cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Administrasi Pendidikan Indonesia
ISSN : 14128152     EISSN : 25801007     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Administrasi Pendidikan (JAP) published on 2003 with the ISSN: p.1412-8152 e.2580-1007 and issued by Program Studi Administrasi Pendidikan Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia. JAP is a journal that focuses on publishing qualitative and quantitative research articles in the scope of Educational Administration including Leadership, Planning, Human Resources, Finance, Curriculum, Facilities and Infrastructure, Public Relations, Student Affairs, Learning and Management Education, and Organization.
Arjuna Subject : -
Articles 457 Documents
KEPEMIMPINAN BERBASIS NILAI DALAM MEMBANGUN IKLIM Mathuleosy Munthe
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 14, No 2 (2017): OCTOBER 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.579 KB) | DOI: 10.17509/jap.v24i2.8297

Abstract

Iklim sekolah merupakan suatu kualitas lingkungan sekolah yang relatif tetap, dan dapat mempengaruhi perilaku serta didasarkan pada persepsi kolektif tentang perilaku sekolah. Iklim sekolah sebagai suasana yang berlaku di sekolah, yang mempengaruhi guru dan siswa dalam nilai-nilai dan sikap. Kepemimpinan berbasis nilai merupakan unsur kuat yang dapat membangun iklim sekolah. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan berbasis nilai dalam membangun iklim sekolah yang kondusif. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif analisis, dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Data diperoleh dari hasil stratified random sampling sebanyak 48 sekolah dengan akreditas B. Kepemimpinan berbasis nilai berada pada kategori sangat tinggi. Iklim sekolah dasar juga menunjukkan angka yang sangat tinggi. Kepemimpinan berbasis nilai memiliki pengaruh dalam membangun iklim sekolah.
PENGARUH MANAJEMEN KELAS DAN ETOS KERJA TERHADAP EFEKTIVITAS PROSES BELAJAR MENGAJAR GURU SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN BABAKAN CIKAO KABUPATEN PURWAKARTA Ina Nurlina
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 7, No 2 (2010): OCTOBER 2010
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.189 KB) | DOI: 10.17509/jap.v12i2.6380

Abstract

Guru memiliki andil yang sangat besar terhadap keberhasilan proses belajar mengajar. Di kelaslah segala aspek pendidikan pengajaran bertemu dan berproses. Guru dengan segala kemampuannya, siswa dengan segala latar belakang dan sifat-sifat individualnya, kurikulum dengan segala komponennya, dan materi serta sumber pelajaran dengan segala pokok bahasannya bertemu dan berpadu dan berinteraksi di kelas. Bahkan hasil dari pendidikan dan pengajaran sangat ditentukan oleh apa yang terjadi di kelas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data dilaksanakan dengan teknik angket dengan jumlah sample penelitian sebanyak 108 responden dari total jumlah guru SD sebanyak 242 orang.Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa manajemen kelas guru SD di Kecamatan Babakandkao adalah 3,928 yang artinya berada dalam katagori baik. Etos kerja guru SD di Kecamatan Babakandkao adalah 4,330 yang artinya berada dalam katagori sangat baik. Efektivitas proses belajar mengajar guru SD di Kecamatan Babakandkao adalah 4,292 yang artinya berada dalam kategori sangat baik. Pengaruh manajemen kelas terhadap efektivitas proses belajar mengajar sebesar 47.87%. Pengaruh etos kerja terhadap efektivitas proses belajar mengajar sebesar 16.93%, dan pengaruh manajemen kelas dan etos kerja secara bersama-sama terhadap efektivitas proses belajar mengajar sebesar 48.30%.
PENGARUH KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL, PELATIHAN, DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN DALAM UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN ADMINISTRASI AKADEMIK DI SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI (STIE) SE-KOTA BANDUNG Rahmat Gumilar; Eka Prihatin
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 10, No 1 (2013): APRIL 2013
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (734.386 KB) | DOI: 10.17509/jap.v17i1.6438

