang dilakukan oleh Balai ArkeologiBanjarmasin dengan metode ekskavasi dan survei menghasilkan banyak artefak yang menunjukkan bukti adanya sisa pemukimankuna di wilayah Negara. Pada saat ini, temuan pemukiman kuna berada pada dua wilayah kecamatan, yaitu Kecamatan Daha Utaradan Daha Barat. Penelitian ini bertujuan membahas hubungan antara data arkeologis yang ditemukan di situs pemukiman kuna dengankeberadaan Kerajaan Negara Daha. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan penalaran induktif. Analisis terhadap dataartefaktual menggunakan analisis morfologi, berdasarkan bentuk, bahan, dan jumlahnya. Hasil analisis selanjutnya akan diperbandingkanuntuk mengetahui kronologinya. Studi pustaka dilakukan untuk mengumpulkan teori dan referensi yang mendukung dalam interpretasi.Dari hasil analisis dan kajian pustaka dapat diasumsikan bahwa wilayah Negara pada abad ke-14 sudah dihuni oleh sebuah komunitasmasyarakat dalam jumlah yang besar dan sudah menguasai teknologi yang cukup maju, sehingga dapat melakukan berbagai aktivitasyang menggambarkan sebuah kehidupan masyarakat yang kompleks. Masuknya komoditi dari luar menjadi salah satu petunjukadanya aktivitas perdagangan, yang juga menjadi sebuah indikasi bahwa pemenuhan terhadap kebutuhan sehari-hari sudah tercukupi(masyarakat yang makmur)
MAKAM-MAKAM DAN CANDI DI NEGERI BARU DALAM PERKEMBANGAN SEJARAH BUDAYA DI KABUPATEN KETAPANG Bambang Sakti Wiku Atmojo
Naditira Widya Vol 7 No 2 (2013): Oktober 2013
Publisher : Balai Arkeologi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1070.12 KB) | DOI: 10.24832/nw.v7i2.95

Abstract

Salah satu manfaat peninggalan budaya masa lalu adalah untuk merekonstruksi perkembangan sejarah budaya. Peninggalanbudaya baik fisik maupun non fisik banyak ditemukan di berbagai daerah, salah satunya di Desa Negeri Baru, Kabupaten Ketapang,Kalimantan Barat. Desa tersebut memiliki banyak peninggalan kepurbakalaan yang merupakan warisan budaya masa lalu, baikberupa artefak, situs, bangunan, dan struktur. Peninggalan kepurbakalaan tersebut ada yang berlatar belakang budaya Hindu dan adayang berlatar belakang budaya Islam. Adanya berbagai jenis peninggalan dengan berbagai ragam latar belakang budaya tersebutmengindikasikan bahwa dahulu desa tersebut merupakan sebuah kawasan hunian yang cukup besar pada masanya. Adanyabangunan makam yang tidak jauh lokasinya dengan candi dapat diasumsikan sebagai sebuah kerukunan antarpemeluk agama yangberbeda, yang telah terjalin sejak lama. Hal tersebut juga menunjukkan bahwa keragaman budaya merupakan bagian dari kehidupanmasyarakat sejak zaman dahulu.

