cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Administrasi Pendidikan Indonesia
ISSN : 14128152     EISSN : 25801007     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Administrasi Pendidikan (JAP) published on 2003 with the ISSN: p.1412-8152 e.2580-1007 and issued by Program Studi Administrasi Pendidikan Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia. JAP is a journal that focuses on publishing qualitative and quantitative research articles in the scope of Educational Administration including Leadership, Planning, Human Resources, Finance, Curriculum, Facilities and Infrastructure, Public Relations, Student Affairs, Learning and Management Education, and Organization.
Arjuna Subject : -
Articles 457 Documents
ANALISIS KEBUTUHAN RUANG KELAS SD BERDASARKAN PROYEKSI PERTUMBUHAN PENDUDUK USIA SEKOLAH DI KOTA CIREBON Devi Nuranti
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 14, No 1 (2017): APRIL 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (771.214 KB) | DOI: 10.17509/jap.v24i1.6523

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis kebutuhan ruang kelas sekolah dasar berdasarkan proyeksi pertumbuhan penduduk usia sekolah dan membandingkan dengan SPMP dan SNP. Penelitian dilakukan di Dinas Pendidikan Kota Cirebon, menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan perhitungan proyeksi. Teknik pengumpulan data menggunakan sumber data primer dan sekunder, melalui wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan pengumpulan data, input data dan pengolahan data menggunakan metode proyeksi dengan mathematical equations approach. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan penduduk usia sekolah menjadi faktor penentu  kebutuhan ruang kelas. RKB yang dibutuhkan pada tahun 2015/2016 sebanyak 199 unit, dan ruang kelas rehabilitasi sebanyak 50 unit. Penentuan estimasi biaya pembangunan satu unit RKB menggunakan harga satuan PU dan harga perkiraan sendiri (HPS) pemerintah kota Cirebon yang ditetapkan oleh peraturan dari dinas PU. Penentuan anggaran pembangunan RKB dan rehabilitasi  bersumber dari APBD dan APBN melalui bantuan DAK.This research aims to describe and analyze the needs of primary school classrooms based on the projected growth of the school age population and compares with SPMP and SNP. This research was conducted in Department of Education in Cirebon City, using descriptive qualitative research method with projection calculations. Data collection techniques using primary data and secondary data sources, through interviews, observation and documentation study. Data analizyng techniques using data collection, data input and data processing using the projection method with Mathematical Equations Approach. The results showed that the growth of the school age population became one of the determinants of classroom space requirements. RKB is needed in the year 2015/2016 as many as 199 units, and classroom rehabilitation of 50 units. The determination of the estimated cost of construction of one unit RKB using PU unit price and price estimate of its own (HPS) of Cirebon city government established by the regulations of the Department of Public Works. Determination of budget development RKB and rehabilitation sourced budget as government obligations of Cirebon city RKB from the APBD budget, and help budgeting of special allocation fund (DAK) from APBN budget.
HUBUNGAN MOTIVASI BERPRESTASI DAN PENGALAMAN KERJA INDUSTRI PESERTA DIDIK TERHADAP EFEKTIFITAS PEMBELAJARAN PRODUKTIF (Studi Pada SMK Negeri di Kota Tasikmalaya) Kristyaningtyas Rahayu
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 7, No 1 (2010): APRIL 2010
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.318 KB) | DOI: 10.17509/jap.v12i1.6356

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara variabel motivasi berprestasi peserta didik, pengalaman kerja industri peserta didik dan efektifitas pembelajaran produktif pada SMK Negeri di Kota Tasikmalaya. Sampel diambil secara random sebanyak 93 peserta didik kelas XII dari populasi sebanyak 1357 orang. Analisis data menggunakan angket untuk mengetahui korelasi antar variabel. Hasil penelitian menemukan bahwa: (1) Hubungan motivasi berprestasi peserta didik dengan efektifitas pembelajaran cukup kuat. (2) Hubungan motivasi berprestasi dengan pengalaman kerja industri peserta didik cukup kuat. (3) Hubungan pengalaman kerja industri peserta didik dengan efektifitas pembelajaran produktif cukup kuat.
MUTU SEKOLAH; ANTARA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN KINERJA GURU Handriyani Timor
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 15, No 1 (2018): APRIL 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.198 KB) | DOI: 10.17509/jap.v25i1.11568

