cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Administrasi Pendidikan Indonesia
ISSN : 14128152     EISSN : 25801007     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Administrasi Pendidikan (JAP) published on 2003 with the ISSN: p.1412-8152 e.2580-1007 and issued by Program Studi Administrasi Pendidikan Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia. JAP is a journal that focuses on publishing qualitative and quantitative research articles in the scope of Educational Administration including Leadership, Planning, Human Resources, Finance, Curriculum, Facilities and Infrastructure, Public Relations, Student Affairs, Learning and Management Education, and Organization.
Arjuna Subject : -
Articles 457 Documents
PENGARUH KINERJA KEPALA SEKOLAH DAN KINERJA GURU TERHADAP MUTU PEMBELAJARAN PADA SMK SEKABUPATEN PURWAKARTA Ade Mulyani
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 9, No 1 (2012): APRIL 2012
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.243 KB) | DOI: 10.17509/jap.v14i1.6710

Abstract

Mutu pembelajaran merupakan cerminan prestasi sekolah dalam mempersiapkan sumber daya manusia dalam menghadapi persaingan global dunia pendidikan. Untuk itu diperlukan suatu kondisi yang mampu membawa perubahan dan pemberian motivasi kepada seluruh personil yang ada di sekolah untuk melakukan upaya ekstra dalam mencapai efektivitas kerja sesuai dengan tujuan pendidikan. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana gambaran empirik  tentang pengaruh kinerja kepala sekolah dan kinerja guru terhadap mutu pembelajaran pada SMK sekabupaten Purwakarta. Tujuannya untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh kinerja kepala sekolah dan kinerja guru terhadap mutu pembelajaran pada SMK  Sekabupaten Purwakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey penjelasan dengan pendekatan kuantitatif. Sampel diambil secara random 123 guru dari populasi sejumlah 226 guru. Lokasi penelitian ini dilakukan di SMK Purwakarta. Objek penelitiannya adalah guru.Hasil penelitian ditemukan bahwa (1) Pengaruh kinerja kepala sekolah terhadap mutu pembelajaran termasuk kategori sangat baik (2) Pengauh kinerja guru terhadap mutu pembelajaran termasuk sangat baik (3) Pengaruh kinerja kepala sekolah dan kinerja guru terhadap mutu pembelajaran adalah sangat baik sebesar 47,6% dan sisanya 52,4% ditentukan oleh faktor lain. Rekomendasi: Untuk kepala sekolah pada SMK Sekabupaten Purwakarta; (a) perlu peningkatan/pengembangan kegiatan yang dapat memotivasi pada peningkatan kinerja guru baik yang langsung terkait dengan pembelajaran maupun dengan yang lain yang dapat menunjang pada peningkatan mutu pembelajaran sebagai bagian dari pengembangan profesional guru; (b) perlu menciptakan lingkungan sekolah yang terbuka terhadap  berbagai perubahan yang terjadi di masyarakat. Quality of learning is a reflection of school achievement in preparing human resources in the face of global competition in education. For that required a condition that is able to bring changes and motivation to all personnel in school to make extra efforts in achieving work effectiveness in accordance with educational goals. The problem in this study is how the empirical picture of the influence of principal performance and teacher performance on the quality of learning in SMK sekabupaten Purwakarta. The purpose is to know and analyze the influence of principal performance and teacher performance on the quality of learning at SMK Sekabupaten Purwakarta. The research method used is explanatory survey method with quantitative approach. The sample was taken by random 123 teachers from a population of 226 teachers. The location of this research was conducted at SMK Purwakarta. The object of the research is the teacher. The result of the research is found that (1) The influence of the principal's performance on the quality of learning is very good category (2) Pengauh teacher performance on the quality of learning is very good (3) The influence of principal performance and teacher performance on the quality of learning is very Both by 47.6% and the remaining 52.4% determined by other factors. Recommendation: For the principal at SMK Sekabupaten Purwakarta; (A) it is necessary to improve / develop activities that can motivate teachers to improve both directly related to learning and others that can support the improvement of the quality of learning as part of teacher professional development; (B) it is necessary to create a school environment that is open to changes in society.
DASAR DAN PERANCANGAN PENDIDIKAN NEGARA SEJAK 52 TAHUN KEMERDEKAAN MALAYASIA: SATU SOROTAN DAN REFLEKSI Shahril Shahril; Chairil Bin H Marjuki
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 6, No 2 (2009): OCTOBER 2009
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.573 KB) | DOI: 10.17509/jap.v10i2.6309