Abstract

Pelayanan Administrasi akademik merupakan salah satu pelayanan yang diberikan oleh pihak Perguruan Tinggi untuk mahasiswa. Kualitas layanan (service quality) yang baik akan meningkatkan kepuasan dan mempengaruhi tingkat competitive advantage perguruan tinggi untuk dapat memenangkan persaingan. Dalam upaya meningkatkan layanan administrasi akademik maka diperlukan peningkatan kinerja dari karyawan administrasi akademik tersebut berupa kepemimpinan yang transformasional, pemberian pelatihan-pelatihan, dan peningkatan motivasi melalui pemenuhan kebutuhan-kebutuhan karyawan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel yang digunakan yaitu karyawan administrasi akademik yang berjumlah 41 responden yang tersebar di 12 STIE di Kota Bandung. Adapun teknik pengolahan data yang digunakan adalah 1) Perhitungan rata-rata variabel, 2) Uji Normalitas, 3) Analisis Korelasi, 4) Analisis Regresi Sederhana dan Ganda untuk menentukan hubungan kausalitas. Kesimpulan penelitian yaitu hasil kecenderunagn umum, kepemimpinan, pelatihan dan motivasi berkategori baik. Sedangkan kinerja karyawan berkategori sangat baik. Hasil analisis regresi sederhana menyatakan bahwa kepemimpinan transformasional tidak memberikan pengaruh terhadap kinerja karyawan, pelatihan memberikan pengaruh terhadap kinerja karyawan sebesar 16%, dan motivasi memberikan pengaruh terhadap kinerja karyawan sebesar 17,8%. Hasil analisis regresi ganda menyatakan bahwa kepemimpinan transformasional, pelatihan, dan motivasi secara bersama-sama memberikan pengaruh terhadap kinerja karyawan sebesar 25,4% dan sisanya 74,6% dipengaruhi faktor lain. Academic Administrative Services is one of the services provided by the College for students. Quality of service (service quality) will both increase the satisfaction level of competitive advantage and influence the college to be able to win the competition. In an effort to improve the administrative services it is necessary to increase the academic performance of academic administrative personnel in the form of transformational leadership, training services, and increased motivation through the fulfillment of employee needs. The method used in this research is descriptive method with quantitative approach. The sample used is academic administrative employees, which amounted to 41 respondents spread across 12 STIE in Bandung. The data processing techniques used are: 1) Calculation of average variable. 2) Normality Test. 3) Correlation Analysis. 4) Simple and Multiple Regression Analysis to determine causality.Conclusion of a study that is generally, leadership, training, and motivation in good categorized, While the employee's performance is very good category. The results of simple regression analysis states that transformational leadership does not give effect to the performance of employees, training impact the performance of employees by 16%, and motivation gives effect to the performance of employees at 17.8%. The results of multiple regression analysis states that transformational leadership, training, and motivation together give effect to the performance of employees by 25.4% and the remaining 74.6% influenced by other factors.
PENGARUH IKLIM SEKOLAH DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA MENGAJAR GURU SMK DI KOTA BANDUNG Ika Rahmawati
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 8, No 1 (2011): APRIL 2011
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.063 KB) | DOI: 10.17509/jap.v13i1.6681

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Iklim Sekolah dan Motivasi Kerja Guru terhadap Kinerja Mengajar Guru SMK di Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain survei yang menggunakan angket sebagai alat pengumpul data. Berdasarkan analisis data, ditemukan bahwa iklim sekolah memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kinerja mengajar Guru SMK di Kota Bandung dengan kategori sangat rendah (sebesar 14,74%). Selain itu, motivasi kerja juga memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kinerja mengajar Guru SMK di Kota Bandung dengan kategori sangat rendah (sebesar 12,46%). Secara simultan, iklim sekolah dan motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja mengajar guru SMK di Kota Bandung dengan kategori rendah (sebesar 27,1%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah tingkat kinerja mengajar guru SMK di Kota Bandung dipengaruhi oleh variabel iklim sekolah dan motivasi kerja sebesar 27,1% secara simultan. Sedangkan 72,9% lainnya dipengaruhi oleh variabel lain. This study aims to determine how much influence of School Climate and Work Motivation To Teaching Performance of Vocational Teachers In Bandung City. This study used quantitative research methods to design a survey using a questionnaire as a data collection tool. Based on data analysis, it was found that the school climate provide a positive and significant effect on the teaching performance of vocational teacher in Bandung with very low category (14,74%). In addition, work motivation also provide a positive and significant effect on the teaching performance of vocational teacher in Bandung with very low category (12,46%). Simultaneously, the school climate and work motivation to teaching performance of vocational teacher in Bandung effect with low category (27,1%). The conclusion of this study is teaching performance of vocational teacher in Bandung influenced by the school climate and work motivation about 27,1% simultaneously. While 72,9% are influenced by other variables. 
STUDI TENTANG KINERJA MENGAJAR GURU SEKOLAH DASAR DIKOTA ADMINISTRASI JAKARTA BARAT Listiani Rita Hartini
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 9, No 1 (2012): APRIL 2012
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.497 KB) | DOI: 10.17509/jap.v14i1.6711

