cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Administrasi Pendidikan Indonesia
ISSN : 14128152     EISSN : 25801007     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Administrasi Pendidikan (JAP) published on 2003 with the ISSN: p.1412-8152 e.2580-1007 and issued by Program Studi Administrasi Pendidikan Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia. JAP is a journal that focuses on publishing qualitative and quantitative research articles in the scope of Educational Administration including Leadership, Planning, Human Resources, Finance, Curriculum, Facilities and Infrastructure, Public Relations, Student Affairs, Learning and Management Education, and Organization.
Arjuna Subject : -
Articles 457 Documents
KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL KEPALA SEKOLAH, KINERJA GURU DAN MUTU SEKOLAH Intan Silvana Maris; Aan Komariah; Abu Bakar
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 13, No 2 (2016): OCTOBER 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.686 KB) | DOI: 10.17509/jap.v23i2.5645

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari kepemimpinan transformasional kepala sekolah (X1) dan kinerja guru (X2) terhadap mutu sekolah (Y). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dengan sampel yan mencakup kepala sekolah dan guru sebanyak 327 orang pada 39 SD negeri terakreditasi A dikabupaten Cianjur. Data dikumpulkan menggunakan kuisioner dengan model skala Likert. Data dianalisis dengan menggunakan regresi sederhana, regresi ganda, dan analisis korelasi parsial. Hasil penelitian menunjukkan besarnya pengaruh kepemimpinan transformasional kepala sekolah terhadap mutu sekolah pada SD negeriterakreditasi A di kabupaten Cianjur diperoleh sebesar 0,700 (korelasi kuat), sedangkan pengaruhnya sebesar 49%. Bedasarkan temuan penelitian dapat disimpulkan bahwa hipotesis penelitian yang menyatakan “kepemimpinan transformasional kepala sekolah berpengaruh signifikan terhadap mutu sekolah” dapat diterima. Sedangkan besarnya pengaruh kinerja guru terhadap kineja guru terhadap mutu sekolah pada SD negeri terakreditasi A di kabupaten Cianjur diperoleh sebesar 0,709 (korelasi kuat), sedangkan pengaruhnya sebesar 50,2%. Berdasakan temuan penelitian dapat disimpulkan bahwa hipotesis penelitian yang menyatakan “kinerja guru berpengaruh signifikan terhadap mutu sekolah” dapat diterima. Besarnya pengaruh kepemimpinan transformasional kepala sekolah dan kinerja guru terhadap mutu sekolah pada SD Negeri terakreditasi A di kabupaten Cianjur sebesar 0,722 (korelasi kuat), sedangkan pengaruhnya sebesar 52,1% dan sisanya sebesar 47,9% dipengaruhi oleh faktor lain. Berdasarkan temuan penelitian dapat disimpulkan bahwa hipotesis penelitian yang menyatakan “kepemimpinan transformasional kepala sekolah dan kinerja guru berpengaruh secara signinifikan terhadap mutu sekolah” dapat diterima. Kata Kunci: Kepemimpinan Transformasional kepala sekolah, kinerja guru, mutu sekolah. AbstractThe purpose of this study is to empirically examine relationship among transfrmasional leadership and teacher performance to school quality. The method used in this research is descriptice research with quantitative approach with sample include pricipals and teacher which amount 327 people at elementary scholl accredited A in Cianjur. Data sellection techniques using quisionnaires that was developed in the form of Likert Scale. Data processing techniques using regression analysis, the simple regression and multiple regression. The results of research show that principal’s transformational leadership to quality school at elementary school Acredited A in Cianjur as much as 0,700 and the contribution is 49%. Based on finding of the study it can be cocluded that the hypothesis the “principal transformational leadership significantly influence school quality” is acceptable. While the amount of influence on the quality of teacher performance in elementary school acredited A in Cianjur as much as 0,709, and the contribution is 50,2%. Based on the finding of the study it can be concluded that the hypothesis “the teacher performance significantly influence school quality” is acceptable. The effect of transformational leadership principals and teacher performance to school quality at school acredited A in Cianjur as much as 0,722 and the contribution is 52,1% and the rest by other factor. Based on the finding of the study it can be concluded that the hypothesis “the principals transformational leadership and teacher performance significantly influence school quality” is acceptable.   Keyword : Kepemimpinan Transformasional kepala sekolah, kinerja guru, mutu sekolah.
KINERJA DOSEN TETAP RUMPUN MANAJEMEN DI PERGURUAN TINGGI SWASTA Fetty Poerwita Sary; Udin Syaefudin Saud
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 15, No 1 (2018): APRIL 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.473 KB) | DOI: 10.17509/jap.v25i1.11572