Filter by Year

2006 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 17 No 1 (2023): Naditira Widya Volume 17 Nomor 1 Tahun 2023 Vol 16 No 2 (2022): Naditira Widya Volume 16 Nomor 2 Tahun 2022 Vol 16 No 1 (2022): Naditira Widya Volume 16 Nomor 1 Tahun 2022 Vol 15 No 2 (2021): NADITIRA WIDYA VOLUME 15 NOMOR 2 OKTOBER 2021 Vol 15 No 1 (2021): NADITIRA WIDYA VOLUME 15 NOMOR 1 APRIL 2021 Vol 14 No 2 (2020): NADITIRA WIDYA VOLUME 14 NOMOR 2 OKTOBER 2020 Vol 14 No 1 (2020): NADITIRA WIDYA VOLUME 14 NOMOR 1 APRIL 2020 Vol 13 No 2 (2019): NADITIRA WIDYA Vol 13 No 1 (2019): NADITIRA WIDYA Vol 13, No 1 (2019): NADITIRA WIDYA Vol 12 No 2 (2018): Naditira Widya Volume 12 Nomor 2 Oktober Tahun 2018 Vol 12, No 2 (2018): Naditira Widya Volume 12 Nomor 2 Oktober Tahun 2018 Vol 12, No 1 (2018): NADITIRA WIDYA VOLUME 12 NOMOR 1 TAHUN 2018 Vol 12 No 1 (2018): NADITIRA WIDYA VOLUME 12 NOMOR 1 TAHUN 2018 Vol 11, No 2 (2017): Naditira Widya Volome 11 Nomor 2 Oktober 2017 Vol 11 No 2 (2017): Naditira Widya Volome 11 Nomor 2 Oktober 2017 Vol 11 No 1 (2017): Naditira Widya Vol. 11 No. 1 April 2017 Vol 11, No 1 (2017): Naditira Widya Vol. 11 No. 1 April 2017 Vol 10 No 2 (2016): Naditira Widya Vol. 10 No. 2 Oktober 2016 Vol 10, No 2 (2016): Naditira Widya Vol. 10 No. 2 Oktober 2016 Vol 10, No 1 (2016): Naditira Widya Vol. 10 No. 1 Tahun 2016 Vol 10 No 1 (2016): Naditira Widya Vol. 10 No. 1 Tahun 2016 Vol 9 No 2 (2015): OKtober 2015 Vol 9, No 2 (2015): OKtober 2015 Vol 9, No 1 (2015): April 2015 Vol 9 No 1 (2015): April 2015 Vol 8, No 2 (2014): Oktober 2014 Vol 8 No 2 (2014): Oktober 2014 Vol 8 No 1 (2014): April 2014 Vol 8, No 1 (2014): April 2014 Vol 7, No 2 (2013): Oktober 2013 Vol 7 No 2 (2013): Oktober 2013 Vol 7, No 1 (2013): April 2013 Vol 7 No 1 (2013): April 2013 Vol 6 No 2 (2012): Oktober 2012 Vol 6, No 2 (2012): Oktober 2012 Vol 6 No 1 (2012): April 2012 Vol 6, No 1 (2012): April 2012 Vol 5, No 2 (2011): Oktober 2011 Vol 5 No 2 (2011): Oktober 2011 Vol 5, No 1 (2011): April 2011 Vol 5 No 1 (2011): April 2011 Vol 4 No 2 (2010): Oktober 2010 Vol 4, No 2 (2010): Oktober 2010 Vol 4 No 1 (2010): April 2010 Vol 4, No 1 (2010): April 2010 Vol 3 No 2 (2009): Naditira Widya Vol. 3 No.2 Vol 3, No 2 (2009): Naditira Widya Vol. 3 No.2 Vol 3 No 1 (2009): Naditira Widya Vol. 3 No.1 Vol 3, No 1 (2009): Naditira Widya Vol. 3 No.1 Vol 2, No 2 (2008): Naditira Widya Vol. 2 No.2 Vol 2 No 2 (2008): Naditira Widya Vol. 2 No.2 Vol 2, No 1 (2008): Naditira Widya Vol. 2 No.1 Vol 2 No 1 (2008): Naditira Widya Vol. 2 No.1 Vol 1, No 2 (2007): Naditira Widya Volume 1 Nomor 2 Tahun 2007 Vol 1 No 2 (2007): Naditira Widya Vol. 1 No.2 Vol 1 No 1 (2007): Naditira Widya Vol. 1 No.1 Vol 1, No 1 (2007): Naditira Widya Vol. 1 No.1 No 16 (2006): Naditira Widya Nomor 16 Oktober 2006 No 16 (2006): Naditira Widya Nomor 16 Oktober 2006 More Issue