cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
JAPANEDU: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Bahasa Jepang
ISSN : 25285548     EISSN : 25285548     DOI : -
JAPANEDU: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Bahasa Jepang is an online, open access peer reviewed journal, which is published twice year every June and December. This journal is for all contributors who are concerned with a research related to Japanese language education studies. JAPANEDU: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Bahasa Jepang provides a forum for publishing the original reserach articles, paper-based articles and review articles from contributors, related to Japanese culture, Japanese literature and Japanese language teaching/learning, which have never been published before.
Arjuna Subject : -
Articles 140 Documents
TRANSFORMATION OF JAPANESE CULTURE FOR INCREASING JAPANESE COMMUNICATIVE COMPETENCE Herniwati, Herniwati; Aneros, Noviyanti
JAPANEDU: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Bahasa Jepang Vol 3, No 1 (2018): JAPANEDU Volume 3 Issue 1, June 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (Indonesia University of Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/japanedu.v3i1.11240

Abstract

This study aims to assess the preparation of the design model of learning, teaching materials conversational skills for intermediate level, which focuses on the transformation of Japanese culture as innovation and efforts to improve speaking skills in learning Chukyu Kaiwa. This research uses the Research and Development (R D) and experiment. The result shows asignificant increase in students’ Japanese speaking skills and their understanding of Japanese culture. The transformation of Japanese culture is able to attract the students to compare and find similarities with Indonesian culture.
MODEL PENGGUNAAN MEDIA POWER POINT DALAM PENGEMBANGAN POLA KALIMAT BAHASA JEPANG TINGKAT DASAR (Penelitian Terhadap Mahasiswa Tingkat I Departemen Pendidikan Bahasa Jepang Tahun 2015/2016) Hidayat, Romi; Sugihartono, Sugihartono; Danasasmita, Wawan
JAPANEDU: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Bahasa Jepang Vol 1, No 2 (2016): Agustus 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (Indonesia University of Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/japanedu.v1i2.3293

Abstract

AbstraksiBahasa merupakan modal utama dalam melakukan komunikasi. Kemampuan berbahasa menjadi sangat penting dalam melakukan segala aktivitas. Hal umum yang menjadi kesulitan dalam mempelajari suatu Bahasa asing bagi pemula adalah aturan kebahasaan. Begitupun dengan Bahasa Jepang yang memiliki susunan kalimat yang berbeda dengan Bahasa Indonesia sehingga tidak mudah untuk dipahami oleh pembelajar secara umum. Kesulitan yang sering ditemukan oleh pengajar Bahasa Jepang dalam mengajarkan pola kalimat adalah keterbatasan media yang digunakan dalam menyampaikan materi pelajaran. Oleh karena itu penulis melakukan penelitian mengenai model penggunaan media power point dalam mengembangkan pola kalimat Bahasa Japang tingkat dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan mahasiswa dalam mengembangkan pola kalimat Bahasa Jepang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah ekperimen quasi. Objek penelitian dalam penelitian ini adalah mahasiswa tingkat 1 Departemen Pendidikan Bahasa Jepang UPI. Instrument yang digunakan adalah pretest, posttest,dan angket. Dari hasil analisis data diketahui nilai rata-rata, pretest 34,64, posttest 7,.57, dengan db = 27, sehingga t-hitung yang diperoleh 16.64. t-hitung tersebut lebih besar dari t-tabel dengan taraf signifikan 5%= 2,052 dan 1%= 2,771, dengan demikian Hk diterima yang artinya model penggunaan media power point dalam mengembangkat pola kalimat Bahasa Jepang tingkat dasar efektif dalam meningkatkan kemampuan pengembangan pola kalimat Bahasa Jepang tingkat dasar pada mahasiswa tingkat 1 departemen pendidikan Bahasa Jepang UPI. Serta dari hasil angket yang telah dianalisa dapat dikatakan bahwa penggunaan media power point sangat membantu mahasiwa dalam mengembangkan pola kalimat Bahasa Jepang. Keyword: model, power point, pola kalimat. ABSTRACTLanguage is the main asset in communication. Language skills become very important in all activities. General terms that the difficulty in learning a foreign language for beginners is the linguistic rules. As well as with Japanese which have different sentence structures with Indonesian so it is not easy to be understood by the learner in general. Difficulties which often found by teachers in teaching the Japanese language sentence patterns are limited media that used to convey the subject. Therefore, the authors doin research on power point media usage model in developing basic level of Japanese sentence patterns. This study aims to determine students' ability in developing the Japanese sentence patterns. The method that used in this study is a quasi experimental. The object of this research is first grader of UPI’s Japanese education departement. The instruments used were pretest, posttest, and questionnaires. From the analysis of the data known to the average value, 34.64 pretest, posttest 7, .57, with db = 27, so the t-count acquired 16.64. t-count is greater than t-table with a significant level of 5% = 2.052 and 1% = 2,771. thus Hk accepted meaning used power point of media used model in developing a Japanese sentence patterns base rate effective in enhancing the development capabilities of basic lavel in Japanese sentence patterns of first grader of UPI’s Japanese education departement. As well as from the results of questionnaires that have been analyzed can be said that the use of media power point greatly assist students in developing a Japanese sentence patterns. Keywords : model, power point, sentence patterns.
Model Materi Ajar Menulis Deskriptif dalam Bahasa Jepang Berbasis Pendekatan Proses ― Penelitian dan Pengembangan Model Materi Ajar di Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang FBS Universitas Negeri Jakarta ― Fitri Asih, Nur Saadah
JAPANEDU: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Bahasa Jepang Vol 2, No 2 (2017): JAPANEDU Volume 2 Issue 2, December 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (Indonesia University of Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/japanedu.v2i2.9057