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan keterlaksanaan kepemimpinan kepala sekolah, kinerja guru dan mutu Sekolah Dasar Negeri di Kabupaten Bandung Barat, serta menganalisis pengaruh kepemimpinan kepala sekolah dan kinerja guru baik secara parsial maupun bersama-sama terhadap mutu Sekolah Dasar Negeri di Kabupaten Bandung Barat. Pendekatan yang digunakan dalam peneitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Sampel yang digunakan sebanyak 207 sekolah dari populasi sejumlah 678 sekolah. Hasil pelaksanaan penelitian menunjukkan bahwa mutu Sekolah Dasar Negeri Kabupaten Bandung Barat berada pada kategori tinggi, kepemimpinan kepala sekolah dan kinerja guru berada pada kategori cukup tinggi. Terdapat hubungan yang lemah namun berpengaruh antara kepemimpinan kepala sekolah terhadap mutu sekolah. Terdapat hubungan yang lemah namun signifikan dan bepengaruh antara kinerja guru terhadap mutu sekolah. Secara simultan, kepemimpinan kepala sekolah dan kinerja guru memiliki hubungan yang lemah namun signifikan, dan berpengaruh positif terhadap mutu sekolah. Oleh karena itu perlu adanya peningkatan kualitas kepemimpinan sesuai dengan konteks di lapangan.
PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN PENINGKATAN KEMAMPUAN BERFIKIR SISWA PADA PEMBELAJARAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) Holin Sultstiyo
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 8, No 1 (2011): APRIL 2011
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.647 KB) | DOI: 10.17509/jap.v13i1.6390

Abstract

Siswa dapat meningkatkan kemampuan berfikir melalui implementasi strategi, metode, dan modei pembelajaran yang terintegrasi secara sistematis dan komprehensif. Strategi, pendekatan, dan model pembelajaran adalah berbeda dalam berbagai dimensi, dimana strategi pembelajaran merupakan sebuah prosedur pembelajaran yang dijalankan oleh guru secara bersama-sama dengan siswa, sedangkan model pembelajaran lebih menitikberatkan pada pola yang digunakan untuk membentuk, merancang dan membimbing pembelajaran di dalam kelas. Dengan penerapan strategi pemhe!ajaran yang benar diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi kemampuan dan prestasi siswa khususnya bagi siswa yang belajar teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di sekolah dasar dan menengah.
STUDI TENTANG PENGEMBANGAN BUDAYA ORGANISASI SEKOLAH PADA SLTP NEGERI DI LINGKUNGAN DINAS PENDIDIKAN KOTA BANDUNG D Deni Koswara; Elin Rosalin
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 2, No 1 (2004): OCTOBER 2004
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.095 KB) | DOI: 10.17509/jap.v2i2.6069

Abstract

Dalam perspektif masa datang jika kebijakan otonomi daerah sudah terlaksana secara konsisten, setiap sekolah akan  menjadi berkompetisi agar dapat tetap ‘hidup mempertahankan institusinya’. Masyarakat sekolah dituntut untuk mampu bersaing, baik dalam teknologi maupun manajemen agar dapat menghasilkan output/lulusan yang bermutu unggul. Hasil karya institusi sekolah yang bermutu unggul dapat terwujud jika didukung oleh kinerja sumber daya manusia yang efektif. Kekuatan sumber daya manusia ini akan dapat diwujudkan jika berkembang budaya organisasi yang berorientasi pada mutu di lingkungan sekolah tersebut. Oleh karena itu penelusuran empirik tentang faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan nilai budaya organisasi sekolah mempunyai peranan penting dalam rangka meningkatkan efektivitas kinerja sekolah itu sendiri.Temuan-temuan penelitian ini sangat bermanfaat bagi akademisi dan praktisi dalam mengidentifikasi faktor-faktor dan upaya pengembangan budaya mutu sekolah yang bersifat kontekstual.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah para pimpinan unit organisasi di Kantor Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Barat. Alat yang digunakan dalam pengumpulan data adalah angket, wawancara dan penelaahan dokumentasi. Teknik pengolahan data yang digunakan adalah perhitungan distribusi, analisis regresi dan varians serta analisis korelasi dan uji determinasi
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN ALIH BINA DI POLITEKNIK KESEHATAN Tetet Kartilah
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 11, No 1 (2014): APRIL 2014
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jap.v21i1.6658