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari seberapa besar kepemimpinan ketua jurusan/program studi, budaya organisasi, kepuasan kerja, dan motivasi berprestasi berperan baik secara parsial maupun simultan dalam kinerja dosen serta merekomendasikan model hipotetik peningkatan kinerja dosen tetap rumpun manajemen perguruan tinggi swasta di kota Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey. Sampel pada penelitian ini adalah 165 dosen tetap rumpun manajemen PTS di kota Bandung. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis jalur (path analysis). Hasil penelitian menyimpulkan bahwa kepemimpinan, budaya organisasi, kepuasan kerja, dan motivasi berprestasi secara simultan maupun parsial berpengaruh terhadap kinerja dosen. Penelitian ini juga menawarkan suatu alternatif model hipotetik pengembangan kinerja dosen dan rekomendasi untuk perbaikan kinerja dosen tetap rumpun Manajemen Perguruan Tinggi Swasta di Bandung.
DAMPAK LEARNING ORGANIZATION TERHADAP PRODUKTIVITAS PEMBELAJARAN Nurdin Nurdin
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 8, No 2 (2011): OCTOBER 2011
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.383 KB) | DOI: 10.17509/jap.v14i2.6409

Abstract

Sekolah sebagai lembaga penyelenggara pendidikan formal bertanggung jawab menghasilkan sumber daya manusia berkualitas. Pendidikan formal sekolah tidak hanya dapat membentuk kemampuan berpikir, penalaran dan logika tetapi hendaknya mampu membentuk pengertian, pandangan, dan pemahaman siswa terhadap dirinya serta menilai dirinya setelah melakukan interaksi secara total dalam lingkungan sosial baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. Pendidikan di sekolah tidak hanya terbatas pada hasil belajar peserta didik tetapi juga mencakup karakteristik personal seperti gambar diri dan kepercayaan diri. Dalam meningkatkan produktivitas pembelajaran yang merupakan perbandingan input pendidikan di sekolah dengan output pendidikan melalui leaming organization akan semakin memperkuat ketercapaian mutu pendidikan secara maksimal. Produktivitas pembelajaran pada sekolah menjadi hal yang penting dalam proses pendidikan karena berdampak terhadap hasil pendidikan tersebut
PENGARUH BUDAYA SEKOLAH TERHADAP EFEKTIFITAS SEKOLAH PADA SMAN PADA DINAS PENDIDIKAN PROPINSI JAWA BARAT Aan Komariah
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 3, No 1 (2005): APRIL 2005
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.513 KB) | DOI: 10.17509/jap.v3i1.6092