Abstract

Penelitian pengembangan desain bahan ajar penulisan deskriptif dalam bahasa jepang ini dilakukan di Jurusan Pendidikan Bahasa Jepang Universitas Negeri Jepang yang bertujuan untuk mengembangkan model pengajaran deskriptif yang ada. Penelitian dilakukan melalui tiga tahap meliputi 1) Desain dan pengembangan, 2) evaluasi, revisi, dan validasi model, 3) uji efektifitas dan pelaksanaan. Hasil evaluasi dan penilaian yang dilakukan oleh para ahli dan rekan kerja mereka, peneliti dapat menyimpulkan bahwa skor kelayakan model dikembangkan sebesar 96% (sangat tepat). Selain itu, keefektifan model tersebut menunjukkan bahwa rata-rata skor lulus pelajaran menulis adalah 83,5. Hal ini menunjukkan bahwa siswa dapat melewati nilai minimum yang dimulai dari 71 untuk skor B, yang titiknya adalah 3,0. Selain itu, hasil uji efektifitas dan penerapan penggunaan model material ini menunjukkan bahwa 96% (kebanyakan siswa) telah mencapai penguasaan dalam pembelajaran. Sebagai kesimpulan, proses pendekatan berbasis bahan ajar model penulisan deskriptif dalam bahasa jepang yang dikembangkan dalam hal ini efektif diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar semester dua di Jurusan Pendidikan Bahasa Jepang Jepang.  This design development research on teaching material of descriptive writing in Japanese language was conducted in Japanese Department of State University of Jakarta which is aimed to develop the existing model of teaching descriptive writing material. The research was done through three stages including 1) Design and development, 2) evaluation, revision, and model validation, 3) implementation and effectiveness test. The evaluation result and scoring which was done by the experts and their colleagues, the researcher can conclude that properness score of the models was developed is 96% (very proper). In addition, the effectiveness of the model revealed that the average of score in passing the writing lesson is 83,5. This showed that the students can pass the minimum score which is started from 71 for the score of B, whose point is 3,0. In addition, the result of implementation and effectiveness test of using this material model revealed that 96%  (most students)have achieved mastery in learning. As the conclusion, the process approach-based teaching material model of descriptive writing in Japanese language which is developed in this is effective to be applied in the teaching and learning writing activities for the second semester in Japanese Departement of State University of Jakarta. 
ANALISIS MAKNA KOTOWAZA YANG TERKAIT DENGAN KANJI MUSIM DAN RELEVANSINYA DENGAN KEBUDAYAAN JEPANG Kharina, Mia; Sudjianto, Sudjianto; Sutjiati, Neneng
JAPANEDU: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Bahasa Jepang Vol 1, No 2 (2016): Agustus 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (Indonesia University of Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/japanedu.v1i2.3284

