cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Administrasi Pendidikan Indonesia
ISSN : 14128152     EISSN : 25801007     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Administrasi Pendidikan (JAP) published on 2003 with the ISSN: p.1412-8152 e.2580-1007 and issued by Program Studi Administrasi Pendidikan Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia. JAP is a journal that focuses on publishing qualitative and quantitative research articles in the scope of Educational Administration including Leadership, Planning, Human Resources, Finance, Curriculum, Facilities and Infrastructure, Public Relations, Student Affairs, Learning and Management Education, and Organization.
Arjuna Subject : -
Articles 457 Documents
PENGARUH KEPEMIMPINAN KEPALA, KINERJA GURU, DAN BUDAYA MADRASAH TERHADAP KEPUASAN SISWA DAN DAMPAKNYA PADA PRESTASI Saripudin Saripudin
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 11, No 1 (2014): APRIL 2014
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (632.735 KB) | DOI: 10.17509/jap.v21i1.6657

Abstract

Perkembangan prestasi belajar siswa madrasah aliyah  saat ini tampak di lapangan masih tergolong rendah. Fenomena ini diduga akan berpengaruh terhadap tingkat kepercayaan masyarakat berkenaan dengan  layanan pemenuhan kebutuhan belajar siswa.  Tujuan peningkatan pemenuhan kebutuhan belajar adalah untuk memenuhi kepuasan siswa di madrasah aliyah yang berdampak pada prestasi belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui metode survei. Data penelitian tentang Kepemimpinan Kepala Madrasah dengan responden guru dan  Kinerja Mengajar Guru, Budaya Madrasah dan  Kepuasaan Siswa dengan responden siswa. Sampel penelitian ditentukan melalui Proportionate stratified Random Sampling. Pengumpulan data menggunakan angket dengan pengolahan data secara deskriptif  dan uji hipotesis melalui program SPSS. Berdasarkan uji hipotesis ditemukan  Kepemimpinan Kepala Madrasah, Kinerja Mengajar Guru, Budaya Madrasah secara simultan berpengaruh terhadap kepuasan siswa. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan salah satu variabel yaitu  kepemimpinan kepala madrasah atau kinerja mengajar guru ataupun budaya madrasah akan memberikan pengaruh terhadap peningkatan kepuasan siswa.  Kepuasaan Siswa  berpengaruh terhadap prestasi belajar, mencerminkan bahwa tinggi dan rendahnya prestasi belajar dipengaruhi oleh Kepuasan Siswa.Rekomendasi penelitian ini adalah memberikan salah satu alternatif dalam peningkatan kepuasan siswa dan dampaknya pada prestasi belajar. The development of madrasah aliyah students’ learning achievements currently seems to be in the low category. The phenomenon is expected to influence on the community’s trust with the service of catering to students’ learning needs. The improvement in the catering of learning needs aims to meet students’ satisfaction in madrasah aliyah that will impact on their learning achievements. This research employed quantitative approach through survey. Research data on Madrasah Principal’s Leadership used teachers as respondents, and data on Teacher’s Teaching Performance and Madrasah Culture used students as the respondents. Research sample was determined using proportionate stratified random sampling. Data were collected through questionnaires employing descriptive data processing, and hypothesis test was done with SPSS program. Based on the hypothesis test, Madrasah Principal’s Leadership, Teacher’s Teaching Performance, Madrasah Culture simultaneously had influence on students’ satisfaction. This showed that the improvement of one variable, namely Madrasah Principal’s Leadership or Teacher’s Teaching Performance, or Madrasah Culture will influence the improvement in students’ satisfaction. Students’ satisfaction had influence on learning achievements, showing that the levels of students’ achievement are affected by their satisfaction. The research has recommended one of the alternatives to improve students’ satisfaction and its impact on learning achievements. 
IMPLEMENTASI GOOD GOVERNANCE UNTUK MENINGKATKAN PARTISIPASI MASYARAKAT PADA SMP NEGERI 1 LEMBANG Daman Herawan
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 5, No 1 (2008): APRIL 2008
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.213 KB) | DOI: 10.17509/jap.v7i1.6255