Abstract

Desentralisasi memberikan keleluasan kepada sekolah untuk mengembangkan langkah manajemen yang diorientasikan pada prakarsa mewujudkan budaya mutu. Dalam terminologi manajemen, lembaga pendidikan yang bermutu adalah yang memenuhi syarat efektifitas, efisiensi, dan produktifitas. Menjadi tanggungjawab pemimpin merintis, menciptakan dan mendorong tumbuhnya budaya mutu di sekolah melalui pemimpin yang memiliki daya pikir jauh ke depan yang mampu menangani perubahan dan menciptakan pembahan pendidikan ke arah kualitas sehingga dapat diraih predikat sekolah efektif. Penelitian ini diarahkan pada budaya yang terdiri atas tiga sub variabel yaitu pola nilai, pola kebiasaan, pola sikap dan tindakan Variabel-variabel tersebut dikaji keberartian kontribusinya pada efektifitas sekolah yang dinilai dari indikator layanan manajemen, learning Organization, dan kompetensi siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode explanatory snrvey dengan pendekatan kuantitatif melalui instrument angket. Unit analisisnya adalah Kepala SMAN pada Dinas Pendidikan Kota di Propinsi Jawa Barat, dengan sample 64 orang. Temuan penelitian menunjukan bahwa Efektifitas Sekolah dipengaruhi secara positif dan signifikan oleh budaya sekolah. Nilai yang perlu selalu dirujuk dalam mengembangkan budaya mutu adalah nilai spiritual, nilai otonomi dan nilai profesionalisme. Sedangkan pola sikap dan tindakan yang perlu terus dibangun adalah komunikasi, pergaulan akademik dan social, serta pembinaan personil. Untuk pola kebiasaan, aspek slogan, moto, upacara-upacara, dan uniformitas dalam berbagai hal perlu dieleminir dan diciptakan kebiasaan-kebiasaan yang tidak kontraproduktif dengan efektifitas sekolah
MANAJEMEN MUTU PENDIDIKAN PADA MADRASAH ALIYAH NEGERI DI PONDOK PESANTREN Ohan Burhan
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 11, No 1 (2014): APRIL 2014
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.057 KB) | DOI: 10.17509/jap.v21i1.6662

Abstract

Yang menjadi masalah pokok dalam penelitian ini adalah bagaimana manajemen mutu yang di kembangkan pada madrasah aliyah di pondok pesantren. Sesuai dengan permasalahan tersebut, maka tujuan penelitian ini adalah (1) bagaimanakah perencanaan mutu (2) bagaimanakah pelaksanaan program mutu (3) Bagaimanakah monitoring dan evaluasi mutu (4) bagaimanakah tindakan perbaikan mutu yang dilakukan oleh madrasah aliyah negeri di pondok pesantren. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif, dengan alasan pertanyaan- pertanyaan bersifat terbuka sehingga peneliti bisa fleksibel dan bisa mengembangkan pertanyaan, karena peneliti ingin mendeskripsikan dan menganalisis pelaksanaan manajemen mutu pada Madrasah Aliyah Negeri Darussalam Kabupaten Ciamis, Madrasah Aliyah Negeri Cipasung Kabupaten Tasikmalaya dan Madrasah Aliyah Negeri Cijantung Kabupaten Ciamis. Hasil penelitian menunjukan bahwa di tiga madrasah aliyah negeri ini sudah mengembangkan manajemen mutu mulai dari perencanaan, pelaksanaan monitoring dan evaluasi serta tindak lanjut perbaikan mutu yang sangat bersinergi antara madrasah dan pondok pesantren sehingga eksistensi madrasah dan pondok pesantren terus berkembang. Rekomendasi, penelitian ini merekomendasikan bahwa madrash dan pondok pesantren harus tetap menjadi teamwork yang berkualitas dalam peningkatan mutu dengan peran dan tanggung jawab yang terstruktur, dan menjadi model yang dapat dijadikan alternatif konsep untuk pengelolaan madrasah yang bermutu. The subject of this study is how quality management is developed in Muslim boarding school-based state-owned madrasah aliyah. Accordingly, the purposes of this study are (1) how quality planning,  (2) how implementation of quality program, (3) how monitoring and evaluation of quality, (4) how actions for improvement of quality are taken by Muslim boarding school-based state-owned madrasah aliyah. The study is conducted by using qualitative method, and motives of open-ended questions to make researcher flexible and, thus, able to develop questions, as researcher want to describe and analyze the implementation of quality management in Madarah Aliyah Negeri Darussalam, Regency of Ciamis, Madrasah Aliyah Negeri Cipasung, Regency of Tasikmalaya, and Madrasah Aliyah negeri Cijantung, Regency of Ciamis. The results of the study indicate that all of three state-owned madrasah aliyahs were developing quality management starting by planning, implementation, monitoring, and evaluation, as well as highly synergized follow-up improvement of quality between Islam School and Muslim Boarding School, thereby making the existence of both Islam School and Muslim Boarding School constantly thrive. This study is recommending that Islam School and Muslim Boarding School should be permanent quality teamwork in improvement of quality and structured role and responsibility and, thus, model for alternative concept of quality Islam school management.
STRATEGI MANAJEMEN MUTU PADA SMA NEGERI UNGGULAN DI KOTA BANDUNG Nurdin Nurdin
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 5, No 1 (2008): APRIL 2008
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.377 KB) | DOI: 10.17509/jap.v7i1.6268