Abstract

Abstrak Kebudayaan adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sekelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Evolusi kebudayaan berhubungan erat dengan kondisi lingkungan. Maka dari itu, budaya di setiap negara berbeda-beda berdasarkan lingkungannya. Salah satu  faktor yang terlihat jelas adalah iklim atau musim di sebuah negara. Adanya perubahan musim mempengaruhi kebudayaan yang berkembang di masyarakatnya. Kemudian, salah satu unsur dari kebudayaan terdapat bahasa. Bahasa tidak terbatas dengan interaksi sehari-hari, tetapi banyak sarana sastra yang dapat dijadikan objek pembelajaran. salah satunya, peribahasa yang merupakan ajaran berdasarkan pola pikir orang Jepang dari zaman dahulu. Orang Jepang sering menggunakan peribahasa dalam mengungkapkan atau menggambarkan suatu keadaan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, pada kenyataannya sebagian pembelajar bahasa Jepang tidak memahami makna dari peribahasa bahasa Jepang. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu makna peribahasa dan relevansinya terhadap kebudayaan Jepang. Penulis membatasi peribahasa yang digunakan hanya peribahasa yang berkaitan dengan kanji musim (haru, natsu, aki, fuyu). Oleh karena itu penulis merumuskan masalah penelitian sebagai berikut : 1) apa sajakah peribahasa Jepang yang terkait dengan kanji musim (haru, natsu, aki, fuyu), 2) apa makna peribahasa tersebut dalam bahasa Indonesia, 3) adakah relevansi kebudayaan yang tersirat dalam peribahasa Jepang yang terkait dengan kanji musim (haru, natsu, aki, fuyu). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dan kualitatif. Hasil dari penelitian ini, ditemukan 20 peribahasa yang berkaitan dengan kanji musim dan 12 diantaranya memiliki relevansi dengan kebudayaan Jepang berdasarkan musim. Dengan begitu dapat ditarik kesimpulan adanya keterkaitan antara keadaan lingkungan atau kebudayaan yang berdasarkan musim mempengaruhi pembentukan peribahasa di sebuah negara.  Kata kunci: peribahasa, makna, kebudayaan, musim AbstractsCulture is the way of life that developed and shared by a community that are passed from generation to generation. Cultural evolution is closely related with enviromental conditions. Therefore, the culture in each country is different based on environment. One of the obious factor is the climate or season in a country. The changing seasons affect the cultures that developed  in the society. Then, one of the elements of culture are language. Language is not the daily interactions only, but many literary device that can be used as learning objects. One of them is proverb that teaching based  on the mindset of Japanese people from ancient times. Japanese people often use proverbs to express or describe a situation in daily life. However, in fact most of Japanese language learners didn’t understand the meaning of Japanese proverbs. This research aims to find out the meaning of proverbs and relevance to the Japanese culture. Authors restrict to use proverbs which is related to kanji season (haru, natsu, aki, fuyu). Therefore, authors  formulate the research problems as follow : 1) what are the Japanese proverbs which is associated with kanji season (haru, natsu, aki, fuyu), 2) what are the meaning of these proverbs in Indonesian, 3) is there any relevance of culture implicit in Japanese proverbs related kanji season (haru, natsu, aki, fuyu). The method used in this research is descriptive and qualitative research method. The result of this research, it was found 20 proverbs related to kanji season (haru, natsu, aki, fuyu) and 12 of  them have relevance to the Japanese culture based on season. thus, it can be concluded there is a correlation between the state of environment or culture that is based on the proverbs season affect formation in a country. Keywords : proverb, meaning, culture, season
EFEKTIVITAS STRATEGI QUICK ON THE DRAW DALAM MENINGKATKAN PENGUASAAN KOSAKATA BAHASA JEPANG Nacita, Senandung; Judiasri, Melia Dewi; Sutjiati, Neneng
JAPANEDU: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Bahasa Jepang Vol 1, No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (Indonesia University of Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/japanedu.v1i1.2647

