cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
JAPANEDU: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Bahasa Jepang
ISSN : 25285548     EISSN : 25285548     DOI : -
JAPANEDU: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Bahasa Jepang is an online, open access peer reviewed journal, which is published twice year every June and December. This journal is for all contributors who are concerned with a research related to Japanese language education studies. JAPANEDU: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Bahasa Jepang provides a forum for publishing the original reserach articles, paper-based articles and review articles from contributors, related to Japanese culture, Japanese literature and Japanese language teaching/learning, which have never been published before.
Arjuna Subject : -
Articles 140 Documents
Sastra dan Pembelajaran Bahasa Jepang Noviana, Fajria
JAPANEDU: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Bahasa Jepang Vol 2, No 2 (2017): JAPANEDU Volume 2 Issue 2, December 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (Indonesia University of Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/japanedu.v2i2.8709

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk memaparkan manfaat penggunaan sastra dalam pembelajaran bahasa asing, khususnya bahasa Jepang. Metode yang digunakan adalah salah satu dari tiga metode yang dikemukakan Lazar mengenai penggunaan sastra dalam pembelajaran bahasa, yaitu a language-based approach. Dalam sesi small group discussion dalam kelas, para mahasiswa dapat menceritakan ulang cerpen berbahasa Jepang dengan kalimat mereka sendiri, bahkan mereka dapat menambahkan pendapat mereka mengenai cerpen ini. Oleh karena itu, pemanfaatan karya sastra dalam pembelajaran bahasa dapat dikatakan sangat efektif untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menguasai bahasa Jepang sebagai bahasa kedua.This article aims to discuss the value of reading and writing literature in second language, especially in Japanese. A language-based approach, that is one of three Lazar’s methods of literature’s application in language learning, was used in this research. In small group discussion in language class, students can retell the Japanese short story in their own words, and even add their opinions about the story. Therefore, the application of literature in language learning is very effective to improve students’ ability of mastering second language. 
KORELASI PENGGUNAAN STRATEGI MEMBACA SELEKTIF TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN TEKS PENDEK DOKKAI (Penelitian Deskriptif Pada Mahasiswa Tingkat II Tahun Ajaran 2014/2015) Ananda, Adhistiara Amalia; Dahidi, Ahmad; Juangsih, Juju
JAPANEDU: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Bahasa Jepang Vol 1, No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (Indonesia University of Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/japanedu.v1i1.2657

Abstract

ABSTRAKSebagai pembelajar bahasa Jepang, membaca artikel dalam bahasa Jepang sangat diperlukan, membaca artikel bahasa Jepang selain meningkatkan wawasan tentang perkembangan kehidupan negara Jepang dalam segala bidang, juga dapat meningkatkan kemampuan berbahasa seseorang. Dalam pembelajaran bahasa Jepang terdapat beberapa keterampilan yang dipelajari, salah satunya adalah dokkai. Dokkai adalah keterampilan memahami teks dalam waktu singkat. Untuk dapat memahami teks dalam waktu singkat dibutuhkan usaha dan langkah-langkah strategis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan hubungan antara strategi membaca dengan pemahaman membaca teks dokkai dengan menggunakan metode deskriptif pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan 2 jenis instrumen, yaitu tes tertulis dan angket yang dilakukan pada 20 responden. Dari penelitian tersebut, diperoleh hasil nilai koefisien korelasi sebesar 0,91 yang menunjukan bahwa terdapat hubungan yang sigifikan antara penggunaan strategi membaca selektif dengan kemampuan pemahaman membaca teks dokkai dan sebesar 82% tingkat pemahaman membaca teks dokkai dipengaruhi oleh strategi membaca dan 18% oleh faktor lain. Oleh karena itu hipotesis dari penelitian ini diterima bahwa penggunaan strategi membaca memiliki hubungan positif terhadap prestasi pemahaman membaca mahasiswa tingkat II Departemen Pendidikan Bahasa Jepang tahun ajaran 2014/2015.  Keyword : Strategi membaca selektif, membaca pemahaman, korelasi  ABSTRACTAs a student of the Japanese language, reading the Japanese article is necessary, read the Japanese article beside to increase knowledge about the development of the life of Japanese nationals in all fields, can also increase a someone’s language ability. In the Japanese language learning skills learned there are several, one of which is dokkai. Dokkai is a skill to understand the text in a short time. To be able to understand the text in the short time it takes effort and strategic measures. This  research was conduted to know is there a significant relationship between reading comprehension text Japanese skill and reading selective stretegies. This research used descriptive method. This research used two kinds of instrument to assemble data, which were questionnaire and test. The data were taken by regration and colleration technique, which was taking data at once in the same time. The participants of the research were 20 students of Japanese Language Departement Indonesia University of Education. From the result, it was found that the correlation coefficient 0,91 which is significant relationship between reading comprehension text Japanese skill and reading selective stretegies and 82% level reading comprehension influenced by selective reading strategies and 18% of another factors. Therefore, hypothesized in this research is recived that used reading selective have a positive relationship with reading comprehension text Japanese skill in 2 level student of Departement of Japanese Language, Indonesia of Education University in academic year 2014/2015. Keyword : corelation between reading selective strategies, reading comprehension, correlation
TEKNIK SHADOWING DALAM PEMBELAJARAN KAIWA (Penelitian Eksperimen Terhadap Mahasiswa Tingkat II Tahun Akademik 2014/2015 Departemen Pendidikan Bahasa Jepang FPBS UPI) Puspita, Lanni Anggun; Judiasri, Melia Dewi; Herniwati, Herniwati
JAPANEDU: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Bahasa Jepang Vol 1, No 3 (2016): December 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (Indonesia University of Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/japanedu.v1i3.5940