Abstract

Penyelenggaraan tata p emerintahan y ang haik merupakan salah satu isu nasional yang sedang dilangsungkan pemerintah saat ini. Namun demikian, pada level implementasi didana persekolahan, diduga hal ini masih jauh dari harapan, bahkan ada sinyalemen praktek-praktek yang salah berlangsung dalam penyelenggaraan sekolah. Penelitian ini berupaya melihat implementasi tata kelola yang baik dalam penyelenggaraan sekolah melalui pendekatan kualitatif. Temuan penelitian menunjukan, implementasi sembilan karakteristik good governance di sekolah semata-mata tidak didasarkan pada panggilan profesionalisme personil sekolah, tetapi lebih pada tuntutan internal dan eksternal s ekolah Dalam konteks itu, kepala sekofah berperan menjadi manajer dan leader, guru menjadi mitra kerja dan pelaksana, komite sekolah berperan dalam mendukung sumber d aya, mengawasi, memberikan pertimbangan, dan perantara. Faktor-faktor y a n g mendukung implementasi good governance d i sekolah adalah struktur sekolah, delapan nilai kerja yang dikembangkan, sikap warga sekolah dalam menjaga lingkungan fisik, dan hubungan dengan stakeholder. Mengantisipasi berbagai perkembangan lingkungan dan kompleksitas urusan di sekolah, melalui penelitian ini direkomendasikan agar sekolah mengembangkan learning mganisation, dan pimpinan sekolah memfasilitasi pemahaman yang lebih komprehensif mengenai good governance dan bagaimana mengimplementasikannya berdasarkan peran warga sekolah masing-masing.
KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL KEPALA SEKOLAH DAN KINERJA GURU PADA SMA SWASTA DI KOTA BANDUNG Ermawati Girsang; Munir Munir
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 12, No 2 (2015): OCTOBER 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (694.469 KB) | DOI: 10.17509/jap.v22i2.5389

Abstract

AbstrakFenomena yang terjadi masih banyak sekolah yang bermutu rendah. Hal ini terjadi disebabkan karena masih adanya kepala sekolah yang hanya menjadi instrumen kepala dinas serta masih rendahnya kinerja guru yang tercermin dari kompetensi dan output yang dimiliki guru tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis hubungan transformasional kepala sekolah dan kinerja guru terhadap mutu sekolah. Penelitian ini menggunakan  pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif yang didukung dengan studi dokumentasi serta angket sebagai alat pengumpul data. Hasil penelitian menunjukkan ketiga variabel dalam penelitian ini termasuk kategori baik. Uji korelasi ketiga variabel penelitian menunjukkan hubungan yang positif dan signifikan. Sementara itu, nilai regresi kepemimpinan transformasional kepala sekolah dan kinerja guru terhadap mutu sekolah yang menunjukkan bahwa apabila ada perubahan pada variabel kepemimpinan transformasional kepala sekolah dan kinerja guru sebesar satu unit maka mutu sekolah mengalami perubahan dengan arah positif. Rekomendasi penelitian ini agar kepemimpinan transformasional kepala sekolah dapat memberikan dampak yang nyata, maka kepala sekolah lebih aktif memberikan pembinaan terhadap warganya dan aktif menggali informasi terbaru. Begitupun pun para guru di sekolah harus mau memperbaiki kinerjanya supaya kinerja guru dapat lebih baik, maka guru dan staff TU untuk lebih menyesuaikan diri dengan sistem sekolah yang terus mengarah pada arah perbaikan. Kata kunci: kepemimpinan transformasional kepala sekolah, kinerja guru, dan mutu sekolah. AbstractA phenomenon that occurs is still a lot of low-quality schools. This happens due to the persistence of the principals who just became the instrument of the head office as well as to the performance of teacher competence and output reflected owned the teacher. This study aims to describe and analyze the relationship between transformational principals and teachers to the quality of school performance. This study uses a quantitative approach with descriptive methods that are supported by documentation study and questionnaire as a data collector. The results showed all three variables in this study included both categories. Correlation test three variables studies showed a positive and significant. Meanwhile, the value of transformational leadership regression principals and teachers to the quality of school performance that shows that if there is a change in the variable transformational leadership principals and teacher performance by one unit then the quality of the school experience a change in the positive direction. The study recommended that transformational leadership principals can have a significant impact, then the principal is more active in providing guidance to citizens and actively explore the latest information. Likewise also the teachers at the school must be willing to improve its performance so that performance can be better teachers, then teachers and staff to better adjust to the school system that continues to lead in the direction of improvement. Keywords: transformational leadership principals, teacher performance, and quality of schools.
STRATEGI DAN HASIL KOMPETISI PERGURUAN TINGGI Aceng Muhtaram Mirfani; Cicih Sutarsih; Elin Rosalin
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 9, No 1 (2012): APRIL 2012
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (863.153 KB) | DOI: 10.17509/jap.v14i1.6721