Abstract

ABSTRAK Penelitian yang diberi judul “Efektivitas Strategi Quick On The Draw Dalam Meningkatkan Penguasaan Kosakata Bahasa Jepang” bertujuan untuk mengetahui keefektifan penggunaaan strategi Quick On The Draw dalam peningkatan penguasaan kosakata, dan untuk engetahui apakah strategi quick on the draw menarik bagi siwa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen murni, karena melibatkan dua variabel, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol sebagai pembandingnya dengan rancang desain penelitian pre-test dan post-test dan non-test (angket). Populasi data sampel yang digunakan dalam penelitian ini diambil dari dua kelas dari SMA NEGERI 15 Bandung yaitu kelas XI IPA 3 (38 orang) sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPA 4 (36 orang) sebagai kelas kontrol. Untuk mengetahui adanya pengaruh penggunaan strategi Quick On The Draw dalam penggunaan kosa kata bahasa Jepang, dilakukan analisa data sebelum dan sesudah dilakukannya treatment. Dari hasil analisis data diketahui t hitung sebesar  3,13 dan db 72. Karena nilai t tabel untuk db 72 tidak ada, maka db yang paling mendekati adalah db 70 sebesar 2,00 pada taraf signifikan 5%  t tabel dan 2,65 pada taraf signifikan 1% t tabel. Dengan demikian, nilai t hitung lebih besar daripada t tabel. Hal ini menunjukan terdapat perbedaan signifikan antara variabel X dan variabel Y. Berdasarkan analisa diatas, dapat dilihat bahwa strategi quick on the draw efektif mampu meningkatkan penguasaan kosakata bahasa Jepang dan menjadikan pembelajaran lebih menyenangkan.  ABSTRACT This research “Effectiveness Of Strategy Quick On The Draw To Increase Japanese Vocabulary Ability” has made for knowing about effectiveness of  Strategy Quick On The Draw to increase Japanese vocabulary ability, and to know is this strategy interesting for student. This research use true experiment methode, because this research have two variabel, experiment class and control class as the comparator with pre-test, post-test and non-test (questionnaire). Population of this  research taken from two classes of senior high school 15 Bandung they are XI Social 3 (38 persons) as experiment class and XI Social 4 (36 persons) as control class. Treatment is important thing in order to know the differences before and after apply Strategy Quick On The Draw in Japanese vocabulary learning. From data analyze known that t value is 13,3 and db 72. Because of the value of t table for db 72 is not exist , for that db is 70 = 2,00 in significant percentage 5%  t table and 2,65 in significant percentage 1% t table. Therefore, the value of t value is higher than t table. That mean variabel X and variabel Y have significant difference. Due that analyze Strategy Quick On The Draw is effective to increase Japanese vocabulary learning against students in Senior High School 15 Bandung.  
PENGGUNAAN VARIASI MEDIA AJAR TERHADAP 3 GAYA BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA JEPANG Setianingrum, Murni
JAPANEDU: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Bahasa Jepang Vol 2, No 1 (2017): JAPANEDU Volume 2 Issue 1, June 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (Indonesia University of Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/japanedu.v2i1.6561