Abstract

Peningkatan manajemen mutu pada sekolah menengah atas yang unggul dapat dilihat dari bagaimana sekolah itu sendiri menjadikan mutu input, proses, dan output sebagai parameter keberhasilan mutu Fokus permasalahan penelitian ini adalah ( l ) Bagaimana strategi yang dilakukan sekolah-sekolah unggulan dalam peningkatan mutu pendidikan d i sekolahnya; (2) Bagaimana cara kinerja para tenaga kependidikan dalam meningkatkan mutu pendidikan di sekolahnya; (3) Langkah-langkah apa saja yang perlu diperhatikan dalam usaha meningkatkan mutu pendidikan di sekolahnya; (4) Bagaimana penyelenggaraan pendidikan pada jenis dan jenjang sekolah menengah umum menjadi Sekolah Standar Nasional (SSN). Sedangkan tujuan penelitian ini diarahkan untuk mengembangkan strategi yang digunakan sekolah-sekolah menengah unggulan di Kota Bandung, serta menerapkannya pada sekolah-sekolah lain. Metode penelitian dilakukan dengan metode deskriptif yang pendekatannya melalui penelitian kualitatif Metode deskriptif ini mengacu pada studi kasusya itu pada sekolah SMAN 3, SMAN 5 dan SMAN 8 d Kota Bandung. Hasil penelitian dirundingkan dan disepakati bersama antara peneliti dengan responden dannarasumber. Kesimpulan hasil penelitian ditemukan bahwa strategi manajemen sekolah yang dijalankan pada sekolah-sekolah unggulan tersebut, berlandaskan pada rencana strategis (renstra) yang dibuat oleh setia p lembaga persekolahan baik rencana strategis jangka pendek, jan gka menengah maupun jangka panjang. Di dalam renstra tersebut melingkupi berbagai macam program-program unggukm yang mertjadi dasar acuan terselenggaranya p roses belajar mengajar di sekolah unggulan.
PENGELOLAAN TEACHER CAPACITY BUILDING (TCB) UNTUK MENINGKATKAN PROFESIONALITAS GURU (Studi Kasus Guru SMPN 2 dan SMP Darul Hikam Bandung) Elis Rosdiawati
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 12, No 2 (2015): OCTOBER 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (707.41 KB) | DOI: 10.17509/jap.v22i2.5394