Abstract

Masalah pokok  dalam penelitian ini adalah  Bagaimana gambaran empirik Motivasi berprestasi guru , Kepemimpinan Kepala sekolah ,Supervisi akademik Pengawas dan Kompensasi terhadap Kinerja Mengajar  Guru Sekolah Dasar di wilayah Jakarta Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan pendekatan kuantitatif .Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru sekolah dasar negri dan swasta  di Jakarta Barat yang berjumlah 13120 dengan sampel 1312 responden tersebar  665 Sekolah Dasar .Hasil penelitian menunjukkan bahwa Motivasi berprestasi, kepemimpinan kepala sekolah ,supervisi akademik pengawas dan kompensasi terhadap kinerjapembelajaran guru  yang belum tersertifikasi memberikan kontribusi 47,9 %  terhadap peningkatan kinerja pembelajaran guru sementara sisanya 52,1 % dipengaruhi faktor lain  yang tidak diteliti dalam penelitian ini, Sedangkan bagi guru yang tersertifikasi melalui PLPG  sebesar 43,6 % bagi guru yang tersertifikasi melalui portopolio sebesar 36,7 % . Kesimpulan dari penulis  , bahwa guru yang belum sertifikasi dengan guru yang sudah sertifikasi baik melalui PLPG atau Portofolio, terdapat perbedaan yang signifikan dalam meningkatkan kinerja pembelajarannya. Hal ini dapat memberi makna bahwa guru yang belum sertifikasi, mempunyai kinerja yang lebih tinggi dibandingkan dengan guru yang sudah sertifikasi baik melalui PLPG dan Portofolio. Saran /recomendasi: Perlunya pengkajian yang komprehensif terhadap Kinerja Pembelajaran Guru  agar dapat ditingkatkan melalui pemberdayaan gugus  dengan mendatangkan Nara sumber  ,mengirim guru untuk mengikuti pelatihan  pelatihan.Formulation of the problem in general in this study is empirical describing achievement motivation of teachers, principal leadership, academic supervision of trustees and compensation performance primary school teachers in the area of West Jakarta The method used in this research is survey method with quantitative approach. The population in this study were primary school teachers throughout the country and the private sector in West Jakarta, amounting to 13120 with sample 1312 respondents and to school totaled 665 . The results showed that achievement motivation, school leadership, supervision and compensation of academic supervisor on the performance of teachers who have not certified learning contributes 47.9% to the improvement of learning performance of teachers while the remaining 52.1% influenced of other factor is not examined in this study.As for teachers who certified through PLPG of 43.6% for teachers who certified through a portfolio of 36.7%.Tip: Need for a comprehensive assessment of learning performance can be improved through teacher empowerment in order to bring interview group, send teachers for training and training Work Shop, The development of technological applications should continue to be followed by bringing in an IT teacher. The government and related agencies (Trustees) as Responsible for leading the successful achievement of organizational goals of improving the quality of education in order to always maintain the achievement motivation of teachers who are good in order to remain consistent and continuous. General conclusion, that the teachers are not been certified by the teachers who have certification either through PLPG or Portfolio, there is a significant difference in improving learning performance.
MELAKSANAKAN SUPERVISI AKADEMIS MELALUI PENELITIAN TINDAKAN SEKOLAH (SCHOOL ACTION RESEARCH) Aan Komariah
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 6, No 2 (2009): OCTOBER 2009
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.577 KB) | DOI: 10.17509/jap.v10i2.6310