Abstract

Penelitian ini mencoba menerapkan teknik shadowing dalam pembelajaran kaiwa, terhadap mahasiswa tingkat II bahasa Jepang UPI. Bagi pembelajar bahasa Jepang, berbicara bahasa Jepang dengan lancar cukup menyulitkan karena perlu pembiasaan. Selain itu, saat berbicara perlu memperhatikan beberapa hal seperti, aksen, intonasi, panjang pendeknya pengucapan, juga pelafalan konsonan rangkap. Mengacu pada hal tersebut, teknik shadowing diterapkan agar mahasiswa terbiasa melatih mulutnya mengucapkan kata-kata dalam bahasa Jepang, sehingga dapat membantu meningkatkan kemampuan berbicara dan juga dapat menciptakan situasi kelas yang aktif. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh hasil tentang keefektivitasan dan tanggapan mahasiswa terhadap teknik shadowing untuk meningkatkan kemampuan berbicara dalam pembelajaran kaiwa. Kemudian, desain penelitian yang digunakan adalah pre-experimental design, yaitu dengan jenis yang dipilih one group pre-test – post-test design. Sampel penelitian berjumlah 10 orang mahasiswa tingkat II tahun akademik 2014/2015 dengan teknik nonprobability purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan ialah tes lisan (oral) dan angket. Hasil analisis data yang diperoleh dari penelitian ini ialah nilai mean pre-test 39 dan nilai mean post-test 70. Sehingga terdapat peningkatan setelah diberikan treatment sebesar 31.  Dari hasil tersebut didapat nilai thitung 11,2 dengan db= 9. Maka, dapat disimpulkan bahwa ttabel 2,26 thitung 11,2 untuk taraf signifikansi 5% dan nilai ttabel 3,25 thitung 11,2 untuk taraf signifikansi 1%. Kemudian hasil dari analisis angket dapat dikatakan bahwa respon mahasiswa positif dan teknik shadowing menarik juga menyenangkan diterapkan dalam pembelajaran kaiwa. Dengan demikian, teknik shadowing dirasa perlu diterapkan dalam pembelajaran kaiwa di kelas.  This study tried to apply shadowing techniques in kaiwa learning, toward the II degree Japanese students of FPBS UPI. For Japanese language learners, speaks Japanese fluently quite difficult because it needs to habituation. Additionally, when speaking need to consider several things like, accent, intonation, pronunciation short length, the pronunciation of consonant cluster. Referring to these, shadowing techniques applied to ensure that the students get used to train his mouth out the words in Japanese, so it can help improve the ability to speak and create a situation of active class. The purpose of this study is to obtain results about the effectiveness and student responses to the shadowing technique in enhancing the ability to speak in kaiwa learning. Then, the design of the study was used pre-experimental design, with the selected type one group pre-test - post-test design. These samples included 10 students II degree academic year 2014/2015 with nonprobability purposive sampling technique. The research instrument was used oral tests and questionnaires. The results of analysis of data obtained from this study are the mean value of pre-test 39 and mean value of post-test 70. So there was increased after being given treatment for 31. From the results obtained with tcount 11.2 db = 9. Thus, it can be concluded that ttable 2.26 tcount 11.2 for a significance level of 5% and value ttable 3.25 tcount 11.2 to 1% significance level. Then the results of the analysis of the questionnaire can be said that the students had positive response and shadowing techniques are also fun exciting applied in kaiwa learning. Thus, it is necessary shadowing techniques applied in kaiwa learning in the class.
EFEKTIVITAS METODE CARD SORT TERHADAP KEMAMPUAN MENGINGAT HURUF HIRAGANA DALAM BAHASA JEPANG Rahmi, Ulfia; Aneros, Noviyanti; Judiasri, Melia Dewi
JAPANEDU: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Bahasa Jepang Vol 1, No 2 (2016): Agustus 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (Indonesia University of Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/japanedu.v1i2.3837