Abstract

ABSTRAKPembangunan kapasitas guru atau Teacher Capacity Building  (TCB) sangat perlu dilakukan agar sekolah yang dapat memberikan layanan pendidikan yang bermutu. Pada kenyataannya TCB belum dikelola dengan baik sehingga  TCByang dilakukan di sekolah belum efisien dan efektif. Penelitian ini ditujukan untuk menjawab empat pertanyaan utama yakni bagaimana tahapan pengambilan kebijakan TCB, bagaimana pengelolaan TCB yang dilakukan sekolah, bagaimana sistem penjaminan mutu (quality Assurance)  dari TCB, dan dampak dari TCB baik terhadap diri guru, terhadap  mutu pembelajaran maupun terhadap mutu sekolah. Penelitian dilakukan di SMPN 2 dan SMP Darul Hikam Bandung sebagai representasi dari sekolah yang memiliki school policy dalam pembangunan kapasitas guru. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metoda deskriptif dengan menggunakan tiga jenis teknik  pengumpulan data yaitu observasi,wawancara, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kebijakan TCB di SMP Darul Hikam didasarkan pada hasil analisis kebutuhan, otoritas kepemimpinan yang tinggi,  sistem seleksi dan  rekruitmen guru yang ketat, dan hasil penilaian kinerja guru. Sedangkan di SMPN2 Bandung, keberhasilan dipengaruhi oleh netrworking yang solid dengan stakeholder serta adanya iklim persaingan yang sehat diantara para guru untuk berprestasi. Beberapa aspek yang belum optimal dalam penyelenggaraan TCB bermutu yang ditemukan dalam penelitian adalah lemahnya sistem dokumentasi dan quality assurance.                                                                                       Kata Kunci: Teacher Capacity Building (TCB)ABSTRACTTeacher Capacity Building (TCB) is a key point for a quality education service provided by a school.  In the reality, schools have no standardize TCB system to ensure that their TCB is conducted  effectivity and efficiently. The research was conducted to figure out the answers to four  main questions related to  the steps taken in determining the TCB policy at school, the TCB management, the quality assurance system, and the impacts of TCB either for the teacher as an individual, for learning quality, or for school quality.      The location of the research were SMPN 2 Bandung and SMP Darul Hikam Bandung as the representation of school with their own  school policy on TCB.  The reasearch was a qualitative reaserch with descriptive method. The data was callected using three major techniques: observation, indeepth interview, and documentary study. The research revealed that the TCB in SMP Darul Hikam is basen on need analysis, the power of the leader, the tandardized recruitment, and teacher performance assessment.  In SMPN 2 Bandung the TCB is empowered by the networking and a very health atmosphere for the teacher to show their best performances. The research also found that the aspects needs to be improved in the implementation of the TCB in both schools are the documentary and the quality assurance. Key word: Teacher Capacity Building (TCB)
IKLIM, KEPUASAN, DAN MOTIVASI KERJA GURU DI SEKOLAH DASAR BPK PENABUR Jati Budiawati
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 14, No 1 (2017): APRIL 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.32 KB) | DOI: 10.17509/jap.v24i1.6509