Abstract

 Mengajar membutuhkan metode pengajaran yang kreatif dan penggunaan media ajar yang kreatif sehingga ilmu yang disampaikan dapat di terima dengan baik oleh siswa. Kemampuan anak dalam menangkap materi ajar tergantung dari gaya belajarnya. Menurut DePorter dan Hernacki (2003:112), gaya belajar adalah kombinasi dari menyerap, mengatur, dan mengolah informasi. Ada 3 gaya belajar yang di jelaskan dalam Quantum Learning, yaitu Audio, visual, dan kinestetik.            Gaya belajar visual adalah gaya belajar dengan melalui indera penglihatannya. Media ajar yang sesuai untuk gaya belajar visual adalah berupa gambar, grafik, ilustrasi, slide dan tulisan yang berwarna-warni. Gaya belajar auditori adalah gaya belajar melalui indera pendengarannya. Media ajar yang sesuai untuk gaya belajar auditori adalah berupa video, rekaman suara, dan pola bercerita dengan bunyi, irama, dan nada. Gaya belajar kinestetik adalah gaya belajar melalui bergerak, menyentuh, dan melakukan sesuatu yang memberikan informasi tertentu agar dia dapat mengingatnya. Media ajar yang sesuai untuk gaya belajar kinestetik adalah dengan alat bantu peraga.            Dalam penyampaian materi tiap tatap muka di mulai dengan memberikan motivasi yang berfokus untuk 3 gaya belajar siswa. Kemudian di lanjutkan dengan pengenalan materi dan penyampaian materi dengan menggunakan variasi media ajar sehingga materi dapat tersampaikan dengan baik kepada 3 gaya belajar siswa tersebut. Di akhir pelajaran pada saat memainkan role play diperlukan teknik role play yang memiliki aturan permainan yang mengkombinasikan 3 gaya belajar sehingga semua dapat memainkannya. Setelah bermain role play untuk mengetahui kepemahaman siswa lebih lanjut lagi dapat dilakukan post tes. Soal  post tesnya pun dibuat dan disesuaikan untuk 3 gaya belajar sekaligus.            Diharapkan dengan pemahaman guru tentang gaya belajar siswa, guru dapat lebih kreatif dalam pengajaran maupun dalam pembuatan media ajar. Apabila siswa termotivasi untuk belajar maka minat belajar terhadap pelajaran bahasa Jepang akan meningkat.  Teaching requires creative methods and variety of teaching media in order students able to absorb the lesson. Teacher shouldn’t force a certain method to a group of student. Because each student has different way of absorbing the lesson, depends on his/her learning style. According to DePorter and Hernacki (2003:112), learning style is a combination of absorbing, organizing, and processing information. There are three (3) types of learning styles described in Quantum Learning; Visual, Audio, and Kinesthetic.            Visual learning style is a method focusing on visual sight. The suitable teaching media for visual learning style is through pictures, graphics, illustration, slides, and full-colored fonts or drawing. Audio learning style is a method focusing on hearing sense. The suitable teaching media for audio learning style may includes video, tape recording, story-telling using sounds, rhythm, and variety of tones. Kinesthetic learning style is a method focusing on movement, sense of touch, and informative activity. Suitable media for this learning style is by using visual teaching aids.            In delivering the lesson, we should start the class by giving motivation focusing on the three (3) different learning styles. Then continue with lesson’s introduction, followed by the main lesson delivery, using variation of learning media to be able to reach students with three (3) types of learning styles. At the end of the lesson, conduct role play which applies certain techniques of steps and regulation combining the three (3) learning styles. Finally, after role play activity, we may close the lesson by evaluating students’ understanding. It’s also better to custom-made the evaluation test problems based on the three (3) learning styles.            It is expected that with the whole-mapping of teachers’ understanding on students’ learning styles, teachers can be more creative in delivering the lesson and also in creating teaching media. If students are motivated to learn then they also will have more interest toward Japanese Language learning.
PENELITIAN TENTANG PERSYARATAN DAN KEKHUSUSAN KALIMAT PASIF DALAM BAHASA JEPANG DAN PERBANDINGANNYA DALAM BAHASA IINDONESIA Sarjani, Andi Irma; Kazuhide, Chounan
JAPANEDU: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Bahasa Jepang Vol 1, No 2 (2016): Agustus 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (Indonesia University of Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/japanedu.v1i2.4098