Abstract

Abstrak. Dalam pengajaran bahasa Jepang, huruf hiragana merupakan salah satu unsur penting dan harus dikuasai guna menunjang kelancaran berkomunikasi dengan bahasa Jepang baik secara lisan maupun tulisan. Oleh karena itu dibutuhkan metode pengajaran yang sistematis dan menarik agar tujuan pembelajaran tercapai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektivitas Metode Card Sort Terhadap Kemampuan Mengingat Huruf Hiragana Dalam Bahasa Jepang.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode eksperimen murni. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes dan angket. Populasi yang digunakan adalah peserta didik kelas XI SMK PGRI 1 Cimahi tahun ajaran 2015/2016, dan sebagai sampel penelitian ini adalah 25 orang kelas XI AK sebagai kelas kontrol yang tidak menggunakan metode Card Sort dan 25 orang kelas XI AP1 sebagai kelas eksperimen yang menggunakan metode  Card Sort.Dari hasil analisis data diketahui nilai rata-rata peserta didik kelas eksperimen sebelum diberikan perlakuan sebesar 30,92 dan setelah diberikan perlakuan diperoleh nilai sebesar 91,68. Dengan menggunakan perhitungan komparatif, nilai t hitung sebesar 17,13 dengan db=48 pada taraf signifikasi 5% = 2,01 dan 1% = 2,68. Karena t hitung lebih besar dari t tabel, maka hipotesis kerja dalam penelitian diterima. Hal ini berarti bahwa metode Card Sort efektif dalam meningkatkan kemampuan mengingat huruf hiragana dalam bahasa Jepang.Berdasarkan hasil analisis angket diketahui hampir seluruh responden setuju bahwa metode Card Sort merupakan metode yang menarik, dapat meningkatkan penguasaan huruf hiragana dan metode Card Sort bisa digunakan sebagai alternatif untuk pembelajaran bahasa Jepang. Kata Kunci : card sort terhadap huruf hiraganaAbstract. In the Japanese language teaching, hiragana is an important element and must be controlled to support communication smoothly with Japanese language, both in orally and writing. Therefore, it needs a systematic and interesting teaching method to achieve the learning purpose. This study aims to determine the effectiveness of Card Sort method to wards the ability on remembering Japanese Hiragana letters.The method used in this research is a quantitative study using true experimental method. The instrument used in this study is a test and questionnaire. The population used is students in class XI of  SMK PGRI 1 Cimahi, the academic year 2015/2016 and 25 students of class XI AK is the research samples of control class which is not using Card Sort and 25 students of class XI AP1 as the experiment class which uses Card Sort method. From the analysis of the data found, the average value of the experimental class students before given treatment equal to 30.92 and after given the treatment obtained a value of 91.68. By using a comparative calculation, t value of 17.13 with db = 48 at the 5% significance level = 2.01 and 1% = 2.68. Because t is greater than t table, then the working hypotheses in the study is received. It means that the Card Sort method is effective in improving the ability on remembering Hiragana in Japanese.Based on the results of questionnaire analysis, it is known that almost all of the respondents agree that the method Card Sort is an interesting method, can improve the mastery of Hiragana and Card Sort method can be used as an alternative to learning Japanese. Keywords : card sort towards hiragana letters
Pemerolehan Partikel Bahasa Jepang Pembelajar Siswa SMA di Bandung Putri, Assifa Gunawan; Kusrini, Dewi; Dahidi, Ahmad
JAPANEDU: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Bahasa Jepang Vol 2, No 2 (2017): JAPANEDU Volume 2 Issue 2, December 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (Indonesia University of Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/japanedu.v2i2.9378