Abstract

Motivasi sebagai salah satu penunjang keberhasilan pelaksanaan tugas fungsional guru masih kurang. Tujuan penelitian adalah terdeskripsikannya 1) motivasi kerja guru, 2) kepuasan kerja, 3) iklim kerja dan teranalisisnya 4) kontribusi iklim kerja terhadap kepuasan kerja, 5) kontribusi iklim kerja terhadap motivasi kerja guru,  6) kontribusi kepuasan kerja terhadap motivasi kerja guru, 7) kontribusi iklim kerja dan kepuasan kerja terhadap motivasi kerja guru di Sekolah Dasar BPK PENABUR Bandung. Metode penelitian berupa deskriptif verifikatif melalui survei terhadap guru di Sekolah Dasar BPK PENABUR Bandung sebanyak 104 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran iklim kerja, kepuasan kerja, dan motivasi kerja masih kurang. Iklim kerja memberikan kontribusi berarti terhadap kepuasan kerja dan motivasi kerja. Kepuasan kerja memberikan kontribusi berarti terhadap motivasi kerja. Iklim kerja dan kepuasan kerja memberikan kontribusi berarti terhadap motivasi kerja. Implikasi praktis yaitu peningkatan motivasi kerja dengan meminimalkan sikap destruktif akibat belum adanya kepuasan kerja.Motivation as one of the factors that support the successful implementation of the functional tasks of teachers is still lacking. The research objective is to describe 1) work motivation of teachers, 2) the working climate of teachers, 3) job satisfaction and to analyze 4) the contribution of the working climate towards job satisfaction of teachers, 5) the contribution of working climate towards work motivation of teachers, 6) the contribution of job satisfaction towards teachers work motivation, 7) the contribution of the working climate through job satisfaction towards work motivation in BPK PENABUR primary schools in Bandung. The research method is descriptive verification through a survey of 104 teachers in BPK PENABUR primary schools in Bandung. The result shows that work climate, job satisfaction, and work motivation are lacking in quality. There is a significant contribution of work climate towards job satisfaction and work motivation. Job satisfaction has significantly contributed to work motivation and become a variable that strengthens the relation between work climate and work motivation. Work climate, job satisfaction, and work motivation is at a weak level. There is a significant contribution of work climate and job satisfaction towards work motivation. The practical implication is that work motivation should be increased through efforts of minimizing the destructive attitude due to the lack of job satisfaction.
STRATEGI PEMBERDAYAAN GURU MILITER Hety Padmawati; Udin Syaefuddin Sa'ud
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 13, No 2 (2016): OCTOBER 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.17 KB) | DOI: 10.17509/jap.v23i2.5633

Abstract

AbstrakStrategi pemberdayaan guru militer (Gumil) merupakan suatu hal yang sangat penting dan harus mendapat perhatian serius dari pihak Administrasi Pendidikan.Terjadinya permasalahan antara sumber daya pendidik/guru dihadapkan dengan tuntutan kompetensi Gumil merupakan tantangan bagi pengelola pendidikan untuk mencari solusi.Tujuan penelitian ini adalah mendapat gambaran empirik mengenai strategi pemberdayaan guru militer, baik strategi pemberdayaan diri sendiri Gumil, fasilitasi pemberdayaan maupun strategi pemberdayaan oleh pimpinan. Informan penelitian ini adalah Gumil yang ekspert, Komandan lembaga pendidikan, Katim Gumil, peserta didik yang merasakan kinerja Gumil secara langsung dan Dirdik Kodiklat TNI AD.Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif.Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan jenis penelitian studi kasus.Pengolahan data menggunakan tehnik analisis SWOT, setelah data terkumpul dilakukan pemilahan dan klasifikasi data, pemberian kode data untuk membangun kinerja analisis data, memeriksa keabsahan data, kemudian dilakukan analisis data berdasarkan kekuatan dan kelemahan serta peluang dan ancaman untuk  mendapatkan strategi pemberdayaan Gumil yang efektif. Kesimpulan yang didapat dari hasil penelitian adalah bahwa pemberdayaan diri sendiri Gumil kurang maksimal, fasilitasi/ pemberdayaan oleh lembaga cukup baik dan pemberdayaan oleh pimpinan lembaga pendidikan belum maksimal.Peneliti melihat bahwa aspek penggerak utama pemberdayaan adalah terletak pada pola kerja pimpinan. Kata kunci: Strategi Pemberdayaan, Guru Militer (Gumil), Kodiklat TNI AD AbstractMilitary teacher empowerment strategy is very important and should be given serious attention  from Education Administration field. A raising problem between teachers/educators human resource with the demands of competent military teachers has been a challenge for education administrators which need solutions. The purpose of this study is to get an empirical picture of the military teachers’ empowerment, which can be found inmilitary teachers’ self-empowerment, empowermentfacilitation  and empowerment by the leaders. The informants of this research areexpert military teachers, commander of the educational institutions, leader of military teachers, learners who experience military teachers’ performance directly and chief of the educational institution. Qualitative approach is used in this study. The method used is descriptive method with case study research. Data processingis using SWOT analysis techniques, after data are collected, sorting and classification of data are conducted, the data are codedto  build data analysis performance,  validity of the data is checked, and then analyse the data based on the strengths, weaknesses, opportunities and threats to get an effective military teachers  empowerment strategy. The conclusion taken from the study is that themilitary teachers’ self-empowermentis not optimal yet, the empowerment by leaders of educational institutions isnot optimal yet, even though facilitation/empowerment by institutions is quite good. Researcher saw that the main drive for empowerment is on the leader’s working patterns.  Keywords: Empowerment Strategy, Military  Teacher, The command of doctrine, education and training of the army  
KEPEMIMPINAN INSTRUKSIONAL KEPALA SEKOLAH, PROFESSIONAL LEARNING COMMUNITY TERHADAP KINERJA MENGAJAR GURU DAN DAMPAKNYA TERHADAP EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN DI MADRASAH ALIYAH SE BANDUNG RAYA Putri Anggraeni
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 14, No 2 (2017): OCTOBER 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.548 KB) | DOI: 10.17509/jap.v24i2.8302