Abstract

Dasar dan Perancangan Pendidikan di Malaysia boleh dibahagi kepada lima peringkat;(1) Zaman Sebelum Mencapai Kemerdekaan (i) Dasar Pecah dan Perintah (1786 -1957) dengan Period Awal (1786 - 1941) dan Period Kedua (1941 -1957), (2). Zaman Selepas Mencapai Kemerdekaan, (ii) Dasar Memperkasakan Pendidikan Kebangsaan (1957 - 1970), (3) Dasar Memperkasakan Perpaduan Kaum melalui memperkukuhkan Dasar Pendidikan Kebangsaan (1970 - 1990), (4) Dasar Memperkasakan Pendidikan bertaraf Dunia (1991 - 2000), dan (5) Dasar Melonjakkan Kecemerlangan Pendidikan Bertaraf Dunia (2001 - 2020).
MANAJEMEN PERUBAHAN PADA SATUAN PENDIDIKAN DASAR Aceng Muhtaram Mirfani
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 13, No 1 (2016): APRIL 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.69 KB) | DOI: 10.17509/jap.v23i1.5575

Abstract

ABSTRAKBahwa upaya-upaya perubahan secara umum banyak mengalami kegagalan, tidak terkecuali dalam penyelenggaran sistem pendidikan. Artikel ini menyajikan laporan hasil penelitian suatu upaya perubahan berupa pengembangan kapasitas sekolah dalam penerapan manajemen berbasis sekolah pada satuan pendidikan dasar. Tujuan penelitian ini secara umum diarahkan untuk mengidentifikasi dan menganalisis permasalahan aspek-aspek dimensional manajemen perubahan. Metode penelitian yang digunakan mengacu pada paradigma penelitian kualitatif yang  menggunakan data primer yang diambil dari catatan lapangan sejumlah hasil wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Temuan-temuan esensial hasil penelitian telah didialogkan dan dikonsultasikan dengan sejumlah pandangan akademik yang relevan. Pada batas-batas tertentu prinsip-prinsip MBS sudah dapat teraktualisasikan. Namun demikian pada aspek-aspek dimensional manajemen perubahan masih ada kelemahan. Karena itu rentan untuk keberlanjutan perubahan yang telah dicapai. Untuk mengatasi hal tersebut, peneliti mengajukan suatu model strategi perubahan sistemik yang memadukan kepemimpinan dalam perubahan untuk mengatasi risiko perubahan. Kata Kunci: Perspektif Manajemen Perubahan, Manajemen Berbasis Sekolah, Pengembangan Kapasitas Sekolah,  Kepemimpinan Perubahan, Sistem Peringatan Dini. ABSTRACT The essence of the research relates to change management of a school capacity building program in terms of the implementation of school-based management (SBM) for basic education unit.  In general, the research is aimed to identify and analyze the problems of change management dimensional aspects. The research methods employed refer to qualitative research paradigm using primary data that are drawn from a number of interview, obervation and documentation study in field. In general, the changes for better independence, transparency, participation and accountability take place and impact to among others school condition that leads comfortability of study and motivates the schools in terms of accrediation. For certain contexts, while the SBM principles have already been actualized there continues to be the weaknesses of changes management dealing with dimensional aspects. Therefore, the sustainability of achieved changes would be vulnerable maintained. For above problems, the researcher would propose a systemic change strategic model that involve leadership of changes in order to cope with the risks. Keywords: Chang Management Perspective, School-Based Management, School Capacity Building, Change Leadership, Early Warning Syatem.
PENGELOLAAN MAGANG GURU PRODUKTIF SMK PAKET KEAHLIAN TEKNIK SEPEDA MOTOR BERBASIS KEMITRAAN Usep Usep
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 14, No 1 (2017): APRIL 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.174 KB) | DOI: 10.17509/jap.v24i1.6527