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa banyak siswa yang dapat menguasai partikel level dasar bahasa Jepang, pemerolehan partikel level dasar apa saja yang paling dikuasai oleh siswa dan faktor apa saja yang menyebabkan kurangnya pemerolehan siswa dalam menguasai partikel level dasar bahasa Jepang. Dalam penelitian ini digunakan metode penelitian deskriptif. Instrumen yang digunakan berupa tes untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menguasai pertikel level dasar bahasa Jepang dan angket untuk mengetahui faktor penyebab kesalahan siswa. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa SMA kelas 1 dan 2 dari 3 sekolah yang berjumlah 150 siswa. Berdasarkan hasil analisa pada data terkumpul, diketahui bahwa dengan patokan lebih dari 45% dianggap “dapat menguasai”, maka siswa yang dapat menguasai partikel level dasar adalah  32,87% dan siswa yang tidak dapat menguasai partikel level dasar adalah 67,13%. Urutan partikel yang dapat dikuasai siswa dari yang paling mudah ke yang paling sulit adalah [ は が へ で  に の も と を]. Faktor penyebab kesalahan siswa dalam menggunakan partikel tersebut adalah siswa kesulitan mengingat fungsi partikel dan kurang mengerti secara detail terkait setiap fungsi partikel yang dipelajari. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, diperlukan adanya penjelasan lebih mendetail terkait fungsi setiap partikel bahasa Jepang dalam buku ajar yang digunakan dan penjelasan di kelas untuk meminimalisir kebingungan siswa mengenai penggunaan partikel dalam kalimat bahasa Jepang, serta diperlukannya kegigihan siswa dalam mengingat kembali partikel yang telah dipelajari.  This research discusses acquisition of basic particles which had learned by high school students. The purpose is to find how many students who understand basic particles of Japanese language, to find which particles they understand and to find any factor caused the lack of understanding to utilize the basic particles of the Japanese language. Description method is used in this research. The instrument is a questionnaire and a test. The sample is the first and the second year high school students numbered 150 from 3 different high schools in Bandung city. According to score standard, it is known that students whose score is above 45% are considered understand. And the result of data analysis showed that 32,07% of students understand and 67,13% of students do not understand. The sequence from the easiest to the hardest basic particles understand by students are 〔は が へ で   に の も と を〕. The factor that caused the lack of understanding to utilize the basic particles is the difficulty of remembering the function of particles and not to understand the detail of every function basic particles which had learned. From the result of research, the writer makes an assumption which is needed for more detail explanation related to every function basic particles in order to minimalize confusion of student to utilize to utilize the basic particles of the Japanese language. Also, needed for the persistence of students in remembering all function basic particles which had learned.
POLITENESS OF WOMEN’S LANGUAGE (JOSEIGO) BY SHIN TANOKURA IN DRAMA SERIES OF OSHIN Kurniawan, Eko
JAPANEDU: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Bahasa Jepang Vol 3, No 1 (2018): JAPANEDU Volume 3 Issue 1, June 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (Indonesia University of Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/japanedu.v3i1.11279