Abstract

Persoalan dalam penyelenggaraan pembelajaran yang efektif bersifat multidimensi termasuk di MA. Beragam faktor yang mempengaruhi pencapaian hasil belajar baik internal maupun eksternal. Kepemimpinan yang mengarahkan pada pencapaian sesuai intruksi, keberadaan sistem sosial berupa komunitas pembelajaran serta guru yang memiliki kinerja optimal belum sepenuhnya terwujud. Literatur tentang penelitian di MA yang memiliki karakteristik khas dengan nilai-nilai sidiq, amanah, tablig dan fathonal masih terbatas. Tujuan penelitian adalah memperoleh gambaran dan menganalisis Pengaruh Kepemimpinan Instruksional Kepala Sekolah dan Profesional Learning Community Terhadap Kinerja Mengajar Guru Serta Dampaknya Terhadap Efektivitas Pembelajaran di Madrasah Aliyah Se Bandung Raya.Metode penelitian menggunakan metode deskriptif survey terhadap 124 MA yang dijadikan sampel, dimana setiap dimensi dari setiap variabel diukur menggunakan SEM analisis. Hasil penlitian menunjukan bahwa Kepemimpinan instruksional belum efektif, PLC di lingkungan MA belum terbentuk dan kinerja guru dinilai kurang. Efektivitas pembelajaran di MA belum menunjukan indikator sebagai pembelajaran yang efektif. Seluruh indikator pada masing - masing variabel dapat menjelaskan variabel laten. Terdapat pengaruh kepemimpimpinan instruksional dan PLC terhadap Kinerja Guru. Efektivitas pembelajaran dipengaruhi oleh kinerja guru yang berperan sebagai manajer kelas, pemimpin dan profesional.Kesimpulan penelitian yaitu lemahnya kepemimpinan instruksional dan PLC yang belum terbentuk memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja guru yang pada akhirnya berdampak pada pembelajaran yang kurang efektif di MA.