Abstract

Fokus penelitian ini adalah menganalisis pengelolaan magang guru produktif SMK paket keahlian teknik sepeda motor berbasis kemitraan di SMK Negeri 6 Garut, Learning Center PT. Daya Adicipta Motora (DAM) dan Astra Honda Authorized Service Station (AHASS) yang terdiri dari dukungan kebijakan, efektifitas kegiatan, pembiayaan, serta monitoring dan evaluasi magang. Tujuan penelitian ini terdeskripsikannya dukungan kebijakan, kegiatan, pembiayaan, pelaksanaan monitoring dan evaluasi serta dapat merumuskan konsep model hipotetik magang  guru. Posisi dan arti penting magang  guru untuk meningkatkan profesionalitas guru serta meningkatkan relevansi serta mutu pendidikan di SMK. Metode penelitian yang digunakan studi fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis data melalui reduksi data, sajian data, penarikan simpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan kegiatan magang guru cukup efektif berdasarkan monitoring dan evaluasi walaupun dukungan kebijakan magang guru masih merujuk pada dukungan kebijakan pada level sekolah; kegiatan magang guru kurang direncanakan secara matang; pembiayaan magang guru tidak dianggarkan secara tersendiri oleh pihak SMK. Monitoring dan evaluasi magang guru dilakukan oleh DU/DI. Rekomendasi: magang guru perlu ada penetapan dukungan kebijakan dari para pemangku kepentingan, Kegiatan magang perlu direncanakan secara matang dengan anggaran yang tersendiri serta Monitoring dan Evaluasi magang dilakukan bersama, baik oleh SMK dan DU/DI dalam rangka meningkatkan profesionalitas guru.The focus of this study is to analyze the management of productive vocational teacher apprenticeship package motorcycle engineering expertise based on partnerships in SMK Negeri 6 Garut, Learning Center PT. DayaAdiciptaMotora (DAM) and Astra Honda Authorized Service Station (AHASS) consisting of policy support, effectiveness of activities, financing, monitoring and apprenticeships evaluation. The purpose of this study is to describe the policy support, activities, financing, monitoring and evaluation and can formulate the hypothetical model concept of apprentice teacher. The position and the importance of apprentice teachers to improve the professionalism of teachers and to improve the relevance and educationqualityof vocational high school. The method that is used is phenomenological study. Data collected through interviews, observation and documentation. Analysis of data through data reduction, data presentation, drawing conclusions and verification. The results showed apprenticeship teacher activity is effective based on monitoring and evaluation although the teachers apprenticeship policy support still refer to the policy support at the school level; teacher apprenticeship activities less carefully planned; financing apprentice teachers are not budgeted separately by the Vocational High School. Monitoring and evaluation of teacher apprentice conducted by business and industrial world. Recommendation: teachers apprenticeship need the policy support determination from stakeholders, apprenticeship activities should be planned with a budget its self and Monitoring and apprenticeship Evaluation conducted jointly, both by vocational school and business and industrial world in order to improve the professionalism of teachers.
KAPASITAS KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN IKLIM SEKOLAH DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN SEKOLAH EFEKTIF Karmu Karmu
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 7, No 2 (2010): OCTOBER 2010
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.839 KB) | DOI: 10.17509/jap.v12i2.6369

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana gambaran dan pengaruh kapasitas kepemimpinan kepala sekolah dan iklim sekolah dalam mengimplementasikan sekolah efektif. Tujuannya untuk mengetahui dan menganalisis gambaran pengaruh antar variable kapasitas kepemimpinan kepala sekolah, iklim sekolah, dan implementasi sekolah efektif. Penelitian ini menggunak metode survey dengan pendekatan kuantitatif. Sampel diambil secar random 72 guru dari populasi sejumlah 172 orang. Wilayah penelitian dilakukan pada Sekolah Dasar se-Kecamatan Cimahi Kabupaten Kuningan. Teknik yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis inferensial.
PENGARUH SUPERVISI KEPALA SEKOLAH DAN MOTIVASI BERPRESTASI GURU TERHADAP KINERJA MENGAJAR GURU Edi Rismawan
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 12, No 1 (2015): APRIL 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (793.076 KB) | DOI: 10.17509/jap.v22i1.5925