Abstract

This study aims to assess information about variety of women’s language by Shin Tanokura, women’s language that represent the principles of politeness and politeness scale in drama series of Oshin. Research based on theory of Kindaichi (1988) for variety of women’s language and theory of Leech (2011) for the principles of politeness and politeness scale. This is kind of qualitative research. The method used in this research is the descriptive analysis. Source of data in this study is drama series of Oshin. While the data in this study are uttarances containing women’s language, women’s language that represent the principles of politeness and politeness scale. Data collection technique which used is observing method.The results showed, variety of women’s language by Shin Tanokura in drama series of Oshin is based on the theory of Kindaichi (1988): 1) Goi level, consists of using shuujoshi (wa, kashira, mono dan no), kantanshi (maa dan ara), ninshoudaimeishi (atakushi, atashi dan anata), koshou (~san, ~sama dan anata), keigo (teineigo, kenjougo dan sonkeigo) dan wago (tsuite iku); 2) Tougo level, consists of using iikirenai hyougen dan kurikaeshi hyougen; 3) Danwa level, consists of using youkyuu hyougen, aizuchi dan aisatsu, kimari monku. The classifications above represented in six maxims of the principles of politeness, tact maxim, generosity maxim, approbation maxim, modesty maxim, agreement maxim and sympathy maxim. According on theory of Leech (2011), there are three politeness scales, 1) Profit and loss scale, 2) Indirect scale and 3) Which like scale. Then, three scale  are linked to one another and implemented in women’s language by Shin Tanokura in drama series of Oshin, the result are profit on addressees-direct-high, profit on addressees-direct-medium, profit on addressees-direct-low, profit on addressees-indirect-medium, profit on addressees-indirect-low, profit on speaker, addressees-direct-low and profit on speaker, addressees-indirect-high. 
PEMANFAATAN BUKU ‘Choukai ga Yowai, Anata e’ DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN CHOUKAI (Penelitian Kuasi Untuk Mahasiswa Tingkat III Tahun Ajar 2015 / 2016 Departemen Pendidikan Bahasa Jepang FPBS UPI) Ramadhan, Pangestu; Sutjiati, Neneng; Renariah, Renariah
JAPANEDU: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Bahasa Jepang Vol 1, No 2 (2016): Agustus 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (Indonesia University of Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/japanedu.v1i2.3287

Abstract

Abstrak                Penggunaan media dalam pembelajaran, khususnya dalam pembelajaran bahasa asing dinilai sangat penting. Dalam bahasa Jepang terutama, dalam menangkap cara berbicara penutur asli dan untuk membiasakan diri. Dalam penelitian ini penulis mencoba untuk menggunakan media ‘Choukai ga Yowai, Anata e’ sebagai pembantu pembelajar untuk meningkatkan kemampuan menyimak atau choukai masing – masing pembelajar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pembelajaran menyimak dengan menggunakan bantuan media buku ‘Choukai ga Yowai, Anata e’, perbedaan antara hasil pre test dan post test setelah pembelajaran, untuk mengetahui tanggapan dari masing – masing objek setelah diadakannya penelitan, mengolah data untuk mengetahui hasil dari penelitian dalam pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran ‘Choukai ga Yowai, Anata e’. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian kuasi, dengan objek yaitu mahasiswa tingkat III departemen pendidikan bahasa Jepang angkatan 2015 / 2016 sebanyak 20 orang. Instrumen yang digunakan adalah tes dan angket. Dari hasil penelitian yang didapatkan bahwa  t hitung adalah  4,41 t tabel 2,10 untuk 5 %  dan t hitung adalah 4,41 t tabel 2,88 untuk 1%. t hitung t tabel yang berarti Ha diterima. Hal ini membuktikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan perolehan kemampuan choukai setelah menggunakan media buku ‘Choukai ga Yowai, Anata e’. Kemudian berdasarkan hasil angket yang didapatkan pula dapat diketahui bahwa objek merekomendasikan penggunaan media buku ini. Kata kunci : Choukai,    Media,    ‘Choukai ga Yowai, Anata e’       ABSTRACT               The importance of media uses in educational fields are very significance. Especially, in Japanese language learning, the main objective of media uses is for understand the way of native speaker how to conversation with their languange and to improve our skills. In this time, writer has conducted an experiment with a media, its called ‘Choukai ga Yowai, Anata e’ to support and improve the listening skill of learners. The objective of experiments are to detect the differences between before (pretest) and after (postest) of the uses, to explain the feedbacks from the experiment objects, processing the data to understand the result after used the media at experimental class. Method that used on this experiment are quasi method experiment. With the objects are 20 students of third grade of Japanese Language Department, year study : 2015 – 2016.  The used instruments are test form and questionnaire. From the result of experiments, are known that calculated t is 4,41 t table 2,10for 5 % and 4,41 t table 2,88 for 1 %. Calculated t   t table, the result, Ha areaccepted. Based on this result, its proved that significance difference of results after the objects used media of ‘Choukai ga Yowai, Anata e’. Also, based of questionnaire results that the objects recommended the uses of this media at listening class.  Keyword : Choukai,    Media,    ‘Choukai ga Yowai, Anata e’
ANALISIS MAJAS HIPERBOLA PADA LAGU JEPANG (STUDI DESKRIPTIF TERHADAP LAGU JEPANG PADA ALBUM HERO) Triwulandari, Dinar; Sudjianto, Sudjianto; Sutjiati, Neneng
JAPANEDU: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Bahasa Jepang Vol 1, No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (Indonesia University of Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/japanedu.v1i1.2651