Abstract

Educational Supervision is intended for the improvement and development of the quality general education and the learning process in particular. Academic supervision is directed at teachers establishment so they can show the best performance and professional behavior in performing learning teaching process. The Effective of supervision should be based on competence, commitment and motivation of supervisors and implemented in a planned, directed and sustained through an approach to clinical supervision in school action research (SAR) frame. SAR is believed to increase the cafacity and cafability supervisee and supervisors through the implementation of the supervision activities that go from self-reflection to solve the problem of leaching learning.
MODEL PENGEMBANGAN PROFESIGURU MELALUI PROFESSIONAL LEARNING COMMUNITY DI SEKOLAH MENENGAH Permana, Johar; Sudarsyah, Asep
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 23, No 1 (2016): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXIII No.1 April 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (650.075 KB) | DOI: 10.17509/jap.v23i1.5576

Abstract

ABTRAKSTujuan studi ini adalah mengembangkan model PLC dengan cara menemu kenali tipologi pengembangan profesi ditinjau dari kepemimpinan, iklim dan sistempendukung organisasi. Pengalaman belajar masa lampau baik yang diperoleh dalam pre-service training maupun in-service training menyebabkan guru tumbuh dan berkembang dalam profesi. Tetapi pengalaman belajar tersebut sering bersifat one short training dan terlepas dari kebutuhannya sehingga kinerja dikelas cenderung tidak berubah, business asusual. Keadaan ini mengarah pada upaya untuk menemukenali tipologi pengembangan profesi guru disekolah dan mengarahkan pada pertanyaan penelitian“ bagaimana pengembangan profesi guru melalui Professional Learning Community   (PLC) dikembangkan di sekolah menengah pertama ”.Urgeni penelitian ini memberikan arah kebijakan dalam pengembangan profesi guru berbasis PLC untuk memastikan keberlansungan dan keberlanjutan pengembangan profesi guru ditataran sekolah serta memperbaiki kelemahan pengembangan profesi yang bersifat “topdown” dan ”one sixe fits all”. Prosedur penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan survey terbatas melalui kuesioner, wawancara dan diskusi terfokus. Hasil penelitian menunjukkan perlu ada peralihan model in-service training yang diselenggarakan di tingkat nasional, provinsi dan kabupaten/kota ke arah pengembangan profesi berbasis sekolah dengan mengembangkan  yaitu (1) pengembangan komunitas belajar, dan (2)  pengembangan kemampuan guru dalam pembelajaran berbasis pengalaman (refleksi). Kata Kunci: Professional Learning Community, pengembangan profesi guru,Kepemimpinan, Iklim, Sistem Pendukung
KOMITMEN DAN KEPEMIMPINAN KEPALA UPT TERHADAP KINERJA KEPALA SD Nurlina, Nina
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 24, No 1 (2017): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXIV No.I April 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (716.377 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh komitmen dan persepsi kepala sekolah tentang perilaku kepemimpinan kepala UPT terhadap kinerja kepala sekolah dasar negeri di kecamatan Gununghalu,  baik  secara parsial maupun simultan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif non eksperimen dengan metode survey melalui analisis korelasi dan regresi. Hasil analisis data menunjukkan bahwa secara  simultan, terdapat pengaruh yang signifikan antara komitmen dan persepsi kepala sekolah tentang perilaku kepemimpinan kepala UPT terhadap kinerja kepala sekolah sebesar 80,7% dan sisanya 19,3% dipengaruhi oleh faktor lain. Dengan demikian, komitmen dan persepsi kepala sekolah tentang perilaku kepemimpinan kepala UPT menjadi faktor penting yang harus dibangun secara bersama-sama dalam upaya pencapaian kinerja kepala SD, sehingga sinergisnya komitmen dan persepsi kepala sekolah tentang perilaku kepemimpinan kepala UPT diharapkan dapat meningkatkan kinerja kepala SD.The aim of this study is to know how much the principals commitment and the principals perception of UPT head’s leadership behavior affect the principals performance in elementary school in district Gununghalu, either partially or simultaneously. This study used quantitative non experiment approach with survey method through correlation and regression analysis. The result of data analysis shows that simultaneously, there is significant influence between the the principals commitment and the principals perception of UPT head’s leadership behavior toward the principals performance by 80,7% and 19,3% influenced by other factors. Thus, the principals commitment and the principals perception of UPT head’s leadership behavior become an important factor that needs to be developed together in achieving the principals performance. Therefore, the synergist of the principals commitment and the principals perception of UPT head’s leadership behavior is expected to improve the principals performance.
KONTRIBUSI KINERJA KOMITE SEKOLAH DAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH TERHADAP PENINGKATAN MUTU PEMBELAJARAN DI SEKOLAH Karman, Ojo
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 12, No 2 (2010): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XII No.2 Oktober 2010
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.017 KB)