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) gambaran Supervisi Kepala Sekolah (2) gambaran Motivasi Berprestasi Guru; (3) gambaran Kinerja Mengajar Guru;(4) pengaruh Supervisi Kepala Sekolah terhadap Motivasi Berprestasi Guru, (5) pengaruh Motivasi Berprestasi Guru terhadap Kinerja Mengajar Guru, (6) pengaruh Supervisi Kepala Sekolah terhadap Kinerja Mengajar Guru, (7) Pengaruh Supervisi Kepala Sekolah dan Motivasi Berprestasi Guru terhadap Kinerja Mengajar Guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Supervisi Kepala Sekolah berada pada kategori baik, (2) Motivasi Berprestasi Guru berada pada kategori baik, (3) Kinerja Mengajar Guru berada pada kategori baik,(4) Supervisi Kepala Sekolah (X) berpengaruh positif terhadap Motivasi Berprestasi Guru (Y1), (5) Motivasi Berprestasi Guru (Y1) berpengaruh positif terhadap Kinerja Mengajar Guru (Y2), (6) Supervisi Kepala Sekolah (X) berpengaruh positif terhadap Kinerja Mengajar Guru (Y2), (7) Supervisi Kepala Sekolah (X) dan Motivasi Berprestasi Guru (Y1) secara bersama-sama berpengaruh positif terhadap Kinerja Mengajar Guru (Y2). Abstract The purpose of this study was to determine (1) description of the Principal Supervision (2) description of the Achievement Motivation of Teachers; (3) description of Teachers' Teaching Performance, (4) the effect of the Principal Supervision of the Teacher Achievement Motivation, (5) the effect of Achievement Motivation on the Performance of Teachers Teaching Teachers, (6) the effect of the Principal Supervision of the Teacher's Teaching Performance, (7) effect of Supervising Principal and Achievement Motivation of Teachers to Teaching Performance of Teachers. The results showed that (1) Supervising Principal are in the good category, (2) Achievement Motivation of Teachers are in the good category, (3) Teaching Performance of Teachers are in the good category, (4) Supervising Principal (X) positive effect on Achievement Motivation Teacher (Y1), (5) Teacher Achievement Motivation (Y1) positive effect on the Performance of Teaching Teachers (Y2), (6) Supervising Principal (X) positive effect on the Performance of Teaching Teachers (Y2), (7) Supervising Principal (X) and Achievement Motivation Teacher (Y1) is jointly positive effect on the Performance of Teaching Teachers (Y2). 
KONTRIBUSI KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL KEPALA TK DAN KEPUASAN KERJA GURU TERHADAP ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR (OCB) GURU TK SE-KABUPATEN KUDUS Adim Dwi Putranti; Dedy Achmad Kurniady
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 10, No 1 (2013): APRIL 2013
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.61 KB) | DOI: 10.17509/jap.v17i1.6423