Abstract

AbstrakDalam bahasa Jepang, majas merupakan salah satu bagian dari bidang linguistik namun dalam pembelajaran tidak begitu sering dibahas padahal majas dapat memperkaya bentuk-bentuk kalimat dan kosakata, termasuk majas hiperbola yang memberikan efek berlebihan dalam sebuah kalimat. Penelitian ini merupakan penelitian yang membahas tentang analisis majas hiperbola pada lagu Jepang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk-bentuk majas hiperbola pada lagu Jepang dan mencari padanannya dalam bahasa Indonesia. Objek penelitian dari analisis ini adalah lagu-lagu Super Junior yang terdapat pada album Hero, lagu yang diteliti sebanyak 15 lagu. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa 1) bentuk yang sering dipakai adalah kata “ように”yang memiliki arti seperti, karena pada dasarnya majas hiperbola selalu mengandaikan sesuatu dan memberi efek berlebihan. 2) kata “世界中”dimana menggunakan kata dunia untuk memberi efek luas dan tak terbatas. 3) kata “になる”yang memiliki arti menjadi. 4) kata “より”  yang memiliki arti lebih dari. 5) kata ”永遠“yang memiliki arti selamanya. Kata kunci : majas hiperbola,lagu jepang,super junior,analisis.ABSTRACTIn the Japanese Languange,figure of speech is one of linguistic material but rarely discussed in class,whereas the figure of speech could gain more knowledge on sentences and vocabulary,and one form of the figure of speech is hyperbole it can add exaggerate figuration to sentences. This research talks about figurative hyperbole that used in Japanese songs,the goal of this research is to get to know the form of figurative hyperbole,which is contained in the song and can find out the equivalent of it. The object in this study is the songs from a boygroup named Super Junior which is included in their Hero’s album. This research uses 15 songs from them. This research use descriptive methods. Based on results this research is 1) the form usually used  is “ように”it has hyperbole meaning. 2) “世界中”it has means world.  3) “になる”it has means be. 4) “ように” it has means more than. 5) “永遠”it has means eternal.Keyword : hyperbole,Japanese songs,super junior,analysis.
TEKNIK WORD FLOW GAME DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS KALIMAT BAHASA JEPANG (Penelitian Eksperimen Murni Terhadap Siswa Kelas XI SMK 45 Lembang Tahun Ajaran 2017/2018) Asih, Rusita Puji; Juangsih, Juju; Rasiban, Linna Meilia
JAPANEDU: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Bahasa Jepang Vol 3, No 1 (2018): JAPANEDU Volume 3 Issue 1, June 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (Indonesia University of Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/japanedu.v3i1.11088