Page 9 of 46 | Total Record : 457


Filter by Year

2003 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 21, No 2 (2024): OCTOBER 2024 Vol 21, No 1 (2024): APRIL 2024 Vol 20, No 2 (2023): OCTOBER 2023 Vol 20, No 1 (2023): APRIL 2023 Vol 19, No 2 (2022): OCTOBER 2022 Vol 19, No 1 (2022): APRIL 2022 Vol 18, No 2 (2021): OCTOBER 2021 Vol 18, No 1 (2021): APRIL 2021 Vol 28, No 3 (2021): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN: Volume 28 Special Issue: Forum ASN Internasiona Vol 27, No 2 (2020): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN VOL.XXVII NO.2 OKTOBER 2020 Vol 27, No 1 (2020): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN VOL.XXVII NO.1 APRIL 2020 Vol 17, No 2 (2020): OCTOBER 2020 Vol 17, No 1 (2020): APRIL 2020 Vol 26, No 2 (2019): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN VOL.XXVI NO.2 OKTOBER 2019 Vol 26, No 1 (2019): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN VOL.XXVI NO.1 APRIL 2019 Vol 16, No 2 (2019): OCTOBER 2019 Vol 16, No 1 (2019): APRIL 2019 Vol 25, No 2 (2018): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN VOL.XXV NO.2 OKTOBER 2018 Vol 25, No 2 (2018): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN VOL.XXV NO.2 OKTOBER 2018 Vol 25, No 1 (2018): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN VOL.XXV NO.1 APRIL 2018 Vol 25, No 1 (2018): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN VOL.XXV NO.1 APRIL 2018 Vol 15, No 2 (2018): OCTOBER 2018 Vol 15, No 1 (2018): APRIL 2018 Vol 24, No 2 (2017): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN VOL.XXIV NO.2 OKTOBER 2017 Vol 21, No 2 (2014): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXI No.2 Oktober 2014 Vol 12, No 1 (2010): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XII No.1 April 2010 Vol 24, No 1 (2017): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXIV No.I April 2017 Vol 24, No 1 (2017): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXIV No.I April 2017 Vol 14, No 2 (2017): OCTOBER 2017 Vol 14, No 1 (2017): APRIL 2017 Vol 23, No 2 (2016): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXIII No.2 Oktober 2016 Vol 23, No 2 (2016): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXIII No.2 Oktober 2016 Vol 23, No 1 (2016): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXIII No.1 April 2016 Vol 13, No 2 (2016): OCTOBER 2016 Vol 13, No 1 (2016): APRIL 2016 Vol 22, No 2 (2015): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXII No.2 Oktober 2015 Vol 22, No 1 (2015): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXII No.1 April 2015 Vol 12, No 2 (2015): OCTOBER 2015 Vol 12, No 1 (2015): APRIL 2015 Vol 21, No 2 (2014): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXI No.2 Oktober 2014 Vol 21, No 1 (2014): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXI No.I April 2014 Vol 21, No 1 (2014): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXI No.I April 2014 Vol 11, No 2 (2014): OCTOBER 2014 Vol 11, No 1 (2014): APRIL 2014 Vol 17, No 1 (2013): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XVII No.1 April 2013 Vol 10, No 1 (2013): APRIL 2013 Vol 14, No 1 (2012): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XIV No.I April 2012 Vol 9, No 1 (2012): APRIL 2012 Vol 14, No 2 (2011): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XIV No.2 Oktober 2011 Vol 13, No 1 (2011): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XIII No.1 April 2011 Vol 8, No 2 (2011): OCTOBER 2011 Vol 8, No 1 (2011): APRIL 2011 Vol 12, No 2 (2010): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XII No.2 Oktober 2010 Vol 12, No 2 (2010): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XII No.2 Oktober 2010 Vol 7, No 2 (2010): OCTOBER 2010 Vol 7, No 1 (2010): APRIL 2010 Vol 9, No 1 (2009): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.IX No.1 April 2009 Vol 6, No 2 (2009): OCTOBER 2009 Vol 6, No 1 (2009): APRIL 2009 Vol 8, No 2 (2008): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol VIII No 2 Oktober 2008 Vol 7, No 1 (2008): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.VII No.1 April 2008 Vol 5, No 2 (2008): OCTOBER 2008 Vol 5, No 1 (2008): APRIL 2008 Vol 5, No 1 (2007): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.V No.1 April 2007 Vol 4, No 1 (2007): APRIL 2007 Vol 3, No 1 (2005): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.III No.1 April 2005 Vol 3, No 2 (2005): OCTOBER 2005 Vol 3, No 1 (2005): APRIL 2005 Vol 2, No 1 (2004): OCTOBER 2004 Vol 1, No 1 (2003): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.I No.1 April 2003 Vol 1, No 1 (2003): APRIL 2003 More Issue