Abstract

TK adalah organisasi pendidikan yang memberikan pelayanan pendidikan anak usia dini.Salah satu kunci keberhasilan lembaga pendidikan TK adalah sejauh mana guru-guru memunculkan dan mengimplementasikan Organizational Citizenship Behavior (OCB) dalam  pekerjaannya sehari-hari sehingga tujuan lembaga  tercapai. Untuk memunculkan dan mengimplementasikan OCB guru TK diperlukan adanya kepemimpinan transformasional kepala TK dan kepuasan kerja guru. Tujuan penelitian ini  untuk mengetahui seberapa besar kontribusi kepemimpinan transformasional kepala TK dan kepuasan kerja guru terhadap OCB guru TK se-Kabupaten Kudus. Hasil penelitian ditemukan  kecenderungan  variabel  Kepuasan Kerja Guru adalah sangat tinggi sedangkan variabel Kepemimpinan Transformasional Kepala TK dan OCB guru TK pada kategori tinggi. Kepemimpinan transformasional kepala TK memberikan kontribusi cukup tinggi terhadap variabel OCB guru TK , kepuasan kerja guru juga memberikan kontribusi cukup tinggi terhadap OCB  guru TK , dan keduanya memberikan kontribusi tinggi terhadap OCB  guru TK . Berdasarkan penemuan penelitian dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan transformasional kepala TK dan kepuasan kerja guru mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap OCB guru TK. Rekomendasi untuk meningkatkan OCB guru TK adalah:  Kepala TK di Kabupaten Kudus untuk mempertahankan kepemimpinan tranformasional dan meningkatkan motivasi inspirasional kepada para guru TK dengan cara mengkomunikasikan dengan baik dan memberikan kepercayaan kepada para guru untuk meningkatan dan mengembangkan kemampuan diri agar tercapai tujuan di lembaga TK tempat mereka bekerja.Kindergarten is an educational institutions  that provides early childhood education services. One of the keys to the success of educational institutions such as Kindergartens is the extent to which kindergarten teachers demonstrate and implement Organizational Citizenship Behavior (OCB) in their daily work so that the institution's goals can be achieved. For kindergarten teachers to demonstrate and implement OCB, what is required is transformational leadership among Kindergarten principal, as well as teacher job satisfaction. The purpose of this study was to determine the contribution of transformational leadership of Kindergarten principal and teacher’s job satisfaction towards the OCB of kindergarten teachers in Kudus. The research found that data trends on  variable of  Teacher Job Satisfaction, is very high, while the data trends on both variables,  Transformational Leadership of Kindergarten principals and the kindergarten teachers’ OCB variable are  high. The contribution of Transformational leadership of kindergarten principal to the OCB of kindergarten teachers variable was fairly high, the contribution of teachers’job satisfaction to kindergarten teachers’ OCB was also fairly high, and both variables to the kindergarten teachers’ OCB was high. Based on the research findings, it can be concluded that the transformational leadership of kindergarten principal and teachers’ job satisfaction both have a significant influence on kindergarten teachers’ OCB. Recommendations to improve the OCB of kindergarten teachers include Principals in kindergartens in Kudus maintaining transformational leadership and inspirational motivation to improve kindergarten teachers’communication skills, as well as building teacher confidence to improve and develop their ability to achieve goals in the kindergartens where they work.
MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DI PERGURUAN TINGGI Cornelia J Benny
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 3, No 2 (2005): OCTOBER 2005
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (922.474 KB) | DOI: 10.17509/jap.v3i2.6120

Abstract

Suatu yang paiing penting dalam setiap organisasi adalah manusia, oleh karena itu dalam suatu organisasi manusia memiliki peran penting yang sangat strategis dalam mencapai tujuan organisasi. Sumber daya manusia (human resources) adalah “the people who are ready, willing and able to contribute to organizational goals ” (Werther dan Davis, 1996: 596). Berdasarkan pendapat ini, dapat dinyatakan bahwa SDM adalah orang yang siap, mau dan mampu memberi sumbangan terhadap usaha pencapaian tujuan organisasi. Perencanaan sumber daya manusia memungkinkan para manajer dan departemen sumber daya manusia untuk mengembangkan rencana pengembangan staf (staffing) yang mampu mendukung strategi organisasi melalui pengisian jabatan yang lowong secara proaktif. Perencanaan sumber daya manusia dalam setiap organisasi perlu disusun dengan baik, karena perencanaan SDM sangat menentukan keberhasilan jangka panjang suatu organisasi. Melalui perencanaan SDM, dapat diketahui kesenjangan antara kebutuhan atau permintaan tenaga keija dnegan ketersediaan tenaga kerja, baik dari segi jumlah maupun kualifikasi. Jika diketahui bahwa pekeija yang tersedia lebih kecil dari yang dibutuhkan, maka perlu dilakukan rekrutmen.
PENGARUH KEPEMIMPINAN VISIONER KEPALA SEKOLAH DAN IKLIM SEKOLAH TERHADAP EFEKTIVITAS SEKOLAH Sri Hartini
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 11, No 2 (2014): OCTOBER 2014
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (805.936 KB) | DOI: 10.17509/jap.v21i2.6688