Abstract

Abstrak. Dalam kalimat pasif bahasa Jepang, dikenal kalimat pasif langsung yang memiliki padanan dengan kalimat aktif, dan kalimat pasif tidak langsung yang tidak memiliki padanannya dalam kalimat aktif. Kalimat pasif langsung dalam bahasa Indonesia diekspresikan dengan imbuhan “di-“, tetapi pada kalimat pasif tidak langsung tidak dapat diekspresikan dengan imbuhan “di-“, Ditambah lagi, berdasarkan hasil angket terhadap pembelajar bahasa Jepang, dimana ditanyakan mengenai adakah bentuk pasif dari  kalimat aktif 「私は木村君を褒めた」dan apakah itu alami atau tidak, semua responden menjawab bahwa bentuk pasifnya ada dan alami yaitu「木村君は私に褒められた」, yang dalam bahasa Indonesia adalah, “Kimura dipuji oleh saya”. Dalam bahasa Indonesia, kalimat pasif seperti contoh di atas bisa diterima, tetapi dalam bahasa Jepang kalimat pasif tersebut sangat tidak alami. Menurut Takami (2011), ada 4 syarat yang penting dalam kalimat pasif langsung bahasa Jepang, yaitu sudut pandang pembicara, syarat perubahan kondisi, syarat adanya kekhususan dan syarat adanya kerugian. Dalam bahasa Jepang, apabila dari 4 syarat tersebut terpenuhi salah satunya (atau dua syarat atau lebih), maka kalimat pasif tersebut dapat diterima. Bila melihat ke dalam kalimat pasif dalam bahasa Indonesia, tidak ada 4 syarat seperti terdapat dalam kalimat pasif bahasa Jepang. Dan ada kecenderungan bahwa semua kalimat pasif dalam bahasa Jepang akan diterjemahkan dengan memakai imbuhan “di-”. Begitu pula sebaliknya, semua kata berimbuhan “di-”akan diterjemahkan kedalam bentuk pasif dalam bahasa Jepang. Terutama, seperti pada kalimat “sayuran segar dicuci dahulu sebelum dimakan”, sangat tidak alami apabila diterjemahkan kedalam bentuk pasif dalam bahasa Jepang. Menurut Sneddon (1996), ada dua jenis kalimat pasif dalam bahasa Indonesia. Yang pertama adalah kalimat pasif tipe 1 dan kalimat pasif tipe 2. Penderita pada kalimat pasif tipe 1 adalah kata ganti orang ke-3, dimana objek pada kalimat aktif berubah menjadi subjek pada kalimat pasif, dan imbuhan ”me-“ berubah menjadi imbuhan “di-“. Kalimat pasif tipe 2, pelaku merupakan kata ganti orang. Pada tipe ini, objek pada kalimat aktif dipindahkan ke awal kalimat, dan kalimat pasif dibentuk dengan cara menghapus imbuhan “me-“ pada kata kerja. Bentuk ini juga disebut “pasif zero”. Adanya syarat dan kekhususan kalimat pasif dalam bahasa Jepang serta bentuk-bentuk pasif dalam bahasa Indonesia yang tidak semuanya bisa berbentuk pasif dalam bahasa Jepang inilah yang belum dipahami oleh pembelajar Indonesia sehingga menyebabkan sulitnya memahami kalimat pasif dalam bahasa Jepang.  要旨。日本語の受身文には、よく知られているように、構造上、対応する能動文が存在する「直接受身文」と、対応する能動文が存在しない「間接受身文」がある。直接受身はインドネシア語の受身文では、接頭辞の”di-”で表しているが、間接受身は接頭辞の[di]で表すことが出来ないので、インドネシア人日本語学習者にとって難しいようである。さらに、能動文の「私は木村君を褒めた」に対して、受身文はどうなるのか、という質問を学生に聞いた結果、「木村君は私に褒められた」という答えで、インドネシア語の受身文では、 [Saya dipuji oleh Kimura] になったのである。インドネシア語ではその受身文は自然に聞こえているそうだが、日本語では不適格ことが分かってきた。日本語の受身について、高見(2011)は、直接受身文について、日本語の受身文には四つの重要な条件がある。その四つの条件/制約のどれか(あるいは二つ以上)を満たす場合に適格になる。日本語の直接受身に重要な制約・条件が四つ存在するのに対し、インドネシア語の受身文には日本語のような制約・条件があるだろうか。スネードン(1996)によると、インドネシア語の受身文は二種類がある。それは1タイプの受身文や2タイプの受身文である。1タイプの受身文は、行為者は第三者の人か名詞句である。行為者が表さない場合もこの1タイプの受身文の種類である。これは、インドネシア語の受身文の一般的なパターンで、能動文に対応する受身文である。1タイプの受身文には構造的に能動文の目的語が、受身文では主語に置き換えられ、述語にある「me-」接頭辞を「di-」接頭辞に変えて作られる。実際は、インドネシア人日本語学習者は、このタイプしか理解していないので、日本語の受身文を接頭辞「di」に訳してしまう傾向がある。逆に、インドネシアごの接頭辞”di”ある文は、すべて日本語の受身文になってしまう。また、インドネシア語の受身文には、日本語のような条件・制約が存在しないので、これらのことが日本語の受身文はインドネシア人日本語学習者にとって分かりにくいと思われる。
ANALISIS KESALAHAN PENULISAN GAIRAIGO PADA MAHASISWA TK.I S.D IV PEMOKUSAN PADA GAIRAIGO BAHASA INGGRIS Pratama, Septian Eka; Herniwati, Herniwati; Renariah, Renariah
JAPANEDU: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Bahasa Jepang Vol 1, No 2 (2016): Agustus 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (Indonesia University of Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/japanedu.v1i2.3289