Abstract

Pendidikan tinggi memiliki fungsi untuk membantu masyarakat agar memiliki kemampuan yang sangat tinggi sehingga mereka dapat memahami tantangan bersamaan dengan globalisasi dan ekonomi global, yang dapat digunakan untuk mensejahterakan bangsa dan negara yang sedang berkembang. Kondisi objektif bangsa, tantangan global dan tantangan teknologi informasi, membuat pendidikan tinggi di Indonesia berada dalam depresi yang sangat tinggi, mengembangkan pendidikan tinggi, terutama di era globalisasi saat ini, berharap untuk lingkungan eksternal yang dinamis di pendidikan tinggi, itu sangat dipengaruhi ekonomi pasar. Sebaliknya, peran dan posisi pendidikan tinggi juga dapat mempengaruhi pasar yang dinamis terutama dalam kaitannya dengan pengembangan sumber daya manusia dan pengetahuan dan teknologi. Lingkungan eksternal pendidikan tinggi adalah lingkungan strategis di mana kompetensi terus terjadi dan tak terbendung atau terhenti. Karena kebutuhan pendidikan tinggi akan konsep baru yang dapat mencapai keunggulan pelayanan agar mampu mempertahankan mahasiswa memperoleh nilai bersamaan dengan partisipasi mereka dalam pendidikan di pendidikan tinggi. Dengan demikian, sebagaimana mestinya pendidikan tinggi yang hadir seimbang dengankualitas, dengan demikian pendidikan tinggi memiliki keunggulan kompetitif. Keterbukaan untuk berinteraksi dengan berbagai dukungan strategis adalah karakter dasar yang sangat penting dan sebagai sarana untuk memindahkan cepatnya dan juga sebagai sarana untuk mengembangkan keunggulan kompetitifHigher education has functions to help society to have very high abilities thus they can understand the obstacles along with the globalization and global economy, which can be used to welfare nation and developing country. Objective nation condition, global challenge and challenge of technology information, makes higher education in Indonesia is in very high depression, developing higher education, particularly in this globalization era nowadays, hope to the dynamic external environment of higher education that is very influence by market economy. The opposite, role and position of higher education can also influence market dynamic especially in relation with the development of Human Resources and knowledge and technology. External environment of this higher education is strategic environment where competency continuously occurs and unstoppable or stopped. Therefore higher education needs new concept that can reached service excellence in order able to maintain college students to gain value along with their participation in education of higher education. Thus as it should be higher education present balance with good quality thus has competitive advantage. Openness to interact with various strategic support is a basic character that is very important and as the means to move fastly and also as means to develop competitive advantage.
KEPEMIMPINAN BERBASIS NILAI BUDAYA LOKAL DALAM MENCIPTAKAN IKLIM SEKOLAH Sadidul Iqabe
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 14, No 2 (2017): OCTOBER 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.695 KB) | DOI: 10.17509/jap.v24i2.8296