Abstract

Manajemen pendidikan tinggi mengandaikan standarisasi yang ditetapkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pelaksanaan kebijakan pembinaan penyesuaian adalah solusi untuk Politeknik Kesehatan untuk standarisasi manajemen pendidikan. Penelitian ini meneliti proses implementasi kebijakan pembinaan penyesuaian dari Kementerian Kesehatan kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan dampaknya terhadap pencapaian tujuan pendidikan di Politeknik Kesehatan Tasikmalaya. Pelaksanaan kebijakan dijabarkan dalam tiga tahap: perencanaan, penerapan, dan pengendalian, untuk melihat hasil implementasi kebijakan dalam mencapai tujuan manajemen pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-elaboratif dengan pendekatan dan studi kasus kualitatif. Data dikumpulkan melalui mendalam wawancara, observasi partisipan, dan studi dokumen. Analisis SWOT digunakan untuk merancang model implementasi kebijakan pembinaan penyesuaian untuk Politeknik Kesehatan. Model yang diusulkan adalah implementasi kebijakan strategis-adaptif-koordinatif dalam setiap tahap pelaksanaan. Proses implementasi kebijakan di Politeknik didukung oleh kondisi fasilitas belajar dan sumber daya manusia, struktur birokrasi, dan lingkungan sosial. Faktor penghambat pelaksanaan adalah sikap apriori pada bagian dari dosen, dan kegigihan budaya close-minded pada tingkat kepemimpinan, yang mengurangi aliran dan isi informasi. Agar pelaksanaan kebijakan ini di masa depan dapat dilakukan secara lebih efektif, maka perlu untuk memperkuat pola komunikasi, reformasi birokrasi, dan kebijakan terkait lainnya berikutnya.Higher education management presupposes the established standardization in accordance with prevailing regulations.  The policy implementation of fostering adjustment is the solution for the Health Polytechnic to standardize the educational management.  This research examines the process of policy implementation of fostering adjustment from Ministry of Health to the Ministry of Education and Culture and its impact on the achievement of educational goals at Tasikmalaya Health Polytechnic.  The policy implementation is elaborated in three stages: planning, application, and controlling, to see the results of policy implementation in achieving the objectives of educational management.  This research uses the descriptive-elaborative methods with the qualitative approach and case study.  Data was collected through in-depth-interview, participant observation, and document study.  SWOT analysis was used to design the model of policy implementation of fostering adjustment for the Health Polytechnic.  The proposed model is the strategic-adaptive-coordinative policy implementation in each stage of implementation.  The process of policy implementation at the Polytechnic was supported by the conditions of learning facilities and human resource, bureaucratic structure, and social environment.  The factors inhibiting the implementation was a priori attitude on the part of lecturers, and the persistence of close-minded culture at the level of leadership, which reduces the flow and content of information.  In order that this policy implementation in the future can be carried out more effectively, it is necessary to strengthen the communication pattern, bureaucratic reform, and other subsequent, relevant policies.
REVITALISASI MANAJEMEN KELEMBAGAAN PENDIDIKAN ISLAM PADA TINGKAT MADRASAH IBTIDAIYAH DI KOTA BANDUNG MELALUI KEPEMIMPINAN INOVATIF Diding Nurdin; Nur Aedi
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 5, No 1 (2008): APRIL 2008
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (760.658 KB) | DOI: 10.17509/jap.v7i1.6263

Abstract

Kepemimpinan inovatif yang menjadi salah satu kunci dalam melakukan perubahan di madrasah yakni yang berkaitan dengan manajemen sistem kelembagaan madrasah. Inovasi yang lebih menonjol di lingkungan madrasah ibiidaiyah lebih menitikberatkan pada sisi admin istratif atau pada sisi materi dan pengajaran, belum pada aspek manajerial kelembagaan. Untuk itu, madrasah ibtidaiyah perlu dikelola secara profesional di Bawah kepemimpinan kepada sekolah yang memiliki kompetensi, kualifikasi dan tanggung jawab yang tinggi dalam mengembangkan dan memajukan madrasah. Manajemen kelembagaan madrasah memiliki faktor yang amat penting untuk diperbaiki dan ditingkatkan agar kelemahan yang adapada lembaga madrasah depot diatasi dengan baik
KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL KEPALA SEKOLAH DAN IKLIM SEKOLAH TERHADAP SEKOLAH EFEKTIF PADA SD NEGERI DI PURWAKARTA Eri Yuningsih; Endang Herawan
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 12, No 2 (2015): OCTOBER 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.816 KB) | DOI: 10.17509/jap.v22i2.5390