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  seberapa besar pengaruh kepemimpinan visioner kepala sekolah dan iklim sekolah terhadap efektivitas sekolah pada sekolah dasar negeri di Wilayah Ciomas Kabupaten Bogor,baik secara parsial maupun secara simultan. Penelitian ini menggunakan metode survey deskripsi analisis dengan pendekatan kuantitatif.Pengambilan sampel dengan teknik simple random sampling dengan jumlah responden 34 kepala sekolah dan 199 guru.Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis inferensial. Hasil  analisis  data  menunjukkan bahwa secara  simultan,  terdapat pengaruh  yang  signifikan  antara  kepemimpinan visioner kepala  sekolah  dan  iklim  sekolah   terhadap efektivitas sekolah sebesar 44% dan sisanya sebesar 56% dipengaruhi oleh faktor lain. . Dengan  demikian,  kepemimpinan visioner kepala sekolah dan iklim sekolah menjadi faktor penting yang harus dibangun secara bersama-sama dalam upaya pencapaian efektivitas sekolah, sehingga sinergisnya  kepemimpinan visioner kepala sekolah, iklim  sekolah diharapkan dapat meningkatkan efektivitas sekolah  untuk menjadikan sekolah menjadi sekolah yang efektif.This research aims to understand how large the influence of visionary leadership school principals and school climate on the effectiveness of the school in public elementary school in the region of ciomas bogor districts , both a partial and simultaneously. This research using methods survey analysis with a description of a quantitative approach. The sample collection with simple techniques random sampling with the number of respondents 34 school principals and teachers 199. Technique analysis is use and analysis inferensial deskriptif analysis. The analysis data show that on simultaneous , there are significant influence between visionary leadership the school principal and school climate on the effectiveness of schools as much as 44 % and the rest as much as 56 % influenced by other factors . hus , visionary leadership school principals and school climate to be an important factor that must be built in together in achieving the effectiveness of schools , so that the school principal sinergisnya visionary leadership , school climate is expected to increase the effectiveness of schools to become effective
UU No. 9 TAHUN 2009 TENTANG BADAN HUKUM PENDIDIKAN DALAM KONTEKS MANAJEMEN DAN PEMASARAN PENDIDIKAN Eka Prihatin
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 6, No 1 (2009): APRIL 2009
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.754 KB) | DOI: 10.17509/jap.v9i1.6300

Abstract

Lahirnya UU No.9 Tahun 2009 Tentang Badan Hukum Pendidikan (BHP), menciptakan suatu perubahan tatanan dalam penyelenggaraan pendidikan. Meskipun diwarnai pro dan kontra, akan tetapi tetap saja UU tersebut harus menjadi acuan dasar dalam setiap proses penyelenggaraan pendidikan di negara kita. Dilihat dari sisi positifnya. UU ini sebenarnya akan mengantarakan setiap lembaga pendidikan yang ada di negara kita untuk berorientasi pada mutu dan memilih program pendidikan yang disesuaikan dengan tuntutan dan tantangan dari customers, stakholders dan user secara lokal dan global, karena suatu saat UU ini akan menghilangkan gap antara sekolah negeri dan swasta yang selama ini melekat pada pendidikan di negara kita. Mengapa demikian, karena orientasi mutu yang dikejar setiap lembaga pendidikan akan kembali pada kemampuan penyelenggara pendidikan dalam menciptakan produk yang dianggap bernilai luar biasa oleh calon customers sehingga tetap diminati yang berujung pada survive. Selain itu UU ini bagi pemimpin yang jeJi melihat peluang, merupakan tiket untuk menuju world class performer company, yang dapat dipastikan pengelolaan pasarnya tidak lagi hanya di dalam negeri akan tetapi merambah ke manca negara.