Abstract

Kondisi iklim sekolah di SDN Kota Kendari saat ini belum kondusif karena disebabkan oleh kurangnya keterbukaan dan terbatasnya komunikasi dalam lingkungn orgsnisasi sekolah. Tujuan penelitian ini adalah teranalisisnya kontribusi kepemimpinan berbasis nilai budaya lokal terhadap iklim sekolah pada SDN di Kota Kendari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode korelasi dengan pendekatan kuantitatif. Data diperoleh melalui 16 SDN terakreditasi A sebagai sampelyang terpilih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kepemimpinan berbasis nilai budaya lokal dan iklim sekolah pada SDN di Kota Kendari berada pada kategori sangat tinggi dan terdapat pengaruh kepemimpinan berbasis nilai budaya lokal terhadap iklim sekolah yang positif dan signifikan. Kesimpulan: bahwa kepemimpinan berbasis nilai budaya local dan iklim sekolah yang dibangun oleh kepala SDN di kota kendari dikategorikan sangat tinggi. Implikasi: efektivitas kepemimpinan dan penciptaan kondisi keterbukaan dalam organisasi dipandang perlu untuk segera ditingkatkan, karena nantinya akan berdampak pada kondisi lingkingan organisasi sekolah yang tertutup. Rekomendasi: kepala sekolah hendaknya mampu mendelegasikan wewenang dan memiliki sikap suportif dalam organisasi sekolah.
STRATEGI PENDAMPINGAN DAUM PENINGKATAN KEMANDIRIAN BEUJAR MASYARAKAT Mulyati Purwasasmita
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 7, No 2 (2010): OCTOBER 2010
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.981 KB) | DOI: 10.17509/jap.v12i2.6379

Abstract

Untuk dapat meningkatkan kemandirian belajar bagi warga belajar pada komunitas belajar Nusa Madani Desa Cibogo Lembang diperlukan strategi pendampingan yang tepat dari para psilitator dengan membekali warga belajar dengan berbagai keterampilan hidup (life skill) dan kompetensi lain yang memberikan nilai tambah secara ekonomi, sosial, dan budaya. Kualitas warga Negara yang diharapkan dalam pendidikan luar sekolah sebagai pengejawantahan dari pendidikan non-formal diantaranya harus memiliki kepekaan terhadap (1) jatidlri dan potensi untuk membangun identitas etnik; (2) kemampuan untuk toleran dan bekerjasama dengan orang lain yang berbeda; (3) keinginan untuk berpartisipasi dalam meningkatkan akuntabilitas pemerintahan; (4) keinginan untuk mengendalikan dan bertanggung jawab terhadap kebutuhan ekonomi dan pilihan pribadi; (5) keadilan dan komitmen terhadap pemerataan kesejahteraan masyarakat. (Hufad: 2009).
MANAJEMEN PENDIDIKAN BERORIENTASI KETRAMPILAN HIDUP (Konsep dan Penerapannya pada Jalur Pendidikan Luar Sekolah) Yoyon Bachtiar Irianto; Dadang Sudarman Trisutaiaksana
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 1, No 1 (2003): APRIL 2003
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.033 KB) | DOI: 10.17509/jap.v1i1.6057