Abstract

This study aims to determine the improvement of the writing ability Japanese sentences using word flow game technique and how students response about this game technique in Japanese language learning process. This research used true experimental method with control group pretest-posttest design. The sample of the research consists of 32 students of SMK 45 Lembang period 2017/2018, second grade of Tata Busana class and Nursing class, where 16 of them are for experiment class and 16 for control class. The research instruments are test and questionnaire. From the result of the data analysis, the average score of experiment class before the treatment is 37,74 and changed becoming 84,73 after the treatment. With tscore was 4,15 db = 30 in signification degree of 2,04 (5%) and 2,75 (1%). Since the t-score was bigger than t-table, thus the hypothesis is accepted that with using word flow game technique in learning process, student ability to write Japanese sentence become increasing. Based on the result of questionnaire, the writer concluded that more than half of respondents have a thought that word flow game technique is fun and helping in Japanese sentences learning process.
PENGGUNAAN DIALEK KANSAI DALAM ANIME DETECTIVE CONAN EPISODE 651 Raversa, Aulia; Dahidi, Ahmad; Aneros, Noviyanti
JAPANEDU: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Bahasa Jepang Vol 1, No 2 (2016): Agustus 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (Indonesia University of Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/japanedu.v1i2.3292

Abstract

AbstrakBerdasarkan World Investment Report 2015 yang dirilis pada tanggal 25 Juni 2015 oleh sebuah oraganisasi di bawah naungan perserikatan (PBB) bernama United Nations Conference Trade and Development (UNCTAD),  Indonesia adalah negara yang mengalami pertumbuhan penanaman modal tertinggi di Asia Tenggara yaitu sebanyak 20% dengan investor terbesarnya adalah Jepang. Besarnya investor Jepang berbanding lurus dengan besarnya jumlah tenaga kerja yang mampu berbahasa Jepang yang dibutuhkan. Dalam dunia kerja komunikasi dan bahasa sebagai alat komunikasi sangatlah dibutuhkan. Bahasa itu beragam, di Jepang sendiri terdapat 28 dialek. Dialek Kansai dengan rasio penggunaan 1:6 menjadi dialek digunakan terbanyak kedua setelah bahasa Jepang standar. Terdapat perbedaan pengucapan, tata bahasa dan kosakata antara dialek Kansai dan bahasa Jepang standar.  Berangkat dari fakta tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada miskomunikasi yang muncul akibat ketidaktahuan terhadap dialek Kansai dalam anime Detective Conan episode 651 yang mengambil latar dunia kerja. Dengan metode penelitian deskriptif, diketahui bahwa ketidaktahuan terhadap dialek Kansai dapat menimbulkan miskomunikasi yang berakibatkan kesalahpahaman. Miskomunikasi terbesar didapat karena ketidaktahuan bahwa dalam dialek Kansai jibun dapat berarti saya dan amechan berarti permen. Selain itu juga diketahui bahwa dalam dialek Kansai rasa asin disebut dengan karai dan penggunaan dialek Kansai dengan cara yang buruk dapat membuat marah orang Kansai yang sangat bangga dan menghargai dialek Kansai. Kata kunci: Bahasa Jepang standar, dialek Kansai, miskomunikasi  AbstractBased on World Investment Report 2015 that  has been released on 25 June2015 by an organization under United Nation (UN) named United Nations Conference Trade and Development (UNCTAD), Indonesia is a country that is experiencing the highest investment growth in Southeast Asia as much as 20%, with Japan as the biggest investor.  Japanese investment rate is directly proportional with the number of requiring workers who can speak Japanese. On working life communication and language as one of the communication tool is really necassery. Language has many varieties, in Japan there are 28 kinds of dialect. Kansai Dialect with 1: 6 of using ration, is the secondnumbermost uses in Japan after standard Japanese. Based on that fact this reasearch is to find is there any miscommnication that occure due to the-do-not-know about Kansai dialect on Detective Conan anime episode 651 with work life is the background. By using descriptive research method ascertainable that the-do-not-know about Kansai dialect can cause miscommunication that lead to misunderstanding. Biggest miscommunication occurred because the-don-not-now that jibun in Kansai dialect can be translated as me and amechan means candy. Beside that we also know that salty in Kansai dialect is karai and using Kansai dialect in poor way can make Kansai people angry due to their pride and  appreciate toward Kansai dialect. Keyword : Standard  Japanese, Kansai dialect, miscommunication

Page 3 of 14 | Total Record : 140