Abstract

Pembangunan pendidikan merupakan salah satu investasi sumber daya manusia (SDM) yang dapat memacu daya saing pada era globalisasi. Pengembangan kualitas SDM melalui pendidikan merupakan investasi produktif untuk meningkatkan daya saing bangsa dan produktivitas bangsa dalam beibagai sedor pembangunan. Fokus permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana kontribusi kinerja komite sekolah dan kepemiminan kepala sekolah terhadap peningkatan mutu pembelajaran di sekolah. Peningkatan mutu pembelajaran di sekolah merupakan ujung tombak pembangunan pendidikan nasional yang diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pengguna layanan pendidikan. Dalam hal ini sangat penting dipahami bersama bahwa kinerja komite sekolah yang baik akan sangat ditentukan oleh seberapa harmonis dalam melakukan kerjasama kemitraan dengan kepala sekolah sebagai pelaksana pendidikan, yang secara langsung mengelola di sekolah
STUDI KINERJA PEJABAT STRUKTURAL ESELON III Engkus Kusmana
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 12, No 1 (2015): APRIL 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.768 KB) | DOI: 10.17509/jap.v22i1.5926

Abstract

Abstrak Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Diklatpim Tk. III berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja; 2) perilaku kepemimpinan atasan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja; 3) budaya kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja; 4) motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja; dan 5) secara bersama-sama DiklatPim Tk. III, perilaku kepemimpinan atasan, budaya kerja dan motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. Direkomendasikan bahwa  Badan Diklat Provinsi Jawa Barat berkoordinasi dengan Lembaga Administrasi Negara sebagai pembina diklat mengadakan pengkajian yang komprehensif terhadap kebijakan program diklatpim Tk. III untuk meningkatkan kualitas SDM aparatur sehingga  perlu disusun program diklat berdasarkan standar kompetensi dengan menyelenggarakan asesmen kompetensi, monitoring, dan evaluasi pasca diklat berdasarkan kompetensi yang telah ditetapkan. Selain itu, pemerintah perlu memelihara motivasi aparatur agar tetap konsisten, serta pengembangan nilai-nilai budaya kerja perlu dilakukan melalui proses perumusan secara terstuktur, terarah, dan terencana.AbstractThe results showed that 1) DiklatPim Tk. III has positive and significant impact on the performance of structural echelon III 2) top leadership behaviors has positive and significant impact on the performance of structural echelon officials III  3) work culture has positive and significant impact on the performance of structural echelon III 4) work motivation has positive and significant impact on the performance of structural echelon III and 5) together DiklatPim Tk. III, leadership behavior, work culture, and motivation has positive and significant impact on the performance of structural echelon III. It is recommended that the government should conduct assessments Training Agency of West Java Province to conduct a comprehensive assessment policy diklatpim Tk. III programs to improve the quality of human resource so it is necessary to develop training programs based on competency standards by conducting competency assessment, monitoring, and post-training evaluation based on pre-defined competencies. In addition, the government needs to maintain motivation apparatus that is good enough to be consistent and continuous manner welfare apparatus, and the development of the cultural values of work needs to be done through the process of formulating the structured, purposeful, and planned, as well as the basic value of the deal, the values, norms, attitudes and work behavior.