Abstract

Beberapa problema manajemen kelembagaan pendidikan, khususnya pada jalur pendidikan luar sekolah yang tengah dihadapi dewasa ini ialah: I) masih tingginya angka buta huruf di berbagai rentangan umur, 2) masih terdapat anak usia sekolah yang keluar dari sistem pendidikan persekolahan, 3) banyak lulusan SD, SLTP, SLTA yang tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, 4) banyaknya jumlah penduduk angkatan kerja yang menganggur karena tidak mampu bersaing dalam pasar kerja, 5) beratnya beban keluarga dan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya karena kemiskinan.Kelima masalah utama di atas maka Departemen Pendidikan Nasional menyusun strategi penanggulangannya yang dapat diimplementasikan diberbagai jalur, jenis dan jenjang pendidikan yakni pendidikan yang berorientasi kecakapan hidup (life skills) melalui pendekatan pendidikan yang berbasis masyarakat luas (broad based education).Manajemen pendidikan yang berorientasi pada keterampilan/kecakapan hidup melalui pendekatan BBE pada hakekatnya merupakan pendidikan yang diarahkan pada penguasaan bidang keterampilan, keahlian dan kemahiran keija yang dapat diandalkan sebagai bekal hidup dan ditandai oleh: (1) Kemampuan membaca dan menulis secara fungsional baik dalam bahasa Indonesia maupun salah satu bahasa asing (Inggris, Arab, Mandarin, dsb); (2) Kemampuan merumuskan dan memecahkan masalah yang diproses lewat pembelajaran berpikir ilmiah; penelitian (explorative), penemuan (discovery) dan penciptaan (inventory); (3) Kemampuan menghitung dengan atau tanpa bantuan teknologi guna mendukung kedua kemampuan tersebut di atas; (4) Kemampuan memanfaatkan beraneka ragam teknologi diberbagai lapangan kehidupan (pertanian, perikanan, peternakan, kerajinan, kerumahtanggaan, kesehatan, komunikasi-informasi, manufaktur dan industri, perdagangan, kesenian, pertunjukkan dan olahraga); - (5) Kemampuan mengelola sumberdaya alam, sosial, budaya dan lingkungan; (6) Kemampuan bekerja dalam tim/kelompok baik dalam sektor informal maupun formal; (7) Kemampuan memahami diri sendiri, orang lain dan lingkungannya; (8) Kemampuan untuk terus menerus menjadi manusia belajar; (9) Kemampuan memadukan pendidikan dan pembelajaran dengan etika sosio-religius bangsa berlandaskan nilai- nilai Pancasila.Secara umum tujuan manajemen pendidikan dengan orientasi keterampilan hidup yang diselenggarakan melalui jalur pendidikan luar sekolah dan pemuda adalah untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap warga belajar di bidang tertentu sesuai dengan bakat dan minatnya sehingga mereka memiliki bekal kemampuan untuk bekerja yang dapat mendatangkan penghasilan yang layak guna memenuhi kebutuhan hidupnya. Secara khusus, diharapkan dapat memberikan pelayanan pendidikan keterampilan hidup kepada warga belajar agar: (1) Memiliki pengetahuan, keterampilan dan sikap yang dibutuhkan dalam memasuki dunia kerja baik bekerja mandiri (wirausaha) dan/atau bekerja pada suatu perusahaan produksi/jasa dengan penghasilan yang semakin layak untuk memenuhi kebutuhan hidupnya; (2) Memiliki motivasi dan etos kerja yang tinggi serta dapat menghasilkan karya-karya yang unggul dan mampu bersaing di pasar global/dunia; (3) Memiliki kesadaran yang tinggi tentang pentingnya pendidikan untuk dirinya sendiri maupun untuk anggota keluarganya; (4) Mempunyai kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan dalam rangka mewujudkan keadilan pendidikan disetiap lapisan masyarakat.Adapun manfaat manajemen pendidikan berorientasi pada keterampilan hidup (life skills) bagi warga belajar adalah memberikan bekal untuk menghadapi dan memecahkan masalah hidup dan kehidupan, baik sebagai pribadi, warga masyarakat dan warga negara yang mandiri. Apabila hal ini berhasil, maka jumlah pengangguran akan dapat diturunkan, dan produktivitas nasional akan dapat ditingkatkan. Dengan demikian, manfaat khusus yang akan dirasakan adalah: (1) Meningkatnya kesempatan kerja; (2) Mencegah urbanisasi yang tidak bermanfaat; (3) Meningkatnya pendapatan asli daerah; (4) Memperkuat pelaksanaan otonomi daerah melalui peningkatan sumber daya manusia; (5) Terwujudnya keadilan pendidikan bagi masyarakat miskin dan kurang mampu.
PENGARUH PERILAKU KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN IKLIM ORGANISASI TERHADAP EFEKTIVITAS SEKOLAH (Studi Deskriptif Analitik di SMP Negeri Kota Bandung) Nur Ahmad Ruyani
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 10, No 1 (2013): APRIL 2013
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.715 KB) | DOI: 10.17509/jap.v17i1.6437