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertolak belakang dari masalah apakah kepemimpinan transformasional kepala sekolah dan iklim sekolah berpengaruh baik secara parsial maupun secara simultan terhadap sekolah efektif pada SD Negeri di Kecamatan Purwakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kepemimpinan transformasional kepala sekolah dan iklim sekolah terhadap sekolah efektif. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan pendekatan kuantitatif, melalui regresi korelasi sederhana, dan regresi korelasi ganda. Instrumen yang digunakan untuk mendapatkan data yaitu angket yang disebar ke 392 responden pada 30 SD Negeri sampel dari jumlah populasi 82 SD Negeri yang ada di wilayah Kecamatan Purwakarta. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik cluster sampling (area sampling). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional kepala sekolah berpengaruh cukup kuat terhadap sekolah efektif dengan determinasi rendah, iklim sekolah terhadap sekolah efektif berpengaruh cukup kuat dengan determinasi rendah, sedangkan kepemimpinan transformasional kepala sekolah iklim sekolah secara simultan berpengaruh kuat terhadap sekolah efektif dengan determinasi sedang. Rekomendasi terhadap penelitian ini diantaranya adalah perlu dikembangkan kegiatan sekolah yang difokuskan pada peningkatan prestasi akademik dan non akademik peserta didik. Bagi kepala sekolah perlu dikembangkan kerjasama kolaboratif antar stakeholder sekolah dalam menciptakan iklim sekolah yang kondusif.  Kata Kunci: Kepemimpinan Transformasional, Iklim Sekolah, Sekolah Efektif.      AbstractThis study opposite of matter whether transformational leadership principals and school climate affect either partially or simultaneously to effective schools at public primary schools in the District of Purwakarta. This study aims to determine how much influence the principal's transformational leadership and school climate for effective school. The method used in this research is survey method with quantitative approach, through simple regression correlation, and multiple regression correlation. The instrument used to obtain the data that is distributed questionnaires to 392 respondents in 30 primary schools sample of the population of 82 primary schools in the District of Purwakarta. The samples in this study using cluster sampling (sampling area). The results showed that the principal effect of transformational leadership is strong enough to lower effective schools with determination, school climate for effective school effect is strong enough to lower determination, whereas transformational leadership principals and school climate simultaneously strong influence on effective school with determination being. Recommendations for the study of which is the need to develop school activities are focused on improving the academic and non-academic achievements of learners. For principals need to be developed collaborative partnership between school stakeholders in creating a school climate that is conducive. Keywords: Transformational Leadership, School Climate, School Effectively.
MODEL MANAJEMEN PENDIDIKAN NILAI BERBASIS SEKOLAH, KELUARGA, DAN MASYARAKAT Diding Nurdin; Sofyan Sauri
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 9, No 1 (2012): APRIL 2012
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (697.51 KB) | DOI: 10.17509/jap.v14i1.6722

Abstract

Kehidupan anak dalam lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat yang berlangsung setiap hari tidak dapat menghindar dari kondisi pergeseran dan pergolakan nilai yang berlangsung dan terjadi saat ini. Dalam menghadapi banyaknya pergeseran dan distorsi nilai, ketiga lingkungan pendidikan itu merupakan lingkungan yang efektif dalam proses pembinaan nilai-nilai yang positif bagi anak. Lingkungan sekolah merupakan media yang dinamis dalam menanamkan nilai-nilai pendidikan melalui keteladanan para guru di sekolah. Keluarga merupakan ujung tombak pendidikan sebagai agen kebudayaan di mana anak menerima nilai budaya yang membina kepribadiannya melalui keteladanan orang tua. Dalam lingkungan masyarakat pendidikan nilai ditumbuhkembangkan melalui berbagai kegiatan sosial keagamaan oleh tokoh masyarakat.The life of a child in an environment of schools, families and communities that take place every day cannot shy away from conditions shifts and upheavals which took place and the place value of the current. In the face of widespread shift and distortion of values, environmental education is the third environment is effective in the process offostering positive values for children, he school environment is a dynamic medium in instilling values education through example the teachers at school. The family is the cutting edge of education as an agent of culture where children receive the cultural values that foster a personality through the example ofparents. In an environment of community education value is grow up and developed through various social activities ofreligious by community leaders.
IMPLEMENTASI KNOWLEDGE MANAGEMENT PADA PERGURUAN TINGGI Omar Dani Sopandi; Udin Syaefuddin Sa'ud
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 13, No 2 (2016): OCTOBER 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.079 KB) | DOI: 10.17509/jap.v23i2.5629