Page 8 of 46 | Total Record : 457


Filter by Year

2003 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 21, No 2 (2024): OCTOBER 2024 Vol 21, No 1 (2024): APRIL 2024 Vol 20, No 2 (2023): OCTOBER 2023 Vol 20, No 1 (2023): APRIL 2023 Vol 19, No 2 (2022): OCTOBER 2022 Vol 19, No 1 (2022): APRIL 2022 Vol 18, No 2 (2021): OCTOBER 2021 Vol 18, No 1 (2021): APRIL 2021 Vol 28, No 3 (2021): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN: Volume 28 Special Issue: Forum ASN Internasiona Vol 27, No 2 (2020): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN VOL.XXVII NO.2 OKTOBER 2020 Vol 27, No 1 (2020): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN VOL.XXVII NO.1 APRIL 2020 Vol 17, No 2 (2020): OCTOBER 2020 Vol 17, No 1 (2020): APRIL 2020 Vol 26, No 2 (2019): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN VOL.XXVI NO.2 OKTOBER 2019 Vol 26, No 1 (2019): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN VOL.XXVI NO.1 APRIL 2019 Vol 16, No 2 (2019): OCTOBER 2019 Vol 16, No 1 (2019): APRIL 2019 Vol 25, No 2 (2018): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN VOL.XXV NO.2 OKTOBER 2018 Vol 25, No 2 (2018): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN VOL.XXV NO.2 OKTOBER 2018 Vol 25, No 1 (2018): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN VOL.XXV NO.1 APRIL 2018 Vol 25, No 1 (2018): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN VOL.XXV NO.1 APRIL 2018 Vol 15, No 2 (2018): OCTOBER 2018 Vol 15, No 1 (2018): APRIL 2018 Vol 24, No 2 (2017): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN VOL.XXIV NO.2 OKTOBER 2017 Vol 21, No 2 (2014): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXI No.2 Oktober 2014 Vol 12, No 1 (2010): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XII No.1 April 2010 Vol 24, No 1 (2017): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXIV No.I April 2017 Vol 24, No 1 (2017): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXIV No.I April 2017 Vol 14, No 2 (2017): OCTOBER 2017 Vol 14, No 1 (2017): APRIL 2017 Vol 23, No 2 (2016): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXIII No.2 Oktober 2016 Vol 23, No 2 (2016): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXIII No.2 Oktober 2016 Vol 23, No 1 (2016): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXIII No.1 April 2016 Vol 13, No 2 (2016): OCTOBER 2016 Vol 13, No 1 (2016): APRIL 2016 Vol 22, No 2 (2015): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXII No.2 Oktober 2015 Vol 22, No 1 (2015): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXII No.1 April 2015 Vol 12, No 2 (2015): OCTOBER 2015 Vol 12, No 1 (2015): APRIL 2015 Vol 21, No 2 (2014): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXI No.2 Oktober 2014 Vol 21, No 1 (2014): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXI No.I April 2014 Vol 21, No 1 (2014): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXI No.I April 2014 Vol 11, No 2 (2014): OCTOBER 2014 Vol 11, No 1 (2014): APRIL 2014 Vol 17, No 1 (2013): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XVII No.1 April 2013 Vol 10, No 1 (2013): APRIL 2013 Vol 14, No 1 (2012): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XIV No.I April 2012 Vol 9, No 1 (2012): APRIL 2012 Vol 14, No 2 (2011): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XIV No.2 Oktober 2011 Vol 13, No 1 (2011): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XIII No.1 April 2011 Vol 8, No 2 (2011): OCTOBER 2011 Vol 8, No 1 (2011): APRIL 2011 Vol 12, No 2 (2010): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XII No.2 Oktober 2010 Vol 12, No 2 (2010): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XII No.2 Oktober 2010 Vol 7, No 2 (2010): OCTOBER 2010 Vol 7, No 1 (2010): APRIL 2010 Vol 9, No 1 (2009): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.IX No.1 April 2009 Vol 6, No 2 (2009): OCTOBER 2009 Vol 6, No 1 (2009): APRIL 2009 Vol 8, No 2 (2008): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol VIII No 2 Oktober 2008 Vol 7, No 1 (2008): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.VII No.1 April 2008 Vol 5, No 2 (2008): OCTOBER 2008 Vol 5, No 1 (2008): APRIL 2008 Vol 5, No 1 (2007): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.V No.1 April 2007 Vol 4, No 1 (2007): APRIL 2007 Vol 3, No 1 (2005): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.III No.1 April 2005 Vol 3, No 2 (2005): OCTOBER 2005 Vol 3, No 1 (2005): APRIL 2005 Vol 2, No 1 (2004): OCTOBER 2004 Vol 1, No 1 (2003): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.I No.1 April 2003 Vol 1, No 1 (2003): APRIL 2003 More Issue