Abstract

Peningkatan efektivitas di sekolah ditentukan oleh kepemimpinan kepala sekolah. Dengan kata lain, kepemimpinan kepala sekolah yang tidak mampu mewujudkan suasana nyaman bagi terciptanya iklim sekolah yang kondusif bagi para guru pada gilirannya akan berimbas pada menurunnya tingkat efektivitas sebuah sekolah. Berdasarkan latar belakang tersebut, permasalahan penelitian ini berfokus pada bagaimana gambaran/deskripsi perilaku kepemimpinan kepala sekolah, iklim organisasi dan efektivitas sekolah? serta apakah perilaku kepemimpinan dan iklim organisasi berpengaruh terhadap efektivitas sekolah di SMP N Kota Bandung?. Penelitian ini menggunakan metode deskriftif analitik dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini yaitu guru SMP N Kota Bandung yang berjumlah 1675 orang. Sedangkan sampel yang diambil dari penelitian ini berdasarkan perhitungan berjumlah 132 orang guru dari 33 sekolah. Berdasarkan analisis data diperoleh gambaran bahwa di SMP N Kota Bandung: (1) perilaku kepemimpinan kepala sekolahnya lebih berorientasi terhadap tugas (inisiasi struktur); (2) iklim organisasinya secara keseluruhan bersifat kondusif bagi proses belajar mengajar; (3) sekolahnya termasuk kategori sekolah efektif; serta (4) variabel perilaku kepemimpinan kepala sekolah dan iklim organisasi secara bersama-sama maupun sendiri-sendiri berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel efektivitas sekolah. Increased effectiveness in school determined by school leadership. In other words, the principal leadership is not able to realize a comfortable atmosphere for the creation of a school climate that is conducive for teachers in turn will impact on the decrease in effectiveness of a school. Based on this background, this study focuses on the problem of how a picture/description of the behavior of school leadership, organizational climate and school effectiveness ? and whether leadership behavior and organizational climate affect the effectiveness of junior high school in Bandung ?. This study used a descriptive analytic methods with quantitative approaches. The population in this study is teacher of SMP N Bandung, which amounted to 1675 people. While the samples were taken from this study is based on the calculation of amounts to 132 teachers from 33 schools. Based on the analysis of the data indicated that in SMP N Bandung : (1) its principal leadership behavior is more oriented towards the task (initiation of structure  ; (2) overall organizational climate is conducive to the learning process ; (3) effective school including school category ; and (4) variable principal leadership behavior and organizational climate jointly or individually significant and positive effect on school effectiveness variables.
PENGARUH KEMAMPUAN MANAJERIAL STAF ADMINISTRASI TERHADAP UPAYA PENINGKATAN KUALITAS ADMINISTRASI SEKOLAH DALAM PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI BERBASIS KOMPUTER (Studi Pada SMK Negeri Dan Swasta Se-Kota Bandung) Nurdin Nurdin
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 4, No 1 (2007): APRIL 2007
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.132 KB) | DOI: 10.17509/jap.v5i1.6185