Abstract

AbstrakFokus dari penelitian ini adalah untuk menganalisis penerapan manajemen pengetahuan di perguruan tinggi yang terdiri dari implementasi kebijakan teknis pengelolaan pengetahuan, proses implementasi manajemen pengetahuan dan berbagi pengetahuan dalam pelaksanaan manajemen pengetahuan di perguruan tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah: kebijakan teknis manajemen pengetahuan pendukung (KM) di perguruan tinggi; menerapkan manajemen pengetahuan (KM); berbagi pengetahuan dalam manajemen pengetahuan (KM), dan merumuskan model hipotetis pelaksanaan manajemen pengetahuan. Posisi dan pentingnya penerapan manajemen pengetahuan di lembaga-lembaga pendidikan tinggi karena menjalankan kelangsungan hidup dan daya saing organisasi ini sebagian besar ditentukan oleh sumber daya manusia sebagai aset tidak berwujud yang mewarisi sumber daya manusia. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif melalui studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi membaca. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, display data, kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: kebijakan teknis mendukung untuk manajemen pengetahuan di ITB digambarkan dalam visi, misi dan tujuan dari ITB; penerapan manajemen pengetahuan di ITB dilihat dari aspek orang dilakukan melalui pengembangan kompetensi sumber daya manusia, proses manajemen pengetahuan sejalan dengan meningkatnya fokus pada "Tridharma Perguruan Tinggi" Fokus: pendidikan dan pengajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat dengan penggunaan teknologi informasi untuk mendukung manajemen pengetahuan yang tersedia di perpustakaan digital. berbagi pengetahuan di ITB dilakukan kebanyakan dari mereka melalui Pengunjung pengetahuan tacit individu dibagi melalui pengalaman dalam interaksi sosial sehari-hari. Untuk membuat pengetahuan tacit baru dapat dilakukan dengan beberapa cara, antara lain melalui pertemuan, lokakarya, seminar, dan lain-lain Kata kunci: ekonomi pengetahuan, manajemen pengetahuan, berbagi pengetahuan AbstractThe focus of this study is to analyze the implementation of knowledge management at the college which consists of technical policy implementation of knowledge management, knowledge management implementation process and knowledge sharing in the implementation of knowledge management in  a college. The purposes of this study are: the supporting technical policy knowledge management (KM) in the college; implementing knowledge management (KM); sharing knowledge in knowledge management (KM), and formulating a hypothetical model of implementation of knowledge management. Position and importance of the implementation of knowledge management in higher education institutions due to run viability and competitiveness of this organization are largely determined by human capital as an intangible asset that inherits in human resources. The method used is descriptive analytic through case studies. Data are collected through in-depth interviews, observation, and documentation reading. The data analysis was conducted through data reduction, data display, conclusions and verification. The results showed that: technical policy supports for knowledge management at the ITB depicted in the vision, mission and objectives of ITB; implementation of knowledge management at ITB viewed from the aspect of people  is done through the development of human resource competencies, knowledge management processes are aligned with the increasing focus on “tridharma perguruan tinggi” focus:  education and teaching, research, service to the community with the use of information technology to support knowledge management available in a digital library. Knowledge sharing in ITB is done most of them through offline individual tacit knowledge shared through experience in everyday social interaction. To create new tacit knowledge can be done in several ways, among others are through meetings, workshops, seminars, and etc. Keywords: knowledge economy, knowledge management, knowledge sharing.