Filter by Year

2003 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 21, No 2 (2024): OCTOBER 2024 Vol 21, No 1 (2024): APRIL 2024 Vol 20, No 2 (2023): OCTOBER 2023 Vol 20, No 1 (2023): APRIL 2023 Vol 19, No 2 (2022): OCTOBER 2022 Vol 19, No 1 (2022): APRIL 2022 Vol 18, No 2 (2021): OCTOBER 2021 Vol 18, No 1 (2021): APRIL 2021 Vol 28, No 3 (2021): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN: Volume 28 Special Issue: Forum ASN Internasiona Vol 27, No 2 (2020): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN VOL.XXVII NO.2 OKTOBER 2020 Vol 27, No 1 (2020): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN VOL.XXVII NO.1 APRIL 2020 Vol 17, No 2 (2020): OCTOBER 2020 Vol 17, No 1 (2020): APRIL 2020 Vol 26, No 2 (2019): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN VOL.XXVI NO.2 OKTOBER 2019 Vol 26, No 1 (2019): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN VOL.XXVI NO.1 APRIL 2019 Vol 16, No 2 (2019): OCTOBER 2019 Vol 16, No 1 (2019): APRIL 2019 Vol 25, No 2 (2018): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN VOL.XXV NO.2 OKTOBER 2018 Vol 25, No 2 (2018): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN VOL.XXV NO.2 OKTOBER 2018 Vol 25, No 1 (2018): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN VOL.XXV NO.1 APRIL 2018 Vol 25, No 1 (2018): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN VOL.XXV NO.1 APRIL 2018 Vol 15, No 2 (2018): OCTOBER 2018 Vol 15, No 1 (2018): APRIL 2018 Vol 24, No 2 (2017): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN VOL.XXIV NO.2 OKTOBER 2017 Vol 21, No 2 (2014): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXI No.2 Oktober 2014 Vol 12, No 1 (2010): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XII No.1 April 2010 Vol 24, No 1 (2017): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXIV No.I April 2017 Vol 24, No 1 (2017): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXIV No.I April 2017 Vol 14, No 2 (2017): OCTOBER 2017 Vol 14, No 1 (2017): APRIL 2017 Vol 23, No 2 (2016): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXIII No.2 Oktober 2016 Vol 23, No 2 (2016): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXIII No.2 Oktober 2016 Vol 23, No 1 (2016): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXIII No.1 April 2016 Vol 13, No 2 (2016): OCTOBER 2016 Vol 13, No 1 (2016): APRIL 2016 Vol 22, No 2 (2015): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXII No.2 Oktober 2015 Vol 22, No 1 (2015): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXII No.1 April 2015 Vol 12, No 2 (2015): OCTOBER 2015 Vol 12, No 1 (2015): APRIL 2015 Vol 21, No 2 (2014): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXI No.2 Oktober 2014 Vol 21, No 1 (2014): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXI No.I April 2014 Vol 21, No 1 (2014): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXI No.I April 2014 Vol 11, No 2 (2014): OCTOBER 2014 Vol 11, No 1 (2014): APRIL 2014 Vol 17, No 1 (2013): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XVII No.1 April 2013 Vol 10, No 1 (2013): APRIL 2013 Vol 14, No 1 (2012): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XIV No.I April 2012 Vol 9, No 1 (2012): APRIL 2012 Vol 14, No 2 (2011): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XIV No.2 Oktober 2011 Vol 13, No 1 (2011): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XIII No.1 April 2011 Vol 8, No 2 (2011): OCTOBER 2011 Vol 8, No 1 (2011): APRIL 2011 Vol 12, No 2 (2010): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XII No.2 Oktober 2010 Vol 12, No 2 (2010): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XII No.2 Oktober 2010 Vol 7, No 2 (2010): OCTOBER 2010 Vol 7, No 1 (2010): APRIL 2010 Vol 9, No 1 (2009): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.IX No.1 April 2009 Vol 6, No 2 (2009): OCTOBER 2009 Vol 6, No 1 (2009): APRIL 2009 Vol 8, No 2 (2008): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol VIII No 2 Oktober 2008 Vol 7, No 1 (2008): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.VII No.1 April 2008 Vol 5, No 2 (2008): OCTOBER 2008 Vol 5, No 1 (2008): APRIL 2008 Vol 5, No 1 (2007): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.V No.1 April 2007 Vol 4, No 1 (2007): APRIL 2007 Vol 3, No 1 (2005): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.III No.1 April 2005 Vol 3, No 2 (2005): OCTOBER 2005 Vol 3, No 1 (2005): APRIL 2005 Vol 2, No 1 (2004): OCTOBER 2004 Vol 1, No 1 (2003): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.I No.1 April 2003 Vol 1, No 1 (2003): APRIL 2003 More Issue