Abstract

Upaya peningkatan kualitas administrasi sekolah diantaranya dapat dilihat melalui penetapan Masyarakat Telematika Nusantara berbasis pengetahuan di tahun 2020 dan dengan menggalakan sistem informasi untuk pendidikan pada tahun 2010. Metode deskriptif dan assosiatif kuantitatif digunakan untuk menganalisis hipotesis melalui uji regresi dan korelasi. Dengan menggunakan Stratified Cluster Sampling didapat 23 sekolah dari populasi sebanyak 39 sekolah kelompok Teknologi Industri, Bisnis dan Manajemen dan Pariwisata, Seni dan Kerajinan yang ada di Kota Bandung. Temuan penelitian ini menginformasikan bahwa pengaruh kemampuan manajerial staf administrasi sekolah dalam pemanfaatan teknologi informasi berbasis komputer akan membantu dan berpengaruh positif dan signifikan terhadap upaya meningkatkan kualitas administrasi sekolah.
KONTRIBUSI KOMPETENSI KERJA GURU DAN IKLIM SEKOLAH TERHADAP KINERJA MENGAJAR GURU TAMAN KANAK KANAK Belinda Heltiana Susanti
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 11, No 2 (2014): OCTOBER 2014
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.002 KB) | DOI: 10.17509/jap.v21i2.6680

Abstract

Penelitian ini beranjak dari adanya indikasi guru TK di Kabupaten Bangka belum menunjukan kinerja mengajar yang memadai. Untuk mewujudkan kinerja mengajar guru TK yang baik diperlukan adanya kompetensi kerja guru dan iklim sekolah yang mendukung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar kontribusi kompetensi kerja guru dan iklim sekolah terhadap kinerja mengajar guru TK di Kabupaten Bangka. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif dan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah guru TK di Kabupaten Bangka yang berjumlah 316 orang. Sampel diambil dengan metode probability samples dan diperoleh sampel sejumlah 76 orang guru. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode kuisioner, data yang terkumpul selanjutnya diolah menggunakan teknik analisis regresi linier Hasil penelitian menunjukan gambaran dari variabel kompetensi kerja guru, iklim sekolah dan kinerja mengajar guru TK di Kabupaten Bangka  berada pada kategori sangat baik. Hasil uji korelasi ketiga variable menunjukan tingkat hubungan yang positif dan signifikan. Kompetensi kerja guru dan iklim sekolah berkontribusi cukup tinggi terhadap kinerja mengajar guru TK di kabupaten Bangka. Berdasarkan temuan penelitian dapat disimpulkan bahwa kompetensi kerja guru dan iklim sekolah memberikan kontribusi terhadap kinerja mengajar guru TK di Kabupaten Bangka.This research begins from the indication of a kindergarten teacher in Bangka District not show adequate teaching performance. To create a good teaching performance, kindergarten teacher needs the teachers competency and school climate which support it. The purpose of this study was to determine the contribution of the teachers competency and school climate on the teaching performance of kindergarten teachers in Bangka district. The study was conducted using descriptive and quantitative approaches. The population in this study was a kindergarten teacher in Bangka district, amounting to 316 people. Samples taken by the method of probability samples and obtained a sample of 76 teachers. Data was collected using questionnaires, the data collected subsequently processed using linear regression analysis techniques. The results showed a picture of the variables teachers competency, school climate and the teaching performance of kindergarten teachers in Bangka district are in very good category. The third variable correlation test results showed levels of positive and significant relationship. The teachers competency and school climate is high enough to contribute towards the teaching performance of  kindergarten teachers in the district of Bangka. Based on research findings, it can be concluded that the teachers competency and school climate contributed to the teaching performance of kindergarten teachers in Bangka district. 