Abstract

AbstrakPenelitian yang diberi judul “Analisis Kesalahan Penulisan Gairaigo pada Mahasiswa TK.I s.d TK.IV Pemokusan Pada Gairaigo Bahasa Inggris” bertujuan untuk mengetahui bagaimana faktor apa saja yang mempengaruhi dalam penulisan katakana yang terjadi pada mahasiswa. Dalam kosakata bahasa jepang ada yang disebut Gairaigo yaitu kata serapan yang digunakan dalam bahasa jepang. Kata serapan dalam bahasa jepang dewasa ini hampir 80 persen menggunakan bahasa Inggris. Penelitian terdahulu yang dilakukan menunjukan mahasiwa asih mengalami kesulitan dalam menulis gairaigo dalam huruf katakana. Maka faktor – faktor yang dianggap mempengaruhi mahasiswa dalam penulisan katakana adalah: (1) Tingkat di jurusan , (2) Level JLPT, (3) Apakah kata gairaigo tersebut familiar (4) Apakah ada ciri khas pelafalan, (5) Panjang pendeknya suatu kata. Dari hasil analisis tidak pengaruh antara lamanya belajar dan kemampuan bahasa jepang dengan menulis kata gairaigo. Mahasiswa kesulitan pada kata yang kurang familiar dan terdapat bunyi panjang atau chouon pada kosakata gairaigo. Dengan demikian sering melihat atau menggunakan kosakata itu dan apakah ada kekhasan pelafalan pada sebuah kata gairaigo memiliki pengaruh yang kuat. Kata Kunci :Katakana, Gairaigo, Kesalahan penulisan  AbstractThis research “An Analysis on Focusing Katakana English Loanwords Writing Errors of Japanese Student in Indonesia University of Education” has purpose to find many factors in loanword writing error.  Gairaigo means loanwords in Japanese language are almost 80 percent from English. Many scholars pointed about Katakana Loanword writing rules. Many facts the Japanese loanwords are difficult for beginner Japanese foreigner learner. To get know why writing katakana words is hard. Ou said that he found that many Chinese native Japanese learners have many difficulties about Japanese Loanwords. The loanwords from American or Europe languages seem hard to recognize by Chinese Japanese learners even French Japanese learners. There are some reasons, but one of them is the differences of pronunciation from the origin words I tried to find one of numerous factors about that. Many factor related on this research such as JLPT, grade in college, characteristic of its loanwords, familiar and non-familiar words etc. One of the factors was found is about the characteristic about the Japanese loanword itself. The other is japanese system long vowel –toned in unfamiliar word by students. Keyword : Effectiveness, Strategy Quick On The Draw, Vocabulary
KEPOLISEMIAN VERBA TSUKERU: KAJIAN LINGUISTIK KOGNITIF Suciaty, Prisyanti; Sutedi, Dedi; Herniwati, Herniwati
JAPANEDU: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Bahasa Jepang Vol 2, No 1 (2017): JAPANEDU Volume 2 Issue 1, June 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (Indonesia University of Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/japanedu.v2i1.6791