Filter by Year

2003 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 21, No 2 (2024): OCTOBER 2024 Vol 21, No 1 (2024): APRIL 2024 Vol 20, No 2 (2023): OCTOBER 2023 Vol 20, No 1 (2023): APRIL 2023 Vol 19, No 2 (2022): OCTOBER 2022 Vol 19, No 1 (2022): APRIL 2022 Vol 18, No 2 (2021): OCTOBER 2021 Vol 18, No 1 (2021): APRIL 2021 Vol 28, No 3 (2021): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN: Volume 28 Special Issue: Forum ASN Internasiona Vol 27, No 2 (2020): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN VOL.XXVII NO.2 OKTOBER 2020 Vol 27, No 1 (2020): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN VOL.XXVII NO.1 APRIL 2020 Vol 17, No 2 (2020): OCTOBER 2020 Vol 17, No 1 (2020): APRIL 2020 Vol 26, No 2 (2019): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN VOL.XXVI NO.2 OKTOBER 2019 Vol 26, No 1 (2019): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN VOL.XXVI NO.1 APRIL 2019 Vol 16, No 2 (2019): OCTOBER 2019 Vol 16, No 1 (2019): APRIL 2019 Vol 25, No 2 (2018): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN VOL.XXV NO.2 OKTOBER 2018 Vol 25, No 2 (2018): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN VOL.XXV NO.2 OKTOBER 2018 Vol 25, No 1 (2018): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN VOL.XXV NO.1 APRIL 2018 Vol 25, No 1 (2018): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN VOL.XXV NO.1 APRIL 2018 Vol 15, No 2 (2018): OCTOBER 2018 Vol 15, No 1 (2018): APRIL 2018 Vol 24, No 2 (2017): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN VOL.XXIV NO.2 OKTOBER 2017 Vol 21, No 2 (2014): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXI No.2 Oktober 2014 Vol 12, No 1 (2010): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XII No.1 April 2010 Vol 24, No 1 (2017): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXIV No.I April 2017 Vol 24, No 1 (2017): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXIV No.I April 2017 Vol 14, No 2 (2017): OCTOBER 2017 Vol 14, No 1 (2017): APRIL 2017 Vol 23, No 2 (2016): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXIII No.2 Oktober 2016 Vol 23, No 2 (2016): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXIII No.2 Oktober 2016 Vol 23, No 1 (2016): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXIII No.1 April 2016 Vol 13, No 2 (2016): OCTOBER 2016 Vol 13, No 1 (2016): APRIL 2016 Vol 22, No 2 (2015): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXII No.2 Oktober 2015 Vol 22, No 1 (2015): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXII No.1 April 2015 Vol 12, No 2 (2015): OCTOBER 2015 Vol 12, No 1 (2015): APRIL 2015 Vol 21, No 2 (2014): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXI No.2 Oktober 2014 Vol 21, No 1 (2014): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXI No.I April 2014 Vol 21, No 1 (2014): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXI No.I April 2014 Vol 11, No 2 (2014): OCTOBER 2014 Vol 11, No 1 (2014): APRIL 2014 Vol 17, No 1 (2013): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XVII No.1 April 2013 Vol 10, No 1 (2013): APRIL 2013 Vol 14, No 1 (2012): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XIV No.I April 2012 Vol 9, No 1 (2012): APRIL 2012 Vol 14, No 2 (2011): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XIV No.2 Oktober 2011 Vol 13, No 1 (2011): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XIII No.1 April 2011 Vol 8, No 2 (2011): OCTOBER 2011 Vol 8, No 1 (2011): APRIL 2011 Vol 12, No 2 (2010): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XII No.2 Oktober 2010 Vol 12, No 2 (2010): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XII No.2 Oktober 2010 Vol 7, No 2 (2010): OCTOBER 2010 Vol 7, No 1 (2010): APRIL 2010 Vol 9, No 1 (2009): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.IX No.1 April 2009 Vol 6, No 2 (2009): OCTOBER 2009 Vol 6, No 1 (2009): APRIL 2009 Vol 8, No 2 (2008): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol VIII No 2 Oktober 2008 Vol 7, No 1 (2008): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.VII No.1 April 2008 Vol 5, No 2 (2008): OCTOBER 2008 Vol 5, No 1 (2008): APRIL 2008 Vol 5, No 1 (2007): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.V No.1 April 2007 Vol 4, No 1 (2007): APRIL 2007 Vol 3, No 1 (2005): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.III No.1 April 2005 Vol 3, No 2 (2005): OCTOBER 2005 Vol 3, No 1 (2005): APRIL 2005 Vol 2, No 1 (2004): OCTOBER 2004 Vol 1, No 1 (2003): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.I No.1 April 2003 Vol 1, No 1 (2003): APRIL 2003 More Issue