Page 7 of 46 | Total Record : 457


Filter by Year

2003 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 21, No 2 (2024): OCTOBER 2024 Vol 21, No 1 (2024): APRIL 2024 Vol 20, No 2 (2023): OCTOBER 2023 Vol 20, No 1 (2023): APRIL 2023 Vol 19, No 2 (2022): OCTOBER 2022 Vol 19, No 1 (2022): APRIL 2022 Vol 18, No 2 (2021): OCTOBER 2021 Vol 18, No 1 (2021): APRIL 2021 Vol 28, No 3 (2021): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN: Volume 28 Special Issue: Forum ASN Internasiona Vol 27, No 2 (2020): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN VOL.XXVII NO.2 OKTOBER 2020 Vol 27, No 1 (2020): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN VOL.XXVII NO.1 APRIL 2020 Vol 17, No 2 (2020): OCTOBER 2020 Vol 17, No 1 (2020): APRIL 2020 Vol 26, No 2 (2019): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN VOL.XXVI NO.2 OKTOBER 2019 Vol 26, No 1 (2019): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN VOL.XXVI NO.1 APRIL 2019 Vol 16, No 2 (2019): OCTOBER 2019 Vol 16, No 1 (2019): APRIL 2019 Vol 25, No 2 (2018): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN VOL.XXV NO.2 OKTOBER 2018 Vol 25, No 2 (2018): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN VOL.XXV NO.2 OKTOBER 2018 Vol 25, No 1 (2018): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN VOL.XXV NO.1 APRIL 2018 Vol 25, No 1 (2018): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN VOL.XXV NO.1 APRIL 2018 Vol 15, No 2 (2018): OCTOBER 2018 Vol 15, No 1 (2018): APRIL 2018 Vol 24, No 2 (2017): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN VOL.XXIV NO.2 OKTOBER 2017 Vol 21, No 2 (2014): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXI No.2 Oktober 2014 Vol 12, No 1 (2010): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XII No.1 April 2010 Vol 24, No 1 (2017): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXIV No.I April 2017 Vol 24, No 1 (2017): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXIV No.I April 2017 Vol 14, No 2 (2017): OCTOBER 2017 Vol 14, No 1 (2017): APRIL 2017 Vol 23, No 2 (2016): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXIII No.2 Oktober 2016 Vol 23, No 2 (2016): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXIII No.2 Oktober 2016 Vol 23, No 1 (2016): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXIII No.1 April 2016 Vol 13, No 2 (2016): OCTOBER 2016 Vol 13, No 1 (2016): APRIL 2016 Vol 22, No 2 (2015): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXII No.2 Oktober 2015 Vol 22, No 1 (2015): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXII No.1 April 2015 Vol 12, No 2 (2015): OCTOBER 2015 Vol 12, No 1 (2015): APRIL 2015 Vol 21, No 2 (2014): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXI No.2 Oktober 2014 Vol 21, No 1 (2014): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXI No.I April 2014 Vol 21, No 1 (2014): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXI No.I April 2014 Vol 11, No 2 (2014): OCTOBER 2014 Vol 11, No 1 (2014): APRIL 2014 Vol 17, No 1 (2013): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XVII No.1 April 2013 Vol 10, No 1 (2013): APRIL 2013 Vol 14, No 1 (2012): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XIV No.I April 2012 Vol 9, No 1 (2012): APRIL 2012 Vol 14, No 2 (2011): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XIV No.2 Oktober 2011 Vol 13, No 1 (2011): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XIII No.1 April 2011 Vol 8, No 2 (2011): OCTOBER 2011 Vol 8, No 1 (2011): APRIL 2011 Vol 12, No 2 (2010): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XII No.2 Oktober 2010 Vol 12, No 2 (2010): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XII No.2 Oktober 2010 Vol 7, No 2 (2010): OCTOBER 2010 Vol 7, No 1 (2010): APRIL 2010 Vol 9, No 1 (2009): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.IX No.1 April 2009 Vol 6, No 2 (2009): OCTOBER 2009 Vol 6, No 1 (2009): APRIL 2009 Vol 8, No 2 (2008): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol VIII No 2 Oktober 2008 Vol 7, No 1 (2008): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.VII No.1 April 2008 Vol 5, No 2 (2008): OCTOBER 2008 Vol 5, No 1 (2008): APRIL 2008 Vol 5, No 1 (2007): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.V No.1 April 2007 Vol 4, No 1 (2007): APRIL 2007 Vol 3, No 1 (2005): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.III No.1 April 2005 Vol 3, No 2 (2005): OCTOBER 2005 Vol 3, No 1 (2005): APRIL 2005 Vol 2, No 1 (2004): OCTOBER 2004 Vol 1, No 1 (2003): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.I No.1 April 2003 Vol 1, No 1 (2003): APRIL 2003 More Issue