Abstract

Polisemi merupakan salah satu tema yang dibahas ketika berbicara mengenai makna sebuah kata. Kata yang berpolisemi adalah kata yang memiliki makna lebih dari satu. Penelitian ini meneliti makna verba tsukeru yang berpolisemi. Verba tsukeru dianalisis dengan menggunakan kajian linguistik kognitif. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan makna dasar, mengklasifiksikan makna perluasan, serta mendeskripsikan hubungan antara makna dasar dan makna perluasan dari verba tsukeru. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Data yang digunakan yaitu  jitsurei yang diperoleh dari korpus BCCWJ (Balanced Corpus of Contemporary Written Japanese) yang bersumber dari dokumen, majalah, koran, buku pelajarann, buletin, dan yahoo yang terbit antara tahun 2000-2008.  Selanjutnya dicatat dalam bentuk kartu data. Kemudian dilanjutkan dengan mengklasifikasikan data ke dalam makna dasar dan makna perluasan,dan menganalisis hubungan makna dasar dan makna perluasan menggunakan kajian linguistik kognitif yakni menurut majas metafora, metonimi, dan sinekdoke. Hasil penelitian yang ditemukan adalah verba tsukeru memiliki makna dasar memasang. Kemudian ditemukan 15 makna perluasan yaitu memberi, menempatkan, menambahkan, merendam, mencampurkan, menyalakan, mengoles, mengawasi yang masuk kepada perluasan metafora, selanjutnya menetapkan, mempekerjakan, dan menulis masuk ke peluasan metonimi, terakhir menggores, mengenakan, dan menghentikan perluasan makna sinekdoke. Selain itu ditemukan juga makna idiomatikal seperti membatasi, terbiasa, bertengkar, menuduh, lepas tangan, berhati-hati, memandang, mengerjakan, dan melengkapi diri.This paper present an analysis of tsukeru verb which have multiple meanings and in which the mulitple meanings of a word may be connected or related. While this analysis based on cognitive linguistics. The goal of this analysis is describe basic meaning and another meanings of tsukeru verb, and also describe relation of basic meaning and another meanings, and the last present meanings structure of tsukeru verb. The analysis using data form  Balanced Corpus of Chunagon contemporary Written Japanese corpus presented by National Institute for Japanese Language and Linguistics. Sentence data in this paper based on document, magazine, newspaper, study books, bulletin, and yahoo at 2000-2008. This data clasification using data card  (table data). Decription of relation basic meaning and another meanings using cognitive linguistics analysis which is metaphor, metonymy , and synecdoche. The result of this research is tsukeru verb have basic meaning is put on, and then founded 15 another meanings. Result are follow including metaphor are give, put, adding, soaking, mix, ignite, spreading, watching, including metonymy are decide, hiring, writing, and the last is including synecdoche are slash, dress, stop. Furthermore, fouded idiom meanings such as define, common, quarrel, accuse, hands off, be careful, starring at, doing, acquire.
MODEL MATERI PEMBELAJARAN POLA UNGKAPAN YANG TERDAPAT PADA LIRIK LAGU JEPANG KARYA GRUP MUSIK STEREOPONY Kasidi, Tiarayanti; Sugihartono, Sugihartono; Bachri, Aep Saeful
JAPANEDU: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Bahasa Jepang Vol 1, No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (Indonesia University of Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/japanedu.v1i1.2655

Abstract

AbstrakPola ungkapan merupakan salah satu aspek yang sangat penting dalam bahasa Jepang. Pemahaman dan penggunaan pola ungkapan sangat dibutuhkan dalam berkomunikasi. Namun tentunya dalam bahasa Jepang ini ada beberapa pola yang sama akan tetapi penggunaannya berbeda. Pembelajar pastinya memerlukan pemahaman yang baik agar dapat menggunakan pola-pola tersebut sesuai dengan konteksnya. Agar pembelajar lebih mudah menguasai dan membedakan pola-pola tersebut diperlukan metode atau pun materi yang tepat. Penelitian akan berbagai metode dan media dalam pengajaran bahasa Jepang memang sudah banyak dilakukan. Namun penelitian akan materi pembelajaran itu sendiri pun diperlukan agar pengajar dapat mengemas materi pembelajaran yang memudahkan pembelajar dalam memahami pola yang diajarkan. Dalam penelitian ini penulis menggunakan 3 lagu karya Stereopony sebagai materi pembelajaran pola ungkapan tingkat dasar menengah atau setara N4. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 15 pola ungkapan tingkat dasar menengah yang terdapat pada ke 3 lirik tersebut. Kemudian penulis mencari makna dan fungsi dari pola-pola ungkapan tersebut dari berbagai sumber, serta contoh-contoh lain dalam penggunaan pola tersebut dalam berbagai konteks. Lagu tersebut beserta fungsi dan contohnya diharapkan dapat menjadi materi pembelajaran yang dapat memudahkan pembelajar dalam memahami pola-pola ungkapan. Kata kunci: pola ungkapan, materi pembelajaran, lirik lagu  AbtractThe pattern of expression is one very important aspect in Japanese. Understanding and usage of the expression pattern is needed in communicating. But of course in Japanese, there are some patterns are the same but different usage. Learners certainly requires a good understanding in order to use the patterns according to the context. So that learners more easily master and distinguish the patterns required method or any appropriate material. Research about a variety of methods and media in the teaching of the Japanese language is already done. However, the research about  the learning material  was necessary, so that the teacher can pack the learning materials that facilitate learners in understanding the pattern taught. In this study the authors used three songs by Stereopony as expression pattern learning material of intermediate basic level or equivalent N4. Results from this study indicate that there are 15 basic-intermediate level expression patterns found on the 3 lyrics. Then the authors find meaning and function of the expression patterns from various sources, and search the examples of the patterns that use in a variety of contexts. The song and its functions and examples expected to be material that can facilitate learners in understanding the patterns of sentence. Keyword: expression patterns, learning material, lyrics

Page 5 of 14 | Total Record : 140